Anda di halaman 1dari 2

PSEUDO-CROOP ACUTE EPIGOTITIS

1. Definisi:
Infeksi pada epigoltis yang dapat mengakibatkan penyumbatan saluran
pernafasan dan kematian. Infeksi pada epigoltis ini sama merupakan penyakit
yang sama dbahayanya dengan croup yaitu suatu infeksi laring yang
menimbulkan stridor dan obtruksi jalan nafas.
2. Epidemiologi:
Sering dijumpai pada anak dibawah usia 2-8 tahun,meskipun penyakit ini dapat
mengenai bberbagai usia.pria lebih sering terkena dari wanita dengan rasio 2,5:1.
3. Etiologi:
Infeksi yang berat, tertelan beda asing, cidera akibat inhalasi, dan angioneurotik
edema.
4. Faktor Risiko:
Merokok, kurangnya sistem kekebalan tubuh.
5. Patofisiologi:
Biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Infeksi ini akan menyebabkan edema
dan peradangan epiglotis dan jaringan sekitarnya.jalan nafas menjadi tersumbat
akibat pembengkakakn epiglotis. Terjadi gangguan dan obstruksi jalan nafas.
Anak-anak dengan luka bakar terutama karena akibat air panas juga harus diamati
dengan hati.
6. Manifestasi klinis:
Sakit tenggorokan ringan atau infeksi pernafasaan atas, sulit menelan, air liur
keluar berlebihan, odinofagi, stridor, demam, sianosis, batuk, nyri telinga.
7. Pemeriksaan penunjang:
Laringsokopi: Fibreo ptic laryngoscopy adalah gold standart
X-Ray leher: untuk melihat soft tissue lateral
Pemeriksaan laboratorium:
pemeriksaan darah lengkap: pembiakan darah atau lendir ternggorkan
dapat menunjukkan adanya bakteri. Pada pemeriksaan darah lengkap

tampak peningkatan jumlah sel darah putih.


kultur darah dan sensivitas: kultur darah digunakan untuk memastikan

antibiotik yang adekuat terhadap bakteri penyebab.

8. Diagnosis:
Diagnsis ditegakkan berdasarkan anamnesia, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan
penunjang:
Anamnesis: pasien mengeluh demam, sakit tenggorokan, suara serak, dan nyeri
menelan, keluar banyak liur. Suara yang serak dan perubahan suara akan menjadi
kecurigaan akibat tertelan benda asing pada anamnesis awal.pemeriksaan

Pemeriksaan fisik: merupakan gejala dan hasil pemeriksaan dengan laringoskopi


yang menunjukkan pembengkakan epiglotitis.
9. Penanganan
Prinsip penanganan dan pengobatan epiglotitis adalah semakin cepat penanganan
prognosis semakin baik. Obstruksi jalan nafas bisa tiba-tiba terjadi sehingga perlu
segera ditangani dengan tuba endotrakheal. Pemberiaan antibiotik sesuai dengan
kuman penyebab.
10. Komplikasi:
Gagal nafas, pembentukan abses, meningitis, septikemia.
11. Prognosis:
Sebagaian besar pasien akan sembuh tanpa gejala jika pengubatan dilakukan
secara dini dan pengobatan yang tepat. Kematian bisa terjadi bila terjadi obstruksi
jalan nafas yang tidak ditangani segera. Penanganan yang cepat menghasilkan
prognosis yang baik.
Daftar Pustaka
Dhingra, P., L, 2007. Diseases of Ear, Nose, Throat 4th Edition. New Delhi:
Elvsevier
Price, A., and Sylvia. 2012, Patofisiologi Jilid 2 Edisi 6. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC
Ballenger, J., 2002, Anatomi laring, penyakit Telingga, Hidung, Tenggorokan,
Kepala dan Leher Jilid I Edisi 13. Jakarta: Binarupa Aksara