Anda di halaman 1dari 3

Nama : Pratiwi Raissa Windiani

NIM : 04054821517117

DISKUSI KASUS PITIRIASIS VERSIKOLOR

1. Tabulasi perbedaan diagnosis banding pitiriasis versikolor

Predileksi

Manifestasi
klinis

Pitiriasis
versikolor
Terutama di
trunkus bagian
atas, tapi sering
meluas ke lengan
atas, leher, dan
abdomen.

Morbus Hansen
Dapat mengenai
seluruh bagian kulit

Bercak

hipopigmentasi,
multipel
Permukaan
ditutupi skuama
pitiriasiform

Terutama pada
daerah wajah,
lengan sisi
ekstensor,
punggung, badan.

Dapat berupa

bercak
hipopigmentasi,
biasanya soliter
Dapat disertai

skuama
Lesi kulit dapat
hipestesi,
anhidrosis,
disertai
hilangnya

rambut dari
permukaan kulit

Vitiligo
Sering di daerah
periorifisial sekitar
mata, mulut dan
hidung, tibialis
anterior,
pergelangan
tangan, dan bagian
ekstensor tulang
terutama di atas
jari.
Berupa bercak
apigmentasi
Tanpa skuama
pitiriasiform di
permukaan lesi

Hifa pendek dan


spora
Negatif

Negatif

Plak
eritematosa
ringan dengan
tepi sedikit
meninggi
Menjadi
makula/plak
berwarna merah
muda/pucat
dengan skuama
putih halus.
Berkembang
menjadi
makula/pacth
hipopigmentasi
tanpa skuam,
menetap
beberapa bulan
Negatif

Positif

Negatif

Negatif

Pengaruh genetik
secara langsung (-)

Pengaruh genetik
secara langsung (-)

Terdapat riwayat
atopi

Pengaruh genetik
secara langsung (+)

Pemeriksaan
KOH
Riwayat kontak
dengan pasien
kusta
Pengaruh
genetik secara

Pitiriasis alba

Negatif

langsung

2. Tabulasi klasifikasi morbus hansen


Klasifikasi menurut Ridley-Jopling (1962).
1. Tuberkoloid (TT)
2. Borderline tubercoloid (BT)
3. Mid-Borderline (BB)
4. Borderline lepromatous (BL)
5. Lepromatosa (LL)
Karakteristik
Lesi
Tipe
Jumlah

Tuberkuloid (TT)
Makula ; makula
dibatasi infiltrat

Borderline
Tuberculoid (BT)

Indeterminate (I)

Makula dibatasi
infiltrat saja; infiltrat
saja
Beberapa atau satu
dengan lesi satelit
Asimetris

Hanya Infiltrat

Kering, skuama

Dapat halus agak


berkilat
Dapat jelas atau dapat
tidak jelas
Tak ada sampai tidak
jelas

Permukaan

Satu atau dapat


beberapa
Terlokalisasi &
asimetris
Kering, skuama

Batas

Jelas

Jelas

Anestesia

Jelas

Jelas

BTA
lesi kulit

Hampir selalu negatif

Negatif atau hanya 1+

Biasanya negatif

Tes lepromin

Positif kuat (3+)

Positif lemah

Dapat positif lemah atau


negatif

Distribusi

Satu atau beberapa


Bervariasi

Gambaran Klinis, Bakteriologik, dan Imunologik Kusta Pausibasiler (PB)

Gambaran Klinis, Bakteriologik, dan Imunologik Kusta Multibasiler (MB)


Karakteristik

Lepromatosa (LL)

Lesi
Bentuk

Jumlah
Distribusi
Permukaan
Batas
Anestesia
BTA
Lesi kulit
Sekret hidung
Tes Lepromin

Borderline
Lepromatosa (BL)

Mid Borderline (BB)

Makula
Infiltrat difus
Papul
Nodus

Makula
Plakat
Papul

Plakat
Dome-shape (kubah)
Punched-out

Tidak terhitung,
praktis tidak ada kulit
sehat
Simetris
Halus berkilat

Sukar dihitung, masih


ada kulit sehat

Dapat dihitung, kulit


sehat jelas ada

Hampir simetris
Halus berkilat

Tidak jelas
Biasanya tidak jelas

Agak jelas
Tak jelas

Asimetris
Agak kasar, agak
berkilat
Agak jelas
Lebih jelas

Banyak (ada globus)


Banyak (ada globus)
Negatif

Banyak
Biasanya negatif
Negatif

Agak banyak
Negatif
Negatif

Pada pasien di diagnosis banding dengan morbus hansen tipe Borderline Lepromatosa (BL)
karena pada pasien ini memiliki gambaran lesi makula-plakat hipopigmentasi, multipel (>5
lesi), namun pada pasien ini tidak terdapat hipestesi atau anestesi pada lesi dan manifestasi
morbus hansen lain.
3. Mengapa pemberian obat topikal diberikan selama 2 minggu?
Jawab : Pengobatan pitiriasis versikolor membutuhkan waktu 2 minggu dikarenakan
turnover pada kulit terjadi sekitar 14-21 hari. Secara epidemiologis juga
menyebutkan

penatalaksanaan

pitiriasis

versikolor

pemberian obat topikal selama 2 minggu.


4. Apa indikasi pemberian terapi sistemik?
Jawab : Indikasi pemberian terapi sistemik
Lesi yang luas (lebih dari25% atau lebih dari 2 regio)
Rekurensi tinggi (sering kambuh)
Gagal dengan obat topikal

efektif

dengan