Anda di halaman 1dari 16

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten

Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

ASISTENSI PETA
RENCANA RINCI
Modul Pemetaan
Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana
Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten di
Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan
Papua

Berkaitan dengan proses legalisasi Rencana Rinci Tata Ruang perlu dilakukan
asistensi terkait dengan pemetaan Rencana Rinci Tata Ruang ke Badan
Informasi Geospasial (BIG) Bidang Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas yang
beralamat di Cibinong Kabupaten Bogor selaku lembaga

yang diberi

kewenangan untuk setiap proses pemetaan. Adapun mekanisme untuk


mendapatkan rekomendasi dari BIG dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan
terhadap Peta Rencana Rinci yang meliputi beberapa tahapan yaitu
pemeriksaan administrasi dan pemeriksaan substansi.

3.1.

PEMERIKSAAN ADMINISTRASI

Setiap peraturan daerah provinsi dan peraturan daerah kabupaten tentang


rencana tata ruang wilayah (RTRW) provinsi dan RTRW kabupaten
mengamanatkan penyusunan rencana rinci baik rencana rinci perkotaan

MODUL PEMETAAN

3 - 1

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

maupun non perkotaan yang salah satunya tentang rencana tata ruang (RTR)
KSK.
Tahap awal yang dilakukan saat pemeriksaan peta Rencana Rinci di BIG adalah
memverifikasi kesesuaian Rencana Rinci terhadap Perda RTRW itu sendiri,
diupayakan Rencana rinci tersebut diamanatkan penyusunannya didalam Perda
RTRW.
Contoh : RDTR Kota Medan diamanatkan dalam Perda Kota Medan No.13
Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Medan Tahun 2011
2031

3.2.

PEMERIKSAAN SUBSTANSI

3.2.1

PEMERIKSAAN MANAJEMEN DATA

Data Spasial Peta Rencana Rinci Tata Ruang sebaiknya diatur dalam basis
manajemen data yang sesuai dengan arahan BIG, yaitu dibuat dalam 6 folder
utama, meliputi :
1.

Folder Sumber Data :


-

Data Raster Citra Satelit Resolusi Tinggi

Data DEM,

MODUL PEMETAAN

3 - 2

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

2.

3.

4.

Dan lain sebagainya

Folder Peta Dasar :


-

Garis Pantai

Hipsografi

Perairan

Batas Administrasi

Toponimi

Dan seterusnya

Folder Peta Tematik :


-

Topografi & Kelerengan

Jenis Tanah

Geologi Lingkungan

Kependudukan

Sarana Peribadatan

Sarana Pendidikan

Dan seterusnya

Folder Peta Rencana


-

Rencana Pola Ruang

Rencana Struktur Ruang

BWP Prioritas

MODUL PEMETAAN

3 - 3

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

5.

Folder Album Peta


(Berisi semua peta yang sudah dilayout baik berupa Jpeg maupun
dalam format mxd)

6.

Folder Lampiran
(Berisi data-data pendukung dalam proses pembuatan peta, seperti
data hasil survey GCP)

Gambar 3.1 Contoh Manajemen Data

3.2.2 PEMERIKSAAN SUMBER DATA PETA


Pemeriksaan sumber data meliputi pemeriksaan data Citra satelit resolusi yang
digunakan dan data Digital Elevation Model (DEM).
Adapun hal-hal yang diperiksa terkait data Foto Udara atau citra satelit resolusi
tinggi, antara lain :

MODUL PEMETAAN

3 - 4

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

Citra satelit yang digunakan adalah citra satelit optis resolusi tinggi < 1
meter 5 meter (QuickBird, GeoEye / WorldView, Pleiades, dll) berupa
Raw data (Data Mentah) dan harus melalui suatu proses koreksi
geometris.

