Anda di halaman 1dari 33

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran
Kelas/Program/Semester
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

: Kimia
: XI / IPA / I
:1
: 2 x 45 menit
: 1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat
periodik unsur, struktur molekul dan sifat-sifat senyawa.
: 1.1. Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum
untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital
serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik.

Indikator :
o Menjelaskan teori atom Bohr secara logis
o Menjelaskan teori mekanika kuantum
I

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran model pembelajaran Jigsaw selesai siswa berkompeten dalam hal :
o Menjelaskan teori atom Bohr
o Menjelaskan teori mekanika kuantum

II MATERI PEMBELAJARAN
Max Planck menyatakan bahwa radiasi gelombang bersifat diskontinu (berupa paket-paket).
E = h x f = h x c/
1913 Niels Bohr mengemukakan model atom yang menyatakan bahwa elektron bergerak
mengelilingi inti atom dengan lintasan tertentu, dan dapat berpindah lintasan sambil memancarkan
atau menyerap energi. Dengan model atom hidrogen, Bohr dapat merumuskan jari-jari lintasan ken dalam atom hidrogen dengan rumus :
rn = n2 . a0
1924 Louis de Broglie mengemukakan hipotesis tentang dualisme sifat pada cahaya yaitu sebagai
gelombang dan patikel.
h
=
m.v
Asas Ketidakpastian Heisenberg menyatakan bahwa kedudukan elektron dalam atom tidak dapat
ditentukan, yang dapat ditentukan adalah probabilitas (kebolehjadiannya).
1927 Erwin Schrodinger mengajukan suatu persamaan tentang teori atom mekanika kuantum dan
mekanika gelombang untuk mendeskripsikan keberadaan elektron dalam atom.
III STRATEGI PEMBELAJARAN
Metode: Diskusi Informasi
Model :Jig Saw
IV LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a. Kegiatan Awal
o Apersepsi tentang teori atom Bohr yang telah diberikan di kelas X.
o Memotivasi dan mengecek kehadiran siswa.
b. Kegiatan Inti
o Eksplorasi
Guru membagi kelas menjadi 5 kelompok
Tiap siswa dalam kelompok diberi kesempatan untuk membaca materi yang berbeda
Anggota tiap kelompok yang diberi bagian yang sama bertemu dalam kelompok baru
sebagai tim ahli untuk berdiskusi
o Elaborasi
Setelah berdiskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan
bergantian mengajar teman satu kelompoknya.
Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
o Konfirmasi
Siswa menyimpulkan hasil diskusi
Guru memberi konfirmasi hubungan teori atom Bohr dan teori mekanika kuantum
c. Kegiatan Akhir

Guru memberikan penugasan


V ALAT/BAHAN/SUMBER PEMBELAJARAN
o Alat Peraga
o LKS
o Buku Kimia yang relevan
VI PENILAIAN
o
Pemahaman dan Penerapan Konsep
Bentuk Instrumen : Essai
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat !

Jelaskan gagasan utama dalam teori atom Max Planck !

Jelaskan gagasan utama dalam teori atom Niels Bohr !

Jelaskan kelebihan dan kelemahan teori atom Bohr !

Jelaskan mengenai teori mekanika kuantum Schrodinger !

Kunci Jawaban :
1. Max Planck menyatakan bahwa gelombang bersifat diskontinu atau berupa paket-paket
(foton)
2. Teori atom Niels Bohr menyatakan bahwa :
o

Elektron bergerak mengelilingi inti atom dengan lintasan tertentu

Selama elektron bergerak pada lintasannyamaka energinya akan tetap

Selama mengelilingi inti, elektron dapat berpindah ke lintasan yang energinya lebih
tinggi dengan menyerap energi, sebaliknya saat elektron berpindah ke lintasan yang
energinya lebih rendah dengan memancarkan energi.

3. Kelebihan teori atom Bohr adalah adanya gagasan tentang tingkat-tingkat energi /kulitkulit atom, sedangkan kelemahannya adalah tidak dapat menjelaskan tentang spektrum
atom yang lebih kompleks.
4. Teori atom mekanikan kuantum menyatakan kebolehjadian keberadaan elektron dapat
dinyatakan dengan suatu persamaan gelombang Schrodinger.
o

Penskoran :
Skor maksimum per item soal = 10
Nilai

skor
x 10
4
Pati, Juli 2015

Mengetahui

Guru Mata Pelajaran Kimia

Kepala MAN 1 Pati

Drs. H. Mashudi, M.Ag

Puji Mulyani, S.pd

NIP. 196404101992031002

NIP. 197804132005012003

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran
Kelas/Program/Semester
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi

: Kimia
: XI / IPA / I
:2
: 2 x 45 menit
: 1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat
periodik unsur, struktur molekul dan sifat-sifat senyawa.
Kompetensi Dasar
: 1.1. Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum
untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital
serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik.
Indikator
:
o Meramalkan kemungkinan elektron berada dengan bilangan kuantum dengan berpikir kritis
dan logis
I

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran melalui model pembelajaran numbered head together selesai siswa
berkompeten dalam hal :
o Meramalkan kemungkinan elektron berada menggunakan bilangan kuantum

II MATERI PEMBELAJARAN
Dalam teori mekanika kuantum setiap kulit atom terdiri dari sub kulit, tiap sub kulit terdiri dari
orbital. Kedudukan tingkat energi dalam suatu orbital dinyatakan dengan bilangan kuantum.
Bilangan kuantum dibagi menjadi empat :
a. Bilangan kuantum utama (n)
b. Bilangan kuantum azimuth (l )
c. Bilangan kuantum magnetik (m)
d. Bilangan kuantum spin (s)

: menunjukkan nomor kulit atom


: menunjukkan sub kulit atom
: menunjukkan orientasi orbital
: menunjukkan arah putaran elektron

III STRATEGI PEMBELAJARAN


Metode : Diskusi Informasi
Model : Numbered Head Together
IV LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
d. Kegiatan Awal
o Apersepsi tentang hubungan teori atom Bohr dengan mekanika kuantum.
o Guru memberikan informasi mengenai bilangan kuantum
e. Kegiatan Inti
o Eksplorasi
Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok, setiap siswa dalam kelompok
mendapat nomor.
Guru memberikan soal tentang bilangan kuantum dan masing-masing kelompok
mengerjakannya.
Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok
mengetahui jawabannya.
o Elaborasi
o Guru memanggil salah satu nomor siswa, dan nomor yang dipanggil melaporkan hasil
diskusi kelompoknya.
o Kemudian jawaban tersebut ditanggapi siswa dari kelompok lain.
o Konfirmasi
Guru dan siswa menarik kesimpulan hubungan bilangan kuantum dengan kulit dan sub
kulit.
f. Kegiatan Akhir
Guru memberikan tugas rumah tentang hubungan bilangan kuantum dengan kulit dan sub kulit
dari LKS.
V ALAT/BAHAN/SUMBER PEMBELAJARAN

o
o
o
VI
o

Alat Peraga
LKS
Buku Kimia yang relevan
PENILAIAN
Pemahaman dan Penerapan Konsep
Bentuk Instrumen : Essai
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat !
o Tentukan bilangan kuantum elektron terakhir pada unsur 17Cl !
o Ion X-2 mempunyai konfigurasi elektron 1s 2 2s2 2p6. Tentukan harga keempat bilangan
kuantum untuk elektron kelima unsur X !

Kunci Jawaban :
1. 17Cl : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5

n=3
l=1

m=

0
-1

0 +1
3p5

s = -

2. X-2 : 1s2 2s2 2p6


X : 1s2 2s2 2p4

-1

+1

n=2
l =1

m = -1
s =+

2p4
o

Penskoran :
Skor maksimum per item soal = 50

Nilai = skor

Mengetahui
Kepala MA Muwahidun

Drs. Ngatno Haryanto

Gembong, Juli 2015


Guru Mata Pelajaran

Agus Sujadmiko, S.pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran
Kelas/Program/Semester
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

: Kimia
: XI / IPA / I
:3
: 2 x 45 menit
: 1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat
periodik unsur, struktur molekul dan sifat-sifat senyawa.
: 1.1. Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum
untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital
serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik.

