Anda di halaman 1dari 25

POLA OPERASIONAL DPJP

No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

1/1

RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari
Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
Tata cara penulisan dan pemberian cap stempel dalam
pengisian formulir DPJP yang terdapat dalam status
pasien.
Agar pengelolaan asuhan medis pasien oleh DPJP
terlaksana dengan baik sesuai standar pelayanan dan
keselamatan pasien.
Adanya pedoman dalam penyelanggaran DPJP di
lingkungan RSUD Hadji Boejasin.
1.Setiap dokter yang merawat pasien DPJP harus mengisi
formulir yang berada dalam status pasien.
2.DPJP juga harus membutuhkan identitas jelas (nama
dan tanda tangan) serta memberi stempel DPJP
dilembar status pasien pada formal/lembar visite
dokter tersebut.
3.Jika diperlukan alih rawat ke dokter lain maka harus
membutuhkan stempel DPJP peralihan dan diisi secara
lengkap dan jelas.
4.Jika ada pasien yang memerlukan Rawat bersama
(lihat SPO Bersama) maka DPJP tersebut membutuhkan
stempel Rawat Bersama.
5.Semua stempel mengenai stempel DPJP diletakkan
pada lembar status pasien pada format/lembar visite
dokter.
1.Komite Medik.
2.Instalasi Rawat Inap.
3.Unit terkait.
4.Rekam Medis.

PROSEDUR RAWAT BERSAMA DPJP


No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

1/1

RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari
Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
Rawat bersama adalah pasien dengan lebih dari satu
diagnosis penyakit ditangani oleh satu atau lebih dokter
sesuai dengan keahliannya dan ditunjuk satu orang DPJP.
Sebagai Acuan tenaga medis RSUD Hadji Boejasin
Pelaihari dalam melaksanakan tugasnya.
Adanya peraturan tertulis tentang prosedur rawat
bersama antar DPJP dilingkungan RSUD Hadji Boejasin
Pelaihari.
1. Dokter
Penanggung
Jawab
Pelayanan
(DPJP)
memeriksa pasien di ruang Inap.
2. DPJP menemukan penyakit diluar bidang keahliannya.
3. DPJP memberitahukan hal tersebut kepada pasien
bahwa memerlukan dokter yang mempunyai keahlian
di bidang tersebut, selanjutnya meminta persetujuan
dari pasien tentang hal tersebut.
4. Apabila pasien setuju atas hal tersebut DPJP pertama
mengkonsulkan kepada dokter (DPJP) yang diperlukan
untuk menangani pasien tersebut.
5. Setelah adanya persetujuan antara DPJP maka akan
membentuk tim untuk menangani penyakit tersebut,
dari tim tersebut menunjuk satu DPJP Utama untuk
pasien tersebut, keputusan itu atas persetujuan
bersama (Ketua Tim).
6. Ketua Tim (DPJP) memberi cap stempel Rawat bersama
pada pasien tersebut.

UNIT TERKAIT

1. Komite Medik RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.


2. Dokter Penangggung Jawab Pelayanan (DPJP)
3. Ka. Instalasi Rawat Inap.

TUGAS DAN KEWAJIBAN DOKTER PENANGGUNG


JAWAB PELAYANAN (DPJP)
No. Dokumen :
RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari

No. Revisi :

Halaman :

1/1

Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
Tugas dan kewajiban DPJP memberikan informasi kepada
pasien/keluarganya tentang rencana pengobatan dan
perawatannya.
Agar pengelolaan asuhan medis pasien oleh DPJP
terlaksana dengan baik sesuai standar pelayanan dan
keselamatan pasien.
Adanya peraturan tertulis tentang Tugas dan Kewajiban
DPJP dilingkungan RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.
1.Tugas DPJP adalah mengelola rangkaian asuhan medis
sesuai bidang kompetensinya.
2.DPJP wajib membuat diagnosis, merencanakan dan
memberikan terapi, melaksanakan tindak lanjut dan
rehabilitasi, serta memberikan informasi tentang hal
tersebut
kepada
pasien/keluarganya
sebagai
pemenuhan hak pasien.
3.DPJP wajib memberikan penjelasan secara jelas kepada
pasien dan keluarga tentang rencana dan hasil
pelayanan, pengobatan atau prosedur untuk pasien
termasuk kejadian yang diharapkan dan yang tidak
diharapkan.
4.DPJP wajib memberikan pendidikan/edukasi kepada
pasien tentang kewajiban terhadap rumah sakit dan
bila diperlukan dibantu oleh perawat/staf administrasi.
5.Pemberian pendidikan/edukasi harus dicatat dalam