Perekaman maksimal 2 tahun

Tutupan awan kurang dari 10%

Sudut kemiringan citra kurang dari 20 derajat

Gambar 3.2 Contoh Resolusi Citra Satelit

Untuk data Digital Elevation Model untuk skala peta rencana rinci tata ruang
diperlukan data ketinggian berupa Foto Udara Stereo, DSM dari IFSAR,
TerraSAR, DSM dari Lidar. Jika data-data tersebut tidak tersedia maka dapat
menggunakan DEM TerraSAR (resolusi 7 m) yang tersedia di BIG dengan
mempertimbangkan keadaan relief daerah yang akan dipetakan, dan jika relief
relatif datar bisa juga menggunakan SRTM dan ASTER, namun jika daerah
bergunung harus menggunakan data yang lebih baik.

MODUL PEMETAAN

3 - 5

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

Gambar 3.3 Perbandingan Data DEM menggunakan SRTM dan TerraSAR

3.2.3

PEMERIKSAAN PETA DASAR

Pemeriksaan peta dasar meliputi pemeriksaan muatan-muatan yang harus ada


dalam suatu peta peta dasar yaitu berupa pemeriksaan unsur-unsur perairan,
hipsografi, unsur jaringan jalan, unsur bangunan dan gedung yang dilengkapi
dengan toponimi pada masing-masing unsur tersebut.
1.

Unsur Perairan ;
-

Menggambarkan jaringan sungai dan drainase,

Garis tepi

perairanyaitu garis batas daratan dan air yang menggenang (tepi


danau/Situ, garis tepi rawa, dan garis tepi empang)
-

Segmen garis sungai harus terhubung satu dengan lainnya


membentuk satu jaringan yang bermuara pada satu titik.

Aliran sungai harus mengikuti kesesuaian kontur

MODUL PEMETAAN

3 - 6

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

Harus dimasukkan atribut nama sungai, panjang, dll pada atribut


data shapefilenya

2.

Unsur Jaringan Jalan ;


-

Jaringan jalan harus didigitasi dalam dua bentuk. Pertama, sebagai


dua garis sejajar (jika lebar > 2.5 m) sehingga membentuk blok
jalan. Kedua, sebagai garis tunggal pada porosnya

Poros jalan digunakan untuk menggambarkan jaringan utilitas


beserta dengan atributnya.

3.

Unsur Gedung dan Bangunan ;


-

Gedung dan bangunan didigitasi satu persatu berdasarkan


kenampakan atapnya.

Gedung dan bangunan yang berhimpitan dan atapnya saling


menyatu dianggap satu blok rumah.

Gedung dan bangunan diberi simbol dan nama.

Gedung dan bangunan yang tidak terdapat pada Informasi tepi


hanya diberi nama tanpa simbol.

Batas persil tanah dibuat sesuai kebutuhan.

MODUL PEMETAAN

3 - 7

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

Atap bangunan didigitasi agar memudahkan survey lapangan untuk


mengidentifikasi persoalan peruntukan dan pemanfaatan ruang
yang ada sebagai bahan untuk merumuskan peraturan zonasi yang
tepat. Selain itu, dari survey lapangan yang diplotkan pada atap
bangunan akan dapat diketahui pola tutupan lahannya.

Tabel dibawah ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang muncul pada saat


dilakukan pemeriksaan peta dasar.
Tabel 3.1 Pemeriksaan Peta Dasar

NO

ITEM PEMERIKSAAN

Apakah Peta dasar sudah dalam


format Shp?
Apakah data spasial terkait batas
administrasi, garis pantai,
jalan,kontur, perairan dan
toponim sudah dibentuk dalam
format shp didalam folder peta
dasar?
Apakah hasil digitasi sesuai
dengan sumber data yang
digunakan?
Apakah hasil digitasi sudah sesuai
atau masih ada pergeseran jika
disesuaikan dengan sumber data
yang digunakan?
Apakah digitasi unsur-unsur peta
dasar sudah dalam bentuk
poligon?
Apakah data jalan maupun sungai
sudah didigitasi dalam bentuk
poligon?