Indikator :
o Menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital menggunakan prinsip Aufbau, aturan
Hund dan azas larangan Pauli dengan teliti dan logis.
I

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran melalui model pembelajaran Jigsaw selesai, siswa berkompeten dalam hal :
o Menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital menggunakan prinsip Aufbau, aturan
Hund dan azas larangan Pauli.

II MATERI PEMBELAJARAN
Konfigurasi elektron adalah cara penulisan yang menunjukkan distribusi elektron dalam orbital
suatu atom.
Penentuan konfigurasi elektron didasarkan pada tiga aturan yakni :
a. Prinsip Aufbau : pengisian elektron dimulai dari orbital dengan energi terendah
b.
Aturan Hund
: pengisian elektron dalam satu sub kulit menempati seluruh orbital
dengan spin yang sama ( penuh) baru berpasangan.
c.
Larangan Pauli
: dalam satu atom tidak boleh ada dua elektron yang mempunyai
empat bilangan kuantum yang sama.
Hal-hal yang dapat diterapkan dalam penulisan konfigurasi elektron adalah :
o Penulisan konfigurasi elektron dengan lambang gas mulia
o Orbital penuh dan setengah penuh
o Elektron valensi dapat ditentukan dari jumlah elektron di kulit terluar pada konfigurasi
elektron.
III STRATEGI PEMBELAJARAN
Metode : Diskusi Informasi
Model : Jig Saw
IV LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a. Kegiatan Awal
o Tanya jawab tentang konfigurasi elektron menurut kulit atom.
o Guru memberi informasi tentang penulisan konfigurasi elektron
b. Kegiatan Inti
o Eksplorasi
Guru membagi kelas menjadi 5 kelompok
Tiap siswa dalam kelompok diberi bagian materi yang berbeda
Anggota tiap kelompok yang diberi bagian yang sama bertemu dalam kelompok baru
sebagai tim ahli untuk berdiskusi
o Elaborasi
Setelah berdiskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan
bergantian mengajar tema satu kelompoknya.
Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
o Konfirmasi
Siswa menyimpulkan hasil diskusi
Guru memberi konfirmasi konfigurasi elektron dan diagram orbital

c. Kegiatan Akhir
Guru memberikan penugasan
V ALAT/BAHAN/SUMBER PEMBELAJARAN
o LKS
o Buku Kimia yang relevan
VI PENILAIAN
o
Pemahaman dan Penerapan Konsep
Bentuk Instrumen : Essai
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat !
o Tuliskan konfigurasi elektron dari 12Mg dan 13Al3+ !
o Tentukan elektron valensi dari unsur 35Br !
o Tentukan banyaknya orbital dengan elektron yang tidak berpasangan pada unsur 24Cr !
o

Kunci Jawaban :
1. 12Mg
: 1s2 2s2 2p6 3s2
3+
2
: 1s 2s2 2p6
13Al
2.
: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p5
35Br
Di sub kulit 4s terdapat 2 elektron, dan di 4p terdapat 5 elektron, sehingga elektron valensi
35Br = 2 + 5 = 7
3. 24Cr: [ Ar 4s2 3d4

-2
o

-1 0 +1 +2
3d4

jumlah orbital dengan elektron tidak


berpasangan = 4

Penskoran :
Skor maksimum soal nomor 1 = 30
Skor maksimum soal nomor 2 = 30
Skor maksimum soal nomor 3 = 40
Nilai = skor

Mengetahui
Kepala MA Muwahidun
Drs. Ngatno Haryanto

Gembong, Juli 2015


Guru Mata Pelajaran

Agus Sujadmiko, S.pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran
Kelas/Program/Semester
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

: Kimia
: XI / IPA / I
:4
: 2 x 45 menit
: 1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat
periodik unsur, struktur molekul dan sifat-sifat senyawa.
: 1.1. Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum
untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital
serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik.

Indikator :
o Memperkirakan konfigurasi elektron suatu unsur dan letaknya dalam sistem periodik unsur
secara kritis.
I

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran selesai melalui model pembelajaran Talking Stick, siswa berkompeten dalam
hal :
o Memperkirakan konfigurasi elektron suatu unsur dan letaknya dalam sistem periodik unsur
menggunakan tabel periodik unsur.

II MATERI PEMBELAJARAN
SPU model panjang disusun berdasarkan kenaikan nomor atom. Unsur-unsur dalam SPU dibagi
atas golongan dan periode.
a. Golongan disusun dalam lajur vertikal.dan menunjukkan jumlah elektron di kulit terluar.
Golongan dibedakan menjadi :
1) Golongan utama, yaitu golongan IA sampai VIIIA
2) Golongan transisi, yaitu golongan IB sampai VIIIB.
b. Periode disusun dalam baris mendatar dan menyatakan jumlah kulit atom unsur.
Periode dibedakan menjadi 4, yaitu :
1)
Periode pendek (periode 1,2 dan 3)
2)
Periode panjang (periode 4 dan 5)
3)
Periode sangant panjang (periode 6)
4)
Periode belum lengkap (periode 7)
Berdasarkan letak elektron terakhir dalam orbital unsur-unsur dalam SPU dibedakan menjadi 4
blok yaitu blok s, p, d dan f.
Nomor golongan unsur blok s = jumlah elektron di sub kulit s
Nomor golongan unsur blok p = jumlah elektron di sub kulit s dan p
Nomor golongan unsur blok d = jumlah elektron di sub kulit s dan d
Golongan unsur blok f = lantanida atau aktinida
III STRATEGI PEMBELAJARAN
o Metode : Diskusi Informasi
o Model : Talking Stick
IV LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a. Kegiatan Awal
Pre test tentang konfigurasi elektron beberapa unsur.
b. Kegiatan Inti
o Eksplorasi
Guru menyiapkan beberapa kartu berisi soal dan beberapa kartu berisi jawaban
Tiap siswa mendapat satu buah kartu.
Tiap siswa memikirkan jawaban kartu soal yang dipegang.
o Elaborasi
Tiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartu soal
Tiap siswa yang berhasil mencocokkan kartunya lebih dulu diberi nilai.
Setelah satu sesi kartu dikocok agar siswa mendapat kartu yang berbeda.

Konfirmasi
Guru dan siswa menyimpulkan jawaban yang benar dari semua kartu soal yang ada.
Guru memberi konfirmasi konfigurasi elektron dan diagram orbital
c. Kegiatan Akhir
Post test menentukan letak unsur dalam SPU berdasarkan konfigurasi elektron
o

V ALAT/BAHAN/SUMBER PEMBELAJARAN
o LKS
o Buku Kimia yang relevan
o Alat : Kartu
VI PENILAIAN
o
Pemahaman dan Penerapan Konsep
Bentuk Instrumen : Essai
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat !
o Tuliskan nomor atom unsur P = 15. Tentukan golongan dan periodenya !
o Dalam SPU unsur X terletak pada periode 4 golongan IV B. Tentukan nomor atom unsur X
!
o

Kunci Jawaban :
1. 15P :
1s2 2s2 2p6 3s23p3
Golongan : V A
Jumlah elektron di 3s + 3p = 2 + 3 = 5
Periode : 3
Kulit terbesar = 3
2. Golongan unsur X = IV B berarti jumlah ns = 2, (n-1)d = 2
Periode 4 berarti kulit terbesar = 4
X :
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d2
Nomor atom X = 22

Penskoran :
Skor maksimum tiap soal = 50
Nilai = skor

Mengetahui
Kepala MA Muwahidun

Drs. Ngatno Haryanto

Gembong, Juli 2015


Guru Mata Pelajaran

Agus Sujadmiko, S.pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran
Kelas/Program/Semester
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi

: Kimia
: XI / IPA / I
:5
: 2 x 45 menit
: 1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat
periodik unsur, struktur molekul dan sifat-sifat senyawa.
Kompetensi Dasar
: 1.2. Menjelaskan teori jumlah pasangan elektron di sekitar
inti atom dan teori hibridisasi untuk meramalkan bentuk
molekul
Indikator
:
o Menunjukkan PEB dan PEI pada pembentukan senyawa.
o Memperkirakan bentuk molekul berdasarkan teori pasangan elektron dengan kritis-logis
o Memperkirakan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi.
I

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran selesai melalui model pembelajaran Direct Instruksion siswa berkompeten
dalam hal :
o Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori elektron dan teori hibridisasi.

