Anda di halaman 1dari 14

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEANEKARAGAMAN HAYATI

1) Iklim
Unsur iklim sangat menentukan berbagai jenis keanekaragaman hayati di
Indonesia. Unsur-unsur iklim yang mempengaruhi kelangsungan hidup tumbuhan
dan hewan adalah temperatur, udara, kelembapan angin, dan curah hujan.
2) Faktor Relief Tanah
Relief tanah adalah tinggi rendahnya permukaan bumi diukur dari permukaan
laut. Ketinggian di suatu tempat dapat mempengaruhi temperatur
dan tekanan udara, demikian pula jenis-jenis tumbuhan dan hewan. Coba,
Anda pikirkan di daerah pantai banyak terdapat pohon kelapa, apakah pohonpohon
kelapa tersebut dapat hidup di gunung? Bagaimana dengan jenis-jenis
hewannya?
3) Faktor Tanah
Keadaan tanah di suatu tempat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan
berbagai jenis tumbuhan. Tanah humus dan tanah vulkanis sangat
baik untuk pertumbuhan tanaman karena memiliki banyak unsur hara.

Ciri ciri Virus :


Tubuhnya dibungkus oleh seludang protein disebut kapsid
Hanya mengandung 1 asam nukleat (ARN atau ADN saja)
Hanya hidup pada sel hidup, diluar itu mati
Reproduksi, dengan cara replikasi/pengadaan asam nukleat
Tidak dipengaruhi oleh antibiotik
Reproduksi virus mengalami beberapa tahapan yaitu :
1.

Adsorpsi (penempelan)
virus menempel pada sel hidup tertentu

2.

Penetrasi
virus menginfeksi sel dengan cara menyuntikkan isi kepala virus (asam nukleat), setelah membran sel
dirusak

3.

Replikasi (penggandaan)
asam nukleat virus (ADN/ARN) yang telah masuk ke dalam sel, selanjutnya akan mengganda, hal ini bisa
terjadi karena pusat kendali sel (inti sel) sudah dipegang oleh virus

4.

Perakitan
kurang lebih 25 menit setelah penetrasio dirakitlah virus-virus baru setelah komponen pembentuk virus
telah tersedia

5.

Pembebasan
setelah terbentuk virus-virus baru, sel inang akan pecah, virus-virus akan keluar meninggalkan sel inang
lama dan siap untuk menyerang sel-sel hidup lainnya, dari 1 virus nantinya akan terbentuk kurang lebih
200 virus baru

a. Virus yang menguntungkan, berfungsi untuk:


1. Membuat antitoksin
2. Melemahkan bakteri
3. Memproduksi vaksin
4. Menyerang patogen
Peran virus yang merugikan, penyakit-penyakit yang
disebabkan virus antara lain :
1. Pada Tumbuh-tumbuhan
Mozaik pada daun tembakau Tobacco Mozaic Virus
Mozaik pada kentang Potato Mozaic Virus
2. Mozaik pada tomat Tomato Aucuba Mozaic Virus
Kerusakan floem pada jeruk Citrus Vein Phloem Degeneration
3. Pada Hewan
Tetelo pada Unggas New Castle Disease Virus
Cacar pada sapi Vicinia Virus
Lidah biru pada biri-biri Orbivirus
Tumor kelenjar susu monyet Monkey Mammary Tumor Virus
4. Pada Manusia
Influensa Influenzavirus
AIDS Retrovirus
SARS Coronavirus
Flu burung Avianvirus

Arkhaebakteria merupakan organisme tertua yang hidup di bumi. Secara bahasa Arkhaebakteria
berasal dari kata Archaea(bahasa Latin) dan Archaios (bahasa Yunani) yang juga berarti nenek
moyang. Pada awalnya, oleh para pakar dan peneliti kelompok spesies Arkhaae dan bakteria
bersama-sama dalam kingdom Monera (dalam klasifikasi 5 kingdom). Tetapi ternyata di antara
mereka terdapat perbedaan, sehingga Arkhaea kini termasuk dalam Kingdom Arkhaebakteria

