Anda di halaman 1dari 13

PENGERTIAN KEUANGAN NEGARA

Efraim Jordi Kastanya


1306450071

HUKUM ANGGARAN DAN KEUANGAN PUBLIK KELAS REGULER


FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2016

DAFTAR ISI

Daftar Isi ............................................................................................................. 2


BAB I Pembahasan
1.1.

Latar Belakang ........................................................................................ 3

1.2.

Rumusan Masalah ................................................................................... 4

BAB II Pembahasan
2.1

Pembahasan .............................................................................. 5

BAB III Kesimpulan dan Saran


4.1

Kesimpulan dan Saran .............................. .............................................. 12

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................13

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Keterkaitan antara keuangan negara atau keuangan publik dengan hukum

administrasi negara adalah adanya perencanaan dan pelaksanaan atas anggaran


negara dan kebijakan keuangan publik yang mana merupakan bagian dari tugas
penyelenggaran kepentingan umum yang dijalankan oleh pemerintah sebagai
administrator pemerintahan negara dan pihak yang bertanggung jawab dalam
pengelolaan keuangan negara.1 Konsep administrasi negara mengenal konsep
kebijakan keuangan negara yang termasuk dalam administrasi keuangan dalam
tiga konsep dasar ini, yakni :
Pembuatan anggaran belanja, yakni merencanakan cara uang

digunakan;
pembukuan, yakni menentukan cara uang digunakan;
pelaporan keuangan, yakni pengumpulan semua fakta administrasi
keuangan dari setiap bagian. Konsep ini penting sebagai dasar

pertimbangan kebijakan selanjutnya.2


Untuk memahami hukum keuangan negara harus dimulai dengan terlebih
dahulu mengetahui pengertian dari keuangan negara itu sendiri. Terdapat cukup
banyak variasi pengertian keuangan negara. Berbagai peraturan perundangundanagan dan pendapat para ahli memberikan pengertian terhadap apa yang
dimaksud dengan keuangan negara. Hal ini bergantung pada aksentuasi terhadap
suatu pokok persoalan dalam pemberian defenisi dari para ahli di bidang
keuangan negara.3 Pengertian keuangan negara menjadi penting karena kalau
salah mengartikannya akan membawa efek domino yang kurang strategis dari segi
hukum dan ekonomi.4 Dalam konteks ini permasalahan yang timbul misalnya
konsep Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sampai sejauh apa campur tangan
negara pada pengaturan aset kekayaan BUMN notabene kekayaan BUMN adalah
1

Safri Nugraha, dkk., Hukum Administrasi Negara ( Depok : Center for Law and Good
Governance Studies, 2007), halaman 314.
2
Ibid., halaman 315.
3
Riawan Tjandra, Hukum Keuangan Negara ( Jakarta : Grasindo, 2009), halaman 1.
4
Nugraha, op.cit., halaman 316.

kekayaan yang berasal dari negara namun dipisahkan.5 Bukan hanya itu, dalam
ranah pidana marak terjadi tindakan pidana korupsi. Namun konsep keuangan
negara juga dipakai dalam menindak apakah tindakan pihak terkait perlu ditindak
secara administrasi atau pemidanaan.6
Dalam tulisan ini, Penulis akan menilik lebih mendalam terkait pengertian
dari keuangan negara. Penulis juga akan mengkaitkan tulisan ini dengan dampak
pengertian keuangan negara dalam permasalahan yang timbul dalam pengelolaan
keuangan negara dari miskonsepsi pengertian tersebut.
1.2

Rumusan Masalah
1. Apa pengertian keuangan negara menurut ahli dan peraturan
perundang-undangan?
2. Apa pengaruh pengertian keuangan negara dengan konsep pengelolaan
keuangan negara?

BAB II
PEMBAHASAN
5

Philipus M. Hadjon, Pengantar Hukum Administrasi Indonesia (Yogyakarta : Gadjah Mada


University Press, 2011), halaman 194.
6
Medan Bisnis Daily, Merugikan Negara Belum Tentu Korupsi,
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2014/05/02/93243/merugikan-negara-belum-tentukorupsi/#.V1otVK3xUfQ, diakses pada 9 Juni 2016.

Dalam mendefenisikan pengertian keuangan negara, para ahli mendefenisikan


keuangan negara sesuai aksentuasi masing-masing terhadap suatu pokok
persoalan dalam pemberian defenisi. Berikut akan dipaparkan beberapa pengertian
dari keuangan negara :7
-

Menurut M. Ichwan
Keuangan negara adalah rencana kegiatan secara kuantitatif (dengan
angka-angka diantaranya diwujudkan dalam jumlah mata uang), yang akan
dijalankan untuk masa mendatang, lazimnya satu tahun mendatang.

