Anda di halaman 1dari 2

a) Analisis Arch Length Discrepancy (ALD)

Analisis ALD merupakan salah satu cara penetapan kebutuhan ruang untuk
pengaturan gigi-gigi dalam perawatan ortodontik. Analisis ini juga merupakan
penyederhanaan dari metode analisis Set up model yang dikemukakan oleh Kesling
(1956). Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui perbedaan panjang lengkung
rahang dengan panjang lengkung gigi sehingga diketahui berapa selisihnya agar
dapat ditentukan indikasi perawatannya.5

Analisis Nance
Langkah pertama dalam analisis ini adalah mengukur lebar mesial distal
terbesar gigi menggunakan jangka berujung runcing atau jangka sorong.
Analisis Nance mengukur mesial distal setiap gigi yang berada di mesial gigi
molar pertama permanen. Jumlah lebar total menunjukkan ruangan yang
dibutuhkan untuk lengkung gigi yang ideal. Selanjutnya panjang lengkung
rahang diukur menggunakan kawat lunak seperti brass wire atau kawat
kuningan. Kawat ini dibentuk melalui setiap gigi, pada geligi posterior melalui
permukaan oklusalnya sedangkan pada geligi anterior melalui tepi insisalnya.
Jarak diukur mulai mesial kontak molar pertama permanen kiri hingga kanan.
Penilaian dilakukan dengan cara membandingkan ukuran panjang lengkung gigi
ideal dengan panjang lengkung rahang. Jika hasilnya negatif berarti
kekurangan ruangan, jika hasilnya positif berarti terdapat kelebihan ruangan. 1,
4,7

Gambar 1. Cara pengukuran lebar mesiodistal gigi dengan menggunakan caliper menurut Nance.
Sumber: Laviana, Avi. Analisis model studi, sumber informasi penting bagi diagnosis ortodontik.
Bandung: FKG Universitas Padjadjaran. 2009.

Gambar 2. Pengukuruan panjang lengkung menurut Nance menggunakan brass wire


melibatkan gigi geligi di mesial molar pertama. A. Rahang atas, B. Rahang bawah. Sumber:
Laviana, Avi. Analisis model studi, sumber informasi penting bagi diagnosis ortodontik.
Bandung: FKG Universitas Padjadjaran. 2009.