Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengolahan bahan galian merupakan proses atau cara memisahkan
suatu mineral yang telah di tambang untuk mengambil mana yang
berharga dan mana yang kurang ataupun tidak berharga kemudian
didapatkan konsentrat yang lebih tinggi dalam proses lanjutannya.
Proses pemsiahan ini didasarkan atas sifat fisik mineral maupun sifat
kimia fisika permukaan mineral. Dengan melakukan pengolahan bahan
galian diharapkan akan didapatkan beberapa keuntungan baik secara
ekonomis maupun teknis. Dalam pengolahan bahan galian terdapat 3
mekanisme kerja yaitu Preparasi, Konsentrasi dan Dewatering.
Biasanya kegiatan dalam pengelohan bahan galian menggunakan
cara mekanis terlebih dahulu. Bahan ataupun mineral yang telah
diambil tidak dapat langsung dip roses melainkan kita harus mengubah
ukurannya dulu dari yang dalam bentuk bongkahan menjadi yang lebih
kecil baik itu kerikil ataupun yang lebih kecilnya.
Alat-alat yang digunakan dalam metode crushing ini lumayan
banyak dan bervariasi tergantung dengan jenis material yang hendak di
olah serta ke modal yang di keluarkan untuk mengolah material
tersebut. Hal tersebut tergantung dari pemilik usaha pengolahan itu
sendiri hendak memakai peralatan yang bagaimana. Dalam hal ini ada
beberapa contoh alat yang di gunakan dalam Pengolahan Bahan Galian
yaitu, Jaw Crusher & Double Roller Crusher
Dalam pratikum kali ini kita mempelajari cara menggunakan
alat-alat untuk menghancurkan batuan yang akan di ambil mineralnya,
agar menjadi lebih ekonomis dan dapat kita aplikasikan pada saat kita
telah masuk ke dunian kerja.

Praktikum Pengolahan Bahan


Galian

1.2 Maksud dan Tujuan


1. Agar mahasiswa dapat mengetahui cara menggunakan Jaw
Crusher & Double Roller Crusher.
2. Agar mahasiswa mengetahui bagian dari Jaw Crusher &
Double Roller Crusher.
3. Agar mahasiswa dapat mengetahui segala dampak yang di
timbulkan dari macam macam bentuk feed serta pengaturan alat
yang di gunakan.
4. Agar mahasiswa mengetahui istilah-istilah dalam pengolahan.
5. Agar mahasiswa dapat mengetahui perlengkapan apa saja yang
perlu di pakai agar tetap sefaty.
1.3 Manfaat Percobaan
1. Memberikan mahasiswa pengetahuan tentang Jaw Crusher &
Double Roller Crusher.
2. Memberikan mahasiswa pengalaman dalam mengoperasikan
alat tersebut agar dapat mengaplikasikannya di lapangan.
3. Memberikan mahasiswa kesimpulan dan hasil dalam laporan
pratikumnya.

Praktikum Pengolahan Bahan


Galian

BAB II
METODE DASAR

2.1 Definisi Crusher


Crushing adalah suatu proses yang bertujuan untuk meliberalisasi
mineral yang diinginkan agar terpisah dengan mineral pengotor
lainnya.Crusher adalah mesin yang dirancang dan dibangun untuk
mengurangi ukuran suatu benda (atau batuan) dari berukuran besar
menjadi ukuran lebih kecil, batu kerikil, atau debu batu, atau untuk
mengubah bentuk bahan sehingga dapat diolah lebih lanjut. Crusher
dapat juga digunakan untuk memperkecil ukuran, atau mengubah
bentuk, dari bahan limbah sehingga bisa lebih mudah dibuang atau
didaur ulang, atau untuk mengurangi ukuran campuran padat dari bahan
baku (seperti dalam rock ore), sehingga potongan komposisi yang
berbeda dapat dibedakan. Ketika digunakan menghancurkan batu, bijih,
dan agregat lainnya bertujuan sebagai bahan material pendukung
seperti, penataan lahan, pembangunan jalan, pengendalian erosi, dan
bijih tambang. Ada beberapa jenis crusher, semua cocok untuk aplikasi
konstruksi dan pertambangan yang berbeda.
Prymari crushing merupakan Merupakan peremukan tahap
pertama, alat peremuk yang biasanya digunakan pada tahap ini
adalah Jaw Crusher dan Gyratory Crusher. Umpan yang digunakan
biasanya berasal dari hasil penambangan dengan ukuran berkisar 1500
mm, dengan ukuran setting antara 30 mm sampai 100 mm. Ukuran
terbesar dari produk peremukan tahap pertama biasanya kurang dari
200 mm.
Secondary Cruher merupakan peremukan tahap kedua, alat
peremuk yang digunakan adalah Jaw Crusher ukuran kecil, Gyratory