MODUL PEMETAAN

CHEKLIST

CATATAN

3 - 8

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

NO

ITEM PEMERIKSAAN

Apakah as jalan sudah didigitasi


dalam bentuk garis?
Apakah garis median jalan
maupun sungai sudah didigitasi
dalam bentuk garis/line?
Apakah hasil digitasi sudah tidak
mengandung kesalahan topologi?
Apakah hasil digitasi sudah
pasatau masih ada pergeseran jika
disesuaikan dengan sumber data
yang digunakan?
Apakah hasil digitasi sudah
dilengkapi dengan atribut toponim
dan klasifikasi unsur?
Apakah hasil digitasi sudah pas
digambarkan sesuai dengan
penampakan objeknya?

9
10

11

12

3.2.4

CHEKLIST

CATATAN

PEMERIKSAAN PETA TEMATIK

Pemeriksaan peta tematik dilakukan dengan memeriksa semua kelengkapan


peta tematik yang harus ada dalam pembuatan peta rencana rinci tata ruang.
Tabel dibawah ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang muncul pada saat
dilakukan pemeriksaan peta tematik.
Tabel 3.2 Pemeriksaan Peta Tematik
NO

ITEM PEMERIKSAAN

Dalam penyusunan RDTR


menggunakan peta tematik skala
berapa?
Judul-judul peta tematik yang
dilampirkan berskala berapa?
Peta tematik yang digunakan
berasal
dari instansi apa?
Judul-judul peta tematik yang
dilampirkan diperoleh dari instansi

2
3

MODUL PEMETAAN

CHEKLIST

CATATAN

3 - 9

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

NO

3.2.5

ITEM PEMERIKSAAN

CHEKLIST

CATATAN

apa saja ?
Peta tematik apa saja yang
digunakan dalam penyusunan
peta-peta RDTR?
Judul-judul peta tematik yang
dilampirkan apa saja?

PEMERIKSAAN PETA RENCANA

Pemeriksaan peta rencana dilakukan dengan cara mensinkronkan muatan


Rencana Rinci dengan RTRW yakni :
-

Mengacu pada rencana pola ruang yang telah ditetapkan dalam RTRW
Mengacu pada rencana struktur ruang yang termuat dalam RTRW

Selain itu dilakukan juga sinkronisasi antara substansi / muatan perda rencana
rinci dengan peta tersebut.
Tabel dibawah ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang muncul pada saat
dilakukan pemeriksaan peta rencana.
Tabel 3.3 Pemeriksaan Peta Rencana

NO

ITEM PEMERIKSAAN

Apakah muatan peta pola ruang


RDTR sesuai dengan peta pola
ruang
RTRW?
Apakah peruntukkan fungsi ruang
di
peta pola ruang RTRW dan peta
pola
ruang RDTR sudah sesuai?
Apakah muatan peta pola ruang
sesuai dengan yang diarahkan
dalam

MODUL PEMETAAN

CHEKLIST

CATATAN

3 - 10

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

NO

ITEM PEMERIKSAAN

CHEKLIST

CATATAN

Permen PU 20/2011?
Apakah klasifikasi peruntukkan
fungsi ruang pada peta pola ruang
sudah sesuai dengan Permen PU
20/2011?
Apakah unsur-unsur yang
tergambar pada peta rencana pola
ruang sesuai dengan batang tubuh
Perda RDTR?
Apakah klasifikasi fungsi ruang
yang tergambar di peta pola ruang
sudah sesuai dengan apa yang
tersebut didalam batang tubuh
Perda RDTR?
Apakah unsur-unsur yang
tergambar pada peta rencana
jaringan prasarana sesuai dengan
batang tubuh Perda RDTR?
Apakah unsur-unsur jaringan
prasarana yang tergambar pada
petarencana jaringan prasarana
sudah sesuai dengan apa yang
tersebut didalam batang tubuh
Perda RDTR

3.2.6

PEMERIKSAAN ALBUM PETA

Pemeriksaan Album Peta untuk peta rencana rinci tata ruang meliputi :
-

Layout peta dan tata letak

Simbol-simbol

Pewarnaan

Sumber data (sumber data sesuai dengan sumber sebenarnya)

Indeks peta (indeks peta skala 1 : 5000 mengikuti indeks peta RBI)

MODUL PEMETAAN

3 - 11

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

Tabel 3.4 Pemeriksaan Album Peta


NO

ITEM PEMERIKSAAN

Apakah template album peta sesuai


dengan yang diarahkan oleh bidang
PTR-BIG?