UNIT TERKAIT

rekam medis, bahwa


penjelasan
1.Komite Medik.
2.Kabid Pelayanan.
3.Instalasi Rawat Inap.
4.Rekam Medis

DPJP

telah

memberikan

HAK DAN KEWAJIBAN STAF MEDIS


No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

1/2

RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari
Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
Setiap staf medis mempunyai hak dan kewajiban
terhadap pasien dan rumah sakit.
Adanya kebijaksanaan tertulis yang mengatur hak dan
kewajiban dokter/staf medik Rumah Sakit selaku DPJP.
Buku pedoman dan penyelengaraan DPJP di RSUD Hadji
Boejasin Pelaihari.
Hak Dokter Rumah Sakit
1. Dokter berhak mendapatkan perlindungan hukum
dalam melaksanakan tugas sesuai profesinya.
2. Dokter berhak untuk bekerja menurut standar profesi
serta berdasarkan hak otonomi. (Seorang dokter,
Walaupun ia berstatus hokum sebagai karyawan
rumah sakit, namun pemilik atau direksi rumah sakit
tidak dapat memerintahkan untuk melakukan sesuatu
tindakan yang menyimpang dari standar profesi atau
keyakinannya).
3. Dokter berhak untuk menolak keinginan pasien yang
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,
profesi dan etika.
4. Dokter
berhak
untuk
menghentikan
jasa
profesionalnya kepada pasien, apabila misalnya

hubungan dengan pasien sudah berkembang sudah


begitu buruk sehingga kerjasama yang baik tidak
mungkin diteruskan lagi, kecuali untuk pasien gawat
darurat dan wajib menyerahkan pasien kepada dokter
lain.
5. Doter berhak atas privacy (berhak menuntut apabila
nama baiknya dicemarkan oleh pasien dengan ucapan
atau tindakan yang melecehkan atau memalukan.

HAK DAN KEWAJIBAN STAF MEDIS


No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

2/2

RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari
Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PROSEDUR

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
6. Dokter berhak atas informasi atau pemberitahuan
pertama dalam mengahadapi pasien yang tidak puas
terhadap pelayanannya.
7. Dokter berhak untuk diperlakukan adil dan jujur, baik
oleh rumah sakit maupun pasien.
8. Dokter berhak untuk mendapatkan imbalan atau jasa
profesi yang diberikannya berdasarkan perjanjian dan
atau ketentuan/peraturan yang berlaku di rumah sakit
tersebut.
Kewajiban Dokter Rumah Sakit
1. Dokter Wajib mematuhi peraturan Rumah Sakit sesuai
dengan hubungan hokum antara dokter dan rumah
sakit
2. Dokter berhak memberikan pelayanan medis sesuai
dengan standar profesi dan menghormati hak-hak
pasien.
3. Dokter berhak merujuk pasien ke dokter lain/Rumah
Sakit lain yang apabila sudah tidak memungkinkan

UNIT TERKAIT

keadaan pasiennya.
1. Komite Medik.
2. Seluruh Staf Medis Fungsional

DOKTER PENANGGUNG JAWAB PELAYANAN (DPJP)


No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

1/3

RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari
Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
Dokter yang bertanggung jawab atas pengelolaan asuhan
medis seorang pasien.
Adanya Pengelola asuhan medis pasien oleh DPJP
terlaksana dengan baik sesuai standar pelayanan dan
kesehatan pasien.
Stiap pasien yang dirawat atau berobat dirumah sakit
harus memiliki DPJP baik perorangan maupun rawat
bersama.