II MATERI PEMBELAJARAN
Bentuk molekul adalah bentuk geometris yang terjadi jika inti atom unsur yang berikatan dalam
suatu molekul dihubungkan dengan suatu garis lurus.
Bentuk molekul senyawa kovalen :
o Ditentukan oleh orbital-orbital atom yang digunakan elektron-elektron ikatan.
o Diuraikan dengan teori domain elektron (VSEPR) dan teori hibridisasi.
Bentuk dasar molekul adalah linear, segi tiga datar, tetrahedral, trigonal bipiramida dan oktahedral.

Dalam teori domain elektron, tipe molekul dapat ditentukan dengan rumus AXnEm, dengan A =
atom pusat, X = pasangan elektron ikatan, E = pasangan elektron bebas.
Teori hibridisasi menjelaskan penggabungan orbital-orbital atom yang digunakan oleh pasangan
elektron ikatan.
III STRATEGI PEMBELAJARAN
o Metode : Demonstrasi
o Model Pembelajaran: Direct Instruksion,
IV LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a. Kegiatan Awal
Apersepsi tentang elektron valensi dan struktur Lewis untuk menunjukkan PEB dan PEI.
b. Kegiatan Inti
o Eksplorasi
Guru memberikan informasi tentang teori VSEPR dan teori hibridisasi

Guru memberikan contoh menentukan bentuk molekul berdasarkan teori VSEPR dan
teori hibridisasi.
Guru mendemonstrasikan bentuk molekul dengan alat peraga lilin mainan
o Elaborasi
Guru membimbing siswa berlatih membuat bentuk molekul beberapa senyawa
Guru mengecek pemahaman siswa dan memberikan umpan balik.
o Konfirmasi
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih lebih lanjut.
c. Kegiatan Akhir
Guru memberi tugas kepada siswa untuk meramalkan bentuk beberapa molekul berdasarkan
teori VSEPR dan teori hibridisasi
V ALAT/BAHAN/SUMBER PEMBELAJARAN
o Lilin mainan
o Buku Kimia yang relevan
VI PENILAIAN
o
Pemahaman dan Penerapan Konsep
Bentuk Instrumen : Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat !
1. Senyawa NF3 memiliki bentuk geometri :
a. Trigonal bipiramida
d. Segitiga datar
b. Trigonal piramida
e. Oktahedral
c. Segi empat datar
2. Salah satu senyawa yang memiliki orbital hibrida sp 3 yaitu :
a. HCl
d. BCl3
b. SF6
e. BF4c. PCl5
3. Unsur X dengan nomor atom 35 berikatan dengan unsur Y dengan nomor atom 9 membentuk
senyawa XY3. Berdasarkan teori hibridisasi, molekul tersebut mempunyai sudut :
a. 90
d. 120
b. 90 dan 120
e. 180
c. 109,5
4. Unsur 15P berikatan dengan 17Cl membentuk PCl3. Bentuk molekul senyawa tersebut trigonal
piramida. Notasi VSEPR-nya adalah :
a. a.AX4 b. AX3
c. AX3Ed. AX3E2
e. AX2E3
5. Jumlah pasangan elektron bebas yang dimiliki molekul XeF 2 adalah :
a. Satu
d. Empat
b. Dua
e. Lima
c. Tiga
o
o

Kunci Jawaban :
1. b
2. d

3. d

4. c

5. c

Penskoran :
Skor tiap soal = 20
Nilai = skor

Mengetahui
Kepala MA Muwahidun

Drs. Ngatno Haryanto

Gembong, Juli 2015


Guru Mata Pelajaran

Agus Sujadmiko, S.pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran
Kelas/Program/Semester
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi

: Kimia
: XI / IPA / I
:6
: 2 x 45 menit
: 1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat
periodik unsur, struktur molekul dan sifat-sifat senyawa.
Kompetensi Dasar
: 1.3. Menjelaskan interaksi antar molekul (gaya antar
molekul) dengan sifatnya.
Indikator
:
o Menjelaskan perbedaan sifat fisik (titik didih dan titik beku) berdasarkan perbedaan gaya antar
molekul (gaya Van der Waals, gaya London, dan ikatan hidrogen) secara logis.
I

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran selesai siswa berkompeten dalam hal :
o Menjelaskan perbedaan sifat fisik (titik didih dan titik beku) berdasarkan perbedaan gaya antar
molekul (gaya Van der Waals, gaya London, dan ikatan hidrogen) secara logis.

II MATERI PEMBELAJARAN
Kepolaran suatu senyawa dipengaruhi oleh bentuk molekul dan keelektronegatifan antara atomatom. Senyawa polar memiliki selisih keelektronegatifan besar sehingga menyebabkan terjadinya
dipol (kutub) dan pasangan elektron ikatan akan tertarik ke salah satu atom. Senyawa non polar
terbentuk dari atom sejenis/senyawa dengan distribusi muatan yang simetris, sehingga dipoldipolnya saling meniadakan.
Gaya antarmolekul adalah interaksi antara atom-atom dalam senyawa atau kumpulan molekul
dalam senyawa yang mengalami tarik-menarik. Kuat lemahnya gaya antarmolekul berpengaruh
terhadap tinggi rendahnya titik didih dan titik beku.
Jenis gaya antarmolekul di antaranya :
o Gaya Van der Waals (meliputi Gaya London dan gaya tarik dipol).
o Ikatan Hidrogen.
III METODE PEMBELAJARAN
o Diskusi Informasi
IV LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a. Kegiatan Awal
Apersepsi tentang bentuk molekul beberapa senyawa.
b. Kegiatan Inti
o Eksplorasi
Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok diskusi.
o Elaborasi
Siswa dalam kerja kelompok mengkaji literatur tentang gaya antar molekul
Presentasi hasil kajian mengenai gaya antarmolekul oleh masing-masing kelompok.
o Konfirmasi
Siswa membuat resume mengenai gaya antarmolekul.
c. Kegiatan Akhir
Guru memberikan evaluasi lisan.
V ALAT/BAHAN/SUMBER PEMBELAJARAN
o LKS
o Buku Kimia yang relevan
VI PENILAIAN
o
Pemahaman dan Penerapan Konsep

Bentuk Instrumen : Pilihan Ganda


Pilihlah jawaban yang paling tepat !
1. Sifat fisik yang dimiliki oleh suatu zat murni yang menggambarkan kuatnya gaya tarikmenarik antarmolekul yaitu :
a. densitas
d. volume
b. viskositas
e. titik didih
c. kelarutan
2. Kekuatan gaya tarik dipol dengan gaya London yaitu :
a. Gaya tarik dipol lebih kuat daripada gaya London
b. Gaya tarik dipol lebih lemah daripada gaya London
c. Gaya tarik dipol sama dengan gaya London
d. Gaya tarik dipol tidak sebesar gaya London
e. Gaya tarik dipol dan gaya London tidak dapat diketahui kekuatannya.
3. Senyawa yang mempunyai ikatan hidrogen yaitu :
a. H2O dan HCl
b. H2O dan HF
c. HI dan HCl
d. HF dan HI
e. H2S dan HF
4. Titik didih HF lebih tinggi daripada HCl. Hal ini karena antara molekul-molekul HF terdapat
ikatan :
a. Kovalen
b. Ion
c. Hidrogen
d. Van der Waals
e. Kovalen koordinat
5. Besarnya titik didih CO dibanding N2 dengan massa molekul relatif yang sama (28) adalah :
a. Sama kuat
b. Lebih kecil
c. Sebanding
d. Lebih kuat
e. Tidak dapat diukur
o
o

Kunci Jawaban :
1. e
2. a

3. b

4. c

5. d

Penskoran :
Skor tiap soal = 20
Nilai = skor

Mengetahui
Kepala MA Muwahidun

Drs. Ngatno Haryanto

Gembong, Juli 2015


Guru Mata Pelajaran

Agus Sujadmiko, S.pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran
Kelas/Program/Semester
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi

