Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA ANALOG

PERCOBAAN KE - 1

PENYEARAH GELOMBANG

Nama

: Retno Puji Lestari

NIM

: 14302241029

Kelas

: Pendidikan Fisika I 2014

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015/2016

Percobaan 1
PENYEARAH GELOMBANG

1. Tujuan
1). Mempelajari cara kerja rangkaian searah
2). Mengamati bentuk gelombang keluaran
3). Menyelidiki faktor riak dan regulasi tegangan
2. Alat-alat Percobaan
1). Osiloskop/CRO
2). Voltmeter analog dan digital
3). Papan rangkaian
4). Resistor, Kapasitor, Potensiometer, Dioda, dan Transformator
5). Kabel-kabel Penghubung.
3. Dasar Teori Singkat
Hampir semua peralatan elektronik memerlukan sumber tegangan searah
untuk dapat bekerja. Alat-alat elektronik dengan daya yang relatif kecil dapat
menggunakan batere atau aki. Tetapi untuk peralatan yang relatif memerlukan daya
besar lebih baik digunakan sumber tegangan yang berasal dari PLN. Mengingat listrik
dari PLN bolak-balik tentu saja memerlukan rangkaian penyearah. Komponen
elektronik yang berfungsi sebagai penyearah tadi adalah Dioda. Dioda mempunyai
sifat dapat menghantarkan arus listrik hanya pada satu arah. Simbol dioda penyearah
adalah sebagai berikut :
(anoda)

(katoda)

Apabila kaki anoda (A) dihubungkan dengan kuttub positif dan kaki katoda
(K) dihubungkan dengan kutub negatif dari suatu sumber tagangan DC (atau tegangan
A lebih positif dari pada tegangan K), maka arus dapat mengalir pada keadaan yang
demikian dikatakan dioda terpanjar maju (foward bias). Pada pemasangan yang
sebaliknya, anoda dihubungkan dengan kutub negatif sedangkan katoda dengan kuub
positif, maka arus tidak dapat mengalir asalkan tidak melebihi batas tegangan
dadalnya. Pemasangan yang demikian dikatakan dioda terpanjar mundur (reverse
bias).
Apabila sebuah dioda dipasang pada sumber tegangan bolak-balik, misalnya
PLN (setelah melewati transformator step-down), maka oleh dioda tegangan itu akan

diubah menjadi tegangan searah. Rangkaian penyearah sederhana dan bentuk


keluarannya adalah sebagai berikut :

Dari 0 sampai dengan arus dapat diteruskan karena pada saat itu dioda
terpanjar maju. Tetapi dari hingga 2 dioda terpanjar mundur, oleh karenanya arus
tidak dapat mengalir. Rangkaian yang demikian tadi disebut sebagai raangkaian
penyearah gelombang setengah (half wave rectifier). Jika masukannya (Vi) sebagai
gelombang sinus, maka keluarannya dapat dituliskan :
Vo = Vm sin t

untuk 0 < t <

Vo = 0

untuk < t < 2.

Suatu voltmeter DC analog dibuat sedemikian hingga simpangan jarumnya


menunjukkan tegangan reratanya saja untuk masukan yang berupa gelombang sinus,
dengan demikian tegangan yang terbaca pada voltmeter DC adalah :

(resistansi transformator dan dioda diabaikan). Sedangkan voltmeter AC analog mengukur


tegangan rms (harga efektifnya) pada ujung-ujung sebelum disearahkan, dan tegangan yang
terbaca adalah :

Penyearah yang sedikit lebih baik menggunakan dua buah dioda. Rangkaian
ini dapat dipikirkan sebagai dua rangkaian penyearah gelombang setengah yang
bekerja secara bergantian (full wave rectifier) yang skemanya dapat dilihat pada
gambar berikut :

Jika ujung-ujung keluarannya dihubungkan dengan voltmeter DC, maka jarum


voltmeter yang mennjukkan tegangan reratanya akan berharga :

(resistansi dari transformator dan dioda diabaikan).


Tegangan keluaran yang dihasilkan oleh kedua rangkaian penyearah diatas
belum rata, tapi masih berbentuk gelombang arus yang selalu positif (searah). Untuk
mendapatkan tegangan keluaran yang lebih rata diperlukan suatu tapis (filter). Tapis
yang paling sederhana adalah sebuah kapasitor yang dipasang paralel dengan ujungujung keluarannya. Ingat untuk kapasitor berkutub cara pemasangannya jangan
sampai terbalik. Gambar penyearah bertapis adalah sebagai berikut :

