Anda di halaman 1dari 50

20092014

Rencana Strategis
Program Studi
Teknik Sipil
2009-2014

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Gedung Fakultas Teknik Unsyiah

T. +62 651 755 5444

Blok Teknik Sipil Lantai 1

F. +62 651 755 5444

Jl. Syaikh Abdur Rauf No. 7

E. jts.unsyiah@yahoo.co.id

Darussalam-Banda Aceh 23111

www.tekniksipilunsyiah.com

20092014

SAMBUTAN
Ketua Program Studi Teknik Sipil

Dalam rangka mewujudkan institusi pendidikan yang bermutu dan memiliki daya saing
tinggi Program Studi Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala telah berhasil merampungkan
penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2009-2014. Penyusunan dokumen tersebut telah
melalui proses yang panjang dengan menampung berbagai aspirasi dan kondisi internal
maupun eksternal selaras dengan tuntutan dan perkembangan mutakhir dalam bidang
ilmu Teknik Sipil. Renstra tersebut akan menjadi dokumen resmi sebagai acuan
pengembangan PSTS Universitas Syiah Kuala ke depan yang dituangkan dalam bentuk
"Buku Rencana Strategis 2009-2014 Program Studi Teknik Sipil Universitas Syiah
Kuala".
Renstra PSTS Unsyiah tahun 2009-2014 adalah merupakan road map pengembangan PSTS
Unsyiah dan sebagai acuan bagi pengembangan dan arah dari seluruh kegiatan sivitas
akademika. Dengan Renstra ini diharapkan Pimpinan Program Studi akan menentukan
langkah yang berupa kebijakan-kebijakan untuk mencapai tujuan sehingga semua kegiatan
yang ada di lingkungan PSTS Unsyiah akan lebih terarah. Dalam Renstra ini telah disajikan
visi, misi dan tujuan Program Studi dalam menghadapi tantangan masa depan sesuai
dengan tugas yang diemban sebagai lembaga pendidikan. Renstra ini disusun untuk jangka
waktu 5 tahunan, dalam pelaksanaannya akan dilengkapi dengan Rencana Operasional
(Renop) dan Rencana Tahunan (Rentah) yang kemudian di jabarkan lagi ke dalam dokumen
kerja Sistem Perencanaan Penyusunan Program dan Penganggaran (SP4). Program ini
dibahas dalam Rapat Kerja Program Studi, Fakultas, dan Universitas. Selain itu, butir-butir
strategi pengembangan yang merupakan bagian utama dari Renstra ini perlu dijabarkan
dalam panduan teknis dan dimasyarakatkan agar implementasinya secara operasional
dihayati dan didukung oleh sivitas akademika. Rencana ini bukanlah suatu yang tidak
dapat berubah, setiap dua tahun atau tahunan akan dikaji dan dievaluasi apakah rencana
tersebut masih relevan dengan situasi dan kondisi, jika dinamika kegiatan Program Studi
memang lajunya lebih cepat, maka Renstra ini akan diubah atau disesuaikan. Kunci
keberhasilan pelaksanaan Renstra ini pada hakekatnya ditentukan oleh empat faktor yaitu:
(a)
komitmen
dari
segenap
sivitas
akademika
untuk
melaksanakan
dan
mengimplementasikan dalam kegiatan nyata; (b) berkembangnya atmosfir akademik yang
kondusif; (c) kedisiplinan dari pelaksana, serta (d) berkembangnya budaya kualitas.
Terakhir, harapan kami semoga buku ini dijadikan sebagai panduan dan memberikan
manfaat yang besar bagi pengembangan PSTS Universitas Syiah Kuala, serta semakin
mampu melahirkan sumberdaya manusia yang kompetitif dalam persaingan global.

Darussalam, Desember 2008


Dr. Ir. Moch. Afifuddin, M.Eng.
NIP. 131 835 532

ii

KATA PENGANTAR
Tim Penyusun Renstra
20092014

Proses penyusunan Renstra 2009-2014 PSTS Unsyiah yang ada dihadapan pembaca ini
merupakan hasil kerjasama yang baik dari berbagai pihak yang dirumuskan oleh tim
penyusun. Tim telah bekerja secara maksimal dengan memanfaatkan berbagai sumber
informasi, referensi dan masukan dari berbagai pihak, sehingga terwujud sebagaimana
adanya. Dalam penyusunan dokumen ini melibatkan berbagai unsur dalam lingkungan
PSTS Unsyiah dan melalui berbagai proses, antara lain; penjaringan masukan dari para
pimpinan di Program Studi, hearing dengan Tim Perencanaan Program Studi, internalisasi
melalui workshop dan Rapat Kerja PSTS Unsyiah tahun 2008, dengan melibatkan staf
pengajar, staf administrasi dan juga tim asistensi. Tim penyusun telah bekerja sejak awal
Agustus tahun 2008 hingga rampung pada bulan Desember tahun 2008.
Ketua tim mengucapkan terimakasih kepada pimpinan fakultas yang telah memberikan
kepercayaan kepada tim untuk menyusun dokumen ini, serta juga kepada seluruh
anggota tim, dan narasumber lainnya yang telah bekerja secara maksimal sehingga
tersusun menjadi "Buku Renstra Program Studi Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala 20092014".
Dokumen ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan program aksi
pengembangan PS. Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala ke depan. Walaupun dalam
penyusunannya banyak kendala yang dihadapi, namun berkat kerjasama yang baik dari
seluruh anggota tim semua kendala tersebut dapat teratasi. Atas segala kekurangan
dalam penyusunan dokumen ini tim mengharapkan masukan untuk penyempurnaan.
Wassalam

Darussalam, Desember 2008


Ketua Tim Penyusun

iii

TIM PENYUSUN

2009Tim penyusun Renstra Program Studi Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala 2014
(2009-2014) menjalankan tugas, berdasarkan Keputusan Ketua Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Nomor: 133/H.11/1.31/3/DT/2008 Tanggal 11
Oktober 2008, dengan susunan keanggotaan sebagai berikut:

Penanggung Jawab
Dr. Ir. Moch. Afifuddin, M.Eng.
(Ketua Program Studi Teknik Sipil Unsyiah)

Nara Sumber
Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC.
Dr. Ir. Taufiq Saidi, M.Eng
Dr. Azmeri, ST., MT.

Tim Pelaksana Ketua


Amir Fauzi, ST., M.Sc.
Sekretaris
Nurisra, ST., MT.
Anggota
Devi Sundari, ST., MT.

iv

DAFTAR ISI
20092014
SAMBUTAN

ii

KATA PENGANTAR

iii

TIM PENYUSUN

iv

DAFTAR ISI

BAB 1
BAB 2

PENDAHULUAN
PROFIL PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
2.1

Latar Belakang.................................................................................................... 3

2.1.1 Visi PSTS Unsyiah


......4
2.1.2 Misi PSTS Unsyiah
......4
2.1.3 Tujuan PSTS Unsyiah
......4
2.1.4 Sasaran dan Strategi Pencapaian
......4
2.2 Analisis Kondisi Internal....................................................................................... 5
2.2.1 Evaluasi Kinerja dan Pengelolaan Program Studi .........................................
5
2.2.2 Evaluasi Kinerja Fakultas Berdasarkan Komponen RAISE
......6

2.2.3
2.2.4
2.2.5
2.2.6
2.2.7
2.2.8

Evaluasi
......7
Evaluasi
......9
Evaluasi
.....12
Evaluasi
.....14
Evaluasi
.....16
Evaluasi

Sistem Penjaminan Mutu


Sistem Informasi
Mahasiswa Baru
Lulusan
Staf Akademik
Kurikulum ............................................................................... .....

18

2.2.9

Proses Pembelajaran
.....19

2.2.10...................................................................................Pemb
iayaan, Sarana, dan Prasarana.......................................................................... .....
19

2.2.11...................................................................................Fasilit
as Ruang Kegiatan Akademik............................................................................ .....
21
2.3 Analisis Lingkungan Eksternal .......................................................................... 23
2.3.1 Lapangan Kerja Lulusan dan Globalisasi Ekonomi
.....24
2.3.2 Kondisi Sosio-Ekonomi Politik Provinsi Aceh .............................................. 24

2.3.3
2.3.4

2.4
BAB 3

Kebutuhan Teknologi dan Industri.............................................................. 25


Kerjasama PSTS Unsyiah dengan Industri dan Instansi Terkait.............. ....26
Analisis Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan, dan Peluang (SWOT)........................ 27

KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TEKNIK SIPIL

3.1

Rencana Strategis PSTS 2009 - 2014 ...................................................................

36

3.2

Strategi
Pencapaian....................................................................................................... .38

BAB 4 PENUTUP
KEPUSTAKAAN

BAB

20092014

PENDAHULUAN

Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan bangsa. Melalui
fungsi transformasi sumberdaya manusia, Iptek, dan sosial, perguruan tinggi menempati
posisi yang strategis dalam perubahan masyarakat. Bangsa Indonesia saat ini sedang
menghadapi tantangan besar dengan diberiakukakannya era perdagangan bebas dan era
globalisasi. Perkembangan masyarakat yang begitu pesat dalam berbagai aspek
kehidupan sebagai dampak dari kebutuhan hidup, pembangunan dan globalisasi
menuntut penyelesaian yang sistematik dan terus menerus dalam menjawab tantangan
kebutuhan jenis dan kualitas sumberdaya manusia. Dalam era globalisasi, pendidikan
tinggi akan mengalami kecenderungan perkembangan yang amat cepat dan dinamis
sebagai konsekuensi dinamika peluang dan tantangan yang harus dihadapi baik dalam
skala lokal, nasional, maupun internasional.

Oleh karena itu perguruan tinggi, termasuk Program Studi Teknik Sipil Universitas Syiah
Kuala (PSTS Unsyiah) harus mampu menjawab tantangan masa depan tersebut dengan
melaksanakan tugas, fungsi dan peran sebaik-baiknya. Agar upaya yang dilaksanakan
dalam kurun waktu sepuluh tahun mendatang sesuai dengan kondisi dan perkembangan
Program Studi secara akurat, maka perlu disusun rencana strategis dan rencana
operasional. Secara tradisional institusi pendidikan tinggi mengembangkan diri dengan
mekanisme perencanaan jangka panjang yang sering kali dinyatakan dalam bentuk
Master Plan (Rencana Induk Pengembangan). Namun dalam era globalisasi informasi dan
komunikasi yang berlangsung cepat ini didapatkan situasi yang menjurus pada perubahan
yang amat cepat dan seringkah tidak terduga dan terjadi dalam jangka pendek, maka
model perencanaan ini tidak lagi sesuai sehingga perlu dikembangkan model Strategic
Planning yang dipandang sebagai pendekatan yang lebih luwes dalam mengantisipasi
perubahan tersebut. Untuk mengelola pengembangan program studi dengan sebaikbaiknya dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan, laju perubahan cepat,
tuntutan masyarakat yang lebih maju, kehidupan yang sangat dipengaruhi oleh
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta globalisasi pada umumnya,
dirasakan perlunya perencanaan strategis.
Perencanaan strategis pada hakekatnya adalah suatu kerangka kerja yang berorientasi
pada penganggulangan isu, sehingga rencana kerja disusun berdasarkan isu pokok. Isu
tersebut dijabarkan dari kondisi internal dan eksternal. Kondisi internal mengindikasikan
adanya kemungkinan kekuatan dan kelemahan, sedangkan kondisi eksternal
mengindikasikan kemungkinan peluang dan tantangan yang akan dihadapi. Rencana
Strategis (Renstra) PSTS Unsyiah merupakan road map pengembangan PSTS Unsyiah
tahun 2009 - 2014 sebagai tahapan kegiatan dari sistem perencanaan yang akan
menghasilkan seperangkat kebijaksanaan dan rencana program berdasarkan hasil
evaluasi pelaksanaan dan kinerja yang telah dicapai. Renstra yang disusun merupakan
acuan untuk

1
implementasi pelaksanaan program secara terarah dan terukur sesuai dengan target
yang akan dicapai. Renstra merupakan alat dan strategi yang dipakai dalam mewujudkan
visi dan misi PSTS Unsyiah sesuai dengan target yang telah dicanangkan. Berdasarkan
Statuta Unsyiah tahun 2002, PSTS Unsyiah merupakan unsur pelaksana akademik
Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, yang tugas utamanya adalah menyelenggarakan
pendidikan dan pengajaran dan/atau profesional dalam kelompok keahlian Teknik Sipil
yang merupakan kesatuan rencana belajar yang diselenggarakan atas dasar suatu
kurikulum dengan tujuan agar mahasiswa dapat menguasai pengetahuan, keterampilan,
dan sikap yang sesuai dengan rumusan visi dan misi.
Menyikapi berbagai kebutuhan masyarakat, daya saing bangsa, dan krisis yang
mengemuka dewasa ini, maka kebijakan pendidikan nasional diarahkan untuk mendorong
upaya memobilisasi sumber dana yang tersedia secara efisien, yang dilakukan melalui
restrukturisasi kelembagaan, penajaman program, pemberdayaan SDM, serta
mempertinggi partisipasi aktif masyarakat. Selain itu, tuntutan dengan diberlakukannya
Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999
tentang Pemerintah Daerah dan Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Daerah akan membawa pengaruh terhadap kebijakan pembangunan pendidikan nasional.
Tuntutan sekaligus tantangan ini semakin terasa berat ketika dihadapkan pada kondisi
perubahan yang ada, baik dinamika lokal, nasional, regional maupun lingkungan global.
Dinamika tersebut meliputi; semakin meningkatnya jumlah penduduk yang tidak
diimbangi oleh penyediaan lapangan kerja yang mencukupi akan berdampak pada
bertambahnya angka pengangguran, tuntutan penyediaan SDM yang berkualitas, laju
inflasi yang tinggi, dan munculnya isu disintegrasi sosial, nasional dan ancaman-ancaman
keamanan.

Hal ini menyebabkan PSTS Unsyiah harus dapat menjawab tuntutan dan tantangan
tersebut. Tuntutan dan tantangan telah tertuang dalam Visi PSTS Unsyiah jangka panjang.
Visi tersebut diarahkan kepada penyelamatan dan pemberdayaan sumberdaya insani
sebagai sentral dalam pembangunan berkelanjutan. Maksud dari visi itu adalah agar
pelaksanaan pendidikan di PSTS Unsyiah diharapkan mampu mentransformasikan seluruh
potensi yang dimiliki guna mendukung pembangunan berkelanjutan dalam mencapai
kemakmuran yang merata di dalam masyarakat.
Pembangunan pendidikan PSTS Unsyiah di masa depan diarahkan untuk
mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Allah, berakhlak mulia, sehat jasmani dan mental, berilmu, memiliki
kompetensi dalam berbagai bidang kehidupan, terampil, kreatif, mandiri, estetis,
demoktratis, dan bertanggung jawab, serta memiliki wawasan kemasyarakatan dan
kebangsaan yang tinggi. Hal ini menyikapi pesan yang tertuang dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 61 Tahun 1999 tentang Perguruan Tinggi Negeri sebagai Badan
Hukum yang mengharuskan Universitas Syiah Kuala, khususnya PSTS Unsyiah segera
meningkatkan kinerjanya dari segi akademis, keahlian dan keterampilan teknis, sehingga
dapat memenuhi tuntutan kebutuhan masa depan dalam kaitannya dengan lingkungan
strategis yang terus berkembang dengan pesat. Di samping itu, keterbatasan sumber
dana yang dimiliki juga menjadi kendala dalam implementasi program di lapangan.
Berdasarkan kondisi itu, maka PSTS Unsyiah pada kurun waktu lima tahun mendatang
masih tetap memprioritaskan sumber daya manusia yang dilandasi pada tiga pilar
pendidikan nasional yang telah dituangkan dalam Rencana Strategis Universitas Syiah
Kuala meliputi:

(1)
(2)
(3)

Pemerataan dan Perluasan Akses Pendidikan,


Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing, dan
Penguatan Tata Kelola, Pencitraan Publik dan Akuntabilitas.