: Kimia
: XI / IPA / I
: 1 s/d 3
: 6 x 45 menit
: 2. Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara
pengukurannya.
Kompetensi Dasar
: 2.1. Mendeskripsikan perubahan entalpi suatu reaksi, reaksi
eksoterm dan reaksi endoterm
Indikator
:
o Menjelaskan hukum/azas kekekalan energi
o Membedakan sistem dan lingkungan
o Membedakan reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm) dengan reaksi yang menerima kalor
(endoterm) melalui percobaan.
o Menjelaskan pengertian entalpi suatu zat dalam perubahannya
I

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran melalui model pembelajaran jigsaw selesai siswa berkompeten dalam hal :
o
o
o
o

Menjelaskan hukum/azas kekekalan energi


Membedakan sistem dan lingkungan
Membedakan reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm) dengan reaksi yang menerima kalor
(endoterm) melalui demonstrasi sederhana
Menjelaskan pengertian entalpi suatu zat dalam perubahannya

II MATERI PEMBELAJARAN
Hukum Kekekalan enargi menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan,
energi hanya dapat diubah bentuknya.
Energi dapat berpindah dari sistem ke lingkungan atau sebaliknya. Sistem adalah segala hal yang
diteliti perubahan energinya, sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu di luar sistem.
Salah satu bentuk energi adalah energi kalor (panas) yang dapat mengalami perpindahan dengan
dua cara :
a. Reaksi Eksoterm :
reaksi yang melepas kalor (dari sistem ke lingkungan)
terjadi penurunan energi sehingga H negatif
Conoh : C(s) + O2(g) CO2(g) H = -393,5 kJ
b. Reaksi Endoterm :
reaksi yang menyerap kalor (dari lingkungan ke sistem).
Terjadi kenaikan energi sehingga H positif.
Contoh : H2O(s) H2O(l)
H = +6,01 kJ
Entalpi (H) suatu zat menunjukkan jumlah energy yang dimiliki zat tersebut dan tidak dapat
diukur. Entalpi merupakan energy dalam bentuk kalor yang tersimpan di dalam suatu sistem.
Energi tidak dapat diukur, yang dapat diukur adalah perubahan entalpi (H). Perubahan entalpi
merupakan selisih antara entalpi pada akhir proses dan entalpi mula-mula.
H = H akhir-H awal
III METODE PEMBELAJARAN
o Metode :Demonstrasi
o Model Pembelajaran : Kooperatif jigsaw
IV LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a. Kegiatan Awal
Guru mempersilakhan murid untuk berdoa sebelum memulai pembelajaran

Guru mengecek kehadiran siswa


Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak di capai siswa.
Guru menanyakan pengertian termokimia serta fungsinya dalam kehidupan sehari-hari
b. Kegiatan Inti
o Eksplorasi
Guru membagi kelas menjadi 5 kelompok diskusi
Tiap siswa dalam kelompok diberi kesempatan untuk membaca materi yang berbeda
dan menjawab pertanyaan yang di tugaskan
Anggota tiap kelompok yang diberi bagian yang sama bertemu dalam kelompok baru
sebagai tim ahli untuk berdiskusi
o Elaborasi
Setelah berdiskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan
bergantian mengajar teman satu kelompoknya.
Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
o Konfirmasi
Siswa menyimpulkan hasil diskusi
c. Kegiatan Akhir
Guru memberi tugas kepada siswa untuk membuat laporan praktikum
V ALAT/BAHAN/SUMBER PEMBELAJARAN
o Alat dan bahan demonstrasi
o LKS
o Buku Kimia yang relevan
VI PENILAIAN
Lembar diskusi Jigsaw;
1. Jelskan apa yang dimaksud dengan energi dan sebutkan contoh perubahan energi!
2. Jelaskan perbedaan sistem dan lingkungan!
3. Jelaskan perbedaan reksi eksoterm dan endoterm!
4. Apakah yang dimaksud dengan entalpi, perubahan entalpi dan sebutkan contoh entalpi!
KUNCI :
1.

Energi adalah kemampuan melakukan kerja


Contoh perubahan energi : sinar matahari yang diserap oleh tumbuh-tumbuhan diubah
menjadi energi kimia berupa karbohidrat
2. Sistem adalah segala sesuatu yang menjadi pusat perhatian atau pusat pengamatan
Lingkungan adalah daerah di luar sistem
3. Reaksi eksoterm = entalpi hasil reaksi (produk) lebih kecil daripada entalpi pereaksi,
sedangkan reaksi endoterm mempunyai entalpi hasil reaksi lebih besar dari entalpi
pereaksi
4. Entalpi merupakan energy dalam bentuk kalor yang tersimpan di dalam suatu sistem.
Perubahan entalpi (H) merupakan selisih antara entalpi pada akhir proses dan entalpi
mula-mula.
H = H akhir-H awal
Macam perubahan entalpi :
1. Perubahan entalpi pembentukan standar Hfo
2. Perubahan entalpi peruraian standar Hdo
3. Perubahan entalpi pembakaran standar Hco

Mengetahui
Kepala MA Muwahidun

Drs. Ngatno Haryanto

Gembong, Juli 2015


Guru Mata Pelajaran

Agus Sujadmiko, S.pd

20
20
30
30

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran
Kelas/Program/Semester
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator
1. Menghitung harga
2. Menghitung harga
3. Menghitung harga
4. Menghitung harga
I

: Kimia
: XI / IPA /I
: 4 s/d 8
: 10 x 45 menit
: 2. Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara
pengukurannya.
: 2.2. Menentukan H reaksi berdasarkan percobaan hukum
Hess, data perubahan entalpi pembentukan standar, dan data
energi ikatan.
:
H
reaksi
melalui
percobaan dengan teliti

H reaksi dengan menggunakan data entalpi pembentukan standar ( Hf)


H reaksi dengan menggunakan diagram siklus (diagram tingkat energi)
H reaksi dengan menggunakan energi ikatan

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran melalui metode diskusi informasi selesai siswa berkompeten dalam hal :
o Menghitung harga H reaksi melalui percobaan
o Menghitung harga H reaksi dengan menggunakan :
Data entalpi pembentukan standar ( Hf)
Diagram siklus (diagram tingkat energi)
Energi ikatan

II MATERI PEMBELAJARAN
Perubahan entalpi standar (H) adalah perubahan entalpi yang diukur pada suhu 25C dan
tekanan 1 atm.Berdasarkan jenis reaksinya perubahan entalpi dibedakan menjadi perubahan entalpi
pembentukan standar ( Hf), perubahan entalpi penguraian standar ( Hd), dan lain-lain.
III METODE PEMBELAJARAN
o Diskusi Informasi
IV LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a. Kegiatan Awal
Apersepsi tentang pengertian perubahan entalpi, reaksi eksoterm dan endoterm.
b. Kegiatan Inti
o Eksplorasi
Guru mejelaskan tentang Hukum Hess dan cara menentukan H reaksi menggunakan
Hf, diagram siklus dan energi ikatan.
o Elaborasi
Guru memberikan soal-soal latihan menghitung H
Siswa mendiskusikan jawaban soal secara berkelompok
Presentasi jawaban hasil diskusi. Bagi kelompok yang menjawab dengan benar diberi
penghargaan.
o Konfirmasi
Guru dan siswa membahas dan menyimpulkan jawaban soal.
c. Kegiatan Akhir
Guru memberi tugas kepada siswa untuk mengerjakan soal tentang perubahan entalpi reaksi.
V ALAT/BAHAN/SUMBER PEMBELAJARAN
o LKS
o Buku Kimia yang relevan

VI PENILAIAN
o
Pemahaman dan Penerapan Konsep
Bentuk Instrumen : Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat !
o Bagan berikut menunjukkan perubahan entalpi reaksi :
C(s) + O2(g) CO2(g)
C + O2
H2 = -111 kJ

H1 = -394 kJ

CO
H3
CO2

Dengan H1 = entalpi pembentukan CO2 dan H2 = entalpi pembentukan CO. Harga


entalpi pembentukan gas CO2 dari gas CO adalah :
a. -505 kJ
d. +283 kJ
b. -283 kJ
e. +505 kJ
c. -111 kJ
o

o
o

Diketahui persamaan termokimia sebagai berikut :


