Anda di halaman 1dari 39

PERHITUNGAN CADANGAN MINERAL

CADANGAN BIJIH
A. PENGERTIAN SUMBER DAYA DAN CADANGAN BERDASARKAN SNI
Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI), Amandemen I SNI13-47261998, yang dimaksud dengan:
1. Sumber Daya Mineral (Mineral Resource); adalah endapan mineral yang
diharapkan dapat dimanfaatkan secara nyata. Sumber daya mineral dengan
keyakinan geologi tertentu dapat dapat berubah menjadi cadangan setelah
dilakukan pengkajian kelayakan tambang dan memenuhi kriteria layak tambang.
2. Cadangan (Reserve); adalah endapan mineral yang telah diketahui ukuran,
bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitasnya, dan yang secara ekonomis, teknis,
hukum, lingkungan dan sosial dapat ditambang pada saat perhitungan dilakukan.
Klasifikasi Sumber Daya Mineral:
1. Sumber Daya Mineral Hipotetik (Hypothetical Mineral Resource); adalah
sumber daya mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan
perkiraan pada tahap Survey Tinjau(Reconnaissance).
2. Sumber Daya Mineral Tereka (Inferred Mineral Resource); adalah sumber daya
mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan hasil tahap
Prospeksi (Prospecting).
3. Sumber Daya Mineral Terunjuk (Indicated Mineral Resource); adalah sumber
daya mineral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan hasil tahap
Eksplorasi Umum (General Exploration).
4. Sumber Daya Mineral Terukur (Measured Mineral Resource); adalah sumber
daya minral yang kuantitas dan kualitasnya diperoleh berdasarkan hasil tahap
Eksplorasi Rinci (Detailed Exploration).
Klasifikasi Cadangan:
1. Cadangan Terkira (Probable Reserve); adalah sumber daya mineral terunjuk
dan sebagian sumber daya mineral terukur yang tingkat keyakinan geologi-nya
masih lebih rendah, yang berdasarkan Studi Kelayakan Tambang (Mine Feasibility
Study) semua faktor yang terkait telah terpenuhi, sehingga penambangan dapat
dilakukan secara ekonomik.
2. Cadangan Terbukti (Proved Reserve); adalah sumber daya mineral terukur

yang berdasarka Studi Kelayakan Tambang semua faktor yang terkait telah
terpenuhi, sehingga penambangan dapat dilakukan secara ekonomik.
B. KLASIFIKASI CADANGAN BERDASARKAN SUMBER LAIN
1. USGS/ USBM
a. Measured
b. Indicated
c. Inferred
2.FORRESTER
a. Developed
b. Probable
c. Possible
3. HOOVER
a. Proved
b. Probable
c. Prospective
4. UMUM
a. Proven
b. Probable
c. Possible
C. PERHITUNGAN CADANGAN BIJIH
Metoda-metoda konvensional yang biasa digunakan dalam perhitungan
cadangan adalah:
1. Metoda Triangular
2. Metoda Daerah Pengaruh (Area of Influence)
3. Metoda Penampang (Cross Section)
4. Metoda Isoline.

Parameter-parameter yang penting antara lain adalah:


1. Kadar Bijih (Grade)
2. Ketebalan dan Luas (Thickness and Area)

3. Porositas dan Kandungan Air (Porosity and Moisture/ Water Content)


4. Berat jenis (Density).
C.1. Kadar Bijih (Grade);
Perhitungan cadangan bijih tentunya merupakan salah satu parameter yang
sangat penting dan umumnya hasil akhir bisa memberikan gambaran tentang
kandungan kadar rata-rata dari suatu cadangan bijih.
C.2. Ketebalan dan Luas (Thickness and Area);
Ke dua parameter ini mempunyai hubungan dengan geometri endapan dan
penyebaran bijih.

Keterangan:
ts = tebal yang sebenarnya dari endapan th = ketebalan dalam arah horisontal
tv = ketebalan dalam arah vertikal ts = th sin b = tv cos b
Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
ts = tebal yang sebenarnya dari endapan th = ketebalan dalam arah horisontal
tv = ketebalan dalam arah vertikal ts = th sin b = tv cos b
Copy and WIN : http://bit.ly/copy_wi
ts = tebal yang sebenarnya dari endapan
Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
ts = Ketebalan sebenarnya dari endapan
th = Ketabalan dalam arah horisontal
tv = Ketebalan dalam arah vertikal
ts = th sin b = tv cos b
Untuk mengetahui luas (S) endapan;
Sh = Ss sin b

atau;
Sv = Ss cos b
Dimana;
Sh = Luas horisontal
Sv = Luas vertikal
Ss = Luas yang sebenarnya
C.3. Berat Jenis (Density);
Beberapa hubungan yang penting adalah;

Dimana:
Gm = Berat jenis dari mineral tanpa pori, tanpa kandungan air (Moisture
Content)
Gd = Berat jenis batuan (material) kering, tanpa kandungan air hanya pori
Gn = Berat jenis batuan (material) dalam keadaan alami dengan pori dan
kandungan air
P = Porositas
M = Kandungan air (Moisture Content)
Hubungan antar parameter-parameter tersebut bisa pula diilistrasikan pada
gambar di bawah ini;

C.3.1.Penentuan Kadar Air Bijih;


Untuk menentukan kadar air bijih di laboratorium, tata laksananya adalah
sebagai berikut;
bijih yang berasal dari lapangan terlebih dahulu ditimbang untuk diketahui berat
aslinya. Selanjutnya bijih tersebut dikeringkan pada tempertur (suhu) 100d
Celcius selama 12 jam atau hingga beratnya konstan.
Kadar air bijih dapat dihitung menggunakan persamaan berikut;

Dimana;
W1 = berat sampel sebelum dikeringkan
W2 = berat sampel setelah dikeringkan
C.3.2. Tonnage Factor
Di dalam perhitungan cadangan bijih, tonnage factor juga digunakan. Tonnage
factor dapat ditentukan untuk bijih kering ataupun basah (alami).
1. Tonnage Factor untuk bijih kering (Inplace);

2. Tonnage Factor untuk bijih basah (Natural)

D. KALKULASI CADANGAN
D.1. Metoda Triangular
Layout dari segitiga-segitiga

Prisma-prisma triangular;