PROSEDUR

1. Tugas DPJP :
a. Mengelola Asuhan Medis (paket) seorang pasien
sesuai standar pelayanan medis yang meliputi :
anamnesis,
pemeriksaan
fisik,
pemeriksaan
penunjang selanjutnya perencanaan pemberian
terapi, tindak lanjut/follow up (evaluasi asuhan
medis) sampai rehabilitasi.
b. Melakukan konsultasi dengan disiplin terkait lain
untuk meminta pendapat atau perawatan bersama.
c. Membuat rencana pelayanan dalam berkas medis
yang memuat segala aspek asuhan medis yang
akan dilakukan termasuk pemeriksaan konsultasi,
rehabilitasi pasien dan sebagainya.
d. Memberikan penjelasan secara jelas kepada pasien
dan keluarga tentang rencana dan hasil pelayanan,
pengobatan atau prosedur untuk pasien termasuk
kejadian yang tidak diharapkan.
e. Memberikan pendidikan/edukasi kepada pasien
tentang kewajiban terhadap rumah sakit dan bila
diperlukan dibantu oleh staf medis/perawat/staf
administrasi
f. Pemberian pendidikan/edukasi harus dicatat dalam
rekam medis, bahwa DPJP telah memberikan
penjelasan.

DOKTER PENANGGUNG JAWAB PELAYANAN (DPJP)


No. Dokumen :
RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari

No. Revisi :

Halaman :

2/3

Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PROSEDUR

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
2. Pola Operasional DPJP Rawat Bersama :
a. Cakupan pelayanan DPJP Rawat Bersama.
Seorang DPJP hanya memberikan pelayanan
dibidang kompetensi dan keahliannya saja. Bila

ditemukan penyakit yang memerlukan disiplin


profesi lain harus dikonsultasikan dan ditunjuk DPJP
tambahan sesuai dengan kebutuhan.
b. Dalam hal perawatan oleh lebih dari satu DPJP, harus
ditentukan DPJP Utama sebagai koordinator.
c. Dalam hal rawat bersama lebih dari 2 (dua) DPJP
harus ada pertemuan bersama para DPJP minimal 1
kali.
d. DPJP utama/koordinator adalah :
1) DPJP utama/koordinator yaitu dokter yang
menangani penyakit yang dinilai terberat dan
mengancam nyawa serta pengolahan paling
komplek.
2) Pada kondisi tertentu dan harus kesepakatan
bersama antar DPJP dan atau atas keinginan
pasien, DPJP utama/koordinator dapat dipegang
oleh
dokter
yang
pertama
kali
memeriksa/menerima atau DPJP lain yang diminta
pasien.
3) Pada kasus sulit atau kasus luar biasa, DPJP
utama/koordinator dapat ditentukan oleh Direktur
Rumah Sakit/ Ketua Komite Medik setelah melalui
rapat Komite Medik.
e. DPJP
utama/koordinator
harus
memberikan
penjelasan mengenai kewajiban pasien yaitu :
1) Pasien dan keluarga wajib memberi informasi
yang jelas, benar dan jujur tentang penyakit dan
kondisi lain.
2) Pasien dan keluarganya wajib mengetahui
kewajiban dan tanggung jawabnya.
DOKTER PENANGGUNG JAWAB PELAYANAN (DPJP)
No. Dokumen :

RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

No. Revisi :

Halaman :

3/3

Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
3) Pasien dan keluarganya wajib mengajukan
pertanyaan
untuk
hal-hal
yang
tidak
dimengerti.
4) Pasien dan keluarganya wajib memahami dan
menerima konsekuensi pelayanan.
5) Pasien dan keluarganya wajib mengikuti
instruksi dan menghormati peraturan rumah
sakit.
6) Pasien dan keluarganya wajib memperhatikan
sikap menghormati dan tenggang rasa.
7) Pasien dan keluarganya wajib memenuhi
kewajiban finansial yang disepakati.
1. Komite Medik
2. Rawat jalan
3. Rawat Inap.
4. Seluruh Dokter
5. Rekam Medis.