2H2(g) + O2(g) 2H2O(l)
H = -571 kJ
2Ca(s) + O2(g) 2CaO(s)
H = -1269 kJ
CaO(s) + H2O(g) Ca(OH)2(s)
H = -64 kJ
Berdasarkan data tersebut , maka entalpi pembenukan Ca(OH) 2 adalah
a. -984 kJ
d. -1904 kJ
b. -856 kJ
e. -1966 kJ
c. -1161 kJ

Kunci Jawaban :
1. b
2. a
Penskoran :
Skor tiap soal = 50
Nilai = skor

Mengetahui
Kepala MA Muwahidun

Drs. Ngatno Haryanto

Gembong, Juli 2015


Guru Mata Pelajaran

Agus Sujadmiko, S.pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran
Kelas/Program/Semester
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi

: Kimia
: XI / IPA / I
: 1 dan 2
: 4 x 45 menit
: 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan
faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
Kompetensi Dasar
: 3.1. Mendeskripsikan pengertian laju reaksi dengan
melakukan
percobaan
tentang
faktor-faktor
yang
mempengaruhi laju reaksi.
Indikator
:
o Menghitung konsentrasi larutan (molaritas larutan) secara mandiri
o Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dengan berpikir logis.
o Menafsirkan grafik dari data percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
secara tepat.
I

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran melalui metode diskusi informasi selesai siswa berkompeten dalam hal :
:
o Menghitung konsentrasi larutan (molaritas larutan)
o Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi melalui percobaan.
o Menafsirkan grafik dari data percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.

II MATERI PEMBELAJARAN
Dalam suatu reaksi, jumlah pereaksi atau produk dinyatakan dalam molaritas, yaitu banyaknya
mol zat terlarut dalam satu liter larutan.
n
M=
mol.L-1
M = molaritas (mol.L-1)
V
n = mol
V = volume (L)
Rumus pengenceran :
V1.M1 = V2.M2
Jika diketahui kadar dan massa jenisnya :
x10 x %massa
M=
mol.L-1
Mr
Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi reaktan atau produk tiap satuan waktu.
d C
v=
v
= laju reaksi
dt
dC = perubahan konsentrasi
dt = perubahan waktu
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah : konsentrasi, luas permukaan, suhu, katalis
dan tekanan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dapat ditafsirkan dari grafik hasil percobaan.
Rumus perubahan laju reaksi karena faktor suhu :
t = ( ) T/10 x o
III METODE PEMBELAJARAN
o Diskusi Informasi
IV LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a. Kegiatan Awal
o Apersepsi tentang persamaan reaksi

o Guru memberi informasi tentang molaritas


b. Kegiatan Inti
o Eksplorasi
Guru membagi kelas menjadi 5 kelompok
Tiap kelompok diberi bagian materi yang berbeda untuk didiskusikan
o Elaborasi
Setelah berdiskusi tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi
Kemudian kelompok yang lain mengajukan pertanyaan dan dijawab oleh kelompok
penyaji
o Konfirmasi
Siswa menyimpulkan hasil diskusi
Guru memberi konfirmasi tentang materi laju reaksi.
c. Kegiatan Akhir
Guru memberikan penugasan
V ALAT/BAHAN/SUMBER PEMBELAJARAN
o LKS
o Buku Kimia yang relevan
VI PENILAIAN
o
Pemahaman dan Penerapan Konsep
Bentuk Instrumen : Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat !
1. Sebanyak 4 gram NaOH dilarutkan dalam 100 mL air. Molaritas larutan NaOH adalah
a. 0,01 M
b. 0,07 M
c. 0,1 M
d. 0,7 M
e. 1 M
2. Kenaikan suhu akan mempercepat laju reaksi karena kenaikan suhu akan memperbesar
a. Luas permukaan
b. Energi aktivasi
c. Energi kinetik
d. Konsentrasi
e. Tekanan
3. Serbuk magnesium bereaksi lebih cepat dengan larutan HCl encer dibandingkan dengan pita
magnesium dalam jumlah massa yang sama karena :
a. Pita magnesium dilindungi lapisan oksida, sedangkan serbuk magnesium tidak
b. Pita magnesium mempunyai konsentrasi lebih rendah daripada serbuk magnesium
c. Serbuk magnesium lebih reaktif daripada pita magnesium
d. Serbuk magnesium lebih murni daripada pita magnesium
e. Serbuk magnesium mempunyai luas permukaan lebih besar daripada pita magnesium
4. Reaksi pada suhu 60C memerlukan waktu 3 menit. Jika laju reaksi menjadi dua kali lebih
cepat setiap kenaikan 10C maka waktu yang diperlukan pada suhu 80C yaitu ...... menit.
1
2
3
a.
b.
c.
d. 6
e. 12
2
3
4
o
o

Kunci Jawaban :
1. e
2. c

3. e

4. c

Penskoran :
Skor maksimum tiap soal = 25
Nilai = skor

Mengetahui
Kepala MA Muwahidun

Gembong, Juli 2015


Guru Mata Pelajaran

Drs. Ngatno Haryanto

Agus Sujadmiko, S.pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran
Kelas/Program/Semester
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi

: Kimia
: XI / IPA / I
:3
: 2 x 45 menit
: 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan
faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
Kompetensi Dasar
: 3.1. Mendeskripsikan pengertian laju reaksi dengan
melakukan
percobaan
tentang
faktor-faktor
yang
mempengaruhi laju reaksi.
Indikator
:
o Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi melalui percobaan dengan berpikir
kritis dan logis..
I

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran selesai melalui metode diskusi informasi dan eksperimen siswa berkompeten
dalam hal :
:
o Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi melalui percobaan.

II MATERI PEMBELAJARAN
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah :
a. Konsentrasi
Semakin besar konsentrasi pereaksi maka laju reaksi semakin besar.
b. Luas permukaan
Padatan akan bereaksi lebih cepat jika luas permukaannya diperbesar
c. Suhu
Semakin tinggi suhu maka energi kinetik zat-zat yang bereaksi akan semakin besar
d. Katalis
Katalis adalah zat yang dapat mempercepat laju reaksi tetapi pada akhir eaksi diperoleh
kembali.
e. Tekanan
Tekanan berpengaruh terhadap laju reaksi untuk reaksi yang melibatkan gas. Penambahan
tekanan dengan memperkecil volume akan memperbesar konsentrasi, sehingga laju reaksi
makin besar.
III METODE PEMBELAJARAN
o Praktikum
o Diskusi Informasi
IV LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a. Kegiatan Awal
Apersepsi tentang laju reaksi
b. Kegiatan Inti
o Eksplorasi
Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok praktikum
Guru menjelaskan tujuan praktikum
o Elaborasi
Siswa merancang dan melakukan praktikum
Setelah selesai siswa dalam kelompoknya masing-masing mendiskusikan dan menarik
kesimpulan dari data hasil praktikum.
o Konfirmasi
Guru dan siswa membuat kesimpulan praktikum

c. Kegiatan Akhir
Guru memberi tugas kepada siswa untuk membuat laporan praktikum
V ALAT/BAHAN/SUMBER PEMBELAJARAN
o Alat dan bahan praktikum
o LKS
o Buku Kimia yang relevan
VI PENILAIAN
o Jenis Tagihan :
Laporan Tertulis
o

Aspek Psikomotorik
Bentuk Instrumen : Performans (kinerja dan sikap).
No.
Nama Siswa
Kriteria Penilaian
Inisiatif
Ketrampilan
Tanggung
jawab

Kerjasama

Penskoran :
Skor maksimum tiap kriteria = 20

Mengetahui
Kepala MA Muwahidun

Drs. Ngatno Haryanto

Gembong, Juli 2015


Guru Mata Pelajaran

Agus Sujadmiko, S.pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran
Kelas/Program/Semester
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi

: Kimia
: XI / IPA / I
:4
: 2 x 45 menit
: 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan
faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
Kompetensi Dasar
: 3.2. Memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk
menjelaskan faktor-faktor penentu laju dan orde reaksi serta
terapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator
:
o Menjelaskan pengaruh konsentrasi, luas permukaan bidang sentuh, dan suhu terhadap laju
reaksi berdasarkan teori tumbukan
o Membedakan diagram energi potensial dari reaksi kimia dengan menggunakan katalis dan
yang tidak menggunakan katalis
o Menjelaskan pengertian, peranan katalis dan energi pengaktifan dengan menggunakan
diagram.
I

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran selesai siswa berkompeten dalam hal :
:
o Menjelaskan pengaruh konsentrasi, luas permukaan bidang sentuh, dan suhu terhadap laju
reaksi berdasarkan teori tumbukan
o Membedakan diagram energi potensial dari reaksi kimia dengan menggunakan katalis dan
yang tidak menggunakan katalis
o Menjelaskan pengertian, peranan katalis dan energi pengaktifan dengan menggunakan
diagram.