(sistem klasifikasi 6 kingdom).Archaebakteria merupakan mikroba utama dalam lingkungan


terrestrial dan akuatik, hidup dalam lingkungan anaerobik, dalam kadar garam tinggi, atau air
panas, dan dalam lingkungan yang terkena panas bumi; serta beberapa terdapat sebagai simbion
saluran pencernaan hewan. Kelompok yang termasuk aerob, anaerob, dan fakultatif aerob yang
tumbuh secara kemolitoautotrofik, organotrofik.
bentuk sel bervariasi : bulat, batang, spiral, pipih, persegi panjang, datar dan tidak beraturan,
hidup sebagai sel tunggal (uniseluler) atau berupa filamen (seperti benang), ukuran sel
Arkhaebakteria berkisar antara 0,1-15 m, dalam bentuk filamen panjangnya mencapai 200 m,
bereproduksi dengan melakukan pembelahan biner, pertunasan, atau fragmentasi, berdasarkan
kebutuhan akan oksigen ada aerob dan anaerob, tipe nutrisi (berdasarkan kebutuhan unsur
karbon) : kemoautotrof dan habitat : ditemukan di daratan dan perairan yang ekstrim, seperti
lingkungan anaerob (tidak tersedia oksigen), kadar garam tinggi, temperatur tinggi, sangat tinggi
atau bahkan sangat rendah.
Archaebakteria dapat bersifat mesofil atau termofil, bahkan beberapa spesies dapat tumbuh pada
suhu di atas 100 derajat. Suatu gambaran khusus biokimia archaebakteria yaitu adanya gliserol
isopranil ether lipid. Tidak ada murein ( asam muramat terkandung dalam peptidoglikan) pada
dinding sel membuat archaebakteria tidak sensitif terhadap antibiotika beta-laktam. Common
arm (berhubungan dengan lengan) tRNA mengandung pseudouridin atau 1-metilpseudouridin
sebagai pengganti ribotimidin. Urutan rRNA 5S, 16S, dan 23S sangat berbeda dari yang ada
dalam eubakteria dan eukariot. Archaebakteria memberikan beberapa gambaran molekuler
seperti pada eukariot:
a). Elongation Factor 2 (EF-2) mengandung asam amino diftamid dan oleh karena itu dapat
terjadi ribosilasi-ADP oleh toksin diphteria,
b). Urutan asam amino protein A ribosom menunjukkan urutan yang bersifat homolog
dengan protein eukariotik (L7/L12),
c). Methionin yang mengawali tRNA tidak mengandung formil,
d). Beberapa gen tRNA mengandung intron ,
e). Cabang aminoasil tRNA inisiator diakhiri dengan pasangan basa AU,,
f). DNA-dependent RNA polimerase merupakan enzim multikomponen dan tidak
sensitif
terhadap antibiotika rifampisin dan streptolidigin,
g). Seperti (-DNA polimerase pada eukariot, replikasi DNA polimerase archaebakteria tidak
dihambat oleh aphidikolin atau butilfenil-dGTP, dan
h). Sintesis protein dihambat oleh anisomisin tetapi tidak oleh kloramfenikol.
Archaebakteria autotrof tidak mengasimilasi CO2 melalui siklus Calvin. Pada
Methanobacterium, CO2 difiksasi melalui suatu jalur asetil-CoA, tetapi Acidianus dan
Thermoproteus, bersifat aututrof CO2 difiksasi melalui jarul asam trikarboksilat reduktif. Fiksasi

N2 hanya diperlihatkan oleh beberapa methanogen. Hasil pewarnaan Gram dapat positif atau
negatif karena tipe pembungkus sel sangat berbeda. Spesies Gram-positif memiliki
pseudomurein, metanokondroitin, dan heteropolisakarida dinding sel; sel Gram-negatif memiliki
glikoprotein pada lapisan permukaan. Sel memiliki keragaman bentuk, termasuk berbentuk bola,
spiral, pelat atau bentuk batang; unisel; multisel bentuk dalam filamen atau berupa kumpulan.
Diameter sel individu 0.1- >15 m, dan panjang filamen dapat mencapai 200 m. Perbanyakan
melalui pembelahan biner, pertunasan, penyempitan, fragmentasi, atau mekanisme lain. Warna
massa sel dapat biru, ungu, pink, oranye-coklat, kuning, hijau, hitam kehijauan, abu-abu dan
putih. Kelompok utama archebakteria termasuk; a). archebakteria methanogenik, b)
archeabakteria pereduksi sulfat, c). archaebakteria halofilik ekstrim, d). archaebakteria tanpa
dinding sel, dan e). termofilik ekstrim So-metabolizer.

