Anda di halaman 1dari 108

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN:

STUDI KASUS YAYASAN BUNDA HATI KUDUS

PROPOSAL TESIS

STUDI KASUS YAYASAN BUNDA HATI KUDUS PROPOSAL TESIS Oleh: Fransiscus Xaverius Eko Budi Kristanto 1111600126

Oleh:

Fransiscus Xaverius Eko Budi Kristanto

1111600126

PROGRAM STUDI: MAGISTER ILMU KOMPUTER (MKOM) PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS BUDI LUHUR

JAKARTA

2013

PROGRAM STUDI: MAGISTER ILMU KOMPUTER (MKOM) PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS BUDI LUHUR LEMBAR PERSETUJUAN PROPOSAL TESIS

PROGRAM STUDI: MAGISTER ILMU KOMPUTER (MKOM)

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS BUDI LUHUR

LEMBAR PERSETUJUAN PROPOSAL TESIS

Nama Mahasiswa

Nomor Induk Mahasiswa : 1111600126

Konsentrasi

Judul Proposal Tesis : Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian: Studi Kasus Yayasan Bunda Hati Kudus

: Teknologi Sistem Informasi

: Fransiscus Xaverius Eko Budi Kristanto

Telah diperiksa, diuji dan dipertahankan dalam sidang ujian Proposal Tesis pada

, Proposal Tesis untuk menyusun Naskah Akhir Tesis.

hari

dan disetujui oleh Tim Penguji

tanggal

,

Jakarta,

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tim Penguji:

 

Tanda Tangan:

 

Ketua,

 

(

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

. )

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Anggota,

 

( .

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

. )

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Pembimbing Utama,

 

(

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

. )

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Pembimbing Pendamping,

 

(

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

. )

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

 

Ketua Program Studi

 
 

( .

 

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.)

ABSTRAK

Pengembangan sistem informasi manajemen kepegawaian dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama atau memperbaiki sistem yang telah ada di suatu perusahaan atau yayasan, termasuk Yayasan Bunda Hati Kudus (YBHK). Sejak berdirinya sampai saat ini YBHK belum memiliki sebuah aplikasi terintegrasi yang mengelola data kepegawaian. Ruang lingkup sistem informasi manajemen kepegawaian meliputi: perekrutan, data induk, data riwayat, promosi, asuransi, penghargaan, pensiun, formasi, statistik, dan laporan manajemen. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Terapan (Applied Research). Metode pengembangan sistem informasi menggunakan model Waterfall. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studi pustaka, dan wawancara terhadap sampel yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode yang digunakan dalam menganalisis dan merancang sistem adalah metode Analisis dan Perancangan Berorientasi Obyek (Object Oriented Analysis and Design) menggunakan Unified Modelling Language (UML). Teknik pengujian sistem dengan pendekatan black-box testing. Pengujian validasi menggunakan Focus Group Discussion. Kualitas perangkat lunak yang dihasilkan diuji berdasarkan empat karakteristik kualitas perangkat lunak model ISO 9126, yaitu: functionality, reliability, usability, dan efficiency menggunakan metode kuesioner. Perangkat lunak sistem informasi manajemen kepegawaian yang dihasilkan diharapkan berfungsi menyediakan data kepegawaian terintegrasi dan meningkatkan kecepatan layanan informasi kepegawaian.

Kata Kunci: Sistem Informasi Manajemen, Kepegawaian, Penelitian Terapan, Waterfall, Analisis dan Perancangan Berorientasi Obyek, ISO 9126

i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya penulis bisa menyelesaikan proposal penelitian tesis yang

berjudul Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian: Studi Kasus Yayasan Bunda Hati Kudus. Tujuan dari penulisan proposal penelitian tesis ini adalah sebagai salah satu syarat untuk menyusun tesis pada Program Studi Magister Ilmu Komputer, Universitas Budi Luhur Jakarta. Rasa dan ucapan terima kasih penulis persembahkan kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyusun proposal penelitian tesis ini:

1. Bapak Dr. Moedjiono, M.Sc. dan Bapak Samidi, M.Kom, M.M, selaku dosen pembimbing tesis yang telah membimbing dan memotivasi penulis dalam mengerjakan proposal penelitian tesis ini.

2. Yayasan Bunda Hati Kudus, khususnya Bapak Placidus Galla, S.H., Bapak Gerardus Rusae, S.F., dan Ibu Scholastica di Biro Personalia, Bapak Andreas Marwata, S.Pd. di Biro Umum, serta Bapak/Ibu kepala biro, kepala bidang, dan kepala bagian di kantor pusat Yayasan Bunda Hati Kudus yang telah memberikan ijin penelitian dan membantu penulis dalam mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan terkait proposal penelitian tesis ini.

3. Christina Rini Kentari, istri tercinta yang selalu memberikan semangat, dukungan, dan doa bagi penulis.

4. Orang tua, Bapak Agustinus Djimin dan Ibu CH. Sumarni, serta Ibu Yohana Sumini, terima kasih atas dukungan doa, semangat dan kasih sayang yang senantiasa diberikan kepada penulis.

5. Almarhum simbah Djosemangun kakung dan putri, simbah putri Paiyam, dan almarhum ayah mertua FX. Dalijo, penulis persembahkan kerja keras dan perjuangan selama ini, dan semoga bahagia senantiasa di sisiNya.

6. Simbah Pawira Utomo, atas doa restu yang diberikan bagi penulis untuk melanjutkan kuliah di Strata Dua.

ii

7. Semua adik-adik dan ipar tercinta, L. Dwi Wijayanto, M.A. Rini Astuti, A.M. Kirwati, Y. Bambang Setya Nugraha, Purwati terima kasih atas dukungan dan doanya bagi penulis.

8. Keponakan tercinta, Lusi dan Gilang, atas keceriaan yang memberikan semangat dan motivasi bagi penulis.

9. Semua pakde dan budhe, paman dan bibi, serta sepupu, atas kehangatan sebagai keluarga besar dan dukungan semangat yang diberikan kepada penulis selama ini.

10. Rekan-rekan mahasiswa MKOM Universitas Budi Luhur kelas XA Semester 1 dan 2 dan MKOM Semester 3 konsentrasi Teknologi Sistem Informasi, terima kasih atas kebersamaan, kerja keras dan dukungan semangatnya.

11. Prof. Dr. Ir. Marimin, M.Sc., atas pengenalan tentang Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia beserta referensinya.

12. Bapak dan Ibu Dosen pengampu mata kuliah di Program Studi Magister Ilmu Komputer Universitas Budi Luhur yang telah dengan sabar memberikan ilmu pengetahuan, pencerahan, dan bimbingan dalam belajar.

Penulis menyadari, sebagai mahluk Tuhan yang jauh dari kesempurnaan, bahwa masih banyak kekurangan dari proposal penelitian tesis ini, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penelitian tesis nantinya. Semoga proposal penelitian tesis ini masih dapat memberikan manfaat dari keterbatasannya. Amin.

Jakarta, 1 Januari 2013 FX. Eko Budi Kristanto

iii

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK

 

i

KATA PENGANTAR

 

ii

DAFTAR

ISI

iv

DAFTAR

GAMBAR

vi

DAFTAR

TABEL

vii

DAFTAR

LAMPIRAN

viii

BAB

I

PENDAHULUAN

1

 

1.1 Latar Belakang

1

1.2 Masalah Penelitian

4

1.2.1 Identifikasi Masalah

4

1.2.2 Pembatasan Masalah

5

1.2.3 Rumusan Masalah

5

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

6

1.4 Tata Urut Penulisan

7

1.5 Daftar Pengertian

8

BAB II

LANDASAN TEORI DAN KERANGKA KONSEP

10

2.1 Tinjauan Pustaka

10

2.1.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen

10

2.1.1.1 Sistem Informasi

10

2.1.1.2 Sistem Informasi Manajemen

12

2.1.2 Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia

14

2.1.3 Metode Pengembangan Sistem Model Waterfall

18

2.1.3.1 Systems Development Life Cycle (SDLC)

18

2.1.3.2 Model Waterfall

18

2.1.4 Analisis dan Perancangan Berorientasi Obyek dengan Unified Modeling Language

21

2.1.4.1 Konsep Dasar Analisis dan Perancangan Berorientasi Obyek

21

2.1.4.2 Unified Modelling Language

23

2.1.5 Yii Framework

29

2.1.5.1 Fitur Yii Framework

30

2.1.5.2 Alur Kerja Pengembangan

31

2.1.6 Model Kualitas Perangkat Lunak Menurut ISO 9126

32

2.1.6.1 Pengertian Kualitas Perangkat Lunak

32

2.1.6.2 Model ISO 9126

33

2.1.7 Pengujian Perangkat Lunak

36

2.1.7.1 Strategi Pengujian Perangkat Lunak

36

2.1.7.2 Teknik Pengujian Perangkat Lunak

38

2.2 Tinjauan

Studi

38

2.3 Tinjauan Obyek Penelitian

40

2.3.1

Aspek Organisasi

40

2.3.1.1 Profil Singkat Organisasi

40

2.3.1.2 Visi Misi Organisasi

41

iv

2.3.1.3

Profil Biro Personalia

41

2.3.1.4 Organigram Biro Personalia dan Uraian Kerja42

 

2.3.2

Aspek Sistem

49

2.3.2.1 Hardware

49

2.3.2.2 Software

49

2.3.2.3 Jaringan

50

2.3.2.4 Data

51

2.3.2.5 Sumber Daya Manusia

52

2.4 Kerangka Konsep

52

2.5 Hipotesis

55

BAB III

METODOLOGI DAN RANCANGAN PENELITIAN

56

3.1 Jenis Penelitian

56

3.2 Metode Pemilihan Sampel

56

3.3 Metode

Pengumpulan Data

57

3.4 Instrumentasi

58

3.5 Teknik Analisis, Perancangan, Implementasi dan Pengujian

58

3.5.1 Teknik

Analisis Sistem

58

3.5.2 Teknik Perancangan Sistem

59

3.5.3 Teknik

Implementasi Sistem

59

3.5.4 Teknik Pengujian Sistem

60

3.5.4.1 Pengujian Validasi

60

3.5.4.2 Pengujian Kualitas

62

3.6 Langkah-langkah Penelitian

66

3.7 Jadwal Penelitian

70

BAB

IV

PENUTUP

72

DAFTAR PUSTAKA

 

73

LAMPIRAN-LAMPIRAN

76

v

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

II-1

II-2

II-3

II-4

II-5

II-6

II-7

II-8

II-9

II-10

II-11

II-12

II-13

III-1 Langkah-langkah Penelitian

Komponen Sistem Informasi ([O'Brien 2006], 34) Klasifikasi Sistem Informasi ([O'Brien 2006], 16) Model Sistem Informasi Manajemen ([McLeod 2009], 13)

Model SIM-SDM ([McLeod 2009], 243) System Development Live Cycle ([O'Brien 2006], 511) dengan modifikasi Model Waterfall ([Pressman 2012], 46) dengan modifikasi

Struktur Statis Aplikasi Yii (Yii 2012)

Model Kualitas Perangkat Lunak Model ISO 9126 ([Al-Qutaish 2010], 171) .34

29

19

18

16

14

12

11

Langkah-langkah Pengujian Perangkat Lunak ([Pressman 2012], 554) Organigram YBHK

Organigram Biro Personalia YBHK Infrastruktur Jaringan Kantor Pusat YBHK

Kerangka Konsep Penelitian

37

41

43

51

54

67

vi

Tabel

II-1

II-2

II-3

II-4

II-5

II-6

II-7

II-8

III-1

III-2

III-3

III-4

DAFTAR TABEL

Halaman

Peranan Manajerial Mintzberg ([McLeod 2009], 20) Elemen-elemen Use Case Diagram ([Dennis 2009], 174)

Elemen-elemen

Elemen-elemen

Elemen-elemen

Elemen-elemen

Karakteristik Kualitas Perangkat Lunak Model ISO 9126 ([Al-Qutaish 2010],

12

24

25

26

27

28

Activity Diagram ([Dennis 2009], 160-164) Sequence Diagram ([Dennis 2009], 242) Class Diagram ([Dennis 2009], 215) Deployment Diagram ([Dennis 2009], 474)

172-173)

Ringkasan Tinjauan Studi

Skala Pengukuran ([Sugiyono 2012], 94)

Kisi-kisi Pengukuran Kualitas Perangkat Lunak dan Indikator Kriteria Presentase Tanggapan Responden ([Narimawati 2007], 84) Jadwal Penelitian

