Anda di halaman 1dari 491

BUKU AJAR

tvilKP0BI0t00l

I(TD()I(TTPAN

EDISI REVISI

BUKU AJAR.

ililKP0BI0L00l

KID()KTIPAN

EDISI REVISI

STAF PENGAJAR BAGIAN MIKROBIOLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS INDONESIA

^1$3-

u

ilfrg

-*,,.vJ:*L"

BINARUPA AKSARA Publisher

Judul:

Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran

Editor: Staf Pengajar Bagian Mikrobiologi

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Koordinator Penerbitan: Dr. Lyndon Saputra

Layout: Manina Susilowati

ISBN 929-583-424-X

@ Hak Terbit BINARUPA AKSARA Publisher

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang

Dilarang memperbanyak, mencetak, ataupun menerbitkan sebagian maupun seluruh isi buku ini

tanpaizin tenulis dari penerbit.

BINARUPA AKSARA Publisher, (Kelompok KARISMA Publishing)

Gedung Karisma, Jl. Moh. Toha No. 2 Pondok Cabe

Cjputat - Tangerang 15418.

E-Mail: info@karismabookstore.com

Fax (02 1) 7 47 0-9281, T slp. O2I-7 4 44-5 5 5 ext. 105/ 123

PENYUSUN BUKU

Agus Syahrurachman

Aidilfiet Chatim

Amin Soebandrio \7.K.

Anis Karuniawati

A.U.S. Santoso

B.M. Flasrul Harun

Budiman Bela

Fera Soemarsono

H. Abdul Rahim

H. Karsinah

Lina Isjah

Lucky Hartati Moehario Mardiastuti H. \7. Mathilda Lintong

Miriam Triyatni R

N. Asmono

Pritiwi Sudarmono

Retno I. Sastrosoewignjo

Robert Utji

R. Sardjito

Suharno Josodiwondo Suharto

Suhud Sumaatmadja

Sujudi

Susiana Assani

Tertia Hutabarat

T. Mirawati Sudiro

IJsman Chatib'Warsa

KATAPENGANTAR

Buku Penuntun Kuliah Mikrobiologi Kedokteran ini merupakan perbaikan

diktat Kumpulan Kuliah Mikrobiologi Kedokteran yang selama ini digunakan secara intern di Bagian Mikrobiologi FKUI. Buku yang terutama ditujukan bagi para mahasiswa kedokteran ini, diharapkan juga dapat dimanfaatkan oleh para

mahasiswa di bidang kesehatan lainnya dan para klinisi.

Mikrobiologi berkembangamat pesat dalam beberapa dekade terakhir, untuk

itu kami berusaha menyesuaikan isi buku dengan perkemban gar_yangmutakhir. Namun sebagai akibatnya penerbitan buku menjadi tertunda-tunda. -Walaupun demikian kamipun menyadari bahwa sementara buku ini dicetak, perkembangan ilmu masih tetap berlangsung: sehingga untuk melengkapi kekurangan tersebut

diharapkan para mahasiswa berusaha membaca berbagai tulisan ilmiah.

Jakarta

Penyusun

I

o

't>

il

SAMBUTAN

S1'ukur alhamdulillah, keinginan untuk menerbitkan buku penuntun kuliah bidang mikrobiologi kedokteran akhirnya dapat terkabul. Dengan diterbitkan-

nya buku ini, semoga mahasiswa serta staf pengajar di bidang kedokteran dan

bidang lain yang terkait dapat memanfaatkannya.

Mikrobiologi, seperti halnya cabang ilmu lainnya, mengalami perkembangan

yangamat pesat. Karena itu, tak dapat dipungkiri bahwa buku ini hanyalah satu titik kecil dalam usaha mengembangkan penerapan ilmu mikrobiologi di

Indonesia. Bagaimana pun juga, kita sambut baik lahirnya buku ini dan dengan harapan

buku ini akan dapat secara berkala direvisi untuk dapat terus berpacu dengan

perkembangan mikrobiologi.

Jakarta

.