Ciri-ciri Arkhaebakteri :
Perbedaan karakteristik antara Arkhabakteria dan Eubakteri:

Karakteristik

Arkhaebakteria

Eubakteri

Inti sel

Tidak terbungkus
membran inti dan
tidak memiliki
nukleolus

Tidak terbungkus
membran inti dan
tidak memiliki
nukleolus

Dinding sel

Bervariasi, tanpa
asam muramat

Mengandung
peptidoglikan yang
terdiri atas asam
muramat

Lipid pada
membran

Memiliki ikatan
Memiliki ikatan
ester, asam lemak eter, rantai alifatik
dengan rantai lurus
bercabang

Respon terhadap
antibiotik
(kloramfenikol
dan kanamicin)

Tidak sensitif

Sensitif

Tipe nutrisi

Metanogenik, fiksasi
nitrogen,

Fiksasi nitrogen,
fotosintesis,

kemoautotrof

kemoautotrof

PROTISTA
A. CIRI-CIRI PROTISTA.
Protista adalah salah satu klasifikasi kerajaan hewan. Protista
memiliki sub kelompok dan divisi yang berbeda. Ciri-ciri mereka
berbeda-beda. Untuk mengetahui rinciannya dengan membaca
artikel Ciri-ciri protista dibawah ini.

Ciri-ciri umum Protista:


1. Protista sebagian besar uniseluler tetapi beberapa organisme
multiseluler dan kolonial.
2. Kemungkinan Protista adalah hidup bebas atau parasit.
3. Protista memiliki Tipe respirasi aerobik dan memiliki mitokondria
untuk respirasi sel.
4. Protista adalah eukariota sejati dan bernukleus.
5. Protista memiliki (9 +2) pengaturan flagela dan memiliki organel
bermembran.
6. Protista bereproduksi secara seksual (syngamy) dan aseksual.
7. Protista dikelompokkan menjadi 3 kategori: seperti binatang
(protozoa), seperti jamur, dan seperti tanaman(alga).
8. Menurut kategori, Protista memiliki modus yang berbeda dalam
mendapatkan makanan, seperti heterotrof atau autotrof.
9. Protista seperti Tanaman (ganggang) memiliki klorofil dan pigmen
aksesori, bernama xanthophylls, phycobilins, dan karoten.
B. KLASIFIKASI PROTISTA
1. PROTISTA MIRIP TUMBUHAN (ALGA)
Klasifikasi Protista mirip tumbuhan berdasarkan piqmen warna,
meliputi :
a. Euglenophyta
Euglenophyta merupakan kelompok protista yang unik karena dia
memiliki sifat mirip tumbuhan dan hewan. Dianggap mirip
tumbuhan karena memiliki klorofil a dan b, juga ditemukan karotin
sehingga dia akan berfotosintesis. Euglenophyta dianggap mirip
hewan karena dapat bergerak aktif dengan pertolongan satu atau
beberapa bulu cambuk (flagela) yang keluar dari selnya. Karena
mempunyai alat gerak, dia dapat hidup di perairan, misalnya air
tawar dan air tergenang.
Contoh : Euglena viridis
b. Phyrrophyta (Alga Api)

Sering disebut Dinoflagellata karena memiliki 2 flagel. bersifat


uniseluler, memiliki piqmen berupa klorofil a dan c. Memiliki dinding
sel berupa selulosa dan ada juga yang tidak memiliki dinding sel.
Disebut ganggang Api, karena mampu memancarkan cahaya
(bioluminesens) pada kondisi gelap. Hidup di air laut dan ada yang
di air tawar
Contoh : Noctiluca sp, Ceratium sp, Gonyaulax sp, Perridium sp

c.

Chlorophyta (Alga Hijau)

Ada yang uniseluler (soliter koloni) dan multiseluler. Tubuhnya


mengandung klorofil (klorofil a dan b), dan piqmen warna lain
(karoten, xantofil). Hidup melayang-layang di air tawar atau air laut
sebagai fitoplankton. Memiliki dinding sel yang tersusun atas
selulosa dan lignin. Bentuk tubuh (benang, lembaran, dan
berkoloni). Ada yang bersimbiosis (mutualisme) dengan fungi
membentuk lichenes (lumut kerak).
Reproduksi secara aseksual (dengan pembelahan biner untuk yang
bersel satu dan fragmentasi untuk yang berbentuk benang,
pembentukan zoospora), dan secara seksual dengan konjugasi.
Konjugasi adalah perpaduan gamet yang membentuk zigospora.
Contoh :
1)

