Anda di halaman 1dari 17

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten

Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

INTEGRASI ZONING
MAP KE DALAM ZONING

TEXT

Modul Pemetaan
Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana
Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten di
Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan
Papua

Kompetensi lanjutan pada penggunaan sistem informasi geografis (SIG) dalam


pemanfaatan ruang adalah integrasi zoning text kedalam zoning map. Integrasi
ini akan sangat berguna bagi tahap pemanfaatan ruang terutama pada bagian
perizinan.
Dibawah ini adalah gambar contoh hasil integrasi antara zoning teks dengan
zoning map. Dengan gambar ini, pemerintah daerah dapat dengan mudah
memperoleh informasi dengan cepat mengenai zona dan pengaturannya.

MODUL PEMETAAN

4 - 1

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

MODUL PEMETAAN

4 - 2

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

Berikut adalah tahapan dan langkah-langkah integrasi zoning text dan zoning
map.
1.

Persiapan Data Spasial (shapefile)

2.

Buka program ArcGIS

3.

Setelah program terbuka, add data shapefile yang akan diedit

MODUL PEMETAAN

4 - 3

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

4.

Pilih shapefile yang akan diinput yang ada di dalam folder


penyimpanan. Contoh add data zonasi
Setelah data terpilih lalu klik Add

Setelah di klik add, maka data shapefile akan muncul data view
sebagai berikut

MODUL PEMETAAN

4 - 4

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

5.

Untuk memudahkan perbedaan antara peruntukan satu dengan


peruntukan yang lain, maka sebaiknya dilakukan perubahan warna
dengan cara: (1) klik kanan pada data layer terpilih (contoh data
zonasi) -> (2) klik properties seperti gambar di bawah

6.

Setelah diklik properties maka akan muncul tampilan Layer


Properties. Langkah selanjutnya yaitu klik (1) symbology -> (2)
categories -> (3) pilih value field yang akan dilakukan perubahan
warna (contoh zonasi) -> (4) klik add all values -> sesuaikan dengan
warna yang diinginkan -> Ok

MODUL PEMETAAN

4 - 5

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

1
=
3
=

2
=

4
=

5
=

Setelah merubah warna sesuai dengan yang diinginkan, maka


tampilan akan berubah seperti berikut

MODUL PEMETAAN

4 - 6

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

7.

Untuk menambahkan kolom, buka attribute table data dengan cara


klik kanan pada data layer terpilh -> klik table option -> klik add
field(contoh data zonasi)

2
=

8.

3
=

Setelah diklik add field, maka akan keluar layer seperti dibawah,
tinggal memasukan judul tabel (diizinkan, terbatas, bersyarat, tidak
diizinkan, KDB, KLB, ketinggian bangunan), pilih type sebagai Text,
dan lenght disesuaikan dengan jumlah karakter maksimal yang akan
dimasukan. Contoh: permukiman = 10 karakter. Apabila informasi
yang akan dimasukan cukup banyak, maka length characternya
berkisar >100, lalu klik ok

MODUL PEMETAAN

4 - 7

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

2
3
4
=

2
3
4
=

MODUL PEMETAAN

4 - 8

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

2
3
4
=

2
3
4
=

MODUL PEMETAAN

4 - 9

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

2
3
4
=

2
3
4
=

MODUL PEMETAAN

4 - 10

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

2
3
4
=

2
3
4
=

MODUL PEMETAAN

4 - 11

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

Setelah diinput semua tabel, maka akan seperti gambar di bawah ini

9.

Untuk memberikan informasi pada attribute terpilih (contoh untuk


memilih zonasi permukiman R2), masih dalam attribute table yang
terbuka, klik ikon select by attribute.

MODUL PEMETAAN

4 - 12

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

Maka akan keluar layer dibawah ini

Tahap selanjutnya, pada perintah select by attribute double klik


pada attribute kode, ketik =, klik pada tulisan get unique value,
lalu pilih attribute yang akan diselect (contoh R2), lau klik apply

2
=

1
=

4
=

3
=

5
=

MODUL PEMETAAN

4 - 13

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

Setelah diklik apply, pada kolom attribute table akan muncul


attribute yang telah terseleksi sesuai dengan unique value (R2)

10. Tahap selanjutnya untuk mengisi kolom ITBX (diizinkan, terbatas,


bersyarat, tidak diizinkan), klik kanan pada judul kolom ITBX (contoh
kolom DIIZINKAN) lalu klik field calculator seperti gambar dibawah
ini

1
=
2
=

MODUL PEMETAAN

4 - 14

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

11. Tahap selanjutnya, pada perintah field calculator isi dengan


peruntukan yang akan diizinkan dibangun di kawasan R2, dengan cara
memberi tanda petik () -> peruntukan (contoh PERUMAHAN,
PERDAGANGAN DAN JASA, dsb) -> lalu diakhiri dengan tanda petik (),
setelah itu klik ok

Diketik secara manual

12. Untuk melihat hasil yang telah dipilih dapat dilakukan dengan cara
klik kanan pada pojok kolom sebelah kiri -> zoom to selected

1
=
2
=

MODUL PEMETAAN

4 - 15

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

Maka tampilan akan berubah seperti gambar di bawah ini

13. Untuk mengetahui informasi apa saja yang ada di dalam data dapat
dilakukan pengecekan dengan tools identify -> klik salah satu data
polygon atau data shapefile, maka akan muncul informasinya seperti
gambar di bawah ini

MODUL PEMETAAN

4 - 16

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

14. Langkah-langkah di atas dapat dilakukan untuk mengisi informasi


peruntukan lainnya seperti kawasan lindung, kawasan perlindungan
setempat, dll.

MODUL PEMETAAN

4 - 17