Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PENDAHULUAN

DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK


A. Pengertian
Deteksi dini tumbuh kembang anak / balita adalah kegiatan atau pemeriksaan
untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita
dan anak pra sekolah. Dengan ditemukan secara dini penyimpangan atau masalah
tumbuh kembang anak, maka intervensi akan lebih mudah dilakukan.
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan
interseluler berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau
keseluruhan sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat (Depkes RI,
2005). Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh
yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa
serta sosialasi dan kemandirian (Depkes RI, 2005).
B. Cara Deteksi Tumbuh Kembang Anak
1. Mendeteksi tumbuh kembang pada anak diantaranya :
a. Pengukuran Antropometri
Pengukuran antropometri ini dapat meliputi pengukuran berat badan, tinggi
badan , lingkar kepala dan lingkar lengan atas.
b. Pengukuran Berat Badan
Pengukuran berat badan ini bagian dari antropometri yang digunakan untuk
menilai hasil peningkatan atau penurunan semua jaringan yg ada pada tubuh.
c. Pengukuran Tinggi Badan
Pengukuran ini merupakan bagian dari pengukuran antropometrik yang
digunakan untuk menilai status perbaikan gizi di samping factor genetic
2. Pertumbuhan dan perkembangan anak :
a. Anak pada usia 3-6 bulan mengangkat kepala dengan tegak pada posisi
b.
c.
d.
e.

telungkup.
Anak pada usia 9-12 bulan berjalan dengan berpegangan.
Anak pada usia 12-18 bulan minum sendiri dari gelas tanpa tumpah.
Anak pada usia 18-24 bulan mencorat-coret dengan alat tulis.
Anak pada usia 2-3 tahun berdiri dengan satu kaki tanpa berpegangan,

melepas pakaian sendiri.


f. Anak pada usia 3-4 tahun mengenal dan menyebutkan paling sedikit 1 warna.
g. Anak pada usia 4-5 tahun mencuci dan mengeringkan tangan tanpa bantuan
(Depkes RI, 2005).
C. Tujuan Ilmu Tumbuh Kembang
1. Sebagai upaya untuk menjaga dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak baik
fisik, mental dan sosial

2. Menegakkan diagnosis dini setiap kelainan tumbuh kembang


3. Kemungkinan penanganan yang efektif
4. Mencari penyebab dan mencegahnya
D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Balita
1. Faktor Herediter
Faktor herediter merupakan factor yang dapat diturunkan sebagai dasar dalam
mencapai tumbuh kembang anak, factor herditer meliputi factor bawaan, jenis
kelamin, ras, dan suku bangsa. Pertumbuhan dan perkembangan anak dengan jenis
kelamin laki-laki setelah lahir akan cenderung cepat dibandingkan dengan anak
perempuan serta akan bertahan sampai usia tertentu. Baik anak laki-laki atau anak
perempuan akan mengalami pertumbuhan yang lebih cpat ketika mereka
mencapai masa pubertas. (Alimul, 2008 : 11)
2. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan merupakan factor yang memegang peranan penting dalam
menentukan tercapai atau tidaknya potensi yang sudah dimiliki. Faktor lingkungan
ini dapat meliputi lingkungan prenatal (yaitu lingkungan dalam kandungan) dan
lingkungan postnatal (yaitu lingkungan setelah bayi lahir.
Faktor lingkungan secara garis besar dibagi menjadi :
1. Faktor lingkungan prenatal
a. Gizi pada waktu ibu hamil
b. Zat kimia atau toksin
c. Hormonal
2. Faktor lingkungan postnatal
a. Budaya lingkungan
Dalam hal ini adalah budaya dalam masyrakat yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan anak, budaya lingkungan dapat
menentukan bagaimana seseorang mempersepsikan pola hidup sehat
b. Status sosial ekonomi
Anak dengan keluaraga yang memiliki sosial ekonoi tinggi umumnya
pemenuhan kebutuhan gizinya cukup baik dibandingkan dengan anak
dengan sosial ekonomi rendah
c. Nutrisi
Nutrisi menjadi kebutuhan untuk tunbuh dan berkembang selama masa
pertumbuhan, dalam nutrisi terdapat kebutuhan zat gizi yang diperlukan
untuk pertumbuhan dan perkembangan seperti protein, karbohidrat, lemak,
mineral, vitamin, dan air
d. Iklim dan cuaca
Pada saat musim tertentu kebutuhan gizi dapat dengan mudah diperoleh
namun pada saat musim yang lain justru sebaliknya, sebagai contoh pada