Menurut Goedhart
Keuangan Negara adalah keseluruhan undang-undang yang ditetaplan
secara

periodic

yang

memberikan

kekuasaan

pemerintah

untuk

melaksanakan pengeluaran mengenai periode tertentu dan menunjukan alat


pembiayaan yang diperlukan untuk menutup pengeluaran tersebut. Unsur
unsur keuangan negara menurut Goedhart meliputi :
a. Peridoik
b. Pemerintah sebagai pelaksana anggaran
c. Pelaksanaan anggaran mencakup dua wewenang, yaitu wewenang
pengeluaran

dan

pembiayaan

untuk

wewenang
menutup

untuk

menggali

sumber-sumber

pengeluaran-pengeluaran

yang

bersangkutan
d. Bentuk anggaran negara adalah berupa suatu undang-undang.
-

Menurut Gleen A. Welsch


Keuangan negara adalah bentuk statement dari rencana dan kebijaksanaan
manajemen yang dipakai dalam suatu periode tertentu sebagai petunjuk
atau rancangan besar dalam periode tertentu.

Menurut John F. Due

Tjandra, op.cit., halaman 1-4.

Budget adalah suatu rencana keuangan untuk suatu periode waktu tertentu.
Anggaran

belaja

pemerintah

adalah

suatu

pernyataan

mengenai

pengeluaran atau belanja yang diusulkan dan penerimaan untuk masa


mendatang bersama dengan data pengeluaran dan penerimaan yang
sebenarnya untik periode mendatang dan periode yang telah lampau.
Unsur-unsur defensisi John F. Due adalah sebagai berikut :
a. Anggaran belanja yang memuat data keuangan mengenai pengeluaran
dan penerimaan dari tahun-tahun yang sudah lalu
b. Jumlah yang diusulkan untik tahun yang akan datang
c. Jumlah taksiran untuk tahun yang sedang berjalan
d. Rencana keuangan tersebut untuk satu periode tertentu.
-

Menurut Otto Ekstein


Keuangan negara adalah anggaran belanja yang merupakan suatu
pernyataan rinci tentang pengeluaran dan penerimaan untuk waktu satu
tahun.

Menurut van der Kemp


Keuangan negara adalah semua hak yang dapat dinilai dengan uang,
demikian pula segala sesuatu, baik uang ataupun barang, yang dapat
dijadikan milik negara berhubungan dengan hak-hak tersebut

Dari sisi objek


Keuangan negara meliputi semua hak dan kewajiban yang dapat dinolai
dengan uang, termasuk kebijakan dan kegiatan dalam bidang fiskal,
moneter, dan pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan, serta segala
seusatu , baik berupa uang, maupun berupa barang yang dapat dijadikan
milik negara.

Sehubungan dengan pengertian keuangan negara menurut Due diatas, timbul


kesan bahwa Due menyamakan pengertian keuangan negara dengan anggaran.
Ditinjau dari kedudukan anggaran negara dalam penyelenggaraan negara hal itu

dapat dimengerti, tetapi apabila dikaitkan dengan Anggaran Pendapatan dan


Belanja Negara (APBN). Bahwa anggaran negara merupakan inti dari keuangan
negara sebab anggaran negaramerupakan alat penggerak untuk melaksanakan
penggunaan keuangan negara.
Undang Undang Dasar 1945 merupakan undang-undang dasar yang
singkat dan sederhana memuat hal-hal pokok konstitusi saja. Rumusan keuangan
negara dalam pasal 23 namun tidak menuliskan ruang lingkup keuangan negara
secara jelas walaupun sudah ada istilah keuangan negara. Ada beberapa pendapat
mengenai ruang lingkup keuangan negara sebagaimana pasal 23 ayat (4) UUD
1945 menurut Muhammad Yamin adalah moneter, Bank Indonesia, dan devisa. 8
Lebih lanjut Arifin P. Soeria Atmadja mengemukakan kedudukan keuangan
negara dalam hal investasi dan fungsi pelayanan publik terutama BUMN
menyebabkan konsekuensi logis dari penyertaan modal menjadi ikut menanggung
resiko dan bertanggung jawab terhadap kerugian usaha yang dibiayainya. Pada
perubahan ketiga UUD 1945 menjelaskan hakekat keuangan negara dalam
rumusan pasal 23 yang menimbulkan permasalahan baru. Permasalahan ini terus
terermin juga didalam UU Nomor 17 tahun 2003.
Pengertian keuangan negara secara gramatikal berarti segala sesuatu
yang dinilai dengan uang negara atau tentang uang yang dimiliki negara dalam
menggunakan uangnya, sehinga dianggap sebagai hak (aktiva) dan kewajiban
(passiva) sehingga rumusan gramatikal keuangan negara seharusnya tidak terlepas
pada aspek hak dan kewajiban, yang tentu harus dibatasi ruang lingkupnya dengan
maksud agar hak yang dimiliki negara dan kewajiban yang menjadi beban negara
tidak begitu meluas, sehungga memiliki resiko yang meluas. Dalam padanan nalar
hukum, keuangan negara tentu ditujukan pada negara sebagau subjek hukum,
yaitu badan hukum publik.9 Secara kontekstualisasinya hukum keuangan negara
seharusnya mengutamakan kepentingan hak dan kewajiban pihak yang terlibat
(belangenafweging), sehingga tidak ada subjek hukum yang dirugikan. 10 Namun
disisi lain hukum keuangan negara harus memenuhi kepastian hukum
8