BAB

20092014

PROFIL
SIPIL

PROGRAM

STUDI

TEKNIK

2.1

LATAR BELAKANG
Program Studi Teknik Sipil (PSTS) Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)
merupakan program studi pertama yang ada pada Fakultas Teknik Unsyiah. Program studi
ini didirikan bersamaan dengan lahirnya Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala pada
tahun 1963, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu
Pengetahuan (PTIP) Nomor 103 tahun 1963 tanggal 1 September 1963. Sejak berdirinya
hingga saat ini Program Studi Teknik Sipil telah dipimpin oleh 12 orang ketua program
studi, dan semenjak saat itu telah menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa baik yang
berasal dari dalam maupun luar Aceh.
Alumni PSTS, saai ini telah tersebar dan bekerja di berbagai bidang pekerjaan baik di
Indonesia maupun di luar negeri. Secara umum, bidang pekerjaan utama yang diharapkan
untuk alumni PSTS Unsyiah adalah construction engineering and management, research
and development, dan consultancy service, terutama untuk pekerjaan-pekerjaan: struktur
dan material konstruksi, hidroteknik dan rekayasa lingkungan, geoteknik dan geologi,
transportasi dan jalan raya, manajemen dan rekeyasa konstruksi, serta geodesi dan GIS.
Selain ketiga kelompok pekerjaan di atas, banyak juga lulusan PSTS Unsyiah saat ini
bekerja mandiri atau pada pekerjaan yang kurang berkaitan dengan bidang ilmunya, yang
membutuhkan semangat kewirausahaan dan kemampuan manajemen yang baik.
Pada tahun 2004 PSTS Unsyiah telah mendapat akreditasi A berdasarkan Surat Keputusan
Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI No.
06368/Ak-VII-Sl-016/USN LDS/V/2004. Berbagai upaya pengembangan telah dilakukan,
baik yang sifatnya pengembangan institusi seperti mendapatkan dana hibah kompetisi
TPSDP (2003-2006), maupun dalam bentuk kerjasama dengan berbagai instansi/lembaga
tingkat lokal, nasional dan internasional. Saat ini, selain telah memiliki 7 unit
laboratorium, PSTS Unsyiah juga memiliki unit pengkajian untuk setiap kelompok
keahlian, laboratorium pemodelan komputasi, laboratorium pemodelan fisik hidraulik,
Communication Mediated Computer Center (CMCC), English Conversation Civil Corner
(ECCC), Bimbingan Konseling, Lembaga Pengembangan Teknik Sipil, serta ruang baca
(perpustakaan) Program Studi. Dalam menghadapi tantangan di bidang sains dan
teknologi, PSTS Unsyiah secara terus-menerus dan berkesinambungan merevitalisasi misi
dan visi-nya dan sesuai dengan tuntutan perubahan paradigma pendidikan tinggi.

3
2.1.1

Visi PSTS Unsyiah


Visi PSTS Unsyiah adalah menjadikan Program Studi Teknik Sipil Unsyiah sebagai pusat
pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang
terkemuka di Indonesia, serta dapat menghasilkan lulusan yang bertakwa dan
berkompetensi tinggi dalam bidang infrastruktur yang mampu bersaing dalam era
globalisasi pada tahun 2020. Rumusan visi ini diturunkan konsisten dengan visi Unsyiah.

2.1.2

Misi PSTS Unsyiah


Misi yang telah ditetapkan untuk mendukung visi PSTS Unsyiah adalah:

(1)

(1)
2.1.3

mempersiapkan lulusan yang menguasai keahlian profesional dan memiliki


kompetensi (knowledge, skill, attitude) di bidang Teknik Sipil.
(2)
memberikan pendidikan dan menyebarluaskan hasil penelitian untuk
meningkatkan kesejahteraan sosial yang mendukung ekploitasi sumber daya alam
berkelanjutan, dan
menghasilkan pakar-pakar di bidang Teknik Sipil.

Tujuan PSTS Unsyiah


Proses pendidikan di PSTS Unsyiah bertujuan untuk menghasilkan Sarjana Teknik Sipil
yang mampu mengembangkan diri menjadi insan yang berguna, responsif dan proaktif
dalam memberi pelayanan dan pengabdian kepada pemerintah, masyarakat, Industri,
serta mempunyai kemampuan ilmiah dan professional untuk mengembangkan
kemampuan di bidang ketekniksipilan.

2.1.4 Sasaran dan Strategi Pencapaian


Untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan PSTS, maka pimpinan dan seluruh staf harus
memiliki motivasi dan komitmen yang tinggi. Motivasi dan komitmen ini ditunjukkan dari
sasaran yang telah ditetapkan berikut ini:
(1) Memenuhi kebutuhan Sarjana Teknik Sipil pada berbagai lembaga penelitian,
industri, jasa konstruksi, jasa konsultasi, jasa perencanaan, instansi pemerintah dan
swasta, khususnya di Provinsi Aceh dan Indonesia pada umumnya.
(2) Melayani kebutuhan pelatihan dan penelitian dari berbagai instansi dan lembaga
penelitian. Terbentuknya peer-group penelitian untuk menghasilkan produk
penelitian yang dapat menunjang industri jasa konstruksi;
(3) Meningkatkan kemampuan staf dalam berbagai bidang ilmu teknik untuk
mengemban visi dan misi Fakultas Teknik Unsyiah.
Untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan di atas, Program Studi Teknik Sipil
Unsyiah memiliki strategi berupa:
(1) Meningkatkan iklim suasana akademik yang baik;
(2) Mengevaluasi dan meningkatkan kinerja staf pengajar;
(3) Mengevaluasi dan meningkatkan kinerja staf administrasi program studi;
(4) Mengembangkan sistem kerjasama yang erat baik secara internal maupun eksternal;
(5)
Mengembangkan kualitas sistem pengajaran, penelitian, dan pengabdian
kepada masyarakat; dan
(6) Mengedepankan transparansi dalam mengalokasi sistem pendanaan.

2.2
2.2.1

ANALISIS KONDISI INTERNAL


Evaluasi Kinerja dan Pengelolaan Program Studi
Berkat kerjasama dan dukungan yang kuat dari pihak fakultas dan universitas, PSTS pada
September 2004 telah mendapatkan akreditasi A sehingga peran manajemen yang
terbuka dan akuntabilitas menjadi semakin penting dalam usaha memuaskan semua
stakeholder (orang tua, mahasiswa, staf, fakultas, universitas dan masyarakat pemakai).
Selama ini PSTS telah berusaha menerapkan sistim manajemen terbuka dan akuntabel
dimana setiap staf akademik diberikan kesempatan untuk akses informasi yang berkaitan
dengan PSTS. PSTS telah menerbitkan buku Panduan Manajemen Program Studi yang
mengandung berbagai informasi penting tentang ketentuan-ketentuan kegiatan akademik

dan job description. Usaha mengkomunikasi informasi juga dilakukan dengan selalu
membuat minute meeting rapat bulanan Program Studi dan dibagikan kepada semua
dosen. Informasi-informasi lain dapat juga dilihat pada papan pengumuman khusus untuk
staf atau di ruang serbaguna staf. Penataan suasana terbuka juga dilakukan dengan
membuat ruang-ruang kerja pejabat Program Studi dapat dilihat dari luar.
Organisasi tata pamong di Unsyiah awalnya ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0200/O/1995 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Universitas Syiah Kuala dan Surat Keputusan Menteri
Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 201/O/2002 tentang Statua Universitas
Syiah Kuala. Seiring dengan berjalannya waktu, organisasi Universitas Syiah Kuala terus
mengalami pengembangan pada unit-unitnya. Struktur Universitas Syiah Kuala yang
telah dikembangkan, ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik
Indonesia Nomor 009/O/2003 tentang Struktur Organisasi Universitas Syiah Kuala, dan
selanjutnya struktur ini dijabarkan hingga ke Program Studi Teknik Sipil.
PSTS Unsyiah memiliki struktur organisasi berupa jabatan struktural yang dipimpin oleh
seorang Ketua Program Studi yang dibantu oleh seorang Sekretaris Program Studi. Dalam
menjalankan aktivitasnya ketua Program Studi dibantu oleh 7 orang ketua laboratorium
yaitu:
(1) Laboratorium Struktur dan Material
(2) Laboratorium Hidroteknik
(3) Laboratorium Geoteknik
(4) Laboratorium Transportasi
(5) Laboratorium Geodesi
(6) Laboratorium Manajemen Konstruksi
(7) Laboratorium Konservasi Air dan Tanah
Disamping itu, dalam menjalankan berbagai aktivitas akademik lainnya ketua Program
Studi dibantu oleh 5 orang ketua Bidang Keahlian yang ditunjuk dari staf pengajar yang
ditugaskan untuk menjalankan berbagai aktivitas dan pelayanan kepada mahasiswa
yaitu:
(1) Bidang Studi Struktur
(2) Bidang Studi Hidroteknik
(3) Bidang Studi Geoteknik
(4) Bidang Studi Transportasi
(5) Bidang Studi Manajemen Rekayasa Konstruksi
Dalam menjalin kerjasama dengan pihak luar dan alumni dalam rangka menunjang
pengembangan program studi dan meningkatkan kesejahteraan dosen dan karyawan,
telah pula dibentuk unit pengakajian di tingkat laboratorium, yaitu: Unit Pengkajian (UP)
Sumber Daya Air dan Lingkungan, UP. Tanah dan Rekayasa Pondasi, UP. Konstruksi dan
Bahan Bangunan, UP. Transportasi dan Jalan Raya, serta UP. Optimasi dan Rekayasa
Konstruksi. Unit ini bertugas untuk menjalin kerjasama dengan stake holder dalam
menangani dan

5
melaksanakan pekerjaan studi, penelitian, pengujian dan pengukuran lapangan. Aktivitas
kegiatan administrasi dan rumah tangga, ditangani oleh 4 orang staf di sekretariat.
Sistem Perkuliahan, sarana perkuliahan dan kebersihan lingkungan ditangani bersama
oleh petugas yang ditunjuk oleh Fakultas Teknik. Pengelolaan keuangan Program Studi
ditangani oleh salah seorang staf akademik yang diberi tugas tambahan sebagai
bendahara Program Studi. Untuk melaksanakan berbagai aktivitas di laboratorium,
ditugaskan sebanyak 3 orang teknisi dan laboran yang dibantu oleh asisten dari kalangan
mahasiswa. Struktur organisasi Program Studi Teknik Sipil diperlihatkan pada Gambar 1.

2.2.2

Evaluasi Kinerja Fakultas Berdasarkan Komponen RAISE


Tim Monev Universitas Syiah Kuala pada tahun 2007 telah melakukan evaluasi kinerja
untuk masing-masing fakultas, dimana evaluasi kinerja ini didasarkan atas komponenkomponen RAISE (Relevansi, Akademik Atmosfir, Internal Manajemen, Sustainability,
Effeciency dan Equity). Tabel 1 memperlihatkan bahwa kinerja RAISE beberapa program
studi di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Hasil tersebut menunjukkan
bahwa Fakultas Teknik secara umum berpredikat Baik (B), sementara itu kondisi PSTS di
antara Program Studi lainnya di Fakultas Teknik termasuk peringkat yang terbaik dengan
Perolehan predikat Baik (SB). Dari nilai yang diperoleh untuk setiap komponen, terlihat
bahwa beberapa PSTS membutuhkan perbaikan kinerja untuk komponen internal
manajemen (I) dan akademik atmosfir (A).
Mekanisme monitoring dan evaluasi kinerja diawali dengan melakukan desk evaluation
terhadap Instrumen Evaluasi Kinerja Program Studi yang diisi oleh semua program studi.
Instrumen evaluasi terdiri pertanyaan-pertanyaan untuk komponen-komponen Relevansi,
Atmosfir Akademik, Manajemen Internal, Keberlanjutan, Efisiensi dan Produktivitas
(Evaluasi

6
Monev 2007). Dari laporan hasil evaluasi, Tim Monev selanjutnya melakukan site visit
Hasil temuan selama site visit di lapangan dievaluasi. Hasil evaluasi dituangkan dalam
dokumen Laporan Monitoring dan Evaluasi.

Tabel 1

Sebaran nilai RAISE pada Program Studi di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala
(sumber: Monev Unsyiah, 2007)

Instrumensi evaluasi yang berupa isian kuesioner dikuantifikasi dengan memberikan nilai
pada masing-masing pertanyaan pada form kuesioner (nilai 1-100). Nilai-nilai pertanyaan
dirata-rata untuk memberikan untuk komponen tersebut. Nilai untuk masing-masing
komponen selanjutnya dirata-rata. Perolehan nilai total komponen kemudian dibagi lagi
atas 4 (empat) kelompok nilai sebagai berikut: SB (sangat baik) untuk range nilai >80, B
(baik) untuk range nilai 65 - 80, C (cukup) untuk range nilai 55 - 65 dan K (kurang) untuk
range nilai <55. Hal positif yang dilakukan oleh Tim Monev setelah monitoring dan
evaluasi adalah pengiriman lembaran Permintaan Tindakan Koreksi (PTK) kepada unit
kerja yang dinilai kinerjanya harus segera diperbaiki dengan tembusan kepada Rektor
Universitas Syiah Kuala.

2.2.3

Evaluasi Sistem Penjaminan Mutu


Penjaminan Mutu dilaksanakan oleh Badan Penjaminan Mutu Universitas Syiah Kuala
dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terencana serta berkesinambungan guna
memenuhi mutu kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan
{stakeholders) dan perkembangan IPTEK. Pengelolaan mutu dilakukan secara internal
pada tingkat PS dengan butir-butir mutu antara lain: Kebijakan umum; Kurikulum, proses
pembelajaran dan evaluasi hasil studi; Pengembangan Staf Akademik; Mahasiswa;
Keamanan dan Kesehatan/Kebersihan Lingkungan; Sarana, Prasarana dan Fasilitas Belajar
Mengajar; Penelitian dan pengabdian pada masyarakat; Etika; Organisasi, Manajemen dan
Layanan Administrasi; Kegiatan ekstrakurikuler; dan Peningkatan Mutu Berkelanjutan.
Dalam rangka pengembangan dan implementasi penjaminan mutu akademik, PSTS
Unsyiah memulai program pengembangan jaminan mutu pada suatu bidang yang paling

7
utama, yaitu pendidikan. Alasannya adalah karena mutu terutama ditentukan oleh apa
yang terjadi di Program Studi, yaitu situasi pembelajaran dan pengajaran. Siklus proses
penjaminan mutu di tingkat internal PS diilustrasikan pada Gambar 2.

STANDAR MUTU
(September)

PENINGKATAN MUTU
(September)

PELAKSANAAN
(September-Okt)

AUDIT INTERNAL dan


RUMUSAN KOREKSI
(Agustus)

MONITORING
(Oktober)

EVALUASI DIRI
(Juli-Agustus)

Pada tingkat universitas terdapat Badan Penjaminan Mutu (BJM). BJM bertanggung jawab
kepada Rektor dan dalam pelaksanaan kegiatannya berkoordinasi dengan Pembantu
Rektor Bidang Akademik. Pada tingkat fakultas terdapat Satuan Penjaminan Mutu Fakultas
(SJMF) yang bertanggung jawab kepada Dekan. Di tingkat Program Studi terdapat Tim
Pengendalian Mutu Akademik (TPMA) dan pada kelompok dosen terdapat Gugus Kendali
Mutu (GKM). Hubungan tata kerja antara BJM, SJMF, TPMA dan G KM bersifat koordinatif,
konsultatif, dan fasilitatif. Fungsi setiap tingkat organisasi mutu adalah berbeda, yaitu:

(1) Tingkat
(2)
(3)

Universitas: Fungsi manajemen mutu terpadu dan penjaminan mutu


(MMT/TQM/QA),
Tingkat Fakultas:
Fungsi
manajemen mutu terpadu dan
penjaminan mutu
(MMT/TQM/QA), dan
Tingkat Program Studi: Fungsi pengendalian mutu total (Total Quality Control, TQC).
Tingkat Program Studi: Fungsi pengendalian mutu (QC).