Prof. Dr. H. Sujudi

Profesor Mikrobiologi Kedok teran

8

Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran

DAFTAR ISI

BAGIANI: BAKTERIOLOGI DASAR""

BAB1

BAB2

BAB 3

SEJARAHMIKROBIOLOGI

Suiudi

KLASIFIKASI DANTAKSONOMI KUMAN

Aidilfiet Chatim

ULTRASTRUKTUR, MORFOLOGI DAN PEWARNAAN KUMAN

Susiana Assani

BAB4

FISIOLOGI PERTUMBUHANKUMAN

Suharto dan Aidilfiet Chatim

BAB5

METABOLISMEKUMAN

Pratiwi Sudarmono dan Aidilfiet Chatim

BAB6

FLORA NORMAL SERTA HUBUNGAN KUMAN DENGAN HOSPES

DAN LINGKUNGANNYA

BAB 7

BABS

BAB 9

,

Suharto

GENETIKA DAN RESISTENSI

Pratiwi Sudarmono

STERILISASI DANDESINFEKSI

Aidilfiet Chatim dan Suharto

DASAR

MIKROAEROFILIK DAN ANAEROB

PEMERIKSAAN KUMAN-KUMAN AEROB,

Abdul Rahim

"""15

'"'17

21

.''' .''24

.'''

.

33

38

.' 42

.

.49

55

.70

10 Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran

BAB1O INFEKSI NOSOKOMIAL

Suharto dan Robert Utji

BAGIAN ll :IMUNOLOGI "

BAB 11

PENGANTAR IMUNOLOGI

Sujudi

BAB12 ANTIGEN

Sujudi, Suharto, dan A. Soebandrio

BAB13

ANTTBoDT (TMUNOGLOBULTN)

Sujudi, Suharto, dan A. Soebandrio

BAB14 SISTEMKOMPLEMEN.,

Sujudi, Suharto, dan A. Soebandrio

BAB15 PROSESKEKEBALAN

Sujudi dan Tertia Hutabarat

BAB16 REAKSIANTIGENDENGANANTIBODI

Sujudi, Suharto, dan A. Soebandrio

BAB17 HIPERSENSITIVITAS

Sujudi, Suharto, dan A. Soebandrio

BAGlANlll: BAKTERIOLOGI MEDIK

BAB,I8 KOKUSPOSITIFGRAM

BAB 19

IJsman Chatib Warsa

BATANG POSITIF GRAM

Abdul Rahim, Mathilda Lintong, Suharto, dan Suharno Josodiwondo

BAB2O KOKUSNEGATIFGRAM

BAB 21

Suharno Josodiwondo

BATANG NEGATIF GRAM

Karsinah, Lucky H.M., Suharto dan Mardiastuti H.W.

'''

,.75

'

'77

,''79

 

''''82

 

.

84

 

88

92

 

,

107

 

,116

"'

123

 

125

 

.

.

.

151

 

172

 

.

.

,185

Daftar Isi 11

BAB22

KUMAN TAHAN ASAM

Robert Utji dan Hasrul Harun

BAB 23

NOCARDIA

Robert Utjidan Hasrul Harun

BAB 24

SPIROCHAETALES

Suharno Josodiwondo

BAB25 RICKETTSIA

Suharno Josod.iwondo

BAB 26

CHLAMYDIA

Suharno Josodiwondo

BAB27 MYCOPLASMA''

Suharno Josodiwondo

BAGIANIV: VIROLOGIDASAR

BAB 28

VIROLOGI DASAR

Agus Syahrurachman

BAB29 STRUKTURDANSTABILITASVIRUS

BAB 30

Agus Syahrurachman

PENGGOLONGAN VIRUS

Agus Syahrurachman

BAB31 REPRODUKSIVIRUS

BAB32

BAB 33

Agus Syahrurachman

PATOGENESISVIRUS

Agus Syahrurachman

.

PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT VIRUS

Agus Syahrurachman

",'227

"'

.239

'

.

.243

263

' ' '272

'''282

""'285

' . '287

.

.

291

.297

306

3,I8

.328

12 Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran

BAGIANV: VIROLOGIMEDIK

BAB 34

SINDROM KLINIK UMUM INFEKSI VIRUS

R. Sardjito

BAB35 ADENOVIRIDAE

8A836

R. Sardjito

HERPESVIRIDAE .

R. Sardjito

BAB37 POXYVIRIDAE.".

R. Sardjito

BAB38 PICORNAVIRIDAE'

R. Sardjifo

BAB39 ORTHOMYXOVIRIDAE

R. Sardjito

BAB4O PARAMYXOVIRIDAE

R. Sardjito

BAB4,I CORONAVIRIDAE.

Karsinah

BAB42 RE0VIR|DAE

Karsinah

BAB43 RHABDOVIRIDAE.

'

Karsinah

BAB44 F|LOV|R|DAE'

T. MirawatiSudlro

BAB45 FLAV|V|R|DAE"'.

8A846

Agus Sjahrurachman

TOGAVIR|DAE

T. MirawatiSudiro

'

.

.

337

339

.,.354

357

381

.'386

395

' .'398

'401

403

405

413

416

440

t

Daftar Isi 13

BAB 47

VIRUS HEPATITIS

Retno lswariSasfrosoewignjo dan Miriam Triyatni (HCV)

BAB 48

HUMAN TMMUNODEFTCTENCY

V|RUS (HrV) .

