Anda di halaman 1dari 9

KEBIJAKAN PENGELOMPOKAN NASABAH

Untuk mendukung kebijakan dan pelaksanaan CDD yang efektif, maka BPR
mengelompokkan Nasabah berdasarkan tingkat risiko terhadap kemungkinan
terjadinya pencucian uang atau pendanaan terorisme.
A. PENGELOMPOKAN NASABAH
1. BPR mengelompokkan Nasabah dalam 3 kelompok, yaitu:
a. Kelompok risiko rendah
b. Kelompok risiko menengah
c. Kelompok risiko tinggi
2. Pengelompokkan

Nasabah

didokumentasikan

dan

dipantau

secara

berkesinambungan.
3. Penilaian risiko secara memadai dan pemantauan dilakukan terhadap
Nasabah yang telah menjalani hubungan usaha dengan mempertimbangkan
informasi yang diperoleh, profil Nasabah dan kebutuhan Nasabah terhadap
produk/jasa yang digunakan.
4. Apabila terdapat ketidak sesuaian antara transaksi/profil Nasabah dengan
tingkat risiko yang telah ditetapkan, maka harus dilakukan penyesuaian
dengan melakukan:
a. Menerapkan prosedur CDD bagi Nasabah yg semula risiko rendah
berubah menjadi risiko menengah;
b. Menerapkan prosedur EDD bagi Nasabah yg semula risiko rendah atau
menengah berubah menjadi risiko tinggi atau PEP.

1 Pedoman Standar Pelaksanaan Program APU dan PPT |

B. PENETAPAN PROFIL RISIKO


1. Penetapan profil risiko dilakukan berdasarkan hal-hal berikut:
TABEL 1: MATRIKS KLASIFIKASI PROFIL RISIKO
UNSUR RISIKO: IDENTITAS NASABAH
Rendah
Memiliki kartu
identitas yang
masih berlaku;
Domisili sesuai
alamat dalam
kartu identitas.

Menengah

Tinggi

Kartu identitas
kadaluarsa, namun
belum lebih dari 1
tahun.
Domisili tidak
sesuai alamat
dalam kartu
identitas

Kartu identitas
kedaluarsa lebih dari
1 tahun.
Domisili tidak
diketahui lagi

UNSUR RISIKO: LOKASI USAHA


Rendah
Lokasi usaha
masih dalam
wilayah kerja BPR
atau berbatasan,
antara lain:
- Kota Tangerang
- Kota Tangerang
Selatan
- KabTangerang
- Jakarta Barat

Menengah

Tinggi

Lokasi usaha
Lokasi usaha di luar
berjauhan dg BPR
Jakarta, Bogor,
atau di luar wilayah
Depok, Tangerang,
kantor BPR, antara
Bekasi, Banten
lain:
Lokasi usaha
- Kota Serang
Nasabah berada di
- Kota Cilegon
zona perdagangan
- Kab Lebak
bebas
- Kab Pandeglang
- Kota Bogor
- Kab Bogor
- Kota Bekasi
- Jakarta Utara
- Jakarta Selatan
- Jakarta Pusat
- Jakarta Timur

2 Pedoman Standar Pelaksanaan Program APU dan PPT |

UNSUR RISIKO: PROFIL PEKERJAAN


Rendah

Menengah

Tinggi

1. PEP
yang
Buruh tani
Pegawai
meliputi:
Perusahaan
Penarik
becak,
Pejabat Negara *)
Serabutan, tidak
Ojek
Pimpinan instansi
memiliki
Supir
penghasilan secara
pemerintah
Asisten
rumah
reguler
setingkat atau
tangga
setara Eselon I