Chlorococcum sp

Struktur tubuhnya uniseluler, tidak memiliki alat gerak, hidup di air


tawar, secara vegetatif berkembang biak dengan membentuk
zoospora. Dan setiap zoospora memiliki sepasang flagella atau
berflagel dua
2)

Chlorella sp

Ganggang uniseluler berbentuk seperti bola, kloroplasnya


menyerupai mangkuk. Memiliki pyrenoid yang mengandung protein
tinggi (Protein Sel Tunggal/PST). Habitat Chlorella di air tawar, laut
maupun di tempat-tempat yang basah. Reproduksi secara vegetatif
dengan membelah.
3)

Spirogyra sp

Habitatnya di air tawar, ukuran kloroplasnya besar menyerupai pita


yang melingkar-lingkar di dalam sel. Kloroplasnya mengandung

banyak pyrenoid untuk menyimpan hasil berupa fotosintesis


amilum.
Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi, sedang secara seksual
dengan cara konjugasi yang berlangsung sebagai berikut : Dua sel
filamen yang berbeda jenis (+ dan ) berdekatan, kemudian
filamen tersebut membuat tonjolan yang akhirnya bergabung
membentuk sebuah saluran/pembuluh yang menghubungkan
plasma selnya. Selanjutnya plasma sel berjenis + mengalir menuju
plasma dengan demikian terjadilah penyatuan plasma
(plasmogami), yang kemudian diikuti oleh penggabungan inti sel
(kariogami). Penyatuan ini menghasilkan zigospora yang diploid.
Zigospora bermeiosis menghasilkan empat sel baru yang haploid.
Keempat sel ini biasanya satu sel tumbuh menjadi filamen
Spirogyra yang baru.
4)

Ulva sp

Habitat Ulva di air laut, air payau, menempel pada kayu atau batubatu karang sepanjang pantai.. memiliki bentuk thalus (berupa
lembaran).
5)

Chlamydomonas sp

Memiliki bentuk bulat telur, berflagel dua di ujung depan, kloroplas


berbentuk seperti mangkuk atau pita, terdapat stigma (bintik
mata)

d.

Chrysophyta (Alga cokelat-keemasan)

Ada yang uniseluler dan ada yang multiseluler, dan banyak yang
berflagel. Memiliki piqmen warna yang dominan adalah karotin,
fukosantin (coklat kuning) dan piqmen warna lain klorofil a dan b.
Sebagian besar kelompok ini adalah Diatom. Diatom mempunyai
bentuk kotak dan memiliki dinding sel. Sel tersusun atas dua
belahan, yaitu : wadah (hipoteka) dan tutup (epiteka). Dinding sel
mengandung zat kersik, sehingga sering disebut ganggang kersik
atau tanah diatom. Manfaat : untuk bahan penggosok, bahan
isolasi, bahan dasar kosmetik, dan penyekat dinamit, penyaring
kolam renang
Contoh : Diatom, Navicula, Cyclotella, dan Pinnularia

e. Phaeophyta (Alga Coklat)