R. Sardjito

BAB 49

VIRUS TUMORIGENIK

Agus Syahrurachman

DAFTAR PUSTAKA

"

' ' 451

.465

483

.''498

14 Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran

SEJARAH

MIKROBIOLOGI

Sujudi

Mikrobiologi adalah suatu ilmu yang mempela-

jari makhluk hidup yang sangar kecil (diameter kurang dari 0,1 mm) yang tidak dapat dilihat

dengan mata biasa tanpa bantuan suatu peralatan khusus.

Makhluk ini, yang disebut jasad renik atau

mikroorganisme, terdapat di mana-mana. Di an-

taranya adayangbermanfaat bagi kehidupan ma-

nusia, tetapi banyak pula yang merugikan seperri

misalnya yang menimbulkan berbagai penyakit. Mikrobiologi meliputi berbagai disiplin ilmu seperti bakteriologi, imunologi, virologi, miko- logi dan parasitologi. Ilmu-ilmu ini telah ber-

kembang dengan pesarnya dari tahun ke tahun,

sehingga merupakan disiplin-disiplin yang ter-

pisah dan berdiri sendiri-sendiri.

Dalam mikrobiologi kedokteran, dipelajari

mikroorganisme yang ada kaitannya dengan pe-

nyakit (infeksi); dan dicari jalanbagaimana cara

pencegahan, penanggulangan serta pemberantas-

annya.Ilmu ini terus berkembang tanpa hentinya karena mikroorganisme sebagai makhluk hidup

mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan-

nya yafig baru, sehingga hal ini akan tetap meru-

pakan rantangan bagi ilmu kedokteran. Sebagai

t7

contoh, dengan ditemukann ya : i ::. I i. i::,: t, :. :,.,:

:,:,,t"t;i yang merupakan suatu kemenangan besar bagi ilmu kedokteran dalam memerangi kuman-

,,

;,,,.,.

kuman penyebab infeksi, tidaklah berarti bahwa

kuman-kuman tersebut telah terkalahkan, karena kenyataannya mereka tetap mampu menimbul-

kan infeksi. Ditemukannya jenis-jenis kuman

baru, sifat-sifat yang baru dari kuman dan jenis

infeksi yang "keras kepala" atav yangtidak mau

sembuh semuanya ini merupakan btrkti bahwa

kuman-kuman tadi mampu mengadaptasikan

diri terhadap lingkungannya yang baru.

Penyakit infeksi sebenarnya sudah dikenal

sejak zaman dulu. Manusia purba menganggap bahwa penyakit infeksi merupakan suatu kutukan

para dewa atas dosa-dosa manusia sehingga untuk

menyembuhkan penyakit tersebut dilakukan

pengorbanan-pengorbanan. Kemudian muncul

Hipocrates dengan anggapannya bahwa penye-

bab infeksi terdiri dari dua faktor, yaitu faktor

intrinsik yang terdapat dalam tubuh penderita dan faktor ekstrinsik yang terdapat di luar yaitu

yang berhubungan dengan udara yang karena

sesuatu hal yang tidak diketahui berubah men_

jadi buruk/rusak (malaria).

18 Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran

Muncul selanjutnya teori .r.r:t'i ;i'i,i:r : "'':1 r,' ;,.,,''-,, "

yang mengatakan bahwa makhluk hidup dapat timbul dari benda-benda mati. Teori ini bertahan

untuk beberapa lama. Teori ini kemudian diting-

galkan karena terdapat penemuan-penemuan

baruyangdiawali dengan berhasilnya Anton van

Gambar 1.1. Bagan mikroskop Leeuwenhoek: a. Lensa; b.

farum untuk meletakkan sediaan; c dan d.

Alat pengatur fokus. Qinsser Microbiologt

edisi 19, bal. 2)

Leeuwenhoek melihat makhluk-makhluk kecil dalam berbagai cairan dengan memperguna-

kan "mikroskop"-nya (Gambar 1.1). Makhluk- makhluk kecil inilah yang sekarang kita kenal

sebagai kuman dengan bentuk-bentuk kokus, basil dan spirilum (Gambar 1.2). Louis Pasteur

h

;ftf '***m

^#r'a$i""''l

*&'sx

^

e#

n{h, te**P

vv#

t4

,zrftcti {$, 146

w{

Gambar 1.2. Gambar bakteri asal mulut yang dibuat oleh Leeuwenhoek. (Zinsser Microbiology edisi

19,hal.2)

Gambar 1.3. Labu balon berleher pan.lang yang sebagian pipanya berbentuk U.

