Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Mengingat profesi perawat gigi merupakan tugas mulia
yang tidak terlepas dari fungsi kemanusiaan dalam bidang
kesehatan, maka perlu memiliki suatu kode etik yang dijiwai
oleh nilai nilai Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
Seorang perawat gigi dalam menjalankan profesinya
perlu membawa diri dalam sikap dan tindakan yang terpuji.
Baik dalam hubungannya terhadap penderita, masyarakat,
teman sejawat, maupun profesinya.
Dengan Rachmat Tuhan Yang Maha Esa serta didorong
keinginan luhur untuk mewujudkan martabat, wibawa dan
kehormatan profesi perawat gigi, maka Perawat Gigi yang
bergabung dalam wadah Persatuan Perawat Gigi Indonesia (
PPGI ) dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab
merumuskan Kode Etik Perawat Gigi Indonesia yang wajib
dihayati, ditaati dan diamalkan oleh setiap Perawat Gigi
yang menjalankan profesinya di wilayah hukum Indonesia.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari perawat gigi ?
2. Apa pengertian dari kode etik ?
3. Apa pengertian dari kode etik perawat gigi Indonesia ?
4. Apa saja kode etik perawat gigi indonesia ?
C. TUJUAN
1. Mengetahui
2. Mengetahui
3. Mengetahui
4. Mengetahui

pengertian perawat gigi


pengertian kode etik
pengertian kode etik perawat gigi Indonesia
kode etik perawat gigi Indonesia dan

melaksanakannya
1

5. Mengetahui kode etik perawat gigi Indonesia serta


kekurangan dan kelebihannya.
6. Melindungi masyarakat dari praktek-praktek yang tidak
sesuai dengan standar profesi.
7. Melindungi tenaga kesehatan dari tuntutan masyarakat
yang tidak wajar.
8. Sebagai pedoman dalam pengawasan pelaksanaan
pelayanan kesehatan dan pembinaan serta peningkatan
mutu pelayanan.
9. Sebagai pedoman menjalankan pelayanan kesehatan yang
efektif dan efisien

BAB II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN PERAWAT GIGI
Perawat gigi merupakan salah satu jenis tenaga
kesehatan dalam kelompok keperawatan yang dalam
menjalankan tugas profesinya harus berdasarkan Standar
Profesi (SK Menkes Nomor 1035 Tahun 1998).
Pengertian dari profesi sendiri menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bidang pekerjaan yang
dilandasi pendidikan keahlian tertentu
(ketrampilan,kejujuran,dan sebagainya).

2. PENGERTIAN KODE ETIK

Setiap pekerjaan yang tergolong ke dalam suatu


profesi harus memenuhi beberapa persyaratan, salah
satunya adalah memiliki kode etik sebagai acuan dalam
melaksanakan tugas dan fungsinya.
Kode etik merupakan sistem norma, nilai dan aturan
profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa
yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak
baik bagi profesional. Kode etik juga menyatakan perbuatan
apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus
dilakukan dan apa yang harus dihindari. Kode etik suatu
profesi merupakan ketentuan perilaku yang harus dipatuhi
oleh setiap mereka yang menjalankan profesi seperti
dokter, perawat, perawat gigi dan profesi lainnya.
3. PENGERTIAN KODE ETIK PERAWAT GIGI
Perawat gigi yang merupakan suatu profesi bidang
keperawatan gigi juga memiliki kode etik. Dengan adanya
kode etik ini diharapkan dapat memberikan pedoman bagi
tiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas,
dimana pelaksana profesi (perawat gigi) mampu
mengetahui suatu hal yang boleh dilakukan dan yang tidak
boleh dilakukan.
Disamping itu kode etik juga merupakan sarana
kontrol bagi masyarakat maupun profesi yang
bersangkutan, serta mencegah campur tangan pihak diluar