II MATERI PEMBELAJARAN
Teori tumbukan berdasarkan teori kinetik gas menyatakan :
a. Gas terdiri atas molekul-molekul gas berukuran lebih kecil daripada jarak antarmolekul
b. Molekul-molekul gas selalu bergerak lurus ke segala arah
c. Tumbukan antara molekul-molekul gas dengan dinding wadahnya bersifat elastis sempurna
d. Kecepatan gerak molekul gas dipengaruhi oleh perubahan suhu
e. Energi kinetik rata-rata molekul gas sama besar pada suhu yang sama atau tidak dipengaruhi
oleh masanya.
Tumbukan yang menghasilkan zat baru adalah tumbukan yang sempurna dan disebut tumbukan
efektif. Partikel gas yang bertumbukan kadang-kadang membentuk molekul kompleks teraktivasi
lebih dulu.
III METODE PEMBELAJARAN
o Diskusi Informasi
IV LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a. Kegiatan Awal
Guru mengabsen siswa
Apersepsi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
b. Kegiatan Inti
o Eksplorasi

Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok diskusi


Elaborasi
Tiap kelompok diberi materi yang berbeda dan mendiskusikannya
Kemudian masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi, dilanjutkan dengan
tanya jawab dengan kelompok lain
o Konfirmasi
Guru dan siswa membuat kesimpulan hasil diskusi
c. Kegiatan Akhir
Guru memberi tugas kepada siswa
o

V ALAT/BAHAN/SUMBER PEMBELAJARAN
o LKS
o Buku Kimia yang relevan
VI PENILAIAN
o
Pemahaman dan Penerapan Konsep
Bentuk Instrumen : Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat !
1. Pernyataan yang tepat tentang teori tumbukan yaitu bahwa tumbukan antarmolekul
a. tidak selalu menghasilkan reaksi kimia
b. menurunkan suhu reaksi
c. memperkecil konsentrasi
d. selalu menyebabkan terjadinya reaksi
e. menghasilkan orde reaksi
2. Berikut data zat yang direaksikan .
a. Serbuk seng + HCl 0,2 M
b. Lempeng seng + HCl 0,2 M
c. Serbuk seng + HCl 0,5 M
d. Butiran seng + HCl 0,2 M
e. Lempeng seng + HCl 0,5 M
f. Berdasarkan data tersebut, reaksi yang paling cepat terjadi yaitu :
g. a. 1)
b. 2)
c. 3)
d. 4)
e. 5)
3. Suatu katalis menaikkan laju reaksi dengan jalan :
a. mengubah mekanisme reaksi
b. menambah harga energi aktivasi
c. menambah konsentrasi produk
d. mengurangi perbedaan energi reaksi dari reaktan dan produk
e. menaikkan jumlah tumbukan
4. Proses pencernaan di dalam tubuh dapat berlangsung karena :
a. terjadi reaksi endoterm
b. terjadi proses penyerapan kalor
c. suhu tubuh selalu tinggi
d. glukosa mudah diuraikan
e. bantuan enzim
o
o

Kunci Jawaban :
1. a.
2. c

3. a

4. e

Penskoran :
Skor tiap soal = 25

Mengetahui
Kepala MA Muwahidun

Gembong, Juli 2015


Guru Mata Pelajaran

Drs. Ngatno Haryanto

Agus Sujadmiko, S.pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran
Kelas/Program/Semester
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi

: Kimia
: XI / IPA / I
: 5 dan 6
: 4 x 45 menit
: 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan
faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
Kompetensi Dasar
: 3.2. Memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk
menjelaskan faktor-faktor penentu laju dan orde reaksi serta
terapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator
:
o Menentukan orde reaksi, persamaan laju reaksi dan waktu reaksi dengan teliti.
I

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran melalui metode diskusi informasi selesai siswa berkompeten dalam hal :
:
o Menentukan orde reaksi, persamaan laju reaksi dan waktu reaksi.

II MATERI PEMBELAJARAN
Laju reaksi suatu sistem homogen pada suatu temperatur berbanding lurus dengan konsentrasi zat
yang bereaksi, setelah masing-masing konsentrasi dipangkatkan dengan koefisiennya dalam
persamaan reaksi yang bersangkutan (Hukum Aksi Massa)
Jika diketahui persamaan reaksi :
mA + nB pC + qD
maka laju reaksinya dirumuskan :
v = k[A]m[B]n
Keterangan :
v = laju reaksi (M.det-1)
k = Tetapan konsentrasi laju reaksi (L.mol -1.det-1)
[A] = konsentrasi zat A (mol.L-1)
[B] = konsentrasi zat B (mol.L-1)
m dan n = orde reaksi
m + n = orde reaksi total
III METODE PEMBELAJARAN
o Diskusi Informasi
IV LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a. Kegiatan Awal
o Guru mengabsen siswa
o Apersepsi tentang pengaruh konsentrasi terhadap laju eaksi
o Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
b. Kegiatan Inti
o Eksplorasi
Guru menjelaskan tentang hukum Aksi Massa
o Elaborasi
Guru memberi soal latihan untuk menentukan orde reaksi, persamaan laju reaksi dan
waktu reaksi.
Siswa secara berkelompok mendiskusikan jawaban soal.
Secara acak guru menunjuk salah satu siswa menuliskan jawaban soal
o Konfirmasi

Guru dan siswa membuat kesimpulan


c. Kegiatan Akhir
Guru memberi penugasan.
V ALAT/BAHAN/SUMBER PEMBELAJARAN
a. LKS
b. Buku Kimia yang relevan
VI PENILAIAN
o
Pemahaman dan Penerapan Konsep
Bentuk Instrumen : Essai
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat !
Untuk reaksi : X + Y Z diperoleh data eksperimen sebagai berikut :
Percobaan
[X]
[Y]
Laju Reaksi
(M)
(M)
(M.det-1)
1
0,01
0,20
0,02
2
0,02
0,20
0,08
3
0,02
0,40
0,16
Tentukan :
a. Orde reaksi total
b. Persamaan laju reaksi
o

Kunci Jawaban :
a. Orde X : X tetap, Y naik 2x, laju naik 2x jadi 2m = 2, m = 1 ............................(20)
Orde Y : Y tetap, X naik 2x, laju naik 4x jadi 2n = 4, n = 2 ..............................(20)
Orde reaksi total = 1 + 2= 3
.............................. (10)
b. Persamaan laju reaksi :
Dari data 1 : k = ___v_____ = ___0,02_____ = 50
............................... (20)
[X]m[Y]n (0,01)1(0,02)2
v = k[X]m[Y]n
v = 50 [X][Y]2

................................(10)
.................................(20)

Penskoran :
Skor maksimum = 100

Mengetahui
Kepala MA Muwahidun

Drs. Ngatno Haryanto

Gembong, Juli 2015


Guru Mata Pelajaran

Agus Sujadmiko, S.pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran
Kelas/Program/Semester
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi

: Kimia
: XI / IPA / I
:1
: 2 x 45 menit
: 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan
faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
Kompetensi Dasar
: 3.3. Menjelaskan kesetimbangan dan faktor-faktor yang
mempengaruhi pergeseran kesetimbangan dengan melakukan
percobaan.
Indikator
:
o Menjelaskan kesetimbangan dinamis secara logis
o Menjelaskan kesetimbangan homogen dan heterogen
o Menjelaskan tetapan kesetimbangan
I