saat musim kemarau penyediaan air bersih atau sumber makanan sangatlah
sulit.
e. Olahraga atau latihan fisik
Dapat memacu perkembanagn anak karena dapat meningkatkan sirkulasi
darah sehingga suplai oksigen ke seluruh tubu dapat tertur serta
dapatmeningkatkan stimulasi perkembangan tulang, otot, dan pertumbuhan
sel lainnya.
f. Posisi anak dalam keluarga
Secara umum anak pertama memiliki kemampuan intelektual lebih
menonjol dan cepat berkembang karena sering berinteraksi dengan orang
dewasa namun dalam perkembangan motoriknya kadang-kadang terlambat
karena tidak ada stimulasi yang biasanya dilakukan saudara kandungnya,
sedangkan pada anak kedua atau tengah kecenderungan orang tua yang
sudah biasa dalam merawat anak lebih percaya diri sehingga kemamapuan
anak untuk berdaptasi lebih cepat dan mudah meski dalm perkembangan
intelektual biasanya kurang dibandingkan dengan ank pertamanya.
g. Status kesehatan
Apabila anak berada dalam kondisi sehat dan sejahtera maka percepatan
untuk tumbuh kembang menjadi sangat mudah dan sebaliknya.contoh
apabila anak mempunyai penyakit kronis yang ada pada diri anak maka
pencapaian kemampuan untuk maksimal dalam tumbuh kembang akan
terhambat karena anak memiliki masa kritis.
3. Faktor hormonal
Faktor hormonal yang berperan dalam tumbuh kembang anakantara lain
hormone somatotropin, tiroid dan glukokortikoid. Hormone somatotropin
(growth hormone) berperan dalam mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan
dengan menstimulasi terjadinya proliferasi sel kartilgo dan system skeletal,
hormone

tiroid

berperan

menstimulasi

metabolism

tubuh.

Hormone

glukokortiroid mempunyai fungsi menstimulasi pertumbuhan sel intertisial


dari testis (untuk memproduksi testosteron) dan ovarium (untuk memproduksi
estrogen), selnjutnya hormone tesebut menstimulasi perkembangan seks, baik
pada anak laki-laki maupun perempua yang sesuai dengan peran hormonnya
(wong 2000) (Alimul, 2008 : 13).
E. Tahap Pencapaian Tumbuh Kembang Anak
1. Masa prenatal
Masa prenatal terdiri atas dua fase, yaitu fase embrio dan fase fetus, pada fase
embrio pertumbuhan mulai dari konsepsi hingga 8 minggu pertama ,pada minggu