34

39

63

63

66

70

vii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman

1 Daftar Pedoman Pertanyaan Wawancara

77

2 Hasil Wawancara dengan Responden

78

3 Daftar Dokumen Observasi

79

4 Rancangan Rekapitulasi Hasil FGD Pengujian Validasi

80

5 Rancangan Kuesioner Pengujian Kualitas Perangkat Lunak

93

6 Rancangan Penghitungan Hasil Kuesioner Pengujian Kualitas

97

viii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada masa ini perkembangan sistem teknologi informasi sangat pesat. Sistem teknologi informasi biasanya diterapkan di organisasi yang dilakukan dengan menggunakan komputer sebagai alat bantu utama dalam membantu tercapainya tujuan organisasi, perusahaan maupun instansi yang bersangkutan. Untuk mendapatkan hasil kerja yang efektif dan efisien, organisasi harus mengembangkan suatu sistem teknologi informasi yang memungkinkan orang- orang mempunyai kesempatan berinteraksi dan memanfaatkan sistem teknologi tersebut untuk membantu mencapai tujuan mereka. Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini mendorong akan kebutuhan informasi yang cepat dan akurat, dalam proses bisnis di organisasi, baik perusahaan dan yayasan. Penggunaan sistem informasi memungkinkan adanya otomatisasi pekerjaan dan fungsi pelayanan untuk mewujudkan pelayanan yang baik seperti yang dibutuhkan. Sumber daya manusia atau pegawai di perusahaan atau yayasan merupakan komponen pokok yang menjalankan kegiatan di organisasi tersebut. Sehingga peranan data kepegawaian dan pengelolaan data pegawai menjadi sangat penting, yang tidak dapat dipisahkan dengan keberlangsungan dan kemajuan sebuah organisasi. Pengelolaan kepegawaian dan sistem pencatatan kepegawaian merupakan sebuah sistem informasi manajemen, yang berkaitan dengan kegiatan manajerial di organisasi. Yayasan Bunda Hati Kudus (YBHK) Jakarta merupakan yayasan pendidikan yang memiliki sekitar 530 guru dan karyawan dan tersebar di 22 persekolahan di Jakarta, Tangerang, dan Semarang, mulai dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA. Pengelolaan kepegawaian di Biro Personalia berhubungan dengan data tercetak maupun data elektronik. Kegiatan pengelolaan kepegawaian di YBHK meliputi beberapa hal, yaitu: perekrutan, data induk, data riwayat, promosi, asuransi, penghargaan, pensiun, formasi, statistik, dan laporan

1

manajemen. Sejak berdirinya sampai saat ini belum memiliki sebuah aplikasi terintegrasi yang mengelola data kepegawaian. Data riwayat kepegawaian berupa berkas-berkas dalam rak. Untuk mengolah data kepegawaian, aplikasi yang digunakan berupa beberapa file excel yang berjalan di komputer secara standalone yang ada pada Biro Personalia. Dalam proses perekrutan guru/karyawan, data-data pelamar disimpan dalam rak terpisah dan berwujud berkas lamaran, sehingga saat dibutuhkan untuk proses tes penerimaan atau untuk mencari daftar pelamar yang sudah mengirimkan lamaran untuk formasi tertentu akan membutuhkan waktu lama dalam pencariannya. Kegiatan administrasi kepegawaian berpengaruh pada keadaan data perorangan pegawai maupun keseluruhan, perubahan yang terjadi yang dilakukan di Biro Personalia tidak segera diketahui oleh Biro dan pengguna data kepegawaian yang lain dalam sturuktur organisasi YBHK. Berkaitan dengan operasional kepegawaian, situasi ini cukup menyulitkan. Data kepegawaian yang berada di beberapa file excel tersebut untuk update data dilakukan pada setiap file yang digunakan. Data kepegawaian yang dikelola oleh Biro Personalia digunakan oleh beberapa pihak dalam lingkup YBHK. Biro Pendidikan menggunakannya dalam perencanaan formasi penempatan guru/karyawan, merencanakan pelatihan dan meningkatkan kinerja guru/karyawan. Biro keuangan menggunakannya untuk menentukan gaji. Pengurus, pengawas, dan dewan pembina menggunakannya untuk membuat kebijakan dan keputusan manajemen kepegawaian secara keseluruhan. Proses pencarian data guru/karyawan cukup lama, padahal seringkali informasi data guru/karyawan dibutuhkan dengan segera. Demikian juga dalam pengiriman laporan kepegawaian kepada biro-biro, pimpinan sekolah, serta pihak- pihak manajemen tingkat atas (pengurus, dewan pembina, dan paroki). Keberadaan perangkat komputer dan jaringan internet tidak banyak membantu karena data disimpan dan dikelola oleh masing-masing pelaksana dan tidak ada

2

kesatuan platform dalam penyimpanannya. Akibatnya dalam hal data induk guru/karyawan sekalipun, perlu waktu lama untuk menemukannya. Pembuatan laporan formasi kepegawaian merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap semester dan setiap tahunnya. Untuk membuatnya harus dilakukan update pada semua file kepegawaian yang digunakan. Laporan dibuat tercetak yang membutuhkan kertas yang cukup banyak. Selain itu, perubahan data kepegawaian yang terjadi baru dapat diketahui setelah laporan dikirimkan kembali kepada pihak-pihak manajemen pada periode berikutnya. Guru dan karyawan sebagai komponen utama kepegawaian, sampai saat ini belum dapat mengetahui data profil kepegawaian yang berkaitan dengan dirinya secara langsung yang berada di Biro Personalia YBHK. Data profil kepegawaian tersebut berupa profil pegawai, data keluarga, riwayat kerja, promosi dan kenaikan pangkat/golongan di YBHK. Di sisi lain, YBHK memiliki kebijakan teknologi informasi paperless office, yaitu upaya pengelolaan administrasi perkantoran dengan mengurangi pemakaian kertas dan melakukan digitalisasi dokumen. Tujuan penerapan kebijakan paperless office adalah untuk efisiensi waktu, tenaga, dan biaya, manajemen dokumentasi yang lebih baik, meningkatkan kenyamanan kerja, mendukung pengelolaan administrasi dan manajemen sekolah, serta meningkatkan citra YBHK dan persekolahannya. Berlatar belakang permasalahan yang dihadapi dan sejalan dengan kebijakan teknologi informasi di YBHK yaitu paperless office serta perkembangan teknologi saat ini, maka perlu dibuat sebuah sistem informasi manajemen kepegawaian terintegrasi, yang meliputi: perekrutan, data induk guru/karyawan, data riwayat kepangkatan, riwayat mutasi, riwayat pelatihan, promosi, pendataan pensiun, data statistik guru/karyawan dan pembuatan laporan untuk menghasilkan informasi yang cepat, lengkap dan akurat dalam rangka mendukung administrasi dan manajemen kepegawaian. Berkaitan dengan hal-hal tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul:

Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian: Studi Kasus Yayasan Bunda Hati Kudus.

3

1.2

Masalah Penelitian

1.2.1 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan dalam penelitian ini, maka

permasalahan dapat diidentifikasi sebagai berikut:

1. Pengelolaan dan penyimpanan data kepegawaian guru/karyawan yang dilakukan saat ini berbasis file Microsoft excel yang berjalan di komputer secara standalone pada tiap bagian di Biro personalia, serta kumpulan berkas di rak, sehingga menimbulkan permasalahan:

1) Membutuhkan waktu cukup lama dalam proses pencarian data guru/karyawan. 2) Proses update data pada bagian data induk guru/karyawan tidak otomatis mengupdate data di bagian lain yang membutuhkan data kepegawaian, baik di Biro Personalia, Biro lain maupun pihak manajemen YBHK dan persekolahannya, update data yang dilakukan tidak segera diketahui oleh pihak-pihak tersebut. 3) Pembuatan laporan kepegawaian kurang efektif dan efesien, karena harus mengupdate setiap file laporan yang dibutuhkan dan membutuhkan cukup banyak kertas untuk mencetaknya. 2. Belum ada aplikasi dan database terintegrasi berbasis web untuk menyajikan informasi data kepegawaian guru dan karyawan sekolah YBHK, sehingga menimbulkan permasalahan:

1) Proses administrasi dan pengelolaan data kepegawaian di Biro Personalia kurang efektif dan efisien, karena data terpisah dan update dilakukan pada setiap file yang digunakan. 2) Informasi yang dibutuhkan tidak bisa diakses kapan saja dan dimana saja oleh pihak yang membutuhkan data kepegawaian termasuk guru dan karyawan belum dapat mengetahui data profil kepegawaian yang berkaitan dengan dirinya yang berada di Biro Personalia.

Proses penyediaan layanan informasi kepegawaian dari Biro Personalia dalam wujud laporan menjadi lama.

3)

4

1.2.2 Pembatasan Masalah Ruang lingkup permasalahan dari pengembangan sistem informasi

manajemen kepegawaian yang dianalisa dan dirancang dibatasi sebagai berikut:

1.

Proses administrasi kepegawaian yang dianalisis dan dirancang adalah:

perekrutan, data induk, data riwayat, promosi, asuransi, penghargaan, pensiun, formasi, statistik, dan laporan manajemen.

2.

Metode pengembangan sistem informasi menggunakan tahapan model Waterfall. Pada tahap analisis dan perancangan menggunakan metode Analisis dan Perancangan Berorientasi Obyek (Object Oriented Analysis and Design) menggunakan Unified Modelling Language (UML) dan pada tahap implementasi sistem menggunakan aplikasi open source object oriented berbasis web menggunakan Yii Framework yang berbasis PHP dan database MySQL. Proses implementasi sistem dilakukan pada jaringan lokal.

3.

Pengujian validasi menggunakan metode Focus Group Discussion, sedangkan pengujian kualitas sistem yang dihasilkan dilakukan berdasarkan empat karakteristik kualitas perangkat lunak model ISO 9126:

functionality, reliability, usability, dan efficiency dengan pendekatan black-box testing menggunakan metode kuesioner.

1.2.3

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah, maka

permasalahan penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Bagaimana model analisis, perancangan dan implementasi perangkat lunak

untuk pengembangan sistem informasi manajemen kepegawaian di YBHK berbasis web yang berfungsi menyediakan data kepegawaian terintegrasi serta mendukung kecepatan layanan informasi kepegawaian dengan menggunakan metode pengembangan sistem informasi model waterfall?

2. Bagaimana tingkat kualitas perangkat lunak sistem informasi manajemen kepegawaian yang dihasilkan jika diukur menggunakan karakteristik kualitas perangkat lunak model ISO 9126?

5

1.3

Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.3.1

Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah:

1.

Membuat model analisis, perancangan dan implementasi perangkat lunak untuk pengembangan sistem informasi manajemen kepegawaian di YBHK berbasis web yang berfungsi menyediakan data kepegawaian terintegrasi serta mendukung kecepatan layanan informasi kepegawaian dengan menggunakan metode pengembangan sistem informasi model waterfall.

2.

Mengetahui tingkat kualitas perangkat lunak sistem informasi manajemen kepegawaian yang dihasilkan berdasarkan empat karakteristik model ISO 9126, yaitu: functionality, reliability, usability, dan efficiency.

1.3.2

Manfaat Penelitian Manfaat dilakukannya penelitian ini adalah:

A.

Manfaat Teoritis:

1.

Diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap konsep teroritis dalam pengembangan sistem informasi manajemen kepegawaian menggunakan metode pengembangan sistem waterfall dengan teknik analisis dan perancangan berorientasi obyek menggunakan desain model Unified Modelling Language (UML).

2.

Diharapkan dapat dijadikan bahan referensi terkait dengan pokok bahasan sistem informasi manajemen kepegawaian serta fungsinya dalam pengembangan manajemen kepegawaian atau sumber daya manusia.

B.

Manfaat Praktis:

1.

Memperoleh sebuah aplikasi sistem informasi manajemen kepegawaian berbasis web yang berfungsi menyediakan data kepegawaian terintegrasi serta mendukung kecepatan layanan informasi kepegawaian.

2.

Meningkatkan efisiensi dan efektifitas Biro Personalia dalam melakukan proses administrasi dan menyajikan informasi kepegawaian.

3.

Mempermudah pihak manajemen dan guru/karyawan dalam memperoleh informasi kepegawaian dari Biro Personalia dengan lebih cepat dan akurat.

6

4. Mendukung penyediaan informasi kepegawaian untuk manajemen dan pengambil keputusan di YBHK dalam perencanaan penambahan atau pengurangan jumlah guru/karyawan, promosi kepegawaian, peningkatan kinerja guru/karyawan, formasi penempatan guru/karyawan, dan laporan kepegawaian yang disajikan melalui media berbasis web. 5. Mendukung kebijakan teknologi informasi yang berkaitan dengan paperless office di YBHK.

