Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF VITAMIN C MENGGUNAKAN

HPLC
Febry Difta Rosalina
12/331329/PA/14596
INTISARI
Percobaan analisis kualitatif dan kuantitatif vitamin C
menggunakan HPLC ini telah dilakukan dengan tujuan untuk
mempelajari cara kerja alat HPLC, dan untuk melakukan analisis
vitamin C dalam jus buah dan tablet vitamin C dengan HPLC.

ANALISIS
KUALITATIF
MENGGUNAKAN HPLC
I.

II.

DAN

KUANTITATIF

VITAMIN

TUJUAN PERCOBAAN
1. Mempelajari cara kerja HPLC
2. Melakukan analisis vitamin C dalam jus buah dan tablet
vitamin C dengan HPLC
DASAR TEORI
Vitamin C (C6H8O6) merupakan master of nutrient.
Macam-macam bahan makanan yang menjadi sumber vitamin
C yakni hati, ginjal, sayur-sayuran dan buah-buahan segar
terutama jeruk baik yang masih dalam bentuk buah asli
maupun sudah berupa minuman segar. Asupan gizi rata-rata
sehari sekitar 30 sampai 100 mg vitamin C yang dianjurkan
untuk orang dewasa. Namun, terdapat variasi kebutuhan
dalam individu yang berbeda (Sweetman 2005).
Buah yang masih mentah mengandung vitamin C yang
cukup banyak sehingga semakin tua buah maka semakin
berkurang kandungan vitamin C-nya. Vitamin C juga disebut
asam askorbat dapat disintesis dari D-glukosa atau Dgalaktosa merupakan gula heksosa (Winarno , 1981).
Susunan kimia vitamin C ditemukan pada tahun 1933 oleh
ilmuwan Inggris dan Swiss. Isolasi asam askorbat mula-mula
ditemukan oleh King dari USA dan Szent-Gyorgy dari
Hungaria. Vitamin ini mempunyai dua bentuk, yaitu bentuk
oksidasi (bentuk dehydro) dan bentuk reduksi. Kedua bentuk
ini mempunyai aktivitas biologi. Dalam makanan bentuk
reduksi yang terbanyak. Banyak dehydro dapat terus
teroksidasi menjadi diketogulonic acid yang inaktif.

Keadaan vitamin C inaktif ini sering terjadi pada proses


pemanasan (bila sayur-sayuran dimasak). Di dalam suasana
asam vitamin ini lebih stabil daripada dalam basa yang
menjadi inaktif (diketogulonic acid) (Prawirokusumo, 1991).
Teknik HPLC merupakan suatu metode kromatograf
cair-cair, yang dapat digunakan baik untuk keperluan
pemisahan maupun analisis kuantitatif. Analisis kualitatif
dengan teknik HPLC didasarkan pada pengukuran luas area
standar. Pada prakteknya, metode pembandingan area
standar dan sampel kurang menghasilkan data yang akurat
bila hanya melibatkan suatu konsentrasi standar. Oleh karena
itu, dilakukan dengan menggunakan teknik kurva kalibrasi.
(Wiji, dkk. 2010 : 17).
Bila dibandingkan terhadap kromatograf gas-cair/gasliquid chromatography (GLC), maka HPLC lebih bermanfaat
untuk isolasi zat tidak mudah menguap, demikian juga zat
yang secara termal tidak stabil. Tetapi ditinjau dari kecepatan
dan kesederhanaan, GC lebih baik. Kedua teknik ini
komplementer satu sama lainnya, keduanya efsien, sangat
selektif hanya memerlukan sampel berjumlah sedikit serta
keduanya
dapat
digunakan
untuk
analisis
kuantitatif (Khopkar, 2003).

III.

METODE PERCOBAAN
III.1 Alat Dan Bahan
III.2 Cara Kerja
III.2.1 Analisis kualitatif
Mula-mula buah jeruk yang dianalisis
vitamin C-nya dikupas dan ditimbang. Kemudian
buah jeruk tadi diperas dan diukur volumenya.
Setelah itu diambil 1 mL yang selanjutnya
diencerkan dengan akuades sampai 100 mL.
Terakhir hasil pengenceran kemudian disaring dan
diambil 1 mL yang dimasukkan ke dalam
eppendorf untuk selanjutnya dianalisis dengan
HPLC.
III.2.2 Analisis kuantitatif
Pertama dibuat larutan induk dengan
diencerkannya 0.05 g asam askorbat dalam 50 mL
akuades.

IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN


IV.1 Hasil Percobaan
Waktu
Retensi

Konsentrasi

Luas Area

Berat sampel
:
Volume sampel :
Luas area sampel :
Kadar sampel :
IV.2

Pembahasan
Percobaan analisis kualitatif dan kuantitatif
vitamin C menggunakan HPLC ini dilakukan dengan
tujuan untuk mempelajari cara kerja alat HPLC dan
untuk melakukan analisis vitamin C dalam jus buah dan
tablet vitamin C dengan HPLC. Vitamin C merupakan
vitamin yang mudah rusak, vitamin ini dapat terbentuk
sebagai asam L-askorbat dan asam L- dehidroaskorbat.
Vitamin ini banyak disintesis secara alami baik dari

