Anda di halaman 1dari 18

Praktikum Fisika Lensa

I. Judul Kegiatan dan Tanggal Praktikum


a.
Cekung
b.

Judul Kegiatan

: Menentukan Fokus Lensa Cembung dan

Tanggal Praktikum

: 14 Februari 2012

II. Tujuan Percobaan


1.

Mengamati pembentukan bayangan pada lensa.

2.

Membuat grafik hubungan antara jarak benda (s), jarak bayangan (s).

3.

Menentukan jarak titik api lensa (f) berdasarkan grafik.

4.
Menentukan jarak fokus lensa cembung (f) berdasarkan pengolahan data
hasil.

III.

Dasar Teori

Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang bias. Lensa Cembung
(konveks) memiliki bagian tengah yang lebih tebal daripada bagian tepinya. Lensa
cembung terdiri atas 3 macam bentuk yaitu lensa bikonveks (cembung rangkap),
lensa plankonveks (cembung datar) dan lensa konkaf konveks (cembung cekung).
Lensa cembung disebut juga lensa positif. Lensa cembung memiliki sifat dapat
mengumpulkan cahaya sehingga disebut juga lensa konvergen. Apabila ada berkas
cahaya sejajar sumbu utama mengenai permukaan lensa, maka berkas cahaya
tersebut akan dibiaskan melalui satu titik.

Ciri ciri lensa cembung:

a. Mengumpulkan cahaya (konvergen)


b. Fokusnya bernilai positif (+)
Melukis bayangan benda pada lensa cembung:
a. Benda di ruang III (di belakang titik M )
Sifat bayangannya: nyata,terbalik,diperkecil

b. Benda di ruang II ( antara F M)


Sifat bayangannya: nyata, terbalik, diperbesar
c. Benda di ruang I
Sifat bayangannya: maya, tegak, diperbesar

Titik fokus lensa cembung dapat ditentukan dengan suatu rumus yang
disebut rumus pembuat lensa (lens maker equation)

IV.

V.

Alat dan Bahan

Lensa cembung

Lampu lilin (sebagai benda)

Mistar

Bangku optik

Korek

Cara Kerja

1.
Letakkan lilin, lensa dan layar pada bangku optik serta susun alat-alat
tersebut
2. Geserkan layar atau lensa ke kiri atau ke kanan sehingga diperoleh bayangan
lilin yang paling jelas atau focus.
3. Ukur dan catat jarak benda (s) yaitu jarak lilin ke lensa dan jarak bayangan (s)
yaitu jarak lilin ke layar.
4.
Ulangi langkah 2 dan 3 sebangak 8 (delapan) kali dengan jarak benda yang
berbeda-beda.
5.

Masukkan semua data ke dalam tabel hasil pengamatan

VI.

Data Pengamatan

Lensa Cembung
No.

1/s

1/s

1/s+1/s

1/f

Sifat bayangan
1.

20

39

1/20

1/39

1/20+1/39

0.0756

13.227

Nyata,terbalik,diperbesar
2.

35

25

1/35

1/25

1/35+1/25

0.0686

14.577

Nyata,terbalik,diperkecil
3.

42

22

1/42

1/22

1/42+1/22

0.06925

14.44

Nyata,terbalik,diperkecil
4.

43

22

1/43

1/22

1/43+1/22

0.06871

14.554

Nyata,terbalik,diperkecil
5.

20.5

26.5

1/20.5

1/26.5

1/20.5+1/26.5

0.0867

11.534

Nyata,terbalik,diperbesar
6.

20

40

1/20

1/40

1/20+1/40

0.075

13.3

Nyata,terbalik,diperbesar
7.

20

45

1/20

1/45

1/20+1/45

0.072

13.85

Nyata,terbalik,diperbesar
8.

35.5

22.5

1/35.5

1/22.5

1/35.5+1/22.5

0.0726

13.774

Nyata,terbalik,diperkecil

Lensa Cekung
No.

1/s

1/s

1/s+1/s

1/f

Sifat bayangan
1.

1.5

2.5

0.625

1/2.5

1.66

0.5

Maya,tegak,diperkecil
2.

5.5

0.7857

1/5.5

1.27

1.4518

1.4518

0.689

Maya,tegak,diperkecil
3.

7.5

0.9

10

1.2

1/10

0.83

0.93

0.93

1.075

Maya,tegak,diperkecil
4.

6.5

0.8

15

1.846

1/15

0.542

0.6087

0.6087

1.642

Maya,tegak,diperkecil
5.

0.6

17

1.457

1/17

0.686

0.745

0.745

1.342

Maya,tegak,diperkecil
6.

6.5

0.5

18.5

1.423

1/18.5

0.702

0.7561

0.7561

1.322

Maya,tegak,diperkecil
7.

0.3

22

1.1

1/22

0.909

0.9545

0.9545

1.0476

Maya,tegak,diperkecil
8.

0.2

24

0.96

1/24

1.041

1.0827

1.0827

0.9236

Maya,tegak,diperkecil
9.

0.333

1/1

3.00

0.25

Maya,tegak,diperkecil

VII.

Pertanyaan dan Jawaban

1.

Mengapa percobaan di lakukan sebanyak 8 kali variasi data ?

Jawab: Supaya praktikan mendapatkan hasil yang lebih akurat.

2. Apakah kedelapan hasil perhitungan jarak focus lensa ( f ) menghasilkan angka


yang persis sama ? Kalau tidak mengapa terjadi demikian ?
(kesalahan percobaan dapat diakibatkan oleh factor alat dan factor praktikan
,uraikan kemungkinan kemungkinan kesalahan alat dan kesalahan praktikan)
Jawab: Tidak,karena adanya kesalahan alat dan kesalahan praktikan.
Kesalahan alat: ketidak telitian dan kurangnya keakuratan alat pengukur.
Kesalahan praktikan: kurang telitinya praktikan dalam membaca alat ukur.

3.

Bagaimanakan pengaruh besarnya S terhadap S ?

Jawab: Semakin besar nilai S semakin kekil nilai S. Jadi nilai S dan S berbanding
terbalik.

4.

Apasajakan sifat-sifat bayangan yang terjadi pada percobaan ini ?

Jawab: Nyata,terbalik,diperbesar
Nyata,terbalik,diperkecil
Maya,tegak,diperkecil

5.

Berapa jarak fokus lensa yang digunakan pada percobaan ini?

Jawab:

6.

Apa perbedaan bayangan pada lensa cekung dan cembung?

Jawab: Bayangan yang dibentuk oleh lensa cekung selalu maya dan tegak.
Bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung selalu nyata dan terbalik.

7.

Jelaskan yang dimaksud bayangan maya dan bayangan nyata!

Jawab: Bayangan nyata adalah bayangan yang dapat ditangkap (diproyeksikan)


oleh suatu media (layar). Bayangan maya adalah bayangan yang tidak dapat
ditangkap oleh suatu media.

8.

Tentukan sifat bayangan pada lensa cekung!

Jawab: Maya,tegak,diperkecil

VIII. Kesimpulan
-

Bayangan yang dibentuk oleh lensa cekung selalu maya dan tegak.

Bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung selalu nyata dan terbalik.

Semakin besar nilai S semakin kekil nilai S. Jadi nilai S dan S berbanding
terbalik.
Bayangan nyata adalah bayangan yang dapat ditangkap (diproyeksikan) oleh
suatu media (layar).
Bayangan maya adalah bayangan yang tidak dapat ditangkap oleh suatu
media.