Anda di halaman 1dari 8

DAFTAR PERATURAN PANAS BUMI

Law adalah sesuatu yang menjadi kendala bagi anak-anak teknik dalam
merealisasikan suatu proyek. Dalam kasus ini, saya mencoba memaparkan
law/hukum yang berkaitan dengan bisnis panas bumi di Indonesia. Dengan list ini,
diharapkan teman-teman mengetahui tentang skema bisnis panas bumi ini.
4.1. Undang-Undang Republik Indonesia
4.1.1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2007 Tentang Energi
4.1.2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2003 Tentang Panas
Bumi
4.2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
4.2.1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009 Tentang
Konservasi Energi
4.2.2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2007 Tentang
Kegiatan Usaha Panas Bumi
4.3. Peraturan, Instruksi dan Keputusan Presiden RI
4.3.1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2010 Tentang
Penugasan Kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Untuk Melakukan
Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Energi
Terbarukan, Batubara, Dan Gas
4.3.2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2010 Tentang Daftar
Bidang Usaha Yang Tertutup Dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan Di
Bidang Penanaman Modal
4.3.3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 Tentang
Kebijakan Energi Nasional
4.3.4. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2010 Tentang
Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010
4.3.5. Keputusan Presiden Selaku Ketua Dewan Energi Nasional Nomor 11 Tahun
2009 Tentang Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal Dewan Energi
Nasional
4.3.6. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2000 Tentang
Pengusahaan Sumber Daya Panas Bumi Untuk Pembangkit Tenaga Listrik
4.4. Peraturan Menteri ESDM dan Menteri Keuangan

4.4.1. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 02 Tahun 2010
Tentang Daftar Proyek-Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik
Yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara, Dan Gas Serta Transmisi Terkait
4.4.2. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 05 Tahun 2010
Tentang Pendelegasian Wewenang Pemberian Izin Usaha Di Bidang Energi Dan
Sumber Daya Mineral Dalam Rangka Pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Di
Bidang Penanaman Modal Kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
4.4.3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor : 21/PMK.011/2010 Tentang Pemberian
Fasilitas Perpajakan Dan Kepabeanan Untuk Kegiatan Pemanfaatan Sumber Energi
Terbarukan
4.4.4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 24/PMK.011/2010 Tentang Pajak
Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang Untuk Kegiatan Usaha
Hulu Eksplorasi Minyak Dan Gas Bumi Serta Kegiatan Usaha Eksplorasi Panas Bumi
Untuk Tahun Anggaran 2010
4.4.5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73/PMK.03/2010 Tentang Penunjukan
Kontraktor Kontrak Kerja Sama Pengusahaan Minyak Dan Gas Bumi Dan Kontraktor
Atau Pemegang Kuasa/Pemegang Izin Pengusahaan Sumber Daya Panas Bumi Untuk
Memungut, Menyetor, Dan Melaporkan Pajak Pertambahan Nilai Atau Pajak
Pertambahan Nilai Dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, Serta Tata Cara
Pemungutan, Penyetoran, Dan Pelaporannya
4.4.6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 06/PMK.07/2010 Tentang Alokasi Dana
Bagi Hasil Sumber Daya Alam Pertambangan Panas Bumi Tahun Anggaran 2010
4.4.7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK.02/2010 Tentang Mekanisme
Pajak Penghasilan Ditanggung Pemerintah Dan Penghitungan Penerimaan Negara
Bukan Pajak Atas Hasil Pengusahaan Sumber Daya Panas Bumi Untuk Pembangkitan
Energi/Listrik Tahun Anggaran 2010
4.4.8. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 02 Tahun 2009
Tentang Pedoman Penugasan Survei Pendahuluan Panas Bumi
4.4.9. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2009
Tentang Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Panas Bumi
4.4.10. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 32 Tahun 2009
Tentang Harga Patokan Pembelian Tenaga Listrik Oleh PT PLN (Persero) Dari
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
4.4.11. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 114/PMK.02/2009 Tentang Rekening
Panas Bumi
4.4.12. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 11 Tahun 2008
Tentang Tata Cara Penetapan Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi

4.4.13. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 14 Tahun 2008
Tentang Harga Patokan Penjualan Tenaga Listrik Dari Pembangkit Listrik Tenaga
Panas Bumi
4.4.14. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 177/PMK.011/2007 Tentang
Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Barang Untuk Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan
Gas Bumi Serta Panas Bumi
4.5. Keputusan Menteri ESDM dan Menteri Keuangan
4.5.1. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 0155
K/30/MEM/2010 Tentang Penetapan Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi Di
Daerah Rantau Dedap, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat Dan Kota Pagar
Alam Provinsi Sumatera Selatan
4.5.2. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 1557
K/30/MEM/2010 Tentang Penetapan Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi Di
Daerah Baturaden, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes,
Kabupaten Purbalingga Dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah
4.5.3. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor : 1566
K/30/MEM/2010 Tentang Penetapan Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi Di
Daerah Guci, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes Dan Kabupaten Pemalang,
Provinsi Jawa Tengah
4.5.4. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor : 0025
K/30/MEM/2009 Tentang Penetapan Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi Di
Daerah Suwawa, Kabupaten Bone Bolango Dan Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
4.5.5. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor : 0026
K/30/MEM/2009 Tentang Penetapan Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi Di
Daerah Kaldera Danau Banten, Kabupaten Serang Dan Kabupaten Pandeglang,
Provinsi Banten
4.5.6. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor : 0211
K/30/MEM/2009 Tentang Penetapan Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi Di
Daerah Gunung Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung
4.5.7. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor : 1086
K/30/MEM/2009 Tentang Penetapan Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi Di
Daerah Liki Pinangawan Muaralaboh, Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera
Barat
4.5.8. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor : 2010
K/30/MEM/2009 Tentang Penetapan Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan Panas
Bumi

4.5.9. Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor : 2478
K/30/MEM/2009 Tentang Penetapan Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi Di
Daerah Suoh Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung
4.5.10. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 209/KMK.04/1998 Tentang Perubahan
Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 766/KMK.04/1992 Tentang Tatacara
Penghitungan, Penyetoran Dan Pelaporan Bagian Pemerintah, Pajak Penghasilan,
Pajak Pertambahan Nilai Dan Pungutan-Pungutan Lainnya Atas Hasil Pengusahaan
Sumberdaya Panas Bumi Untuk Pembangkitan Energi/Listrik
4.6. Peraturan dan Surat Edaran Dirjen Bea Cukai dan Dirjen
Minerbapabum
4.6.1. Peraturan Direktur Jenderal Bea Dan Cukai Nomor P-02/BC/2008 Tentang
Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 178/PMK.011/2007
Tentang Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang Untuk
Kegiatan Usaha Eksplorasi Hulu Minyak Dan Gas Bumi Serta Panas Bumi
4.6.2. Surat Edaran Direktur Jenderal Mineral, Batubara Dan Panas Bumi Nomor
03.E/31/DJB/2009 Tentang Perizinan Pertambangan Mineral Dan Batubara Sebelum
Terbitnya Peraturan Pemerintah Sebagai Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 4
Tahun 2009
4.6.3. Surat Edaran Direktorat Jenderal Mineral, Batubara Dan Panas Bumi Nomor
1053/30/DJB/2009 Tentang Izin Usaha Pertambangan
4.6.4. Surat Edaran Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai Nomor SE-08/BC/2008
Tentang Penatausahaan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah Atas Impor
Barang Untuk Kegiatan Usaha Eksplorasi Hulu Minyak Dan Gas Bumi Serta Panas
Bumi