kedua terjadi pembelahan sel dan terjadi pemisahan jaringan antara entoderm dan
ectoderm pda minggu ketiga terbentuk lapisan mesoderm.
2. Masa postnatal
Pertumbuhan atau perkembangan postnatal dikenal dengan pertumbuhan dan
perkembangan setelah lahir ini diawali dengan masa neonates (0-28hari) yang
merupkan masa terjadi kehidupan yang baru dalam ekstra uteri yaitu adanya
proses adaptasi semua sistem organ tubuh. (Alimul, 2008 : 13).
F. Ciri-Ciri Tumbuh Kembang Anak / Balita
1. Perkembangan Menimbulkan Perubahan
Perkembangan terjadi bersamaan dengan pertumbuhan misal, perkembangan
intelgensia pada seorang anak akan menyertai pertumbuhan otak dan serabut
saraf.
2. Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Tahap Awal Menentukan Perkembangan
Selanjutnya
Setiap anak tidak akan bis melewati tahapan sebelumnya misal, seorang anak
tidak bias berdiri jika pertumbuhan kaki dan tubuh lain yang terkait dengan fungsi
berdiri anak terhambat karena perkembangan awal merupakn masa kritis untuk
menentukan perkembangan selanjutnya.
3. Pertumbuhan Dan Perkembangan Mempunyai Kecepatan Yang Berbeda
Sebagaimana pertumbuhan, perkembangan mempunyai kecepatn yng berbeda
baik perkembangan fisik maupun fungsi organ
4. Perkembangan Berkorelasi Dengan Pertumbuhan
Anak sehat, bertambah umur, bertambah berat dan tinggi badannya serta
bertambah kepandaiannya.
5. Perkembangan Mempunyai Pola Yang Tetap
Perkembangan fungsi organ tubuh terjadi menurut 2 hukum:
1) Perkembangan terjadi dahulu di daerah kepala kemudian menuju arah anggota
tubuh.
2) Perkembang antropometri terjadi lebih dahulu di daerah proksimal (gerak
kasar) lalu berkembng ke bagin distal seperti jari-jari yang mempunyai
kemampuan gerak halus (pola proksimosdital)
6. Perkembangan Memiliki Tahap Yang Berurutan
Misalnya anak terlebih dahulu mampu membuat lingkaran sebelum mampu
membuat gambar kotak anak mampu berdiri sebelum berjalan.(Depkes, 2005 : 4).
G. Aspek pertumbuhan dan perkembangan anak
Ada 4 aspek tumbuh kembang yang perlu dibina atau dipantau :
1. Gerak kasar atau motorik kasar adalah aspek yang berhubungan dengan
kemampuan anak melakukan pergerakan dengan sikap tubuh yang melibatkan
otot-otot besar sperti duduk, berdiri.

2. Gerak halus atau motorik halus adalah aspek yang berhubungan dengan
kemampuan anak melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh
tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang
cermat sperti mengamati sesuatu, menjimpit, menulis, dsb.
3. Kemampuan bicara dan bahasa adalah aspek yang berhubungan dengan
kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, berbicara, berkomunikasi,
mengikuti perintah dsb.
4. Sosialisasi dan kemandirian adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan
mandiri anak (makan sendiri, membereskan mainan selesai bermain), berpisah
dengan ibu/pengasuh anak, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya,
dsb (Depkes, 2005).
H. Tumbuh Kembang Anak
Ada berbagai macam tes perkembangan yang sering digunakan dalam menilai
perkembangan anak yaitu :
1. Skala Yaumil-Mimi
a. Perkembangan mental.
Gerakan-gerakan kasar dan halus, emosi, sosial dan perilaku bicara.
1) Lahir sampai 3 bulan
a) Belajar mengangkat kepala.
b) Belajar mengikuti obyek dengan matanya.
c) Melihat ke muka orang dengan tersenyum.
d) Bereaksi terhadap suara / bunyi.
e) Mengenal ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan
kontak.
f) Menahan barang yang dipegangnya.
g) Mengoceh spontan.
2) 3 sampai 6 bulan
a) Mengangkat kepala 90 dan mengangkat dada dengan bertopang dada.
b) Mulai belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauan.
c) Menaruh benda-benda di mulut.
d) Tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak main.
3) 6 sampai 9 bulan
a) Dapat duduk tanpa dibantu.
b) Dapat tengkurap dan berbalik sendiri.
c) Dapat mengangkat meraih benda atau mendekati seseorang.
d) Memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk.
e) Bergembira ria dengan melempar benda-benda.
f) Mulai berpartisipasi dalam permainan tepuk tangan dan sembunyisembunyian.