Proses penjaminan mutu memberikan dampak positif terhadap mutu pendidikan, antara
lain dapat meningkatkan produktivitas dan hasil belajar mahasiswa, demikian juga lulusan
yang dihasilkan akan dapat memperoleh pekerjaan yang relatif cepat. Penjaminan mutu
akademik internal di tingkat universitas, fakultas, Program Studi dilakukan untuk
menjamin:
(1) Kepatuhan terhadap kebijakan akademik, standar akademik, peraturan akademik,
serta manual mutu akademik,
(2) Kepastian bahwa lulusan mempunyai kompetensi sesuai dengan kebutuhan
stakeholders,
(3) Kepastian bahwa setiap mahasiswa dalam proses pembelajarannya memiliki
pengalaman sesuai dengan spesifikasi PS,
(4) Relevansi program pendidikan, penelitian dan P3M dengan tuntutan masyarakat dan
pemangku kepentingan lainnya.
PSTS Unsyiah memandang metodologi baku mutu {benchmarking) sebagai bagian dari
Penjaminan Mutu (Quality Assurance) untuk mengukur kualitas terutama dalam hal
kurikulum yaitu dengan cara membandingkannya dengan standar/baku yang lain atau
yang sudah ada. Acuan yang digunakan oleh PSTS Unsyiah mengacu kepada sasaran mutu
Unsyiah secara umum seperti tertuang dalam Standar Mutu Unsyiah. Salah satu aspek

8
adalah pada standar kurikulum dari berbagai universitas baik di dalam maupun di luar
negeri yang memiliki bidang studi yang sama dengan Program Studi. PSTS Unsyiah
menyadari bahwa saat ini proses baku mutu (benchmarking) perlu sering dilakukan
mengingat perkembangan bidang studi Program Studi yang sangat pesat. Kurikulum yang
ada sekarang, disamping diisi dengan kurikulum yang berlaku secara nasional. Kurikulum
yang mengacu pada universitas dalam dan negeri yang sudah lebih berpengalaman dan
mapan dalam penyelenggaraan program studi yang sama. Pemilihan acuan ini
merupakan hasil keputusan bersama dalam rapat evaluasi kurikulum setelah
mengevaluasi semua data dan masukan dari berbagai pihak khususnya dari dosen-dosen
yang pernah melakukan studi lanjut di universitas bersangkutan. Evaluasi dilanjutkan
melalui peninjauan terhadap kurikulum universitas-universitas tersebut.
Untuk menghasilkan kinerja yang baik dalam kerangka Penjaminan Mutu di PSTS, maka
semua kegiatan dan proses harus mengacu pada SOP yang didukung dengan job
description yang jelas. PSTS Unsyiah mempunyai SOP untuk setiap kegiatan yang rutin
dilakukan seperti Penulisan Tugas Akhir, Kerja Praktek, Praktikum, dan lainnya. Setiap SOP
yang telah dibuat akan terus dievaluasi kinerjanya sesuai dengan teknis pelaksanaannya.
Permasalahan yang timbul pada prosedurnya, akan dibahas bersama jalan keluarnya
dalam rapat rutin PSTS Unsyiah dan akan diterapkan untuk semester-semester
berikutnya. Sebagai pembanding, PSTS Unsyiah akan melihat SOP dari Program Studi
yang lainnya yang mempunyai kemiripan program. Secara periodik Universitas akan
membahas perkembangan SOP dari PS untuk dievaluasi pelaksanaannya dan evaluasi ini
dilakukan oleh BJM Unsyiah.
Implementasi program penjaminan mutu pada PSTS Unsyiah dilakukan secara periodik
dan berkelanjutan. Dimulai dengan audit mutu terhadap kinerja dan proses pembelajaran.
Hasil audit mutu kemudian dibahas pada Rapat Kerja Fakultas dan terakhir dibahas pada
Rapat Kerja Universitas.

2.2.4

Evaluasi Sistem Informasi


Sistem informasi yang saat ini telah ada di Unsyiah telah dimanfaatkan untuk berbagai
keperluan. Universitas Syiah Kuala telah merancang pengembangan sistim informasi
institusi. Pengembangan ini diawali dengan perubahan stuktur organisasi dari UPT di
bawah Pembantu Rektor I menjadi PUSTIKOM yang mandiri di bawah Rektor dan
bertanggungjawab untuk membangun dan mengimplementasikan sistem ICT, yang
meliputi database akademik, keuangan, aset dan fasilitas, sumber daya manusia, usaha
penunjang (generating revenue), dan e-library. Pada saat ini, dengan dukungan Nuffic
Belanda, PHK K2 2008, dan PHK Institusi 2008, universitas telah berhasil menyusun
master plan ICT/MIS, action plan 2008 - 2010, benchmarking ke IPB, USM Malaysia, dan
Twente University di Enchede, Belanda. Beberapa infrastruktur dasar telah mulai
diadakan untuk menjamin perluasan dan penguatan akses ICT/MIS. Pengembangan
sistem infromasi ini juga dilakukan di PSTS. Program ini difokuskan pada pengembangan
konten berbasis web multiuser yang diharapkan dapat diaplikasikan pada jaringan
INHERENT. Program pengembangan yang dilakukan adalah: (i) Pengembangan Sistem
Aplikasi Laboratorium Virtual (V-Lab) yang dilengkapi dengan video on demand, (ii)
Pengembangan Konten Mata Kuliah (KMK) dan (iii) Pengembangan Sistem Pembelajaran
Elelctronik dan Jarak Jauh.
Salah satu upaya untuk peningkatan sistem informasi di PSTS Unsyiah adalah melalui
pengembangan cyber campus yang merupakan salah satu media utama dalam pencarian
informasi yang sangat digemari oleh seluruh warga PSTS Unsyiah karena sangat efisien
dalam mencapai sasaran untuk berinteraksi antara penyaji dan pihak yang membutuhkan
informasi tersebut. Bersamaan dengan dibangunnya cyber campus Unsyiah ini telah
mendorong peningkatan pengembangan digital library atau penelusuran literatur di
perpustakaan pusat melalui jaringan komputer. Usaha pemanfaatan teknologi informasi

ini

9
telah memberikan keleluasaan dan kemudahan bagi mahasiswa dan dosen maupun staf
administrasi untuk memanfaatkan cyber campus ini untuk mendapatkan berbagai
informasi. Upaya-upaya perbaikan sarana dan prasarana cyber campus secara terus
menerus disempurnakan terutama dari sisi kapasitas dan jumlah jaringan komputer yang
dapat diakses. Pada PSTS Unsyiah sistem LAN untuk kegiatan akademik telah mulai
berjalan, namun masih perlu disempurnakan dan ditingkatkan. Untuk meningkatkan
ketersediaan informasi dalam rangka meningkatkan pelayanan administrasi dan
akademik, pimpinan perguruan tinggi telah menyediakan terminal jaringan komputer.
Universitas Syiah Kuala saat ini telah memiliki 13 sistem informasi/database (Tabel 2),
yang mana 69.2% diperoleh dari program pengembangan mandiri (In-housed
development) sedangkan sisanya berasal dari program Dikti. Sistem informasi tersebut
dipakai untuk melayani sistem tatakelola di Universitas Syiah Kuala. Dari 13 sistem
informasi yang ada, 30% digunakan untuk administrasi keuangan, 23% untuk
administrasi pelayanan akademik, 15% untuk pelayanan perpustakaan dan 30% untuk
berbagai administrasi dan pelayanan yang lain. Pelayanan ini juga termasuk untuk sistem
informasi PSTS Unsyiah. Dari data yang dipaparkan, terlihat sistem informasi yang
dimiliki Universitas Syiah Kuala telah cukup baik dari segi jumlah dan cakupan ruang
lingkup layanan yang dapat diberikan. Namun data pada Tabel 2 juga memperlihatkan
bagaimana daya-guna atau pemanfatan informasi dari database tersebut diatas kepada
stakeholder internal dan external. Dari 13 sistem informasi dan database yang adai,
84,61% masih dalam isolated database platform sehingga masih menjadi pembatas bagi
internal dan external stakeholder memanfaatkan informasi yang tersedia sesuai dengan
wewenangnya.

Untuk mendukung layanan informasi data, Universitas Syiah Kuala telah didukung oleh 4
server, 50% berkualitas baik dan dari series terkini. Namun server tersebut berasal dari

10
Proyek INHERENT yang dipergunakan untuk aplikasi INHERENT bukan untuk database
Internal universitas. Kebutuhan yang mendesak adalah peningkatan jumlah dan
kemampuan server database dalam rangka rencana pengintegrasian semua database
dalam Tabel 2 ke dalam satu database institusi. Universitas Syiah Kuala telah meningkatkan
kualitas jaringan komputer kampus melalui PHK TIK K2 2006. Router Cisco dari program
tersebut telah terpasang dan berfungsi baik mendukung layanan koneksi Internet melalui
ISP ASTTNET (PT. Telkom) dengan kapasitas bandwidth 4 Mbps. Saat ini juga jaringan
kampus telah terintegrasi dengan Jaringan Inherent Dikti dengan kapasitas bandwidth 8
Mbps.
Saat ini sistem informasi yang dapat diakses oleh mahasiswa, alumni, dosen , dan staf
melalui home unsyiah (www.unsyiah.ac.id^ meliputi informasi dan data base yang
ditabulasikan pada Tabel 2. Sarana email juga diberikan kepada semua sivitas akademika,
walaupun tidak banyak dari dosen yang menggunakannya. Mahasiswa, dosen, staf, dan
alumni sering mengakses sistem informasi yang ada dan sistem informasi yang ada sangat
membantu dalam proses administrasi sehingga menjadi lebih ringan dan mudah.
Pengintegrasian seluruh sistem masih perlu dilakukan agar lebih efektif dan efisien. Selain
itu juga perlu internalisasi tata nilai bagi seluruh pengguna dalam pemanfaatan fasilitas
sistem informasi yang ada.
Perluasan cakupan akses menjadi salah satu hal yang akan meningkatkan pemanfaatan
sistem informasi. Karenanya, PSTS pada tahun 2008 telah membangun 4 titik hotspot di
lingkungan PSTS untuk mendukung hal ini.
Seluruh komputer di bagian administrasi dan laboratorium di PSTS sudah terkoneksi
dengan jaringan internet selama 24 jam melalalu LAN maupun hotspot. PSTS sendiri juga
telah memiliki website yang dapat dimanfaatkan untuk jalur komunikasi satu arah kepada
khalayak ramai, alumni, mahasiswa, maupun dosen dari semua tempat. Selain itu, di
tingkat fakultas dan universitas juga memiliki website. Semua website tersebut telah
terintegrasi dalam website Unsyiah. Dengan tersedianya hotspot di kampus mahasiswa
dapat mengakses internet di dalam kampus melalui komputer pribadi, terminal-terminal
komputer yang disediakan di PSTS, perpustakaan, dan laboratorium. Para calon mahasiswa
yang ingin mendapatkan informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru dapat
mengaksesnya secara online melalui website. Lulusan dibantu untuk mencari lapangan
pekerjaan dan pengembangan kepribadian dan kariernya melalui PJK (Pusat Jasa
Ketenagakerjaan) Unsyiah.
Sejak dibangunnya sistem LAN (Local Area Network) yang mengintegrasikan seluruh
perangkat komputer di PSTS dengan menggunakan dana TPSDP, pengalaman PSTS
dibidang TIK telah lebih maju selangkah dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya.
Komunikasi yang berbasis intranet dan internet sudah jauh lebih baik. Banyak pekerjaan
menjadi lebih mudah dan efisien. Ketersediaan Website PSTS dan Database Server telah
memungkinkan mahasiswa dan dosen mengakses berbagai data dan informasi yang
diperlukan. PSTS memiliki 3 ruang belajar yang sudah terhubung ke jaringan internet.
CMCC sendiri memiliki 28 unit komputer yang digunakan untuk perkuliahan dan 8 unit
komputer yang digunakan untuk kegiatan desain kreatif dan simulasi. Selain itu juga
terdapat 5 unit komputer bidang administrasi. Keberadaan jaringan internet di kampus

membuat akademik atmosfir di PSTS lebih baik. Mahasiswa dan dosen dapat
memanfaatkannya untuk kebutuhan akademik baik dari segi manajemen maupun proses
pembelajaran. Dukungan pada proses pembelajaran berupa mudahnya mengakses
literatur, journal, dan pelaksanaan e-learning yang dilakukan oleh sebagian dosen.
Mahasiswa dan dosen juga dapat mengakses buku texbook melalui jaringan internet yang
terpasang.

2.2.5

Evaluasi Mahasiswa Baru

11
Penerimaan mahasiswa baru PSTS dilakukan melalui tiga jalur yaitu Seleksi Penerimaan
Mahasiswa Baru (SPMB), Undangan Seleksi Mahasiswa Baru (USMU), dan jalur mandiri.
Pada jalur SPMB, seleksi dilaksanakan secara ujian nasional bersama-sama dengan
Perguruan Tinggi lainnya di Indonesia. Sedangkan melalui Jalur USMU, seleksi dilaksanakan
secara mandiri oleh Unsyiah. Sementara itu, untuk jalur mandiri dilakukan ujian tulis dan
wawancara yang dikoordinir oleh Fakultas masing-masing. Penerimaan mahasiswa baru
Universitas Syiah Kuala dibedakan atas jenjang pendidikan. Penerimaan mahasiswa melalui
ujian tulis dan dilakukan hanya satu kali dalam 1 tahun. Untuk tahun 2009 mendatang,
Sistem penerimaan mahasiswa baru dilakukan melalui beberapa jalur penerimaan yang
terdiri dari:

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

Program USMU (Undangan Seleksi Masuk Universitas),


UMB (Ujian Masuk Bersama) 7 Universitas Negeri,
SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri),
Kerjasama dengan Pemerintah Aceh, dan
Jalur Mandiri (JM).

Dengan cara ini, diharapkan siswa-siswa yang memiliki potensi akademis yang baik
khususnya di Nanggroe Aceh Darussalam dapat terjaring. Komposisi mahasiswa yang
berasal dari SPMB dengan USMU adalah 3:1, atau 75% berasal dari jalur SPMB dan JM dan
25% dari USMU.
Sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 3, data empat tahun terakhir menunjukkan
bahwa peminat PSTS dari jalur SPMB menunjukkan kecenderungan yang meningkat secara
signifikan. Pada tahun 2005 jumlah peminat PSTS adalah sebesar 1.067 calon mahasiswa,
dan pada tahun 2008 meningkat tajam menjadi 2.603 calon mahasiswa, atau meningkat
sekitar 150%. Rasio antara daya tampung dengan dengan jumlah pelamar dalam empat
tahun terakhir (2005-2008) menunjukkan angka rata-rata 13,60 yang berarti PSTS Unsyiah
memiliki klasifikasi tingkat persaingan sangat tinggi. Rasio antara jumlah peminat dengan
daya tampung selengkapnya diperlihatkan pada Gambar 3.

Meskipun jumlah mahasiswa PSTS yang diterima sesuai dengan kapasitas daya tampung,
namun setiap tahunnya tidak semua calon mahasiswa melakukan proses registrasi ulang
(mendaftar ulang). Hal ini menyebabkan jumlah mahasiswa baru reguler PSTS Unsyiah
hampir setiap tahunnya berada dibawah kapasitas daya tampung. Secara rata-rata,
dalam empat tahun terakhir diperoleh nilai rasio 92.7%. Bila angka ini dibandingkan
dengan standar nasional, maka PSTS Unsyiah memiliki efektivitas implementasi sistem
rekrutmen

12
calon mahasiswa baru dengan kategori sangat baik (>85%). Gambar 4 memperlihatkan
rasio mahasiswa baru yang melakukan registrasi ulang dengan mahasiswa yang
dinyatakan lulus SPMB.