Tubuhnya menyerupai tumbuhan tingkat tinggi, bersifat


multiseluler, memiliki piqmen berupa xantofil, fukosantin, klorofil a
dan c, habitat di dasar laut, reproduksi secara metagenesis
(pergantian keturunan antara vegetatif dan generatif). Vegetatif
dengan cara fragmentasi, zoospora. Sedangkan generatif dengan
cara oogami (peleburan antar ovum dan
spermatozoid).
Contoh :
Laminaria sp, penghasil asam alginat (untuk produksi tekstil,
kosmetik dan makanan)
Sargassum sp,
Fucus sp,
Turbinaria sp,
Macrocystis sp
f. Rodhophyta (Alga Merah)
Bersifat multiseluler, memiliki piqmen fikobilin yang terdiri dari
fikoreitrin (merah) dan fikosianin (biru), klorofil. habitat di dasar
laut, seperti rumput sehingga sering disebut dengan rumput laut
(sea weed). Reproduksi secara Vegetatif dengan pembentukan
spora, dan secara generatif dengan peleburan antar ovum dan
spermatozoid. Sering dimanfaatkan untuk bahan makanan (agaragar) dan kosmetika.
Contoh : Euchema spinosum, Glacilaria sp, Gelidium sp, Gigartina
mammilosa, Erytrophylum sp, Macrocladia sp
2. PROTISTA MIRIP JAMUR
Berikut merupakan klasifikasi protista mirip jamur.
a. Filum Jamur Air (Oomycota)
Oomycota dapat hidup di air atau tempat-tempat lembap dan
mempunyai oospora sebagai penghasil spora. Spora yang
dihasilkan oleh zigot berdinding tebal yang berfungsi sebagai
pelindung. Pada kondisi tertentu, spora akan tumbuh menjadi hifa
baru.
Jamur ini memiliki ciriciri sebagai berikut: a. dinding sel berupa
selulosa, b. mempunyai banyak inti yang terdapat dalam benangbenang hifa yang tidak bersekat, dan c. berkembang biak secara
aseksual dengan pembentukan zoospora. Zoospora ini dilengkapi
dengan alat berenang berupa dua buah flagel.
Contoh Oomycota adalah Phytophthora, Saphrolegnia, dan Pythium.
Phytophthora adalah jamur karat putih yang dapat hidup secara
saprofit atau parasit. Jamur yang hidup secara parasit, misalnya, P.
nicotin (tembakau), P. palmifera (kelapa), dan P. infestans (kentang).

Saprholegnia mempunyai miselium dan hifa sebagai alat


reproduksi. Jamur ini merupakan saprofit pada hewan air yang telah
mati. Jamur ini dikatakan mempunyai spora kembara dimorf.
b. Filum Jamur Lendir (Mycomycota)
Ciri-ciri jamur lendir adalah sebagai berikut: a. bentuk tubuh seperti
lendir (plasmodium) yang merupakan massa protoplasma tidak
berdinding;
berinti banyak, bersel satu atau bersel banyak;
struktur tubuh vegetatif menyerupai Amoeba, berbentuk seperti
lendir (plasmodium), tetapi cara berkembang biaknya menyerupai
Fungi;
berkembang biak secara aseksual dan seksual. Pencernaan
makanan yang dilakukan pada fase vegetatif (aseksual) dilakukan
menyerupai Amoeba. Pada tingkat dewasa, Plasmodium akan
membentuk kotak spora seperti pada Fungi. Setelah matang, kotak
spora ini akan pecah dan mengeluarkan spora. Spora yang
berkecambah akan membentuk sel gamet yang menyerupai
Amoeba. Sel-sel gamet ini bersifat haploid dan akan melakukan
singami atau peleburan dua gamet dengan ukuran yang sama dan
tidak dapat dibedakan antara sel jantan dan betina yang akan
menghasilkan zigot;
biasa hidup di hutan-hutan basah, tanah lembap, batang kayu yang
membusuk, kayu lapuk, atau sampah basah. Jamur lendir
(Mycomycota) dibedakan menjadi dua tipe, yaitu Acrasiomycota
dan Myxomycota.
a. Acrasiomycota (Jamur Lendir Bersekat)
Acrasiomycota dinamakan juga jamur lendir bersekat. Pada saat
Plasmodium membesar dan inti sel membelah sel individu tetap
terpisah saat bergabung membentuk pseudoplasmodium. Saat
makanan berkurang zat kimia yang dikeluarkan oleh Amoeba akan
bergabung membentuk Plasmodium.
Plasmodium akan bergerak ke arah cahaya. Pada saat ada
makanan, Plasmodium akan berhenti bergerak dan membentuk
tubuhnya yang mengandung spora reproduksi. Pada saat kondisi
menguntungkan, spora yang tertinggal akan membentuk Amoeba
baru dan siklus akan berulang.
b. Myxomycota (Jamur Lendir Tidak Bersekat)
Myxomycota merupakan jamur lendir yang tidak bersekat. Jamur ini
berinti banyak, setiap intinya tidak dipisahkan oleh adanya sekat,
bersifat uniseluler ataupun multiseluler, dan dapat bergerak bebas.
Jamur lendir hidup di batang kayu yang membusuk, tanah lembap,
sampah basah, kayu lapuk, dan di hutan basah.
Jamur lendir dapat berkembang biak dengan cara vegetatif dan
generatif. Fase vegetatif Plasmodium bergerak amoeboid
mengelilingi dan menelan makanan berupa bahan organik.
Makanan dicerna dalam vakuola makanan. Sisa yang tidak dicerna
ditinggal sewaktu plasmodium bergerak. Jika telah dewasa,