hewan, tanaman dan mudah larut dalam air. Vitamin C


dapat diserap cepat dari alat pencernaan dan masuk ke
dalam saluran darah dialirkan keseluruh tubuh. Pada
umumnya tubuh menahan vitamin C dapat sangat
sedikit. Kelebihannya di buang melalui urin. Dalam
vitamin C ini terkandung senyawa yang dominan yaitu
asam askorbat. Struktur asam askorbat :
Analisis vitamin C dalam bahan pangan maupun
suplemen makanan sangat berguna untuk informasi
perancangan diet, dimana penetapan kadar vitamin C
dalam bahan pangan dapat di analisis dengan berbagai
metode, salah satunya dengan metode HPLC. Metode
HPLC ini digunakan sebagai dasar dari analisis vitamin C
yaitu untuk menentukan susunan kimianya. Selain itu
metode HPLC ini dipilih karena metode ini dapat
menganalisis cuplikan yang tidak menguap dan labil
pada suhu tinggi, tidak terbatas pada senyawa organik
tapi mampu menganalisis senyawa anorganik, mampu
menganalisis cuplikan yang mempunyai molekul
tinggi(beratnya), mampu menganalisis cuplik yang
mempunyai titik didih yang sangat tinggi seperti
polimer.
Prinsip dasar dari penggunaan HPLC (High
Performance
Liquid
Chromatograph)
merupakan
pemisahan analit-analit berdasarkan kepolarannya dan
perbedaan distribusi komponen pada sampel diantara
fasa gerak cair dan fasa diam cair. Dimana pada
percobaan analisa vitamin C ini yang menjadi fase
gerak adalah sampel dan standart sedangkan yang
menjadi fase diam adalah kolom.
Prinsip kerja alat HPLC sendiri adalah pertama
fasa gerak dialirkan melalui kolomkedetektor dengan
bantuan pompa. Kemudian cuplikan dimasukan ke
dalam aliranfasa gerak dengan cara penyuntikan.
Didalam kolom terjadi pemisahan komponen-komponen
campuran karena perbedan kekuatan interaksi antara

solut-solut terhadapfasa diam. Solut-solut yang kurang


kuat interaksinya dengan fasa diam akan keluardari
kolom terlebih dahulu. Sebaliknya solut-solut yang
interaksinya kuat dengan fasadiam akan keluar dari
kolom lebih lama. Setiap komponen yang campuran
yangkeluar kolom dideteksi oleh detektor kemudian
direkam dalam bentuk kromatogram.
Prinsip dasar dari penggunaan HPLC (High
Performance
Liquid
Chromatograph)
merupakan
pemisahan analit-analit berdasarkan kepolarannya.
Pada percobaan analisa tablet vitamin C dengan
menggunakan HPLC terdapat fase gerak dan fase diam.
Dimana yang menjadi fase gerak adalah sampel dan
standart dan yang menjadi fase diam adalah kolom.
Dari hasil percobaan vitamin C dengan berbagai jenis,
yaitu Vit C-Pot, B-force, C-IPI, Xon-ce, dan vitacimin
diketahui bahwa dalam setiap jenis vitamin C yang di uji
keberadaan vitamin C memang ada, yang diketahui dari
waktu munculnya setiap peak dari masing-masing
sampel, yaitu pada menit 1,589 dimana jika benar ada
vitamin C peak muncul antara menit 1 3. Dari segi
kadar vitamin C, kadar yang diperoleh dari hasil HPLC
tidak sesuai dengan kadar pada label untuk masingmasing sampel vitamin C. - Untuk Vit C-Pot yang
diketahui pada label kadar vitamin C nya sebesar 25
mg, sementara pada hasil HPLC kadar dari Vit C-Pot
tidak terbaca. - Untuk B-force diketahui pada label kadar
vitamin C nya sebesar 1000 mg, sementara pada hasil
HPLC kadar vitamin C dari B-force sebesar 410.8 ppm
atau 410.8 mg/L. - Untuk C-IPI diketahui kadar vitamin C
pada label sebesar 50 mg, sementara pada hasil HPLC
kadar vitamin C dari C-IPI sebesar 402.9 ppm atau
402.9 mg/L. - Untuk Xon-ce diketahui kadar vitamin C
pada label sebesar 500 mg, sementara dari hasil HPLC
kadar vitamin C pada Xon-ce sebesar 28.7 ppm atau
28.7 mg/L. - Untuk Vitacimin diketahui kadar vitamin C

V.
VI.

VII.
VIII.

pada label sebesar 500 mg, sementara hasil HPLC


menunjukkan kadar vitamin C pada Vitacimin sebesar
33.9 ppm atau 33.9 mg/L. Ketidaksesuaian kadar
vitamin C pada label dengan hasil HPLC dikarenakan
praktikan
yabg
kurang
teliti
saat
melakukan
pengenceran dan kurang nya pemahaman praktikan
tentang HPLC.
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
Khopkar, S.M., (2003), Konsep Dasar Kimia Analitik, UIPress,
Jakarta
Prawirokusumo, Soeharto, Prof. Dr. M.Sc., 1991, Biokimia
Nutrisi dan Vitamin, BPFE, Yogyakarta.
Sweetman SC. 2005. Martindale: The Complete Drug
Reference, 34 th ed. London, UK : Pharmaceutical Press.
Wiji, dkk. (2010). Penuntun Praktikum Kimia Analitik
Instrumen. Bandung : Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA
Universitas Pendidikan Indonesia.
Winarno R.G, Aman. 1981. Fisiologi Lepas Panen. Jakarta:
Penerbit Sastra Hudaya.

LEMBAR PENGESAHAN
LAMPIRAN