Praktikum Pengolahan Bahan


Galian

Crusher ukuran kecil, Cone Crusher, Hammer Mill dan Rolls. Umpan
yang digunakan berkisar 150 mm, dengan ukuran antara 12,5 mm
sampai 25,4 mm. Produk terbesar yang dihasilkan adalah 75 m.
Fine crushing merupakan peremukan tahap lanjut dari secondary
crushing, alat yang digunakan adalah Rolls, Dry Ball Mills, Disc
Mills dan Ring Mills. Umpan yang biasanya digunakan kurang dari 25,4
mm.untuk memperkecil material hasil penambangan yang umumnya
masih berukuran bongkah digunakan alat peremuk. Material hasil dari
peremukan kemudian dilakukan pengayakan atau screening yang akan
menghasilkan dua macam produk yaitu produk yang lolos ayakan yang
disebutundersize yang merupakan produk yang akan diolah lebih lanjut
atau sebagai produk akhir, dan material yang tidak lolos ayakan yang
disebut oversize yang merupakan produk yang harus

dilakukan

peremukan lagi.
2.2 Jaw Crusher
Jaw crusher merupakan crusher primer yang digunakan untuk
memecahkan batuan dengan ukuran setting antara 30 mm dan 100 mm.
Jaw crusher terdiri dari dua tipe yaitu blake dan dodge. Alat
peremuk jaw crusher dalam prinsip kerjanya adalah alat ini memiliki 2
buah rahang dimana salah satu rahang diam dan yang satu dapat
digerakan, sehingga dengan adanya gerakan rahang tadi menyebabkan
material yang masuk ke dalam kedua sisi rahang akan mengalami
proses penghancuran. Material yang masuk diantara dua rahang akan
mendapat jepitan atau kompresi. Ukuran material hasil peremukan
tergantung pada pengaturan mulut pengeluaran (setting), yaitu bukaan
maksimum dari mulut alat peremuk. Produk peremukan akan berukuran
85 % minus ukuran bukaan maksimum, sedangkan ukuran umpan
masuk adalah 85 % x gape. Berikut ini gambar jaw crusher.
Alat ini mempunyai dua jaw, yang satu dapat digerakkan (swing
jaw) dan yang lainnya tidak bergerak (fixed jaw). Berdasarkan porosnya
jaw crusher terbagi dalam dua macam :
Praktikum Pengolahan Bahan
Galian

a. Blake Jaw Crusher, dengan poros di atas


b. Dodge Jaw Crusher, dengan poros di bawah

Reduction ratio merupakan perbandingan antar ukuran umpan


dengan ukuran produk. Reduction ratio yang baik untuk ukuran primary
crushing adalah 4 7, sedangkan untuk secondary crushing adalah 14
20 dan fine crushing (mill) adalah 50 -100.
Jaw Crusher pada batubara biasanya tidak digunakan pada
crushing primer tetapi sering digunakan untuk operasi penambangan
open pit dimana batu baranya keras atau lapisan batuan yang sangat
keras yang dijumpai dalam jumlah bervariasi. Ciri khas pada mesin tipe
ini adalah 2 buah plat pengahancur yang membuka dan menutup seperti
rahang binatang. Jaw diatur pada sudut kritis, 1 buah jaw diputar agar
berayun terhadap yang lainnya.
Ada dua tipe jaw crusher yang dapat ditemui pada penghancuran
batubara :
a.

Single-toggle machine

b.

Double-toggle machine
Keduanya sering digunakan sebagai Blake Crusher yang

dicirikan adanya jaw bagian atas yang bergerak. Single-toggle mesin


memiliki jaw ayun yang dikurung pada batang Eccentric, yang dibuat
lebih ringan, lebih kompak dibanding double-toggle machine. Jaw ayun
bergerak berlawanan dengan jaw tetap tidak hanya karena aksi plat
toggle tetapi juga karenapergerakan vertical seperti perputaran Eccentic.
Gerakan eliptikal ini membantu menggerakan batuan melewati plat jaw
dan menghancurkan batu. Single-toggle machine lebih baik digunakan
pada batubara yang rapuh dan material bershale karena biaya
pemasangan dan tenaga lebih kecil.