Daerah asal mahasiswa baru juga salah satu indikator untuk mengukur public image
terhadap PSTS Unsyiah. Banyaknya mahasiswa luar Aceh yang menjadi mahasiswa PSTS
akan menjadi salah satu ukuran menarik tidaknya PSTS Unsyiah secara nasional. Dari
data yang ada selama lima tahun terakhir terlihat bahwa peminat mahasiswa luar Aceh
terhadap PSTS Unsyiah masih sangat terbatas. Mahasiswa asal Aceh masih mendominasi
komposisi mahasiwa PSTS (>90%). Namun demikian, secara umum jumlah mahasiswa
asal luar Aceh menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun. Rendahnya jumlah mahasiswa
luar Aceh di PSTS Unsyiah menjadi masalah tersendiri yang harus dicarikan jalan
keluarnya. Sebab, selain hal ini menunjukkan tingkat kefavoritan siswa secara nasional
terhadap PSTS Unsyiah, kehadiran mahasiswa luar daerah merupakan salah satu faktor
penting dalam mendorong semangat belajar yang kompetitif di kalangan mahasiswa.
Selain itu, pengembangan wawasan mahasiswa khususnya tentang relasi antar budaya

daerah yang cukup beragam akan menemukan sinergi positif bila interaksi keberagaman
mahasiswa tersebut dapat terjalin.
Salah satu faktor yang diduga menyebabkan rendahnya daya tarik PSTS Unsyiah bagi
calon mahasiswa luar NAD adalah konflik berkepanjangan yang menyebabkan daerah
Aceh tidak kondusif, sehingga pelamar dari luar Aceh tidak berani memilih untuk kuliah di
PSTS Unsyiah. Namun, saat ini dengan telah adanya kesepakatan damai, diharapkan
peminat PSTS dari luar Aceh akan semakin meningkat. Selain faktor damai-konflik, upaya
perbaikan dapat ditempuh dengan melakukan promosi PSTS Unsyiah ke luar Aceh. Upaya
ini dapat dilaksanakan melalui kerja sama promosi dengan SMU-SMU di luar NAD, dengan
alumni yang telah tersebar di seluruh Indonesia dan dengan melibatkan Himpunan
Mahasiswa Teknik Sipil (HMS) Unsyiah.
Satu hal yang cukup membantu mahasiswa dari sudut finansial adalah jumlah mahasiswa
penerima bantuan biaya kuliah (beasiswa) yang cukup baik. Salah satu faktor banyaknya
sumber beasiswa diperkirakan karena berbagai perhatian institusi luar atas kejadian
tsunami di Aceh. Terlihat bahwa pasca bencana stunami (2005), ada 20 institusi yang
memberikan beasiswa bagi mahasiswa PSTS.

2.2.6

Evaluasi Lulusan

13
Selama empat tahun terakhir Program Studi Teknik Sipil telah menerima 532 mahasiswa
baru (rata-rata 133 orang) dengan output sebesar 404 orang (rata-rata 101 mahasiswa
per tahun) dengan IPK yang relatif meningkat dari tahun ke tahun. Bila indikator
produktivitas (jumlah lulusan/jumlah mahasiswa baru) dipergunakan, maka dalam empat
tahun PSTS memiliki produktivitas rata-rata mencapai 75% atau jumlah rata-rata setiap
empat mahasiswa baru yang masuk, terdapat tiga lulusan pada tahun yang sama.
Dengan demikian, selama empat tahun terakhir belum tercapai keseimbangan input dan
output. Rincian perbandingan jumlah mahasiswa baru dengan jumlah lulusan dapat dilihat
pada Gambar 5.

IPK rata-rata lulusan PSTS mencapai 3,12 yang berarti memiliki klasifikasi lulusan sangat
baik. Namun demikian, meskipun nilai ini memenuhi IPK yang disyaratkan oleh pasar
kerja dewasa ini (minimal 3,0), beberapa perusahaan dan industri telah mensyaratkan IPK
lulusan minimal 3,2 yang berarti menjadi suatu tantangan tersendiri bagi PSTS untuk

mengupayakan IPK lulusan yang lebih baik lagi. Tabel 4 memperlihatkan jumlah lulusan
PSTS dalam lima tahun terakhir.

Tabel 3
IPK lulusan PSTS Unsyiah 2005-2008
Tahun
Akademik
2005
2006
2007
2008

Jumlah Total
Mahasiswa
Reguler
Transfer
1229
0
1204
0
1195
0
1084
0
Rata-rata

Jumlah Lulusan
Reguler
52
158
75
118

Transfer
0
0
0
0

IPK Lulusan Reguler

Persentase Lulusan Reguler

Min
2,41
2,21
2,52
2,52
2.42

denganIPK:
<2,75
2,75-3,50
13,04
80,44
4,40
89,01
7,81
89,06
11,94
86,57
9.30
86.27

Rat
3,08
3,14
3,08
3,35
3.16

Mak
3,56
3,57
3,59
3,59
3.58

3,50
6,52
6,59
3,13
1,49
4.43

Lamanya masa studi juga merupakan salah satu standar kemampuan lulusan yang
berpengaruh pada kesempatan lulusan dalam mendapatkan pekerjaan. Menurut data
tahun 2004, rata-rata lulusan (1999-2003) dengan masa studi antara 4-4,5 tahun adalah
5,95%, masa studi antara 4,5-5 tahun adalah 13,67%, serta lulusan dengan masa studi
lebih dari 5 tahun adalah sebesar 79,86%. Sedangkan untuk tahun 2008, mahasiswa
dengan masa

14
studi 4-4,5 tahun adalah 3%, masa studi antara 4,5-5 tahun adalah 12%, serta lulusan
dengan masa studi lebih dari 5 tahun adalah sebesar 85%. Ada kecenderungan,
mahasiswa sit-in lebih lama dalam usaha memperbaiki nilai mata kuliah. Dengan
demikian, terlihat bahwa jumlah lulusan yang menyelesaikan studi tepat waktu masih
termasuk kategori kurang (1% < K, < 10%). Sedangkan penyelesaian skripsi
(penelitian) mahasiswa rata-rata sudah dapat dilakukan dalam 8.7 bulan.
Dalam usaha memperpendek masa studi, PSTS akan terus berusaha memperbaiki kualitas
proses belajar mengajar, sistim bimbingan dan konseling, penyediaan sarana pendukung
pembelajaran dan memperbaiki sistim pelaksanaan tugas akhir, khususnya pelaksanaan
tugas prarancangan pabrik. Modul-modul pembelajaran dibuat secara lebih kreatif dan
interaktif. Preliminary study, diskusi dan penugasan dengan menggunakan produk ini
akan diwajibkan bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah yang berkaitan, sehingga
mendorong mahasiswa untuk menggunakan modul-modul pembelajaran elektronik ini
secara lebih optimal. Penggunaan modul elektronik yang sangat deskriptif ini diharapkan
akan meningkatkan daya serap mahasiswa terhadap berbagai materi kuliah yang pada
gilirannya akan meningkatkan prestasi akademik mahasiswa. Efek lain yang juga
diperoleh adalah akan terjadinya efisiensi di berbagai bidang seperti waktu, tenaga,
material praktikum, alat bantu fisik perkuliahan, dan lain-lain dalam proses belajar
mengajar.
Usaha perbaikan yang sedang ditempuh PSTS untuk meningkatkan kualitas lulusan dan
kesempatan bekerja antara lain dengan meningkatkan relevansi yang mencakup
pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan kualitas dan kompetensi
dosen dan asisten melalui pendidikan lanjut dan pelatihan singkat, meningkatkan
kemampuan bahasa Inggris lulusan, memberikan penguasaan teknologi informasi dan
pengembangan wawasan kewirausahaan. Usaha lain adalah dengan meningkatkan
komunikasi dengan alumni dan dunia kerja dengan memanfaatkan organisasi alumni

untuk mendapatkan informasi bursa kerja. Untuk memperkuat aktivitas ini, PSTS akan
membentuk Alumni Career Centre.
Kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa Program Studi Teknik Sipil baru dievaluasi
dalam 3 tahun terakhir. Secara umum lulusan Teknik Sipil yang memiliki nilai TOEFL lebih
450 mencapai 100%, akan tetapi secara rata-rata hanya 3,2 % yang memiliki skor lebih
460. Universitas Syiah Kuala menetapkan nilai TOEFL minimum bagi lulusan minimal 450.
Program Studi Teknik Sipil telah berupaya dalam peningkatan kemampuan bahasa Inggris
mahasiswa. Aktivitas program ini yang sudah berjalan adalah diskusi topik khusus dalam
bahasa Inggris, TOEFL class dan English Conversation Civil Corner (ECCC). Selain itu bagi
beberapa mahasiswa yang menulis skripsi disarankan untuk menulis dalam bahasa
Inggris dan mempresentasikan juga dalam bahasa Inggris. Presentasi dalam bahasa
Inggris sudah dilakukan oleh beberapa mahasiswa untuk presentasi Laporan Kerja Praktek
dan Penelitian. Untuk mendukung kegiatan ini, PSTS telah menyediakan tempat yang
disebut English Corner yang akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang pembelajaran
bahasa Inggris.
Pembekalan teknologi informasi bagi lulusan PSTS sudah mulai dijalankan lebih intensif
seiring dengan tersedianya fasilitas komputer yang lebih memadai di Communicab'on
Mediated Computer Center (CMCC). Intensitas penggunaannya cukup tinggi terutama
untuk word processing, data processing, praktikum dan pelatihan (paket MS-Offlce,
Matlab, AutoCAD, bahasa program Fortran, ArchiCAD, SOBEK, HEC-RAS, SAP, Delft3D,
EPANET). Saat ini CMCC telah tersambung pada backbone Cybercampus sehingga
tersedia juga akses Intranet dan internet. Dengan demikian diharapkan lulusan PSTS
akan lebih familiar dengan teknologi informasi.

2.2.7

Evaluasi Staf Akademik

15
Proses rekruitmen tenaga pengajar dilakukan oleh pihak Biro Rektor Unsyiah sesuai
dengan prosedur rekruitmen untuk staf akademik perguruan tinggi dengan
mempertimbangkan usulan dari PSTS tentang jumlah tenaga penaga pengajar dan latar
belakang bidang ilmu yang dibutuhkan. Ditinjau dari staf pengajar yang diterima di PSTS
dalam lima tahun terakhir, maka sistem rekruitmen dianggap cukup baik. Hal ini dapat
dilihat dari potensi staf pengajar yang memiliki kompetensi keilmuan Teknik Sipil yang
cukup baik. Selanjutnya kompetensi staf pengajar senantiasa ditingkatkan melalui
berbagai trainlng, workshop dan studi formal ke jenjang yang lebih tinggi (S2, S3, Postdoctoral). Pimpinan Program Studi mewajibkan bagi setiap dosen untuk mengikuti
berbagai training dan workshop yang dilaksanakan di PSTS. Staf pengajar juga didukung
untuk mengembangkan keterampilan sebagai peneliti. Mekanisme yang selama ini telah
dilakukan adalah dilibatkannya dosen-dosen muda dalam research project yang dilakukan
oleh dosen-dosen senior sehingga ada proses internalisasi (pewarisan) pengalaman dalam
melakukan riset. Dari sini kemudian Peer-Group riset berkembang di PSTS.

Tenaga edukatif di PSTS Unsyiah adalah dosen tetap berjumlah 75 orang, yang
mempunyai kualifikasi adalah sebagai berikut: 17 dosen telah mendapatkan sertifikasi
dosen, 1 orang merupakan guru besar, 19 dosen berpangkat lektor kepala, 22 dosen
berpangkat lektor, 31 dosen berpangkat asisten ahli, dan 2 dosen masih tenaga pengajar
karena belum ada fungsional. Berdasarkan jenjang pendidikan menunjukkan bahwa 16
dosen telah berpendidikan S3 (21,33%), 47 dosen telah berpendidikan S2 (62,67%),2

dosen masih SI (2,67%), serta 10 (13,33%) orang sedang melanjutkan S2 dan S3 (Borang
Standar 4). Dari 10 orang dosen yang sedang tugas belajar, 7 orang melanjutkan
pendidikan di luar negeri, dan 3 orang melanjutkan pendidikan di Indonesia, disamping 1
orang yang sedang mengikuti program post-doktoral di Jerman.

Semua dosen tetap di PSTS Unsyiah memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman
di bidang Teknik Sipil dengan berbagai bidang keahlian. Bidang keahlian mencakup
Structural and Bridge Engineering, Water Resources Engineering and Management, Port
and Coastal Engineering, Geotechnical and Soil Engineering, Transportation and Material
Engineering, Construction Engineering and Management, Disaster Science and
Management, Environmental Engineering and Management, GIS and Mapping
Technology, dan lain-lain.
Tenaga pendukung PSTS Unsyiah adalah tenaga administrasi, tenaga teknisi
laboratorium, tenaga perpustakaan, dan tenaga kebersihan. PSTS Unsyiah mempunyai
tenaga administrasi berjumlah 3 orang, tenaga teknisi berjumlah 9 orang. Dua orang
tenaga teknisi di Laboratorium Struktur, dua orang tenaga teknisi di Laboratorium
Transportasi, dua orang tenaga teknisi di Laboratorium Geoteknik, dua di Laboratorium
Hidroteknik, dan satu orang tenaga teknisi di Laboratorium Manajemen. Tenaga
perpustakaan berjumlah yang bertempat di PSTS Unsyiah berjumlah 1 orang, 2 orang
tenaga perpustakaan

16
bertugas di pustaka Fakultas Teknik. Selain perpukaan yang terletak di PSTS Unsyiah dan
Fakultas Teknik Unsyiah, untuk mendukung proses belajar mengajar, PSTS Unsyiah juga
didukung oleh tenaga Perpustakaan Unsyiah, yaitu sebanyak 33 orang. Tenaga
administrasi 1 orang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) sedangkan 2 orang masih
berstatus kontrak. Tenaga teknisi semua sudah PNS. Perekrutan PNS dilakukan melalui
testing, dan juga pengangkatan pemutihan berdasarkan masa kerja pegawai honorer.
Studi lanjut merupakan hal yang sangat mutlak dalam pengembangan Universitas Syiah
Kuala. Faktor eksternal seperti UU RI dan peraturan pemerintah tentang kualifikasi dosen,
dan sertifikasi dosen serta faktor internal seperti rencana pembukaan prodi baru,
kesemuanya mempunyai andil dalam mendorong celon/tenaga pengajar untuk melakukan
studi lanjut. Kedua faktor tersebut menentukan arah kebijakan Universitas Syiah Kuala
dalam perencanaan pengembangan mutu sumber daya dosen. Selain itu studi lanjut
dapat juga membantu Universitas Syiah Kuala dalam menata kembali sebaran dosennya
sehinga diperoleh peta kekuatan sumber daya dosen yang berimbang dan merata pada
setiap prodi. Strategi yang dikembangkan dalam peningkatan mutu sumber daya dosen

melalui studi lanjut adalah; (i) mendorong seluruh dosen yang berkualifikasi SI untuk
segera mengambil program S2; (ii) mendorong seluruh dosen yang berkualifikasi S2 untuk
mengambil program S3; (iii) mengarahkan kepada dosen peserta studi lanjut untuk dapat
mendalami ilmu yang terkait dengan rencana pengembangan prodi dan pengembangan
universitas. Bagi para dosen yang melaksanakan studi lanjut, Universitas Syiah Kuala
membebaskan yang bersangkutan dari jabatan fungsionalnya, melalui pemberian surat
Tugas Belajar, dan Izin belajar.
Penelitian yang dilakukan oleh staf pengajar di program studi Teknik Sipil sebagian besar
merupakan penelitian mandiri oleh dosen dan lebih diarahkan pada pemanfaatan sumber
daya lokal, sehingga hasil penelitian tersebut dapat berdaya guna dalam meningkatkan
kualitas kehidupan masyarakat di Aceh. Data yang tercatat dalam lima tahun terakhir
(2005-2009), dari 194 penelitian yang dilakukan, sebanyak 74% merupakan penelitian
mandiri dosen, dana bersumber dari Universitas Syiah Kuala sebanyak 3%, dana
Depdiknas sebanyak 19%, dana instansi non-Depdiknas sebanyak 3%, dana dari instansi
luar negeri 1%. Dari data ini terlihat bahwa penelitian dosen yang bersumber dari dana
pemerintah yang bersifat kompetitif sangat terbatas.

PSTS Unsyiah senantiasa memotivasi dan mendukung dosen untuk melakukan penelitian
dan mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya dalam seminar dan jurnal nasional maupun
internasional, mengembangkan karya inovatif, dan lainnya. Dana untuk penelitian
diperoleh dari berbagai sumber seperti Hibah Kompetisi Dikti, Penelitian Hibah Bersaing
Dikti, Penelitian Dosen Muda Dikti, Kementrian Riset dan Teknologi, Lembaga Penelitian dan
Pengabdian Masyarakat, industri, Pemerintah Aceh, Kontrak layanan, dan kerjasama

17
dengan universitas di luar negeri. Produktivitas dosen dalam mempublikasikan hasil
penelitiannya di berbagai seminar, jurnal nasional, dan jurnal internasional cukup tinggi.
Sejauh ini hak patent yang sudah dimiliki oleh salah seorang staf PSTS Unsyiah baru satu
yaitu hak patent karya Dr. Ir. Abdullah, M.sc berupa penghargaan atas Ferrocement
Permanent Formwork yang dipblukasikan di WIPO No. WO/2003/102317-CT/JP02/05433.