KOORDINASI DAN TRANSFER INFORMASI ANTAR


DPJP
(KONSULTASI)
No. Dokumen :
RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

No. Revisi :

Halaman :

1/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
Adalah kegiatan komunikasi Tata cara penulisan dan
pemberian cap antar multi displin.
Agar terciptanya pelayanan medis bagi pasien sesuai
dengan
standar
medis
pelayanan
medis
dan
keselamatan pasien.
Pelaksanaan koordinasi dan transfer informasi antara
DPJP secara efektif dan terstruktur.
1. Koordinasi antara DPJP tentang rencana pengelolaan
pasien harus dilaksanakan secara komperehensif,
terpadu dan efektif dengan berpedoman kepada
Standar Pelayanan Medis dan Keselamatan Pasien.
2. Koordinasi dan transfer informasi (komunikasi dan
konsultasi) antar DPJP harus dilaksanakan secara
tertulis dengan menyampaikan poin-poin antara lain
diagnosis, hasil pemeriksaan, permasalahan dan
keperluan konsultasi yang diperlukan.
3. Bila secara tertulis baik dengan formulir maupun
dalam berkas
rekam medik belum optimal harus
dilakukan koordinasi langsung baik dalam komunikasi
pribadi (langsung/telepon) maupun pertemuan formal
dalam penatalaksanaan kasus tersebut.
4. Konsultasi yang dituju bisa secara khusus kepada
disiplin ilmu (sub disiplin) ataupun kepada konsultan
secara perorangan.
5. Konsultasi bisa bersifat biasa maupun segera atau
emergency (cito).
6. Penyampaian
adanya
konsultasi
bisa
dengan
menyampaikan/membawa rekam medis dan formulir
dengan atau tanpa pasien (pada kasus tertentu)atau
pertelepon untuk kasus diatas meja operasi.

KOORDINASI DAN TRANSFER INFORMASI ANTAR


DPJP
(KONSULTASI)
No. Dokumen :
RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari

No. Revisi :

Halaman :

2/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
7. Proses konsultasi di UGD dan kamar operasi sesuai
SPO yang berlaku di UGD dan kamar operasi.
8. Dalam hal konsultasi pribadi, apabila dokter yang
dituju berhalangan atau tidak ada ditempat, dapat
dialihkan kepada dokter jaga harian disiplin ilmu yang
sama dengan melaporkan terlebih dahulu kepada
DPJP yang menkonsulkan.
9. Konsultasi di UGD kepada konsultan dapat pula
dilakukan lisan per telepon dalam melakukan
pengobatan emergency kepada pasien dalam bidang
disiplin terkait. Jawaban konsultan harus ditulis dalam
berkas rekam medis setelah dilakukan klarifikasi
ulang.
1.Komite Medik.
2.Rawat Inap.
3.Rawat Inap.
4.Seluruh staf Medis.
5.Rekam Medik

KEWENANGAN DOKTER UMUM DAN DOKTER


SPESIALIS
(DPJP)
No. Dokumen :
RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin

No. Revisi :

Halaman :

1/1

No.
68 Pelaihari
Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
Adalah batasan tugas antara dokter umum dan dokter
spesialis selaku Dokter Penanggung Jawab Pelayanan
(DPJP di Rumah Sakit).
Mengatur tugas dan kewajiban DPJP sesuai batas
kompetensinya.
Adanya peraturan tertulis yang mengatur kewenangan
dokter umum dan doter spesialis selaku Dokter
Penanggung Jawab Pelayan (DPJP) di lingkungan RSUD
Hadji Boejasin Pelaihari.
1. Dokter Umum mempunyai wewenang untuk bekerja di
poliklinik umum, Unit Gawat Darurat Rawat Inap yang
memerlukan dokter umum serta unit kerja lainnya di
Rumah Sakit dengan penugasan dari Direktur RSUD
Hadji Boejasin pelaihari.
2. Dokter Spesialis mempunyai wewenang sebagai dokter
konsultan, memberikan pelayanan kepada pasien
sesuai dengan bidang spesialistik yang dikuasainya.
3. Pendelegasian wewenang dokter spesialis kepada
dokter umum dilakukan secara tertulis.
1. Komite Medik.
2. Kabid Pelayanan.