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran melalui metode diskusi informasi selesai siswa berkompeten dalam hal :
:
o Menjelaskan kesetimbangan dinamis
o Menjelaskan kesetimbangan homogen dan heterogen
o Menjelaskan tetapan kesetimbangan

II MATERI PEMBELAJARAN
Berdasarkan sifat berlangsungnya, reaksi kimia dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Reaksi searah (Irreversibel)
Contoh :
NaOH(aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(l)
b. Reaksi dua arah (Reversibel)
Contoh :
N2 (g) + 3H2(g) 2NH3(g)
Jika reaksi dua arah berlangsung dalam ruang tertutup dan laju reaksi ke kanan sama besar dengan
laju reaksi ke kiri maka reaksi ini disebut reaksi kesetimbangan.
Pada reaksi kesetimbangan, reaksi ke kanan akan menambah produk dan mengurangi reaktan. Hal
ini membuat reaksi bergeser ke arah reaktan, sehingga produk berkurang. Kesetimbangan ini
disebut kesetimbangan dinamis.
Berdasarkan wujud zat dalam keadaan setimbang, kesetimbangan kimia dibedakan menjadi dua,
yaitu :
a. Kesetimbangan Homogen (terdapat satu macam wujud zat)
b. Kesetimbangan Heterogen (terdapat berbagai macam wujud zat)
Hukum Aksi Massa (Gulberg dan Waage) :
Dalam keadaan setimbang pada suhu tertentu, hasil kali konsentrasi produk dibagi hasil kali
konsentrasi reaktan dalam sistem kesetimbangan yang masing-masing dipangkatkan koefisiennya
mempunyai harga tetap.Hasil bagi itu disebut tetapan kesetimbangan (K).
1. Reaksi homogen
aA(g) + bB(g) cC(g) + dD(g)
Kc = [C]c[D]d
[A]a[B]b
2. Reaksi Heterogen
a. Reaksi heterogen yang menyangkut fase larutan ditentukan oleh komponen berfase larutan,
sedang fase cair dan padat dianggap tetap.
fF(aq) + gG(s) hH(l) + iI(aq)
Kc = [I]i
[F]f
b. Reaksi heterogen yang menyangkut fase gas ditentukan oleh komponen berfase gas.

xX(s) + yY (l) zZ(g)


Kc = [Z]z
III METODE PEMBELAJARAN
o Diskusi Informasi
IV LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a. Kegiatan Awal
o Guru mengabsen siswa
o Guru menanyakan tentang proses menimbang benda
o Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
b. Kegiatan Inti
o Eksplorasi
Guru menjelaskan tentang kesetimbangan dan tetapan kesetimbangan.
o Elaborasi
Guru membentuk kelompok diskusi
Guru memberi soal latihan kesetimbangan
Siswa secara berkelompok mendiskusikan jawaban soal.
Secara acak guru menunjuk salah satu siswa menuliskan jawaban soal di papan tulis.
Guru dan siswa membahas jawaban soal. Siswa yang menjawab dengan benar
mendapat penghargaan.
o Konfirmasi
Guru dan siswa membuat kesimpulan
c. Kegiatan Akhir
Guru memberi penugasan.
V ALAT/BAHAN/SUMBER PEMBELAJARAN
a. LKS
b. Buku Kimia yang relevan
VI PENILAIAN
o
Pemahaman dan Penerapan Konsep
Bentuk Instrumen : Essai
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat !
1. Jelaskan pengertian reaksi dua arahdan beri contohnya !
2. Tuliskan persamaan tetapan kesetimbangan untuk reaksi :
CO(g) + 2H2(g) CH3OH(g)
o

Kunci Jawaban :
1. Reaksi dua arah adalah reaksi yang berlangsung dari reaktan ke produk atau dari produk ke
reaktan.
Contoh : H2O(l) H2O(g)
2. Kc = [CH3OH]_
[CO][H2]2

Penskoran :
Skor maksimum tiap item = 50

Mengetahui
Kepala MA Muwahidun

Gembong, Juli 2015


Guru Mata Pelajaran

Drs. Ngatno Haryanto

Agus Sujadmiko, S.pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran
Kelas/Program/Semester
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi

: Kimia
: XI / IPA / I
: 2 s/d 3
: 4 x 45 menit
: 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan
faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
Kompetensi Dasar
: 3.3. Menjelaskan kesetimbangan dan faktor-faktor yang
mempengaruhi pergeseran kesetimbangan dengan melakukan
percobaan.
Indikator
:
o Meramalkan arah pergeseran kesetimbangan dengan menggunakan azas Le Chatelier
o Menganalisis pengaruh perubahan suhu, konsentrasi, tekanan dan volume pada pergeseran
kesetimbangan melalui percobaan.
I

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran melalui metode praktikum dan diskusi informasi selesai siswa berkompeten
dalam hal :
:
o Meramalkan arah pergeseran kesetimbangan dengan menggunakan azas Le Chatelier
o Menganalisis pengaruh perubahan suhu, konsentrasi, tekanan dan volume pada pergeseran
kesetimbangan melalui percobaan.

II MATERI PEMBELAJARAN
Azas Le Chatelier : Apabila dalam suatu kesetimbangan dilakukan aksi maka system
kesetimbangan tersebut akan mengadakan reaksi sehingga pengaruh reaksi tersebut dapat
diperkecil.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pergeseran kesetimbangan adalah :
a. Perubahan konsentrasi
Jika konsentrasi zat ditambah, kesetimbangan bergeser dari arah zat yang ditambah.
b. Perubahan volume dan tekanan
Jika volume diperbesar maka kesetimbangan bergeser ke arah zat yang jumlah koefsiennya
besar.
Jika tekanan diperbesar maka kesetimbangan bergeser ke arah zat yang jumlah koefisiennya
kecil.
c. Perubahan suhu
Jika suhu dinaikkan kesetimbangan bergeser ke arah endoterm.
d. Pengaruh katalis
Katalis digunakan untuk mempercepat tercapainya kesetimbangan,.
III METODE PEMBELAJARAN
o Praktikum
o Diskusi Informasi
IV LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a. Kegiatan Awal
o Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
b. Kegiatan Inti
o Eksplorasi
Guru menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi arah pergeseran
kesetimbangan.

Elaborasi
Siswa merancang dan melakukan praktikum
Setelah selesai siswa dalam kelompoknya masing-masing mendiskusikan dan menarik
kesimpulan dari data hasil praktikum.
o Konfirmasi
Guru dan siswa membuat kesimpulan
c. Kegiatan Akhir
o Guru memberi penugasan.
o

V ALAT/BAHAN/SUMBER PEMBELAJARAN
1. Alat dan Bahan Praktikum
2. LKS
3. Buku Kimia yang relevan
VI PENILAIAN
o Jenis Tagihan :
Laporan Tertulis
o

Aspek Psikomotorik
Bentuk Instrumen : Performans (kinerja dan sikap).
No.
Nama Siswa
Kriteria Penilaian
Inisiatif
Ketrampilan
Tanggung
jawab

Kerjasama

Penskoran :
Skor maksimum tiap kriteria = 20

Mengetahui
Kepala MA Muwahidun

Drs. Ngatno Haryanto

Gembong, Juli 2015


Guru Mata Pelajaran

Agus Sujadmiko, S.pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran
Kelas/Program/Semester
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi

: Kimia
: XI / IPA / I
: 4 s/d 7
: 8 x 45 menit
: 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan
faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
Kompetensi Dasar
: 3.4. Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dan
hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan.
Indikator
:
o Menjelaskan pengaruh pengubahan arah reaksi, penjumlahan, perkalian dengan suatu faktor
terhadap harga Kc.
o Menghitung harga Kc berdasarkan konsentrasi zat dalam kesetimbangan.
o Menghitung harga Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan
setimbang
o Menghitung harga Kc berdasarkan Kp atau sebaliknya.
I

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran melalui metode diskusi informasi selesai siswa berkompeten dalam hal :
:
o Menjelaskan pengaruh pengubahan arah reaksi, penjumlahan, perkalian dengan suatu faktor
terhadap harga Kc.
o Menghitung harga Kc berdasarkan konsentrasi zat dalam kesetimbangan.
o Menghitung harga Kp berdasarkan tekanan parsial gas pereaksi dan hasil reaksi pada keadaan
setimbang
o Menghitung harga Kc berdasarkan Kp atau sebaliknya.

