Anda di halaman 1dari 3

PROPOSAL SATUAN ACARA PENYULUHAN

DEFISIT PERAWATAN DIRI


A. Latar Belakang
Defisit perawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktifitas
perawatan diri seperti mandi, berhias, makan, dan toileting (Nurjannah, 2004). Dalam
memberikan layanan kesehatan yang baik, sudah semestinya kita sebagai perawat untuk
memperhatikan keadaan pasien baik fisik dan psikisnya. Kondisi ini bisa saling
mempengaruhi satu sama lain. Misalnya, orang yang mengalami cacat fisik, jika tidak
memiliki koping yang adaptif tentu akan membuat keadaan psikisnya terganggu. Begitu
juga dengan yang mengalami gangguan psikis, karena jiwa yang terganggu akhirnya
tidak memperhatikan kebersihan diri, malas mandi, tidak berhias diri, dan lainnya. Hal
inilah yang disebut dengan keadaan kurangnya perawatan diri atau deficit perawatan diri.
Dalam praktek klinik kami kali ini di Ruang Angsoka, rata-rata pasien sudah
dalam kondisi stabil. Mereka sudah kooperatif dengan para perawat, namun dalam hal
perawatan diri sebagian besar masih belum menyadari penting perawatan diri. Oleh
karena itu kami dari praktikkan Stikes Hamzar kelompok 4 memandang perlunya
dilakukan suatu penyuluhan tentang deficit perawatan diri bagi pasien dengan harapan
setelah kegiatan ini dilakukan, pasien nantinya akan menyadari pentingnya perawatan diri
dan bisa melakukan perawatan diri secara mandiri.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Pasien dapat menjelaskan kembali tentang defisit perawatan diri
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kegiatan selama 1 x 20 menit, diharapkan pasien dapat :
a. Menjelaskan pengertian deficit perawatan diri
b. Menjelaskan tanda dan gejala deficit perawatan diri
c. Menjelaskan penyebab defisit perawatan diri
d. Menjelaskan akibat defisit perawatan diri
C. Seleksi Pasien
Proses seleksi yang dilakukan dengan cara :

1. Hasil observasi sehari-hari


2. Status kesehatan pasien
3. Pasien defisit perawatan diri
D. Waktu Dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan penyuluhan defisit perawatan diri akan dilakukan pada :
Hari/tanggal
:
Sabtu, 13 Februari 2016
Waktu
:
11:00 WITA
Tempat
:
Ruang Angsoka
E. Metode pelaksanaan
Metode pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini adalah ceramah dan tanya jawab
F. Instrumen kegiatan
Instrumen kegiatan penyuluhan antara lain :
1. Lembar penilaian pasien
2. Leaflet DPD
G. Pengorganisasian
1. Moderator
Fungsi
2. Penyuluh
Fungsi
3. Fasilitator

:
:
:
:
:

Fungsi
4. Observer
Fungsi

:
:
:

Nurdianti
Memimpin jalannya penyuluhan
Suharit Maxum
Memberikan penyuluhan
Nurhayati
Nurhasyah
Membantu penyuluh dan mendampingi klien
M. Zamroni
Mengamati dan memberikan evaluasi terhadap penyuluhan

H. Langkah Kegiatan
1. Persiapan
a. Menyiapkan tempat dan perlengkapan Penkes
b. Memilih klien
c. Kontrak dengan klien
2. Orientasi
a. Salam Terapeutik
b. Memperkenalkan Diri
c. Evaluasi dan Validasi
d. Menjelaskan Tujuan
e. Menjelaskan Lama Kegiatan
f. Menjelaskan Prosedur Penkes
3. Kerja

a. Menjelaskan pengertian defisit perawatan diri


b. Menjelaskan tanda dan gejala defisit perawatan diri
c. Menjelaskan penyebab defisit perawatan diri
4. Terminasi
a. Penyuluh melakukan evaluasi subjektif klien
b. Penyuluh melakukan evaluasi objektif klien
c. Penyuluh bersama pasien membuat rencana tindak lanjut terkait topic penkes
untuk mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari
5. Evaluasi
a. Evaluasi Proses
b. Evaluasi Hasil
I. Materi Penyuluhan
Terlampir
J. Lembar penilaian
Terlampir