Anda di halaman 1dari 11

ASKEP SESUAI PENYAKITNYA

1. DHF pada anak


A. diagnosis keperawatan
a. peningkatan suhu tubuh ( hipertermi ) berhubungan dengan proses infeksi virus
b. kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas
kapiler,perdarahan,muntah dan demam
c. gangguan pemenuhan nutrisi kurng dari kebutuhan berhubungan dengan mual,muntah
dan anoreksia
B. Perencanaan
a. peningkatan suhu tubuh ( hipertermi )berhubungan dengan proses inveksi virus
Tujuan : anak menunjukan suhu tubuh dalam batas normal
kriteria hasil :
- Suhu tubuh 36 37
- Pasien bebas dari demam
Intervensi :
Monitor temperature tubuh
Observasi TTV ( suhu,tensi,nadi,dan pernapasan / 3 jam atau lebih sering )
Anjurkan pasien untuk minum banyak
Berikan kompres
Berikan antipiretik sesuai program tom medis
2. kekurangan volume cairan berhubungan dengan permeabilitas kapiler,perdarahan,muntah dan
demam
Tujuan : anak menunjukan tanda tanda terpenuhnya kebutuhan cairan
Kriteria hasil :
- TTV ( nadi,tensi ) dalam batas normal
- turgor kulit kembali dalam 1 detik
- ubun ubun datar
- produksi urine 1 cc/kg/bb/jam
- tidak terjadi syok hipovolemik
Rencana tindakan :
Kaji keadaan umum pasien
Observasi tanda tanda syok ( nadi lemah,dan cepat,tensi menurun,akral dingin,kesadaran
menurun,dan gelisah )
Monitor tanda tanda dehidrasi ( turgor kulit turun,ubun ubun cekung,produksi urine
menurun )
Berikan hidrasi peroral secara adekuat sesuai dengan kebutuhan tubuh
Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian cairan infuse

3. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual,muntah,dan


anoreksia
Tujuan : pemenuhan nutrisi dapat terpenuhi
Kriteria hasil :
Adanya minat/selera makan
Porsi makan sesuai kebutuhan
BB di pertahankan sesuai usia
BB meningkat sesuai usia
Rencana tindakan :
Monitor intake makanan
Memberikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan
Sajiakan makanan yang menarik,merangsang selera dan dalam suasana yang
menyenangkan
Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering
Timbang BB setiap hari
Konsul ke ahli gizi
4. Post op hemoroid
A. diagnosis keperawatan
a. gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan organ saraf terputus
b. resiko injuri ( jatuh dari bed ) berhubungan dengan kesadaran menurun akibat anastesi
c. gangguan keseimbanagan cairan dan elektrolit berhubungan dengan perdarahan sewaktu
BAB dan perdarahan intra operasi
B. Perencanaan
a. gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan organ saraf terputus
Tujuan : pasien tidak mengeluh nyeri lagi
Kriteria hasil :
Pasien mengatakan nyeri berkurang
Ekspesi wajah pasien rileks
Pasien menunjukan skala nyeri pada angka 3
Rencana tindakan :
o Dorong pasien untuk mengungkapkan perasaannya
o Kaji TTV
o Teliti keluhan nyeri,catat intensitasnya,lokasi dan lamanya
o Atur posisi senyaman mungkin
o Ajarkan management relaksai
o Monitor TTV
o Kolaborsi pemberian obat analgetik

5. resiko injuri ( jatuh dari bed ) berhubungan dengan kesadaran menurun akibat anastesi
Tujuan : pasien tidak jatuh dari bed
Kriteria hasil :
o Pasien dalam posisi yang nyaman
o Pasien dapat istirahat dengan rileks
Rencana tindakan :
o Memasang pengaman bed di kanan dan kiri pasien
o Pantau posisi pasien
6. gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan perdarahan sewaktu BAB
dan perdarahan intra abdomen
Tujuan : pasien menunjukan terpenuhinya kebutuhan cairan dan elektrolit
Kriteria hasil :
o TTV dalam batas normal
o Integritas kulit baik
o Seimbang antara input dan output
Rencana tindakan :
o Pantau TTV
o Pantau intake dan output cairan
o Pantau integritas kulit
o Kaji kesadaran umum pasien
o Observasi tanda tanda syok
o Monitor tanda tanda dehidrasi
7. Demam Tifoid
A. Diagnosis Keperawatan
a. hipertermia berhubungan dengan proses infeksi
b. perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak adanya nafsu
makaan dan mual
c. konstipasi berhubungan dengan mobilitas
B. Perencanaan
a. hipertermia berhubungan dengan proses infeksi
Tujuan : pasien menunjukan suhu tubuh dalam batas normal
Kriteria hasil :
o Suhu tubuh 36 37
o Pasien bebas dari demam