PROSEDUR PERALIHAN DPJP


No. Dokumen :

RSUD HADJI

No. Revisi :

Halaman :

1/1

BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari
Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
Mengalihkan tanggung jawab atas perawatan pasien
kepada DPJP yang lain sesuai dengan bidang
keahliannya.
Sebagai acuan tenaga medis dilingkungan RSUD Hadji
Boejasin Pelaihari dalam melaksanakn tugasnya.
Adanya aturan tertulis tentang prosedur peralihan DPJP
di lingkungan DPJP di lingkungan RSUD Hadji Boejasin
Pelaihari.
1. Dokter Penanggung Dokter Umum mempunyai
wewenang untuk Jawab Pelayanan (DPJP) memeriksa
pasien di ruang inap.
2. DPJP menemukan penyakit diluar bidang keahliannya.
3. DPJP memberitahukan hal tersebut kepada pasien
bahwa memerlukan dokter yang mempunyai keahlian
di bidang tersebut. Selanjutnya meminta persetujuan
dari pasien tentang hal tersebut.
4. Apabila pasien setuju atas hal tersebut, DPJP pertama
mengkonsulkan secara tertulis kepada dokter (DPJP)
yang diperlukan untuk menangani penyakit tersebut.
5. Pasien akan dirawat oleh DPJP tersebut serta memberi
cap stempel peralihan DPJP pada status pasien
tersebut.
1. Komite Medik.
2. Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP).
3. Kepala Instalasi Rawat Inap.

MENDIDIK PASIEN DAN KELUARGA


No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari

1/1

Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN
TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
Rumah Sakit harus mendidik pasien dan keluarganya
tentang kewajiban dan tanggung jawab pasien dalam
asuhan pasien.
Diharapkan pasien dan keluarga dapat :
a. Memberikan informasi yang benar, jelas, lengkap dan
jujur tentang penyakitnya.
b. Mengetahui kewajiban dan tanggung jawab pasien
dan keluarga.
c. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk hal yang
tidak dimengerti.
d. Memahami dan menerima konsekuensi pelayan.
e. Mematuhi instruksi dan menghormati peraturan
Rumah Sakit.
f. Memperlihatkan sikap menghormati dan tenggang
Rasa.
g. Memenuhi kewajiban finansial yang disepakati.
DPJP wajib memberi pendidikan kepada pasien dan
keluarga tentang kewajibannya terhadap pasien rumah
sakit.
a. Keselamatan dalam pemberian pelayanan dapat
ditingkatkan dengan keterlibatan pasien yang
merupakan partner dalam proses pelayanan. Karena
itu di masing-masing unit pelayanan harus ada sistem
yang mendidik pasien dan keluarganya tentang
kewajiban dan tanggung jawab pasien dalam asuhan
pasien.
b. Rumah Sakit menyediakannya sarana pendidikan
kepada pasien dan keluarga tentang kewajibannya.
c. DPJP memberi penddikan kepada pasien/keluarga
dalam bentuk penjelasan lisan dan kemudian DPJP
mencatat dalam berkas rekam medis bahwa dokter
telah melaksanakannya.
1. Komite Medik.
2. Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP).
3. Kepala Instalasi Rawat Inap.

4. TIM Jamkesmas

ANTAR UNIT TERKAIT


No. Dokumen :
RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari

No. Revisi :

Halaman :

1/1

Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
Adalah komunikasi tertulis yang memuat tenteng
pelayanan pasien antar unit terkait.
Adalah pengaturan tentang bagaimana hubungan
fungsional antar unit terkait diatur dalam kaitannya
dengan pelaksanaan program keselamatan pasien.
Tertib administrasi dan menjamin keselamatan pasien.
Adanya peraturan tertulis tentang koordinasi dan
transfer informasi antar unit terkait dilingkungan RSUD
hadji Boejasin.
1. Transfer informasi antar dokter dengan dokter
dilakukan secara tertulis.
2. Transfer informasi antar dokter dengan tenaga
farmasi dilakukan secara tertulis.
3. Transfer informasi antar dokter dengan perawat dapat
dilakukan secara lisan, kemudian dicatat dalam rekam
medis.
4. Transfer informasi antar dokter, perawat dan pasien
dapat dilakukan secara lisan.
1. Instalasi Rawat Inap.
2. Instalasi Rawat jalan
3. Farmasi
4. Komite Medik

DPJP BILA BERHALANGAN HADIR


No. Dokumen :
RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari

No. Revisi :

Halaman :

