Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO 4

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KESEHATAN

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Blok Manajemen Kesehatan Gigi
Masyarakat Pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember

Disusun oleh :
Kelompok Tutorial I
Tutor:
drg. Tantin Erma, M. Kes

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS JEMBER
2015

DAFTAR ANGGOTA KELOMPOK


Ketua

: Rr. Nektara Titan D

(131610101082)

Scriber Meja
Scriber Papan

: Alvin Ananda S
: Emastari Rosyada

(131610101066)
(131610101188)

Anggota

1
2
3
4
5
6
7
8
9

Zharah Hafzah A
Ria Dhini
Catur Putri Kinasih
Alfin Tiara
Dewi Muflikah
Adriano Joshua
Roni Handika
Dessy Fitri
Shafira Niza

(131610101003)
(131610101004)
(131610101005)
(131610101007)
(131610101012)
(131610101065)
(131610101068)
(131610101086)
(131610101087)

KATA PENGANTAR
Puji Syukur Kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaiakan makalah tutorial skenario 1 pada Blok
Manajemen Kesehatan Gigi Masyarakat mengenai Teknik Sampling. Banyak
sekali hambatan yang kami alami dalam pembuatan makalah tutorial ini, tetapi
berkat dukungan dari berbagai pihak maka kami bersyukur pada akhirnya dapat
menyelesaikan makalah tutorial ini dengan baik.
Tidak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada drg. Niken
Probosari , M. Kes. selaku tutor pembimbing dalam kelompok tutorial 2 yang
telah banyak memberikan dukungan, bimbingan dan pengarahan dalam
menyelesaikan makalah ini di sela-sela kesibukan beliau.
Kamis juga berterimakasih kepada perpustakaan fakultas kedokteran gigi
dan juga UPT Perspustakaan Uiversitas Jember yang telah memberikan banyak
bantuan dalam menyediakan buku-buku referensi dan memberikan pinjaman, serta
kakak tingkat dan juga teman-teman mahasiswa fakultas kedokteran gigi angkatan
2012 yang telah banyak mendukung.
Tiada gading yang tak retak, bagitu pula kami sangat menyadari bahwa
dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu
kami

sangat

mangharapkan

kritik

dan saran yang membangun

demi

kesempurnaan makalah ini.


Semoga makalah ini dapat bermanfaat di kemudian hari, khususnya
dalam bidang kedokteran gigi di kalangan Universitas Jember.
Jember, Juni 2015
Penyusun

SKENARIO IV
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KESEHATAN
drg. Salsabila bekerja di poli gigi Puskesmas Sukamaju juga merangkap
sebagai kepala Puskesmas tersebut. Drg. Salsabila mengalami kesulitan untuk
memperoleh informasi dengan cepat tentang jumlah kunjungan pasien poli gigi
per tahun. Hal ini disebabkan pengelolaan data masih manual. Untuk itu drg.
Salsabila ingin mengenmbangkan sistem informasi yang berbasis computer
sehingga dapat menghasilkan informasi yang berkualitas. Tetapi hal ini tidak
mudah karena harus didukung sumber daya informasi yang baik. Dalam
mengembangkan sistem informasi tersebur drg. Salsabila sebagai end user dibantu
oleh seorang analis sistem. Faktor-faktor apa yang diperlukan oleh analis sistem
dalam mengembangkan sistem informasi?

1. Analis Sistem
Seseorang yang

bertanggung

jawab

pada

penelitian,

perencanaan,

penkoorganisasian, dan pemilihan perangkat lunak sesuai dengan kebutuhan


perusahaan. Tugas seorang analis sistem yakni memilih, menganalisa, dan
mengevaluasi masalah yang digunakan untuk perbaikan. Analis sistem
merupakan salah satu sumber daya informasi yang bekerja sama dengan
pemakai.
2. End user
Bisa disebut dengan client yakni pengguna akhir dari info yang dihasilkan,
tanpa mengetahui proses panjang dibaliknya. End user ini ada dua macam,
end user yang mengerti proses dan end user yang tidak mengerti proses .
3. Sistem Informasi Manajemen Kesehatan
Merupakan kombinasi teknologi informasi dan aktifitasnya untuk mendukung
manajemen bidang kedehatan, mengelola siklus informasi untuk mendukung
pelaksanaan tindakan tepat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan
kinerja sistem kesehatan.