Menghitung volume setiap segmen dapat ditentukan dengan persamaan;


V = 1/3 (t1 + t2 + t3) S
S = luas segitiga pada segmen 123 (sesuai gambar)
t = ketebalan endapan masing-masing segmen

Total volume seluruh prisma triangular sama dengan volume seluruh segmen
pada blok uji.
Catatan;
Dalam perhitungan cadangan, metoda triangular dapat dianggap sebagai
metoda standar. Meskipun demikian kesalahan yang muncul di dalam
penggunaan metoda ini perlu diperhatikan, sebab terjadinya kesalahan tersebut
adalah akibat dari cara mengelompokkan segita-segitiga prisma di dalam suatu
poligon.
Coba perhatikan empat persegi panjang ABCD

Ada dua cara untuk mengkonstruksikan prisma-prisma triangular dari prisma


empat persegi panjang.
Kesalahan relatif dari volume suatu blok yang dibatasi oleh empat (4) lubang bor
dengan ketebalan t1, t2, t3 dan t4 dapat dijelaskan sebagai berikut:
volume dari prisma dapat dihitung dari V1 dengan prisma-prisma triangular ABD
dan BDC atau V2 dengan prisma-prisma triangular ABC dan ADC.

Di dalam perhitungan V1, t2 dan t4 dihitung dua kali sedangkan di dalam


perhitungan V2, t2 dan t3 yang dihitung dua kali.
Volume dari prisma dapat diperoleh dengan membagi dua jumlah V1 dan V2.

Kesalahan relatif antara V1 dan V2 adalah:

Bila dV = 0, maka V1 = V2 dan t1 + t3 = t2 + t4


Dengan demikian, maka metoda triangular hanya teliti bila jumlah t1 dan t3
untuk setiap prisma sama dengan jumlah t2 dan t4. Andaikan (t1 + t3) dua kali
lebih kecil dari (t2 + t4), yakni;
2(t1 + t3) = (t2 + t4), maka volume V1 lebih besar dari V2 dan kesalahan relatif
adalah sebesar 20 persen.
v
Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
D.2. Metoda Daerah Pengaruh (Area of Influence)

Di mana;
l = titik bor/ sumur uji

Kotak arsir = daerah pengaruh

Konstruksi daerah pengaruh pada segitiga tumpul;

Blok bijih dengan 4 daerah pengaruh yaitu 1, 2, 3 dan 4.


Daerah pengaruh dari titik 1 - pola bujur sangkar

Menghitung cadangan dengan cara mempergunakan metoda daerah pengaruh;


daerah pengaruh titik satu dapat diukur (S1)

Andaikan ketebalan endapan bijih pada titik 1 adalah t1 dengan kadar rata-rata
k1, maka volume essay produk;
(V persen) = S1 x t1 x k1 (volume pengaruh)
Bila specific gravity dari bijih = g, maka:
Tonnage bijih = S1 x k1 x t1 x g (tonnage persen)
D.3. Metoda Included dan Extended Area
- Metoda Included Area - cadangan dihitung di dalam batas-batas yang ada.

- Metoda Extended Area - cadangan dihitung melampaui batas-batas yang ada

D.4. Metoda Penampang


1. Rumus Luas Rata-rata (Mean Area);

Rumus luas rata-rata untuk jenis atau tipe endapan yang mempunyai
penampang seragam (Uniform).
2. Rumus Prismoida;

3. Rumus Kerucut Terpancung;

4. Rumus Obelisk;
Rumus ini digunakan untuk menghitung cadangan bijih yang tipikal sebarannya
membaji. Rumus ini merupakan modifikasi dari rumus prismoida dengan cara
men-substitusi;

D.5. Metoda Isoline


Metoda ini dipakai untuk digunakan pada endapan bijih di mana ketebalan dan
kadar mengecil dari tengah ke tepi endapan.

Volume dapat dihitung dengan cara menghitung luas daerah yang terdapat di
dalam batas kontur, kemudian mempergunakan prosedur-prosedur yang umum
dikenal.
Kadar rata-rata dapat dihitung dengan cara membuat peta kontur kemudian
mengadakan weighting dari masing-masing luas daerah dengan contour grade.

Dimana;
g0 = kadar minimum bijih
g = interval kadar yang konstan antara dua kontur
A0 = luas endapan bijih dengan kadar g0 dan lebih tinggi
A1 = luas endapan bijih dengan kadar g0 + g dan lebih tinggi
A2 = luas endapan biijih dengan kadar g0 + 2g dan lebih tinggi, dst...
Apabila kondisi mineralisasi tidak teratur maka akan muncul masalah. Hal ini
dapat dijelaskan melalui contoh berikut ini;

Dalam hal ini;

E. PETA PENYEBARAN KADAR


Proyeksi kadar bijih (penampang) pada suatu tambang bawah tanah
(Underground Mining).
Skala peta untuk kebutuhan ini adalah 1:500 sampai 1:100.
a: kadar yang paling tinggi

b: Kadar yang paling rendah


a>b>c>d>e
F. PENENTUAN BATAS SEBARAN ENDAPAN BIJIH
Untuk menentukan batas dan endapan bijih digunakan Cut off grade (CoG).
Ada beberapa metoda yang dapat digunakan, yaitu:
1. Metoda Cross
2. Metoda Network
3. Metoda Vector
(1). Metoda Cross;

(2). Metoda Network;

Keterangan:
l = lubang bor/ sumur uji yang mengandung bijih
m = lubang bor/ sumur uji yang tidak mengandung bijih

(3). Metoda Vector;

Keterangan:
I = vektor-vektor primer
II = vektor-vektor sekunder
m = tidak mengandung bijih

METODA-METODA DALAM PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA Cadangan batubara (coal


reserves) merupakan hal penting dalam menentukan penambangan endapan dengan ekonomis.
Tingkat kepastian cadangan terestimasi menentukan resiko kelayakan ekonomi tambang dan garansi
bagi pengembalian modal (capital investment). Estimasi sumberdaya batubara (coal resources) dan
cadangan meliputi klasifikasi (kategorisasi) dari kalkulasi sumberdaya batubara dan cadangan.
Perhitungan cadangan ini merupakan hal yang paling vital dalam kegiatan eksplorasi. Perhitungan
yang dimaksud di sini dimulai dari sumberdaya sampai pada cadangan yang dapat di tambang yang
merupakan tahapan akhir dari proses eksplorasi. Hasil perhitungan cadangan tertambang kemudian
akan digunakan untuk mengevaluasi apakah sebuah kegiatan penambangan yang direncanakan
layak untuk di tambang atau tidak. Adapun metode perhitungan cadangan antara lain :
a.