PNS
diluar
bidang
Pegawai
pada
Pejabat yg
perizinan,
pengadaan
usaha kecil (non
dan
penyaluran
barang
memiliki fungsi
perusahaan)
dan
jasa
publik,
strategis **)
lainnya
penerimaan negara atau
Pejabat yang
daerah;
berdasarkan
ketentuan
kementerian yang
membidangi
urusan aparatur
negara dan
reformasi irokrasi
diwajibkan
menyampaikan
Laporan Harta
Kekayaan
Penyelenggara
Negara
Pengurus
partai
politik
atau
anggota
partai
politik;
2. Pihak
yang
terkait dg PEP
3. Pejabat, pegawai,
petugas, dan setiap
orang yang bekerja
dalam bidang pelayanan
publik khususnya di
bidang perizinan,
pengadaan dan
penyaluran barang dan
jasa publik, penerimaan
negara atau daerah;
4. Pejabat, pegawai, atau
setiap orang yang
bekerja untuk dan atas
nama penyedia jasa
keuangan

3 Pedoman Standar Pelaksanaan Program APU dan PPT |

5. Orang atau entitas yang


namanya tercantum
dalam daftar terduga
teroris dan organisasi
teroris yang dikeluarkan
oleh pemerintah
6. Orang atau entitas yang
namanya tercantum
dalam sanction list
yang dikeluarkan oleh
organisasi internasional
7. Profesi tertentu
diantaranya advokat,
kurator, notaris, PPAT,
akuntan, akuntan publik,
perencana keuangan,
atau konsultan pajak,
termasuk karyawan yang
bekerja pada kantor
profesi tersebut di atas.
UNSUR RISIKO: NILAI TRANSAKSI
Rendah

Menengah

Tinggi

NIlai transaksi
rendah, dibawah
Rp 10 juta dan
sesuai profil

Nilai transaksi
tunai mencapai
Rp. 10 juta atau
lebih namun tidak
melebihi Rp. 100
juta
Nilai transaksi
signifikan, namun
sesuai profil

Nilai transaksi tunai


dalam jumlah besar,
Rp. 100 juta atau
lebih
Nilai transaksi tidak
sesuai profil.

4 Pedoman Standar Pelaksanaan Program APU dan PPT |

UNSUR RISIKO: KEGIATAN USAHA


Rendah

Menengah

Pelaku
Usaha Pelaku usaha lain
Mikro dan kecil,
yg tidak termasuk
seperti:
dalam
kategori
Rendah dan Tinggi
- Pedagang
sayur
- Pedagang
bakso
- Pedagang mie
- Pedagang
asongan
- Pedagang dg
gerobak
dorong
- Warung nasi
- Warung
sembako

Tinggi
Penukaran uang
Penyelenggara
transfer dana non
bank
Hiburan malam
Diskotik
Export/Import
Biro
jasa
pengurusan
dokumen
Agen
penjualan
rumah;
Sekuritas;
Perdagangan
perhiasan;
Perdagangan
kendaraan
bermotor tergolong
barang mewah ;
Multilevel
marketing
Usaha
investasi
berbasis emas atau
logam mulia
Usaha di bidang
hasil hutan
Usaha di bidang
jasa pengangkutan
atau
perkapalan
(freight forwading)
Usahba
berbasis
uang
tunai,
al:
minimarket, SPBU
dan
jasa
perparkiran

UNSUR RISIKO: STRUKTUR KEPEMILIKAN (KHUSUS PERUSAHAAN)

5 Pedoman Standar Pelaksanaan Program APU dan PPT |

Rendah

Perusahaan kecil
yang
dikelola
sendiri
Perusahaan
UMKM
yang
jelas
kepemilikannya

Menengah
Struktur

kepemilikan
perusahaan
kompleks

sehingga
akses
informasi terbatas

Tinggi
Perusahaan
yang
dikelola
oleh
Beneficial Owner
Terdapat
pemberitaan
negatif
Beneficial
Owner

UNSUR RISIKO: TRANSAKSI LINTAS NEGARA

6 Pedoman Standar Pelaksanaan Program APU dan PPT |

Rendah

Menengah

Tinggi
Bertransaksi DARI
dan/atau DITUJUKAN
KE
a. negara asing yang
dinyatakan
belum
memadai
dalam
melaksanakan
rekomendasi