Praktikum Pengolahan Bahan


Galian

Pada Double-toggle machine, jaw ayun bergerak bolak-bailk


yang disebabkan pergerakan vertikal pitman. Hal ini disebabkan
pergerakan naik turun front toggle yang dihubungkan ke jaw ayun.
Bagian back toggle menyebabkan pitman bergerak ke samping. Doubletoggle machine harganya 50 % lebih besar dibanding single-toggle
machine pada ukuran yang sama dan umumnya dipilih untuk
menghancurkan material yang liat, keras dan rapuh.
Kegunaan Jaw Crusher adalah untuk memecahkan bongkah bongkah
yang sangat kasar. Proses pemecahan dengan alat pemecah yang
melawan bagian yang tidak bergerak, gerakannya seperti rahang yang
sedang menguyah. Penghancuran akan terjadi apabila crusher
melampaui batas plastis dari material yang dihancurkan.Untuk
memperoleh ukuran dari produk yang diinginkan dapat diperoleh
dengan cara mengatur bukaan (feed).

Kapasitas Jaw Crusher


Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan energi Jaw Crusher :
1.

Ukuran feed

2.

Ukuran produk

3.

Kapasitas mesin

4.

Sifat batuan

5.

Persen waktu yang tidak terpakai

Kapasitas mesin peremuk jaw crusher dibedakan menjadi kapasitas


desain dan kapasitas nyata. Kapasitas desain merupakan kemampuan
produksi yang seharusnya dicapai oleh mesin peremuk tersebut, sedang
kapasitas nyata merupakan kemampuan produksi mesin peremuk
sesungguhnya yang didasarkan pada sistem produksi yang diterapkan.
Kapasitas desain diketahui dari spesifikasi yang dibuat oleh pabrik

Praktikum Pengolahan Bahan


Galian

pembuat mesin peremuk dan kapasitas nyata didapatkan dengan cara


pengambilan conto produk yang dihasilkan.

Gambar 4 Jaw Crusher

a.

2.3 Roller Crusher


Prinsip dan Mekanisme Kerja Roller Crusher
Roll Crusher adalah mesin pereduksi ukuran yang menggunting
dan menekan material antara dua permukaan yang keras. Permukan
yang digunakan biasanya berbentuk roll yang berputar dan besi
landasan yang diam, atau dua roll dengan diameter sama yang berputar
pada kecepatan sama dan arahnya berlawanan. Permukaan roll bisa rata,
berkerut atau bergigi. Untuk batubara dimana diperlukan rasio
pereduksiannya tinggi dan hasil yang bagus, beberapa bentuk
permukaan biasanya dipilih sekaligus.
Roll crusher biasanya digunakan untuk mereduksi material yang
keras. Karakteristik mesin peremuk tipe ini adalah termasuk
berkecepatan rendah dan relati memiliki rasio reduksi yang rendah,
berkisar 3 : 1 sampai

8 : 1. karena memiliki kecepatan rendah, maka

laju keausan alat ini relatif rendah. Produk dari crusher tipe ini biasanya

Praktikum Pengolahan Bahan


Galian

berbentuk butiran (gravel) dan sedikit yang berbentuk halus.


Kandungan air yang pada material yang melebihi 5% akan menyulitkan
operasi crusher, karena akan menyebabkan terjadinya penyumbatan
penyumbatan, terkecuali untuk roller crusher, karena itulah maka roller
crusher lebih cocok untuk material yang bersifat plastis seperti tanah
liat atau batu silica yang lembab. Menurut operasinya roller
crusher dan gyratory

crusher termasuk

klasifikasi

kontinyu

sedangkan jaw crushertermasuk intermittent.

Roll crusher terdiri dari dua macam yaitu single roll-crusher dan
double roll-crusher.
1. Single roll-crusher
Single roll-crusher biasanya digunakan untuk penghancuran
primer. Mesin ini terdiri dari satu roll penghancur dan besi landasan
yang melengkung. Besi landasan biasanya berada pada bagian atas
untuk melewatkan material yang terperangkap tanpa merusak
mesin. Kebanyakan single roll-crusher dipasang dengan pin penjepit
atau bentuk lainnya untuk melindungi system pengendali. Rasio
pereduksian pada crushing primer biasanya antara 4:1 dan 6:1.
sedangakn untuk crushing sekunder antara 200 mm dan 20 mm.
2. Double roll-crusher
Double atau tripel stage single roll merupakan pengembangan dari
ukuran pereduksian bentuk primer dan sekunder unit single. Double
roll-crusher yang digunakan untuk crushing primer dapat mereduksi
batubara run of mine di atas 1 m 3menjadi berukuran sekitar 350-100
mm, tergantung pada sifat batubara. Mesin ini dapat digunakan
sebagai secondary raw-coal crusher, middling crusher atau produk
sizing crusher. Secara luas digunakan untuk menghasilkan stok
produk dimana kelebihan serbuk halus harus dihindari. Dari umpan
yang berukuran 350 mm, Double roll-crusher dapat menghancurkan