Metode Cross Section Masih sering dilakukan pada tahap-tahap paling awal dari perhitungan.

Hasil perhitungan secara manual ini dapat dipakai sebagai alat pembanding untuk mengecek hasil
perhitungan yang lebih canggih dengan menggunakan komputer. b.

Metode Isoline (Metode

Kontur) Metoda ini dipakai untuk digunakan pada endapan bijih dimana ketebalan dan kadar mengecil
dari tengah ke tepi endapan. Volume dapat dihitung dengan cara menghitung luas daerah yang
terdapat di dalam batas kontur, kemudian mempergunakan prosedur-prosedur yang umum dikenal.
c.

Metode Model Blok (Grid) Aspek yang paling penting dalam perhitungan cadangan adalah

metode penaksiran, terdapat bermacam-macam metode penaksiran yang bisa dilakukan yaitu
metode klasik yang terdiri dari NNP (Neighborhood Nearest Point) dan IDW (Inverse
Distance Weighting) serta metode non klasik yaitu penaksiran dengan menggunakan Kriging. Metode
Kriging adalah yang paling baik dalam hal ketepatan penaksirannya (interpolasi), metode ini sudah
memasukkan aspek spasial (posisi) dari titik referensi yang akan digunakan untuk menaksir suatu titik
tertentu. d.

Metode Poligon (area of influence) Metoda poligon ini merupakan metoda perhitungan

yangkonvensional. Metoda ini umum diterapkan pada endapan-endapan yang relatif homogen dan
mempunyai geometri yang sederhana. Kadar pada suatu luasan di dalam poligon ditaksir dengan nilai
conto yang berada di tengah-tengah poligon sehingga metoda ini sering disebut dengan metoda

poligon daerah pengaruh (area of influence). Daerah pengaruh dibuat dengan membagi dua jarak
antara dua titik conto dengan satu garis sumbu
Copy the BEST Traders and Make Money : http://ow.ly/KNICZ

I. PENDAHULUAN
A. PENGERTIAN DAN DEFINISI
Kegiatan perhitungan cadangan :
-Setelah tahap eksplorasi
-Sebelum thp persiapan penambangan.
Dilakukan bila : bts reserves dan resources hrs jelas, dasarnya keadaan geologi, ekonomi, ketentuan
hukum dan kebijaksanaan pemerintah.
Sumber Daya (Resources) :
-Akumulasi/ longgokan zat pdt, cair, gas.
-Terbtk scr alamiah
-Terletak di dlm / permukaan bumi
-Terdiri dr satu jenis/ lebih komoditas
-Dpt diperoleh scr nyata dan bernilai ekonomi.
Cadangan (Reserves) :
-Bag dr sumberdaya
-Teridentifikasi dr komoditas mineral ekonomi.
-Dpt diperoleh dan tdk bertentangan dgn ketentuan hukum/ kebudayaan pd saat itu.
B. RUANG LINGKUP PENAKSIRAN CADANGAN
Kegiatan Pertambangan :
Prospeksi
Ada
Tidak
Eks Pendahuluan
Eksplorasi Detil Eksplorasi
Stop
Eksplorasi Lanjut
Analisis & PENAKSIRAN CADANGAN
Evaluasi
Studi Kelayakan
Tidak layak
Layak
Stop
Development
Penambangan
Pengolahan/ekstraksi
Pemasaran.

Eksplorasi menurut Mc Kinstry HE dan Alan M Bateman :


dr mencari suatu prospect (reconnaissance) sampai evaluasi dr prospect tsb, perluasan lokasi disekitar
daerah penambangan.
Tujuannya :
-Penemuan geologis endapan min bernilai ek.
-Mengetahui uk, btk, kddkn, sifat dan nilai dr end min.
Kegiatan lapangan utk memperoleh data guna Penaksiran Cadangan :
1. Observasi lapangan : gambaran praktis, kondisi dan keadaan dilapangan, pengambilan data geografi
dan demofrafi.
2. Pemetaan : tdk mutlak dilaksanakan. Utk mengetahui topografi, bentang alam, lereng awal. Jk telah
tersedia peta mk hanya ploting.
3. Pengambilan Conto : berupa : air, tanah, endapan, tumbuh-tumbuhan, udara, float, masukan dlm
kantong sesuai dgn metodanya.
4. Pengambilan data Geologi : melalui studi literature, pengecekan lap terutama bentang alamnya.
5. Pengolahan Data : dilap (pengecekan mudah) atau dikirim ke kantor termasuk pekerjaan studio, uji lab
dan analisis.
Ruang Lingkup Pekerjaan Penaksiran Cadangan :
-Menentukan cad raw material (satuan berat/ volume)
-Menetukan cad end min/logam (berat)
-Menentukan klasifikasi cadangan.
C. PERKEMBANGAN PENAKSIRAN CADANGAN
Ditentukan oleh :
Perkembangan pengetahuan dan teknologi.
Pengetahuan :
-Pengetahuan geologi (teori, data geologi semakin luas).
-Pengembangan inventarisasi bg semakin detil.
-Pengembangan matematik (cubic spline)
-Pengembangan pengetahuan statistik (geostatistik).
Teknologi :
-Perkembangan teknologi geofisika, kamera, scanning electrical microscope, pemboran inti, informatika.
II. ENDAPAN BAHAN GALIAN DAN CADANGAN
Endapan Bahan Galian dikelompokan dgn istilah :
-Penggolongan : kep negara -- penekanan nilai ekonomi dan usaha.
-Klasifikasi : penekanan pd geologi endapan
Cadangan dikelompokan dgn istilah :
-Klasifikasi : berdasarkan ekonomis dan geo end.
A. PENGGOLONGAN BAHAN GALIAN
Pemerintah menetapkan UU dan PP :
1. UU No 11 th 1967 ttg Ketentuan Pokok-pokok Pertambangan Bab II pasal 3 ayat 1, bg dibagi atas 3
golongan :
a. Gol Bahan Galian Strategis (A) : utk pertahanan dan perekonomian negara.
Cth : minyak bumi, batubara, uranium, nikel, timah.
b. Gol Gol Bahan Galian Vital (B) : menjamin hajat hidup orang banyak.
Cth : besi, bauksit, emas, arsen, yurium, berillium, kriolit, yodium.

