Anda di halaman 1dari 9

Kewajiban menuntut ilmu , mengembangkan dan

mengamalkannya
Ilmu adalah isim masdar dari alima yang berarti mengetahui, mengenal, merasakan, dan
menyakini. Secara istilah, ilmu ialah dihasilkannya gambaran atau bentuk sesuatu dalam akal.
Karena pentingnya ilmu dan banyaknya faidah yang terkandung di dalamnya, para ulama
menyimpulkan bahwa menuntut ilmu adalah wajib, sesuai dengan jenis ilmu yang akan
dituntut.
Setiap muslim wajib menuntut ilmu. Rasulullah saw bersabda: Menuntut ilmu adalah
kewajiban bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan. Allah memberikan keutamaan dan
kemuliaan bagi orang-orang yang berilmu dalam firman-Nya dalam Al-Qur`an surat AlMujaadilah ayat 11 : Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan
orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Orang-orang yang berilmu
akan pula dimudahkan jalannya ke syurga oleh Allah dan senantiasa didoakan oleh para
malaikat.
Sebenarnya ilmu hanyalah merupakan suatu alat untuk mendekatkan diri kita kepada Allah.
Adapun fungsi ilmu itu antara lain adalah :
1. Sebagai petunjuk keimanan (QS. 22:54, 3:7, 35:28)
2. Sebagai petunjuk beramal
Seorang alim (berilmu)dengan ilmunya dan amal perbuatannya akan berada di dalam
syurga, maka apabila seseorang yang berilmu tidak mengamalkan ilmunya maka ilmu dan
amalnya akan berada di dalam syurga, sedangkan dirinya akan berada dalam neraka (HR.
Daiylami)
3

(Ingat pula kisah Sayyidina Ali r.a. ketika disuruh memilih antara harta dan ilmu)
Keutamaan manusia dari makhluk Allah lainnya terletak pada ilmunya. Allah bahkan
menyuruh para malaikat agar sujud kepada Nabi Adam as karena kelebihan ilmu yang
dimilikinya. Cara kita bersyukur atas keutamaan yang Allah berikan kepada kita adalah
dengan menggunakan segala potensi yang ada pada diri kita untuk Allah atau di jalan Allah.
Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak
mengetahui? Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima
pelajaran. (QS. 39: 9)
Dalam bahasa Arab al-Ilmu merupakan lawan kata al-Jahlu (tidak tahu/bodoh). Al-Ilmu
dapat diartikan juga sebagai mengenal sesuatu dalam keadaan aslinya dengan pasti. Sedang
menurut istilah, Ilmu yang dimaksudkan adalah ilmu syari, yaitu ilmu tentang penjelasanpenjelasan dan petunjuk yang Allah swt. turunkan kepada Rasul-Nya, baik yang
termaktub dalam Alquran maupun As-Sunnah.
Ilmu yang seringkali disebut dalam Alquran dan As-Sunnah, dan memperoleh pujian adalah
ilmu wahyu/ilmu agama. Namun sebenarnya ilmu agama sendiripun sangat luas. Ilmu
bermanfaat apabila dapat menambah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta bermanfaat
bagi alam semesta.
Kaidah Menuntut Ilmu
Dalam menuntut ilmu ada kaidah yang harus diperhatikan oleh setiap muslim. Dr.
Ibrahim bin Amir ar-Ruhaili menyebutkan, termasuk perkara yang penting sebelum
menuntut ilmu, ialah ikhlas (rela) karena Allah swt. Sesungguhnya ikhlas memiliki pengaruh
besar untuk meraih taufiq (bimbingan) dalam segala hal. Setiap muslim yang mendapatkan
taufiq, baginya diberi kebaikan yang banyak dalam segala urusan agama dan dunia.