Mengingat sifat kapasitor (C) yang dapat diisi muatan maupun dikosongkan,
dengan tepasangnya C, tegangan keluaran (V0) tidak segera turun meskipun tegangan
masukan (Vi) sudah turun. Sebelum tegangan kapasitor turun ke nol, tegangan
kapasitor tersebut segera naik lagi oleh tegangan masukan. Dengan demikian sekecil
apapun, tegangan keluaran belum rata sempurna, tetapi masih terdapat riak (ripple).
Besar riak dinyatakan sebagai tegangan riak (Vr) yang besarnya dapat dibuktikan
secara teoritis sebagai :
(untuk penyearah gelombang setengah)

(untuk penyearah gelombang penuh)

Tampak bahwa tegangan riak (Vr) makin kecil untuk nilai C yang semakin
besar. Setelah melalui tapis, tegangan DC (V dc) pada keluarnnya dapat ditentukan,
diukur ataupun dihitung. Besar tegangan DC tersebut tergantung pada R L, C, Vm, dan
f. Dari gambar dapat ditentukan :
Vr
Ada beberapa besaran yang menunjukkan kualitas suatu penyearah dan 2 (dua)
diantarannya adalah faktor riak (r) dan regulasi tegangan (R) yang masing-masing
didefinisikan sebagai berikut :

4. Langkah-langkah Percobaan
Buatlah (set) agar papan rangkaian penyearah yang tersedia membentuk
rangkaian sebagai berikut :

Dengan R = 56 , C1 = , C2 = , dan RL = 10k .


1. Buatlah rangkaian penyearah gelombang setengah (S1 terbuka). Terlebih
dahulu S2 dan S3 terbuka (filter belum digunakan). Dengan S 4 tertutu,
aturlah RL agar memberikan arus keluaran (mA) tertentu. Ukurlah Vr,rms,
Vdc, RL, Idc dan gambarlah gelombang keluarannya. Seanjutnya ukur Vdc
tanpa RL dengan cara membuka S4.
2. Seperti langkah 1 S2 tertutup.
3. Seperti langkah 1 tetapi S2 an S3 tertutup.
4. Seperti langkah 1, 2, dan 3 tetapi untuk penyearah gelombang penuh
dengan cara S1 tertutup.
5. Data Percobaan
Sesuai dengan langkah-langkkah percobaan diatas, maka data yang harus
dicatat baik untuk rangkaian penyearah gelombang setangah maupun rangkaian
penyearah gelombang penuh masing-masing adalah :
Jenis

Bentuk gelombang

Filter

keluaran

Idc

Vr,rms

Vdc tanpa

Vdc

RL

2,5mA

1,2 V

85

2,4 V

C1

5,5mA

3,2 V

85

7,6 V

C1,C2

5,5mA

3,3 V

85

7,8 V

RL

Gelombang
input

Tanpa
Filter (1/2)

Tanpa
Filter

2mA

1,2 V

85

2,5 V

C1

5,5mA

3,2 V

85

7,7 V

C1,C2

5,5mA

3,3 V

85

8V

penuh

6. Analisis Data
A. Penyearah Setengah Gelombang
a.1 Penyearah Tanpa Filter

Pengukuran

Perhitungan
Div Vertikal : 3,8 Div
Vpuncak = 3,8 Div x 1 Volt/Div = 3,8 Volt

a.2 Dengan Filter C1 (47 F; 35V)

Pengukuran

Perhitungan
Div Vertikal = 1,4 Div
Vpuncak = 1,4 Div x 1 Volt/Div = 1,4 Volt
Div Horizontal = 6 Div
T = 6 Div x 2ms/Div = 12x10-3 s

Vdc = 0,69999895 Volt.

a.3 Dengan Filter C1 dan C2 (47 F; 35V dan 47 F; 16V)

Pengukuran

Perhitungan
Div Vertikal = 0,4 Div
Vpuncak = 0,4 Div x 0,5 Volt/Div = 0,2 Volt
Div Horizontal = 6 Div
T = 6 Div x 1ms/Div = 6 x10-3 s

Vdc= 0,0989999963 Volt

B. Penyearah Gelombang Penuh


b.1 Penyearah Tanpa Filter

Pengukuran

Perhitungan
Div Vertikal = 4 Div
Vpuncak = 4 Div x 1 Volt/Div = 4 Volt

b.2 Dengan Filter C1 (47 F; 35V)

Pengukuran

Perhitungan
Div Vertikal = 0,7 Div
Vpuncak = 0,7 Div x 2 Volt/Div = 1,4 Volt
Div Horizontal = 6 Div
T = 6 Div x 1ms/Div = 6 x10-3 s

Vdc = 0,6999997375 Volt.

b.3 Dengan Filter C1 dan C2 (47 F; 35V dan 47 F; 16V)

Pengukuran

Perhitungan
Div Vertikal = 0,6 Div
Vpuncak = 0,6 Div x 0,5 Volt/Div = 0,3 Volt
Div Horizontal = 6 Div
T = 6 Div x 1ms/Div = 6 x10-3 s

Vdc = 0,1399999475 Volt.