c. Gol Gol Bahan Galian yg tdk termasuk gol A & B : tdk langsung mempengaruhi hajat hidup org
banyak, baik sifat maupun jmlnya.
Cth : nitrat, asbes, yarosit, permata, psr kuarsa, batuapung, marmer, batu kapur, granit.
2. PP No 27 Th 1980 ttg Penggolongan BAHAN GALIAN
a. Nilai strategis/ek bg thd negara
b. Terdptnya bahan galian di alam (ganesa)
c. Penggunaan bahan galian bg industri
d. Pengaruh thd kehidupan rakyat banyak
e. Pemberiaan kesempatan pengembangan dan pengusahaan.
f. Penyebaran pembangunan daerah.
B. KLASIFIKASI ENDAPAN BAHAN GALIAN
Klasifikasi utk menentukan met PC berdasarkan : Homogenitas end, penyebaran kadar, btk
geometrinya. Diklasifikasikan Mjd 3 :
1. EBG A/ Simple Geometri.
Koefisien variasi yg rendah, dirinci mjd 2 jns :
a. Simple Grade Distribution.
Mis : end Batubara, besi, bauksit, nikel laterit dan tembaga stratabound.
b. Complex Grade Distribution
Mis : End tembaga disseminated, emas stockwork dan emas witwatersrand.
2. EBG B : Complex Geometri Simple Grade Distribution.
Koefisian variasi rendah.
Mis : end base metal dgn btk geometri kompleks.
Ciri-ciri Endapan kategori in adalah :
-Kdr homogen dan factor geometri kompleks
-Kdr pd batas end sangat bervariasi.
-Analisis variografi perlu sebelum perhit geostatic.
-Hsl Perhitungan umumnya berbeda setelah ditambang perlu dikoreksi berdasarkan pengalaman
penambangan.
-Interpretasi geologi penting dlm penentuan bts cadangan.
-Kadar yg tinggi perlu dikelola tersendiri.
3. EBG C : Complex Geometri- Complex Grade Distribution
Koefisien variasi tinggi
Mis : endapan emas di Kalgoorlie Kanada.
Ciri-ciri End kategori ini :
-Btk geometri kompleks
-Kdr pd bts endapan sgt bervariasi
-Kdr pd tubuh bijihnya sendiri juga bervariasi sekali.
-Pengambilan conto dan interpretasi geologi sangat penting
-Asumsi-asumsi subyektif geologi memegang peranan penting
-Umumnya metoda konvensional hasilnya relatif tepat.
-Mining factor umumnya tdk memuaskan
-Estimasi local tergantung dr grid pengambilan conto.
C. KLASIFIKASI CADANGAN
1. Inggris (Institution of Mining & Metallurgi, London, 1902)
a. Cadangan Terukur (Proved).

Disebut positive dan visible. Semula (1902) adl end min yg dieksplorasi dgn pengambilan conto 2,3 atau 4
sisi blok tambang. Kmd 1912 mjd end min yg dibagi beberapa blok, blok dibatasi 3 atau 4 sisi pengambilan
conto. Cad dpt diperkirakan dgn baik tanpa thp konstruksi.
b. Cadangan Boleh Jadi (Probable)
Apbila end min tsb dibatasi 2 atau 1 sisi pengambilan conto dan perluasannya berdasarkan unsur2 yg dpt
diperkirakan.
c. Cadangan Terduga (possible)
Dikategorikan berdasarkan bbrp asumsi terdptnya end min.
2. Rusia (Mining Institute of the Soviet Academy of Sciences, 1960)
Bedasarkan prosentase kesalahan yg diijinkan :
Utk kategori :
A = 15-20 %
C-2 = 60-90%
B = 20-30%
C-1 = 30-60%
3. Amerika (USBM & USGS)
a. Bjh Terukur (Measure Ore )
Tonase dihit berdsrkan dimensi singkapan, parit, penelitian dan lubang bor. Kdr dihitung berdasarkan
pengambilan conto scr detil. Kondisi geologi juga diperhitungkan (struktur, uk, btk dan min). Kesalahan yg
diperbolehkan tdk lebih dr 20 %.
b. Bijih Teridentifikasi (Indicated Ore)
Tonase dan kdr dihit sebagian berdasarkan pengukuran scr spesifik, pengambilan conto dan data produksi,
lainnya dgn jarak proyeksi data geologi.
c. Bijih Tereka (Inferred Ore)
Tonase dan kdr dihit berdsrkan perkiraan dan pengetahuan ttg karakteristik geologi scr umum, sebagian
kecil dr pengambilan conto/ hsl pengukuran.
4. Mc Kelvey 1973 :
a. Terukur (Measured)
b. Terindikasi (Indicated)
c. Tereka (Inferred)
a. Sumber daya (resources) :
Onggokan alamiah dr zat pdt, cair atau gas yg terdpt dialam, mengandung 1 jenis/ lebih komoditas,
diharapkan diperoleh nyata dan bernilai ekonomis.
b. Sumber daya teridentifikasi (identified resources)
End min diketahui nyata baik jenis, btk, kddkn, atau kuantitas dan kualitasnya.
c. Sumber daya tak teridentifikasi (undiscovered resources)
Zona endapan mineral yg belum diketahui scr nyata baik btk, kddkn maupun kuantitas dan kualitasnya.
d. Cadangan (reserves)
Bagian dr Sumber daya teridentifikasi dr suatu komoditas min yg ekonomis dan tdk bertentangan dgn
ketentuan hk dan keb pd saat itu.
e. Sumber daya teridentifikasi sub ekonomi ( identified sub economic resources)
Sd yg dpt mjd cadangan dgn perubahan ek, harga, tek serta tdk bertentangan dgn ketentuan hk/ keb pd
saat itu.
f. Cadangan terunjuk (demonstrated)
Sd teridentifikasi, tonase dan kadarnya diketahui dr pengukuran nyata, pengambilan conto, data produksi
terperinci dan proyeksi data geologi.
g. Cadangan Terukur (measured)
Cad yg kuantitasnya dihit berdasarkan hsl pengukuran nyata.
h. Cadangan teridentifikasi (indicated)