Praktikum Pengolahan Bahan


Galian

batubara yang berukuran 50 dan 20 mm. kapasitas semua double


roll-crusher antara 10 2000 t/unit dengan konsumsi tenaga 5 100
KW. double roll-crusher juga diproduksi dalam 3 dan 4 roll, 2
tingkat konfigurasi. Tingkat paling atas menghasilkan penghancuran
kasar sedangkan tingkat bawah lebih halus pada unit triple roll
bagian yang paling atas terdirir dari single roll-crusher, bagian yang
lebih bawah terdiri dari double roll-unit. Pada four-roll unit, bagian
atas dan bawah terdiri dari double roll unit.

Gambar 5 Double Roll Crusher (crushing roll)


b. Kapasitas Roll Crusher
Kapasitas roller tergantung pada kecepatan roler, lebar permukaan
roller, diameter dan jarak antara roller yang satu dengan lainnya.
Roller biasanya digunakan untuk batuan lunak seperti shale,
lempung dan material lengket sampai setengah keras.

Praktikum Pengolahan Bahan


Galian

BAB III
METODE

3.1 Waktu dan Lokasi


a. Waktu : 24 Februari 2016 (Jam 10.00 11.30)
b. Lokasi : Lab Pengolahan Teknik Pertambangan Universitas
Bangka Belitung
3.2 Alat dan Bahan
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Pensil
Pulpen
Buku Catatan
Ember
Perlengkapan safety

Praktikum Pengolahan Bahan


Galian

g.
h.
i.
j.

Jaw Crusher
Dobble Roll Crusher
Feed (Batu)
Penggaris

k.

10

3.3 Langkah Kerja


1. Siapkan segala peralatan tulis (buku, pulpen, dll) untuk mencatat segala
kegiatan yang akan dilakukan.
2. Siapkan Feed untuk melakukan percobaan.
3. Gunakan perlengkapan safety sebelum melakukan serangkaian kegiatan
pengolahan.
4. Setinglah alat-alat yang hendak di pakai sesuai dengan keinginan.
5. Hidupkan alat yang hendak di gunakan.
6. Kemudian catat hasil setingan tersebut dengan hasil keluaran yang di
dapatkan pula.
7. Tarik kesimpulan dari hal tersebut.
l.
m.
n.
o. BAB IV
p. PEMBAHASAN
q.

Pada praktikum kali ini alat yang digunakan ialah Jaw Crusher &

Dobble Roll Crusher yang merupakan Primer dan Secondary Crusher. Pada
dunia pertambangan ke 2 alat ini bekerja saling berkesinambungan satu sama lain.
Dari hasil pengamatan yang telah di lakukan dengan menggunakan alat tersebut
maka di dapatkan data sebagai berikut :
4.1 Jaw Crusher 5x8 (MT- 120)
a. Komponen

r.
s.
t.

Jaw Crusher 5x8 MT-120

Lab. Pengolahan Teknik Pertambangan UBB

u.
a. Fixed Jaw Plate, bagian yang tidak bergerak berfungsi untuk menahan
pada saat bagian yang lain bergerak menekan batuan.
b. Guard Sheet, dinding yang bergerak dan bersifat kasar yang digunakan
untuk menumbuk dan menghancurkan bahan.
c. Kinetic jaw plate, bagian yang bergerak dan fungsinya untuk memberikan
tekanan pada batuan.
d. Active jaw, bagian yang membuat kinetic jaw dapat bergerak.
e. Toggle Plate, seperti baut pecah, digunakan mengerakkan alat penghancur.
f. Adjust Seat, bagian yang digunakan untuk mengatur naik turunnya dinding
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.