Termasuk ikhlas dalam belajar, adalah menuntut ilmu untuk tafaqquh (memahami secara
mendalam), menghilangkan kebodohan diri sendiri. Setiap muslim berhak bersungguhsungguh mendalami suatu ilmu. Hasil pendalaman tersebut, baik oleh lelaki atau perempuan, dapat mengembangkan khazanah ilmu pengetahuan dan pemikiran keagamaan. Oleh
karena itu sangatlah utama bagi lelaki dan perempuan untuk berlomba-lomba bertafaqquh dalam ilmu yang membuahkan amalan.
Hal lain yang harus diperhatikan adalah istianah, memohon pertolongan kepada Allah swt.,
tawakkal (berserah diri), dan berdoa agar dikaruniakan ilmu yang shahih (benar) dan nafi
(bermanfaat). Firman Allah swt:
Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. (QS. 20: 114).
Dalam sebuah hadis qudsi Allah berfirman:
"Wahai hamba-hamba-Ku, kamu semua berpeluang tersesat kecuali orang yang Aku beri
petunjuk, maka mintalah petunjuk ke- pada-Ku, niscaya Aku akan memberi petunjuk
kepadamu. (HR. Muslim)
Tampaknya memohon hidayah Allah merupakan jalan meraih ilmu agama, dan
pengetahuan umum yang bermanfaat bagi kemaslahatan dunia. Setiap muslim tidak akan
memperoleh petunjuk kecuali yang dikaruniai taufiq oleh Allah swt., dan hal ini tergantung
kepada upayanya masing-masing. Upaya dalam menuntut dan mengamalkan ilmu, membawa
mereka pada derajat kedudukan sebagai manusia. Baik lelaki atau perempuan, keduanya
dikaruniai kedudukan sesuai dengan usahanya.
Upaya Meraih Ilmu
5

Seorang muslim sangat dianjurkan untuk mencari ilmu ke manapun, tempat ilmu itu dapat
diraih. Satu riwayat mengatakan, Carilah ilmu walau hingga ke negeri China. Riwayat ini
sangat menghargai baik lelaki maupun perempuan yang bersemangat menuntut ilmu,
sekalipun hingga ke negeri nun jauh. Mereka akan terhitung sebagai orang yang berjuang di
jalan Allah swt.
Terlebih dalam menuntut ilmu, sesungguhnya lelaki-perempuan tidak dibatasi oleh waktu.
Anggapan bahwa perempuan memiliki waktu terbatas, karena didesak kewajiban berkeluarga
dan mengasuh anak tidaklah benar. Sesungguhnya setiap lelaki dan perempuan memiliki
kesempatan sama untuk thalabul ilmi. Sabda Nabi saw., Manusia harus mencari ilmu
dari buaian sampai ke liang lahat. Inilah pemikiran yang tepat dan demokratis tentang
pendidikan seumur hidup bagi sesama. Jika benar kita umatnya, marilah beri kesempatan
serupa antara lelaki dan perempuan untuk menjalankan kewajiban menuntut ilmu hingga
akhir hayat dikandung badan. Wallahu alam. (Hafidzoh)
A. PERINTAH MENUNTUT ILMU
1. Beliau, Nabi SAW bersabda: Menuntut ilmu itu fardhu atas setiap muslim (HR. Abu Naim dari
hadits Ali).
Beliau Nabi SAW bersabda: Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri Cina.(HR Ibnu Adi dan Al Baihaqi dari
Anas)
QS. At Taubah (9).122
122. Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi
dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka

tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali
kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.
QS. Al Ankabut (29).43
43. Dan perumpamaan-perumpamaan Ini kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya
kecuali orang-orang yang berilmu.