1.4

Tata Urut Penulisan Naskah penelitian ini disusun dengan tata urut penulisan sebagai berikut:

BAB I

PENDAHULUAN

BAB II

Membahas latar belakang penelitian, ruang lingkup sistem informasi manajemen kepegawaian yang diteliti, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, sistematika penulisan, dan daftar istilah yang digunakan dalam penulisan. LANDASAN TEORI DAN KERANGKA KONSEP

BAB III

Membahas tinjauan pustaka yang berkaitan dengan topik bahasan mengenai sistem informasi manajemen sumber daya manusia/kepegawaian, metode pengembangan sistem waterfall, analisis dan perancangan sistem berorientasi obyek menggunakan pemodelan UML, kualitas perangkat lunak model ISO 9126, pengujian perangkat lunak, tinjauan studi berdasarkan penelitian sebelumnya, tinjauan organisasi dan obyek penelitian yaitu YBHK dan Biro Personalia, kerangka konsep penulis dalam melakukan penelitian, dan hipotesis. METODOLOGI DAN RANCANGAN PENELITIAN Membahas jenis penelitian, metode pemilihan sampel, metode pengumpulan data, instrumentasi, teknik analisis, rancangan, implementasi dan pengujian sistem, langkah-langkah penelitian, dan jadwal penelitian yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi kepegawaian YBHK.

7

BAB IV

PENUTUP Membahas kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil pencarian masalah penelitian, studi pustaka, tinjauan penelitian, tinjauan obyek penelitian dan metodologi penelitian.

1.5 Daftar Pengertian Beberapa pengertian istilah yang dipergunakan di dalam penelitian ini

sebagai definisi kamus maupun definisi operasional, sebagai berikut:

Formasi : Ketentuan jumlah dan susunan pangkat karyawan yang diperlukan dalam jangka waktu tertentu untuk melaksanakan tugas pokok di suatu Unit kerja . Jabatan : Kedudukan yang menunjukkan tugas dan tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang karyawan. Karyawan : Setiap orang yang telah diangkat dan diserahi tugas untuk menjalankan fungsi tertentu di Unit kerja. Masa kerja golongan : Masa kerja untuk menentukan gaji pokok karyawan tetap. Masa kerja Yayasan : Seluruh masa kerja yang dihitung sejak seseorang bekerja di Yayasan sebagai karyawan. Mutasi : Suatu perubahan posisi/jabatan/tempat/pekerjaan yang dilakukan baik secara horisontal maupun vertikal di dalam suatu organisasi. Pangkat : Kedudukan yang menunjukkan tingkat seorang karyawan dalam jenjang kekaryawanan dan digunakan sebagai dasar penggajian. Pengurus : Organ Yayasan yang bertugas dan berfungsi sebagai Penyelenggara Harian Yayasan. Promosi : Perubahan dari suatu jabatan dan/atau status kepegawaian ke jabatan dan/atau status kepegawaian yang lebih tinggi. Sistem Informasi Suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan

8

Manajemen informasi bagi para pengguna yang akan memecahkan masalah, baik itu manajer maupun kalangan profesional dalam mengambil keputusan guna memecahkan masalah organisasi. ([McLeod 2009], 12)

Sistem

Informasi

Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (Sumber

Manajemen

Daya Manusia) merupakan software aplikasi yang

Kepegawaian

menangani aliran data pada suatu organisasi secara

terpadu yang dapat menangani proses dari perencanaan pengadaan pegawai, perencanaan dan penanganan manajemen pegawai, dari pegawai mulai diterima hingga diberhentikan. ([Marimin 2006], 46) Unit Kerja : Salah satu jenjang sekolah, kantor Unit sekolah, dan kantor Yayasan. YBHK : Yayasan Bunda Hati Kudus yaitu Lembaga Sosial Katolik yang berkedudukan di Jakarta Pusat, yang didirikan dengan Akte Notaris Helena Kuntoro SH, Nomor: 15 tahun 1981, yang bergerak di bidang Pendidikan Formal meliputi Jenjang TK-SD-SMP-SMA di Jakarta, Tangerang dan Semarang.

9

BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA KONSEP

2.1

Tinjauan Pustaka

2.1.1

Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen

2.1.1.1 Sistem Informasi Menurut O’Brien, sistem informasi merupakan kombinasi yang terorganisir dari manusia, hardware, software, jaringan komunikasi dan sumber

daya data untuk mengumpulkan, memasukkan, dan memproses data dan menyimpannya, mengelola, mengontrol dan melaporkannya sehingga dapat

mendukung perusahaan atau organisasi untuk mencapai tujuan. ([O'Brien 2006], 5) Dapat didefinisikan juga bahwa sistem informasi adalah suatu sistem yang terdiri dari beberapa subsistem atau komponen hardware, software, brainware, data dan prosedur untuk menjalankan input, proses, output, penyimpanan, dan pengontrolan yang mengubah sumber data menjadi informasi. Terdapat tiga alasan mendasar untuk semua aplikasi bisnis dalam menggunakan sistem informasi, peran utama sistem informasi dalam aplikasi bisnis tersebut menurut O’Brien adalah: ([O'Brien 2006], 10)

1. Mendukung proses dan operasi bisnis.

2. Mendukung pengambilan keputusan. Sistem informasi membantu para manajer dan pelaku bisnis untuk membuat keputusan yang lebih baik.

3. Mendukung berbagai strategi untuk keunggulan kompetitif. Mendapatkan kelebihan strategis atas para pesaing melalui penggunaan sistem informasi.

Gambar II-1 mengilustrasikan model sistem informasi yang menunjukkan kerangka konsep dasar komponen dan aktivitas sistem informasi. Komponen atau sumber daya sistem informasi tersebut adalah:

1. Sumber Daya Hardware. Berupa semua peralatan dan komponen fisik yang digunakan dalam pemrosesan informasi, yaitu peralatan input, peralatan proses, peralatan output, dan media penyimpanan.

10

2. Sumber Daya Software. Meliputi semua rangkaian perintah pemrosesan informasi dalam wujud instruksi-instruksi dan prosedur yang membuat komputer melakukan pekerjaan tertentu.

3. Sumber Daya Jaringan. Meliputi media komunikasi dan dukungan jaringan.

4. Sumber Daya Data. Meliputi data dasar berbentuk alfanumerik, teks, gambar, audio, video, dan bentuk data lainnya.

5. Sumber Daya Manusia (SDM). SDM dibutuhkan untuk pengoperasian semua sistem informasi. Sumber daya manusia ini meliputi pengguna akhir dan pakar sistem informasi.

Sumber Software Program Daya dan Prosedur Aktivitas Sistem Pengendalian Kinerja Sistem Input Sumber Pemrosesan
Sumber
Software
Program Daya
dan Prosedur
Aktivitas Sistem
Pengendalian
Kinerja Sistem
Input
Sumber
Pemrosesan
Data ke dalam
Informasi
Output
Produk
Daya Data
Informasi
Penyimpanan
Sumber Daya Data
Sumber Akhir
Daya dan
Manusia
Pengguna
Pakar SI
Daya
Data
Pengetahuan
Data Sumber Dasar dan
Sumber Daya Jaringan
Media Komunikasi dan Dukungan Jaringan
Sumber
dan Hardware
Mesin Daya
Media

Gambar II-1 Komponen Sistem Informasi ([O'Brien 2006], 34)

Secara konseptual, O’Brein mengklasifikasikan aplikasi sistem informasi berdasarkan tujuan utama sistem informasi yang mendukung operasi bisnis dan mendukung pengambilan keputusan manajerial dalam Gambar II-2:

11

Information System Mendukung Mendukung Operations Management pengambilan operasi keputusan Support Support
Information
System
Mendukung
Mendukung
Operations
Management
pengambilan
operasi
keputusan
Support
Support
bisnis
manajerial
System
System
Transaction
Process
Enterprise
Management
Decision
Executive
Processing
Control
Collaboration
Information
Support
Information
System
System
System
System
System
System
Memproses
Mengontrol
transaksi
proses
bisnis
industri
Mendukung
kerjasama tim dan
kelompok kerja
Memberikan
Mendukung
Informasi
laporan ke
keputusan
untuk
manajer
interaktif
eksekutif
Gambar II-2 Klasifikasi Sistem Informasi ([O'Brien 2006], 16)

2.1.1.2 Sistem Informasi Manajemen

Menurut McLeod, Sistem Informasi Manajemen (SIM) didefinisikan

sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi para

pengguna yang akan memecahkan masalah, baik itu manajer maupun kalangan

profesional dalam mengambil keputusan guna memecahkan masalah organisasi.

([McLeod 2009], 12)

Manajer mengambil keputusan untuk memecahkan masalah ketika mereka

melaksanakan fungsi-fungsi dan memainkan peranan tertentu. Mcleod

menyatakan bahwa para manajer melakukan sepuluh peran utama manajerial yang

dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama: interpersonal, informasional

dan keputusan. ([McLeod 2009], 20)

Tabel II-1 Peranan Manajerial Mintzberg ([McLeod 2009], 20)

Peranan Interpersonal:

1. Figur Pimpinan

Melakukan tugas-tugas seremonial.

2. Pemimpin

Memelihara unitnya dengan memperkerjakan staf dan melatih staf serta memberikan motivasi dan semangat.

3. Hubungan

Melakukan kontak dengan orang-orang di luar unit manajer itu sendiri, sesama manajer dan pihak lain di lingkungan unit dengan tujuan menjalankan urusan- urusan bisnis.

12

Peranan Informasional:

1. Monitor

Terus mencari informasi yang berisi kinerja unitnya.

2. Diseminator

Meneruskan informasi yang berharga ke pihak-pihak lain dalam unitnya.

3. Juru Bicara

Meneruskan informasi yang berharga ke pihak-pihak di luar unit, atasan dan orang-orang di dalam lingkungan.

Peranan Keputusan:

1. Wirausaha

Melakukan perbaikan yang permanen terhadap unit, seperti mengubah struktur organisasi.

2. Penanganan

Memberikan reaksi terhadap peristiwa-peristiwa yang tidak diantisipasi sebelumnya.

Gangguan

3. Pengalokasi

Mengendalikan kas unitnya, menentukan berbagai sub- unit mana akan menerima sumber daya.

Sumber Daya

4. Negoisator

Menyelesaikan perselisihan yang terjadi di dalam unit dan antara unit dengan lingkungannya.

Informasi yang diberikan oleh SIM menjelaskan kepada manajemen

perusahaan atau salah satu sistem utamanya dilihat dari apa yang telah terjadi di

masa lalu, apa yang sedang terjadi, dan apa yang kemungkinan akan terjadi di

masa depan. SIM akan menghasilkan informasi tersebut melalui penggunaan dua

jenis perangkat lunak:

1. Perangkat lunak pembuat laporan (report-writing sofware) yang

menghasilkan laporan berkala maupun laporan khusus.

Model matematis menghasilkan informasi sebagai hasil dari suatu simulasi

atas operasi perusahaan.

2.

Gambar II-3 menunjukkan model SIM yang biasanya digunakan

organisasi. Basis data tersebut memuat data yang diberikan oleh sistem

pemrosesan transaksi. Selain itu baik data maupun informasi dimasukkan dari

lingkungan.

13

Data Informasi Lingkungan Pihak Pemecah Masalah Organisasi Perangkat lunak Model pembuat laporan Matematis Basis
Data
Informasi
Lingkungan
Pihak Pemecah
Masalah Organisasi
Perangkat lunak
Model
pembuat laporan
Matematis
Basis
Sistem
Data
Informasi
Manajemen
Lingkungan
Gambar II-3 Model Sistem Informasi Manajemen ([McLeod 2009], 13)

Sistem informasi manajemen diperlukan bagi manajemen untuk menghasilkan kebijakan dan keputusan dalam mencapai tujuan organisasi. Agar informasi yang diperlukan dari hasil penyelenggaraan SIM dapat bermanfaat, maka akurasi data dan ketepatan waktu penyampaian informasi menjadi penting. Akurasi data dan ketepatan waktu mempengaruhi kualitas dan ketepatan pengambilan keputusan dan kebijakan manajemen oleh manajer.

2.1.2 Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia

Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia (SIM-SDM) menurut Marimin adalah prosedur sistematik untuk mengumpulkan, menyimpan, mempertahankan, menarik, dan memvalidasi data yang dibutuhkan oleh organisasi tentang sumber daya manusia, aktivitas-aktivitas personalia, dan karakteristik unit organisasi. (Marimin 2006], 45)

14

Menurut McLeod, sistem informasi manajemen sumber daya manusia memberikan informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan sumber daya manusia perusahaan. ([McLeod 2009], 244) Sistem tersebut mengumpulkan dan memelihara data yang menjelaskan sumber daya manusia, mengubah data tersebut menjadi informasi, dan melaporkan informasi tersebut kepada pengguna. Tujuan dari manajemen sumber daya manusia adalah penggunaan sumber daya manusia yang efektif dan efisien dalam perusahaan. Jadi sistem informasi manajemen sumber daya manusia didesain untuk mendukung: (1) perencanaan untuk memenuhi kebutuhan pegawai perusahaan, (2) mengembangkan potensi pegawai, dan (3) mengendalikan semua kebijakan dan program kepegawaian.