Sejarah Mikrobiologi 19

(1860) memanfaatkan penemuan Leeuwenhoek

tadi untuk membuktikan ketidakbenaran teori

generatio spontaned^ Ia melakukan percobaan dengan memanaskan kaldu di dalam suatu labu

balon dengan tujuan mematikan jasad-jasad renik

y ang ter dapat di dalam ny a. T ernyata setelah di-

diamkan selama beberapa waktuo kaldu tersebut menjadi keruh. Percobaannyayang berikut ada-

lah serupa dengan percobaanny^y^ng

terdahulu

tetapi dengan mempergunakan labu balon berle-

her panjang yang bagian tengahnya berbentuk huruf U yang terisi cairan, sehingga udara luar tidak dapat berhubungan dengan kaldu yang ter- dapat di dalam labu. Dengan percobaannya ini

terbukti bahwa kaldu dalam labu tetap jernih,

tetapi akan menjadi keruh apabila cairan di dalam leher U tadi dibuang yang memungkinkan udara luar langsung masuk ke dalam labu. Kesimpulan

percobaan ini adalah bahwa kekeruhan kaldu

tersebut terjadi akibat pertumbuhan mikroba

yang terdapat di dalam udara (Gambar 1.3).

Mikroba-mikroba dalam ,adara intlah yang

menjadi penyebab pembusukan sampah, ma-

kanan dan minuman. Ia mengatakan bahwa

mikroba-mikroba ini mungkin membahayakan

manusia.

Kebenaran teori Pasteur ini dibuktikan oleh

Lister, seorang ahli bedah yang telah melakukan

tindakan-tindakan aseptik pada waktu pembe- dahan dengan mempergunakan desinfektan yang dapat mematikan mikroba-mikroba yang terdapat di dalam udara. Dengan tindakannya

ini angka kematian karena infeksi sesudah

operasi ternyata sangat menurun.

Bersamaan waktunya dengan Pasteur, seorang

dokter Jerman Robert Koch (1876) mengadakan

penelitian terhadap kuman-kum an anthrax yang

menyerang ternak. Dalam penelitiannya ini ia

berhasil mengasingkan kuman a,nthrax dalam

bentuk biakan murni (pwre cubwre)dengan mem-

pergunakan perbenihan kuman (medium), dan

membuktikan bahwa kuman-kuman yang di

asingkan ini mampu menimbulkan penyakit

yang sama bila dimasukkan ke dalam rubuh

binatang percobaan yang peka. Berdasarkan penemuan ini Koch memformu-

lasikan kriteria mengenai kuman-kuman ini

yang kita kenal sebagai Postulat Koch, yaitu:

1,. Kuman harus selalu dapat ditemukan di

dalam tubuh binatang yang sakit, tetapi tidak

dalam binatang yang sehat.

2. Kuman tersebut harus dapat diasingkan dan

dibiakkan dalam bentuk biakan murni di

luar tubuh binatang tadi.

3. Biakan murni kuman tersebut harus mampu menimbulkan penyakit yang sama pada bina-

tang percobaan.

4. Kuman tersebut dapat diasingkan kembali

dari binatang percobaan tadi.

Pada tahun 1,900, semua jenis kuman penye- bab berbagai penyakit penting telah dapat dike-

C o r7 n eb acteriwm

t ahui sepert i B ac il I u s antlt r ac i s,

diptherim, Salmonelk typbosa, Neisseria gononlneae,

Closaidium pffingms, Clostridium reani, Shigella

d,y s entriae, Tr ep o ne ma p allidum dan lainlain.

Dengan majunyateknologi dan semakin leng-

kapnya peralatan maka berhasil pula ditemukan

20 Buku Ajar Mikrobiologi Kedolcteran

jasad renik yang lebih kecil dari kuman yang

mampu menembus saringan kuman yaitu yang

disebut virus. Beberapa contoh misalnya virus

mosaik tembakau yang ditemukan oleh Iwanow-

sky (1892) dan Beyerinck (1S99), virus penyebab

';i4;:.:!,.;i:|i- i':;:t.::.i!l: :j.;.r'.';:.,t' pada ternak (Loffler &

Frosch, 1898), virus demam kuning pada ma-

nusia flWalter Reed dkk, 1900), virus kuman atau

bakteriofaga (Twort & d'Herelle t9I5).