6
2. Beliau Nabi SAW bersabda: Barang siapa yang menempuh jalan yang padanya ia menuntut ilmu,
maka Allah menempuhkannya jalan kesurga. (HR. Muslim dari Abu Harairah).
Beliau Nabi SAW bersabda: Sungguh kamu pergi lalu kamu belajar satu bab dari ilmu, itu lebih baik
dari pada kamu sholat seratus rakaat. (HR Ibnu Abdil Barr dari Abu Dzarr).
3. Beliau Nabi SAW bersabda: Belajarlah apa yang kamu kehendaki, Allah tidak akan memberi
pahala kepadamu sehingga kamu mengamalkan. (HR Ibnu Abdil Barr dan Ad Dailami).
4. Pada suatu hari Rasulullah SAW keluar lalu beliau melihat dua majlis, yaitu salah satunya mereka
berdoa kepada Allah dan cinta kepada Nya, dan yang kedua mereka mengajar manusia, lalu beliau
bersabda: Adapun mereka adalah memohon kepada Allah, maka jika Dia menghendaki maka Dia
memberi mereka. Dan jika Dia menghendaki, maka Dia mencegah mereka. Adapun mereka (majlis
kedua) maka mereka mengajar manusia dimana aku diutus itu sebagai guru, kemudian beliau beralih
ke majlis itu dan duduk bersama mereka. (HR Ibnu Majah dari Abdullah bin Umar).

7
5. Beliau Nabi SAW bersabda: Belajarlah ilmu karena sesungguhnya belajarnya karena Allah itu
adalah Taqwa, menuntutnya itu adalah ibadah, mempelajarinya itu tasbih, membahasnya itu adalah
jihad, mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya itu adalah sedekah,
memberikannya kepada keluarganya itu adalah pendekatan diri (kepada Allah). Ilmu itu adalah
penghibur dikala sendirian, teman dikala sepi, penunjuk kepada agama, pembuat sabar dikala suka
dan duka, menteri dikala ada teman-teman, kerabat dikala dalam kalangan orang asing dan sebagai
menara jalan ke surga. Dengannya Allah mengangkat kaum-kaum lalu dia menjadikan mereka
sebagai ikutan, pemimpin dan penunjuk yang diikuti, penunjuk kepada kebaikan, jejak mereka
dijadikan kisah dan perbuatan mereka diperhatikan. Malaikat senang terhadap perilaku mereka dan
mengusap mereka dengan sayap mereka (malaikat). Setiap barang yang basah dan kering sehingga
ikan dilautan, serangga, binatang buas dan binatang jinak didaratan, dan langit serta bintang
memohonkan ampun bagi mereka. (dari Muadz bin Jabbal).
B. KEUTAMAAN ORANG BERILMU
Ilmu merupakan suatu fadilah dan kemuliaan yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki
oleh Allah swt. Orang yang diberikan kesempatan oleh Allah swt memiliki ilmu yang banyak maka dia
sesungguhnya telah mendapatkan suatu anugrah dan manfaat yang besar sekali dengan ilmunya
tersebut. Karena dengannya, dia dapat mengetahui dan memahami makna dari hidup ini secara
benar dan hakiki.
Ilmu merupakan sebaik-baiknya perbuatan Amal shaleh, ia juga merupakan sebaik- baiknya amal
ibadah, yaitu ibadah sunah, karena ilmu merupakan bagian dari jihad di jalan Allah swt. Klo kita
berpikir sejenak, dapat diketahui bahwa agama itu terdiri atas 2 unsur :
1. Ilmu dan petunjuk
2. Perang dan jihad

Tidak mungkin sekarang agama Allah swt dapat berdiri dengan tegak kecuali harus terdapat 2 unsur
diatas, dan unsur yang pertama didahulukan dari unsure yang kedua. Maka dari ini Nabi saw tidaklah
mengubah suatu kaum sebelum menyampaikan dakwah untuk beribadah kepada Allah swt, maka
ilmu lebih didahulukan daripada perang. Allah swt berfirman :
Adakah sama orang- orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?
Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran ( Az-zumar : 9 )

