Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH SHARING KNOWLEDGE

PROGRAM MAGANG KERJA INDUSTRI PT PJB UP CIRATA

JUDUL

PEMBANGKIT LISTRIK BERBASIS RUMPUT LAUT

OLEH

HASAN BASSRIH PUTRA

PROGRAM STUDI TEKNIK ENERGI TERBARUKAN


JURUSAN TEKNIK
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
TAHUN 2016

A. Pendahuluan

Kebutuhan energi terus mengalami peningkatan setiap tahun. Seluruh peneliti

dan praktisi di bidang energi terus mengadakan pencarian sumber energi baru dan
terbarukan sebagai wujud kepedulian pada kebutuhan energi serta dampak lingkungan.

Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam menyikapi kondisi ini, Pemerintah mendukung
program pencarian energi baru dan terbarukan melalui program-program kementerian
terkait serta memproyeksikan penggunaan energi terbarukan terus meningkat
persentasenya tiap tahun dari total penyediaan energi.

Energi terbarukan terdiri dari berbagai macam jenis sumber dan teknologi

konversi. Setiap bahan dan teknologi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-

masing. Salah satu sumber energi terbarukan yang sedang di kembangkan adalah
rumput laut. Dari beberapa latar belakang tersebut penulis dalam makalah ini membahas
tentang energi terbarukan yang bersumber dari rumput laut.
B. Rumput Laut

Gulma laut atau rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang

terdapat di wilayah pesisir dan laut. Istilah "rumput laut" adalah rancu secara botani
karena dipakai untuk dua kelompok "tumbuhan" yang berbeda. Dalam bahasa
Indonesia, istilah rumput laut dipakai untuk menyebut baik gulma laut dan lamun.

Yang dimaksud sebagai gulma laut adalah anggota dari kelompok vegetasi yang

dikenal sebagai alga ("ganggang"). Sumber daya ini biasanya dapat ditemui di perairan
yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Gulma laut alam
biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Di beberapa daerah pantai

di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, gulma laut banyak ditemui hidup di

atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak. Di pantai selatan

Jawa Barat dan Banten misalnya, gulma laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan
Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten
Pandeglang. Sementara di daerah pantai barat Sumatera, gulma laut dapat ditemui di
pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera Utara dan Aceh.

Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis gulma laut juga banyak

dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis gulma laut
yang banyak dibudidayakan di antaranya adalah Euchema cottonii dan Gracilaria spp.

Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan

usaha budidaya gulma laut ini di antaranya berada di wilayah pesisir Kabupaten

Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Lombok, Sulawesi,


Maluku dan Papua.

Rumput laut dikelompokkan menjadi:


1. Jenis Euchema

Di habitatnya, Eucheuma tumbuh di perairan yang cukup tenang dengan dasar

pasir berkarang. Mereka tumbuh menempel pada batu atau karang dengan

kedalaman 1 2 m. Penyebarannya di Indonesia terdapat di Riau, Kepulauan


Seribu, Sulawesi Selatan, Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara, Maluku.

Setiap jenis Eucheuma memiliki kadar karagenan berbeda-beda, berkisar antara

54 sampai 73 %. Di Indonesia kandunganya berkisar antara 61,5 sampai 67,5 %. Di

bidang industri, karagenan digunakan untuk pembentuk gel, bahan pengental,


pengemulsi pada industri makanan, farmasi, kosmetik, tekstil dan cat.

2. Jenis Gracilaria

Gambar 1. Euchema

Di alamnya Gracilaria tumbuh di perairan yang tenang di suatu teluk. Dasarnya

berlumpur. Mereka tumbuh menempel pada batu-batuan di kedalaman 2 5 m. di


Jepang dan Korea rumput laut ini sudah dibudidayakan intensif. Di Indonesia sudah
dicoba pembudidayaannya di tambak, misal di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Usaha ini dapat berhasil kalau dilakukan pada musim kemarau, saat salinitas air
tambak tinggi. Per ha tambak diperlukan bibit 1 ton. Hasil panen 6 ton rumput laut
kering, setelah 3 bulan ditanam.

Gambar 2. Gracilaria
3. Jenis Gelidium

Gelidium tumbuh menempel pada batu atau karang di alamnya. Kedalamannya

20 30 m. Mereka menyukai perairan langsung menghadap laut terbuka dengan

ombak kuat. Gelidium diperlukan pabrik dalam negeri untuk bahan baku
pembuatan agar-agar, selain untuk komoditas ekspor. Yang komersial mengandung
agar-agar 12 48 %, tergantung spesiesnya. Pengadaan Gelidium masih tergantung
dari pengumpulan alam. Terdapat sekitar 40 spesies Gelidum di seluruh dunia.
Indonesia hanya memiliki 8 spesies.

Gambar 3. Gelidium

C. Proses Konversi Energi dari Rumput Laut

Menurut Michael Stanley dibagi menjadi 2 macam teknologi. Teknologi proses

konversi tersebut adalah teknologi fermentasi dan teknologi digester anaerobik.


1. Fermentasi Rumput Laut

Fermentasi merupakan proses anaerobik untuk membentuk gula menjadi produk

utama berupa bioetanol. Rumput laut yang mengandung selulosa di ekstrak


kemudian di hidrolisis. Setelah di hidrolisis maka akan di fermentasi untuk
menghasilkan bioetanol atau butanol agar lebih tinggi kualitasnya maka dilakukan
purifikasi.

2. Digester Anaerobik Rumput Laut

Digester Anaerobik rumpuk laut merupakan proses konversi rumput laut dengan
sedikit atau tanpa oksigen sehingga membentuk produk utama berupa gas metana.

Gas metana bisa membangkitkan listrik dengan proses konversio termal. Atau bisa
di kompres kedalam sebuah tabung gas CNG (Compresed Natural Gas). CNG bisa
digunakan sebagai bahan bakar alat transportasi.
D. Negara yang Telah Mengimplementasikan
1. Amerika sejak tahun 1974 (Metana)
2. China (AGRO)

Secara spesifik penulis belum menemukan rujukan tentang negara yang pernah

mengaplikasikan ataupun sedang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga termal

yang berbahan bakar rumput laut baik secara langsung maupun melalui tahapan
konversi treatmen.

DAFTAR PUSTAKA

Ngasih.
2015.
Jenis-jenis
Rumput
laut
dan
Manfaatnya.
http://www.ngasih.com/2014/11/20/jenis-jenis-rumput-laut-danmanfaatnya . [25 Februari 2016]
Stanley,
Micahel.____.
Fuel
From
Seaweed,
http://www.biomara.org. [25 Februari 2016].
Wikipedia. 2015. Gulma Laut.
Februari 2016]

Online-Edition.

https://id.wikipedia.org/wiki/Gulma_laut. [25