Melihat kenyataan bahwa seseorang yang sembuh dari suatu penyakit tidak mudah untuk

mendapatkan penyakit yangsama untuk kedua kalinya, telah mendorong para penyelidik untuk melakukan penelitian tentang kekebalan. Edward Jenner (1749-1823) melihat bahwa

pemerah susu sapi yang mendapatkan infeksi

cacar sapi (cowpox) ternyata kebal terhadap pe-

nyakit cacar (i:r:,,,::!:.:t:

atav ,-:t;i:i:|J. Ia kemudian

menyusun suatu konsep tentang vaksinasi dan berhasil membangkitkan atau menimbulkan keke-

balan pada orang-orang terhadap cacar i, tt't,;"i ! i, i,;:i dengan jalan memvaksinasinya memakai cacar sapi

(cowpox). EdwardJenner ini kemudian dicontoh

oleh Pasteur untuk membuat vaksin terhadap

penyakit

:.; i:t it : i.: t,,'. : i: i t i t :.a, a it : !.; i"ts:: dan ::r j.tr r,.

Selain bidang kekebalan juga telah dilaku-

kan percobaan-percobaan

dengan bahan-bahan

kimia untuk mengobati suatu infeksi. Per-

kembangan kemoterapi ini dimulai tahun 1935

ketika Domagk menemukan bahwa prontosil (sul-

fanilamida) sangat bermanfaat terhadap infeksi

oleh streptokokus.

Penemuan penisilin oleh Alexander Fleming (1929) dilanjutkan oleh Florey 8c Chain (1940)

untuk mempergun akannya dalam pengobatan,

y^ng ternyata hasilnya sangar menakjubkan. Penemuan penisilin ini kemudian disusul oleh penemuan-penemuan antibiotika lainnya yang

jumlahnya sangat banyak.

Ternyata kemoterapi ini selain bermanfaat,

juga menimbulkan persoalan-persoalan baru, seperti misalnya kuman yang semula peka ter-

hadap sesuatu antibiotik, berubah menjadi

resisten, juga timbulnya reaksi-reaksi alergi serta gangguan-gangguan pada normal ecologic flora pada tubuh manusia.

Tidak dapat disangkal lagi bahwa mikrobiologi

telah mengubah pandangan manusia mengenai

timbulnya penyakit-penyakit dan menyingkir-

kan pendapat atau kepercayaan terhadap

qt: i; trai i t; s fltt i;.; ;ar;.:it serta menempatkan proses

pembusukan atau fenomena-fenomena lain yang senrpa pada tempat yang sebenarnya dalam si- klus benda, baik yang hidup ataupun yang mari.

KLASI

tr

FIKASI DAN

TAKSON OMI KUMAN

Aidiffiet Chatim

Untuk klasifikasi dan determinasi kuman dipa-

kai buku Bergqt's Manual of Determinatiae

Bacteriologlt yang menggambarkan sifat-sifat kuman secara terperinci. Bakteri' dan bakteri hijau diklasifikasikan

sebagai tanaman primitif karena:

- mempunyai dinding sel seperti tanaman

- beberapa jenis bakteri dan semua bakteri hijau

bersifat fotosintetik

Dalam BergE bakteri dan bakteri hijau dima- sukkan dalam satu golongan tersendiri yang di- sebut proca ry otae (prokariota). Prokariota mem-

punyai inti primitif dan berkembang biak secara

amitosis menjadi dua bagian. Inti terdiri dari

DNA yang terbuka dan tidak terbungkus dalam suatu selaput atau membran. Eubacteria (bakteri

sejati) dan Archaebacteria ftakteri purba)

termasuk procaryotae. Yang parogen terhadap

manusia, termasuk dalam Eubacteria. Sedangkan

eukariota mempunyai inti yang sebenarnya dan mengalami mitosis.

Prokariota bersel tunggal (uniseluler) dan

klasifikasiny a adalah sebagai berikut:

2t

-

-

-

Kingdom : Procaryotae

Divisio : Cyanobacteria

Divisio II: Bacteria

Bakteria dibagi dalam tiga kelas dan pem-

bagian selanjutnya adalah

- Ordo yang berakhiran - ales

- Familia yang berakhiran -

ace e

- Tribus yang berakhiran - eiae

- Genus

- Spesies

Contoh :

Ordo

Familia

Genus

Spesies

Actinomycetales

Mycobacteriaceae

Mycobacterium

fuIy c o bacteriu m t ub erc ul o s is

Nomenklatur (pemberian nama)

Sepeni halnya t^naman, kuman juga mengguna-

kan dua nam4 yaitu nama binomial Binnnial name),

yang diajukan oleh Linnaeus untuk ranaman

pada tahun 1753. Jadi nama kuman selalu ter-

diri dari nama genus dan epitbeton specifi.cum.

Nama genus dimulai dengan huruf besar dan

epitheton specificum ditulis dengan huruf kecil.