STEP 2
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tujuan dan manfaat dari Sistem Informasi Menkes ?


Hal apa saja yang mempengaruhi tentang Sistem Informasi ?
Apa saja faktor yang diperlukan oleh analis sistem ?
Bagaimana cara mendapatkan informasi yang berkualitas ?
Bagaimana tahapan pengembangan sistem informasi Menkes ?
Bagaimana sistem informasi Menkes di Puskesmas ?

STEP 3
1. - Tujuan pengembangan sistem informasi
Untuk menghasilkan informasi tepat waktu
Untuk memudahkan pengelolaan informasi
Menghasilkan informasi yang akurat
Dapat mengatasi masalah kesehatan
Untuk pengembangan IPTEK di bidang kesehatan
Memberikan pelayanan dengan sistem informasi yang terintegrasi
Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
Agar standar dengan daerah
Dapat memantau data yang ada
Dapat memberikan kesempatan kerja
Untuk evaluasi pelayanan kesehatan
- Manfaat pengembangan sistem informasi
Dapat meningkatkan mutu pelayanan
Menyajikan informasi yang mempengaruhi pengambilan keputusan
Memudahkan pasien berobat, kontrol data, akses
Sistem informasi terintegrasi sehingga membantu pemecahan masalah
kesehatan
Pemberdayaan individu
Memperkuat evidence based untuk kebijakan kesehatan yang efektif
Penurunan biaya
Memperoleh informasi yang konsisten
Mempercepat pemberian informasi kesehatan kepada masyarakat
2. Sistem informasi merupakan sebuah susunan yang terdiri dari beberapa
komponen seperti orang, aktivitas, data, perangkat keras, perangkat lunak,
dan jaringan yang terintegrasi yang berfungsi untuk mendukung dan
meningkatkan operasi sehari-hari sebuah bisnis, juga menyediakan
kebutuhan informasi untuk pemecahan masalah dan pengambilan
keputusan oleh manajer.
1.
Orang (People)
Semua pihak yang bertanggung jawab dalam hal penyokong atau sponsor
sistem informasi (system owner), pengguna sistem (system users),
perancang sistem (system designer) dan pengembang sistem informasi
(sistem development).
2.
Aktivitas

Sekumpulan aturan atau tahapan-tahapan untuk membuat, memakai,


memproses dan mengolah sistem informasi ataupun hasil keluaran dari
sistem informasi tersebut.
3.
Data
Secara konseptual, data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas,
dan transaksi yang tidak mempunyai makna dan tidak berpengaruh
langsung secara langsung kepada pemakainya atau disebut juga sebagai
sekumpulan fakta mentah dalam isolasi.
4.
Perangkat Keras (hardware)
Mencakup piranti-piranti fisik seperti komputer, printer, monitor, hard
disk, dll.
5.
Perangkat Lunak (sotfware)
Sekumpulan
instruksi-instruksi

atau

perintah-perintah

yang

memungkinkan perangkat keras bisa digunakan untuk memproses data,


atau sering disebut sebagai program.
6.
Jaringan (network)
Sistem penghubung yang memungkinkan suatu sumber dipakai secara
bersama-sama, baik pada waktu dan tempat bersamaan ataupun berbeda.
3. Faktor-faktor yang dibutuhkan analis sistem untuk mengembangkan sistem
informasi
Mengikuti perkembangan organisasi
Melihat perkembangan teknologi informasi
Mempunyai strategi
Menggunakan pendekatan fungsi dan dilakukan secara menyeluruh
Harus memiliki pengetahuan dan keahlian (teknologi computer, bisnis
secara umum, pengetahuan tentan metode kuantitatif, memecahkan
masalah, komunikasi dan membina hubungan antar personil)
Harus memiliki keahlian anatical, managerial, technical, interpersonal
Faktor financial
4. Kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau
ditentukan oleh beberapa hal, yaitu :
a. Relevan (relevancy)
Berarti informasi harus memberikan manfaat bagi pemakainya. Relevansi
informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya
informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan

perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada
ahli teknik perusahaan.

b. Akurat (accuracy)
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan,
dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidakakuratan dapat terjadi karena
sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga
merusak atau merubah data-data asli tersebut.

c. Tepat waktu (timeliness)


Informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan tidak boleh terlambat (usang).
Informasi yang usang tidak mempunyai nilai yang baik, sehingga kalau
digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal atau
kesalahan dalam keputusan dan tindakan. Kondisi demikian menyebabkan
mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk mendapatkan,
mengolah dan mengirimkannya memerlukan teknologi-teknologi terbaru.

d.
e.
f.
5.