Muhammad Yamin, Proklamasi dan Konstitusi Republik Indonesia. (Jakarta: Djambatan, 1952),
hlm. 519.
9
Chidir Ali, Badan Hukum, (Bandung: Alumni, 2005), hlm. 57.
10
E. Utrecht, Hukum Indonesia, (Jakarta: Ichtiar, 1959), hlm. 24.

(rechtszerkeid), sehingga menimbulkan kesetaraan dalam kenyataan hukum


(rechtswerkelijkheid) dan peraturan perundang-undangan (positief rescht).
Kaidah hukum pertama mengenai keuangan negara adalah perundangundangan Hindia belanda yaitu Indonesiche Comptabiliteitswet (ICW) kemudian
diundangkan sebagai UU Perbendaharaan Negara Nomor 9 tahun 1968. ICWtidak
menjelaskan batasan hukum keuangan negara hanya menjelaskan keuangan
Negara Republik Indonesia diurus dan dipertanggungjawabkan menurut
peraturan-peraturan yang ditetapkan dalam undang-undang ini, maka yang
dimaksud keuangan negara dalam ICW adalah anggaran pendapatan dan belanjda
daerah (APBN).
Kontradiksi terjadi ketika Stbl. Tahun 1933 Nomor 320 mengenai
instructie Algemene Rekenkamer (Badan Pemeriksa Keuangan) menyatakan danadana serta yayasan harus dipertanggungjawabkan kepada BPK. Demikian juga
dalam UU No 17 tahun 1965 tentang BPK menyatakan keuangan negara adalah
segala kekayaan negara dalam bentuk apapun juga, baik terpisah maupun tidak.
Kemudian UU No 5 tahun 1973 tentang BPK menyatakan pemeriksaan yang
dilakukan terhadap pertanggungjawaban keuangan negara termasuk pelaksanaan
apbn (baik rutin maupun pembangunan), apbd serta anggaran perusahaan milik
negara, hakikatnya sluruh kekayaan negara.... Hal ini menyebabkan pengertian
dan ruang lingkup keuangan negara menjadi sangat luas.
Muncul pula pengertian keuangan negara yang sebenarnya tidak
berkaitan dengan teknis keuangan negara dari UU No 3 tahun 1971 tentang
Pemberantasan Tindak Pidan Korupsi yang menyatakan keuangan negara
sebagai hakikat seluruh kekayaan negara termasuk keuangan daerah atau badan
hukum yang mempergunakan modal dari negara atau masyarakat untuk
kepentingan sosial, kemanusiaan. Tidak termasuk keuangan negara dalam undangundang ini ialah keuangan badan hukum yang seluruh modalnya dari swasta
misalnya PT, firma, CV dan lain-lain Tarik ulur pengertian keuangan negara
menyebabkan kebingungan.
Pengertian Keuangan dalam Peraturan Perundang-undangan
No

Undang-Undang

Materi pengertian dan


ruang lingkup keuangan

Sifat

UU No 17 tahun
2003

negara
- Hak dan kewajiban negara
- Penerimaan dan pengeluaran

Luas, meliputi

negara
- Penerimaan dan pengeluaran

privat

keuangan publik dan

daerah
- Kekayaan negara/daerah
dipisahkan dan haknya
- Kekayaan pihak lain yang
dikuasai pemerintah
- Kekayaan pihak lain yang
menggunaan fasilitas
2