22 Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran

Misalnya Staplrylococctts d'ureus. Nama genus

sedapatnya memberikan keterangan mengenai

genus tersebut.

Nama kuman dapat beras al dari kata baru

yang disesuaikan dalam bahasa latin atau nama

seseorang (penyelidik) yang dilatinkan'

Contoh:

Bacillus

batang

spindle, pintalan yang

halus

butir kecil dari nama Erwin

Clostridium

Micrococcus

Erwinia

Pasteurella

Salmonella

Salmonella typhi

Salmonella pullorwm

Brucella

Brucella abortus

Hemopbilws influenzae

dart nama Pasteur dari nama Salmon

typhi merupakan

penyebab tifoid

ditemukan padaayam

dari nama Bruce

: penyebab abortus pada

ternak. : pertama kali diasingkan

Clostridium raelchii

Nama-nama di atas ad

name). Sedangkan seh

dipakai adalah:

gonococcus-go

sifilis

Hansen

Koch, tbc

Pneumococcus

dari penderita influenza

dan disangka sebagai pe-

nyebab influenza

ditemukan oleh \7elch

alah nama il miah (s c ient ifi' c

ari-hari yang lebih banyak

Neisseria gonorrboeae

Treponema pallidurn.

Mycobacteriwm leprae fuIy c obacterium tub erculo s is

Streptococcu s pn eu rnon iae

Spesies adalah suatu jenis mikroorganisme yang

sudah tertentu. Spesies bakteri ditentukan oleh:

t.

Sifat-sifat struktural yang terdiri dari ben-

tuk, besar, cara pergerakan, reaksi terhadap

pewarnaan Gram sefta pertumbuhan ma-

kroskopik (sifat-sifat koloni).

2.

Sifat-sifat biokimia dan kebutuhan akan nutrisi, produk-produk akhir metabolisme,

susunan biokimiavri komponen sel dan

metabolit-metabolitnya.

3.

Sifat-sifat fisiologisnya terhadap oksigen,

temperatur, pH dan respons terhadap zat-z t

antibakteri.

4.

Sifat ekologi.

5. Komposisi basa DNA, homologi dan sifat-

sifat genetik.

Strain adalah biakan murni kuman tersusun dari keiompok kuman yang merupakan keturunan

kuman dari satu isolat. Misalnya: Stapbylococcus aureus strain Oxford, merupakan kuman standar untuk macam-macam kepeduan di laboratorium.

Spesies bakteri men gandrng strain-strain (galur-

galur) mikroorganisme yang sifat-sif.atny a secara

garis besar sama tetapi memiliki perbedaan-

perbedaan. Biovar ft iotip) merupakan s tr ain y ang

dipilih sebagai strain y angterbaik untuk mewakili

suatu spesies. \Taiaupun demikian strain-strain

biovar (biotip) tidak dapat memperlihatkan semua

slfat strain-strain dalam suatu spesies, sehingga untuk menentukan bentuk-bentuk tertentu pada

variasi strain digunakan penentuan subspesies

seperti serotip (serovar), pathotip (pathovar),

mo,rphotip (morphovar), fagatip (phagovar).

Klasifikasi dan Taksonomi Kuman 23

Klasifikasi bakteri patogen

Berbeda dengan nomenklatur, tidak ada klasifi-

kasi bakteri yang resmi. Bergey's Manual of Sys-

.tematic Bacteriologlt edisi ke-8 tidak mengguna-

kan lagi taksa yang lebih tinggi karena ketidak-

jelasan hubungan genetika. Bergey\ Manual yang

terakhir membagi prokariota dalam empar

divisio utama:

I. Gracilicutes : bakteri negatif Gram

II. Firmicutes : bakteri positif Gram

III. Tenericutes : bakteri tanpa dinding sel

IV. Archaeb acteria

I, II dan III termasuk dalam Eubacteria.

Taksonomi numerik

Menggambarkan persamaan, kemiripan dan per-

bedaan karakteristik bakteri. Jaccard similarity

coefficient (S1) menyatakan sifat-sifat yang positif

saja. Sedangkan Simple matchingcofficient (S sttt)

menyatakan sifat-sifat yang positif dan negatif.

Koefisien-koefisien rersebur menggambarkan

persentase

organisme-organisme.

sifat-sifat yang sama di ^nt^r^

2 = jumlah sifat-sifat yangadapadakedua strain

! = jumlah sifat-sifat yang ada pada strain per-

tama saja

6 = jumlah sifat*ifat yang ada pada strain kedua

saja

i = jumlah sifat-sifat yang tidak ada pada kedua

strain

Klasif ikasi berdasarkan genetika

Perkembangan-perkembangan dalam biologi mo-

lekuler memungkinkan diperolehnya informasi

mengenai kekerabatan organisme-organisme pada tingkat genetik berdasarkan:

- komposisi basa DNA

- homologi sekuens DNA dan rRNA (RNA

ribosomal)

- pola-pola metabolisme stabil yang dikontrol oleh gen

- polimer-polimer pada sel

- struktur organel dan pola regulasinya.