Rencana tindakan :
o Pantau suhu pasien ( derajat dan pola ),perhatiakn menggigil
o Pantau suhu lingkungan
o Berikan kompres hangat
o Anjurkan pasien untuk minum banyak
o Kolaborasi untuk pemberian antipiretik
8. perubahan nutrisi kurang dri kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak adanya nafsu makan
dan mual
Tujuan : status nutrisi pasien terpenuhi
Kriteria hasil :
o Porsi makan pasien habis
o Mual berkurang
Rencana tindakan :
o Menilai status nutrisi pasien
o Menganjurkan untuk makan sedikit tapi sering
o Mempertahankan kebersihan mulut
o Sajikan makanan selagi hangat
o Kolaborasi untuk memberikan makanan melalui parenteral jika pemberian makanan
melalui oral tidak terpenuhi
9. konstipasi berhubungan dengan mobilitas
Tujuan : pasien bisa BAB/hari
Kriteria hasil :
o Bisa BAB / hari
o Perut tidak kembung
Rencana tindakan :
o Auskultasi bising usus
o Selidiki keluhan nyeri abdomen
o Observasi gerakan usus,perhatiakan warna konsistensi dan jumlah
o Anjurkan makanan /cairan yang tidak mengiritasi bila makanan oral di berikan
o Kolaborasi untuk pemberian pelunak feses,supositoria,gliserin sesuai indikasi
10. Pasien dengan DM
A. Diagnosis Keperawatan
a. kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan dieresis osmotic
b. perubahan status nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
ketidakcukupan insulin,penurunan masukan oral
c. resiko infeksi berhubungan berhubungan dengan hyperglikemia

d. resiko tinggi terhadap perubahan persepsi sensori berhubungan


ketidakseimbangan glukosa / insulin dan elektrolit
e. kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energy metabolic

dengan

B. Perencanaan
a. kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan dieresis osmotic
Tujuan : mendemostrasikan hidrasi adekuat di butuhkan oleh tanda vital stabil,nadi
perifer dapat di raba,turgor kulit dan pengisian kapiler baik,haluaran urine tepat secara
individu dan kadar elektrolit dalam batas normal
Rencana tindakan :
o Pantau tanda tanda vital
o Kaji nadi perifer,pengisian kapiler,turgor kulit dan membran mukosa
o Pantau masukan dan keluaran,catat berat jenis urine
o Timbang BB / hari
o Berikan terapy cairan sesuai indikasi
b.perubhan status nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakcukupan
insulin,penurunan masukan oral
Tujuan :
Mencerna jumlah kalori / nutrient yang tepat
Menunjukan tingakat energy biasanya
Berat badan stabil atau bertambah
Rencana tindakan :
Tentukan program diet dan pola makan pasien dan bandingkan dengan makanan yangbdapat di
habiskan oleh pasien
Timbang berat badan setiap hari atau sesuai indikasi
Indentifikasi makanan yang di sukai / di kehendaki termasuk kebutuhan etnik / cultural
Libatkan keluarga pasien pada perencanaan makan sesuai indikasi
Berikan pengobatan insulin secara teratur sesuai indikasi
c.resiko infeksi berhubungan dengan hyperglikemia
Tujuan :
Mengidentifikasi intervensi untuk mencegah / menurunkan resiko infeksi
Mendemonstrasikan teknik,perubahan gaya hidup untuk mencegah terjadinya infeksi
Rencana tindakan :
Observasi tanda tanda infeksi dan peradangan
Tingkatkan upaya untuk pencegahan dengan melakukan cuci tangan yang baik pada semua orang
yang berhubungan dengan pasien termasuk pasiennya sendiri
Pertahankan teknik aseptic pada prosedur invasive
Berikan perawatan kulit dengan teratur dan sungguh sungguh
Lakukan perubahan posisi,anjurkan batuk efektif dan nafas dalam
d.resiko tinggi terhadap perubahan persepsi sensori berhubungan dengan ketidakseimbangan
glukosa / insulin dan atau elektrolit
Tujuan : mempertahankan tingkat kesadaran / orientasi mengenai dan mengkompensasi danya
kerusakan sensori
Rencana tindakan :
Pantau tanda tanda vital dan status mental