7.

Pembahasan
Percobaan kali ini berjudul Penyearah Gelombang dengan tujuan antara lain
mempelajari cara kerja rangkaian searah, mengamati bentuk gelombang keluaran, dan
menyelidiki faktor riak dan regulasi tegangan.
Praktikan memperoleh data sebagaimana tedapat pada point 5. Data
Percobaan, dengan mencari data setengah gelombang dan gelombang penuh dan
variasi tanpa filter dan menggunakan filter C1, dan C1-C2 yang sebesar 47 F; 35V
dan 47 F; 16V.
Setelah megambil data, praktikan memperoleh perbedaan gelombang seperti
pada poin 5. Data Percobaan. Pada penyearah setengah gelombang dioda, cara
kerjanya yaitu tegangan input merupakan tegangan AC dimana akan diubah menjadi
DC dengan menggunakan sebuah dioda. Ketika diberi arus positif maka dioda akan
mengalami keadaan foward bias, sehingga gelombang ditas. Namun, ketika diberi
tegangan negatif maka akan mengalami keadaan reverse bias, sehingga dapat
dikatakan arus yang muncul adalah nol dibuktikan dengan garis lurus maka
terbentuklah arus DC yang telah disearahkan oleh dioda seprti gambaar di bawah :

Gambar Hasil Penyearah Setengah Gelombang (input-output)

Pada penyearah gelombang penuh dioda, sama halnya dengan cara kerja pada
setengah gelombang, yaitu tegangan input merupakan tegangan AC dimana akan
diubah menjadi DC dengan menggunakan 2 buah dioda. Ketika diberi arus positif
maka dioda pertama akan mengalami keadaan foward bias, sehingga gelombang
diatas. Namun, ketika diberi tegangan negatif maka akan mengalami keadaan reverse
bias, sehingga dapat dikatakan arus yang muncul adalah nol. Kemudian untuk dioda
kedua, ketika diberi arus negatif maka dioda kedua akan mengalami keadaan reverse
bias, sehingga arus yang muncul adalah nol. Namun, ketika diberi tegangan positif
maka akan mengalami keadaan foward bias, sehingga gelombang diatas. Oleh karena
itu kedua dioda saling bergabung dan berhubungan maka dapat terbentuklah arus DC
yang telah disearahkan oleh dioda seperti gambar di bawah :

Gambar Hasil Penyearah Gelombang Penuh (input-output)

Pada penyearah gelombang setengah penuh maupun gelombang penuh dioda


yang menggunakan filter Kapasitor memiliki cara kerja yang sama akan tetapi,
tegangan keluaran tidak segera turun, walaupun tegangan masuk sudah turun. Hal ini
disebabkan karena kapasitor memerlukan waktu untuk mengosongkan muatannya.

Sebelum tegangan pada kapasitor turun banyak, tegangan pada kapasitor sudah naik
lagi mengikuti kenaikan tegangan masukan. Kapasitor digunakan agar tegangan DC
yang dihasilkan dapat lebih rata (mencegah osilasi). Dalam hal ini gelombang yang
dihasilkan adalah :

Pada C1 maupun C1 dan C2 Penyearah Setengah Gelombang.

Pada C1 maupun C1 dan C2 Penyearah Gelombang Penuh.

Setelah gelombang diperoleh maka dapt dilakukan analisa sepeti pada poin 6.
Analisa data, dengan hasil sebagai berikut :

Jenis
Filter

Idc

Vr,rms
(Volt)

Vdc
Vdc

RL

tanpa
RL

Vdc
Hitung

Gelombang
input
Tanpa
Filter (1/2)
C1

2,5mA

2,68

5,5mA

C1,C2

2,1x10-6
dan 0,99
7,4x10-8

5,5mA dan 0,14

Tanpa
Filter

2mA

2,83

penuh
5,25x10C1

5,5mA

dan 0,99
1,05x10C1,C2

5,5mA

dan 0,2

8.

1,2
V
3,2
V
3,3
V
1,2
V
3,2
V
3,3
V

85

2,4 V

0,6 V

85

7,6 V

0,69999895

3x10-6

0,58

7,47x10-

85

7,8 V

0,0989999963

85

2,5 V

0,636

85

7,7 V

0,69999

7,5x10-7

0,58

85

8V

0,13999999

7,5x10-7

0.58

0,57

Kesimpulan
1. Cara kerja Dioda adalah menyearah arus AC ke DC
2. Gelombang input dan output memiliki perbedaan
3. Vaktor riak r dan regulasi tegangan mempengaruhi baik tidaknya rangkaian dan
tegangan maupun arus output.