Sejumlah hibah penelitian tingkat nasional seperti Riset Unggulan Terpadu dan Hibah
Bersaing berhasil diperoleh oleh dosen-dosen PSTS selama 3 tahun terakhir. Dlsamping
itu, sejumlah artikel ilmiah atas nama dosen PSTS juga telah dipublikasi dalam jurnal
internasional dan jurnal nasional terakreditasi. Dalam usaha mendorong publikasi hasil
penelitian, PSTS telah mulai menjalankan program insentif artikel ilmiah yang dipublikasi

pada jurnal. Khusus untuk publikasi di jurnal internasional, DIKTI juga menyediakan
insentif sebesar Rp. 4 juta. Dalam usaha mengarahkan program riset unggulan, PSTS
telah menetapkan kebijakan riset payung pada pemanfaatan sawit dan minyak atsiri.
Sampai saat ini, riset berkaitan sawit sudah mulai berkembang, misalnya pembuatan
polimer dan pemanfaatannya sebagai sumber energi alternatif. Riset tentang minyak
atsiri juga telah berhasil dilakukan oleh dosen PSTS yang menghasilkan pilot project
penyulingan minyak atsiri di Desa Biang Krung Aceh Besar.
Publikasi dosen yang terdata dalam 5 tahun terakhir baik dalam jurnal dan/atau prosiding
nasional maupun internasional, terlihat cukup aktif yaitu mencapai 248 makalah, dengan
perincian pada tahun 2005 sebanyak 51 judul, 2006 sebanyak 52 judul, 2007 sebanyak
71 judul, 2008 sebanyak 52 judul, dan 2009 sebanyak 22 judul. Data publikasi ini tidak
termasuk sebagian dosen yang melakukan presentasi pada pertemuan ilmiah tingkat
lokal, nasional dan internasional. Sedangkan kegiatan kerjasama, pelayanan dan
pengabdian kepada masyarakat, pemerintah, industri dan swasta berdasarkan data
empat tahun terakhir (2005-2008), tercatat bahwa kerjasama jurusan Teknik Sipil dengan
instansi dalam negeri sebanyak 34 kegiatan, dan instansi luar negeri mencapai 58
kegiatan, dengan perincian pada tahun 2005 sebanyak 5 kegiatan, 2006 sebanyak 12
kegiatan, 2007 sebanyak 47 kegiatan, serta 2008 sebanyak 16 kegiatan.

2.2.8

Evaluasi Kurikulum
Program Studi Teknik Sipil sejak tahun 2004 menggunakan Kurikulum 2004-2008 yang
disesuaikan dengan dinamika kebutuhan dan tuntutan masyarakat serta pengembangan
ilmu dan teknologi. Dasar pokok kurikulum ini adalah menggunakan standar kurikulum
nasional pendidikan tinggi teknik yang telah diatur berdasarkan Keputusan MENDIKNAS
No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi dan Keputusan MENDIKNAS No.
232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum PT dan Penilaian Hasil Belajar
Mahasiswa. Perbedaan mendasar dibandingkan kurikulum sebelumnya adalah adanya
muatan kompetensi keilmuan yang didasarkan pada ketentuan Kurikulum Inti Teknik Sipil
hasil MUNAS Lembaga Pendidikan Tinggi Teknik Sipil Indonesia (LPTTKI) 17 September
2003 di Jogyakarta, dan ketentuan Accreditation Board for Engineering and Technology
(ABET) 2000.
Disamping Itu, pemberlakuan kembali sidang tugas akhir berdasar hasil pengujian tugas
prarancangan, karena bentuk tugas ini merupakan gambaran kompetensi utama lulusan
PSTS. Sejumlah matakullah baru juga ditawarkan seperti Communication Skills,
Komputasi Terapan dan Topik Khusus untuk mendukung pencapaian kompetensi Program
Studi. Saat ini 100% mata kuliah sudah memiliki SAP-GBPP. Selain itu, Program Studi
Teknik Sipil menetapkan bahwa jumlah satuan kredit semester (SKS) minimum yang
harus ditempuh oleh mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana teknik adalah 145 SKS
dan maksimum 160 SKS yang dijadwalkan untuk 8 semester dan selama-lamanya 14
semester (jika tidak pernah mengambil non aktif)- Selain SKS untuk mata kuliah wajib
dan inti, PSTS juga menyediakan mata kuliah pilihan yang memungkinkan mahasiswa
lebih fleksibel dalam

18
memilih mata kuliah yang diminati. Total SKS mata kuliah pilihan pada kurikulum PSTS
adalah 8 SKS.
Kurikulum PSTS juga menempatkan Praktikum di laboratorium sebagai bagian terpenting
dalam meningkatkan kompetensi keilmuan mahasiswa. Masing-masing praktikum

memiliki rata-rata 6 modul eksperimen yang harus dilakukan oleh mahasiswa. Peninjauan
kembali kurikulum PSTS selalu dilaksanakan setiap 4 tahun. Perubahan kurikulum
dilakukan secara mandiri oleh PSTS dengan mempertimbangkan misi-dan visi serta
perkembangan eksternal yang berkaitan dengan science dan teknologi, dunia kerja dan
tuntutan pembangunan bangsa. Tenaga ahli dari Perguruan Tinggi lain biasanya diundang
untuk memberi masukan bagi tim penyusun kurikulum PSTS. Perbaikan kurikulum PSTS
yang terbaru dilakukan pada semester genap 2008, dimana PSTS telah merevisi kembali
kurikulum hingga menghasilkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2008-2012.

2.2.9

Proses Pembelajaran
Dalam hal proses belajar mengajar, kinerja dosen dimonitor secara lebih ketat. Dosen
diwajibkan untuk menbuat SAP-GBPP dengan jumlah tatap muka yang harus dipenuhi
untuk setiap mata kuliah sebanyak 16 kali. Materi kuliah disusun oleh sekelompok dosen
dalam satu bidang ilmu tertentu di bawah koordinasi ketua tim pengajar mata kuliah.
Meskipun demikian, masukan dari dosen-dosen lain tetap diperhatikan dalam pembuatan
materi kuliah tersebut. Bila ada dosen yang berhalangan masuk, maka akan digantikan
oleh dosen lain dalam kelompok mata kuliah yang sama. Pengaturan penggantian dosen
ini dikoordinasikan oleh ketua tim dosen pengasuh mata kuliah yang bersangkutan. Selain
dengan form kehadiran yang harus diisi oleh setiap dosen, monitoring kehadiran dosen di
kelas juga dilakukan dengan melibatkan mahasiswa yang secara reguler memberikan
laporan kepada pimpinan Program Studi. Ujian terhadap mahasiswa dilakukan dengan
beberapa fariasi antara lain kuis, midterm test dan ujian final. Seluruh soal yang diuji
terhadap mahasiswa disesuaikan dengan materi kuliah yang telah diberikan berdasarkan
standar SAP/GBPP.

Khususnya untuk penyiapan GBPP, PSTS mengenakan sanksi pada dosen pengajar yang
tidak membuat GBPP mata kuliah berupa tidak memberikan surat keterangan mengajar.
Kehadiran dosen di PSTS (selain waktu mengajar) telah menunjukkan peningkatan
dimana rata-rata 20-30 dosen hadir sampai sore hari. Hal ini telah juga dirasakan
manfaatnya oleh mahasiswa karena memudahkan mereka berkonsultasi akademik.
Berbagai penugasan pada organisasi Program Studi dan kegiatan akademik (workshop,
seminar, diskusi) dan fasilitas untuk dosen yang lebih baik telah meningkatkan motivasi
dosen untuk menyediakan waktu lebih banyak di kampus. Upaya lain yang perlu
dilakukan untuk meningkatkan proses pembelajaran adalah melalui perbaikan sikap dan
komitmen dosen itu agar kehadiran dosen cukup, tepat waktu, menyiapkan outline kuliah
dan bahan-bahan lain yang menunjang keberhasilan proses pengajaran. Tentunya untuk
ini perlu dikembangkan sistim rewards and punishment. PSTS mengusulkan pada fakultas
untuk mengfungsikan kembali penghargaan dosen dan pegawai teladan yang transparan
dan akuntabel.
Dalam merancang rencana studinya, mahasiswa dibantu oleh Pembimbing Akademik (PA
atau Dosen Wali). Dosen wali memberi masukan dan bimbingan terhadap mahasiswa
dalam hal strategi pemilihan mata kuliah, teknik dan metode belajar yang efektif serta
problema perkuliahan lainnya yang dihadapi oleh mahasiswa. Di PSTS, rata-rata setiap
dosen wali memiliki 12 orang mahasiswa bimbingan yang bertemu secara reguler ratarata 4 kali per semester. Berdasarkan pengalaman, ternyata sistem perwalian sangat
efektif dalam membantu mahasiswa menyusun skenario perkuliahan sehingga bisa
meningkatkan prestasi dan kelulusan mereka sebagai sarjana teknik Sipil dan terhindar
dari Drop Out

19
Dalam melakukan proses perwalian, tentu saja setiap dosen PA telah memiliki pantuan
tertulis yang telah dipersiapkan oleh PSTS dan Fakultas Teknik Unsyiah.

2.2.10 Pembiayaan, Sarana, dan Prasarana

(1)

Sumber dana, PSTS Unsyiah dalam menjalankan aktivitas akademik dan


operasional sehari-sehari memperoleh dana rutin dari Universitas yang berasal dari
pembayaran SPP mahasiswa, anggaran rutin pemerintah, dan Pemerintah Aceh. PSTS
juga mendapatkan pendanaan dari kontrak layanan (termasuk kerjasama institusional)
dan berbagai hibah seperti TPSDP (7.003-2006), dan program penelitian dan pengabdian
masyarakat. Dana yang bersumber dari kontrak layanan tersebut sepenuhnya dikelola
oleh program studi. Usaha revenue generating Program Studi Teknik Sipil dinilai semakin
berkembang yang ditandai dengan semakin meningkatnya pendapatan dari kontrak
layanan serta program penelitian dan pengabdian masyarakat. PSTS Unsyiah telah
melakukan beberapa kerjasama dengan beberapa industri, termasuk beberapa institusi
pemerintah dan BUMN (standar 6).

(2)

Sistem alokasi dana, Program Studi menggunakan dana untuk beberapa jenis
kegiatan: pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, Investasi prasarana,
investasi sarana, investasi sdm dan lain-lain. Selama ini kebutuhan rutin program studi
(ATK, bahan Sipil untuk praktikum, perawatan fasilitas, kebersihan dan konsumsi rapat)
dikelola oleh fakultas. Program studi diberi wewenang dalam perencanaan anggaran
untuk kegiatan perkuliahan, manajemen dan administrasi program studi. Berbagai
pengeluaran rutin untuk manajemen program studi dan kegiatan perkuliahan adalah
fotokopi (notulen rapat, pembukuan hasil-hasil diseminasi, arsip surat-menyurat),
konsumsi (saat rapat Program Studi, rapat dengan kepala lab, rapat dengan staf
adminstrasi, rapat dengan koordinator), ATK (kertas, amplop, map, jilid, tinta isi ulang
printer), bahan Sipil, perawatan gedung (kebersihan kantor, kamar mandi, perawatan
landscape, penggantian kunci ruang).

(3)

Pengelolaan dan akuntabilitas penggunaan dana, Secara internal fakultas membagi


sebagian wewenang pengelolaan dana pada PS masing-masing. PSTS Unsyiah diberi
wewenang untuk mengelola dana kuliah umum, pengembangan PS, pengiriman utusan
pelatihan, seminar/lokakarya, pengembangan kegiatan akademik, pembuatan bahan ajar,
dan pengembangan mahasiswa PS. Walaupun wewenang pengelolaan dana didelegasikan
pada PS di bawah fakultas, pertanggungjawaban pemanfaatan dananya tetap melalui
fakultas. Pertanggungjawaban penggunaan dana yang bersumber dari luar PT dilakukan
oleh masing-masing unit kerja atau personil atau Task Force yang terlibat secara langsung
pada lembaga sumber dana. Dengan manajemen demikian dana dapat dimanfaatkan
secara efektif dan kontrolnya mudah dilakukan. Lebih lanjut secara internal Universitas,

20
Senat Universitas Syiah Kuala selalu menerima laporan sebagai bahan pemantauan dan
evaluasi keuangan dari unit terkait, seperti Sub Bagian Monitoring dan Evaluasi, Bagian
Sistem Informasi melalui laporan berkala baik bulanan, triwulan, semesteran, dan
tahunan, yang tertuang dalam Laporan Program Kerja Kegiatan yang bersifat bulanan
yang mengevaluasi kinerja kegiatan dan anggaran berikut dengan output maupun
outcomenya, Laporan Sistem Akuntansi Institusi, dan Laporan Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah (LAKIP). Hal ini merupakan masukan penting bagi Universitas Syiah
Kuala dalam menyusun laporan kinerja sebagai dasar akuntabilitas penggunaan dana.

2.2.11 Fasilitas Ruang Kegiatan Akademik


Secara umum sarana dan prasarana (gedung, ruang kuliah, laboratorium, dan
perpustakaan) yang ada cukup lengkap dengan rasio pengguna yang memadai. Data
Selengkapnya dapat dilihat pada borang akreditasi Standar 6. Sarana dan prasarana yang
lengkap ini terlihat seperti:

(1) Ruang
(2)

belajar mahasiswa kapasitas 20-60 mahasiswa sebanyak 35 unit dengan luas


total 2.980 m2, sebagian lengkap dengan fasilitas sound system, OHP dan AC dengan
jadwal kuliah Senin sampai dengan Jum'at mulai jam 08.00 sampai dengan 18.00.
Ruang administrasi, laboratorium dan fasilitas lainnya yang terletak di Gedung
Fakultas Teknik Unsyiah yang tersebar di lantai 1, dan 2, terdiri dari:

No.Jenis Prasarapa
iUnitTotal Luas
(m2) t1Ruang ketua jurusan1342Ruang
sekretaris jurusan1273Ruang administrasi
jurusan1214Ruang seminar2985Ruang baca
jurusan127eRuang multimedia dan
ICT1337Ruang rapat jurusan (Balee
Sipil)1428Ruang CMCC2749Ruang
EECC112610Laboratorium
Geodesi125211Laboratorium
Geoteknik162812Laboratorium
Hidroteknik147213Laboratorium Model
Hidraulik152814Laboratorium Manajemen
Konstruksi14915Laboratorium
Struktur162816Laboratorium
Transportasi125217Ruang belajar mahasiswa
(kelas)35298018Ruang rapat (Balee
Mu'asyarah)18019Ruang pertemuan (Balee
Keureukon)121820Pustaka Fakultas1355

Rata-rata tiap laboratorium mampu menampung 20


praktikan dalam 1 sesi. Setiap laboratorium dilengkapi
dengan komputer dan peralatan yang memadai untuk
melakukan praktikum guna menunjang perkuliahan yang
ada,

21
(3) Perpustakaan terpusat di Universitas. Perpustakaan menyediakan koleksi text book,
buku referensi, majalah, jurnal, audio video dan lain-lain. Koleksi buku yang tersedia
berhubungan dengan Program Studi Sipil dapat dilihat pada Borang Akreditasi
Standar 6. Di samping itu Perpustakaan juga mempunyai akses informasi ke
Perpustakaan lain di dalam dan luar negeri jika dibutuhkan. Mahasiswa dan dosen
PSTS juga dapat memanfaatkan perpustakaan yang dikelola oleh Fakultas dan
perpustakaan Universitas yang memiliki luas 6000 m 2. Perpustakaan PSTS juga sudah
terintegrasi ke dalam sistem jaringan perpustakaan Unsyiah yang menggunakan
OPAC2 sebagai sitem katalognya dan UILIS-2 sebagai sistem aplikasi manajemen.