([O'Brien 2006], 358)

Pembangunan atau pengembangan SIM-SDM dalam suatu organisasi harus disesuaikan dengan visi dan misi organisasi. Tujuan utama dari pembangunan dan pengembangan SIM-SDM haruslah dapat “memanusiakan” karyawan suatu organisasi dengan cara memanfaatkan teknologi informasi untuk membantu melaksanakan aktivitas pekerjaan sehari-hari. Sebelum mengembangkan atau mengganti sistem yang baru, sistem lama yang ada harus dipahami dan dikaji kekurangan dan kelebihannya. Dalam membuat model SIM-SDM, format umum yang digunakan sama dengan subsistem input, database, dan subsistem output yang telah digunakan di berbagai area fungsional lain. Subsistem input merupakan kombinasi standar dari pengolahan data, penelitian, dan intelijen. Dalam banyak perusahaan, database ditempatkan dalam penyimpanan komputer. Subsistem output mencerminkan arus sumber daya manusia dalam perusahaan. Gambar II-4 mengilustrasikan model SIM-SDM menurut McLeod, dimana terdapat enam subsistem output pada model yang diilustrasikan, yaitu: subsistem perencanaan karyawan, perekrutan, pengelolaan karyawan, memberikan tunjangan kepada karyawan, kompensasi karyawan, dan membuat laporan SDM yang diminta oleh lingkungan. Sistem pemrosesan transaksi memberikan data input, sama seperti subsistem penelitian SDM yang melakukan studi-studi khusus dan subsistem intelejen SDM yang

15

mengumpulkan data lingkungan yang mengandung permasalahan-permasalahan SDM. Subsistem output Subsistem Perencanaan
mengumpulkan data lingkungan yang mengandung permasalahan-permasalahan
SDM.
Subsistem output
Subsistem
Perencanaan
Karyawan
Subsistem input
Subsistem
Perekrutan
Sistem
pemrosesan
Subsistem
transaksi
Sumber
Manajemen
Internal
Karyawan
Pengguna
Subsistem
Penelitian
Basis Data
Subsistem
SDM
SIM-SDM
Sumber
Tunjangan
Lingkungan
Subsistem
Intelijen
Subsistem
SDM
Kompensasi
Subsistem
Data
Pelaporan
Informasi
Lingkungan

Gambar II-4 Model SIM-SDM ([McLeod 2009], 243)

Marimin berpendapat bahwa Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia (SIM-SDM) dapat juga dikatakan sebagai software aplikasi yang menangani aliran data pada suatu organisasi secara terpadu yang dapat menangani proses dari perencanaan pengadaan pegawai, perencanaan dan penanganan manajemen pegawai, dari pegawai mulai diterima hingga diberhentikan. ([Marimin 2006], 46) Penggunaan SIM-SDM dapat mengotomatiskan sebagian besar pekerjaan pencatatan atau pendataan pegawai suatu organisasi dan dapat mempermudah kinerja pegawai di departemen SDM. Dengan sistem yang terintegrasi, SIM-SDM dapat mengurangi duplikasi dan kesalahan dalam menyajikan informasi pegawai. Sistem Informasi Manajemen Sumber Daya Manusia dapat memberikan beberapa keuntungan, diantaranya:

16

1. Sistem Teknologi Informasi memungkinkan departemen SDM berperan aktif dalam perencanaan strategis organisasi.

2. Teknologi informasi mengintegrasikan dan menyimpan semua informasi SDM dalam suatu database, yang sebelumnya tersimpan di beberapa lokasi fisik yang terpisah. Oleh karena itu, dalam proses perencanaan, departemen SDM dapat mengambil perspektif global terhadap persediaan dan kebutuhan pengembangan SDM untuk selanjutnya diinterpretasikan dengan cara yang lebih efektif.

3. SIM-SDM memfasilitasi penyimpanan dan akses ke catatan kepegawaian yang vital bagi perusahaan. Sebagai tambahan terhadap data internal, dengan fasilitas internet, departemen SDM dapat mengambil manfaat dari akses langsung ke sumber data eksternal yang berisi informasi penting bagi penyusunan strategi SDM, seperti literatur, data kependudukan, informasi praktek-praktek SDM yang dilakukan perusahaan lain, dan aturan-aturan ketenagakerjaan.

4. Perencanaan dan pengelolaan SDM akan lebih terarah, lebih proporsional, dan lebih obyektif. Informasi yang dihasilkan berdasarkan data yang diolah dengan berdasarkan aturan-aturan (rules) yang jelas dan transparan.

Aplikasi mempunyai peranan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia secara efektif dan efisien melalui tersedianya informasi sumber daya manusia yang cepat, lengkap, dan akurat. Nilai strategis dan pentingnya informasi mengenai kepegawaian ini antara lain karena:

1. Pegawai adalah penentu dalam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi, dengan demikian:

a. Kinerja organisasi akan sangat tergantung pada individu karyawan sebagai pekerja.

b. Penempatan pegawai harus dilakukan secara proporsional, sesuai dengan kriteria yang rasional.

2. Agar kinerja pegawai dapat berjalan secara optimal, maka seluruh kepentingan dan hak pegawai harus terpenuhi secara proporsional.

17

2.1.3

Metode Pengembangan Sistem Model Waterfall

2.1.3.1 Systems Development Life Cycle (SDLC) Menggunakan pendekatan sistem untuk mengembangkan solusi sistem informasi dapat dipandang sebagai proses multilangkah yang disebut siklus hidup pengembangan sistem informasi, yang dikenal juga sebagai Systems Development Life Cycle (SDLC). SDLC merupakan kerangka konseptual yang digunakan dalam manajemen proyek yang mendeskripsikan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam proyek pengembangan sistem informasi. Tahapan-tahapan dalam siklus pengembangan sistem menurut O’Brien meliputi: (1) investigasi, (2) analisis, (3) perancangan, (4) implementasi, dan (5) pemeliharaan. ([O'Brien 2006], 511)

[ O ' B r i e n 2 0 0 6 ] , 5 1

Pemeliharaan

Investigasi

n 2 0 0 6 ] , 5 1 1 ) Pemeliharaan Investigasi Analisis Implementasi Perancangan

Analisis

0 6 ] , 5 1 1 ) Pemeliharaan Investigasi Analisis Implementasi Perancangan Gambar II-5 System

Implementasi

5 1 1 ) Pemeliharaan Investigasi Analisis Implementasi Perancangan Gambar II-5 System Development Live Cycle (

Perancangan

Gambar II-5 System Development Live Cycle ([O'Brien 2006], 511) dengan modifikasi

2.1.3.2 Model Waterfall Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak. Beberapa proses pengembangan sistem dengan SDLC adalah: waterfall, prototyping, incremental, spiral, dan RAD. Metodologi pengembangan sistem model waterfall menurut Pressman adalah proses pengembangan sistem yang menyiratkan pendekatan yang

18

sistematis dan berurutan (sekuensial) pada pengembangan perangkat lunak, dimana proses pengembangan tersebut mengalir secara teratur ke bawah sehingga terlihat seperti air terjun ([Pressman, 2012], 46) . Proses pengembangan dimulai dengan spesifikasi kebutuhan pengguna dan berlanjut melalui tahapan-tahapan perencanaan (planning), pemodelan (modeling), konstruksi (construction), serta penyerahan sistem perangkat lunak ke pelanggan/pengguna (deployment), yang diakhiri dengan dukungan berkelanjutan pada perangkat lunak yang dihasilkan (Gambar II-6).

pada perangkat lunak yang dihasilkan (Gambar II-6). Komunikasi Inisialisasi proyek Teknik mendapatkan

Komunikasi

Inisialisasi proyek

Teknik mendapatkan

spesifikasi kebutuhan

pengguna

Perencanaan Membuat perkiraan Pemodelan Penjadwalan Analisis Konstruksi Pelacakan Perancangan Kode program
Perencanaan
Membuat perkiraan
Pemodelan
Penjadwalan
Analisis
Konstruksi
Pelacakan
Perancangan
Kode program
Pengujian

Penyerahan Sistem

Pengiriman

Dukungan terhadap

pengguna

Umpan balik

Sistem Pengiriman Dukungan terhadap pengguna Umpan balik G a m b a r I I -

Gambar II-6 Model Waterfall ([Pressman 2012], 46) dengan modifikasi

Tahapan metodologi model waterfall tersebut dijelaskan sebagai berikut:

1. Komunikasi. Pada tahapan ini dilakukan komunikasi dan kolaborasi dengan pelanggan dan para pemangku kepentingan (stakeholder). Maksudnya adalah untuk memahami tujuan-tujuan stakeholder atas proyek perangkat lunak yang sedang dikembangkan dan mengumpulkan kebutuhan-kebutuhan yang akan membantu mengartikan fitur-fitur perangkat lunak beserta fungsinya.

2. Perencanaan. Tahapan perencanaan dilakukan dengan membuat rencana proyek perangkat lunak, untuk mengartikan ruang lingkup proyek rekayasa perangkat lunak dengan menggambarkan tugas-tugas teknis yang harus dilakukan, resiko yang mungkin muncul, sumber daya yang akan dibutuhkan, produk-produk kerja yang harus dihasilkan, dan jadwal kerja. Dapat juga dilakukan pelacakan terhadap perencanaan dan membuat penyesuaian jika hal ini memang diperlukan.

3. Pemodelan. Model digunakan untuk merepresentasikan informasi yang akan ditransformasi oleh perangkat lunak, fitur-fitur yang dikehendaki oleh

19

pengguna, serta merepresentasikan perilaku sistem saat transformasi informasi tersebut benar-benar terjadi. Pada tahapan pemodelan, dibuat dua jenis model:

1) Model analisis. Untuk memperlihatkan spesifikasi kebutuhan pengguna dengan menggambarkan perangkat lunak dalam tiga ranah (domain) yang berbeda:

a. Ranah informasi. Menggambarkan data yang mengalir ke dalam sistem (dari pengguna akhir, dari sistem yang lainnya, atau dari sarana-sarana yang bersifat eksternal), menggambarkan data yang keluar dari sistem (melalui antarmuka pengguna, antarmuka jaringan, laporan, grafik dan sebagainya), menggambarkan penyimpanan data yang mengumpulkan dan mengorganisasi obyek-obyek data yang bersifat persisten (data yang dipelihara

secara permanen).

b. Ranah fungsional. Fungsi-fungsi dan fitur yang dilakukan perangkat lunak, yang tampak oleh pengguna.

c. Ranah perilaku. Menggambarkan perilaku perangkat lunak akibat kejadian-kejadian (event). Kejadian karena input yang diberikan oleh pengguna, kendali data oleh sistem eksternal, atau pemantuan data yang dikumpulkan melintas jaringan.

2) Model perancangan. Menggambarkan karakteristik-karateristik perangkat lunak:

a. Arsitektur perangkat lunak.

b. Rincian berperingkat komponen.

c. Antarmuka pengguna.

4. Konstruksi. Tahapan konstruksi mencakup penulisan kode program dan pengujian yang dibutuhkan untuk menemukan kesalahan-kesalahan dalam kode program yang sudah dibuat sebelumnya. Penulisan kode program dapat berupa: (1) pembuatan langsung kode program dalam bahasa pemrograman tertentu, (2) penulisan kode program secara otomatis menggunakan representasi mirip rancangan-rancangan yang akan dikembangkan, atau (3)

20

pembuatan kode program menggunakan bahasa pemrograman generasi ke-4 yang langsung dapat dieksekusi. Pengujian yang dilakukan mencakup:

1)

pengujian unit (unit testing), pengujian pada peringkat komponen.

2) pengujian integrasi (integration testing), yang dilakukan setelah sistem/perangkat lunak selesai dikonstruksi. 3) pengujian validasi (validation testing), yang melakukan penilaian apakah spesifikasi kebutuhan telah diakomodasi dalam sistem/perangkat lunak yang lengkap. 4) pengujian penerimaan (acceptance testing), yang dilakukan oleh pelanggan dengan tujuan untuk melakukan pemeriksaan atas semua fungsi dan fitur yang diinginkannya. 5. Penyerahan Sistem. Tahapan ini merupakan aktivitas penyerahan sistem/perangkat lunak kepada pelanggan (deployment), yang memiliki tiga aksi penting: pengiriman, dukungan, dan umpan balik. Perangkat lunak akan disajikan kepada pelanggan yang kemudian akan mengevaluasi produk yang disajikan dan akan memberikan umpan balik berdasarkan evaluasi tersebut.