Cadangan / Sumber daya mineral, tonase dan kdrnya sebagian berdasarkan perhit dr pengambilan conto
atau dr data produksi.
i. Cadangan tereka (inferred)
Cadangan atau sd min yg diperhitungkan kuantitasnya berdasarkan pengetahuan keadaan geologi.
j. Sub marginal
Sumber daya sub ekonomi yg dpt bernilai ek/ menguntungkan, apabila keadaan harga komoditas tsb pd tk
yg menguntukan atau krn kemajuan tek shg mengakibatkan penekanan biaya penambangan dan
pengolahannya.
k. Para Marginal
Sumber daya sub ekonomi yg berbatasan langsung dgn cad bernilai ek menguntungkan.
l. Sumber daya hipotetik ( hypothetical resources)
Sd tdk teridentifikasi, diharapkan menjadi zona pengembangan end min teridentifikasi.
m. Sumber daya spekulatif (speculative resources)
Sumber daya tak teridentifikasi, msh memungkinkan ditemukan pd zona geologi dr sd yg telah
diketahui. Indonesia mengeterapkan klasifikasi cad Mc Kelvey krn : dianggap plg detil, pertimbangan
geologi dan ekonomi, wawasannya luas ttg klasifikasi cadangan.
Dsr Klasifikasi :
a. Kenaikan tk keyakinan geologi
b. Kenaikan tk kelaksanaan ek.
III. DASAR-DASAR PENAKSIRAN CADANGAN
A. PENGAMBILAN CONTO
Definisi :
Proses pengambilan sejml kecil dr populasi2 (gas, cairan, padatan, tumbuhan) mewakili sifat fisik dan
kimia.
Tujuan :
Ada tdknya ebg (prospeksi), btk, kdr dan kddkn (eksplorasi), perhit cadangan.
Metoda :
Tergantung sifat fisiknya, lokasi, alat, tenaga (manual, mekanis) dan biaya.
4 Komp Utama pengambilan Conto (Spero Carras) :
1. Komp Statistik : angka/jml pengambilan individu massa.
2. Komp Geologi : orientasi jml pengambilan conto.
3. Komp Fisik :
a. Proses fisik : matabor, preparasi, peralatan, metoda.
b. Sifat fisik : sifat populasi, batuan, tanah, air, gas.
4. Komponen kimia : proses kimia, pengujian akhir conto.
Metode pengambilan conto manual :
Channel, chip, broken ore, grab, bulk
Metode pengambilan conto mekanis :
Core, cutting
Metode pengambilan conto dilihat dr materinya :
Rock, stream sedimen, water, vapor, soil, placer, vegetasi.
Pola pengambilan conto tergantung sifat fisik conto dan top :
-Tdk berpola : cairan, gas, tumbuh2an, permukaan bergelombang/ relief kasar.
-Dapat Berpola : material lepas (placer) dan batuan, perm kasar.
B. PENENTUAN DAERAH PENGARUH.
Berlaku utk : conto material, tanah, batuan.
Tidak utk : conto air, gas, tanaman.

Pedoman untuk menentukan batas daerah pengaruh :


a. Pedoman pembagi grs tgk lrs yg membagi 2 dgn jarak yg sama antara 2 ttk terdekat.
b. Pedoman membagi 2 sdt dan disebut juga dgn pedoman gravitasi.
Grs Berat/ Tgk Lurus : Conto btk ttk.
Grs Berat : Conto btk grs :
C. INTERPRETASI DAERAH PENGARUH.
Erat hub dlm penentuan batas2 daerah pengaruh. Berdsrkan obyeknya, interpretasi dibagi mjd :
1. Interpretasi Analitis
Dilakukan dgn 2 pedoman yaitu :
a. Pedoman perubahan bertahap (rule of gradual changes)
Dilakukan dgn prosedur matematik dan prosedur grafis. Ke2nya sama2 menggunakan fungsi linear. Scr
numeric perubahan kondisi end min dianggap sama disepanjang grs lrs penghubung 2 ttk conto.
Diterapkan utk kdr, brt, luas, vol dan tonase.
b. Pedoman ttk terdekat (rule of nearest points) atau pengaruh sama (equal influence)
Nilai ttk diantara 2 ttk pengamatan dipertimbangkan tetap atau sama dgn nilai ttk didekatnya.
2. Interpretasi Natural / Intrinsic
Dilakukan thd criteria geologi teknologi dan ekonomi.
3. Interpretasi empirik
Berpedoman pd hsl2 penelitian atau pengamatan sebelumnya dan dianggap = lokasi yg sedang diteliti /
diamati.
D. EKSPLOARSI DAERAH PENGARUH
Ttk yg terpisah dpt diekstrapolasi dgn pedoman ttk terdekat. Jari2 bts ditentukan setengah jarak ttk2 terdkt.
Ekstrapolasi juga dpt diterapkan pd suaru block yg dibentuk oleh 4 ttk.
E. TEBAL SEMU & TEBAL SEBENARNYA
Btk geometri end min sangat diperlukan.
Unsur Asumsi, interpretasi dan melakukan perhitungan.
Unsur utama perhitungan cadangan adl ketebalan, panjang, lebar dan pengamatan kadar serta factor
tonase.
Asumsi Penggambaran 3 dimensi :
Pd sketsa horizontal yg tergambar adl kedlmn vertical sedang pd sketsa ver yg tergambar adl kedlmn hor.
Kedlmn atau ketebalan sesungguhnya adl jarak miring pd bidang dgn kemiringan/ dip end min
tsb. Ketebalan yg diukur dr pemboran adl ketebalan semu, krn diukur miring thd strike sesungguhnya dan
dip sesungguhnya dr end min.
F. PENGUKURAN DAN PERHIT. LUAS
1. Pengukuran dgn Planimeter
Berulang2 min 2X. Jk selisih pembacaan 1 dan 2 <2% mk nilai rata2 dibenarkan.
2. Pengukuran dgn Template
Menggunakan pola segiempat, ttk dan grs2 sejajar. Jml segi4/ ttk/ grs sejajar pd endapan min, kalikan dgn
skala tiap 1 unit luasannya.
3. Perhitungan Geometri
Luas end min dibagi dlm bbrp btk geometri segi3, segi4, belah ketupat/ trapezium, jml dan kalikan dgn
skala.
4. Penjumlahan Bbrp Luasan Seragam
a. Rumus Trapezoidal
Luas daerah yg akan dihit, dibtk oleh bbrp btk trapezium dan scr berurutan sbg berikut :
L= (A1+A2)h + (A2+A3)h +