II MATERI PEMBELAJARAN
Pada persamaan kesetimbangan pA + qB rC + sD tetapan keseimbangannya adalah :
Kc = [C]r[D]s
[A]p[B]q
Satuan tetapan kesetimbangan = molar (M).
Kc = M(r+s)- (p+q)
o Jika persamaan reaksi kesetimbangan dibalik, harga K c juga dibalik = 1/Kc
o Jika koefisien reaksi kesetimbangan dikalikan faktor x, harga K c baru merupakan Kc lama
dipangkatkan x
o Jika koefisien reaksi kesetimbangan dibagi faktor y, harga K c baru merupakan Kc lama diakar
pangkat y.
o Jika reaksi-reaksi dijumlahkan, harga-harga Kc dikalikan.
Kp adalah hasil kali tekanan parsial gas-gas hasil reaksi dibagi dengan hasil kali tekanan parsial
gas-gas reaktan setelah masing-masing dipangkatkan dengan koefisiennya menurut persamaan
reaksi kesetimbangan.
pA + qB rC + sD
Kc = [PC]r[PD]s
[PA]p[PB]q
Ptotal = PA + PB + PC + PD , satuan atm
Tekanan parsial gas = jumlah mol gas x tekanan total
mol total gas
Tekanan parsial setiap gas :

PA = ______a_____ x Ptotal
a + b+c+d
Kp = Kc (RT)n
Kesetimbangan disosiasi adalah kesetimbangan yang merupakan akhir penguraian suatu zat.
= jumlah mol zat terurai
jumlah mol zat awal
III METODE PEMBELAJARAN
o Diskusi Informasi

IV LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a. Kegiatan Awal
o Guru mengabsen siswa
o Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
b. Kegiatan Inti
o Eksplorasi
Guru menjelaskan tentang Kc, Kp dan disosiasi kesetimbangan.
o Elaborasi
Guru membentuk kelompok dskusi
Guru memberikan soal latihan untuk didiskusikan
Setelah selesai, guru menunjuk salah satu siswa menuliskan jawaban soal di papan
tulis.
Guru membahas jawaban soal dan memberi penghargaan kepada siswa yang
menjawab benar.
o Konfirmasi
Guru dan siswa membuat kesimpulan
c. Kegiatan Akhir
o Guru memberi penugasan.
V ALAT/BAHAN/SUMBER PEMBELAJARAN
1. LKS
2. Buku Kimia yang relevan
VI PENILAIAN
o
Pemahaman dan Penerapan Konsep
Bentuk Instrumen : Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat !
1. Jika tetapan kesetimbangan reaksi 2SO2 + O2 2SO3 adalah K, maka tetapan
kesetimbangan reaksi 2SO3 2SO2 + O2 adalah :
a. 1/K
b. K
c. 1 / K
d. K2
e. K
2. Diberikan reaksi A + B C + D. Jika satu mol A dicampur dengan satu mol B dan pada
kesetimbangan terdapat 0,2 mol A, maka tetapan kesetimbangan reaksi di atas adalah :
a. 0,4
b. 1,6
c. 4
d. 8
e. 16
3. Dalam ruang tertutup pada suhu 300 K terdapat kesetimbangan :
2SO2 + O2 2SO3. Jika harga Kc = 1,64 maka harga Kp adalah :
a. 0,033
b. 0,067c. 0,33
d. 0,67
e. 1,00
4. Sebanyak 2 mol A2B2 dimasukkan dalam suatu wadah lalu sebagian terurai menurut
reaksi : A2B2 2A + 2B. Jika pada saat setimbang terbentuk 1 mol A, maka derajat
disosiasi A2B2 sebesar :
a. 0,5
b. 0,3
c. 0,25
d. 0,2
e. 0,1
o
1. a.
o

2. e

Penskoran :
Skor tiap soal = 25

Kunci Jawaban :
3. b

d. c

Mengetahui
Kepala MA Muwahidun

Drs. Ngatno Haryanto

Gembong, Juli 2015


Guru Mata Pelajaran

Agus Sujadmiko, S.pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran
Kelas/Program/Semester
Pertemuan
Alokasi Waktu
Standar Kompetensi

: Kimia
: XI / IPA / I
:8
: 2 x 45 menit
: 3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan
faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
Kompetensi Dasar
: 3.5. Menjelaskan penerapan prinsip kesetimbangan dalam
kehidupan sehari-hari dan industri.
Indikator
:
o Menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan-bahan kimia di industri yang
didasarkan pada reaksi kesetimbangan.
I

TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran melalui metode diskusi informasi dan ceramah selesai, siswa berkompeten
dalam hal :
:
o Menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahan-bahan kimia di industri yang
didasarkan pada reaksi kesetimbangan.

II MATERI PEMBELAJARAN
Reaksi kesetimbangan banyak diterapkan dalam industri kimia pada kondisi optimum untuk
memperoleh hasil yang maksimal dalam waktu relatif singkat.
a. Pembuatan amonia (NH3) dengan proses Haber-Bosch
N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
H = -92 kJ
Kondisi optimum untuk memaksimalkan produksi adalah :
1. Memperbesar konsentrasi reaktan sehingga kesetimbangan bergeser dari arah zat yang
ditambah.
2. Memperbesar tekanan sehingga kesetimbangan bergeser ke arah zat yang jumlah
koefisiennya sedikit
3. Menurunkan suhu sehingga kesetimbangan bergeser ke arah eksoterm (ke kanan). Suhu
yang digunakan sebesar 500C.
4. Menambahkan katalis Fe dan K2O untuk mempercepat tercapainya kesetimbangan.
b. Pembuatan asam sulfat (H2SO4) dengan proses Kontak
Reaksinya :
S(s) + O2(g) SO2(g)
2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) menggunakan katalis V2O5
SO3(g) + H2SO4 pekat H2S2O7(l)
H2S2O7(l) + H2O(l) 2H2SO4(l)
Asam sulfat digunakan untuk pembuatan bahan dasar cat, plastik, aki, tekstil, zat warna,
pupuk ZA.
III METODE PEMBELAJARAN
o Ceramah
o Diskusi Informasi
IV LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

a. Kegiatan Awal
o Guru mengabsen siswa
o Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
b. Kegiatan Inti
o Eksplorasi
Guru menjelaskan tentang faktor-faktor yamg mempengaruhi pergeseran
kesetimbangan.
o Elaborasi
Guru membagi kelas menjadi 4 kelompok diskusi
Guru meminta tiap kelompok membuat dua pertanyaan
Tiap kelompok saling tukar pertanyaan dan menuliskan jawaban dari pertanyaan
kelompok lain.
Kemudian masing-masing kelompok maju menjawab pertanyaan yang diterima
sebelumnya.
o Konfirmasi
Guru dan siswa membuat kesimpulan
c. Kegiatan Akhir
o Guru memberi penugasan.
V ALAT/BAHAN/SUMBER PEMBELAJARAN
4. LKS
5. Buku Kimia yang relevan
VI PENILAIAN
o
Pemahaman dan Penerapan Konsep
Bentuk Instrumen : Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat !
1. Jika ke dalam kesetimbangan N2 + 3H2 2NH3 ditambahkan 2 mol NH3 maka :
a. kesetimbangan bergeser ke kanan
b. kesetimbangan bergeser ke kiri
c. kesetimbangan tidak bergeser
d. suhu kesetimbangan turun
e. tekanan kesetimbangan turun
2. Diketahui suatu sistem kesetimbangan :
2A2B3(g) + B2(g) 4AB2(g) H = +x kJ
Agar pergeseran kesetimbangan berlangsung ke kanan maka :
a. diberi katalis
b. tekanan ditingkatkan
c. suhu sistem dinaikkan
d. volume dikurangi
e. konsentrasi B dikurangi
o

Kunci Jawaban :
1. b
2. c

Penskoran :
Skor tiap soal = 50

Mengetahui
Kepala MA Muwahidun

Gembong, Juli 2015


Guru Mata Pelajaran

Drs. Ngatno Haryanto

Agus Sujadmiko, S.pd