(4) Fasilitas foto copy tersedia di dalam kampus, antara lain di Perpustakaan PSTS,
Koperasi Mahasiswa, dan fasilitas umum lainnya,

(5) Layanan telepon dan internet (hot spot) untuk mengakses informasi mengenai
penerimaan mahasiswa baru, informasi akademik, dan e-book, dan lainnya,

(6) Tersedia juga fasilitas penunjang yang ada di lokasi kampus Unsyiah antara lain:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Pos dan Giro,


Bank dan ATM,
Wartel di Gedung Koperasi mahasiswa,
Kantin di Gedung AAC Unsyiah dan fakultas,
Pusat Kesehatan di Gedung Health Centerdm Sport Center,
Lahan Parkir Kendaraan untuk roda 2 dan roda 4,
Dan fasilitas oleh raga lainnya

Dengan adanya fasilitas sarana dan prasarana (gedung, ruang kuliah, laboratorium, dan
perpustakaan) yang sangat lengkap ini, dan direncanakan akan diberikannya fasilitas
komputer untuk setiap dosen, memungkinkan proses belajar mengajar di PS dapat
terlaksana dengan baik. Selain itu lokasi laboratorium, ruang kuliah, ruang dosen yang
saling berdekatan memudahkan pencapaian dari satu lokasi ke lokasi yang lain.
Tabel 5
Kesesuaian dan kecukupan sarana dan prasarana
N
o

Jenis
Bangunan/
Ruangan

Kecukupan

Kualita
s

Administrasi

Memenuhi standar
administrasi dikti: 1:9 m2
per orang

Baik

Perkuliahan

Mahasiswa sekitar 2200


orang, memenuhi
standar dikti

Baik

Laboratorium

Memenuhi standar

Baik

Pustaka Jurusan

Pustaka jurusan
terintegrasi dengan
perpustakaan fakultas
(300 m2) dan universitas
(6000 m2)

Baik

Ruang Dosen

Baik

Kesesuaian

Kenyamanan

Dilengkapi
dengan AC
Kapasitas ruang
sesuai kegiatan
perkuliahan

Kurang nyaman
untuk kuliah,
belum ada AC

Perpustakaan
berisi buku-buku
keteknisipilan
dengan judul
terbaru

Dilengkapi
dengan AC

Dilengkapi
dengan AC

22
N
o

Jenis Bangunan/
Ruangan

Kecukupan

Kualita
s

Kesesuaian

Kenyamanan

Ruang Diskusi/
seminar/ rapat/
rang sidang

PSTS memiliki dua


ruang seminar yang
mencukupi untuk
kegiatan seminar
mahasiswa dan rapat
dosen

Baik

Disain sesuai
dengan
kebutuhan ruang
rapat; ruang
seminar; diskusi

Dilengkapi
dengan AC dan
portable LCD

Klinik kesehatan
mahasiswa

Mencukupi untuk ratarata kunjungan/ hari


bagi mahasiswa yang
memerlukan pelayanan
kesehatan

Baik

Sesuai untuk
kegiatan
pemeriksaan
kesehatan;
laboratorium;
pemeriksaan gigi,
dll. Dilengkapi
ambulance;ruang
administrasi;
kamar kecil, dll

Nyaman; AC;
bersih dan tertata
rapi serta
pelayanan yang
baik

Asrama
mahasiswa

Mencukupi untuk
menerima mahasiswa
yang ingin
mempergunakannya

Baik

Kamar
mencukupi dan
pelayanan baik

Dilengkapi
dengan ruang
belajar;
pencahayaan dan
ventilasi yang
baik

Lembaga bahasa

Mencukupi untuk
menerima mahasiswa
yang ingin mengikuti
bimbingan bahasa
Inggris atau pun tes
TOEFL

Baik

Sesuai dengan
peruntukan

Gedung baru
sesuai dengan
standar luas dan
representasi;
terletak di pusat
kampus

1
0

Musholla

Shalat berjamaah
secara bergantian

Baik

Cukup sesuai

2.3

ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL


Setelah bencana gempa bumi dan tsunami 26 Desember 2004 yang telah memporakporandakan berbagai aspek kehidupan masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
(NAD), PSTS Unsyiah telah membenahi diri untuk pengembangannya. Dampak dari
bencana alam tersebut mengharuskan PSTS Unsyiah bekerja secara paralel untuk
berperan aktif dalam rekonstruksi dan rehabilitasi kembali pembangunan di Aceh, serta
pada saat yang sama harus mampu menata diri untuk menjadi lebih profesional. Selain
itu, PSTS Unsyiah perlu melakukan re-evaluasi kelemahan, kekuatan, peluang dan
tantangan dengan segala keterbatasan yang ada. Tercapainya MoU Helsinski antara
Pemerintah RI dan GAM tanggal 15 Agustus 2005 menciptakan kondisi keamanan yang
diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi. Terbentuknya pemerintahan baru
di Aceh hasil pemilihan langsung di akhir tahun 2006 merupakan modal politik untuk
kemajuan Aceh dan pengembangan pendidikan dimasa yang akan datang.

23

2.3.1

Lapangan Kerja Lulusan dan Globalisasi Ekonomi


Krisis ekonomi sejak tahun 1998 serta resesi ekonomi dunia yang terjadi belakangan ini
telah melumpuhkan sebagian kegiatan produksi dan distribusi secara nasional.
Kesempatan kerja menjadi tidak sebanding dengan banyaknya lulusan dari pendidikan
tinggi. Situasi ini merupakan tantangan bagi PSTS Unsyiah untuk meningkatkan
kompetensi lulusannya agar dapat bersaing dan berperan dalam pembangunan.
Dalam jangka pendek, lulusan-lulusan PSTS Unsyiah secara khusus memiliki peluang yang
besar untuk mendapatkan pekerjaan yang terkait dengan proses rehabilitasi dan
rekonstruksi Aceh saat ini. Namun proses rehabilitasi dan rekontruksi ini akan selesai
menurun di tahun 2009 dan 2010. Tantangan yang dihadapi PSTS Unsyiah selanjutnya
adalah bagaimana mengubah peluang jangka pendek ini untuk menghasilkan lulusan
yang memiliki kompetensi (pengetahun, kemampuan dan etika kerja) yang diakui secara
global. Jangkauan pasar kerja lulusan pasca rehabilitasi dan rekonstruksi diharapkan
meluas ke tingkat regional. Peluang ini terbuka karena banyaknya lulusan yang saat ini
bekerja dan bersentuhan langsung dengan lembaga-lembaga internasional yang memiliki
standar dan etos kerja serta manajemen yang handal. Peluang ini sekaligus juga
merupakan tantangan bagi PSTS Unsyiah, karena peningkatan, kualitas lulusan PSTS
Unsyiah sendiri mengalami berbagai keterbatasan akibat bencana tsunami yang
memberikan dampak langsung terhadap kinerja universitas.
Dalam era pasar bebas dan globalisasi, persaingan lulusan dalam memperebutkan
kesempatan memperoleh pekerjaan menjadi lebih ketat karena lulusan-lulusan dari
daerah dan negara lain juga memiliki kesempatan yang sama untuk memperebutkan
kesempatan kerja yang ada. Karena itu lulusan PSTS Unsyiah harus memiliki daya saing
yang tinggi. Sistem pendidikan dan kurikulum perlu dievaluasi dan direvisi secara
kontinyu untuk merespon tantangan tersebut.
Akibat faktor keamanan selama masa konflik, berbagai investasi baru baik penanaman
modal dalam negeri maupun asing menjadi sangat terbatas. Selain itu, beberapa industriindustri strategis juga berhenti beroperasi. Ini berarti pasar kerja lokal menjadi berkurang.
Akibatnya, sebagian lulusan terpaksa mengisi sektor informal dan wiraswasta. PSTS
Unsyiah perlu mempersiapkan lulusannya untuk dapat bersaing secara global di segala
sektor melalui pembekalan soft skills. Selain itu, lulusan juga dipersiapkan untuk dapat
menciptakan kesempatan kerja daripada hanya mencari pekerjaan, karena kunci
pertumbuhan ekonomi adalah mempunyai sumber daya manusia yang kreatif dan dapat
menciptakan peluang pekerjaan.

2.3.2

Kondisi Sosio-Ekonomi Politik Provinsi Aceh


Aceh memiliki adat istiadat dan sejarah perjuangan yang unik dalam bingkai Negara
Republik Indonesia serta dikenal dengan kekayaan alamnya. Pada masa lalu,
berhubungan dengan perdangangan internasional, Aceh merupakan pusat pertemuan
tempat berkumpulnya berbagai etnis pendatang dari manca negara yang dikenal dengan
sebutan Bandar Aceh. Berkaitan dengan sejarah penyebaran Islam di Indonesia, Aceh
dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah. Berkaitan dengan kekayaan sumberdaya alam

dan perjuangan kemerdekaan Indonesia, Aceh dikenal dengan sebutan Daerah Modal.
Ketiga sebutan tersebut, mencerminkan latar belakang masyarakat Aceh yang plural,
religius dan heroik. Kondisi inilah yang terus mewarnai sosio-ekonoml politik masyarakat
Aceh saat ini dan masa mendatang.
Namun, konflik berkepanjangan di Aceh selama hampir 30 tahun telah menyebabkan
korban jiwa, rusaknya fasilitas fisik, trauma psikologis dan rusaknya tatanan sosio-politik
serta infrastruktur pendidikan di Aceh. Keadaan ini kemudian diperparah oleh musibah

24
Tsunami, 26 Desember 2004, yang telah menyebabkan hampir 230.000 penduduk
meninggal dunia dan 600.000 penduduk kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 1.644
kantor pemerintah, 270 pasar, 239 pertokoan hancur dan 2.732 tempat peribadatan
rusak. Berikut 1.151 sekolah dan pesantren, 11 Rumah Sakit, 22 RS Bersalin, 58
puskesmas dan poliklinik hancur. Kedua peristiwa tadi, berdampak negatif terhadap
perkembangan sektor pendidikan di Aceh. Data sampai tahun 2005 menunjukkan sekitar
1,4 juta murid tidak dapat menikmati pendidikan dan sebagian dari mereka sampai saat
itu masih berada di tenda-tenda pengungsian.
Kondisi pasca konflik dan tsunami yang memprihatinkan ini menyebabkan mutu
pendidikan di Provinsi NAD secara menyeluruh terpuruk. Membangun kembali sarana
belajar yang rusak parah dan memulihkan trauma psikologis para guru dan murid
membutuhkan waktu dan proses yang panjang. Upaya-upaya yang digulirkan pemerintah
melalui Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi NAD-Nias (BRR NAD-Nias) untuk membangun
kembali semua fasilitas pendidikan dan sumber daya manusia telah memberikan
kontribusi yang besar secara fisik, namun secara non fisik masih belum optimal karena
membutuhkan proses waktu yang panjang dan berkelanjutan.
Pendidikan tentu saja membutuhkan biaya yang besar yang tidak semuanya dapat
dibebankan dalam anggaran negara. Berdasarkan UU Pemerintahan Aceh Nomor 11
Tahun 2006, Aceh mendapatkan dana perimbangan hasil alam yang 30%-nya akan
dialokasikan ke sektor pendidikan. Karena itu, PSTS Unsyiah perlu menjalin kerjasama
yang lebih erat dengan pemerintah daerah agar dana untuk reformasi pendidikan
tersebut dapat digunakan secara efektif. Selain itu, PSTS Unsyiah juga harus berperan
aktif dalam implementasi UU nomor 32 tahun 2004 tentang otonomi daerah dan UU
nomor 25 tahun 2005 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah. Dengan
demikian, PSTS Unsyiah diharapkan mampu memainkan peranan penting dalam
menjadikan pendidikan sebagai leading sector dalam pembangunan sosio-ekonomi politik
pada tataran lokal, nasional, dan regional pada masa mendatang.

2.3.3

Kebutuhan Teknologi dan Industri


Dunia kerja dapat dikategorikan dalam tiga kelompok, yaitu (1) Application Oriented job,
yang membutuhkan pengetahuan umum yang baik dan kekuatan analisis terbatas, (2)
Innovation Oriented Job, yang membutuhkan keahlian yang baik dan kemampuan inovasi,
(3) Research and Development, yang membutuhkan keahlian yang tinggi melalui
kemampuan analisis yang kuat, standar akademik dan intelektual yang tinggi dan selalu
mencari pengetahuan yang baru. Lulusan PSTS Unsyiah Kuala dipersiapkan untuk
memenuhi ketiga kategori tadi.
Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia baru memasuki tahap awal era industri,
research and developmentmasih dalam tahap perkembangan dan belum dilakukan

secara spontan oleh industri. Ketika industri semakin mengandalkan daya kompetisinya
melalui aktivitas research and development, lulusan PSTS Unsyiah diuntungkan karena
telah dibekali dengan kemampuan berpikir empirik serta kemampuan analisis kuantitatif
dan kualitatif. Peluang ini tentu saja harus dimanfaatkan dengan maksimal dalam
memperebutkan pasar tenaga kerja di masa yang akan datang.
Era globalisasi mensyaratkan dunia industri untuk lebih kompetitif dengan
mengedepankan prinsip efisiensi melalui penerapan teknologi. Untuk itu, dunia industri
membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pendidikan dan keahlian yang baik.
Kecenderungan ini akan menyediakan lebih banyak kesempatan kerja bagi alumni
perguruan tinggi yang memiliki pengetahuan dan keahlian yang handal. Selain itu, PSTS
Unsyiah pada tingkat lokal dituntut mampu berkontribusi untuk mendukung
pembangunan daerah melalui peneliatan dan pengabdian kepada masyarakat (Pendirian
pusat studi berbasis potensi

25
wilayah). Sehubungan dengan hal tersebut, tantangan yang harus dihadapi alumni PSTS
Unsyiah adalah kemampuan bersaing dan bersanding dengan lulusan universitas lainnya
baik pada level nasional, regional, dan Internasional.

2.3.4

Kerjasama PSTS Unsyiah dengan Industri dan Instansi Terkait


Program Studi Teknik Sipil Unsyiah telah melakukan beberapa kerjasama dengan institusi
pemerintahan dan BUMN seperti Bappeda, Dinas Bina Marga dan Cipta Karya, Dinas
Pengairan, BRR NAD-Nias, TDMRC Unsyiah, Dinas Pertambangan, Bapedalda, KAPET
Bandar Aceh Darussalam, Pusat Studi Lingkungan Unsyiah, PT.SAI, PT. PLN, dan perguruan
tinggi lainnya seperti ITB dan UGM. Untuk mengembangkan kemampuan dan hubungan
yang baik dengan pihak luar, Program Studi Teknik Sipil Unsyiah juga telah menjalin
kerjasama dengan beberapa organisasi non-pemerintahan nasional dan internasional,
antara lain JICA, ADRC, TRC, USAID, The Swiss Red Cross, Sea Defence Consultant, Islamic
Relief, IOM, World Bank, GTZ dan dan lain-lainya. (Standar 6).

26

2.4

ANALISIS KEKUATAN, KELEMAHAN, KESEMPATAN,


DAN PELUANG (SWOT)

Tabel 6
Analisis SWOT komponen visi, misi, tujuan dan sasaran PSTS Unsyiah

KEKUATAN

KELEMAHAN

PELUANG

ANCAMAN

1.

PSTS Universitas
Syiah Kuala
memiliki visi, misi,
dan tujuan yang
jelas, realistis dan
komprehensif
yang dapat
mengarahkan dan
menyatukan
setiap proses
kegiatan yang
dilakukan

1.

Implementasi visi,
misi, tujuan dan
sasaran PSTS
dengan Fakultas
Teknik dan
Universitas Syiah
Kuala masih perlu
diintegrasikan
dengan baik

1. Adanya UU
mengenai otonomi
daerah memacu
pembangunan di
Provinsi Aceh,
sehingga
kebutuhan tenaga
sipil sangat tinggi

1.

Ketidaksesuaian
visi, misi, tujuan
dan sasaran PSTS
dengan harapan
pengguna lulusan
teknik sipil dan
para stake holder

2.

Visi, misi, tujuan,


sasaran, dan
strategi
pencapaian PSTS
Universitas Syiah
Kuala jelas dan
terukur

2.