Kekerabatan berdasarkan homologi asam nukleat (homologi sekuens DNA):

6 = guanin

C = sitosin

A

T

= adenin

= timin

,ii

U LTRASTRU KTU R, MORFOLOG I

DAN PEWARNAAN KUMAN

Susiana Assani

Struktur bakteri

Bakteri termasuk dalam golongan prokariota,

yang strukturnya lebih sederhana dari eukariota,

kecuali bahwa struktur dinding sel prokariota

lebih kompleks dari eukariota.

lnti atau nukleus

Dengan pev/arnaan Feulgen, inti sel prokariota dapat dilihat dengan hanyamenggunakan mikro-

skop cahaya biasa. Pewarnaan Feulgen sebetul-

nya mewarnai molekul DNA.

Dengan mikroskop elektron tampak bahwa

badan inti tidak mempunyai dinding intilmem-

bran inti. Di dalamnya terdapat benang DNA (DNA fibril) yang bila diekstraksi, berupa mole- kul tunggal dan utuh dari DNA dengan berat molekul 2-3 x 10e. Benang DNA ini disebut kromosom yang panjangnya kira-kira 1. mm.

Ekstraksi DNA dilakukan dengan melisiskan

dinding sel secara hati-hati, kemudian dilakukan sentrifugasi; maka benang DNA akan terpisah

dari materi sel lainnya, dan dapat dimurnikan.

Struktur sitoplasma

Sel prokariota tidak mempunyai mitokondria atau kloroplas; sehingga enzim-enz:tm untuk transpor

elektron tidak bekerja di membran sel; tetapi pada

lamelae yangberada di bawah membran sel. Bakteri menyimpan pula makanan cadangan- nya dalam bentuk granula sitoplasma. Granula

ini bekerja sebagai sumber karbon, tetapi bila

sumber protein berkurang, karbon dalam

granula ini dapat dikonversi menjadi sumber

nitrogen.

Granula sitoplasma pada beberapa jenis

bakteri menyimpan pula sulfur, fosfat inorganik

(= granula volutin) dan granula pada jenis kuman

korine-bakteria disebut granula meta- kromarik,

karena granula tersebut bila diwarnai dengan zat

warna biru tua tidak berwarna biru, tetapi

berwarna merah. Pada sitoplasma pro- kariota

tidak didapatkan struktur mikrotubulus sepeni

yang ada pada eukariota.

Membran sitoplasma

A. Struktur

Membran sitoplasma disebut juga membran sel;

yang komposisinya terdiri dari fosfolipid dan

protein. Membran sel dari semua jenis pro-

kariota tidak mengandung sterol, kecuali Genus

Mycoplasma.

24

Ultrasnuhur Morfologi dan Pewarnaan Kuman 25

Di tempat-tempat tertentu pada membran sito-

plasma terdapat cekungan/lekukan ke dalam

(convoluted inoagination) yang disebut mesosom.

Dinding sel

Tekanan osmotik di dalam bakteri berkisar an- tara 5-20 atmosfer, karena adanya transpor aktif

 

Ada dua jenis mesosom:

yang menyebabkan tingginya konsentrasi larutan

L

Septal mesosom: berfungsi dalam pembe-

di dalam sel. Karena adanya dinding sel kuman

lahan sel.

yang relatif sangat kuat, maka meskipun tekanan

2.

Lateralmesosom.

osmodknya tinggr, sel kuman tidak pecah. Dinding

Kromosom bakteri (DNA) melekat pada

sel ini terdiri dari lapisan peptidoglikan, yang

septal mesosom.

B. Fungsi

Fungsi utama membran sitoplasma adalah:

l. Menjadi tempat transpor bahan makanan

secara selektif

2. Pada spesies kuman aerob merupakan tempat

transpor elektron dan oksidasi-fosforilasi.

3. Tempat ekspresi bagi eksoenzim yang hi-

drolitik.

4. Mengandung enzim dan molekul-molekul

yang berfungsi pada biosintesa DNA, poli

merisasi dinding sel dan lipid membran =

fungsi biosintetik.