1/1

Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
DPJP bila berhalangan hadir adalah DPJP yang tidak bisa
hadir sesuai jadwal dikarenakan cuti tahunan, sakit dan
izin non dispensasi.
Sebagai acuan bagi petugas dalam penyelanggaraan
supervisi spesialistik untuk meningkatkan keselamatan
pasien dan meningkatkan penjaminan mutu akademik.
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Hadji
Boejasin Pelaihari.
1. DPJP memberitahukan kepada manajemen dan SMF
baersangkutan seminggu sebelumnya.
2. DPJP atau SMF menyampaikan dokter pengganti yang
memiliki kompetensi sama, nomor telepon dan alamat
yang dapat dihubungi.
3. Nama dokter pengganti ditempatkan di stasiun
perawat beserta nomor telepon dan alamat yang
dapat dihubungi.
4. Bila telah kembali ada DPJP memberitahukan kembali
kepada manajemen atau kepala ruangan.Transfer
informasi antar dokter dengan tenaga farmasi
dilakukan secara tertulis.
5. Transfer informasi antar dokter dengan perawat dapat
dilakukan secara lisan, kemudian dicatat dalam rekam
medis.
6. Transfer informasi antar dokter, perawat dan pasien
dapat dilakukan secara lisan.
1. Instalasi Rawat Inap.
2. Instalasi Rawat jalan.
3. Farmasi.

4. Komite Medik.

RAWAT BERSAMA DPJP


No. Dokumen :
RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari

No. Revisi :

Halaman :

1/1

Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN

TUJUAN
KEBIJAKAN
PROSEDUR

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
1. Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) adalah
Seluruh dokter/dokter gigi anggota Staf Medis
Fungsional (SMF) di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.
2. Rawat Bersama adalah bentuk pelayanan medis pada
seorang pasien yang memerlukan pengelolaan medis
lebih dari satu dokter dengan kompetensi/keahlian
berbeda.
Sebagai acuan bagi petugas dalam penyelanggaraan
supervisi spesialistik untuk meningkatkan keselamatan
pasien dan meningkatkan mutu pelayanan.
Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Hadji Boejasin Pelaihari.
1. Seorang pasien yang dirawat, maka telah ditetapkan
DPJPnya (dikirim dari, oleh DPJP dari Poli atau IGD)
2. Bila diperlukan, pasien dapat dikonsultasikan untuk
rawat bersama dengan dokter lain.
3. Sebelum
dikonsultasikan
perlu
izin
dari
pasien/keluarga kecuali kondisi gawat darurat.
4. Dokter yang merawat pertama menjasi koordinator
atau DPJP
5. Dalam pengeloaan pasien, DPJP sebagai pengendali
terapi bila tiap dokter mengusulkan jenis terapi/obat.
6. DPJP dapat meminta rapat koordinasi bersama kepada
Dokter konsultan untuk memecahkan masalah
diagnosis atau pengelolaan pasien. DPJP akan
memberikan informasi hasil rapat tesebut kepada

UNIT TERKAIT

pasien tau keluarga.


1. SMF
2. Bidang Pelayanan

PENENTUAN DOKTER PENANGGUNG JAWAB PASIEN


(DPJP)
No. Dokumen :
RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari

No. Revisi :

Halaman :

1/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN

PROSEDUR

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
Menentukan dokter yang bertanggung jawab dalam
memberikan rangkaian asuhan medis kepada pasien.
Memberikan pelayanan medis sesuai dengan bidang
kompetensi dan keahliannya.
Keputusan
Menteri
Kesehatan
No
:
129/Menkes/SK/II/2008
tentang Standar Pelayanan
Minimal Rumah Sakit.
Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Hadji Boejasin Pelaihari.
1.
Penentuan DPJP harus dilakukan sejak pertama
pasien masuk rumah sakit baik dari IGD dan Poliklinik.
2.
Apabila dari IGD DPJP belum ditentukan, maka
petugas ruangan diwajibkan segera melakukan
klarifikasi tentang siapa DPJP pasien tersebut, termasuk
melakukan klarifikasi DPJP Utama dan DPJP Tambahan
bila pasien sejak awal dirawat bersama oleh beberapa
dokter sesuai dengan bidang terkait yang menangani
pasien tersebut.
3.
Kebijakan penentuan dan pengaturan DPJP
berdasarkan :

a. Konsulen jaga hari itu menjadi DPJP pasien baru,


kecuali kasus rujukan yang ditujukan langsung
kepada seorang konsulen.
b. Surat Rujukan langsung kepada salah satu dokter
spesialis terkait. Dokter Spesialis yang ditju
otomatis menjadi DPJP yang dimaksud, kecuali bila
dokter tersebut berhalangan karena suatu hal,
maka pelimpahan DPJP beralih kepada konsulen
jaga hari itu.