Masih perlu
peningkatan
perawatan
prasarana dan
sarana pendukung
untuk mencapai
tujuan

2.

Pasca gempa
tsunami desember
2004, terbuka
akses nasional dan
internasional
sehingga memacu
peningkatan
infrastruktur

2.

Selesainya proses
rehab-rekon
pasca gempa
tsunami
desember 2004

3.

PSTS berada
dalam naungan
Universitas Syiah
Kuala yang telah
mapan dan
Jantung Hati

3.

Masih perlu
peningkatan
sosialisasi, visi,
misi, tujuan dan
sasaran

3.

Kebijakan dikti
tentang otonomi
program studi
sangat mendukung
implementasi visi
dan misi

3.

Berakhirnya era
migas sehingga
dana otonomi
khususpun
berakhir

Rakyat Aceh
4.

Salah satu
program studi
terfavorit di
Universitas Syiah
Kuala

5.

Sebelumnya elah
terakreditasi oleh
BAN-PT dengan
peringkat A
(berakhir tahun
2009)

6.

Alumni PSTS
Universitas Syiah
Kuala tersebar
dibeberapa
instansi
pemerintah dan
swasta serta
wirausaha di
dalam dan luar
negeri

4.

Kebutuhan lulusan
teknik sipil yang
berkompetensi
tinggi sangat besar

4.

Banyaknya tenaga
asing yang
bekerja di Provinsi
Aceh

27
Tabel 7
Analisis SWOT Komponen Tatapamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu
KEKUATAN

KELEMAHAN

1. Struktur organisasi
dan pendeskripsian
tugas dan tanggung
jawab secara jelas

1. Pengaturan kerja
jabatan fungsional dan
struktural belum dapat
dilaksanakan secara
efektif

2. Tersedianya
pedoman kerja bagi
para pamong

2. Pelaksanaan
program kegiatan
belum efektif dan
efisien

3. Implementasi
umpan balik dari
mahasiswa atas
pelaksanaan proses
belajar mengajar

3. Hasil evaluasi
program kegiatan
belum ditindaklanjuti
secara profesional

4. Implementasi
umpan balik pengguna
lulusan terhadap
kinerja lulusan
5. Evaluasi program
dilaksanakan setiap

4. Rendahnya kualitas
mahasiswa baru

PELUANG

ANCAMAN

1. Tingginya
kepercayaan
masyarakat terhadap
lembaga

1. Biaya operasional
besar

2. Adanya kerjasama
dengan berbagai
stakeholder dan
kalangan industri
3. Adanya komitmen
dosen dan mahasiswa
dalam peningkatan
kualitas

2. Tuntutan mahasiswa
terhadap layanan yang
cepat dan efisien

4. Interaksi dosen dan


mahasiswa yang
saling mendukung
5. Tersedia fasilitas
dan kesempatan dari
universitas untuk
peningkatan kualitas

3. Daya saing dan


mutu lulusan yang
tinggi dan berbasis
pada penilaian
akreditasi BAN-PT
4. Tuntutan semakin
besar terhadap
kualitas pengelola
program

semester

SDM dan mahasiswa

6. Program studi
teknik sipil
dikembangkan
terencana dalam
jangka panjang

6. Banyaknya
teknologi dan tenaga
profesional membantu
pengelolaan program
kegiatan PBM dan
Litdimas

28
Tabel 8
Analisis SWOT Komponen Mahasiswa dan Lulusan
KEKUATAN
1. Sistem seleksi
mahasiswa baru yang
objektif melalui 5
mekanisme
penerimaan
2. Pengembangan
kegiatan kurikuler dan
ekstrakurikuler
didukung sepenuhnya
oleh institusi
3. Telah ditegakkannya
peraturan dalam
kampus melalui UP3AI

4. Nilai IPK rata-rata


lulusan baik

KELEMAHAN
1. Kreativitas
mahasiswa dalam
pengembangan diri
masih kurang

2. Semangat juang
mahasiswa masih
rendah

3. Masih sedikit sekali


mahasiswa yang
memanfaatkan
tawaran hibah
penelitian mahasiswa
4. Lulusan masih
terpaut pada
keinginan menjadi
pegawai negeri sipil,

PELUANG
1. Banyaknya dana
riset untuk penelitian
mahasiswa

2. Pasca tsunami
banyak tenaga teknik
sipil diperlukan untuk
rehab-rekon Aceh
3. Adanya tawaran
magang dari instansi
terkait

4. Kegiatan KP
memungkinkan
dilakukan di instansi
terkait sehingga
mahasiswa dapata
mengenal dunia kerja

ANCAMAN
1. Tuntutan terhadap
kemampuan
penunjang lulusan
(softskill)

2. Tuntutan
stakeholder terhadap
kualitas lulusan yang
semakin tinggi

3. Pengaru lingkungan
dan teknologi
informasi dapat
mengurangi motivasi
belajar mahasiwa

5. Beberapa lulusan
mampu berwirausaha
di bidang kontraktor
dan konsultan

belum memanfaatkan
peluang kerja di luar
PNS

lebih dini

29
Tabel 9
Analisis SWOT Komponen Sumber Daya Manusia

KEKUATAN
1. Kualifikasi
pendidikan dosen
tetap dan tenaga

2. Penunjang sangat
memadai

KELEMAHAN
1. Implementasi
umpan balik terhadap
kurikulum dari
masyarakat pengguna
lulusan belum
dilaksanakan secara
optimal

2. Walaupun alumni
telah terlibat dalam
pelaksanaan
peninjauan kurikulum,
namun keterlibatan
stakeholder belum
banyak

PELUANG
1. Banyak alumni,
praktisi dan organisasi
profesi teknik sipil
dapat membantu
dalam peningkatan
relevansi kurikulum
dengan dunia kerja
2. Universitas
berkomitmen untuk
pengembangan
kurikulum jurusan
melalui penyediaan
sarana, prasarana dan
peningkatan kualitas
SDM

ANCAMAN
1. Persaingan kerja
pada era globalisasi

2. Tuntutan
masyarakat dan
pengguna lulusan
terhadap relevansi
kurikulum dengan
dunia kerja

3. Dosen pembina
mata kuliah sesuai
dengan bidang
ilmunya

4. Tersedianya dana
dari pemerintah untuk
peningkatan kualitas
dosen.Komitmen yang
tinggi dari dosen
dalam pelaksanaan
tridarma

5. Sistem rekrutmen
dan seleksi dosen dan
tenaga pendukung
yang jelas dan
terstruktur

30
Tabel 10
Analisis SWOT komponen Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik

KEKUATAN
1. Telah diterapkan
kurikulum berbasis
kompetensi sesuai SK
Mendiknas
No.235/U/2000

2. Peninjauan relevansi

KELEMAHAN
1. Implementasi
umpan balik terhadap
kurikulum dari
masyarakat pengguna
lulusan belum
dilaksanakan secara
optimal

2. Walaupun alumni

PELUANG
1. Banyak alumni,
praktisi dan organisasi
profesi teknik sipil
dapat membantu
dalam peningkatan
relevansi kurikulum
dengan dunia kerja
2. Universitas
berkomitmen untuk
pengembangan

ANCAMAN
1. Perkembangan ilmu
dan teknik sipil yang
sangat cepat

2. Tuntutan
masyarakat dan

kurikulum terhadap
pengguna lulusan
dilaksanakan secara
berkala dan disusun
bertujuan untuk
mencapai visi, misi,
tujuan dan institusi
3. Adanya komitmen
kuat dari Universitas
dalam pengembangan
sarana dan prasarana
4. Sistem
pembelajaran
didasarkan pada
program akademik
yang telah disiapkan

telah terlibat dalam


pelaksanaan
peninjauan kurikulum,
namun keterlibatan
stakeholder belum
banyak

3. Keterlibatan praktisi
dalam proses
pembelajaran masih
terbatas
4. Terbatasnya
anggaran untuk
kegiatan ilmiah

kurikulum jurusan
melalui penyediaan
sarana, prasarana dan
peningkatan kualitas
SDM

3. Banyaknya tersedia
teknologi dan tenaga
profesional/ praktisi
yang membantu
proses pembelajaran

pengguna lulusan
terhadap relevansi
kurikulum dengan
dunia kerja

3. Tuntutan mahasiswa
terhadap kualitas
pembelajaran

4. Tersedia
pembelajaran dengan
E-learning
4. Perkembangan
teknologi dan
informasi sangat cepat

5. Kedisiplinan dosen
dan mahasiswa dalam
pelaksanaan kuliah

5. Banyaknya
kerjasama dengan
instansi lain

6. Proses
pembimbingan
akademik dan tesis
dilaksanakan sesuai
pedoman yang
ditetapkan

6. Komitmen pimpinan
untuk pengembangan
sarana akademik di
program studi

5. Berkurangnya
kesadaran mahasiswa
untuk menggali
potensi diri

7. Tersedianya fasilitas
perpustakaan dan
internet yang sangat
memadai
8. Kegiatan ilmiah
rutin yang
dilaksanakan oleh PS
dan mahasiswa
(seminar, dosen
tamu,dll)

31
Tabel 11
Analisis SWOT komponen Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, dan Sistem Informasi
KEKUATAN
1. Akuntabilitas dan
transparansi
penggunaan dana
cukup baik

KELEMAHAN
1. Masih belum
optimalnya menggali
dana dari
pemanfaatan sumber

PELUANG
1. Banyaknya tawaran
kerjasama dengan
pihak luar

ANCAMAN
1. Ketatnya persaingan
untuk mendapatkan
hibah

daya yang ada


2. Dukungan
pemerintah Aceh
dalam pendanaan
pendidikan di
universitas
3. Fasilitas fisik
laboratorium, ruang
belajar, perpustakaan,
sarana perkuliahan
lainnya sangat
memadai
4. Kelengkapan
peralatan
laboratorium, mobiler
ruang belajar, buku
literatur di
perpustakaan dan
sarana penunjang
perkuliahan lainnya
sangat memadai
5. Rasio kecukupan
ruang uliah,
laboratorium, dan
sarana prasarana
penunjang sangat baik
6. Tersedianya
rancangan SIM untuk
akademik,
kepegawaian dan
keuangan
7. Tersedianya fasilitas
komputer untuk
internet, WIFI, dan
jaringan internet bagi
civitas akademika
8. Efektifnya peranan
BJM dan P3AI di
Unsyiah
9. Adanya
pemanfaatan
informasi dari alumni

2. Sistem alokasi dana


belum tertruktur
dengan baik

2. Peluang
mendapatkan dana
dari dikti, Pemerintah
Aceh, dan swasta

3. Laboratorium PS
belum terakreditasi

3. Banyaknya instansi
atau pihak ketiga
membutuhkan layanan
jasa konsultansi dan
uji-uji laboratorim

4. Biaya perawatan
peralatan laboratorium
masih terbatas

4. Meningkatnya
kesadaran mahasiswa
terhadap teknologi
informasi

2. Kemajuan teknologi
menuntut peralatan
laboratorium yang
lebih modern
3. Peralatan
membutuhkan biaya
perawatan yang tinggi

4Kemajuan teknologi
menuntut peralatan
laboratorium yang
lebih modern

5. Laboratorium yang
dimilki terbatas untuk
pendidikan

5. Tuntutan mahasiswa
terhadap layanan yang
cepat dan efisien

6. Implementasi Elearning belum


optimal

6. Penyalahgunaan
teknologi informasi

7. Tuntutan teknologi
informasi
7. Terbatasnya
cakupan informasi
tentang alumni

32
Tabel 12
Analisis SWOT Komponen Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama
KEKUATAN
1. Kegiatan penelitian
dosen dipayungi
Program Studi Jurusan
Teknik Sipil dan Bidang
Penelitian
(peergroup).

2. Tingginya
produktivitas dosen
dalam penggalian
dana penelitian dan
P2M dari Dikti, Ristek
dan lembaga mita
lainnya

3. Dianggarkannya
dana cukup besar bagi
penelitian dari Dikti,
Ristek, dan lembaga
mita lainnya.
4. Kegiatan penelitian
dan pengabdian
masyarakat dikoordinir
dan monitor oleh
Lemlit dan LP2M
Unsyiah
5. Kemampuan dan
keahlian dosen dalam
melaksanakan
penelitian dan
pengabdian
masyarakat cukup
tinggi.

6. Tingginya
produktivitas dosen
dalam publikasi hasil
penelitian dan
pengabdian
masyarakat.

7. Tersedianya jurnal
ilmiah untuk publikasi
ilmiah dan penelitian
bagi dosen dan

KELEMAHAN
1. Belum optimalnya
aplikasi hasil
penelitian ke
masyarakat

2. Keikutsertaan
mahasiswa dalam
lomba karya ilmiah
tingkat lokal/ nasional
masih rendah

3. Hasil penelitian
dosen masih belum
banyak yang
dipatenkan

4. Publikasi dosen
pada forum
internsional masih
belum merata kepada
semua dosen

PELUANG
1.Dengan keahlian
yang dimiliki dosen,
kesempatan
mendapatkan dana
penelitian dan
pengabdian
masyarakat dari Dikti
dan lembaga lain
cukup tinggi.
2.Banyaknya tawaran
kerjasama bidang
penelitian dan
pengabdian
masyarakat dari
Kabupaten/KOta dan
instansi terkait
3.Permintaan yang
tinggi dari masyarakat
akan produk inovatif.

ANCAMAN
1.Persaingan untuk
mendapatkan dana
penelitian dan
pengabdian kepada
masyarakat semakin
ketat.

2. Perkembangan
IPTEK secara
Nasional dan
Internasional yang
sangat pesat yang
dapat diakses
langsung oleh
masyarakat.

mahasiswa.

8. Tingginya
keikutsertaan dosen
pada Seminar
Ilmiah/nasional

33
Tabel 13
Analisis SWOT untuk Komponen Masukan (mahasiswa,
kurikulum, pembiayaan, sarana dan prasarana)
Internal
Eksternal
PELUANG (O)

KEKUATAN (S)
1. Meningkatkan implementasi misi dan
tridharma perguruan tinggi
2. Meningkatkan kualitas akademik,
sarana-prasarana dan ekstrakurikuler
3. Menerapkan dan memantau
kurikulum secara konsisten dan
berkesinambungan
4. Memperbanyak
sertifikasi dosen
dan sertifikat
keahlian lain

ANCAMAN (T)

1. Meningkatkan
animo dan kualitas
mahasiswa baru
2. Meningkatkan
kualitas sarana dan
prasarana
khususnya
laboratorium
profesional dan
unit kegiata
3. Memperkuat
kurikulum berbasis
kompetensi

sumberdaya

KELEMAHAN (W)
1. Melaksanakan pendidikan lanjut
(S3) bagi dosen dan program
penguatan keahlian bagi laboran dan
staf administrasi
2. Mengoptimalkan kepakaran dosen
untuk meraih dana dari hibah,
kerjasama, tenaga ahli dan lainnya

1. Mewujudkan tercapainya visi,


misi, tujuan dan sasaran
2. Pengembangan sarana dan
prasarana laboratorium
profesional dan unit kegiatan
3. Pengembangan aspek
kemahasiswaan
4. Penerapan dan pemantauan
kurikulum secara konsisten dan
berkesinambungan
5. Pendidikan lanjut (S3) bagi
dosen dan program penguatan
keahlian bagi laboran dan staf
administrasi
6. Pengembangan sumber
pendapatan dana

Dan sesuai kebutuhan stakeholder

manusia,

3. Memberdayakan
praktisi untuk
peninjauan kurikulum
dan penunjang
pembelajaran
1. Mengembangkan
program promosi dan
sosialisasi visi, misi,
tujuan dan sasaran
2. Meningkan berbagai
kegiatan ilmiah untuk
menggali dana dan
pengembangan mutu
dosen dan mahasiswa

Pendapatan dana bantuan luar/ dalam


negeri

34
Tabel 14
Analisis SWOT untuk Komponen Proses
KEKUATAN (S)
KELEMAHAN (W)
Internal
Eksternal
PELUANG (0)
1. Mengoptimalkan peranan tata
1. Mengembangkan pengelolaan
pamong
program
2. Mengembangkan pengelolaan
melalui kerjasama
program
nasional/internasional
berdasarkan keilmuan dan
2. Mengoptimalkan pemanfaatan Tl
stakeholder
dan
3. Mengembangkan proses
layanan laboratorium
pembelajaran
3. Meningkatkan kesadaran kerja
berbasis kompetensi dan esesuai
learning
4. Melaksanakan
1. Pengembangan proses
Prosedur kerja dan
sistem
pembelajaran berbasis
instruksi kerja 4.
penjaminan mutu
kompetensi dan teknologi Pemerataan kegiatan
secara
informasi (Tl)
kerjasama penelitian
berkelanjutan
2. Peningkatan implementasi dan pengabdian
5. Mengembangkan
program kerjasama
masyarakat bagi
penelitian &
nasional/internasional
dosen & mahasiswa
pengabdian masy. 3. Pengembangan suasana
secara terprogram
akademik
ANCAMAN (T)
4. Peningkatan kesadaran dan 1. Memperbaiki
1. Mengoptimalkan
budaya kerja sesuai
implementasi
budaya
standar
pembelajaran
kerja sesuai standar
penjaminan mutu
berdasar
penjaminan mutu
5. Pengembangan penelitian 2. Melaksanakan
kebutuhan stake
dan
holder
penelitian dan
pengabdian masyarakat
2. Mengoptimalkan
pengabdian
melalui pola mandiri dan
aktifitas mahasiswa
masyarakat
kerjasama secara
di
terjadwal
terprogram
bidang akademik,
per semester
penelitian dan
pengabdian masy.
3. Menerapkan budaya kinerja sesuai
standar penjaminan mutu

Tabel 15
Analisis SWOT untuk Komponen Keluaran

KEKUATAN (S)
Internal
Eksternal
PELUANG (O)
1. Meningkatkan kualitas dan
kompetensi lulusan

ANCAMAN (T)

2. Menyelenggarakan
seminar
internasional
3. Membuka akses
untuk
sertifikasi tenaga
ahli
1. Memberdayakan
kualitas dosen dan
dosen tamu untuk
meningkatkan
kompetensi lulusan
2. Mengembangkan
publikasi ilmiah
internasional

1.