2
DAFTAR ISI
DAFTAR PERATURAN PANAS BUMI DI INDONESIA, 2012
Februari, 20121. PENDAHULUAN2. OVERVIEW PERKEMBANGAN BISNISPANAS BUMI
2.1. Potensi
Geothermal
Nasional danPemanfaatannya2.1.1. Pertamina GE & Enam Proyek PLTPSenilai
US$200 Juta2.1.2. Pembangkit Panas Bumi Status Juni2009 2.2. Sebagian
Wilayah Kerja Panas Bumi akanDilelang Akhir 20092.3. Penyesuaian Harga Jual Listrik
Panas Bumi2.4. Faktor Pendanaan2.4.1. Bank Dunia Akan Danai Proyek
GEPertamina2.4.2. Hibah Bank Dunia US$4 Juta2.5. Kontribusi pengusahaan PLTP
terhadap Pemda2.6. Sumber Energi Pembangkit Tenaga Listrik 2.6.1. Total potensi
energi panas bumiIndonesia2.6.2. Pemanfaatan energi panas bumi(Kondisi Saat
Ini)2.6.3. Alur proses kegiatan operasional danpengusahaan panas bumi menurut UU27/2003 dan UU
20/20022.6.4. Wilayah Kerja Pengusahaan (WKP)Pertamina2.6.5. Kerangka waktu
pengembangan panasbumi 27000 MW2.7. Permasalahan pengembangan potensi
danstrategi pemecahan2.7.1. Status 807 MW terpasang sampaidengan 20042.7.2.
Status
Power Purchase Agreement
(PPA) 1200 MW yang belumdirealisasikan2.7.3. Status potensi panas bumi 8
WKPPertamina 1700 MW2.7.4. Status potensi 2300 MW yang prospek untuk
dikembangkan2.7.5. Status pengembangan sumber daya21.000 MW dan daerahdaerah nonvulkanik 2.8. Instansi terkait dalam bisnis panas bumi(Existing)2.9.
Instansi terkait dalam bisnis panas bumi (Baru)2.10. Permasalahan Regulasi dan
Solusi2.11. Permasalahan Kelembagaan Panas Bumi danSolusi2.12. Alternatif
pengembangan kelembagaan menurutUU 27/20032.13. Penutup
3. DAFTAR PERATURAN PANAS BUMI
3.1. Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 30 Tahun 2007
Tentang Energi3.2. Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 27 Tahun 2003
Tentang PanasBumi3.3. Undang-Undang Republik Indonesia

Nomor 2 Tahun 2012


Tentang PengadaanTanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum3.4.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 14 Tahun 2012
Tentang KegiatanUsaha Penyediaan Tenaga Listrik 3.5. Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia
Nomor 9 Tahun 2012
Tentang Jenis DanTarif Atas Jenis Penerimaan Negara BukanPajak Yang Berlaku Pada
KementerianEnergi Dan Sumber Daya Mineral3.6. Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia
Nomor 70 Tahun 2010
Tentang PerubahanAtas Peraturan Pemerintah Nomor 59Tahun 2007 Tentang
Kegiatan Usaha PanasBumi3.7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 70 Tahun 2009
TentangKonservasi Energi3.8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 59 Tahun 2007
Tentang KegiatanUsaha Panas Bumi3.9. Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 48 Tahun 2011
Tentang PerubahanAtas Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun2010 Tentang Penugasan
Kepada PTPerusahaan Listrik Negara (Persero) Untuk Melakukan Percepatan
PembangunanPembangkit Tenaga Listrik YangMenggunakan Energi
Terbarukan,Batubara, Dan Gas3.10. Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 4 Tahun 2010
Tentang PenugasanKepada PT Perusahaan Listrik Negara(Persero) Untuk Melakukan
PercepatanPembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Energi
Terbarukan,Batubara, Dan Gas3.11. Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 36 Tahun 2010
Tentang DaftarBidang Usaha Yang Tertutup Dan BidangUsaha Yang Terbuka Dengan
PersyaratanDi Bidang Penanaman Modal3.12. Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 5 Tahun 2006
Tentang KebijakanEnergi Nasional

3.13. Keputusan Presiden Republik Indonesia


Nomor 76 Tahun 2000
Tentang PengusahaanSumber Daya Panas Bumi Untuk PembangkitTenaga
Listrik 3.14. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber DayaMineral
Nomor 01 Tahun 2012
TentangPerubahan Atas Peraturan Menteri Energi DanSumber Daya Mineral Nomor
15 Tahun 2010Tentang Daftar Proyek-Proyek PercepatanPembangunan Pembangkit
Tenaga Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan,Batubara Dan Gas Serta
Transmisi Terkait3.15. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor01/PMK.07/2012
Tentang Perkiraan AlokasiDana Bagi Hasil Sumber Daya AlamPertambangan Panas
Bumi Tahun Anggaran20123.16. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor03/PMK.011/2012
Tentang Tata CaraPengelolaan Dan PertanggungjawabanFasilitas Dana
Geothermal
3.17. Peraturan Menteri Keuangan