2.1.4 Analisis dan Perancangan Berorientasi Obyek dengan Unified Modeling Language 2.1.4.1 Konsep Dasar Analisis dan Perancangan Berorientasi Obyek Menurut Dennis, analisis sistem mendeskripsikan apa yang harus dilakukan oleh sistem untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Analisis sistem akan menjawab pertanyaan siapa yang akan menggunakan sistem, apa yang akan dikerjakan oleh sistem, dan dimana serta kapan sistem tersebut akan digunakan. Sedangkan perancangan sistem menentukan bagaimana sistem akan memenuhi tujuan tersebut, dalam hal ini: perangkat keras, perangkat lunak, infrastruktur jaringan; antarmuka pengguna, formulir dan laporan; serta program- program khusus, database, dan file yang akan dibutuhkan. ([Dennis 2009], 4) Konsep object oriented atau berorientasi obyek memfokuskan pada penciptaan class yang merupakan blueprint dari suatu objek. Konsep ini membagi perangkat lunak menjadi beberapa objek yang saling berinteraksi antara satu

21

dengan lainnya. Beberapa istilah yang berkaitan dengan konsep object oriented adalah:

1. Class dan Objek. Class dapat diartikan deskripsi secara umum (template, pattern, atau blueprint) yang menggambarkan sekumpulan objek yang serupa. Objek dapat berupa objek fisik seperti meja atau pelanggan maupun objek konseptual seperti text input area atau file.

2. Atribut, Method dan Message. Atribut adalah sesuatu yang melekat pada objek yang mendeskripsikan sifat class atau objek. Sebuah objek mengenkapsulasi data (direpresentasikan sebagai kumpulan atribut) dan algoritma yang memproses data tersebut. Algoritma ini disebut operasi, method, atau service. Setiap operasi yang dienkapsulasi oleh sebuah objek memberikan representasi salah satu behavior dari objek tersebut.

3. Suatu objek berinteraksi dengan objek lainnya melalui message. Sebuah objek diminta untuk melakukan salah satu operasinya dengan mengirimkannya sebuah message. Objek penerima merespon message tersebut dengan memilih operasi yang mengimplementasikan nama message, mengeksekusi operasi, dan kemudian mengembalikan kontrol kepada objek yang memanggil.

4. Enkapsulasi. Sebuah class mengenkapsulasi data dan operasi yang memproses data tersebut. Data (atribut) yang menggambarkan kelas ditutup oleh operasi yang memanipulasi data tersebut. Untuk mengakses nilai atribut class harus melalui sebuah operasi. Konsep enkapsulasi ini mendukung information hiding. Detail implementasi internal dari data dan prosedur disembunyikan dari dunia luar. Hal ini mengurangi efek samping ketika terjadi perubahan dalam class.

5. Inheritance. Inheritance merupakan pewarisan sifat dari sebuah class ke class yang baru. Subclass Y merupakan pewaris dari superclass X, maka subclass Y mewarisi semua atribut dan operasi yang dimiliki oleh superclass X. Hal ini mendukung konsep reuse. Pada setiap level hirarki class, atribut dan operasi baru dapat ditambahkan ke class yang telah diwarisi dari level yang lebih tinggi dalam hirarki. Pada inheritance juga

22

memungkinkan terjadinya overriding. Overriding terjadi ketika atribut dan operasi yang diwarisi, dimodifikasi untuk kebutuhan spesifik dari class yang baru. 6. Polimorfisme. Polimorfisme mengijinkan sejumlah operasi yang berbeda untuk mempunyai nama yang sama. Hal ini membuat objek saling terpisah dari objek lainnya dan membuat setiap objek lebih independen.

2.1.4.2 Unified Modelling Language Menurut Dennis, Unified Modeling Language (UML) merupakan bahasa standar untuk visualisasi, spesifikasi, konstruksi dan pendokumentasian dari artifak dari sebuah software, dan dapat digunakan untuk semua tahapan dalam proses pengembangan sistem mulai dari analisis, perancangan, sampai

implementasi. ([Dennis 2009], 30)

UML menyediakan beberapa notasi dan diagram standar yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi bagi para pengembang sistem dalam proses analisis dan desain sistem. Diagram dalam UML didefinisikan sebagai informasi dalam berbagai bentuk yang digunakan atau dihasilkan dalam proses pengembangan software. Berdasarkan perspektif dalam proses analisis dan perancangan berorientasi obyek dengan UML, terdapat beberapa diagram utama dalam UML yang dapat digunakan, yaitu:

a. Proses Analisis

1. Use Case Diagram

Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Use Case juga menggambarkan interaksi yang terjadi dalam sistem, interaksi itu antara sistem di dalam dengan sistem di luar dan user atau actor, yang memberi gambaran user atau actor yang berhubungan dengan sistem

dan hal-hal yang berhubungan dengan user di dalam sistem. ([Dennis 2009], 173)

23

Tabel II-2 Elemen-elemen Use Case Diagram ([Dennis 2009], 174)

Nama Elemen

Fungsi

 

Notasi

Actor

Menggambarkan orang atau sistem yang berhubungan dengan sistem dan dengan subyek di luarnya, diletakkan di luar pembatas subyek, dan dapat diasosiasikan dengan actor lain dengan menggunakan specialization atau superclass association.

 
dan dapat diasosiasikan dengan actor lain dengan menggunakan specialization atau superclass association .  

Actor/Role

Use Case

Mewakili sebuah bagian dari fungsionalitas sistem dan ditempatkan dalam system boundary.

 
Use Case Mewakili sebuah bagian dari fungsionalitas sistem dan ditempatkan dalam system boundary .  

Use Case

Subject

Menggambarkan lingkup subyek.

 

Subject

 

boundary

 

Assocation

Menggambarkan hubungan antara actor dengan use case.

 

Relationship

 

*

*

Include

Menggambarkan hubungan ke dalam sistem. Arah panah dari base use case ke included use case.

 

relationship

<<include>>

<<include>>

Extend

Menggambarkan hubungan dengan pilihan optional. Arah panah dari extension use case ke base use case.

 

relationship

 

<<extend>>

<<extend>>

Generalization

Menggambarkan hubungan dalam sistem, antara satu use case dengan use case lain.

 

Relationship

 
Relationship  

2. Activity Diagram

Activity Diagram merupakan model analisis yang digunakan atau

menggambarkan sebuah proses aktivitas. Diagram ini dapat dipakai untuk

berbagai model proses. Beberapa kegunaan dari activity diagram antara lain:

([Dennis 2009], 158)

a. Memodelkan suatu proses atau operasi.

b. Untuk menggambarkan sebuah fungsi sistem.

c. Dalam sebuah operasi yang spesifik, diagram ini dipakai untuk

menggambarkan logika dari sebuah proses atau operasi.

24

Tabel II-3 Elemen-elemen Activity Diagram ([Dennis 2009], 160-164)

Nama

Elemen

Action

Activity

Object

Node

Control

Flow

Initial Node

Final-

Activity

Node

Final-Flow

Node

Desicion

Node

Merge

Node

Fork Node

Join Node

Swimlane

Fungsi

Menggambarkan suatu proses.

aksi

atau

aktivitas

dari

Menggambarkan aliran proses.

koneksi

dalam

sebuah

Mewakili objek yang terhubung dengan kumpulan object flow.

Menunjukkan aliran sebuah objek dari satu aktivitas atau aksi ke aktivitas atau aksi lainnya.

Menggambarkan proses mulai berjalan atau start.

Untuk menghentikan semua proses kontrol atau aliran objek pada sebuah aktivitas atau aksi.

Untuk menghentikan control flow atau object flow tertentu.

Ini digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi untuk mengambil keputusan.

Untuk menyatukan kembali decision path yang dibuat dengan menggunakan decision node.

Untuk memisahkan atau membagi menjadi sepasang aksi atau aktivitas yang berjalan bersamaan.

Untuk menyatukan kembali kumpulan aktivitas yang berjalan secara paralel atau bersamaan menjadi satu aktivitas atau aksi.

Untuk membagi sebuah activity diagram menjadi kolom guna menempatkan aktivitas atau aksi tertentu pada individu atau objek yang bertanggung jawab untuk melaksanakan aktivitas atau aksi tersebut.

Notasi

Action

Activity

Class Name

atau aksi tersebut. Notasi Action Activity Class Name Decision Decision Criteria Criteria swimline1
atau aksi tersebut. Notasi Action Activity Class Name Decision Decision Criteria Criteria swimline1
atau aksi tersebut. Notasi Action Activity Class Name Decision Decision Criteria Criteria swimline1
atau aksi tersebut. Notasi Action Activity Class Name Decision Decision Criteria Criteria swimline1
Decision Decision Criteria Criteria
Decision
Decision
Criteria
Criteria
atau aksi tersebut. Notasi Action Activity Class Name Decision Decision Criteria Criteria swimline1 swimline2
atau aksi tersebut. Notasi Action Activity Class Name Decision Decision Criteria Criteria swimline1 swimline2
atau aksi tersebut. Notasi Action Activity Class Name Decision Decision Criteria Criteria swimline1 swimline2

swimline1

swimline1 swimline2

swimline2

swimline1 swimline2

25

3.

Sequence Diagram

Sequence diagram menggambarkan objek yang ada dalam use case dan

message yang berjalan dalam suatu use case. Diagram ini juga menggambarkan

objek dan relasinya termasuk kronologi (urutan) perubahan secara logis setelah

menerima sebuah message. ([Dennis 2009], 240)

Tabel II-4 Elemen-elemen Sequence Diagram ([Dennis 2009], 242)

Nama

Fungsi

Notasi

Elemen

Actor

Merupakan orang atau sistem yang memiliki hubungan dengan sistem dan berada di luar ke sistem, hubungan dalam sequence ini diperlihatkan dengan mengirim atau menerima message.

 
dan berada di luar ke sistem, hubungan dalam sequence ini diperlihatkan dengan mengirim atau menerima message

Actor/Role

Object

Simbol ini juga diletakkan di atas, dan hubungan dalam sequence juga diperlihatkan dengan mengirim atau menerima message.

 
 

Object : Class

   

Lifeline

Menandakan

hidup

dari

objek

dalam

 

sequence.

Execution

Menandakan sebuah objek yang sedang mengirim atau menerima message.

 

Occurrence

Message

Untuk menyampaikan informasi dari satu objek ke objek lain.

 

message()

message()

return value

 
 

Frame

Menandai konteks dari sequence diagram.

 
Frame Menandai konteks dari sequence diagram .  

b. Proses Perancangan

1. Class Diagram

Class diagram menggambarkan sejumlah class dan hubungan antar class tersebut

di dalam sistem. Selama perancangan, class diagram digunakan untuk meng-

capture struktur class yang membangun arsitektur sistem. Dua elemen utama dari

class diagram adalah class dan relationship. ([Dennis 2009], 213)

26

Tabel II-5 Elemen-elemen Class Diagram ([Dennis 2009], 215)

Nama

Fungsi

Notasi

 

Elemen

 

Class

Menunjukkan sekumpulan object yang serupa. Notasi class terdiri atas 3 bagian, yaitu nama, atribut, dan operasi. Nama suatu class digunakan sebagai pengenal. Atribut merupakan informasi yang dimiliki oleh suatu class, sedangkan operasi merupakan tingkah laku yang didefinisikan suatu class.

 
   

Class 1

-attribute1

+operation1()

 

Attribute

Menunjukkan sifat yang menggambarkan keadaan suatu objek. Dapat berasal dari atribut lain, ditunjukkan oleh menempatkan garis miring sebelum nama atribut itu.

 

attribute name

/derived attribute

 

name

Operation

Menunjukkan operasi atau tindakan yang dilakukan oleh suatu class.

 

operation name ()

Association

Menunjukkan relationship antara beberapa class atau atau dirinya sendiri.

 

AssociatedWith

0

*

1

Generalization

Menunjukkan relationship generalisasi atau spesialisasi dari beberapa class.

 
Generalization Menunjukkan relationship generalisasi atau spesialisasi dari beberapa class .  

Aggregation

Menunjukkan relationship “bagian dari” atau keseluruhan.

 

0

*

IsPartOf 1

dari” atau keseluruhan.   0 * IsPartOf 1 Composition Menunjukkan relationship bagian fisik

Composition

Menunjukkan relationship bagian fisik antara beberapa class atau sebuah class dan dirinya sendiri.