5. Mengandung reseptor dan protein untuk sistem kemotaktik.

C. Zat antibakteri yang bekerja pada

dinding sel

a. Deterjen: yang mengandung gugus lipofilik dan hidrofilik akan merusak membran sito-

plasma dan membunuh sel.

b. Antibiotika yang secara spesifik mempe-

ngaruhi fungsi biosintetik dari membran

lain: polimiksin, asam

sitoplasma

^nt^ra

nalidiksat, fenetilalkohol dan novobiosin.

disebut juga sebagai lapisan murein atau muko-

peptida (semua nama ini adalah sinonim).

Bakteri dibagi atas bakteri yang positif Gram

dan negatif Gram tergantung pada responsnya

bila diwarnai dengan pewarnaan kuman menu- rut GRAM. Sel kuman mula-mula diwarnai de- ngan zat warna kristal ungu dan Iodium lalu di- cuci dengan alkohol atau aseron. Kuman negatif

Gram akan kehilangan zat warna ungunya

setelah dicuci dengan alkohol, sedangkan kuman

positif Gram tetap mempertahankan 'warna

ungu meskipun telah dicuci dengan alkohol.

Fungsi lain dari dinding sel selain menjaga

tekanan osmotik adalah:

1. Dinding sel memegang peranan penring dalam

proses pembelahan sel.

2. Dinding sel melaksanakan sendiri biosintesa

untuk membentuk dinding sel.

3. Berbagai lapisan tertenru pada dinding sel

merupakan determinan dari antigen permu- kaan kuman.

4. Pada kuman negatif Gram, salah satu lapisan dinding sel mempunyai aktivitas endotoksin

yang tidak spesifik, yaitu lipopolisakarida

(LPS). LPS ini pada beberapa binatang ber-

sifat toksik.

26 Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran

Enzimlisosim dan beberapa obat yang meng- ganggu biosintesis peptidoglikan dapat menye-

babkan sel kuman kehilangan struktur dinding sel. Bila cairandi sekitarnya memproteksi tekan-

an osmotik dalam sel maka terjadilah sel tanpa

dinding yang disebut protoplas pada kuman

positif Gram dan sferoplas pada kuman negatif

Gram.

Bila sel protoplas dan sferoplas ini masih

mampu berkembang biak, maka disebut sebagai

kuman Lform.

Kapsul

Banyak spesies bakteri mensintesa polimer eks-

trasel (pada umumnya polisakarida) yang ber-

kondensasi dan membentuk lapisan di sekeliling

sel dan disebut kapsul.

Pada medium agar, koloni kuman berkapsul

tarnpak sebagai koloni berlendir. IJmumnya kuman berkapsul lebih tahan terhadap efek

fagositosis dari daya pertahanan badan. Sejenis

kapsul pada Streptococcus tnutans misalnya, dapat

melekat erat pada permukaan gigi, membentuk

lapisan plaque pada gigi dan mengeluarkan pro-

duk asam yang menyebabkan karies gigi.

Flagel

Flagel adalah bagian kuman yang berbentuk

seperti benang, yang umumnya terdiri dari pro- tein dengan diameter 12-30 nanometer.

Flagel adalah alat pergerakan.

Ada tiga jenis flagel:

1. Monotrikh: flagel tunggal dan terdapat di

bagian ujung kuman.

2. Lofotrikh: lebih dari satu flagel di satu bagian polar kuman

3. Amfitrikh: flagel terdapar saru atau lebih di kedua polar dari kuman

4. Peritrikh: flagel tersebar merata di sekeliling badan kuman.

Protein dari

flagel disebut flagellin.

Bila suspensi kuman berflagel kita kocok kuat-

kuat, maka flagel akan rontok, tetapi flagel ter-

sebut dapat tumbuh lagi sempurna dalam 3-6 menit.

Pili = fimbriae

Beberapa kuman negatif Gram memiliki rambur pendek dan keras yang disebut pili. Pili terdiri dari subunit-subunit protein.

Ada dua jenis Pili:

1,. Pili yang memegang peranan dalam adhesi

kuman dengan sel tubuh hospes.

2. Seks Pili yang berfungsi dalam konjugasi dua kuman.

Virulensi dari berbagai jenis kuman patogen

tidak hanya tergantung pada toksin kuman,

tetapi jug^ tergantung pada Colonization

Antigen, yangterryata adalah pili biasa.

Protein M pada Streptococcus adalah juga

lapisan fimbrial yang merupakan antigen per-

mukaan, dan lipoteicholic acid yang ada di dalam-

nya bertanggung jawab pada perlekaran Strep-

tococcus group A pada sel epitel.

Endospora

Beberapa genus bakteri dapat membentuk endo- spora. Yang paling sering membentuk spora ada-

Ultrastruktur, Morfologi dan Pewarnaan Kuman 27

lah kuman batang positif Gram Bacillus ge