Apakah template layout peta yang dibuat


sesuai dengan template layout
yang diarahkan oleh bidang PTR-BIG?

Apakah album peta sudah dibuat pada


skala 1:5.000?

Apakah layout peta sudah dibuat pada


skala 1:5.000?

Apakah pemotongan lembar peta sudah


disesuaikan dengan indeks 1:5.000 BIG?

Apakah peta-peta potongan skala 1:5.000


sudah disesuaikan dengan indeks 1:5.000
BIG?

Apakah simbologi dan pewarnaan album


peta sudah mengacu pada PP 8/2013 dan
Permen PU 20/2011?

Apakah simbologi dan pewarnaan pada


peta yang dihasilkan sudah sesuai dengan
kaidah kartografis yang baik mengacu
pada PP 8/2013 dan Permen PU 20/2011?

CHECKLIST

CATATAN

Untuk lebih jelasnya mengenai format standar layout peta dapat dilihat pada
gambar dibawah ini.

MODUL PEMETAAN

3 - 12

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

Gambar 3.4 Contoh Layout Format Penuh

MODUL PEMETAAN

3 - 13

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

Gambar 3.5 Contoh Layout Format NLP

MODUL PEMETAAN

3 - 14

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

3.3.

DURASI KONSULTASI

Pelaksanaan kegiatan konsultasi peta rencana rinci tata ruang pada umumnya
tidak dijadwalkan secara khusus, dalam hal ini pemerintah daerah dapat
langsung datang ke BIG, akan tetapi sebelumnya telah ada pemberitahuan
(janji) tentang rencana kedatangan untuk berkonsultasi dengan membawa
surat pengantar dari daerah.
Untuk frekuensi konsultasi tidak dibatasi, tetapi tergantung dari kesempurnaan
kondisi peta yang dikonsultasikan. Dalam hal ini, apabila peta yang
dikonsultasikan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BIG, maka
konsultasinya tidak terlalu banyak.
Sebelum menyusun peta rencana rinci, SANGAT DIANJURKAN melakukan
konsultasi awal ke BIG untuk persiapan pembuatan peta dasar termasuk
didalamnya pengolahan citra.

3.4.

PERMASALAHAN UMUM DALAM KONSULTASI

Secara

umum

permasalahan

penyusunanpetarencanarinci

yang

ditemuipadasaatkonsultasi, diantaranyaadalah :

Peta citra yang digunakan sebagai peta dasar belum melakukan koreksi
geometrik (GCP).

Manajemen data belum mengacu pada pada ketentuan yang ditetapkan


oleh BIG, baik peta tematik, peta rencana, album peta dan data
pendukung.

Pendigitasian.

Muatan peta (simbolisasi, atribut, layout dan warna).

Skala.

MODUL PEMETAAN

3 - 15

Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Provinsi/Kabupaten


Di Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Dan Papua

3.5.

KELUARAN ASISTENSI

Keluaran asistensi, meliputi :


a.

Lembar berita acara hasil koreksi BIG

b.

Surat Rekomendasi BIG


Secara umum peta yang dikoreksi oleh BIG telah mengacu kepada PP N0.
8 Tahun 2013 tentang ketelitian peta rencana tata ruang, antara lain
adalah :
-

Base map (citra) yang digunakan telah dilakukan GCP.

Keabsahan Data spasial

Muata peta (simbologi, atribut, layout)

Indek skala sesuai dengan jenis peta rencana (KSK atau KSP).

Contoh keluaran / berita acara asistensi ke BIG terdapat dalam lampiran modul
ini.

MODUL PEMETAAN

3 - 16