b. Rumus Simpson
Rms ini mengamsumsikan bahwa bts2 dr setiap penampang diwakili oleh lengkung parabolic yg melewati
ttk2 yg berurutan.
L = 1/3h (A+2 Aganjil + 4 Agenap + A2)
c. Rumus Gabungan Trapezoidal dan Simpson
L=h [(A1+An) + A2+A3+A4++An-1]
2
d. Metoda Ambil dan Buang
G. PERHITUNGAN VOLUME
1. Cara Sederhana:
-Perkalian P x L x T
-Perkalian Luas x T
-Perkalian Luas dan jarak antar penampang.
2. Rumus 2 penampang (End Area)
Apabila L1 dan L2 relatif sama, jk luasnya berbtk ling mk akan menyerupai btk silindris
V= t (L1+L2)/2
3. Rumus Gabungan Penampang
Utk bbrp penampang L1,L2,Ln dgn perbedaan yg tdk jauh / hampir sama
V= (L1x2L2x2L3+2L4+.+An)t/2
4. Rumus Kerucut (cone)
V= t . L1/3
5. Rumus Baji (Wedge)
Apabila salah satu penampang dianggap grs shg dpt dikatakan btknya membaji.
V = t L1/2
6. Rumus frustum
Seperti kerucut terpancung, perbedaan dgn silindris terletak pd perbedaan luas L1 dan L2 yaitru
L1=<0,5L2
V= t/3 (L1+2L2+ L1.L2)
7. Rumus Prismoidal
Pd endp yg menyempit/ mengembang, Lm adl luas rata2 penampang tambahan konstruksi dlm.
V = t/6 (L1+4Lm+L2)
H. CUT OF GRADE (COG)
Kadar terendah yg masih menguntungkan utk ditambang.
Mixing dpt dilakukan pd kualitas rendah dan tinggi.
Pertimbangan ekonomis, menentukan batas cadangan. Dibwh COG tdk dikategorikan cad. Ttp SDM.
G. ULTIMATE PIT SLOPE
Pertimbangan teknis, kemiringan/bts luar tambang yg tetap stabil dan menguntungkan. Pengaruhnya pd
eksplorasi lanjut, thp evaluasi dan thp persiapan. Didasarkan pd :
1. BESR (Break even striping Ratio) yg diperkenankan.

BESR : perbandingan antara nilai dr bg yg berhasil ditambang, biaya penambangan dan biaya yg
dikeluarkan utk pengupasan lap penutup.
Economic Striping Ratio
BESR = (A-B)/C
A = nilai end min (Rp/ton bg)
B = biaya penambangan (Rp/ton bg)
C = biaya kupas lap penutup (Rp/ton lap pentp)
A-B>C mk untung
Overal Striping Ratio
A=biaya TAMBANG BAWAH TANAH, B= biaya Tamka
BESR>1 Tamka <1 TAMBANG BAWAH TANAH =1 bisa keduanya
2. Sifat fisik dan sifat mekanik batuan (tekan, tarik, geser)
3. Struktur geologi (sesar, kekar, bidang geser, bidang perlapisan)
4. Air tanah, unsure kimia batuan dan waktu yg dibutuhkan.
J. PILAR TAMBANG BAWAH TANAH
Pd thp eksplorasi lanjut, ev dan thp persiapan pilar akan mengurangi jml cadangan yg telah dihitung.
K. PERATAAN DAN PEMBOBOTAN KADAR
Enter your email address:

Subscribe

Delivered by FeedBurner

Related Articles
Aspek Teknis Penambangan
Basic Surface Mining
Pengantar Kestabilan Lereng
Tambang Batubara
Ilmu Ukur Tambang
Perencanaan Tambang Terbuka Batu Bara

IV. PENENTUAN METODA DAN PROSEDUR PENAKSIRAN CADANGAN.


A. MENENTUKAN METODE PENAKSIRAN CADANGAN.
Prinsip :
Memilih met yg sederhana, mudah dilaksanakan, ketelitian sesuai tuj, geologi dan thp eksplorasi.
Pertimbangan penentuan metode Penaksiran Cadangan :
1. Tujuan Perhitungan : utk inventaris, konstruksi, penambangan.
2. Tahapan eksplorasi : eksplorasi pendahuluan, detil, lanjut.
3. Metode eksplorasi : cara tidak langsung, langsung
4. Jenis Bahan Galian : mineral bijih, non bijih
5. Klasifikasi Bahan Galian :
-Geometri sederhana :
a. Distribusi kadar sederhana
b. Distribusi kadar kompleks
-Geometri kompleks, distribusi kdr sederhana
-Geometri kompleks, Distribusi kadar kompleks
6. Pengamatan geologi : Jenis bg (min bjh, non bjh), letak end, btk end, uk end.