Ekonomis (Economy)
Efisien (Efficiency)
Dapat dipercaya (Reliability)
1. Pemeriksaan Sistem
Tahap pemeriksaan sistem merupakan langkah pertama

dalam proses

perkembangan sistem. Tahap ini termasuk menampilkan, memilih, dan studi awal dalam
usulan pemecahan sistem informasi untuk masalah pekerjaan. Pemeriksaan sistem
tertentu meliputi langkah - langkah yang dapat dilihat dalam gambar 4.3 dimana sistem
informasi besar diusulkan untuk perkembangan.

enggambarkan dan memilih proyek pengembangan sistem yang potensional, termasuk pembangkit tersebut oleh pros

Pemilihan dan Perencanaan Sistem

butuhan informasi pengguna akhir. Mengukur kelayakan dari pengembangan baru atau sistem informasi berkembang un

Studi Kelayakan

Laporan Kelayakan
Penyimpanan
dan penghubungan akibat dari studi kelayakan pada pengguna akhir dan pengatur (mana
Gambar 4.3 1. Aktivitas Dalam Tahap Pemeriksaan Sistem. Langkah ini Dilibatkan Pada Sistem informasi
Terbesar Yang Dilakukan

1.1 Perencanaan Sistem Informasi


Proses perencanaan sistem informasi yang sesungguhnya merupakan bagian kecil
dari proses perencanaan pekerjaan yang diinginkan dalam organisasi. Ada banyak
kesempatan untuk penggunaan sistem informasi untuk mendukung organisasi pengguna
terakhir dan operasi bisnisnya, manajemen pembuat keputusan dan sasaran strategis.
Bagaimanapun, dalam dunia nyata, pengguna akhir, departemen dan organisasi itu sendiri
mempunyai batasan pada manusia dan sumber keuangan yang akan dialokasikan untuk
perkembangan sistem informasi yang baru, tidak perduli dengan yang mereka inginkan.
Oleh karena itu, pekerjaan dan perencanaan sistem informasi membantu untuk
menghasilkan, menampilkan, dan memilih sistem informasi yang potensial untuk
dikembangkan.
1.2 Studi Kelayakan
Studi kelayakan adalah studi awal untuk memeriksa kebutuhan informasi calon
pengguna akhir dan tujuannya, batasan, kebutuhan sumber daya, biaya, manfaat, dan
kelayakan dari proyek yang diusulkan. Metode yang sama dalam pengumpulan informasi
merekomendasikan yang mudah dalam pendekatan sistem (wawancara, observasi, dan
sebagainya) yang digunakan untuk mengumpulkan data untuk studi kelayakan.
1.3 Kelayakan Suatu Sistem
Kelayakan dari sistem yang diusulkan dapat dievaluasi berkaitan dengan empat
kategori utama, yang telah diringkas dan yang digambarkan dalam gambar 4.4.
Kelayakan Ekonomi

Kelayakan Organisasi

Ongkos penyimpanan.
Bagaimana sistem itu mendukung rencana strategis organisasi.
Peningkatan pendapatan.

Kelayakan Teknis

Penurunan investasi
Kemampuan, keandalan, dan kesediaan perangkat keras dan perangkat lunak.
Peningkatan profit.
Kelayakan Operasi
Penerimaan pengguna.
Dukungan manajemen.
Kebutuhan pembeli, pemasok dan pemerintah

Gambar 4.4
Faktor Kelayakan Dari Organisasi, Ekonomi, Teknis dan Operasi. Catatan Ini Berisi Kelayakan Mulai Dari
Ongkos Penyimpanan atau Kemampuan Dari Perangkat Lunak dan Perangkat Keras.

