Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI

BADAN LAYANAN UMUM DAERAH


RUMAH SAKIT SEKARWANGI
Jl. Siliwangi No. 49 Tlp. (0266) 531261 Fax. (0266) 533713 Cibadak Sukabumi

KEPUTUSAN DIREKTUR
BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT SEKARWANGI
NOMOR : ................................/ ............................./ ............
TENTANG
KEBIJAKAN PASIEN TERMINAL
DIREKTUR BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT SEKARWANGI
Menimbang

a. Bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit maka


diperlukan penyelengaraan pelayanan Instalasi rawat inap yang bermutu
tinggi.
b. Bahwa agar dalam pelayanan Rumah Sakit dapat terencana dengan baik
perlu adanya kebijakan direktur Rumah Sakit sebagai landasan
penyelenggaraan pelayanan rawat inap di rumah sakit.
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a dan b

Mengingat

perlu ditetapkan dalan ketetapan Direktur Rumah Sakit .


1. Undang undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang
Rumah Sakit
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 263 / Menkes / Per / III / 2008
tentang Rekam Medis
MEMUTUSKAN

Menetapkan :
Pertama
: KEPUTUSAN DIREKTUR BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH
SAKIT SEKARWANGI CIBADAK TENTANG KEBIJAKAN ASESMEN
PASIEN TAHAP TERMINAL RAWAT INAP RUMAH SAKIT
SEKARWANGI CIBADAK
Kedua
: Kebijakan Asessmen pasien tahap terminal Rumah Sakit Sekarwangi Cibadak
tercantum dalam lampiran keputusan ini
Ketiga
: Pembinaan dan pengawasan Asessmen pasien terminal Rawat inap Rumah
Sakit Sekarwangi dilaksanakan oleh kepala bidang pelayanan Rumah Sakit .
Keputusan ini berlaku sejak ditetapkannya dan apabila dikemudian hari
Keempat
:
ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya

Ditetapkan di cibadak
Pada tanggal ..2016
Direktur

Lampiran
KEPUTUSAN Dirktur RS Ibnu Sina YW-UMI Makassar
Nomor: :

Tanggal
KEBIJAKAN ASESSMEN PASIEN TERMINAL
RS IBNU SINA YW-UMI MAKASSAR
Kebijakan Umum
1. Peralatan di unit harus selalu dilakukan pemeliharaan dan kalibrasi sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
2. Pelayanan di unit harus selalu berorientasi kepada murtu dan keselamatan
pasien.
3. Semua petugas unit wajib memiliki izin sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
4. Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib mematuhi ketentuan
dalam K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
5. Setiap petuigas harus bekerja sesuai standar profesi, standar prosedur
operasional yamng berlaku, etika profesi, etiket, dan menghormati hak pasien.
6. Pelayanan unit dilaksanakan dalam 24 jam
7. Penyediaan tenaga harus mengacu kepada pola ketenagaan.
8. Untuk melaksanakan koordinasi dan evaluasi wajib dilaksanakan rapat rutin
buil;anan minimal 1 bulan sekali.
9. Setiap bulan wajib membuat laporan

Kebijakan Khusus
1. Asessmen ulang harus dilakukan secara individual untuk memenuhi
kebutuhan pasien dan keluarga pasien apabila apabila pasien mendekati
kematian menyesuaikan kondisi kehidupan
a. Gejala seperti mau muntah dan kesulitan pernafasan.

b. Faktor-faktor yang meningkatgkan dan meningkatkan gejalafisik


c. Manajemen gejala saat ini dan hasil respons pasien
d. Orientasi spiritual pasien dan keluarga dan kalau perlu keterlibatan
kelompok agama.
e. Keprihatinan atau kebutuhan spiritual pasien dan keluarga.seperti putus
asa, penderitaan, beban pengampunan.
f. Status psikososial pasien dan keluarga seperti hubungan keluarga,
kecukupan kemampuan apabila diperlukan perawatan di rumah, cara
mengatasi dan reaksi kel;uarga atas penyakit pasien.
g. Kebutuhan dukungan atau pelayanan (respite services) bagi pasien dan
keluarga dari pemberi pelayanan lain.
h. Kebutuhan alternative atau tingkat pelayanan lain
i. Faktor reesiko bagi yang ditinggalkan dan cara mengatasi potensi reaksi
patologis atas kehilangan.
2. Hasil pengkajian di dokumentasikan dalam rekam medis.

Direkrtur
RS Ibnu Sina YW-UMI Makassa