Plasmodium membentuk sporangium (kotak spora). Sporangium


yang masak akan pecah dan spora tersebar dengan bantuan angin.
Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang bersifat
haploid, kemudian sel gamet ini melakukan singami.
Singami adalah peleburan dua gamet yang bentuk dan ukurannya
sama (yang tidak dapat dibedakan jantan dan betinanya). Hasil
peleburan berupa zigot dan zigot tumbuh dewasa. Pada
Myxomycota, massa berinti banyak yang disebut Plasmodium
(jangan dikacaukan dengan plasmodium penyebab malaria),
bergerak berpindah tempat di tanah atau sepanjang dasar hutan, di
daun, kayu busuk untuk memakan bakteri.
Plasmodium mempunyai banyak inti, tetapi tidak dapat dibagi
menjadi beberapa sel-sel terpisah. Myxomycota yang sedang
bergerak dapat seukuran buah anggur. Saat Plasmodium
membesar, intinya membelah. Sebaliknya, pada Acrasiomycota, selsel individu tetap terpisah saat mereka bergabung membentuk
pseudoplasmodium atau massa multiseluler.
3. PROTISTA MIRIP HEWAN (PROTOZOA)
Protista mirip hewan atau yang biasa disebut protozoa organisme
bersel satu yang berukuran mikroskopis. Cara perkembangbiakan
protista mirip hewan( protozoa) dapat terjadi secara seksual
maupun aseksual. Secara aseksual yanitu dengan membelah diri
atau membentuk spora, sedangkan secara seksual yaitu dengan
melakukan konjugasi. Konjugasi ini merupakan proses
menempelnya dua sel untuk mengadakan pertukaran inti sel.
Protista mirip hewan (protozoa) dapat dijumpai di berbagai tempat,
yaitu di parit, sawah, sungai, bendungan, atau air laut, bahkan ada
yang hidup dalam tubuh makhluk hidup lainnya sebagai parasit.
Dalam Klasifikasimakhluk Hidup, protozoa di kelompokkan
berdasarkan alat geraknya, yaitu Rhizopoda(kaki semu), Ciliata(bulu
getar), Flagellata(bulu cambuk), sporozoa(tidak mempunyai alat
gerak khusus). Tentunya sobat semua ingin mengetahui lebih jelas
tentang kelompok protozoa ini, langsung aja ya.
1.Filum Rhizopoda
Organisme yang paling terkenal dalam filum ini adalah
Amoeba. Maka akan lebih mudah jika kita menguraikan ciri filum ini
dari ciri amoeba itu sendiri. Amoeba merupakan rhizopoda yang
bergerak dengan kaki semu (pseudopodium), organisme ini tidak
memiliki bentuk tetap karena selalu berubah-ubah. Amoeba ada
yang hidup di alam, namun ada juga yang hidup sebagai parasit.
Amoeba bergerak dan menangkap makananya dengan kaki
semu. Kaki semu itu dijulurkan menuju makanan, diikuti oleh oleh
isi sel sehingga tubuhnya bergerak ke makanan itu. Makanannya
berupa bakteri atau bahan Organik lainnya. Makanan yang