4) 9 sampai 12 bulan
a) Dapat berjalan sendiri tanpa dibantu.
b) Dapat berjalan dengan dibantu.
c) Menirukan suara.
d) Mengulang bunyi yang didengar.
e) Belajar mengatakan 1 atau 2 kata.
f) Mengerti perintah sederhana atau larangan.
g) Berpartisipasi dalam permainan.
5) 12 sampai 18 bulan
a) Berjalan dan mengeksplorasi rumah.
b) Menyusun 2 atau 3 kotak.
c) Dapat mengatakan 5 dari 10 kata.
6) 18 sampai 24 bulan
a) Naik turun tangga.
b) Menyusun 6 kotak.
c) Menunjuk garis di kertas atau pasir.
7) 2 sampai 3 tahun
a) Belajar melompat, memanjat dengan 1 kaki.
b) Membuat jembatan dengan 3 kotak.
c) Menggambar lingkungan.
8) 3 sampai 4 tahun
a) Berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga.
b) Berjalan pada jari kaki.
c) Menggambar garis silang.
d) Mengenal 2 atau 3 warna.
e) Banyak bertanya.
9) 4 sampai 5 tahun
a) Melompat dan menari
b) Menggambar orang berdiri dari kepala, lengan, badan.
c) Menggambar segi empat dan segi tiga.
d) Pandai berbicara.
e) Mengenal 4 warna.

b. Pendidikan / Stimulasi yang perlu diberikan :


1) Akademik sederhana, pengenalan ruang, bentuk, warna, persiapan
berhitung.
2) Pendidikan alam sekitar, sosialisasi, mengenal lingkungan masyarakat.
3) Menyanyi, menggambar.
4) Bermain bebas untuk mengembangkan fantasi dan memperkaya
pengalaman.
5) Bahasa : bercakap-cakap, membaca gambar, bercerita, mengucap syair
6)
7)
8)
9)

sederhana.
Membuat permainan dari kertas.
Bermain musik.
Mengenal tugas atau larangan.
Aktifitas sehari-hari (makan sendiri, minum sendiri, kontrol buang air
kencing dan besar)

I. Konsep DDTK
1. Alat Yang Diperlukan
a. Lembar formulir DDTK
b. Buku petunjuk sebagai referensi yang menjelaskan cara-cara melakukan test
dan penilaian.
2. Prosedur DDTK terdiri dari 2 tahap :
a.
Tahap Pertama
Secara periodik dilakukan pada semua anak yang berusia :
1) 3 6 bulan
2) 9 12 bulan
3) 18 24 bulan
4) 3 tahun
5) 4 tahun
6) 5 tahun
b.
Tahap Kedua
Dilakukan pada anak yang dicurigai adanya hambatan perkembangan
kemudian dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik lengkap.

3. Instrumen Tumbuh Kembang Anak


a. Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)
1) Jadwal :
3, 6, 9....24, 30....72 bulan
2) Pelaksana :
Tenaga kesehatan, guru TK, dan petugas terlatih.
3) Alat / Instrumen :
a) Formulir
b) Alat Bantu
4) Cara :
a) Tentukan umur
b) Pilih formulir sesuai umur bayi
c) Beritahukan pada ibu agar tidak raguragu dalam menjawab pertanyaan
5) Interpretasi :
a) Hitung berapa jumlah jawaban YA
b) Jawaban TIDAK
Perlu dirinci
6) Intervensi :
a) S (YA = 9 10)
b) M (YA = 7 8)
c) P (YA = < 6)
b. Tes Daya Dengar (TDD)
1) Tujuan :
Menemukan gangguan pendengaran sejak dini, agar dapat segera ditindak
lanjuti untuk tingkatkan kemampuan daya dengar dan bicara anak.
2) Jadwal :
a) Tiap 3 bulan pada bayi umur < 12 bulan
b) Tiap 6 bulan umur 12 bulan ke atas
3) Pelaksana :
a) Tenaga Kesehatan
b) Guru TK
c) PADU (Pusat Pendidikan Anak Dini Usia)
d) Petugas Terlatih