7. Data yg diperoleh : Pola pengambilan conto (teratur, tdk teratur), Jarak pengambilan conto 1 dgn
lainnya, Densitas pengamatan, Jml dan berat conto, Support (ttk, pjg, vol)
8. Waktu dan biaya yg tersedia.
Metode PENAKSIRAN CADANGAN dikategorikan mjd :
1. Metode Konvensional :
Tertua dan plg umum digunakan. Mudah diterapkan, dikomunikasikan dan dipahami. Mudah diadaptasikan
dgn semua end.
Kelemahannya sering menghslkan perkiraan salah, krn cenderung menilai kdr tinggi saja. Kdr suatu luasan
diasumsikan konstan shg tdk eksak/optimal scr matematis. End terpencar (Cu porphyry) penafsiran salah.
2. Metode Non Konvensional :
Pengembangan teori matematik dan statistik. Scr teoritis akan lebih optimal. Kelemahan rumit, data
terbatas tdk optimal.
Metode-Metode PENAKSIRAN CADANGAN :
1. Met Luas dan Faktor Rata2
a. Met Rata2 Hitung
b. Met Rata2 Pembobotan
c. Met Rata2 Analogi
d. Met Rata2 Blok Geologi
2. Met Blok Penambangan
a. Met Blok Terbuka 1 Level
b. Met Blok Terbuka 2 Sisi
c. Met Blok Terbuka 3 Sisi
d. Met Blok Terbuka 4 Sisi
3. Met Penampang (Cross Section)
a. Met Penampang Tegak :
-Met Standard -Met Linier
b. Met Penampang Mendatar:
-Met Kontur
-Met Isopach
-Met Isograde
4. Met Analitik
a. Met Segitiga
b. Met Poligon
5. Met Blok Reguler :
a. Blok berdasarkan ttk conto
b. Blok berdasarkan uk tetap :
-Metode ID (Inverse Distance)
-Met IDS ( ID Squared)
-Met IDC (ID Cubed)
B. PROSEDUR PENAKSIRAN CADANGAN
Dimulai dr data eksplorasi yg telah terkumpul sampai akhir dpt diketahui besarnya cadangan.
Besarnya cad dinyatakan :
-Vol dan berat raw material
-Vol dan berat min berharga/bjh

-Vol dan berat metal.


Scr umum prosedur meliputi :
1. Analisis data eksplorasi
Penilaian informasi geologi, penilaian data eksplorasi, met pengambilan conto, penggambaran end min (ltk,
uk, btk, penyebaran kdr)
2. Ploting data eksplorasi ke peta penyebaran end min.
3. Pemilihan met pc
4. Penentuan dan perhit parameter cad
-Kedalaman : lap tnh penutup, end min
-Ketebalan : lap tnh penutup, end min
-Luas : daerah pengaruh tiap ttk/poligon, daerah penyebaran end
-Kadar : Min berharga/ bjh dlm row material, metal/logam dlm min berharga/bjh, metal/ logam dlm row
material.
-Volume
-Tonage factor
-Berat : berat row material, berat min berharga/bjh, berat metal.
V. METODE KONVENSIONAL
A. METODE LUAS DAN FAKTOR RATA-RATA
Asumsi :
Segmen/ blok didasarkan kesamaan geologi end. Kesamaan geologi mencerminkan kesamaan ek dan
kesamaan teknik penambangannya.
Metode :
-Metode Rata2 Hitung
-Met Rata2 Pembobotan
-Met Rata2 Analogi
-Met Rata2 Blok Geologi
Diterapkan pd endapan :
Berbentuk pipih, mendatar, perlapisan.
Misal:
End bjh timah, bijih besi, batubara, batugamping, fosfat.
Parameter dasar dr perhitungan :
Ketebalan, luas, bj, kdr.
1. Met Rata-Rata Hitung
Met plg sederhana, setiap parameter terpisah satu dgn yg lainnya, shg perataannya sendiri2.
Setelah rata2 tebal dan rata2 kdr diketahui mk :
Vol End = V = tav x L
Berat end = Q = V x f
Cad Logam = P = Q x cav
F= tonase factor, V= volume,
Q = tonase material, L = Luas, P= tonase mat.
2. Met Rata2 Pembobotan
Perbedaannya kdr dikalikan lebih dahulu dgn factor yg diketahui, dibagi jml factor tsb.
Tdk hanya ketebalan, ttp dpt diganti factor lain:
1 dimensi = lebar, panjang
2 dimensi = lb dan pj, tb dan lb, tb dan pj, luas
3 dimensi = tb, pj, lb/tb, luas/pj, luas/lb, luas/v.
Berat

3. Met Rata2 Analogi (Met kesamaan)


Prosedur perhit 1 blok = blok lainnya. Sederhana dan lebih teliti dg rata2 bobot. Hasilnya jml cad raw mat/
metal (berat) seluruh blok.
4. Met Rata2 Blok Geologi
Ttk beratnya pd penentuan blok. Blok ditentukan berdsrkan kesamaan geologi. Fisiografi (mis morfologi,
topografi, dan pola alirannya). Stratigrafi (misal litologi, umur dan paleontologi). Sturktur geologi (mis
perlipatan dan patahan). Prosedurnya selalu sama pd setiap blok, seperti met rata2 analog.
B. METODE BLOK PENAMBANGAN
Diterapkan pd tbt.
Blok berdasarkan : pertimbangan geologi, nilai ekonomis end, teknik penambangannya.
Conto diambil pd sisi terbuka shg met ini dibagi 4 yg berdasarkan level/ sisi yg terbuka.
1. Met Blok Terbuka 1 level.
Terbuka 1 level, krn level lubang bukaan yg pertama. Ttp tdk selalu pd level, melainkan pd drift/ shaft.
Prinsipnya hanya 1 sisi saja yg terbuka. Kedalaman, ketebalan diketahui dgn pemboran tegak lurus sisi
terbuka.
2. Met Blok Terbuka 2 Sisi
Pengambilan conto pd 2 sisi lb. Penentuan blok digambarkan melalui 2 sisi tsb.
3. Met Blok terbuka 3 Sisi
Pengambilan conto pd 3 lb. Penentuan blok digambarkan melalui 3 sisi tsb.
Gambar A :
4. Met Blok Terbuka 4 Sisi
Pengambilan conto pd 4 lb, shg blok berbentuk balok.
C. METODE PENAMPANG/ CROSS SECTION
Dibagi : Penampang tegak dan Penampang mendatar/ level plan.
Penampang tegak berdasarkan penyusunan segmen atau seksi :
Met standard and Met linear.
Penampang datar/ isoline (grs yg sama parameternya) :
-Met Kontur (grs ketinggian yg sama)
-Met Isopach (grs ketebalan yg sama)
-Met Isograde (grs kdr yg sama).
1. Penampang Tegak
a. Met Standard
Mengikuti pedoman perubahan bertahap (rule of gradual changes), menghubungkan ttk pengamatan
terluar).
Pd met standar dgn prosedur :
Penentuan luas semua seksi, penentuan factor rata2, perhit volume, perhit cad, satuan berat raw material/
berat metal.
b. Met Linear
Mengikuti pedoman ttk terdekat (rule of nearest point), dgn membuat batas terluar end scr linear. Pj grs
linear = batas blok, setengah jarak antara 2 ttk.
2. Penampang Mendatar
a. Met Kontur
Mengikuti pedoman perubahan bertahap (rule of gradual change). Pembuatan kontur scr interpolasi ttk2 yg
telah diketahui ketinggian topografinya. Diterapkan utk end min berbentuk quarry dan yg dihit cad raw
material dan cadangan min berharga.
b. Met Isopach