 

1

*

IsPartOf 1

relationship bagian fisik antara beberapa class atau sebuah class dan dirinya sendiri.   1 * IsPartOf

2. Deployment Diagram

Deployment Diagram digunakan untuk mewakili hubungan antara komponen

hardware yang digunakan dalam infrastruktur fisik sistem informasi. Deployment

Diagram juga dapat digunakan untuk mewakili komponen perangkat lunak dan

bagaimana komponen tersebut ditempatkan di atas arsitektur fisik atau

infrastruktur sistem informasi. ([Dennis 2009], 473)

27

Tabel II-6 Elemen-elemen Deployment Diagram ([Dennis 2009], 474)

Nama Elemen

 

Fungsi

Notasi

Node

Menunjukkan sumber daya komputasi:

 

komputer client, server, jaringan, atau perangkat jaringan. Dapat diberi stereotype berupa label pada node yang diwakili, misalnya: perangkat, client workstation, server aplikasi, perangkat mobile.

<<stereotype>>

 

Node Name

 
 

Artifact

Spesifikasi dari software atau database. Dapat diberi stereotype berupa label pada jenis Artifact yang diwakili, misalnya: source file, database table, executable file.

 

<<stereotype>>

 

Artifact Name

 

Node

with

a

Menggambarkan sebuah Artifact yang ditempatkan pada node fisik. Mendukung pemodelan distribusi perangkat lunak melalui jaringan.

<<stereotype>> Node Name
<<stereotype>>
Node Name

deployed

artifact

Communication

Merupakan suatu hubungan antara dua node. Memungkinkan node untuk bertukar pesan. Dapat diberi stereotype berupa label pada jenis komunikasi yang diwakili, misalnya:

lan, internet, serial, paralel.

 

path

<< stereotype >>

Tujuan penggunaan berbagai jenis diagram UML tersebut adalah:

· UML menunjukan semua spesifikasi analisis, perancangan dan

implementasi yang penting dan dibuat pada saat pengembangan sistem.

Diagram yang berbeda-beda tersebut dapat menyatakan tingkatan yang

berbeda dalam proses rekayasa.

· Model UML dapat dikoneksikan secara langsung pada bahasa

pemograman visual. Maksudnya membangun model yang dapat di-

mapping ke bahasa pemograman atau tabel pada database relational atau

penyimpanan tetap pada database berorientasi object.

· Dengan diagram diharapkan dapat membuat model sistem yang semakin

mendekati realitas.

· UML menunjukkan dokumentasi dari arsitektur sistem dan detail dari

sistem yang dibangun.

28

2.1.5

Yii Framework

Yii adalah framework (kerangka kerja) PHP berbasis-komponen, berkinerja tinggi untuk pengembangan aplikasi Web berskala-besar. Yii adalah free software dengan lisensi BSD licence, aplikasi web framework open-source

yang ditulis dengan PHP5. Yii menyediakan reusability maksimum dalam pemrograman Web dan mampu meningkatkan kecepatan pengembangan secara signifikan. Nama Yii (dieja sebagai /i:/) singkatan dari "Yes It Is!". Yii mengimplementasikan pola desain model-view-controller (MVC), yang diadopsi secara luas dalam pemrograman Web. MVC bertujuan untuk memisahkan logika bisnis dari pertimbangan antarmuka pengguna agar para pengembang bisa lebih mudah mengubah setiap bagian tanpa mempengaruhi yang lain. Dalam MVC, model menggambarkan informasi (data) dan aturan bisnis; view (tampilan) berisi elemen antar muka pengguna seperti teks, input form; sementara controller mengatur komunikasi antar model dan view. Selain implementasi MVC, Yii juga memperkenalkan front-controller (controller-depan), yang disebut Application, yang mengenkapsulasi konteks eksekusi untuk memproses sebuah request. Application mengumpulkan beberapa informasi mengenai request pengguna dan kemudian mengirimnya ke controller yang sesuai untuk penanganan selanjutnya. Diagram berikut memperlihatkan struktur statis sebuah aplikasi Yii:

index.php application app components controller widget model view Gambar II-7 Struktur Statis Aplikasi Yii (Yii
index.php
application
app components
controller
widget
model
view
Gambar II-7 Struktur Statis Aplikasi Yii (Yii 2012)

29

2.1.5.1 Fitur Yii Framework Menurut pengembang dan komunitas Yii Framework dari situs web

resminya, berikut ini adalah fitur yang terdapat pada Yii: (Yii, 2012)

1. Menggunakan pola MVC. Yii mengadopsi pola standar pengembangan aplikasi yang memisahkan tampilan (view), logika program (controller), dan modelnya (model).

2. Data Access Objects (DAO), Query Builder, Active Record, dan DB Migration. Yii memungkinkan pengembang menggunakan berbagai model database dengan objek yang dapat mengurangi kompleksitas menulis pernyataan SQL berulang serta memudahkan interaksi antar database.

3. Form input dan validasi. Yii menyediakan form input dan validasi yang memudahkan pengembang untuk bekerja dengan form dan melakukan validasi input dari form.

4. AJAX Widget. Yii menyediakan AJAX widget yang terintegrasi dengan jQuery, berupa kontrol yang memiliki fungsi seperti auto complete, treeview, data grid dan lain-lain.

5. Authentication dan authorization. Dukungan autentikasi dan autorisasi internal sehingga memudahkan pengembangan aplikasi dengan fitur autentikasi dan autorisasi.

6. Skin dan theme. Yii mengimplementasikan skin dan theme yang memudahkan pengembangan aplikasi dalam merancang tampilan aplikasi.

7. Internationalization (I18N) dan localization (L10N). Yii mendukung pengembangan aplikasi dalam multi bahasa dan lokasi seperti penggunaan waktu dan tanggal dan terjemahan antarmuka.

8. Web Services. Yii mendukung manajemen penanganan layanan web services.

9. Skema layer cache. Yii mendukung layer cache untuk cache data, cache halaman, dan keseluruhan aplikasi sehingga dapat meningkatan performa dengan beragam pilihan media cache. Penggunaan media cache seperti database, APC, memcache, dan sebagainya diatur tanpa melakukan perubahan besar pada kode.

30

10. Penanganan error dan logging, sehingga memudahkan pengembangan dalam melakukan debuging aplikasi dalam masa pengembangan aplikasi.

11. Keamanan. Yii dilengkapi dengan langkah-langkah keamanan untuk membantu mencegah aplikasi Web dari serangan seperti SQL injection, cross-site scripting (XSS), cross-site request forgery (CSRF), dan cookie tampering.

12. Pengujian unit dan fungsional. Yii menyediakan dukungan untuk menulis dan menjalankan pengujian unit serta pengujian fungsional, menggunakan PHPUnit dan Selenium.

13. Penghasil kode otomatis. Yii menyediakan penggunaan beragam perintah otomatis seperti meng-generate struktur dasar aplikasi, model, dan CRUD.

14. Librari ekstension. Yii menyediakan dukungan ekstensi dan komponen tambahan sehingga beragam fitur tambahan dapat ditambahkan.

2.1.5.2 Alur Kerja Pengembangan Alur kerja umum untuk pengembangan aplikasi web menggunakan Yii framework sebagai berikut:

1. Membuat kerangka struktur direktori. Tool bernama yiic dapat dipakai untuk mempercepat langkah ini.

2. Mengkonfigurasi aplikasi. Ini dilakukan dengan memodifikasi file konfigurasi aplikasi. Langkah ini juga memerlukan penulisan beberapa komponen aplikasi (misalnya komponen pengguna).

3. Membuat sebuah kelas model untuk setiap tipe data yang diatur. Tool Gii dapat digunakan untuk men-generate code kelas active record secara otomatis untuk setiap tabel database.

4. Membuat kelas controller untuk setiap jenis permintaan pengguna. Bagaimana untuk mengklasifikasikan permintaan pengguna tergantung pada kebutuhan sebenarnya. Secara umum, jika perlu diakses oleh pengguna, kelas model harus memiliki kelas controller terkait. Piranti Gii dapat mengotomatisasi langkah ini juga.

31

5.

Mengimplementasikan aksi dan view terkait.

6. Mengkonfigurasi aksi yang diperlukan filter dalam kelas.

7. Membuat tema jika fitur tema diperlukan.

8. Membuat pesan terjemahan jika internasionalisasi diperlukan.

9. Memilih data dan view yang dapat di-cache dan menerapkan teknik caching yang sesuai.

10. Terakhir, optimasi dan deployment.

2.1.6 Model Kualitas Perangkat Lunak Menurut ISO 9126

2.1.6.1 Pengertian Kualitas Perangkat Lunak Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE) mendefinisikan kualitas perangkat lunak adalah tingkatan pada sistem, komponen, atau proses yang sesuai kebutuhan atau harapan dari pelanggan atau pengguna. Menurut definisi Steve McConnell’s kualitas perangkat lunak dibagi dalam dua hal yaitu:

kualitas internal dan kualitas eksternal. Karakteristik kualitas eksternal merupakan bagian-bagian dari suatu produk yang berhubungan dengan para pemakainya, sedangkan karakteristik kualitas internal tidak secara langsung berhubungan

dengan pemakai. ([Simarmata 2010], 259)

Definisi kualitas menurut International Standards Organization (ISO) adalah totalitas fitur-fitur dan karakteristik-karakteristik dari produk atau layanan yang berpengaruh pada kemampuan untuk memenuhi kebutuhan tertentu. ISO menyoroti pada fitur-fitur dan karakteristik dari produk atau layanan dalam kemampuannya memenuhi kebutuhan yang ditentukan. menyediakan model yang berbasikan obyek dalam 3 konteks dasar yaitu: quality, requirements dan characteristics. Pengertian-pengertian di atas secara jelas memberikan definisi bahwa untuk menilai kualitas perangkat lunak dapat didasarkan pada karakteristik perangkat lunak itu sendiri dan berdasarkan pada pemenuhan kebutuhan pengguna perangkat lunak tersebut. Dari pemahaman tersebut maka dapat dipahami bahwa untuk menentukan kualitas perangkat lunak haru melakukan pengujian terhadap perangkat lunak tersebut serta melakukan pengujian terhadap penggunanya.

32

Kualitas perangkat lunak adalah keberadaan karakteristik dari suatu produk yang dijabarkan dalam kebutuhannya, artinya kita harus melihat terlebih dahulu karakteristik apa yang berhubungan atau tidak dengan kebutuhan yang diiinginkan oleh pemakai. Mengetahui karakteristik tersebut diperlukan untuk mengurangi kontra produktif dari kualitas perangkat lunak yang dimaksud dan relevan atau tidak perangkat lunak tersebut untuk kebutuhan suatu organisasi. Keberadaan hubungan antara kebutuhan dan karakteristik menjadikan dimungkinkannya statemen yang jelas tentang kualitas suatu produk.

2.1.6.2 Model ISO 9126 Kualitas perangkat lunak dapat dinilai melalui ukuran-ukuran dan metode- metode tertentu, serta melalui pengujian-pengujian software. Salah satu tolak ukur kualitas perangkat lunak adalah ISO 9126, yang dibuat oleh International Organization for Standardization (ISO) dan International Electrotechnical Commission (IEC). ISO 9126 mendefinisikan kualitas produk perangkat lunak, model, karakteristik mutu, dan metrik terkait yang digunakan untuk mengevaluasi dan menetapkan kualitas sebuah produk software. Standar ISO 9126 telah dikembangkan dalam usaha untuk mengidentifikasi atribut-atribut kunci kualitas untuk perangkat lunak komputer. Faktor kualitas menurut ISO 9126 meliputi enam karakteristik kualitas sebagai berikut:

1. Functionality (Fungsionalitas). Kemampuan perangkat lunak untuk menyediakan fungsi sesuai kebutuhan pengguna, ketika digunakan dalam kondisi tertentu. 2. Reliability (Kehandalan). Kemampuan perangkat lunak untuk mempertahankan tingkat kinerja tertentu, ketika digunakan dalam kondisi tertentu. 3. Usability (Kebergunaan). Kemampuan perangkat lunak untuk dipahami, dipelajari, digunakan, dan menarik bagi pengguna, ketika digunakan dalam kondisi tertentu.

33

4.

Efficiency (Efisiensi). Kemampuan perangkat lunak untuk memberikan

kinerja yang sesuai dan relatif terhadap jumlah sumber daya yang

digunakan pada saat keadaan tersebut.

5. Maintainability (Pemeliharaan). Kemampuan perangkat lunak untuk

dimodifikasi. Modifikasi meliputi koreksi, perbaikan atau adaptasi

terhadap perubahan lingkungan, persyaratan, dan spesifikasi fungsional.

6. Portability (Portabilitas). Kemampuan perangkat lunak untuk ditransfer

dari satu lingkungan ke lingkungan lain.