Panggil pasien dengan nama, orientasikan kembali sesuai dengan kebutuhannya


Pelihara aktivitas rutin pasien sekonsisten mungkin,dorong untuk melakukan kegiatan sehari
hari sesuai kemampuannya
Selidiki adanya keluahan parestesia,nyeri atau kehilangan sonsori pada paha / kaki
e.kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi energy metabolic
Tujuan :
Mengungkapkan peningkatan tingkat energy
Menunjukan perbaikan kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang di inginkan
Rencana tindakan :
Diskusikan dengan pasien kebutuhan akan aktivitas
Berikan aktivitas alternative dengan periode istirahat yang cukup
Pantau nadi,frekuensi pernafasan dan tekanan darah sebelum / sesudah aktivitas
Tingkatkan partisipasi pasien dalam melakuakn aktivitas sehari hari sesuai toleransi
5.Post op APP
A.Diagnosis Keperawatan
a.resiko tinggi terjadinya infeksi berhubungan dengan insisi bedah,prosedur invasive
b.resiko tinggi kekurangan volume cairan berhubungan dengan pembatasan pasca operasi ( puasa
)
c.nyeri ( akut ) berhubungan dengan adanya insisi bedah
d.kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi
B.Perencanaan
a.resiko tinggi terjadinya infeksi berhubungan dengan insisi bedah,prosedur invasive
Tujuan : infeksi tidak terjdi
Kriteria hasil :meningkatkan penyembuhan luka,bebas infeksi/imflamasi
(rubor,kalor,tumor,fungsiolesa),drainnya purulen dan demam
Rencana tindakan :
Observasi tanda tanda vital
Lakuakan perawatan luka dengan teknik aseptic dan antiseptic
Kaji keadaan luka dan tanda tanda infeksi
Kolaborasi dalam pemberian antibiotic sesuai indikasi
b.resiko tinggi terjadinya kekuranagn volume cairan berhubungan dengan pembatasan pasca
operasi (puasa)
Tujuan : mempertahankan keseimbangan cairan
Kriteria hasil :kelembaban membran mukosa,turgor kulit dan pengisian kapiler,baik tanda
tanda vital stabil dan secara individual haluaran urine adekuat
Rencana tindakan :
Obsevasi tanda tanda vital
Lihat membran mukosa,kaji turgor kulit dan pengisian kapiler
Awasi pengeluran dan pemasukan,catat warna dan konstistensi urine
Auskultasi bising usus
Kolaborasi dalam pemberian cairan intravena dan elektrolit
c.nyeri (akut) berhubungan dengan adanya insisi bedah
Tujuan : nyeri berkurang / hilang
Kriteria hasil : nyeri hilang / terkontrol,pasien Nampak rileks,mampu tidur / istirahat dengan
tepat

Rencana tindakan :
Obsevasi tanda tanda vital
Kaji nyeri,catat lokasi,karakteristik,beratnya (skala 0-10)
Ajarkan teknik relaksasi nafas dalam
Berikan posisi yang nyaman
Lakuakan perawatan lika setiap hari dengan teknik aseptic dan antiseptic
Kolaborasi dalam pemberiaan analgetik sesuai dengan indikasi
D.kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) berhubungan dengan kurangnya informasi
Tujuan : menyatakan pemahaman tentang proses penyakit,pengobatan dan potensi komplikasi
Kriteria hasil : berpartisipasi dalam pengobatan
Rencana tindakan :
Kaji pengetahuan pasien tentang perawatan luka post operasi
Beri pendidikan pasien cara perawatan luka post operasi
Evaluasi pemahaman pasien tentang materi yang di berikan