2. Analisa Sistem

Analisa sistem bukan merupakan studi awal. Ini merupakan studi yang
digunakan oleh pengguna akhir sebelum perancangan sistem informasi baru dapat
diselesaikan.
Produk akhir dari analisa sistem adalah seluruh kebutuhan sistem untuk usulan
sistem informasi (ini juga disebut spesifikasi fungsional atau kebutuhan fungsional).
Untuk proyek perkembangan yang besar, produk ini mengambil bentuk dari laporan
kebutuhan sistem, dengan menetapkan kemampuan yang diperlukan untuk kebutuhan
informasi pengguna akhir. Perancangan suatu sistem dibutuhkan sebelum penyelesaian
tahap perancangan sistem. Lihat gambar 4.5

Menganalisa
secara
rinci kebutuhan
informasi oleh organisasi pengguna akhir dan subsistem dan
Analisa
Lingkungan
Organisasi

Analisa
Sistem
Yang Ada
Analisa
sumber,
produk dan aktivitas dari sistem informasi yang sekarang diguna

Mengukur
Analisa Kebutuhan
kempuanSistem
sistem informasi yang akan memenuhi kebutuhan informasi pengg

Kebutuhan Sistem
Gambar 4.5

Penyimpanan dan penghubungan input


logik, proses, output, penyimpanan dan

Aktivitas Analisis Sistem. Tahap Ini Mengukur


Kemampuan Sistem
Informasi daninformasi
Kenutuhan Informasi
pengawasan
kebutuhan
baru Dari
Pengguna.

atau sistem informasi berkembang

2.1 Analisa Lingkungan Organisasi


Analisa lingkungan organisasi merupakan langkah utama yang penting dalam
analisa sistem. Itulah sebabnya harus mengetahui tentang organisasi, struktur manajemen,
orang - orangnya, aktivitas pekerjaan, sistem lingkungan harus berhubungan dengan itu,
dan itu adalah sistem informasi yang berlaku. Memahami spesifikasi

operasi kerja

kelompok pengguna akhir yang akan dipengaruhi oleh sistem informasi baru atau sistem
informasi berkembang yang diusulkan.
2.2 Analisa Sistem Yang Ada
Sebelum merancang sistem baru, adalah penting untuk belajar sistem yang akan
dikembangkan atau digantikan (jika itu adalah satu). Harus menganalisa bagaimana
sistem ini menggunakan perangkat keras, perangkat lunak, dan sumber daya manusia

untuk mengkonversi sumber data organisasi kedalam produk informasi untuk pengguna
terakhir. Perlu menganalisa apakah sumberdaya sistem ini digunakan untuk memenuhi
sistem informasi aktivitas masukan, proses, keluaran, penyimpanan, dan kendali.
Kemudian, dalam tahap perancangan sistem ini, kamu dapat menetapkan apa sumberdaya
ini, produk, dan aktivitas dalam sistem yang harus kamu rancang.
2.3 Analisa Sistem Kebutuhan
Langkah ini adalah salah satu langkah sulit dalam analisa sistem. Disini harus
mencoba, pertama, untuk menentukan kamu (atau pengguna akhir) memerlukan informasi
tertentu (ini kadang - kadang disebut analisa kebutuhan atau analisa kebutuhan
pengguna). Kedua, harus mencoba menentukan kebutuhan kemampuan proses informasi
untuk masing - masing aktivitas sistem (masukan, proses, keluaran, penyimpanan,
kendali) untuk mengetahui kebutuhan informasi (ini kadang - kadang disebut analisa
kebutuhan fungsional). Akhirnya, harus mencoba untuk mengembangkan syarat sistem
logika. Kesulitan dari tahap pertama persyaratan analisa merupakan alasan utama
pengembangan dari metode alternatif pengembangan sistem, seperti sistem-sistem paket
dan rancangan kerja.