organisasi profesi tentang hubungan etika dalam


keanggotaan profesi.
Kode etik disusun oleh organisasi profesi. Organisasi
profesi merupakan suatu wadah/tempat para anggota
profesi tersebut menggabungkan diri dan mendapat
perlindungan. Di Indonesia, organisasi profesi bidang
keperawatan gigi adalah Persatuan Perawat Gigi
Indonesia(PPGI). Sebagai seorang perawat gigi kita wajib
menghayati, mentaati dan mengamalkan apa yang sudah
tertera didalam kode etik diwilayah hukum Indonesia.
Kewajiban-kewajiban sebagai seorang perawat gigi
senantiasa harus dilakukan dengan semaksimal mungkin,
baik itu kewajiban umum dalam memberikan pelayanan
asuhan kesehatan gigi dan mulut, agama, hukum,
kewajiban terhadap masyarakat, kewajiban terhadap diri
sendiri, bahkan kewajiban terhadap rekan sejawat.
4. KODE ETIK PERAWAT GIGI INDONESIA
4.1
KEWAJIBAN UMUM
a. Pasal 1
Setiap Perawat Gigi Indonesia harus senantiasa
menjalankan profesinya secara optimal.
b. Pasal 2
Setiap Perawat Gigi Indonesia wajib menjunjung tinggi
norma-norma hidup yang luhur.
c. Pasal 3
Dalam menjalankan profesi, setiap Perawat Gigi
Indonesia tidak dibenarkan melakukan perbuatan yang
bertentangan dengan Kode Etik.

d. Pasal 4
Setiap Perawat Gigi Indonesia harus memberikan
kesan dan keterangan atau pendapat yang dapat
dipertanggung jawabkan.
e. Pasal 5
Setiap Perawat Gigi Indonesia agar menjalin kerja
sama yang baik dengan tenaga kesehatan lainnya.
f. Pasal 6
Setiap Perawat Gigi Indonesia wajib bertindak sebagai
motivator dan pendidik masyarakat.
g. Pasal 7
Setiap Perawat Gigi Indonesia wajib berupaya
meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat dalam
bidang promotif, preventive dan kuratif sederhana.
4.2
KEWAJIBAN PERAWAT GIGI DALAM MASYARAKAT
a. Pasal 8
Dalam menjalankan profesinya, setiap Perawat Gigi
Indonesia wajib memberikan pelayanan yang sebaik
mungkin kepada individu masyarakat.
b. Pasal 9
Dalam hal ini ketidakmampuan dan diluar kewenangan
Perawat Gigi Indonesia berkewajiban merujuk kasus yang
ditemukan kepada tenanga yang lebih ahli.
c. Pasal 10
Setiap Perawat Gigi Indonesia wajib merahasiakan
segala sesuatu yang ia ketahui tentang kliennya.
d. Pasal 11
Setiap Perawat gigi indonesia wajib memberikan
pertolongan darurat dalam batas-batas kemampuan,
sebagai suatu tugas perikemanusiaan, kecuali pada waktu

itu ada orang lain yang lebih mampu memberikan


pertolongan.
4.3
KEWAJIBAN PERAWAT GIGI DALAM TEMAN SEJAWAT
a. Pasal 12
Setiap Perawat Gigi Indonesia harus memperlakukan
teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri diperlukan.
4.4
KEWAJIBAN PERAWAT GIGI DALAM DIRI SENDIRI
a. Pasal 13
Setiap Perawat Gigi Indonesia wajib mempertahankan
dan meningkatkan martabat dirinya.
b. Pasal 14
Setiap Perawat Gigi Indonesia wajib mengikuti secara
aktif perkembangan pengetahuan dan teknologi.
c. Pasal 15
Setiap Perawat Gigi Indonesia harus memelihara
kesehatannnya supaya dapat bekerja dengan baik.
5. PENJELASAN KODE ETIK PERAWAT GIGI INDONESIA
5.1 Kewajiban Umum
A. Pasal 1
Setiap Perawat Gigi Indonesia harus senantiasa
menjalankan profesinya secara optimal.
Perawat gigi melakukan pekerjaannya sesuai dengan
pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut, etika umum,
etika kesehatan gigi, hukum dan agama. Pengetahuan dan
ketrampilan dalam bidang kesehatan gigi dan mulut perlu
dipelihara dan ditingkatkan sesuai dengan kompetensi