Kualitas Perangkat Lunak Menurut ISO 9126 Functionality Reliability Usability Efficiency Maintainanility
Kualitas Perangkat Lunak
Menurut ISO 9126
Functionality
Reliability
Usability
Efficiency
Maintainanility
Portability
Suitability
Understandibility
Analyzability
Adaptability
Accuracy
Maturity
Time behavior
Learnability
Changeability
Instalability
Security
Fault tolerance
Resource
Operability
Stability
Co-existence
Interoperability
Recoverability
behavior
Attractiveness
Testability
Replaceability
Compliance

Gambar II-8 Model Kualitas Perangkat Lunak Model ISO 9126 ([Al-Qutaish 2010], 171)

Masing-masing karakteristik kualitas perangkat lunak model ISO 9126

dibagi menjadi beberapa sub-karakteristik kualitas, yaitu:

Tabel II-7 Karakteristik Kualitas Perangkat Lunak Model ISO 9126 ([Al-Qutaish 2010],

172-173)

Karakteristik

Sub-

Deskripsi

karakteristik

Functionality

Suitability

Kemampuan perangkat lunak untuk menyediakan serangkaian fungsi yang sesuai untuk tugas-tugas tertentu dan tujuan pengguna.

Accuracy

Kemampuan perangkat lunak dalam memberikan hasil yang presisi dan benar sesuai dengan kebutuhan.

Security

Kemampuan perangkat lunak untuk mencegah akses yang tidak diinginkan, menghadapi penyusup (hacker) maupun otorisasi dalam modifikasi data.

Interoperability

Kemampuan perangkat lunak untuk berinteraksi dengan satu atau lebih sistem tertentu.

34

 

Compliance

Kemampuan perangkat lunak dalam memenuhi standar dan kebutuhan sesuai peraturan yang berlaku.

Reliability

Maturity

Kemampuan perangkat lunak untuk menghindari kegagalan sebagai akibat dari kesalahan dalam perangkat lunak.

Fault tolerance

Kemampuan perangkat lunak untuk mempertahankan kinerjanya jika terjadi kesalahan perangkat lunak

Recoverability

Kemampuan perangkat lunak untuk membangun kembali tingkat kinerja dan memulihkan data yang rusak.

Usability

Understandibility

Kemampuan perangkat lunak dalam kemudahan untuk dipahami.

Learnability

Kemampuan perangkat lunak dalam kemudahan untuk dipelajari.

Operability

Kemampuan perangkat lunak dalam kemudahan untuk dioperasikan.

Attractiveness

Kemampuan

perangkat

lunak

dalam

menarik pengguna.

 

Efficiency

Time behavior

Kemampuan perangkat lunak dalam memberikan respon dan waktu pengolahan yang sesuai saat melakukan fungsinya.

Resource

Kemampuan perangkat lunak dalam menggunakan sumber daya yang dimilikinya ketika melakukan fungsi yang ditentukan.

behavior

Maintainability

Analyzability

Kemampuan perangkat lunak dalam mendiagnosis kekurangan atau penyebab kegagalan.

Changeability

Kemampuan

perangkat

lunak

untuk

dimodifikasi tertentu.

 

Stability

Kemampuan perangkat lunak untuk meminimalkan efek tak terduga dari modifikasi perangkat lunak.

Testability

Kemampuan perangkat lunak untuk dimodifikasi dan divalidasi perangkat lunak lain.

Portability

Adaptability

Kemampuan

perangkat

lunak

untuk

diadaptasikan

pada

lingkungan

yang

berbeda-beda.

Instalability

Kemampuan perangkat lunak untuk diinstal dalam lingkungan yang berbeda-beda.

Coexistence

Kemampuan perangkat lunak untuk berdampingan dengan perangkat lunak

35

 

lainnya dalam satu lingkungan dengan berbagi sumber daya.

Replaceability

Kemampuan perangkat lunak untuk digunakan sebagai sebagai pengganti perangkat lunak lainnya.

ISO 9126 adalah standar terhadap kualitas perangkat lunak yang diakui

secara internasional. Terpenuhinya item-item pada ISO 9126 pada sebuah

perangkat lunak tidak serta merta memberikan sertifikat ISO terhadap perangkat

lunak tersebut karena standar ISO juga harus dipenuhi dari sisi manajemen

pembuat perangkat lunak tersebut, dengan kata lain jika manajemennya tidak

memenuhi standar ISO maka hasil kerjanya pun tidak dapat diberikan sertifikat

standar ISO.

Faktor-faktor ISO 9126 tidak serta merta memungkinkan kita untuk

melakukan pengukuran kualitas secara langsung. Meskipun demikian, standar

tersebut menyediakan basis yang sangat penting untuk melakukan pengukuran-

pengukuran kualitas secara tidak langsung dan pada dasarnya menyediakan daftar

yang sempurna untuk menilai kualitas suatu sistem/perangkat lunak.

2.1.7 Pengujian Perangkat Lunak

2.1.7.1 Strategi Pengujian Perangkat Lunak

Pengujian perangkat lunak menurut Pressman adalah elemen kritis dari

jaminan kualitas perangkat lunak dan mempresentasikan kajian pokok dari

spesifikasi, desain dan pengkodean. Selain itu, pengujian juga dapat diartikan

sebagai sebuah proses eksekusi suatu program dengan maksud menemukan

kesalahan. ([Pressman 2012], 549)

Strategi dalam pengujian perangkat lunak menyediakan petunjuk yang

menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai bagian dari

pengujian, kapan langkah-langkah ini direncanakan dan kemudian dilakukan, dan

berapa banyak usaha, waktu, serta sumber daya yang akan diperlukan dalam

pengujian tersebut. Strategi pengujian perangkat lunak selalu menyertakan

perencanaan pengujian, perancangan kasus pengujian, pelaksanaan pengujian, dan

evaluasi serta pengumpulan data hasil pengujian.

36

Pengujian dalam konteks rekayasa perangkat lunak sebenarnya merupakan rangkaian empat langkah yang diimplementasikan secara berurutan: ([Pressman 2012],

554)

1. Pengujian unit, pengujian fokus pada masing-masing komponen secara individual, dengan memastikan bahwa komponen tersebut berfungsi secara tepat sebagai suatu unit. Pengujian unit menggunakan teknik pengujian dengan menggunakan jalur spesifik di dalam stuktur kontrol dari komponen untuk memastikan cakupan telah lengkap dan dapat mendeteksi kesalahan secara maksimum.

2. Pengujian integrasi, membahas isu-isu yang berkaitan dengan dua masalah yaitu verifikasi dan pembangunan program, yang dilakukan dengan teknik perancangan kasus pengujian (test case) yang berfokus pada input dan output. Pengujian integrasi bersumber pada perancangan antarmuka, use case, class diagram, sequence diagram, dan communication diagram.

3. Pengujian validasi, menyediakan jaminan akhir bahwa perangkat lunak memenuhi semua persyaratan informasi, fungsional, perilaku dan persyaratan kinerja.

4. Pengujian sistem, memverifikasi bahwa semua elemen saling bertautan dengan benar dan keseluruhan fungsi sistem/kinerja dapat dicapai.

benar dan keseluruhan fungsi sistem/kinerja dapat dicapai. Gambar II-9 Langkah-langkah Pengujian Perangkat Lunak ( [

Gambar II-9 Langkah-langkah Pengujian Perangkat Lunak ([Pressman 2012], 554)

37

2.1.7.2 Teknik Pengujian Perangkat Lunak Menurut Pressman, setiap produk rekayasa perangkat lunak dapat diuji dalam salah satu kategori pengujian berikut: ([Pressman 2012], 587)

1. Pengujian kotak hitam (black-box testing). Dengan mengetahui fungsi yang telah ditentukan, sehingga pengujian dilakukan untuk mencari kesalahan dalam setiap fungsi. Black-box testing dirancang untuk memvalidasi persyaratan fungsional tanpa perlu mengetahui kerja internal dari sebuah program. Teknik pengujian black-box testing berfokus pada ranah informasi dari perangkat lunak, menghasilkan test case dengan cara mempartisi ranah masukan dan keluaran dari sebuah program dengan cara mencakup pengujian yang menyeluruh.

2. Pengujian kotak putih (white-box testing). Dengan mengetahui cara kerja internal suatu produk, pengujian dilakukan untuk memastikan bahwa operasi-operasi internal telah dilakukan sesuai dengan spesifikasi dan semua komponen internal telah dieskusi. White-box testing berfokus pada struktur kendali program.

2.2 Tinjauan Studi

Penelitian mengenai pengembangan sistem informasi manajemen kepegawaian dan sumber daya manusia telah menarik perhatian banyak peneliti, beberapa penelitian terdahulu adalah:

Penelitian yang dilakukan oleh Darudiato (Darudiato 2007) dengan tujuan penelitian adalah membantu PT. Maju Bersama dalam melakukan pengendalian terhadap proses rekrutment, penilaian dan pengembangan karyawan. Penelitian yang dilakukan Wahyudi (Wahyudi 2010) untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dominan dan saling berhubungan dan berpengaruh terhadap tingkat penerimaan teknologi, khususnya Sistem Informasi Karyawan Berbasis Web bagi para pengguna akhir (end user), dalam hal ini adalah karyawan kampus Bina Sarana Informatika dan bagaimana model penerimaan sebuah teknologi informasi baru berupa Sistem Informasi Karyawan berbasis web yang diterapkan pada sebuah institusi perguruan tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Sidik (Sidik 2010)

38

adalah mengkaji kelayakan investasi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

pada PT. XYZ. Analisis dilakukan menggunakan kerangka kerja Ekonomi

Informasi. Kajian ini meliputi kajian finansial dan non-finansial terhadap rencana

investasi tersebut. Aziz (Aziz 2011) meneliti Rancang Bangun Sistem Informasi

Manajemen Kepegawaian dengan Metode The Open Group Architecture

Framework (TOGAF). Sedangkan Kurniawan (Kurniawan 2012) melakukan penelitian

untuk membangun sistem informasi kepegawaian di perguruan tinggi dan

diharapkan dapat mengorganisir tatakelola dan tatalaksana manajemen SDM di

perguruan tinggi (Studi Kasus Universitas Bina Darma) serta dapat mendukung

pengambilan keputusan dengan penyediaan informasi melalui media teknologi

informasi secara cepat, tepat, akurat, dan terintegrasi.

Tabel II-8 Ringkasan Tinjauan Studi

Judul Penelitian

Metode

Hasil Penelitian

Analisis

dan

Metode berorientasi objek dengan notasi- notasi UML.

Membantu PT. Maju Bersama dalam melakukan pengendalian terhadap proses rekrutment, penilaian dan pengembangan karyawan.

Perancangan Sistem Informasi Sumber

Daya Manusia PT. Maju Bersama (Studi Kasus: Rekrutmen,

 

Pelatihan,

dan

 

Penilaian Kinerja

Karyawan)

Kajian Penerapan Sistem Informasi Karyawan Berbasis Web Berdasarkan Pendekatan TAM:

Studi Kasus Pada Bina Sarana Informatika (BSI)

Metode

Deskriptif

Membantu

untuk

Kualitatif

mengidentifikasi dan mengingatkan peran pengguna sistem informasi karyawan berbasis web yang dapat diakses karyawan BSI sebagai sarana pendukung untuk menyelesaikan pekerjaan.

Kajian Investasi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Menggunakan Kerangka Ekonomi Informasi Pada PT XYZ

Metode Deskriptif

Kajian ini menghasilkan bahwa sistem Informasi Sumber Daya Manusia yang akan diimplementasikan pada PT. XYZ layak untuk diinvestasikan dan bermanfaat bagi organisasi. (RS,PA)

Rancang

Bangun

Metode

yang

Berdasarkan fungsi bisnis yang telah ditetapkan, maka diperoleh

Sistem

Informasi

digunakan

dalam

 

39

Manajemen

 

menganalisis

dan

1 (satu) kandidat aplikasi yang terdiri dari 4 area fungsional utama yaitu proses kenaikan pangkat, pembebasan sementara, aktif bekerja kembali,dan tugas belajar.

Kepegawaian dengan

merancang sistem

Metode

The

Open

adalah

The

Open

Group Architecture Framework (TOGAF).

Group Architecture Framework (TOGAF)

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Bagi Perguruan Tinggi Swasta (Studi Kasus Universitas Bina Darma).

Metode terapan (action research). Metodologi analisa dan perancangan dilakukan dengan menggunakan pendekatan object oriented analysis and design (OOAD)

Sistem informasi ini dapat mengorganisir tatakelola dan tatalaksana manajemen SDM serta dapat mendukung pengambilan keputusan dengan penyediaan informasi melalui media teknologi informasi secara cepat, tepat, akurat, dan terintegrasi.

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian ini adalah pada metode

penelitian yang digunakan, obyek penelitian, ruang lingkup penelitian (perekrutan,

data induk, data riwayat, promosi, asuransi, penghargaan, pensiun, formasi,

statistik, dan laporan), tujuan penelitian dan metode pengembangan sistem yang

digunakan. Selain itu perbedaan penelitian juga terdapat pada pengujian validasi

dengan Focus Group Discussion dan pengujian kualitas perangkat lunak yang

dihasilkan berdasarkan karakteristik kualitas perangkat lunak model ISO 9126.