6.KDS pada Anak


A.Diagnosa Keperawatan
a.resiko tinggi terjadinya kerusakan sel neuron otak berhubungan dengan kejang
b.hipertermi berhubungan dengan kerusakan control suhu sekunder terhadap infeksi
c.resiko terjadinya bahaya atau cidera berhubungan dengan kejang
d.resiko terjadinya kejang berulang dengan proses infeksi
e.kecemasan berhubungan dengan hospitalisasi
B.Perencanaan
a.resiko tinggi terjadinya kerusakan sel neuron otak berhubungan dengan kejang
Tujuan :tidak terjadi komplikasi akibat kejang
Rencana tindakan :
Pantau adanya kejang atau kedutan pada kaki,mulut,otot wajah yang lain
Beri keamanan pada pasien dengan member bantalan pada penghalang tempat tidur
Pertahankan tirah baring fase akut
Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat sesuai indikasi
b.hipertermi berhubungan dengan kerusakan kontrol suhu sekunder terhadap infeksi
Tujuan :pasien tidak demam tinggi yang menyebabkan kejang
Kriteria hasil :
TTV terutama suhu dalam batas normal

Pasien bebas dari demam


Rencana tindakan:
Monitor suhu pasien
Beri kompres hangat
Anjurkan pasien untuk banyak minum (ASI)
Kolaborasi untuk pemberian obat antipiretik
c.resiko terjadinya bahaya atau cidera berhubungan denngan kejang
Tujuan :pasien dalam kondisi yang aman
Rencana tindakan :
Gali bersama pasien berbagai stimulasi yang dapat menjadikan kejang
Pertahankan bantalan lunak pada penghalang tempat tidur
Pertahankan tirah baring secara ketat jika pasien mengalami tanda tanda timbulnya kejang
d.resiko terjadinya kejang berulang berhubungan dengan proses penyakit
Tujuan : kejang tidak terjadi lagi pada pasien
Rencana tindakan :
Monitor suhu pasien
Beri kompres air hangat
Kolaborasi untuk pemberian antibiotic
e.kecemasan berhubungan dengan hospitalisasi
Tujuan : selama perawatan pasien tidak mengalami truma psikis
Rencana tindakan :
Jelaskan tentang penyakit anak
Lakuakan komunikasi terapeutik
Berikan terapy bermain
Motivasi ibu untuk tetap memberikan perhatian pada pasien
Kolaborasi dengan keluarga dalam keperawatan pada pasien

7.Hipertensi
A.Diagnosa Keperawatan
a.resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan
afterload,vasokontriksi,iskemia miokard,hipertropi ventricular
b.intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum,ketidakseimbangan antara suplai
dan kebutuhan O2
c.gangguan rasa nyama :nyeri ( sakit kepala ) berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler
serebral

d.potensial perubahan perfusi jaringan : serebral,ginjal,jentung berhubungan dengan gangguan


sirkulasi
B.Perencanaan
a.resiko tinggi terhadap penurunaan curah jantung berhubungan dengan peningkatan
afterload,vasokontriksi,iskemia miokard,hipertropi ventricular
Tujuan : afterload tidak meningkat,tidak terjadi vasokontriksi,tidak terjadi iskemia miokard
Kriteria hasil :pasien berpartisipasi dalam aktivitas yang menurunkan tekanan darah / beban kerja
jantung,mempertahankan TD dlam rentang individu yang dapat di terima,memperlihatkan norma
dan frekuensi jantung stabil dalam rentang normal pasien
Rencana tindakan :
Pantau TD,ukur pada kedua tangan,gunakan manset dan teknik yan tepat
Catat keberadaan,kualitas denyutan sentral dan perifer
Auskultasi tonus jantung dan bunyi nafas
Amati warna kulit,kelembaban,suhu dan masa pengisian kapiler
Catat edema umum
Berikan lingkungan tenang,nyaman,kurng aktivitas
Pertahankan pembatasan seperti istirahat di tempat tidur / kursi
Bantu melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan
Lakuakan tindakan yang nyaman seperti pijatan punggung dan leher
Anjurkan teknik relaksasi,panduan imajinasi,aktivitas penglihatan
Pantau respon terhadap obat untuk mengontrol tekanan darah
Berikan pembatasan cairan dan diit natrium sesuai indikasi
Kolaborasi untuk pemberian obat obatan sesuai indikasi
b.intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum,ketidakseimbangan antara suplai
dan kebutuhan O2
Tujuan : aktivitas pasien terpenuhi
Kriteria hasil ; pasien dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang di inginkan /
diperlukan,melaporkan peningkatan dalam toleransi aktivitas yang dapat di ukur
Rencana tindakan :
Kaji toleransi pasien terhadap aktivitas dengan mengunakan parameter,catat peningkatan
TD,dispnoe atau nyeri dada,kelelahan berat dan kelemahan,berkeringat,pusiang atau pingsan
Kaji kesiapan untuk meningkatan aktivitas
Dorong memajukan aktivitas / toleransi perawatan diri
Berikan bantuan sesuai kebutuhan dan anjurkan penggunaan kersi mandi,menyikat gigi / rambut
dengan duduk dan sebagainya
Dorongb pasien untuk partisipasi dalam memilih periode aktivitas
c.gangguan rasa nyaman :nyeri ( sakit kepala )berhubungan dengan peningkatan tekanan
vaskuler serebral
Tujuan : tekana vaskuler serebral tidak meningkat
Kriteria hasil :pasien mengungkapkan tidak adanya sakit kepala dan tampak nyaman
Rencana tindakan :
Pertahankan tirah baring,lingkungan yang tenang,sedikit penerangan
Minimalkan gangguan lingkungan dan rangsangan
Batasi aktivitas
Hindari merokok atau menggunakan penggunaan nikotin