UU No 19 tahun

pemerintah
Keuangan BUMN tidak

Sempit, hanya

2003

tunduk pada APBN, tunduk

keuangan privat

pada prinsip perusahaan yang


3

UU No 1 tahun

sehat
Perbendaharaan negara hanya

Sempit, hanya

2004
UU No 15 tahun

sebatas APBN dan APBD


Pemeriksaan yang dilakukan

keuangan privat
Luas, meliputi

2004

BPK adalah seluruh unsur

keuangan publik dan

dalam pasal 2 UU Keuangan

privat

Negara
Keuangan daerah adalah

Sempit, sektor

keuangan milik daerah dalam

keuangan publik

UU No 32

menjalankan hak dan


6

UU no 15 tahun

kewajibannya
BPK memeriksa keuangan

Luas, sektor keuangan

2006

negara yabg dilakukan

publik dan privat

pemerintah pusat, pemerintah


daerah, lembaga negara
lainnya, BI, BUMN, BUMD,
BLU dan lembaga atau badan
lain yang mengelola
keuangan negara menurut
pasal 2 UU Keuangan Negara
9

UU No 39 tahun

Uang negara adalah uang

Sempit, sektor

2007

yang dikuasai oleh bendahara

keuangan publik

umum
Dian Puji Simatupang dalam disertasinya menyampaikan batasan terhadap
apakah suatu hal bisa dikategorikan Keuangan Negara atau bukan dalam tiga
kriteria yakni11 :
-

Governance (tata kelola), suatu sektor keuangan merupakan keuangan


negara ketika tata kelola dan tata tanggung jawabnya mengikuti
mekanisme anggaran negara yang harus memperoleh persetujuan
parlemen.

Regulation (pengaturan), suatu sektor keuangan merupakan keuangan


negara ketika aturan administrasinya ditetapkan oleh menteri keuangan
sebagai bendahara umum negara yang dibuktikan dengan penerbitan
dokumen isian pelaksanaan anggaran.

Risk (risiko), suatu keuangan merupakan keuangan negara ketika beban


tagihan dan beban kewajiban pembayaran ditetapkan dan menjadi
kewajiban anggaran negara.
Secara prinsip UU No 17 tahun 2003 tidak membedakan status hukum

uang dan kepemilikian kekayaan dalam suatu badan negara, badan daerah
badan usaha milik negara maupun daerah, sehingga menyalahi konsep hukum
yang tegas membedakan antara kepunyaan publik (public domain) dan
kepunyaan privat (privat domain) dalam kekayaan dan keuangan negara.

11

Dian Puji N. Simatupang, Paradoks Rasionalitas Perluasan Ruang Lingkup Keuangan Negara
dan Implikasinya Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah. (Jakarta: Badan penerbit FHUI, 2011),
hlm. 122.

10

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam mencari pengertian keuangan negara penulis menemukan bahwa


pengertian dan ruang lingkup keuangan negara dalam peraturan perundangundangan memiliki makna karet yang mengaburkan kepasrian hukum dan bisa
saja nantinya mengarah pada penerapan yang buruk. Dalam hal ini hal tersebut
sudah terjadi dalam penentuan kerugian negara, campur aduk konsep kekayaan
negara dalam BUMN, dan sebagainya. Dalam hal ini pemerintah perlu mengambil

11

sikap tegas dalam menentukan makna dari keuangan negara sehingga


pemaknaannya tidak terlalu luas dan masih dalam ruang lingkup administrasi
sehingga tidak masuk dalam ranah hukum lain. Dalam mana suatu defenisi sudah
ditentukan, pelaksanannya juga akan menjadi teratur pula.

DAFTAR PUSTAKA

Buku
Riawan Tjandra, Hukum Keuangan Negara ( Jakarta : Grasindo, 2009).
Safri Nugraha, dkk., Hukum Administrasi Negara ( Depok : Center for Law and
Good Governance Studies, 2007).

12

Dian Puji N. Simatupang, Paradoks Rasionalitas Perluasan Ruang Lingkup


Keuangan Negara dan Implikasinya Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah.
(Jakarta: Badan penerbit FHUI, 2011).
Chidir Ali, Badan Hukum, (Bandung: Alumni, 2005).
E. Utrecht, Hukum Indonesia, (Jakarta: Ichtiar, 1959).
Muhammad Yamin, Proklamasi dan Konstitusi Republik Indonesia. (Jakarta:
Djambatan, 1952).
Philipus M. Hadjon, Pengantar Hukum Administrasi Indonesia (Yogyakarta :
Gadjah Mada University Press, 2011).
Websites
Medan Bisnis Daily, Merugikan Negara Belum Tentu Korupsi,
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2014/05/02/93243/merugikannegara-belum-tentu-korupsi/#.V1otVK3xUfQ, diakses pada 9 Juni 2016.

13