perawat gigi, etika umum dan etika kesehatan gigi dan


mulut dilakukan dalam rangka member pelayanan terbaik
pada pasien.
Sebagai contoh seorang perawat gigi dalam
memberikan pelayanan kesehatannya perlu memperhatikan
prinsip etika dan pengetahuan yang didapat supaya
mendapat hasil yang maksimal.
B. Pasal 2
Setiap Perawat Gigi Indonesia wajib menjunjung tinggi
norma-norma hidup yang luhur.
Seorang perawat gigi dalam menjalankan profesinya
harus membawa diri dalam sikap yang terpuji. Baik dalam
hubungannya terhadap pasien, masyarakat, teman sejawat
maupun profesinya. Dalam menjalankan tugasnya, perawat
gigi harus mematuhi norma-norma luhur yang berlaku di
daerah dimana ia menjalankan tugas sebagai perawat gigi.
Oleh karena itu Perawat gigi Indonesia berkewajiban
untuk menjaga tingkah laku, tutur kata serta sikapnya agar
selalu seimbang dengan martabat jabatan Perawat Gigi
sebagai salah satu tenaga kesehatan gigi.
Masyarakat memandang perawat gigi yang terampil
adalah perawat gigi yang menjunjung tinggi norma hidup
yang luhur baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam
menjalankan profesinya. Karena Masyarakat menilai
seorang perawat gigi tidak hanya berdasarkan kemampuan
7

dalam memberikan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan


mulut kepada masyarakat, tetapi juga berdasarkan cara
dan sikap hidupnya dalam masyarakat.
C. Pasal 3
Dalam menjalankan profesi, setiap Perawat Gigi Indonesia
tidak dibenarkan melakukan perbuatan yang bertentangan
dengan Kode Etik.
Dalam hal ini sebagai seorang perawat yang
profesional harus bekerja berdasarkan kode etik yang telah
diatur dan disepakati. Apabila ada pelanggaran yang
dilakukan dalam proses perawatan maka akan diberi sanksi
yang telah dimuat dalam kode etik profesi perawat gigi.
Contoh: apabila seorang perawat gigi membuka praktik
tanpa lisensi maka akan diberi peringatan dan jika hal itu
terus berlanjut maka akan dikeluarkan dari organisasi
profesi.

D. Pasal 4
Setiap Perawat Gigi Indonesia harus memberikan kesan
dan keterangan atau pendapat yang dapat dipertanggung
jawabkan.
Yang dimaksud dalam pasal 4 itu adalah bahwa setiap
perawat gigi harus mampu mempertanggungjawabkan

tentang apa yang telah disampaikan kepada pasien.


Misalnya dalam hal melakukan tindakan scaling pada
pasien, apa saja langkah-langkah yang akan dilakukan dan
dihadapi oleh pasien, seberapa besar kemungkinan
perawatan akan berhasil dan bahkan resiko seperti apa
yang akan dihadapi ketika pasien melakukan tindakan
scaling.
Kemudian perawat gigi juga berwenang dalam hal
mempertanggung jawabkan rekam medis pasien dan harus
sesuai dengan keadaan pasien yang sebenarnya terjadi
pada diri pasien itu sendiri, bahkan ketika terjadi kesalahan
dalam melakukan tindakan pelayanan kesehatan terhadap
diri pasien sang perawat akan mempertanggunjawabkan
nya ataupun mempertanggunggugatkan.
E. Pasal 5
Setiap perawat gigi Indonesia agar menjalin kerja sama
yang baik dengan tenaga kesehatan lainnya.
Perawat gigi harus dapat menjalin kerjasama dengan
pelaksana tenaga kesehatan menyeluruh seperti dokter
gigi, dokter umum, bidan, perawat umum, ahli gizi maupun
penyuluh kesehatan masyarakat agar terjalin hubungan
yang baik, harmonis dan saling menghargai. Hubungan
kerjasama yang baik dapat mendukung terjalinnya
kolaborasi perawat gigi dengan tenaga kesehatan yang lain

sehingga dapat melakukan asuhan pelayanan kesehatan


dengan terapeutik.