Beri obat analgesia dan sedasi sesuai indikasi


Beri tindakan yang menyenangkan sesuai indikaasi seperti kompres es,posisi nyaman,teknik
relaksasi,bimbingan imajinasi,hindari konstipasi.
d.potensial perubahan perfusi jaringan :serebral,ginjal,jantung berhubungan dengan gangguan
sirkulasi
Tujuan : sirkulasi tubuh tidak terganggu
Kriteria hasil : pasien mendemonstrasikan perfusi jaringan yan membaik seperti di tunjukan
dengan :TD dalam batas yang dapat di terima ,tidak ada keluhan sakit kepala,pusing,nilai nilai
laboratorium dalam batas normal
Rencana tindakan :
Pertahankan tirah baring,tinggalkan kepala tempat tidur
Kaji tekanan darah saat masuk pada kedua lengan,tidur,duduk dengan pemantau tekanan arteri
jika tersedia
Amati adanya hipotensi mendadak
Ukur masukan dan pengeluaran
Pantau elektrolit,BUN,kreatinin sesuai pesanan
Ambulasi sesuai kemampuan,hindari kelelahan

8.Post op tonsil
A.Diagnosa Keperawatan
a.nyeri akut berhubungan dengan insisi bedah,diskontinuitas jarinan
Tujuan : tidak ada masalah nyeri atau berkurang
Kriteria hasil :
Pasien tidak mengeluh nyeri

Frekuensi nyeri berkurang


Pasien tampak rileks
Rencana tindakan :
Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk
lokasi,karakteristik,durasi,frekuensi,kualitas dan factor presipitasi
Ajarkan teknik non farmakologi dengan distraksi / latihan nafas dalam
Berikan analgesic yang sesuai
Observasi reaksi non verbal dari ketidaknyaman
Tingkatkan istirahat pasien
b.hipertermi berhubungan dengan proses penyakit
Tujuan : tidak ada masalah dalam suhu tubuh /kembali normal atau turun
Kriteria hasil :
Suhu tubuh dalam rentang normal
Suhu kulit dalam batas normal
Nadi dan pernafasan dalam batas normal
Rencana tindakan :
Monitor suhu sesering mungkin
-monitor warna,dan suhu kulit
Monitor tekanan darah,nadi dan pernafasan
Monitor intake dan output
Berikan pengobatan untuk mengatasi penyebab demam
c.resiko infeksi berhubunan dengan prosedur infasif
Tujuan : tidak terjadi infeksi
Kriteria hasil :
Dapat memonitor factor resiko
Dapat memonitor prilaku individu yang menjadi factor resiko
Memodifikasi gaya hidup untuk mengurangi factor resiko
Rencana tindakan :
Ajarkan teknik mencuci tangan dengan benar
Gunakan sabun anti mikroba untuk mencuci tangan
Lakukan perawatan aseptic pada semua jalur iv
Lakukan teknikperawatan luka yang tepat