8
Tidaklah sama perumpamaan orang yang mengetahui dengan yang tidak mengetahui, atau kata
lainnya yaitu orang yang pintar dengan orang yang bodoh, sebagaimana tidaklah sama orang yang
hidup dengan orang yang mati. Ilmu merupakan cahaya dan petunjuk bagi manusia yang dapat
mengeluarkannya dari kegelapan dan kesempitan dunia ini. Disamping itu ilmu juga sebagai akses
utama untuk menuju ridho Allah swt, dengan nya Allah swt mengangkat derajat orang yang berilmu
dengan kemuliaan yang banyak sekali. Allah swt berfirman :
niscaya Allah akan meninggikan orang- orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi
ilmu pengetahuan beberapa derajat ( Al-Mujadalah : 11 )
mungkin secara singkat saya akan menyebutkan beberapa keutamaan orang yang memiliki ilmu
dengan orang yang tidak memiliki ilmu, diantaranya yaitu :
1.Ilmu merupakan warisan para nabi.
Nabi yang diutus oleh Allah swt tidaklah mewariskan dan meninggalkan harta untuk dijadikan sebagai
manusia bekal bagi kehidupannya, melainkan mewariskan ilmu yang dapat menyelamatkan manusia
dari kegelapan, menerangi akan tujuan hidup ini yaitu untuk bisa mengenal Allah swt serta
menjalankan ibadah kepadanya dan menjauhi larangannya.
2. Orang yang berilmu dapat mengantarkannya kepada jalan syahid diatas kebenaran, adapun
dalilnya yaitu firman Allah swt :
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang
menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang- orang yang berilmu (juga menyatakan yang
demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.( Ali Imron : 18 )
Dari ayat diatas dapat kita ambil intisarinya yaitu orang yang berilmu dan para malaikat merupakan
orang yang bersaksi bahwa Allah swt adalah Tuhan semesta alam yaitu tuhan yang telah
menciptakan alam semesta beserta isinya.

9
3. Orang yang berilmu merupakan orang yang terus menerus mengerjakan perintah Allah swt dan
menjauhi larangannya sampai hari kiamat. Dalil yang menguatkan pendapat diatas yaitu hadist yang
diriwayatkan oleh Muawiyah ra berkata : Aku telah mendengar Rosulullah saw berkata : barang siapa
yang dikehendaki kebaikan oleh Allah swt maka Allah swt akan memahamkannya didalam urusan
agama ( HR Bukhori )
Imam Ahmad bin Hambal ra berkata : apabila mereka itu bukan ahli hadist, maka saya tidak tau lagi
siapakah mereka.
4. Disamping itu ilmu merupakan jalan untuk menuju surga, sebagaimana dari hadist yang
diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra berkata : bahwa Rosulullah saw bersabda : barang siapa yang

berjalan untuk mencari ilmu, maka Allah swt akan memudahkannya jalan untuk menuju surga. ( HR
Muslim )
5. Allah swt mengangkat derajat orang yang berilmu baik itu didunia dan diakhirat.

10
C. KEDUDUKAN ULAMA DALAM ISLAM

Allah telah mengangkat dan menempatkan orang-orang yang berilmu berada pada tempat dan
kadudukan yang tinggi dan memiliki nilai yang berharga, oleh karena itu Allah berfirman
dalam surah al-Baqoroh ayat 30.



30 :
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak
menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan
menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan
mensucikan Engkau?" Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak
."kamu ketahui

31 :


Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian
mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama
benda-benda itu jika kamu mamang orang-orang yang benar!"
32 :
11

Mereka menjawab Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah
Engkau ajarkan kepada kami , Sesungguhnya Engkau Yang Maha Mengetahui Lagi Maha
Bijaksana
Dijelaskan dalam ayat diatas bahwa manusia adalah dijadikan Allah sebagai Kholifah
(pelaksana syariat-syariat Allah) di muka bumi ini , Allah memberikan kelebihan-kelebihan
kepada manusia sehingga kelebihannya melebihi para malaikat disebakan Allah Swt
memberikan ilmu kepadanya (manusia). Ilmu menurut pandangan islam adalah sesuatu yang
menyebabkan perubahan menjadi lebih baik, seseorang menjadi lebih takut kepada Allah
SWT.