F. Pasal 6
Setiap perawat gigi Indonesia wajib bertindak sebagai
motivator dan pendidik masyarakat.
Perawat bertindak sebagai motivator bertujuan untuk
memberi suatu motivasi/semangat dalam hal kesehatan
gigi dan mulut pasien. Hal ini diterapkan karena motivasi
merupakan suatu pencegahan primer.
G. Pasal 7
Setiap perawat gigi Indonesia wajib berupaya
meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat dalam
bidang promotif, preventif, dan kuratif sederhana.
Perawat gigi Indonesia dalam rangka meningkatkan
kesehatan gigi dan mulut diwajibkan untuk melakukan
usaha baik secara pencegahan, promotif, maupun tindakan
kuratif sederhana. Peran perawat gigi dalam upaya promotif
dan preventif dilakukan untuk mencegah timbulnya
penyakit gigi dan mulut, upaya ini dilakukan sebagai
rencana berjangka guna menekan angka terjadinya
penyakit gigi dan mulut dalam masyarakat, sedangkan
peran perawat gigi dalam upaya kuratif sederhana adalah
dengan memberikan tindakan yang bersifat kuratif yakni
10

disaat penyakit gigi dan mulut sudah menjangkiti


seseorang, namun tindakan kuratif yang diberikan adalah
sederhana, tidak melebihi batas wewenang yang dimiliki
oleh seorang perawat gigi sesuai SOP.

5.2 Kewajiban Perawat Gigi Terhadap Masyarakat


A. Pasal 8
Dalam melaksanakan profesinya, setiap Perawat Gigi
Indonesia wajib memberikan pelayanan yang sebaik
mungkin kepada individu masyarakat.
Perawat gigi juga termasuk tenaga kesehatan yang di
didik dan nantinya juga bekerja untuk masyarakat luas. Jadi
sudah seharusnya menjadi kewajiban untuk perawat gigi
memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada individu
masyarakat.
Selain itu perawat gigi juga wajib untuk
memperhatikan dan mendapat persetujuan apa yang akan
dilakukan terhadap pasien. Jika tidak, perawatan tidak
mungkin bisa diteruskan. Jika iya, harus laksanakan
semaksimal mungkin. Dengan adanya prosedur seperti ini,
tidak mendapat kesan kalau pasien tidak tahu apa yang
dilakukan perawat terhadapnya, walaupun si perawat sudah
menjelaskan tentang indikasi yang sesuai dengan keadaan
11

penderitanya, tapi pasien lah yang sepenuhnya


menentukan akan dilakukan tindakan atau tidak.

B. Pasal 9
Dalam hal ini ketidakmampuan dan diluar kewenangan
Perawat Gigi Indonesia berkewajiban merujuk kasus yang
ditemukan kepada tenaga yang lebih ahli.
Setuju, karena apabila seorang perawat gigi tidak
dapat menangani sebuah kasus, dikarenakan hal tersebut
bukan kompetensinya, maka ia harus merujuknya ke tenaga
medis yang lebih ahli atau berkompeten dalam bidangnya
misalnya ke dokter gigi atau dokter gigi spesialis.
C.Pasal 10
Setiap Perawat Gigi Indonesia wajib merahasiakan segala
sesuatu yang ia ketahui tentang kliennya.
Setuju, hal tersebut merupakan hal yang sangat
sensitive bagi pasien. Ketidaknyamanan si pasien, merasa
rendah diri, minder, atau lingkungan sosialisasinya akibat
rahasia medis yang tidak dijaga dapat menurunkan
semangat untuk sembuh karena pasien tersebut sudah
tidak nyaman dengan lingkungannya.
Namun, jika harus dirahasiakan kepada keluarganya,
nampaknya kurang setuju. Karena keluarga adalah orang
terdekat pasien sehingga diharapkan mereka bisa
12

