Anda di halaman 1dari 6

http://annesniwa.blogspot.co.id/2014/09/pengilahan-air-untuk-boiler-ketel-uap.

html

Air Pengisi Ketel

A.

Sumber-sumber air pengisi ketel


Macam-macam air yang dapat digunakan sebagai air pengisi ketel adalah air sumur
dan air kondensat. Air kondensat sudah murni sehingga tidak perlu mengalami pengolahan
yang khusus, sedangkan untuk air yang berasal dari sumur perlu mendapat pengolahanpengolahan lebih dahulu.

B.

Syarat Air Pengisi Ketel


Pada dasarnya air yang akan digunakan, terutama yang digunakan sebagai air pengisi
ketel, harus memenuhi syarat. Air yang berasal dari alam (sungai dan tanah) tidak ada yang
dalam keadaan murni, biasanya terdapat pengotor-pengotor, antara lain :
1. Zat tersuspensi, seperti lumpur dan tanah liat. Biasanya dihilangkan dengan penyaringan.
Spesifikasi Air

pengisi ketel

Air ketel

Kesadahan
pH

< 0,1 OD
7,5-8,0

<0,1 OD
10,0-10,8

TDS

Tidak nyata

max 1500

PAlkali

50 ppm

300 ppm

M Alkali

100 ppm

500 ppm

Chlorine

Tidak nyata

max 70 ppm

Sulfit

30 ppm

max 60 ppm

Oksigen

Tidak nyata

Silikat

Tidak nyata

Fe

Tidak nyata

P205

Max 30 ppm

2.

Zat

terlarut,

garam-garam
(garam

seperti
mineral

magnesium,

kalsium dan lain-lain).

Tabel

1-1.

Syarat

air

pengisi ketel dan air ketel

http://ariacp.blogspot.co.id/2011/06/air-ketel-dan-pengolahannya.html
Air Alam sebagai Sumber Air Pengisi Ketel

Air pengisi ketel bisa berasal dari berbagai macam sumber, seperti : sungai, danau,
atau laut. Setiap sumber mempunyai zat zat kontaminan berbeda beda.
Zat zat kontaminan yang ada di air alam antara lain :
1. Zat padat terlarut
Zat padat terlarut menunjukkan jumlah konsentrasi garam terlarut dalam air. Jumlah zat padat
terlarut juga dinyatakan dalam bentuk hantaran listrik air. Banyaknya konsentrasi garam
garam dalam air bervariasi dalamjenis dan jumlahnya tergantung pada keadaan geologis dari
tanah tempat air alam tersebut didapat. Garam garam yang selalu ada biasanya bikarbonat,
sulfat, nitrat, klorida. Serta terdapat pula besi, magnesium, aluminium, mangan.
2. Gas terlarut
Gas terlarut dalam air alam antara lain : karbon dioksida, oksigen, hidrogen sulfat, dan
amonia.
3.

Zat padat tersusupensi


Kadang kadang pasir, tanah dan hasil pelapukan tumbuhanmerupakan zat padat tidak larut
dalam air dan berada sebagai suspensi.

4.

Cairan
Kadang kadang terdapaat zat seperti asam lemak, minyak dan cairan hasul proses ekstraksi
dari tanah atau tanaman dan protein.

5.

Mikroorganisme

Air alam selalu mengandung bakteri (bakteri air, bakteri tanah, bakteri proses ekstraksi dari
tanah atau tanaman dan protein).
Kualitas Air Ketel
Air alam yang digunakan untuk pengisian ketel uap umumnya mengandung bahan-bahan
padat dan gas-gas terlarut yang dapat membantu:
1.

Terjadinya pembentukan kerak di dalam ketel


Kerak / deposit pada ketel disebabkan oleh terbentuknya sendapan dari air, langsung pada
permukaan perpindahan panas atau oleh suspensi air yang menempel pada permukaan logam
menjadi keras atau lengket.

2.

Menyebabkan korosi
Korosi adalah kerusakan kerusakan yang timbul pada logam yang disebabkan karena
terjadinya reaksi kimia antara permukaan logam dengan media sekelilingnya.
Korosi di dalam ketel uap atau peralatan air pengisi dapat diterangkan dengan theory
electrochemical. Hal ke-2 yang mempercepat terjadinya korosi di dalam ketel uap terutama:

1.

Oxygen yang terlarut

2.

Asam-asam

3.

Endapan yang dipermukaan, terutama yang mempunyai sifat electronegative terhadap baja.

4.

Gabungan logam yang tak disukai, seperti tembaga dan baja.

5.

Adanya electrolytes, seperti larutan garam-garan kuat.


Ada 4 cara yang umum digunakan untuk mencegah korosi, ialah:

a.

Menghilangkan gas-gas yang terlarut di dalam air pengisi, terutama oxygen dan carbon
dioxide yang terlarut dalam air. Hal ini dapat diatasi dengan proses aerasi.

b.

Penetralan asam-asam dan mempertahankan alkalinity yang diinginkan dan pH di dalam air
pengisi serta air ketel.

c.

Pembersihan mesin secara berkala

d.

Meniadakan konsentrasi garam yang berlebihan.