4) Cara :
a) Tentukan Umur
b) Pilih formulir yang sesuai
c) Anak < 24 bulan
ditanyakan pada orang tua jika jawaban YA bila
bisa melakukan 1 bulan terakhir, jawaban TIDAK bila anak tidak
bisa melakukan 1 bulan terakhir. Anak > 24 bulan pertanyaan yang
ditujukan pada orang tua untuk dikerjakan anak
5) Interpretasi :
Mengalami kemungkinan gangguan pendengaran (ada 1 atau > jawaban
tidak) cacat
6) Intervensi :
Tindak lanjut sesuai buku paduan, rujuk ke RS bila tidak dapat
ditanggulangi.
c. Tes Daya Lihat (TDL)
1) Tujuan :
Deteksi dini kelainan daya lihat agar dapat segera ditanggulangi sehingga
kesempatan memperoleh ketajaman daya lihat menjadi lebih.
2) Jadwal :
Tiap 6 bulan (3 6 tahun)
3) Pelaksana :
a) Tenaga Kesehatan
b) Guru TK
c) PADU
d) Petugas Terlatih
4) Alat :
a) Ruangan yang bersih
b) 2 kursi
c) Poster E
d) Alat penunjuk
5) Cara :
a) Pilih ruangan bersih, tenang, penyinaran baik
b) Gantungkan poster E setinggi mata anak
c) Letakkan kursi sejauh 3 meter
d) Letakkan kursi untuk pemeriksa
e) Tunjukkan huruf E yang ada di poster, perintahkan anak untuk
mengarahkan kartu E yang dipegangnya sesuai dengan kartu E
yang ada pada poster.
f) Tutup mata bergantian
g) Beri pujian
h) Tulis baris E terkecil yang bisa dilihat
6) Interpretasi :

Kemungkinan mengalami gangguan penglihatan bila tidak bisa melihat


baris ke 3 pada kartu E
7) Intervensi :
Minta anak datang lagi
Bila tetap anak harus dirujuk
d. KMME (Kuesioner Masalah Mental Emosional)
1) Tujuan :
Deteksi dini penyimpangan masalah mental emosional pada anak pra
sekolah
2) Jadwal :
Tiap 6 bulan pada anak umur 36 72 bulan
3) Alat :
KMME
4) Cara :
a) Tanyakan secara jelas, satu persatu pada orang tua
b) Catat jumlah jawaban YA
5) Interpretasi :
Bila ada jawaban YA kemungkinan +
6) Intervensi :
a) Bila ada jawaban YA beri konseling pada orang tua dengan buku
pedoman pola asuh anak yang mendukung perkembangan. Lakukan
evaluasi 3 bulan tetap rujuk.
b) Bila jawaban YA 2 / > rujuk

e. CHAT (Checklist for Autism in Toddlers)


1) Tujuan :
Deteksi dini autis pada anak umur 18 36 bulan
2) Jadwal :
Atas indikasi ada keluhan dari orang tua/pengasuh/guru TK mengenai :
a) Keterlambatan bicara
b) Gangguan komunikasi / interaksi sosial
c) Perilaku berulangulang
3) Alat :
CHAT CARDS
4) Cara :
a) Ajukan pertanyaan dengan lambat, dan jelas pada orang tua
b) Lakukan pengamatan kemampuan anak
c) Catat
5) Interpretasi :
a) Resiko tinggi menderita autis tidak pada A3, A7, B2, B3, B4
b) Resiko rendah menderita autis tidak A7 dan B4
c) Kemungkinan gangguan pendengaran TIDAK jumlahnya 3 pada
A1 A4, A6, A8, A9, B1, B5
d) Anak dalam batas normal, bila tidak dalam kategori 1, 2, 3
6) Intervensi :
Bila anak resiko menderita autis dan kemungkinan ada gangguan
perkembangan rujuk ke RS yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa /
tumbuh kembang anak
f. GPPH (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas)
1) Tujuan :
Deteksi

Dini

anak

adanya

gangguan

pemusatan

perhatian

dan

hiperaktivitas
2) Jadwal :
Atas indikasi ada keluhan dari orang tua / pengasuh / guru TK mengenai :
a) Anak tidak bisa duduk tenang
b) Anak selalu bergerak tanpa tujuan dan tidak mengenal lelah
c) Perubahan suasana hati yang mendadak / impulsif

3) Alat :
Formulir GPPH
4) Cara :
a) Ajukan pertanyaan
b) Lakukan pengamatan
c) Keadaan diamati pada anak dimanapun dia berada
d) Catat
5) Interpretasi :
Beri nilai
0 tidak ditemukan
1 kadang kadang
2 sering ditemukan
3 selalu ada
6) Intervensi :
Bila total 13 uji ulang 1 bulan lagi
Anak dengan GPPH perlu dirujuk ke RS