Nomor15/PMK.03/2012
Tentang Penatausahaan DanPemindahbukuan Pajak Bumi Dan BangunanSektor
Pertambangan Untuk PertambanganMinyak Bumi, Gas Bumi, Dan Panas Bumi3.18.
Peraturan Menteri Energi Dan Sumber DayaMineral
Nomor 02 Tahun 2011
TentangPenugasan Kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Untuk Melakukan
PembelianTenaga Listrik Dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Dan Harga
PatokanPembelian Tenaga Listrik Oleh PT PerusahaanListrik Negara (Persero) Dari
PembangkitListrik Tenaga Panas Bumi3.19. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor139/PMK.011/2011
Tentang Tata CaraPemberian Jaminan Kelayakan Usaha PTPerusahaan Listrik Negara
(Persero) Untuk Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Dengan Menggunakan
Energi Terbarukan,Batubara, Dan Gas Yang Dilakukan MelaluiKerja Sama Dengan
Pengembang Listrik Swasta3.20. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor178/PMK.05/2011
Tentang Tata CaraPenyediaan Dan Pencairan Dana GeothermalDari Rekening Kas
Umum Negara KeRekening Induk Dana Investasi Pada PusatInvestasi
Pemerintah3.21. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber DayaMineral
Nomor 02 Tahun 2010
TentangDaftar Proyek-Proyek PercepatanPembangunan Pembangkit Tenaga
Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan,Batubara, Dan Gas Serta Transmisi
Terkait3.22. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber DayaMineral
Nomor 05 Tahun 2010
TentangPendelegasian Wewenang Pemberian IzinUsaha Di Bidang Energi Dan
Sumber DayaMineral Dalam Rangka PelaksanaanPelayanan Terpadu Satu Pintu Di
BidangPenanaman Modal Kepada Kepala BadanKoordinasi Penanaman Modal3.23.
Peraturan Menteri Energi Dan Sumber DayaMineral
Nomor 15 Tahun 2010
TentangDaftar Proyek-Proyek PercepatanPembangunan Pembangkit Tenaga
Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan,Batubara, Dan Gas Serta Transmisi
Terkait3.24. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor :21/PMK.011/2010
Tentang PemberianFasilitas Perpajakan Dan KepabeananUntuk Kegiatan
Pemanfaatan SumberEnergi Terbarukan3.25. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor73/PMK.03/2010
Tentang PenunjukanKontraktor Kontrak Kerja SamaPengusahaan Minyak Dan Gas
Bumi DanKontraktor Atau Pemegang Kuasa/ Pemegang Izin Pengusahaan Sumber
DayaPanas Bumi Untuk Memungut, Menyetor,Dan Melaporkan Pajak Pertambahan
NilaiAtau Pajak Pertambahan Nilai Dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, Serta
TataCara Pemungutan, Penyetoran, DanPelaporannya3.26. Peraturan Menteri Energi
Dan Sumber DayaMineral
Nomor 02 Tahun 2009
TentangPedoman Penugasan Survei PendahuluanPanas Bumi3.27. Peraturan Menteri
Energi Dan Sumber DayaMineral
Nomor 11 Tahun 2009
TentangPedoman Penyelenggaraan Kegiatan UsahaPanas Bumi3.28. Peraturan
Menteri Keuangan
Nomor114/PMK.02/2009
Tentang RekeningPanas Bumi3.29. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber
DayaMineral

Nomor 11 Tahun 2008


TentangTata Cara Penetapan Wilayah KerjaPertambangan Panas Bumi3.30.
Peraturan Menteri Energi Dan Sumber DayaMineral
Nomor 14 Tahun 2008
TentangHarga Patokan Penjualan Tenaga Listrik Dari Pembangkit Listrik Tenaga
PanasBumi3.31. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor177/PMK.011/2007
Tentang PembebasanBea Masuk Atas Impor Barang Untuk Kegiatan Usaha Hulu
Minyak Dan GasBumi Serta Panas Bumi