penghancur.
Adjustable wedge, bagian penyesuai gerakan pada saat alat bekerja.
Spring, digunakan untuk menggerakkan toggle plate.
Fly wheel, digunakan untuk menggerakkan toggle plate.
Frame, pelindung luar atau penutup.
Eccentric shaft, poros yang berputar dan menyebabkan alat bergerak.
Bearing, bagian yang berfungsi sebagai bantalan bagi eccentric shaft.
Belt pulley wheel, Sabuk yang menggerakan roda dan di hubungkan ke
motor penggerak.
v.

b. Langkah Pengoprasian

1. Pertama gunakan perlengkapan safety sebelum melakukan kegiatan


2. Buat kelompok kecil agar pengamatan praktikumnya jadi lebih efisien,
kemudian bagikan tugas perorangnya (ada yang mengoprasikan alat, adayang
mengatur lebaran mouth alat, ada yang mengamati dan ada yang mencatat).
3. Kemudian aturlah lebar dan kemiringan mouth jaw crusher tersebut agar hasil
keluarannya sesuai dengan keinginan kita.
4. Kemudian masukan feed yang tersedia ke dalam jaw crusher arag dapat
diproses (feed di gunakan harus di sesuaikan ukuran dan bentuknya agar tidak
menyebabkan gangguan pada jaw crusher pada saat beroprasi).
5. Selama Proses berlangsung Mouth pada jaw crusher seharusnya di tutup agar
material yang sedang diproses tidak terbang ke mana mana dan lebih safety.
6. Setelah alat tersebut selesai berperoses maka hasil keluarannya dapat di lihat
pada tabung penyimpanan yang terletak di bawah jaw crusher.
7. Amati hasilnya dan tarik kesimpulan.
w.
x.
c. Hasil Pengamatan
y. Setelah dilakukan percobaan pada Jaw Crusher di dapatkan:
1.

Pada mouth yang berukuran 2cm dengan dimensi batuan yang > dari 2cm
maka batuan dapat diproses dengan lumayan baik dengan hancuran yang lebih

kecil dari 2 cm tersebut.


2. Pada mouth yang berukuran 2cm dengan dimensi batuan yang < dari 2 cm
maka batuan tersebut tidak dapat diproses dan langsung tersaring begitu saja
kedalam tabung penyimpanan.
3. Pada batuan yang berdimensi over terhadap Jaw Crusher batuan tersebut
masih bisa dip roses dengan jangka waktu yang lama dan dapat
mengakibatkan kerusakan pada komponen dalam pada Jaw Crusher.
z.
4.2 Double Roller Crusher Medium (MT 220A)
a. Komponen

aa.
ab.
ac.

Double Roller Crusher Medium MT- 220A


Lab Pengoahan Teknik Pertambangan UBB

ad.
ae.
a. Base Frame dan Hopper, Semua konstruksi baja dibuat, terbuat dari pelat
baja Roll memiliki akses dilepas meliputi untuk memungkinkan
pemeliharaan berkala dan pemeriksaan gulungan.
b. Bearings, Bearing bekerja sebagai anti-gesekan atau bantalan bulat roller
yang mendukung poros roll. Mereka adalah adaptor yang dipasang dan
dilumasi, dan terkandung dalam heavysection. Sebuah plat yang terletak
antara bantalan geser dan dasar bingkai untuk mencegah keausan pada
bantalan dasar.
c. Segel Debu, Segel Debu sekitar roll poros mencegah debu dari melarikan
diri ke atmosfer. V-belt drive adalah sala satunya.
d. Desain Roll, Kerang Roll tersedia dalam berbagai paduan untuk mengolah
bahan pakan. Permukaan roll mencakup berbagai elemen penghancur,
seperti intermeshing gigi, manik-manik dilas, bergalur dan smoothfaced
atau kombinasi halus dan manik-manik, semuanya dirancang untuk siap
mengubah bahan dan menghancurkan sampai tahap yang diinginkan.

e. Tramp Perlindungan, Otomatis perlindungan terhadap baja, sampah dan


lainnya uncrushables disediakan oleh toggle khusus pengaturan. Toggle
akan terbuka dan bergerak roll bergerak kembali, membuat lubang besar
untuk lulus mekanisme beralih uncrushable material.The menyediakan
produk positif ukuran kontrol dan bar torsi dan keterkaitan balik roll
bergerak menjamin keselarasan paralel gulungan sepanjang waktu.
f. Penyesuaian Ukuran Hidrolik, Penyesuaian ukuran produk dicapai melalui
suatu mekanisme hidrolik yang beroprasi melalui batang torsi. Shims Baja
ketebalan yang bervariasi digunakan untuk menjaga pengaturan sementara
crusher sedang bekerja.
af.
ag.
ah.
ai.
aj.
ak.