Prinsip dan prosedur relatif sama dgn met kontur, ttp menghubungkan ttk2 dgn ketebalan yg sama.
Diterapkan pd end min dgn ketebalannya relatif teratur. Hit cad min berharga (bjh)/ cad metal.
c.Met Isograde
Prinsip dan prosedur relatif sama dgn met kontur, ttp menghubungkan ttk2 dgn kadar yg sama. Pernedaan
dlm penentuan kadar rata2.
D. MET ANALITIK
End min dibagi dlm blok2 scr grafis dlm btk segitiga/ poligon. Segitiga mengikuti pedoman perubahan
bertahap (rule of gradual change), sedangkan poligon mengikuti pedoman perubahan bertahap (rule of
gradual change) pedoman ttk terdekat (rule of nearest point)
1. Met. Segitiga
Segitiga dibentuk dr ttk2 pengambilan conto, shg setiap segitiga mrpkn luas dasar dr prisma segitiga.
Berpedoman perubahan bertahap (rule of gradual changes).
Ketebalan dan kadar setiap segitiga ditentukan scr rata2 pembobotan.
Met ini dibagi mjd :
a. Met Segitiga Sama Sisi
b. Met Segitiga Tdk Sama Sisi
c. Met Segitiga Tumpul.
2. Met Poligon
Poligon dibtk melaui ttk2 pengambilan conto, shg mengikuti pedoman perubahan bartahap (rule of gradual
changes) atau scr daerah pengaruh msg2 ttk shg mengikuti pedoman ttk terdekat (rule of nearest
point). Kedua pedoman tsb diatas memberikan konsekuensi yg berbeda. Pd pedoman perubahan bertahap
1 ttk pengambilan conto dpt digunakan lebih dr 1 blok poligon dan pd pedoman ttk terdekat msg2 ttk
pengambilan conto mrpkn 1 blok poligon.
Berdasarkan cara penentuan blok dan pedomannya dibagi 2 yaitu yg berpedoman pd ttk terdekat disebut
juga met poligon daerah pengaruh dan yg berpedoman perubahan bertahap disebut met poligon ttk sudut.
a. Met Poligon Daerah Pengaruh.
Ketebalan dan kdr utk setiap poligon = ttk pengambilan conto. Prosedur perhitungannya lebih sederhana
drpd met segitiga.
b. Met Poligon Ttk Sdt
Ketebalan dan kdr tiap blok ditentukan scr rata2 bobot. Berdasarkan btk poligon dibagi mjd :
-Met Segiempat Sama Sisi
-Met Segiempat Memanjang
-Met Segiempat Belah Ketupat
-Met Segiempat Trapesium
-Met Segilima
-Met Segienam
-Met segitujuh
-Met segidelapan.
E. METODE BLOK REGULER
Adl met PC yg membagi end min mjd beberapa blok berbtk bujursangkar atau persegi pj. Berdasarkan pd
cara pembuatan bloknya mk met nlok reguler dibagi mjd :
1. Blok Berdasarkan Ttk Conto
Blok dibentuk dgn menghub setiap 4 ttk conto, mengikuti ped perubahan bertahap (rule of gradual
change) / msg2 ttk conto dibuat daerah pengaruhnya dan mengikuti pedoman ttk terdekat (rule of nearest
point).

Kedua pedoman tsb diatas memberikan konsekuensi yg berbeda. Pd pedoman perubahan bertahap setiap
ttk pengambilan conto dpt digunakan utk 4 blok dan pd pedoman ttk terdekat msg2 ttk pengambilan conto
mrpkn 1 blok berbtk segi4.
Berdasarkan cara penentuan blok dan pedomannya dibagi dua :
a. Met Blok Reguler Daerah Pengaruh
Berdasarkan pd ttk terdekat.
Setiap ttk conto berada dlm 1 blok, bts2 blok ditentukan oleh garis yg melalui sebuah ttk yg terletak
diantara 2 ttk conto/setengah jarak dr ttk ke ttk didekatnya.
Jk jalur eksplorasi dibuat sama dan jarak conto 1 dgn lainnya tdk sama mk luas blok tdk akan sama. Tdk
emnutup kemungkinan apabila jarak conto 1 dgn conto lainnya sama mk luas blok adl sama.
Utk setiap blok, ketebalan dan kadar terwakili dr ketebalan dan kadar ttk conto yg berada didlm blok, shg
perhit cad dgn prosedur met poligon daerah pengaruh.
b. Met Blok Reguler ttk Sdt
Berdasarkan perubahan bertahap.
Blok dibtk dgn 4 ttk conto, mengikuti pedoman perubahan bertahap (rule of gradual change), shg setiap ttk
conto berpengaruh thd 4 blok.
2. Blok Berdasarkan Uk Tetap.
Dasar pertimbangan penentuan uk blok :
-Tanpa melihat penyebaran ttk conto.
-Jarak rata2 antara 2 ttk pengambilan conto
-Jarak antara 2 jalur eksplorasi
--Luas blok sama
Dlm 1 blok dpt terjadi lebih dr 1 ttk conto/ sama sekali tdk dijumpai ttk conto.
Diterapkan utk memprediksi kdr dan ketebalan suatu blok berdasarkan data ttk conto disekitarnya yg
terdekat. Pembobotan inverse distance didasarkan pd jarak conto thd blok yg akan diprediksi kdr dan
ketebalannya, dibagi mjd 3 :
a. Met Inverse Distance (ID)
b. Met Inverse Distance Squared (IDS)
c. Met Inverse Distance Cubed (IDC/ ID3)