: .
Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang
ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut
kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha
Perkasa lagi Maha Pengampun.
Sesungguhnya, Manusia ketika ilmu pengetahuannya bertambah, maka dia akan semakin
bertambah rasa takutnya kepada Allah SWT, terbuka ma,rifatnya (pengertian) kepada Nya,
hidupnya bermakna dan punya arti karena manusia mengetahui bahwa ilmu adalah
keutamaan baginya dan pemberian Allah Subhanahu wataala.





(113 )
Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari
mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan
melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu.
Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah
mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat
besar atasmu.
Untuk memperoleh suatu ilmu, manusia banyak mempergunakan panca indranya yaitu
menggunakan pendengaran ketika manusia ingin mendengar, menggunakan penglihatannya
ketika ingin melihat dan begitu pula lidahnya ketika manusia ingin berbicara.
12



:

78
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui
sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
Ilmu bukannya hanya sekedar dipelajari saja tetapi juga mengajarkannya kepada orang lain
,kepada orang yang membutuhkannya, karena para ulama , para pengajar dan pendidika
adalah sebagai pewaris para Nabi, diantara tugas-tugas tersebut ialah meluruskan kehidupan
manusia menjadi berAkhlakul karimah.

Dan aku diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia
Lebih dihususkan lagi bagi para pengajar dan pendidik Agama (Syariah), yang punya tugas
besar dan komplek, selain menjadi contoh dan suri tauladan perkataannya, perbuatannya dan
prilakunya , juga punya tugas yang terus menerus dalam kehidupannya bukan hanya dibatasi
sekedar dilokasi kelas saja tetapi juga mempunyai tugas untuk mengajarkannya diluar kelas
,seperti di masji, di rumah dipasar dan ditempat-tempat yang lain . oleh karena itu seorang
pendidik Agama hususnya harus mempunya sifat-sifat sebagai berikut:
1. Al- Imaniyyah
13

Yaitu sifat keyakinan dan ke imanan kepada Allah Subhanahu wataala, karena Syariat Allah
bukan hanya sekedar Aturan ataupun undang-undang yang dibuat oleh manusia yang berlaku
disuatu negara, tetapi syariat adalah aturann yang tidak ada kebatilan sedikitpun didalamnya.

Maka sifat imaniyah ini dijadikan sebagai dasar pokok yang harus senantiasa ada pada diri
seorang pendidik atau muallim. Maka jika seorang pendidik tidak memiliki keyakinan ini,
maka tidaklah mungkin ilmu yang ia ajarkan bisa sampai dan meresap pada hati para pelajar.

2. Al-Khoufiyyah.
Yaitu takut kepada Allah subhanahu wataala, karena apa yng dilakukannya senantiasa ada
dalam pengawasanNya secara sembunyi ataupun secara terang terangan.

197 :

Berbekalah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku
hai orang-orang yang berakal.
Maka seorang muslim dan seorang pendidik atau pengajar harus punya insting atau rasa takut
kepada Allah subhanahu wataala, karena taqwa dapat membantu, menolong dan
menumbuhkan keikhlasan seorang guru atau pendidik dalam melaksanakan tugas
kewajibannya,sehingga menjadikan dirinya istiqomah ketika berada didalam sekolah atau
diluar sekolah karena merasa bahwa dirinya ada dalam pengawasan Allah subhanahu
Wataala.
3. Al-Ikhlash.
Yaitu seorang pendidik ( murobby dan muallim) tidak ingin mengharapkan sesuatu apapun
yang ia lakukan yang sifatnya materi atau duniawi ,dan juga tidak ingin mendapatkan pujian
pimpinannya, pengawasnya dan manusia pada umumnya.
4. Ash-Shiddiq.
14