diperoleh akan masuk ke vakuola makanan untuk dicerna. Lalu


Vakuola ini beredar ke seluruh sel sambil membawa makanan yang
diolahnya. Sesudah diolah, sari-sari makanan masuk ke dalam
sitoplasma dan sisa-sisa makanan berbentuk padat kemudian
menepi dan kemudian keluar dari sel melalui membran
plasma.Organisme ini berkembangbiak secara aseksual , yaitu
dengan membelah diri.
Intinya: Rhizopoda merupakan organisme bersel satu, bergerak dan
menangkap makanannya dengan kaki semu( pseudopodium).
Organisme ini berkembangbiak dengan membelah diri secara
langsung (pembelahan biner).
2.Filum Ciliata
Contoh dari filum ini adalah paramecium yang disebut
sebagai hewan sandal, karena bentuknya yang menyerupai tapak
sandal.organisme ini bergerak di air dengan menggunakan silia
(bulu getar). Di permukaan membran sel yang melekuk terdapt
mulut sel. Air masuk ke mulut selnya karena getaran silia. Biasanya
organisme ini memakan bakteri atau mikroorganisme lainnya yang
hidup di dalam air. Setelah makanan masuk melalui mulut dan
melewati kerongkongan sel, makan itu kemudian menuju vakuola
makanan. Sama seperti Rhizopoda, vakuola makanan beredar
sambil mencerna makanan. Sari-sari makanan masuk ke dalam
sitoplasma. Sisa makanan yang berwujud cairan dikeluarkan melalu
vakuola berdenyut yang berjumlah dua buah, masing-masing
terletak di ujung sel, sedangkan sisa makanan yang berwujud padat
dikeluarkan oleh vakuola makanan yang menepi menuju ke
permukaan membran sel. Selanjutnya vakuola makanan pecah, dan
sisa-sisa makanan tadi ikut keluar.
Paramecium berkembangbiak baik secara vegetatif dan
generatif. Perkembangbiakan vegetatif adalah dengan jalan
membelah diri, sedangkan secara seksual dilakukan dengan
konjugasi.
Intinya:Ciliata merupakan organisme bersel satu ayng bergerak
dengan bulu getar (silia). Ada ciliata yang hidup bebas, ada juga
yang bersifat parasit. Ciliata berkembangbiak secara aseksual
dengan membelah diri, da secara seksual dengan konjugasi.
3.Filum Flagellata
Flagellata adalah organisme protista yang bergerak dengan
menggunakan flagela( bulu cambuk). Contoh organisme dari filum
ini adalah trypanosoma. Makhluk ini hidup secara parasit di dalam
darah manusia dan vertebrata lainnya. Trypanosoma
berkembangbiak dengan membelah diri.
4.Filum Sporozoa

Organisme yang paling terkenal dalam filum ini adalah


Plasmodium yang hidup parasit pada tubuh manusia dan
menyebabkan penyakit malaria. Makanannya adalah sel darah
merah (eritrosit). Inang perantaranya adalah nyamuk anopheles.
Plasmodium berkembang secara vegetatif dan generatif.
Perkembangbiakan vegetatif terjadi dengan membentuk spora.
Sedangkan perkembangbiakkan nya secara seksual/generatif
adalah dengan membentuk gameet. Sel gamet jantan disebut
mikrogametosis, sel betina disebut makrogametosis. Peleburan
dilakukan dalam tubuh nyamuk anopheles. Jika nyamuk ini
menggigit manusia, maka plasmodium yang terdapat dalam air liur
dapat menginfeksi tubuh manusia.
Itulah penjelasan pada postingan kali ini mengenai Protista.semoga
dapat bermanfaat bagi sobat semua. Jelas masih terdapat banyak
kekurangan dalam artikel saya ini, oleh karena itu saya mohon
kritik, saran, ataupun segala curahan hati sobat dalam kotak
komentar. Terimakasih telah berkunjung di
myasirredhani.blogspot.com
Jadi protozoa adalah hewan yang pertama. Pengelompokan atau pembagian protozoa didasarkan pada alat
geraknya.
Berdasarkan alat geraknya protozoa dibagi mejadi 4 (empat) kelas yaitu:

1.

Kelas Rhizopoda/Sarcodina Kelas Rhizopoda berasal dari kata rhizo yang berarti akar danpodos yang
berarti kaki. Alat gerak dari kelas rhizopoda ada kaki semu (pseudopodia). Contoh Kelas Rhizopoda Bisa
Dilihat Disini

2.

Kelas Flagellata/Mastigophora Kelas flagellata berasal dari kata flagellum yang berarti bulu cambuk. Alat
gerak hewan yang masuk dalam kelas flagellata bulu cambuk. Contoh Kelas Rhizopoda Bisa Dilihat Disini

3.

Kelas Ciliata Kelas ciliata berasal dari kata cilia yang berarti bulu getar. Alat gerak hewan yang masuk
dalam kelas ciliata adalah bulu getar (cilia). Contoh Kelas Ciliata Bisa Dilihat Disini

4.

Kelas Sporozoa Kelas sporozoa berasal dari kata spora yang berartii benih dan zoon yang berarti hewan.
Filum sporozoa merupakan satu-satunya kelompok protozoa yang tidak memiliki alat gerak baik berupa kaki
semu (pseudopodia), bulu getar (silia) dan bulu cambuk (flagellata).Contoh Kelas Sporozoa Bisa Dilihat
Disini

PERANAN BAKTERI
1. Bidang pertanian

Rhizobium leguminosorum pada akar tanaman kacang-kacangan, mengikat nitrogen


bebas.