3 Tahap Perancangan Umum


Perancangan sistem menyeluruh adalah usaha perancang sistem untuk
menentukan bagaimana komponen sistem informasi dalam gambaran garis
besarnya digabungkan, agar memberikan manfaat yang diinginkan dengan
pengorbanan yang minimal. Artinya, perancang sistem harus mempertimbangkan
perancangan alternatif sebanyak-banyaknya, kemudian dievaluasi, dan akhirnya
dipilih salah satu yang terbaik. Namun, yang diinginkan belum tentu sama dengan
yang didapat, karena faktor penentu rancangan sistem menghendaki lain.
Pada tahap ini, perancang sistem menyerahkan kata akhir mengenai
sistem alternatif yang akan dipilih para pemakai. Analisis sistem harus mampu
memberikan berbagai alternatif disertai dengan hasil analisis manfaat dan biaya
serta kelayakan lain untuk setiap alternatif. Apabila ternyata pemakai justru
memilih alternatif yang tidak layak, maka perancang sistem harus berusaha untuk
menjelaskan hal itu.
4 Tahap Evaluasi Rancangan Sistem
Pemakai mungkin kurang memahami aspek teknis, terutama di dalam
pemilihan perangkat keras. Perancang sistem harus mampu menyajikan alternatif

konfigurasi perangkat keras dalam format yang sesuai dengan cara pemakai dalam
melakukan penilaian terhadap suatu rencana investasi. Evaluasi terhadap
perangkat lunak harus mengikutsertakan pemakai karena hanya mereka yang tahu
apakah perangkat lunak itu mudah dimengerti, tidak menyulitkan, dan dialog atau
laporan yang dihasilkan memenuhi selera mereka.
5

Tahap Perancangan Terinci


Perancangan sistem yang terinci adalah konsekuensi lebih lanjut dari

kegiatan perancangan umum yang telah mendapatkan lampu hijau dari


manajemen puncak. Dalam perancangan sistem yang terinci ini analisis sistem
menyusun dokumentasi yang diperlukan bagi para programmer untuk
menghidupkan konsep sistem dalam kegiatan organisasi.
Pada tahap ini aspek computer pekerjaan perancangan sangat menonjol.
Tetapi pada tahap ini perancang harus mampu mengajak pemakai untuk pada
beberapa aspek sistem yang merupakan interface dengan pemakai. Format
laporan, dialog, tahap penyusunan program, biasanya para pemakai sistem sangat
tidak tidak tertarik untuk berperan serta. Tetapi, bahasa pemrograman generasi
keempat yang dikembangkan akhir-akhir ini diharapkan akan meningkatkan peran
serta itu. Bahasa itu sangat mudah dipahami, dan dengan cepat pemakai akan
mampu membuat program aplikasi mereka sendiri. Analis sistem kemudian hanya
berperan sebagai konsultan di dalam kegiatan penyusunan program oleh pemakai
sistem.
6 Penerapan Sistem
Sebelum program kompuetr digunakan, perlu diperiksa apakah ada halhal yang terlupa, apakah algoritmanya sudah benar, apakah istilah teknis yang
dipakai konsisten dan benar, dan sebagainya. Proses ini disebut program
walhthrough, yang biasanya dilaksanakan oleh sebuah tim perancangan sistem.
Kesalahan program yang ditemukan dicatat kemudian diserahkan kepada
programmer agar program itu dapat disempurnakan.
Pada tahap ini komitmen dan dukungan pemakai sangat mutlak
diperlukan bagi penerapan sistem yang berhasil. Analis sistem mungkin masih
harus memberikan latihan-latihan bagi para pemakai, dan menyusun manual

sistem bagi mereka. Pemakai sistem harus dididik untuk mampu bekerja dengan
sistem yang baru, kalau tidak, sistem itu hanya akan menjadi the second best saja.
6. 1. Resgistarsi Pasien

STEP 4

STEP 5

SIMK

Tujuan

Mahasiswa diharapkan mampu memahami :

Manfaat

1. Pengertian dari Sistem Informasi Menkes ?


2. Tujuan dan manfaat dari Sistem Informasi Menkes ?
3. Konsep dasar Sistem Informasi Menkes ?

Komponen Sumber Daya Informasi

4. Identifikasi komponen sistem informasi manajemnen kesehatan (tugas,


fungsi, syarat)
a) Informasi (macam kualitas)
b) Perangkat keras dan lunak
c) Analis sistem
d) User Perangkat Lunak
Informasi

dan Keras

User

5. Tahap pengembangan sistem informasi ?


6. Macam Sistem Informasi Menkes di Puskesmas dan Rumah Sakit ?

Analis Sistem

Kualitas Info

Pengembangan

Tahapan Pengembangan Sistem Informasi