( jujur atau Benar), karena jujur adalah salah satu sifat yang diajarkan islam ,jujur dalam
perkataan dan jujur dalam perbuatan dan jujur,sebagaimana Allah berfirman
33 : ,
Jika seorang pendidik jujur dalam perkataan, jujur dalam perbuatan maka seorang pendidik
akan dihormati peserta didiknya, dihormati masyarakatnya dan akan mendapatkan
ketenangan , ketentraman , keselamatan didunia dan akan mendapatkan balasan pahala di
akhirat kelak.
5. Al-Adlu.
Yaitu adil menempatkan sesuatu pada tempatnya, adil dalam melayani para didiknya , adil
dalam memberikan nasehat dan arahannya dan lain sebagainya.
6. Ash-Shobru.

Sabar dalam memikul kesulitan-kesulitan yang dihadapi, karena belajar mengajar adalah
bukan pekerjaan mudah, tapi pekerjaan yang mungkin bisa menghabiskan waktu, karena
seorang pendidik atau guru harus senantiasa mempersiapkan diri dan mencari cara
pembelajaran yang lebih baik sehingga apa yang diharapkan tercapai sesuai dengan tujuan.
7. Ar-Rohmah.
15

Jika seorang muslim harus memiliki sifat rohmah atau kasih sayang, maka seorang guru harus
lebih kasih sayang kepada para pelajarnya atau mahasiswanya,karena guru dan pendidik
adalah seorang pemberi petunjuk yang mengajarkan manusia agar beretika dan ber
akhlaqulkarimah, jika tidak demikian , Allah subhanahu wataala berfirmsn ;



: ,
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.
Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari
sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan
bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah
membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
8. Al-Amanah.
Yaitu bahwa manusia harus menunaikan hak-hak Allah , dan hak manusia adalah bertanggung
jawab akan kehidupannya,

Allah berfirman


58:

Sungguh Allah menyuruhmu meyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan
apabila kamu menetapkan hukum diantara manusia hendaknya kamu menetapkanya dengan
adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh Allah maha
mendengar maha melihat.
(Q.S An-Nisa 58)
9. Rendah hati
16

Seorang Guru harus memiliki sifati ini, yaitu disifati dirinya dengan tawadhu, mudah
berintraksi dengan orang lain, mudah menolong orang lain, lemah lembut, tidak cepat marah
dan jauh dari sifat sombong dan takabur.

(63 : )

Adapun hamba-hamba Tuhan yang maha pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di
bumi Allah dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan

kata-kata yang menghina ), mereka mengucapkan salam (Q.S Al-Furqan 63)


10. Banyak mengingat Allah
Seorang guru harus senantiasa dirinya ingat kepada Allah sebai manusia biasa yang kadangkadang benar, salah, sukses dan gagal. Seorang guru apabila memperoleh ujian dan cobaan
suka ataupun duka tidak merasa takut dan gelisah tetapi banyak berdoa, membaca AL-Qur.an,
sehingga apapun yang menimpa dirinya tetap ia menjadi tenang dan dijadikan sesuatu yang
teamat berharga dan bernilai.
(28 )
Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah,
dan ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram

17

Daftar pustaka
http://putriiandynii.blogspot.com/2014/01/makalah-agama-islam-kewajiban-menuntut.html?m=1
http://fadjaer-dodolanol.blogspot.com/2011/11/dodolan-pulsa-ol.htmlDAFTAR ISI

Http://hitsuke.blogspot.com/2010/09/kewajiban-menuntut-ilmu-hadits-tarbawi.html
Http://www.google.com/hadist-menuntut-ilmu
Http://www.geocities.com\broadway\4516\
Http://www.alhamidiyah.com/?v=fatwa&baca=19
Http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/bagaimana-yg-di-sebut-menuntut-ilmu-dalamislam.htm
Http://alhafizh84.wordpress.com/2010/01/09/kewajiban-menuntut-ilmu/
Diposkan oleh ina fauzia di 16.35