Anda di halaman 1dari 4

Nama Peserta: dr Agnes

Nama Wahana: RSUD MM Dunda Limboto


Topik: Stroke non hemoragik
Tanggal (Kasus): 20-3-2016
Nama Pasien: Tn S. L
Nama Pendamping: dr Femi
Tanggal Presentasi:
Hasan
Tempat Presentasi:
Obyektif Presentasi:
Keilmuan
Keterampilan Penyegaran Tinjauan Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatu Bay Ana Remaj Dewas Lansi
Bumil
s
i
k
a
a
a
Deskripsi: laki laki 60 thn, kelemahan anggota gerak kanan sejak 8 jam
SMRS, 8 Jam SMRS pasien merasa tangan kanan dan kaki kanan sulit di gerakkan, terasa
berat untuk di angkat. Tidak di dapatkan penurunan kesadaran, mual maupun muntah, tidak
di dapatkan kesulitan berbicara, pelo (-), BAB/BAK tidak ada keluhan. Wajah tampak
simetris. Keluhan di sertai kepala terasa pusing.
Tujuan: Penanganan awal stroke non hemoragik dan mencegah
perburukan dari stroke non hemoragik
Tinjauan
Bahan
Riset
Bahasan:
Pustaka
Presentasi dan
Cara
Diskusi
Membahas:
Diskusi
Data Pasien
Nama: Tn S.L
Nama Klinik: IGD

Telpon:

Kasus

Audit

Email

Pos

Terdaftar Sejak: 20-3-

2016
Data Utama dan Bahan Diskusi
1. Diagnosis / Gambaran Klinis
Stroke non hemoragik. Keadaan umum tampak sakit sedang, kesadaran
compos mentis (GCS 15)
2. Riwayat Pengobatan
Pasien sebelumnya tidak pernah mengalami keluhan yang serupa. Selama ini pasien
menyadari bahwa tensi pasien sering tinggi namun pasien tidak rutin memeriksakan diri.
3. Riwayat Kesehatan / Penyakit
Riwayat tekanan darah tinggi (+) tidak kontrol rutin sejak 10 tahun yang lalu. Riw. Stroke
(-), riw. DM (-), riw. kepala terbentur (-)
4. Riwayat Keluarga
Riw. hiperetensi, DM, penyakit jantung pd keluarga disangkal
5. Riwayat Pekerjaan
Pasien sehari hari bekerja sebagai petani, sehari sebelum muncul keluhan pasien masih

beraktifitas seperti biasa.


6. Kondisi Lingkungan Sosial dan Fisik
Lingkungan sosial baik, pasien tinggal bersama istri, dan 2 orang anak yang belum
menikah, sedangkan 3 anak lainnya telah berkelurga dan tinggal terpisah dengan pasien..
Rumah pasien di tempati bersebelahan dengan tetangga sebelah rumah. Biaya kesehatan
pasien menggunakan fasilitas Jamkesmas.
Hasil Pembelajaran
1. Diagnosis Stroke non hemoragik
2. Management awal stroke non hemoragik
3. Mekanisme stroke non hemoragik
4. Faktor Resiko stroke non hemoragik
5. Edukasi untuk stroke non hemoragik
Daftar Pustaka :
1.

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16617/4/Chapter%20II.pdf

2.

Stroke Iskemik. http://onesoliha.wordpress.com/2011/05/21/stroke-iskemik/ ( 1 Agustus


2013)

3.

Feigin, Valery. Stroke Panduan Bergambar Tentang Pencegahan dan Pemulihan Stroke.
Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer. 2006.

4.

Wibowo, Samekto. Gofir, Abdul. Farmakoterapi stroke prevensi primer dan prevensi
sekunder dalam Farmakoterapi dalam Neurologi. Penerbit Salemba Medika. Hal: 53-73.

1. Subyektif
Kelemahan anggota gerak atas bawah sebelah kanan sejak 8 jam SMRS. Riw. stroke
sebelumnya (-), riw. DM (-), riw. penyakit jantung (-), riw. trauma (-), riw. hipertensi (+)
sejak 10 tahun lalu dan tidak terkontrol.
Harus diwaspadai bahwa kelemahan anggota gerak tersebut dapat
pula disebabkan oleh kekurangan elektrolit dalam tubuh (kalium)
2. Objektif
KU : TSS, Kes : E4 V5 M6
TD = 160/90 mmHg
Nadi= 80x/m regular
RR= 20x / m
Temp = 37C
Reflex patologis -/+

3. Assessment
D. Klinis
: Hemiparese dextra , Hipertensi grade II,
D. Topis
: Infark kortex cerebri hemisfer sinistra
D. Etiologis
: Stroke non hemoragik
4. Plan
IVFD RL 20 tpm
Inj. Citicolin 2 x 250mg IV
Inj. Ranitidin 2 x 1 IV
Neurosanbe 1 ampul drips / 500cc RL
Oral : Amlodipin 5 mg 0-0-1, Clopidorel 1x75 mg, Aspilet 1x80mg
Edukasi
1. Menerangkan pada keluarga pasien tentang kondisi dan penyakit pasien
2. Menjelaskan pada keluarga pasien tentang pengobatan yang diberikan dan waktu
yang diperlukan selama proses pemulihan pasien
3. Mengingatkan kelurga pasien untuk mobilisasi tubuh pasien untuk mencegah ulkus
dekubitus
4. Motivasi pasien dan keluarganya supaya rajin melatih anggota gerak yang mengalami
parese, hingga mempercepat proses pemulihan atau meminimalisasi kemungkinan
kecacatan
5. Edukasi mengenai komplikasi penyakit pasien
6. Edukasi mengenai faktor resiko yang dapat di ubah
7. Edukasi anggota keluarga yang lain tentang kemungkinan adanya penyakit yang dapat
di turunkan

Pendamping

Dr. Femi Hasan

dr. Agnes

Anda mungkin juga menyukai