Azotobacter chlorococcum mampu menyuburkan tanah dengan mengikat nitrogen di


udara.

Nitrosomonas dan Nitrosococcus, menghasilkan nitrit yang menyuburkan tanah.


Jenis-jenis bakteri yang menguntungkan tersebut dapat digunakan sebagai pupuk hayati.
2. Bidang industri makanan:

Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus, digunakan untuk membuat


yoghurt.
Acetobacter xylinum, digunakan untuk membuat nata de coco.
Streptococcus lactis, digunakan untuk membuat keju.
Acetobacter sp, digunakan untuk membuat cuka.
3. Bidang farmasi

Streptomyces griceus, menghasilkan antibiotik streptomisin (membunuh bakteri


penyebab TBC).
Streptomvces aureofaciens, menghasilkan antibiotik aureomisin.
Streptomyces olivaceus, untuk menghasilkan sianokobalamin vitamin B12.
Clostridium acetobutylicum, menghasilkan aseton dan butanol.
Xanthomonas campestris, menghasilkan polisakarida.
cetobacter aceti, digunakan untuk membuat asam cuka.
Leucanostoc masenteroides, menghasilkan dekstran.
Lactobacillus delbruecki, penghasil asam laktat.
4. Pembuatan biogas dan pengurai

Escherichia coli, membantu proses pembusukan makanan dalam kolon manusia dan
pembentuk vitamin K.
Methanobacterium omelianski dan Methanobacterium ruminatum, menguraikan
asam cuka (CH3COOH) menjadi metana (CH4) dan CO2.
Clostridium sporangeus, menguraikan asam amino menjadi amonia.
Desulfovibrio desulfuricans, menguraikan bangkai dan menguraikan sulfat di tempat
becek dan menghasilkan H2S.

Thiobacillus denitrificans, menguraikan nitrit dan menghasilkan N atau disebut


denitrifikasi.
b.

Bakteri

yang

merugikan

Bakteri dikatakan merugikan karena dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan,
dan
tumbuhan
atau
menghasilkan
toksin.
1. Bakteri penyebab penyakit pada manusia

Mycobacterium tuberculosis, penyebab penyakit TBC.


Mycobacterium leprae, penyebab penyakit lepra.
Salmonella typhosa, penyebab penyakit tifus.
Shigella dysentriae, penyebab penyakit disentri.
Diplococcus pneumoniae, penyebab penyakit radang paru-paru.
Treponema pallidum, penyebab penyakit sifilis (raja singa).
Klebsiella pneumoniae penyebab infeksi saluran pernapasan
Meningococcus, penyebab meningitis, yaitu penyakit radang
(meninges).
Neisseria gonorrhoea, penyebab penyakit kencing nanah.
Vibrio cholerae, penyebab penyakit kolera.
Bacillus anthracis, penyebab penvakit antraks.

selaput

otak

2. Bakteri penyebab penyakit pada hewan

Campylobacterfetus sp, penyebab keguguran pada sapi, kambing, serta radang usus
manusia.

Bacillus anthracis, menyebabkan penyakit antraks pada temak.


Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan adalah dengan cara menjaga
kebersihan lingkungan, menjaga kebersihan badan (mandi dan mencuci tangan sebelum
makan), melakukan olahraga secara teratur, makan makanan bergizi, dan istirahat.
3. Bakteri penyebab penyakit pada tumbuhan

Agrobacterium tumefaciens, penyebab tumor pada tumbuhan dikotil.


Pseudomonas cattleyae, rnenyerang tanaman anggrek.
Pseudomnonas solanacearum, menyerang tanaman pisang.
Bacterium papaye, menyerang tanaman pepaya.
4. Bakteri penghasil toksin

Pseudomonas cocovenenans, menghasilkan racun asam bongkrek pada tempe


bongkrek.
Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinurn pada makanan kaleng yang
sudah rusak.
Leuconostoc mesentroides, menyebabkan makanan berlendir.
Streptomyces venezuelae, menghasilkan antibiotik kloromisetin.
Bacillus brevis, menghasilkan antibiotik tiromisin.
Pseudomonas denitrificans dan Propioni bacterium, menghasilkan vitamin B12.