Korosi oleh suhu tinggi
Pada suhu yang lebih tinggi, terutama diatas 950 F, uap dapat bereaksi dengan besi (iron):
3 Fe
iron

steam

+ 4 H2 O
Black Magnetic
oxide

Fe 3 O4
Hydrogen

+ 4 H2

Pada suhu sampai 950 F reaksi korosi ini lambat. Diatas suhu ini kecepatan dipercepat, dan
campuran Cr Ni campuran KA2 dapat digunakan. Bahan-bahan ini membentuk suatu
lapisan oxida pelindung pada permukaan logam, dimana hal seperti ini tak terjadi pada baja.
Korosi Karena Kelelahan
Dibawah keadaan yang baik untuk terjadinya korosi dan adanya tekanan, logam dapat
berkarat dalam bentuk lobang yang dalam dan runcing, yang akhirnya berkembang
memanjang seperti celah atau menjadi retak. Bila kejadian ini tidak dihentikan, maka bagian
yang diserang ini akhirnya menjadi lemah. Penelitian secara mikroscopis menunjukkan
bahwa kejadian itu terjadi dalam suatu cara yang karakteristis bahwa retak yang dihasilkan
adalah transcryslline, dan dalam bentuk hampir garis lurus. Caustic Embrittlement.
Dengan macam air pengisi yang tertentu, bentuk retak yang khas dapat kelihatan di dalam
plat ketel uap, terutama pada klem paku keeling di bawah permukaan air. Retak-retak ini
adalah inter crystalline dan tidak mengikuti garis tekanan maksimum.
Kejadian yang demikian ini disebut caustic embrittlemet. Keadaan seperti ini terjadi dimana
konsentrasi sodium hydroxide (NaOH) ada di dalam air ketel dimana elemen-elemen lain
tidak ada. Embrittlement dapat dicegah bila suatu perbandingan yang tepat antara sodium
sulfat dengan sodium carbonate dipertahankan di dalam air pengisi.
3.

Keretakan oleh basa (Caustic embrittlement)


Keretakan ini disebabkan oleh kandungan basa yang terdapat dalam air ketel.
Kondisi yang menyebabkan keretakan : stress, adanya kebocoran pada daerah yang
mengalami stress, NaOH bebas dalam air ketel.

4.

Carry over
Carry over yang besar dihasilkan dari priming dan foaming.Faoming dapat
digambarkan sebagai pembentukan sejumlah buih di dalam ketel, yang disebabkan oleh
kesalahan gelembung-gelembung uap untuk bersatu dan pecah. Hal ini disertai oleh kenaikan
kandungan uap air yang agak banyak di dalam uap yang dikeluarkan oleh ketel.
Priming adalah ditandai oleh sejumlah besar air yang keluar dari ketel bersama-sama
dengan uap, umumnya dalam letupan-letupan yang tidak continue (intermittent) yang
membahayakan pipa-pipa uap, turbine dan mesin-mesin. Hal ini dapat terjadi secara bersamasama dngan foaming.
Permukaan air ketel yang tinggi membantu terjadinya priming. Foaming dan priming
umumnya disebabkan oleh konsentrasi bahan-bahan padat yang terlarut dan bahan-bahan
padat yang mengendap tinggi, mungkin diiringi adanya minyak dan sabun di dalam air, dan
mendadak kapasitas di dalam ketel berubah. Keadaan ini dapat dicegah dengan mereduksi

konsentrasi air ketel dengan blowdown, menghilangkan sumber-sumber kontaminasi sumber


air pengisi, pembersihan ketel secara berkala dan pengaturan batas permukaan air.
Untuk menghilangkan gangguan-gangguan ini, penting untuk menyelidiki setiap air
yang akan digunakan sebagai pengisi ketel dan menentukan setiap sifat dari air dan
menentukan cara terbaik untuk pengolahannya.
Air laut dan air sumber yang lain, oleh karena kandungan bahan padat sangat tinggi,
maka kurang baik untuk digunakan sebagai air pengisi ketel. Demikian pula air hujan
menjadi kotor pada waktu jatuh melalui atmosphere, dan selalu mengandung gas-gas terlarut
termasuk oxygen dan carbon dioxide. Carbon dioxide membentuk suatu asam lemah yang
dapat menambah daya larut bahan lain di dalam air. Jadi dengan adanya asam carbonat ini
dapat melarutkan sejumlah bahan dalam jumlah agak banyak seperti calcium dan magnesium
yang ada di dalam tanah.
Penentuan Parameter Air Ketel
1.

Alkalinity

2.

Kesadahan

3.

Oksigen terlarut

4.

Klorida

5.

Fosfat

6.

Hidrasin

7.

Silika

8.

Hidroksida

9.

Besi

10. Tembaga
11. pH
12. Konduktifiti

Pengolahan Air
Untuk mendapatkan air yang memenuhi persyaratan untuk keperluan ketel uap ada dua cara
pengolahannya
1.

Pengolahan yang dilakukan diluar ketel (external treatment).


Yaitu menghilangkan kontaminasi air sebelum masuk siklus ketel. Ada 2 jenis :

Mekanikal

Aerasi
Filtrasi
Deaerasi
Koagulasi
Sedimentasi
Penguapan

Kimia

Pengendapan
Penukaran ion
2.

Pengolahan didalam ketel (internal treatment).


Yaitu menambahkan langsung bahan kimia kedalaman air dalam ketel :

Mengendapkan kontaminasi sebagai lumpur (sluge)


Blowdown
Mengatur komposisi air ketel sehingga tidak korosif.
Tahapan Pengolahan Air Ketel
1.

Air baku

2.

Filter

3.

Klorinasi

4.

Untrafiltration

5.

Storage (700)

6.

Sfttener

7.

Injectoin , bisulfit , antiskalant

8.

Demineralization