2.

3.
4.

KELEMAHAN (W)

1. Menyesuaikan kompetensi dengan


kebutuhan kerja, lapangan kerja
dan wirausaha
Pengembangan kualitas
2. Mengoptimalkan
dan
informasi dari
kompetensi lulusan sesuai
praktisi
kebutuhan lembaga dan
melalui kuliah tamu
stakeholder
3. Peningkatan soft
Peningkatan publikasi
skill
ilmiah
mahasiswa
nasional/internasional
1. Menyeimbangkan
Penyelenggaraan seminar
kompetensi lulusan
internasional
dengan kebutuhan
Peningkatan soft skill
pengguna lulusan
mahasiswa
2. Meningkatkan
kualitas
dan kuantitas
publikasi
Ilmiah dosen dan mahasiswa

35

20092014

BAB 3
KEBIJAKAN
SIPIL

3.1

PEMBANGUNAN

TEKNIK

RENCANA STRATEGIS PSTS 2009 - 2014


Agar implementasi program untuk mewujudkan visi dan misi sesuai dengan target
capaian, maka diperlukan strategi jadual pelaksanaan program sehingga efektif. Renstra
PSTS Unsyiah telah disusun bersama melalui proses bottom up maupun top down yang
merupakan arah dan pedoman pengembangan program studi yang didasarkan kepada
Renstra Unsyiah 2007-2012 dan Master Plan Unsyiah 2007-2024. Terkait dengan hal
tersebut maka PSTS Unsyiah telah menjabarkan rencana pembangunan berkelanjutan

sesuai dengan Renstra Universitas Syiah Kuala menjadi beberapa tahapan dengan tetap
berbasis pada tiga pilar, yaitu:
Pilar 1. Pemerataan dan Perluasan Akses,
Pilar 2. Peningkatan Mutu, Relevansi, dan Daya Saing, dan
Pilar 3. Peningkatan Tata Kelola (good govemance), Akuntabilitas dan Pencitraan Publik.
Program strategis yang telah dijabarkan adalah sebagai berikut:
Pilar 1 Pemerataan dan Perluasan Akses Pendidikan
a. Program promosi

(1)
(2)
(3)
b.
c.
d.
e.

f.

Menjalankan unit promosi


Promosi kepada kalangan pelajar dan guru SMU atau sekolah sederajat
Promosi melalui homepage
Pengembangan aspek kemahasiswaan
Pengembangan suasana akademik
Peningkatan implementasi program kerjasama nasional/internasional
Pengembangan sistim riset
(1) Menetapkan dan mempromosi arah kebijakan riset peer group PSTS
(2) Meningkatkan kualitas riset
(3) Menciptakan suasana riset berkelanjutan
(4) Peningkatan kegiatan riset kolaborasi
Penguatan komunikasi internal (dosen-karyawan-mahasiswa) dan komunikasi eksternal
dengan alumni
(1) Peningkatan komunikasi internal
(2) Peningkatan partisipasi alumni dalam kegiatan akademik
(3) Penguatan hubungan dengan alumni

36
Pilar 2 Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing
a. Pengembangan program profesional
(1) Pengembangan kurikulum dan sistim evaluasinya
(2) Penerapan dan pemantauan kurikulum secara konsisten dan berkesinambungan
(3) Pengembangan keahlian profesional
b. Pengembangan sarana dan prasarana laboratorium professional
c. Peningkatan kesadaran dan budaya kerja sesuai standar penjaminan mutu
d. Pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat melalui pola mandiri dan
kerjasama secara terprogram
e. Pendidikan Lanjut bagi dosen dan program penguatan keahlian bagi laboran dan staf
f. Pengembangan kualitas dan kompetensi lulusan sesuai kebutuhan lembaga dan
stakeholder
g. Pengembangan proses pembelajaran berbasis kompetensi dan Teknologi Informasi
(1) Peningkatan pemahaman staf dalam penggunaan teknologi informasi
sebagai komponen manajemen dan proses belajar mengajar
(2) Pengayaan mata kuliah dengan media pembelajaran berbasis komputer
dan penugasan komputer
(3) Peningkatan kemampuan komputer bagi mahasiswa
h. Peningkatan kemampuan bahasa Inggris dan softskill
(1) Fasilitasi pelaksanaan English Cdnversation Civil Corner (ECCC) oleh mahasiswa
(2) Fasilitasi pelaksanaan soft skill mahasiswa melalui Communication
Mediated Computer Center (CMCC), seperti AutoCAD, ArchiCAD, SOBEK, HEC-RAS,
SAP, Delft3D, EPANET, dan lainnya
(3) Mendorong kegiatan-kegiatan Bahasa Inggris oleh mahasiswa
(4) Mendorong penggunaan Bahasa Inggris dalam proses belajar mengajar

i. Peningkatan wawasan kewirausahaan


(1) Meningkatkan pemahaman semangat dan pengetahuan kewirausahaan
oleh mahasiswa dan dosen
(2) Menstimulasi minat kewirausahaan bagi mahasiswa potensial
Pilar 3 Penguatan Tata Kelola, Pencitraan Publik dan Akuntabilitas
a. Peningkatan citra Program Studi
(1) Mempertahankan status akreditasi program studi
(2) Mewujudkan tercapainya visi, misi, tujuan dan sasaran
(3) Peningkatan publikasi ilmiah nasional/internasional
(4) Penyelenggaraan seminar internasional
b. Perbaikan sumber daya proses belajar-mengajar dan manajemennya
(1) Peningkatan efektifitas laboratorium
(2) Peningkatan layanan kepustakaan untuk sarana belajar mandiri
(3) Perbaikan manajemen sumber daya
c. Perbaikan sistim pembelajaran
(1) Perbaikan metode pengajaran
(2) Peningkatan efisiensi pembelajaran di kelas
(3) Menyediakan layanan konseling
(4) Menjalankan mekaniswa class-feedback untuk identifikasi permasalahan
(5) Mendapatkan akreditasi untuk layanan laboratorium dan program pendidikan
d. Pengembangan sumber pendapatan dana
e. Penguatan manajemen internal
(1) Pengembangan sistim informasi manajemen
(2) Pengembangan sistim manajemen PSTS berbasis manajemen mutu terpadu
f. Peningkatan kapasitas layanan profesional
(1) Penguatan kapasitas unit-unit pengkajian (UP) di setiap laboratorium
(2) Pengembangan kerjasama institusional

37

3.2

STRATEGI PENCAPAIAN
Strategi pencapaian visi, misi, dan tujuan PSTS Unsyiah diwujudkan dalam serangkaian
kebijakan, program, dan kegiatan yang dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra)
PSTS Unsyiah 2009 - 2014. Rumusan strategi pencapaian tujuan PSTS Unsyiah diuraikan
dalam dua bagian, yaitu Program Pengembangan dan Indikator Kinerja PSTS, sedangkan
Program Pengembangan tersebut terdiri tiga bidang yaitu:

(1) Pemerataan

dan perluasan akses; bidang ini diarahkan untuk meningkatkan daya


tampung PSTS Unsyiah dalam menerima peserta didik dan memberikan kesempatan
yang sama bagi semua golongan masyarakat (baik secara sosial, ekonomi, gender,
lokasi tempat tinggal, maupun kondisi fisik jasmaninya) untuk menempuh pendidikan
di PSTS Unsyiah. Program ini sekaligus juga mendukung kebijakan pemerintah
meningkatkan kapasitas masyarakat untuk belajar sepanjang hayat dalam rangka
peningkatan daya saing bangsa di era global. Kebijakan bidang pemerataan dan
perluasan akses pendidikan secara rinci ditujukan untuk: (a) program promosi, (b)
pengembangan sistem riset, dan (c) penguatan komunikasi internal (dosenkaryawan-mahasiswa) dan komunikasi eksternal dengan alumni,

(2) Peningkatan

Mutu, Relevansi dan Daya Saing; Bidang ini diarahkan untuk


menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi serta menghasilkan
karya-karya akademik yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan pembangunan
sehingga PSTS Unsyiah menjadi rujukan dalam pengembangan bidang teknik Sipil.
Pencapaian kondisi tersebut memerlukan waktu dan proses yang harus dirancang

secara bertahap. Untuk menjamin terjadinya peningkatan secara berkelanjutan,


diperlukan sistem penjaminan mutu berdasarkan baku mutu yang terus
dikembangkan secara berkelanjutan. Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing
mencakup tiga bidang tridharma pendidikan tinggi. Peningkatan mutu dan relevansi
pada bidang pendidikan diukur dari pencapaian kecakapan akademik dan nonakademik yang lebih tinggi yang memungkinkan lulusan proaktif pada perubahan
masyarakat dalam berbagai bidang, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Oleh karena itu, selain menguasai hard skill (kompetensi keilmuan), lulusan PSTS
Unsyiah juga harus menguasai soft skill (kompetensi pendukung) yang diperlukan
dalam menghadapi tantangan kehidupan seperti berkomunikasi, bekerja dalam tim,
berfikir kritis, menguasai teknologi informasi, dan memiliki jiwa entrepreneurship dan
kepemimpinan yang kuat. Untuk mencapai tujuan tersebut, kurikulum program studi
harus terus menerus disesuaikan dengan tuntutan perkembangan masyarakat,
proses pembelajaran harus terus menerus ditingkatkan kualitasnya, sarana dan
prasarana akademik terus ditingkatkan, dan pembinaan non kurikuler harus mengacu
pada pengembangan kreativitas, entrepreneurship, dan kepemimpinan mahasiswa.
Kebijakan bidang Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing secara rinci ditujukan
untuk: (a) Pengembangan program professional, (b) Penguasaan teknologi informasi,
(c) Peningkatan kemampuan bahasa Inggris dan soft skill, (d) Peningkatan wawasan
kewirausahaan, dan

(3) Bidang

Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas dan Pencitraan Public, Bidang ini


diarahkan pada penguatan kapasitas PSTS Unsyiah untuk mewujudkan diri sebagai
organisasi pendidikan tinggi yang sehat, mandiri, dan akuntabel serta memiliki citra
yang sangat positif di masyarakat sebagal perguruan tinggi yang berkualitas.
Kebijakan penguatan tata kelola, relevansi dan pecitraan publik secara rinci
diarahkan untuk (a) perbaikan sumber daya proses belajar-mengajar dan
manajemennya, (b) Perbaikan sistim pembelajaran, (c) Penguatan manajemen
internal, (d) Peningkatan kapasitas layanan profesional.

38
Implementasi strategi pencapaian di atas, didukung dengan berbagai kerjasama dengan
pihak eksternal antara lain:
(1) Bekerjasama dengan berbagai Program Studi Teknik Sipil terkemuka di Indonesia dan
di kawasan Asia dalam pengembangan kurikulum, riset dan aplikasi teknologi.
(2) Bekerja sama dengan lembaga-lembaga riset nasional seperti TDMRC, LIPI, BPPT, dan
lainnya dalam pengembangan riset di bidang teknologi proses dan bioteknologi.
(3) Bekerjasama dengan pemerintah daerah dan pusat dalam mengembangkan
teknologi tepat guna dan industri proses yang sangat dibutuhkan masyarakat local,
dan
(4) Bekerjasama dengan berbagai instansi lokal, nasional dan internasional dalam
mendukung pengembangan pembangunan di daerah Aceh.

39

BAB 4
PENUTUP

20092014

Rencana Strategis (Renstra) PSTS Unsyiah tahun 2009 - 2014 adalah merupakan road
map pengembangan PSTS Unsyiah dan sebagai acuan bagi pengembangan dan arah dari
seluruh kegiatan civitas akademika. Dengan Renstra ini diharapkan Pimpinan Program

Studi akan menentukan langkah yang berupa kebijakan-kebijakan untuk mencapai tujuan
sehingga semua kegiatan yang ada di lingkungan PSTS Unsyiah akan lebih terarah. Dalam
Renstra ini telah disajikan visi, misi dan tujuan Program Studi dalam menghadapi
tantangan masa depan sesuai dengan tugas yang diemban sebagai lembaga pendidikan.
Renstra ini disusun untuk jangka waktu 5 tahunan, dalam pelaksanaannya akan
dilengkapi dengan Rencana Operasional (Renop) dan Rencana Tahunan (Rentan) yang
kemudian di jabarkan lagi ke dalam dokumen kerja Sistem Perencanaan Penyusunan
Program dan Penganggaran (SP4).
Program-prohram yang disusun ini dibahas dalam Rapat Kerja Program Studi, Fakultas,
dan Universitas. Selain itu, butir-butir strategi pengembangan yang merupakan bagian
utama dari Renstra ini perlu dijabarkan dalam panduan teknis dan dimasyarakatkan agar
implementasinya secara operasional dihayati dan didukung oleh civitas akademika.
Rencana ini bukanlah suatu yang tidak dapat berubah, setiap dua tahun atau tahunan
akan dikaji dan dievaluasi apakah rencana tersebut masih relevan dengan situasi dan
kondisi, jika dinamika kegiatan Program Studi memang lajunya lebih cepat, maka Renstra
ini akan diubah atau disesuaikan. Kunci keberhasilan pelaksanaan Renstra ini pada
hakekatnya ditentukan oleh empat faktor: (a) komitmen dari segenap civitas akademika
untuk' melaksanakan/mengimplementasikan dalam kegiatan nyata; (b) berkembangnya
atmosfir akademik yang kondusif; (c) kedisiplinan dari pelaksana, serta (d)
berkembangnya budaya kualitas.

40

KEPUSTAKAAN

20092014

Mortev Universitas Syiah Kuala, 2007, Laporan Monitoring dan Evaluasi Tahun 2006 Universitas
Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7, 2003, Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional tahun 2004-2009, Jakarta.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 30, 2005, Rencana Induk Rehabilitasi dan
Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara, Jakarta.
Program Studi Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala, 2008, Program Kerja Ketua Program Studi
Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh.
Program Studi Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala, 2008, Laporan Rapat Kerja Program Studi Teknik
Sipil Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh.
Pusat Informasi dan Humas, Depdiknas, 2007, Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional
2005-2009, Jakarta.
Stanford University, University School of Medicine, Translating Discovering A Strategic Plan for The
Stanford University. Stanford.
Universitas Syiah Kuala, 2008, Renstra Universitas Syiah Kuala 2007 - 2012, Darussalam, Banda
Aceh

41