PENENTUAN DOKTER PENANGGUNG JAWAB PASIEN


(DPJP)
No. Dokumen :
RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari

No. Revisi :

Halaman :

2/2

Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
4.
Atas permintaan pasien/keluarga. Pasien dan
keluarga berhak meminta salah seorang dokter sebagai
DPJP apabila ada relevansinya dengan bidang
spesialisasi dokter yang bersangkutan. Bila tidak ada
relevansinya, hendaknya diberikan penjelasan dan
diberikan alternative DPJP lain sesuai SPO yang
berlaku. Penjelasan sebaiknya dilakukan oleh dokter
jaga IGD dan dilimpahkan kepada dokter lain yang
lebih kompeten didalamnya
5.
Hasil rapat komite medik pada kasus tertentu.
Pada kasus yang sangat kompleks atau jarang,
penentuan DPJP dapat dilakukan berdasarakan rapat
komite medik.
1. IGD.
2. Unit Rawat Inap.
3. Pusat pendaftaran Rawat Inap.
4. Pusat pendaftaran Rawat jalan.

KOMUNIKASI ANTAR DPJP


No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

1/2

RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari
Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN

PROSEDUR

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
Komunikasi antar DPJP dan pola operasional DPJP adalah
komunikasi yang dilakukan antar DPJP di Unit rawat Inap
ketika melakukan rawat bersama dan mengatur
wewenang dan tanggung jawab masing-masing DPJP.
Agar pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang
bermutu, efisien dan dapat menjamin keselamatan
pasien serta pelayanan berkesinambungan.
1. Koordinasi antar Unit Pelayanan dalam rangka
kesinambungan pasien
2. Komunikasi dengan pasien/keluarga bilamana terjadi
insiden.
1. Kepala IGD mendistribusikan pasien yang masuk ke
Unit Rawat inap kepada Dokter Spesialis berdasarkan
diagnosis yang dibuat dari IGD atau poliklinik.
2. Dokter Spesialis melakukan pemeriksaan ulang untuk
konfirmasi apakah diagnosis sesuai dengan bidang
keahliannya, apabila telah sesuai maka Dokter
Spesialis tersebut mulai saat itu berstatus sebagai DPJP
dan bilamana diagnosis tidak sesuai maka Dokter
Spesialis tersebut langsung merujuk ke Dokter
Spesialis lain yang sesuai bidangnya dan Dokter
Spesialis lain ini berstatus DPJP.

KOMUNIKASI ANTAR DPJP


No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

2/2

RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari
Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PROSEDUR

3.

4.

5.

6.

7.

8.

UNIT TERKAIT

1.
2.
3.

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
Dalam perkembangannya apabila DPJP harus meminta
bantuan kepada dokter spesialis lain maka DPJP
pertama berperan sebagai DPJP Utama atau
Koordinator DPJP.
Bentuk komunikasi informasi antar DPJP dilaksanakan
secara tertulis dalam catatan medis pasien dan di
koordinasikan oleh Kepala Ruangan atau Perawat
pelaksana.
Semua DPJP mempunyai kewajiban memberikan
penjelasan secara jelas dan benar kepada pasien dan
keluarga tentang rencana dan hasil pelayanan,
pengobatan atau prosedur termasuk kejadian yang
diharapkan dan kejadian yang tidak diharapkan.
DPJP Utama memiliki kewajiban memberi pendidikan
kepada pasien tentang kewajibannya kepada rumah
sakit.
Dalam kondisi Rawat Bersama hanya DPJP Utama
yang memiliki hak untuk memulangkan pasien.
Pemulangan Pasien dilakukan setelah DPJP lain
menyetujui kepulangan pasien.
DPJP
Utama
bertanggung
jawab
terhadap
kelengkapan pengisian Rekam Medis termasuk
Resume Pulang.
Seluruh Dokter Spesialis
IGD.
Unit Rawat Inap.