2.3

Tinjauan Obyek Penelitian

2.3.1

Aspek Organisasi

2.3.1.1 Profil Singkat Organisasi

Yayasan Bunda Hati Kudus Jakarta merupakan Yayasan Pendidikan yang

berpusat di Jakarta Barat dan memiliki 22 persekolahan mulai dari TK atau pra-

sekolah, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah

menengah atas (SMA). Kantor pusat Yayasan Bunda Hati Kudus berlokasi di Jl.

Kebon Jeruk Raya No. 19, Jakarta Barat. Telp. (021) 5302502, 5363219 Fax.

(021) 5493903, dan situs web yayasan: http://www.ybhk.or.id.

Kantor Yayasan Bunda Hati Kudus, sehari-hari dipimpin oleh Kepala

Kantor yang secara ex-officio dijabat oleh Sekretaris Pengurus Yayasan. Dalam

40

menjalankan tugasnya, Kepala Kantor dibantu oleh para kepala Biro yang merupakan unit kerja yayasan termasuk didalamnya Kepala Unit di setiap persekolahan (Tarsisius 1, Damai, Tarsisius 2, Vianney, Tarsisius Vireta, dan BHK Semarang) serta para pemimpin sekolah di semua jenjang sekolah. Saat ini, kantor YBHK memiliki 4 Biro, yakni Biro Pendidikan, Biro Personalia, Biro Keuangan, dan Biro Umum. Masing-masing biro dipimpin oleh seorang kepala Biro. Berikut organigram YBHK:

Komando Pembina Tanggungjawab Koordinasi Pengawas Pengurus Management Improvement Biro Biro Biro Biro Umum
Komando
Pembina
Tanggungjawab
Koordinasi
Pengawas
Pengurus
Management
Improvement
Biro
Biro
Biro
Biro Umum
Personalia
Pendidikan
Keuangan
Kepala Unit
Kepala Unit
Kepala Unit
Kepala Unit
Kepala Unit
Kepala Unit
Tarsisius 1
Tarsisius 2
Damai
Vianney
Tarsisius Vireta
BHK Semarang
TK-SD-SMP-SMA
TK-SD-SMP-SMA
TK-SD-SMP-SMA
TK-SD-SMP-SMA
TK-SD-SMP-SMA
TK-SD-SMP-SMA
Tarsisius 1
Tarsisius 2
Damai
Vianney
Tarsisius Vireta
BHK Semarang

Gambar II-10 Organigram YBHK

2.3.1.2 Visi Misi Organisasi

· VISI: Menjadi Lembaga Pendidikan Katholik Terpercaya dalam menumbuhkembangkan Multi Talenta.

· MISI: Mengembangkan Semua Potensi Peserta Didik melalui Komunitas Pembelajar bermutu dengan semangat Bunda Hati Kudus.

2.3.1.3 Profil Biro Personalia Biro Personalia Yayasan Bunda Hati Kudus yang saat ini dipimpin oleh Placidus Galla sebagai Kepala Biro, mempunyai tugas melaksanakan urusan kekaryawanan dan ketatalaksanaan di lingkungan Yayasan Bunda Hati Kudus.

41

Dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut biro personalia menyelenggarakan fungsi-fungsi:

a. Perencanaan kebutuhan dan pengadaan guru/karyawan (bekerja sama dengan Biro Pendidikan)

b. Pembinaan dan pengelolaan kepegawaian di lingkungan Yayasan Bunda Hati Kudus

c. Pelaksanaan mutasi, pengangkatan dalam jabatan guru dan karyawan

d. Pendampingan dalam usaha menciptakan budaya sekolah

e. Pelaksanaan pemberian penghargaan dan tanda jasa

f. Pelaksanaan dan penegakan urusan disiplin dan peraturan guru/karyawan

g. Pelaksanaan urusan pemberhentian dan pemensiunan

h. Pelaksanaan pengembangan kemampuan guru/karyawan

i. Penyusunan sistem dan prosedur kerja, analisis jabatan, penyusunan rancangan peraturan dan keputusan-keputusan serta penilaian kinerja karyawan, dan

j. Penyusunan dan perencanaan daftar gaji.

2.3.1.4 Organigram Biro Personalia dan Uraian Kerja 1) Organigram Dalam penelitian ini, uraian kerja yang dibahas dibatasi berdasarkan organigram Biro Personalia YBHK, yang berkaitan erat dengan aplikasi sistem informasi manajemen kepegawaian:

42

Kepala Biro
Kepala Biro

Bidang

Rekruitmen

dan Promosi

Kepala Biro Bidang Rekruitmen dan Promosi Bidang Informasi dan Data Administrasi Bidang Evaluasi, Pembinaan dan Penegakan

Bidang Informasi

dan Data

Administrasi

Bidang Evaluasi, Pembinaan dan

Penegakan Disiplin

Bidang Hukum/

Peraturan dan

Kesejahteraan

Disiplin Bidang Hukum/ Peraturan dan Kesejahteraan Bagian Kesejahteraan Subag Pelayanan Karyawan Bagian

Bagian

Kesejahteraan

Subag Pelayanan Karyawan
Subag
Pelayanan
Karyawan

Bagian

Administrasi

dan Psikotest

Komando

Tanggungjawab

Koordinasi

Komando Tanggungjawab Koordinasi

Bagian

Rekruitment

dan Promosi

Gambar II-11 Organigram Biro Personalia YBHK

2)

Uraian tugas dan tanggung jawab dari tiap bagian pada struktur organisasi Biro

Personalia YBHK adalah sebagai berikut:

1. Kepala Biro

Tugas dan Uraian Kerja

a. Memimpin Biro Personalia dalam pelaksanaan urusan kekaryawanan dan ketatalaksanaan di lingkungan Yayasan Bunda Hati Kudus.

b. Mengkoordinasikan tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian di Biro Personalia dan mempertanggungjawabkannya kepada Pengurus.

2. Bidang Rekruitment dan Promosi

a. Bagian Rekruitment:

1)

Pemetaan Ketenagaan (pelaksanaan dan pengadministrasian dokumen)

2)

Proyeksi ketenagaan (annual).

3)

Formasi ketenagaan (annual).

4) Proses seleksi pelamar: (insidental) = pelaksanaan dan pengadministrasian dokumen:

o

wawancara,

o

tes praktek (langsung ke sekolah/unit kerja),

o

tes psikologi,

o

tes kesehatan,

43

5)

o orientasi. Penerimaan.

6)

Penempatan, Orientasi.

7)

Pengadministrasian data pelamar.

8)

Merumuskan dan mengadministrasikan semua surat Perjanjian Kerja.

b. Bagian Promosi karyawan reguler (Kenaikan gaji berkala, Kenaikan pangkat, Penyesuaian ijazah, Penyetaraan ijazah, Pencabutan sanksi, Pengangkatan karyawan tetap) 1) Pemrosesan awal untuk: Merinci karyawan yang akan mengikuti promosi.

2)

Mengecek permohonan pengajuan promosi.

3)

Mendata karyawan yang tidak mengajukan promosi dan alasannya.

4)

Mengkoordinir pelaksanaan proses evaluasi (supervisi).

5)

Melakukan tes kesehatan dan psiokologi.

6)

Melakukan uji kompetensi (guru oleh biro terkait) tenaga kependidikan

7)

Mengkoordinir pemeriksaan dan pengumpulan nilai akhir karya tulis.

8)

Mengkoordinir pelaksanaan rekapitulasi data penilaian kinerja (angket,

9)

supervisi, DP3). Menjadwalkan rapat-rapat tim promosi.

10) Membuat rekomendasi ke Pengurus. 11) Membuat Lampiran Surat Keputusan Promosi sesuai dengan rekomendasi yang dilengkapi dengan komponen nominal Gaji Pokok (lama dan baru). 12) Membuat Kutipan Surat Keputusan Promosi April dan Oktober beserta perkiraannya. 13) Membuat dokumentasi nama-nama karyawan yang akan mengikuti promosi berkala dan pangkat.

c. Bagian Pengadministrasian dan fasilitator pelaksanaan psikotest untuk pengangkatan dalam jabatan struktural dan fungsional 1) Mencari LPT untuk bekerjasama dalam melaksanakan psikotest.

44

2) Mempersiapkan dan mengirimkan semua data yang diperlukan oleh LPT dalam rangka psikotest.

3)

Mengadministrasikan data hasil psikotest.

4)

Membuat analisa psikologis tentang kapabilitas calon.

5)

Merekapitulasi hasil psikotest.

3. Bidang Evaluasi Kinerja, Pembinaan dan Penegakan Disiplin

a. Bagian Supervisi dan evaluasi:

1)

2) Secara berkala mengevaluasi kinerja karyawan berdasarkan jenis pekerjaan (TU, Perpustakaan, Toko, Satpam, Tenaga kebersihan,

Membuat konsep tentang perangkat evaluasi dan perangkat supervisi.

pesuruh, dan lain-lain). Secara berkala melakukan supervisi kinerja.

3)

4) Membuat dan mengadministrasikan catatan-catatan hasil evaluasi dan supervisi.

5)

6) Membuat progress report kinerja tiap kelompok karyawan setelah

Membantu membuat target pencapaian kinerja.

evaluasi dan supervisi.

b. Bagian Penilaian Kinerja:

1) Mengadministrasikan penilaian kinerja 6 bulanan (semesteran) yang seharusnya dibuat oleh tiap pimpinan. 2) Selalu mengingatkan dan mengkoordinasikan pembuatan penilaian kinerja oleh para pimpinan. 3) Membuat rancangan penilaian kinerja yang disesuaikan dengan penerapan nilai-nilai YBHK.

c. Reward (baik, sangat baik):

1)

Membuat draft mengenai sistem pemberian reward.

2)

Membuat draft tentang kriteria pemberian reward.

3)

Mengusulkan periodisasi pemberian reward.

d. Pengarahan (cukup dan kurang):

1) Tindak lanjut hasil evaluasi dan supervisi adalah memberikan pengarahan bagaimana seharusnya melakukan pekerjaan dengan benar.

45

2) Pengarahan dapat bersifat kelompok, dapat juga dilakukan terhadap person.

3)

Pengarahan harus disertai dengan target perbaikan kinerja.

4)

Menetapkan jangka waktu untuk dievaluasi/disupervisi lagi.

e. Pembinaan dan diklat:

1) Pembinaan dilakukan dengan pola tidak terjadwal dan dapat dilakukan sepanjang tahun. 2) Karyawan yang dinilai kurang dalam kinerja harus dibina, baik mental spiritual maupun keterampilan dalam melaksanakan tugasnya. 3) Karyawan yang melanggar PUY, melanggar komitmen bersama dapat

dipanggil dan diberikan pembinaan.

f. Peringatan lisan dan tertulis

g. Sanksi

h. PHK (Kepala Biro dan Pengurus)

4. Bidang Hukum/Peraturan dan Kesejahteraan

a. Bagian Hukum dan Peraturan:

1)

Penerbitan Surat Keputusan.

2)

Penerbitan Perjanjian kerjasama dengan pihak luar.

3)

Menangani permasalahan hukum.

4)

Memeriksa dan mengoreksi semua surat keluar dari kantor YBHK.

5)

Merancang peraturan-peraturan pelaksanaan dari PUY.

6)

Merancang peraturan-peraturan yang berasal dari kebijakan Pengurus.

7)

Mengoreksi dan memeriksa perhitungan uang kompensasi akibat PHK.

8) Membackup Pengurus mengenai hal-hal yang berkaitan dengan

karyawan dan kebijakan di bidang personalia dan legal.

b. Bagian Kesejahteraan:

1)

Merancang peningkatan kesejahteraan karyawan.

2)

Mengerjakan perhitungan gaji bulanan.

3)

Mengerjakan perhitungan honorarium di luar gaji bulanan.

4)

Mengerjakan perhitungan honorarium ekstrakurikuler.

5)

Mengerjakan perhitungan Restitusi.

46

6)

Mengerjakan perhitungan pemotongan-pemotongan gaji karyawan.

7)

Mengerjakan perhitungan penghargaan masa kerja 10, 20, 25, 30 dan

seterusnya.

c. Bagian Pensiun dan Asuransi:

1)

Mengerjakan urusan yang berkaitan dengan Masa Persiapan Pensiun:

a. Mendata karyawan yang akan MPP

b. Memanggil karyawan yang akan MPP dan menjelaskan tentang MPP.

c. Merancang pelatihan untuk karyawan yang akan MPP.

2)

Mengerjakan urusan pensiun (Yadapen):

a. Memanggil karyawan yang akan pensiun sekurang-kurangnya 1 bulan sebelum masa pensiun dan menjelaskan hak-hak mereka.