membantu dalam proses penyembuhan, seperti


memberikan semangat, mengupayakan pelayanan yang
lebih baik, dan sebagai wujud kasih sayang terhadap
pasien.
D. Pasal 11
Setiap Perawat gigi indonesia wajib memberikan
pertolongan darurat dalam batas-batas kemampuan,
sebagai suatu tugas perikemanusiaan, kecuali pada waktu
itu ada orang lain yang lebih mampu memberikan
pertolongan.
Pasal tersebut menjelaskan kewajiban perawat gigi
terhadap masyarakat. Dalam keadaan darurat seorang
Perawat Gigi wajib memberikan pertolongan kepada
siapapun yang membutuhkan dan apapun yang
dideritanya. Pertolongan yang diberikan tentu dalam batasbatas tindakan keterampilan, keahlian dan pengetahuan
yang dimilikinya.
Walaupun sangat terbatas, namun tetap harus
mengerjakan segala sesuatu dalam upaya menyelamatkan
seseorang. Pertolongan harus diberikan apabila tidak ada
orang lain yang mampu memberikan.
Kami sependapat, karena bagaimanapun juga kita
sebagai tenaga kesehatan harus siap dan sigap dalam
melayani masyarakat dalam kondisi apapun dan kapanpun.
Namun memang perlu diperhatikan sejauh mana

13

kemampuan yang kita miliki agar tidak terjadi kesalah yang


tidak diinginkan. Sebaiknya jangan menangani kasus di luar
kompetensi kita sebagai perawat gigi, lakukan pertolongan
sederhana sesuai kompetensi kita, kemudian rujuk pada
orang yang lebih mampu menangani kasus tersebut,
misalnya dokter gigi. Jangan sampai kita melakukan
kesalahan yang dapat berakibat fatal dan merugikan
pasien, alih alih bertujuan menolong tapi yang terjadi
malah membahayakan pasien.
5.3 Kewajiban Perawat Gigi Terhadap Teman Sejawatnya.
A. Pasal 12
Setiap Perawat Gigi Indonesia harus memperlakukan
teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri diperlakukan.
Sesama Perawat Gigi sebaiknya tidak merasa lebih
tinggi dari rekan kerjanya. Hal ini dikarenakan untuk
menciptakan proses kerja yang, adil serta tidak
menimbulkan kesenjangan. Selain itu, bertujuan untuk
membentuk lingkungan kerja yang nyaman, sehingga
kinerja yang dihasilkan pun optimal.
Dalam usaha menciptakan suasanan kerja yang
diinginkan, tentunya tidak terlepas dari andil organisasi
profesi yang menaungi. Pengetahuan yang dimiliki
hendknya dibagikan kepada sesama perawat gigi. Untuk
memudahkan adanya sharing pengalaman antar sesama
perawat gigi, alangkah baiknya jika setiap perawat gigi
14

menjadi anggota dari organisasi Persatuan Perawat Gigi


Indonesia. Bisa juga aktif untuk mengikuti pertemuan yang
diselenggarakan oleh PPGI, sehingga feel kerjasama dan
penerimaan dalam sebuah komunitas itu ada.
Forum antar perawat gigi juga dapat memfasilitasi
dalam pencarian solusi atas kesalahpahaman yang timbul
antar sesama perawat gigi. Selain itu dapat dijadikan
sebagai sarana curah pendapat tentang isu-isu teraktual
dalam dunia kedokteran gigi.
5.4 Kewajiban Perawat Gigi Terhadap Diri Sendiri
A. Pasal 13
Setiap perawat gigi Indonesia wajib mempertahankan dan
meningkatkan martabat dirinya.
Meningkatkan martabat dirinya, berarti bahwa perawat
gigi wajib bekerja secara teleti dan hendaknya selalu
berusaha mawas diri untuk meningkatkan citra perawat gigi
di masyarakat.
B. Pasal 14
Setiap Perawat Gigi Indonesia wajib mengikuti secara aktif
perkembangan pengetahuan dan teknologi.
Kami setuju dengan pasal 14 karena bagaimanapun
ilmu pengetahuan itu terus berkembang seimbang dengan
kemajuan zaman. Oleh sebab itu, sebagai seorang perawat
gigi tentunya kita juga harus aktif mengikuti perkembangan
15

tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan pasien dengan


ilmu ilmu baru yang lebih memadai.
Dapat kita lihat pada realitanya dilapangan, asuhan
keperawatan yang dilakukan masih bersifat manual dan
konvensional, belum disertai dengan sistem/perangkat
tekhnolgi yang memadai. Contohnya dalam hal
pendokumentasian asuhan keperawatan masih manual,
sehingga perawat mempunyai potensi yang besar terhadap
proses terjadinya kelalaian dalam praktek. Dengan adanya
perkembangan teknologi, maka sangat dimungkinkan bagi
perawat untuk memiliki sistem pendokumentasian asuhan
keperawatan yang lebih baik.
C. Pasal 15
Setiap Perawat Gigi Indonesia harus memelihara
kesehatannnya supaya dapat bekerja dengan baik.
Dalam pasal 15 disebutkan bahwa setiap perawat gigi
di Indonesia harus memeliharanya kesehatannya, kita
sebagai calon perawat gigi harusnya memberikan contoh
yang baik kepada masyarakat tentang bagaimana caranya
memelihara kesehatan, terutama kesehatan gigi dan mulut.
Seperti memeriksakan gigi minimal 6 bulan sekali,
menggosok gigi minimal 2 kali sehari (setelah sarapan dan
sebelum tidur). Dan menjaga kebersihan dirinya serta
lingkungan sekitarnya, dan memperhatikan syarat-syarat

16

pencegahan antara lain dengan imunisasi, mencuci tangan,


memakai masker dan sarung tangan.
Tapi dalam realitanya di Indonesia masih sering
ditemui perawat gigi yang tidak memperhatikan syaratsyarat kesehatan.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN

17

Kode Etik Perawat Gigi Indonesia yang menjadi


landasan kehidupan dan landasan dalam melaksanakan 2
tahun, melainkan jiwa dan perbuatannya untuk segala
zaman, serta untuk setiap insan yang selalu
mengumandangkan.
apa yang tidak kau inginkan, orang lain berbuat
terhadapmu,
jangan berbuat itu terhadap orang lain
Oleh karena itu setiap Perawat Gigi Indonesia harus
menjaga nama baik dengan ilmu, moral dan etika.
Seseorang atau beberapa orang berbuat salah, seluruh
Perawat Gigi terbawa dalam kesalahan itu ataupun
mendapat nama tidak baik, seperti peribahasa :
karena nila setitik, rusak susu sebelanga
Keberhasilan penghayatan dan pengamalan Kode Etik
Perawat Gigi Indonesia bergabung dari Etika, serta
partisipasi dari seluruh Perawat Gigi Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
18

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 378/Menkes/Sk/Iii/2007


Tentang Standar Profesi Perawat Gigi
http://prasxo.wordpress.com/2011/02/17/definisi-perawat-gigi/ diunduh melalui Google
Chrome 03/08/2016
http://www.pdgi.or.id/assets/files/2010/Kepmenkes.pdf
diunduh melalui Mozzila
Firework Standar Profesi Perawat Gigi tanggal 03/08/2016.
http://mohtar.staff.uns.ac.id/files/2009/03/kode-etik.pdf diunduh di unduh melalui
Mozzila Firework Profesi,Kode Etik,dan Profesionalisme tanggal 03/08/2016

19