4. Pusat pendaftaran Rawat Inap.


5. Pusat pendaftaran Rawat jalan.
6. Rekam Medis.

KONSULTASI KE DOKTER SPESIALIS


No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

1/1

RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari
Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Dr. H. Edy Wahyudi
Nip. 19730131 200604 1 009
Untuk menanyakan diagnosa atau terapi (rencana
tindakan
terhadap
pasien
yang
memerlukan
konsultasi ke Dokter Spesialis.
Proses pelayanan yang memerlukan konsultasi dapat
dilakukan
setcara
akurat
dan
optimal.Untuk
Memastikan bahwa setiap konsultasi sesuai dengan
prosedur yang ditetapkan

PENGERTIAN

TUJUAN

KEBIJAKAN
PROSEDUR

1.
2.

3.

4.
5.

Konsultasi ke Dokter Spesialis dilakukan oleh dokter


jaga IGD
Setiap pasien yang datang berobat ke IGD kemudian
langsung ditangani oleh dokter jaga IGD.
Untuk Kasus umum yang dapat diatasi dokter jaga
IGD , maka pasien diberikan terapi dan di observasi
oleh dokter jaga IGD.Untuk kondisi pasien yang telah
membaik maka pasien dapat dirawat jalan.
Untuk kasus yang memiliki masalah spesifik dan
memerlukan konsultasi kepada dokter Spesialis maka
jaga dokter IGD mehubungi dokter konsulen dengan
menelepon nomor Hp/Telepon Rumah/Nomor telepon
lain yang dapat dihubungi.
Konsultasi dilaksanakan sesegera mungkin bila dokter
jaga di UGD memerlukan tindak lanjut dokter spesialis
Dokter IGD harus memberitahukan kepada dokter
spesialis jika ada pasien baik gawat ataupun tidak
gawat.

6. Jika dokter spesialis yang dihubungi tidak membalas


SMS atau mengangkat telepon selama 1 (satu) jam
maka disepakati dokter IGD boleh memasukkan
pasien di Rawat inap dengan DPJP nya dokter
Spesialis yang bersangkutan.

Notulensi :
1. Tambahan poin 9, 10 dan 11
2. Rekomendasi komite medik untuk penyediaan pulsa dan telepon
khusus untuk konsultasi dokter IGD
3. Kasus umum yang dapat ditangani dokter igd tidak perlu lapor
minta advice
4. Rekomendasi untuk kelancaran e-phone ruangan

KONSULTASI KE DOKTER SPESIALIS


No. Dokumen :

No. Revisi :

Halaman :

2/2

RSUD HADJI
BOEJASIN
Jl. Hadji Boejasin
No.
68 Pelaihari
Tanggal Terbit :

Ditetapkan oleh :
Direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

Dr. H. Edy Wahyudi


Nip. 19730131 200604 1 009
7. Dokter Jaga IGD menuliskan advice terapi dari dokter
Spesialis dalam status Rekam medis pasien.Kemudian
Dokter jaga IGD meminta perawat untuk dilakukan
MRS terhadap pasien tersebut..
8. Untuk laporan kemajuan pasien dapat dilakukan
perawat atau bidan jaga ruangan masing-masing.
9. Bila Kasus dinilai gawat oleh dokter jaga IGD,
konsultasi dilakukan melalui telepon, jika konsultasi
telepon tidak dijawab selama 3 kali jeda per 5 menit
dapat dilakukan konsultasi menggunakan sms atau
pesan singkat.
10. Jika sms dan pesan singkat sudah dilakukan 2 kali
tidak mendapat balasan dapat menghubungi dokter
spesialis terkait yang lain.
11. Untuk kasus emergency di ruangan laporan
dilakukan oleh dokter jaga IGD.
1. Komite Medik.
2. Seluruh Dokter Spesialis
3. Seluruh Dokter Umum IGD.
4. Unit Rawat Inap.