Financial
Action
Task Force di bidang
pencegahan
dan
pemberantasan tindak
pidana pencucian uang
dan
pendanaan
terorisme berdasarkan
hasil evaluasi (mutual

assessment);
b. negara asing yang
diketahui secara luas
sebagai
tempat
penghasil dan pusat
perdagangan narkoba;
c. negara asing yang
memiliki tingkat tata
kelola kepemerintahan
yang
rendah
atau
dibawah 50 (lima
puluh)
berdasarkan
worldwide governance
indicators terkini yang
diterbitkan
oleh

WorldBank;
d. negara asing yang
diidentifikasi sebagai
tax haven antara lain
berdasarkan data dari
Organisation
for
Economic
Cooperation
and
Development; atau

7 Pedoman Standar Pelaksanaan Program APU dan PPT |

e. negara asing yang


dikenal
memiliki
indeks
persepsi
korupsi yang rendah
atau indeks dibawah
40 (empat puluh)
berdasarkan

transparency
international.
UNSUR RISIKO: PRODUK YANG DIGUNAKAN
Rendah

Tabungan

Menengah

Tinggi

Deposito
Kredit

UNSUR RISIKO: INFORMASI LAIN


Rendah

Menengah

Tidak terdapat

informasi negatif
lain.

Memiliki usaha
lainnya
disamping
sebagai karyawan
perusahaan
Debitur dengan
agunan milik
orang tua

Tinggi

Debitur
dengan
agunan milik orang
lain
Nasabah
yang
sering memberikan
kuasa kepada pihak
lain
untuk
melakukan
penarikan dana

*) PEJABAT NEGARA MELIPUTI:


a) presiden dan wakil presiden;
b) menteri, wakil menteri, dan jabatan yang setingkat menteri;
c) anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat yang meliputi anggota
Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah;
d) hakim agung pada Mahkamah Agung serta hakim pada semua
badan peradilan;
e) Hakim Konstitusi;
f) anggota Komisi Yudisial;
g) anggota Dewan Pertimbangan Presiden;
h) anggota Badan Pemeriksa Keuangan;
i) anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia;
j) anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan;
k) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi;
l) kepala perwakilan Republik Indonesia di luar negen yang
berkedudukan sebagai duta besar luar biasa dan berkuasa penuh;
m) gubernur dan wakil gubernur;
n) bupati atau walikota;
8 Pedoman Standar Pelaksanaan Program APU dan PPT |

o) wakil bupati atau wakil walikota;


p) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau lembaga sejenis di
daerah; dan
q) pejabat negara lainnya yang ditentukan oleh undang-undang;
**) PEJABAT YANG MEMILIKI FUNGSI STRATEGIS:
a) direksi, komisaris dan pejabat struktural lainnya pada Badan Usaha
Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah;
b) pimpinan perguruan tinggi negeri;
c) pejabat eselon I dan pejabat lain yang disamakan di lingkungan
sipil, militer dan kepolisian;
d) jaksa;
e) penyidik;.
f) panitera pengadilan;
g) pimpinan dan bendaharawan proyek;
h) pejabat yang membidangi sektor minyak dan gas;
i) pejabat yang membidangi sektor mineral dan batu bara; dan
j) pimpinan komisi yang dibentuk berdasarkan peraturan perundangundangan;

2. Penetapan klasifikasi risiko Nasabah dilakukan sbb:


Penetapan klasifikasi tingkat risiko calon Nasabah atau Nasabah adalah
berdasarkan rating risiko tertinggi dari suatu unsur risiko yang diperoleh calon
Nasabah atau Nasabah tersebut.
Sebagai contoh:
Unsur Risiko

Rendah

Menenga
h
-

Tinggi

- Identitas

- Lokasi Usaha
P

rofil pekerjaan
N

ilai Transaksi
K

egiatan Usaha
S
truktur
Kepemilikan
T
ransaksi
Lintas
Negara
P

roduk
yg
digunakan
I

lain
9 Pedomannformasi
Standar Pelaksanaan
Program APU dan PPT |
KLASIFIKASI

TINGKAT RISIKO