b. Langkah Pengoprasian
1. Pertama gunakan perlengkapan safety sebelum melakukan kegiatan
2. Buat kelompok kecil agar pengamatan praktikumnya jadi lebih efisien,
kemudian bagikan tugas perorangnya (ada yang mengoprasikan alat, adayang
mengatur lebaran mouth alat, ada yang mengamati dan ada yang mencatat).
3. Atur jarak roll dengan memutar skrup belakangyang berfungsi untu mengatur
jarak ke 2 roll sehingga dapat di peroleh material sesuai dengan
yangdiinginkan
4. Kemudian nyalakan alatnya ( dapat kita lihat ke 2 rollnya bergerak sehadap
untuk mengancurkan material)
5. Kemudian masukan feednya ke dalam mouth double roll crushernya
6. Lalu material akan hancur dan tergerus oleh gaya gesek yang di timbulkan
oleh Double Roll Crusher
7. Hasil material tersebut dapat kita lihat pada tabung penyimpanan yang terletak
di bagian bawah Double Roll Crusher.
8. Kemudian amatilah hasil dari proses tersebut
al.

am.
c. Hasil Pengamatan
an. Setelah dilakukan percobaan pada Double Roller Crusher di dapatkan:
1. Pada percobaan pertama dengan jarak antar roll 1cm di masukan feed yang
ukuranya hampir sama dengan jarak rollnya kemudian Double Roller
Crusher tiba-tiba berhnti beroprasi. Hal ini di sebabkan oleh material yang di
umpan menempel pada sisi dalam Double Roller Crusher sehingga
mengakibatkan ke 2 buah Rollnya tidak dapat bergerak.
2. Pada percobaan kedua dengan jarak antar roll 1cm di masukan feed yang lebih
besar dari sebelumnya kemudian di dapatkan pecahan material yang
berdimensi 1 cm3 .
3. Pada percobaan ketiga jarak antar roll di perkecil hingga 0,5cm dan kemudian
di masukan feed lagi. Kemudian di dapatkan hasil pecahan material yang
berdimensi 0,5 cm3 .
ao. BAB V
ap. KESIMPULAN
aq.
ar.

Dalam pratikum kali ini saya dapat menyimpulkan bahwa, dalam


pengelolahan bahan galian kita juga harus mengetahui bagaimana cara
menggunakan alat-alat dalam pengelohan, maka saya menyimpulkan :

as.
1. Jaw crusher dan double roller crusher merupakan alat penghancur untuk
mengubah ukuran batuan ataupun mineral.
2. Kita dapat mengetahui fungsi dari setiap bagian yang ada pada Jaw
crusher dan double roller crusher.
3. Kita dapat mengetahui ukuran batuan dari hasil kerja Jaw crusher dan
double roller crusher.
4. Kita dapat mengaplikasikan apa yang telah kita dapat dalam pratikum ke
dalam dunia kerja nanti.
at.
au.

av.
aw.
ax.
ay.
az.
ba.
bb.
bc.
bd.
be.
bf.
bg. DAFTAR PUSTAKA
bh.
bi.

bj. Ansyari Isya . 2014. Pengertian dan Cara Kerja Jaw Crusher
bk.

http://learnmine.blogspot.co.id/2014/11/pengertian-

dan-cara-kerja-jaw-crusher.html. Diakses pada tanggal 29


Februari 2016. (online)
bl.

bm.

Domas Cahyo Wijayanto. 2013. Roller Crusher


bn.

http://domas09.blogspot.co.id/2013/02/roll-crusher.html.

Diakses tanggal 29 Februari 2016. (online)


bo.
bp. Priyor, E.J, 1965., Mineral Processing., Elsevier, Amsterdam
bq.
br.
bs.
bt.
bu.
bv.

bw.
bx.
by.
bz.
ca.
cb.
cc.
cd.
ce.
cf.
cg.
ch.
ci.
cj.
ck.
cl.
cm.
cn.
co.
cp.
cq.
cr.

cs. LAMPIRAN
ct.
cu.
cv.
cw.
cx.
cy.
cz.
da.
db.
dc.
dd.
de.
df.
dg.
dh.
di.
dj.
dk.
dl.
dm.
dn.
do.

Mulut crusher

Hasil jaw crusher

dp.
dq.

dr.

Double roller crusher

Hasil double roller crusher