Anda di halaman 1dari 10

Materi Pojok BPJS Kesehatan Pikiran Rakyat

1. Apa itu BPJS?


Badan Penyelenggara Jaminan Sosial adalah badan hukum public yang
dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. BPJS terdiri dari:
- BPJS Kesehatan
- BPJS Ketenagakerjaan
2. Apa itu BPJS Kesehatan?
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan adalah badan hokum yang
dibentuk untuk menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan
3. Apakah yang dimaksud dengan Jaminan Kesehatan?
Jaminan Kesehatan dalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar
peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan
dalam memenuhi kebutuhan agar kesehatan yang diberikan kepada setiap
orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah.
4. Siapa saja yang menjadi peserta BPJS Kesehatan?
Semua penduduk Indonesia wajib menjadi peseta jaminan kesehatan yang
dikelolah BPJS Kesehatan termasuk orang asing yang telah bekerja paling
singkat 6 (enam) bulan di Indonesia dan telah membayar iuran.
5. Ada beberapa kelompok peserta BPJS Kesehatan?
Peserta BPJS Kesehatan ada 2 (dua) kelompok, yaitu:
1. Peserta PBI
2. Peserta Bukan PBI
6. Apa yang dimaksud dengan PBI Jaminan Kesehatan?
Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan yang selanjutnya disebut
PBI Jaminan Kesehatan adalah fakir miskin dan orang tidak mampu yang
iurannya dibayarkan oleh pemerintah sebagai peserta program Jaminan
Kesehatan
7. Siapa yang menjadi peserta PBI Jaminan Kesehatan?
Yang menjadi Peserta PBI Jaminan Kesehatan adalah fakir miskin yang
ditetapkan oleh pemerintah dan diatur melalui Peraturan Pemerintah.
8. Siapa yang menjadi peserta PBI Jaminan Kesehatan lainnya?
Yang berhak menjadi Peserta PBI lainnya adalah yang tidak mampu dan
mengalami cacat total tetap.
9. Apa yang dimaksud dengan cacat total tetap?
Cacat total tetap merupakan kecacatan fisik dan/atau mental yang
mengakibatkan ketidakmampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan.
Penetapan cacat tetap dilakukan oleh dokter yang berwenang.
10.
Berapakah hak kelas rawat untuk Peserta Penerima Bantuan
Iuran (PBI)?

untuk Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh
pemerintah mendapatkan hak kelas III.
11.
Siapa sajakah yang menjadi peserta Bukan
Kesehatan?
Peserta Bukan PBI Jaminan Kesehatan terdiri atas:
1. Pekerja penerima upah dan anggota keluarganya
2. Bekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya
3. Bukan pekerja dan anggota keluarganya

PBI

Jaminan

12.
Apa yang dimaksud dengan pekerja penerima upah (PPU)?
Pekerja penerima upah adalah orang yang bekerja pada pemberi kerja
dengan menerima gaji atau upah.
13.
Siapa sajakah yang termasuk Peserta Pekerja Penerima Upah
(PPU)?
Berdasarkan Perpres Nomor 19 Tahun 2016, yang termasuk pekerja penerima
upah terdiri atas:
1. Pegawai Negeri Sipil
2. Anggota TNI
3. Anggota POLRI
4. Pejabat Negara
5. Pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
6. Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri
7. Pegawai swasta
8. Pekerja yang memenuhi kriteria pekerja penerima upah
9. Siapa saja anggota keluarga dari Peserta Pekerja Penerima Upah
(PPU) yang ikut ditanggung Pemberi Kerja?
Anggota keluarga Pekerja Penerima Upah (PPU) antara lain istri/suami yang
sah, anak kandung, anak tiri dari perkawinan yang sah, dan anak angkat
yang sah, sebanyak-banyaknya 5 (lima) orang.
10.
Bagaimana kriteria anak Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU)
yang dapat ditanggung?
Adapun anak kandung, anak tiri dari perkawinan yang sah, dan anak angkat
yang sah meliputi kriteria sebagai berikut:
1. Tidak atau belum pernah menikah atau tidak mempunyai penghasilan
sendiri
2. Belum berusia 21 (dua puluh satu) tahun atau belum berusia 25 (dua
puluh lima) tahun yang melanjutkan pendidikan formal.
11.
Siapa sajakah anggota keluarga lainnya yang dapat
diikutsertakan sebagai anggota oleh Peserta bukan Penerima
Bantuan Iuran (PBI)?
Adapan yang termasuk kedalam anggota keluarga tambahan antara lain
meliputi anak ke-4 (empat) dan seterusnya, ayah, ibu, dan mertua.
12.

Berapakah besar iuran peserta Pekerja Penerima Upah (PPU)?

Untuk iuran Jaminan Kesehatan bagi peserta Besar iuran untuk Pekerja
Penerima Upah (PPU) yang terdiri atas Pegawai Negeri Sipil, Anggota TNI,
Anggota POLRI, Pejabat negara, pimpinan dan anggota DPRD, dan Pegawai
Pemerintahan non Pegawai Negeri yaitu sebesar 5% dari gaji/upah perbulan
dengan komposisi 3% dibayar oleh pemberi kerja dan 2% dibayar oleh
pekerja. Sedangkan proporsi iuran untuk peserta Pekerja Penerima Upah
(PPU) Badan Usaha Swasta adalah 5% dengan ketentuan 4% dibayar oleh
pemberi kerja dan 1% dibayar oleh pekerja (peserta).
13.
Bagaimana ketentuan untuk hak kelas perawatan Pekerja
Penerima Upah (PPU)?
1. Ruang perawatan kelas II : Peserta PPU dengan gaji/upah sampai dengan
Rp. 4.000.000,00 (empat juta rupiah)
2. Ruang perawatan kelas I : Peserta PPU dengan gaji/upah diatas Rp.
4.000.000,00 (empat juta rupiah) sampai dengan Rp. 8.000.000,00
(delapan juta rupiah)
14.
Apa yang dimaksud dengan Pemberi Kerja?
Pemberi Kerja adalah orang perseorangan, pengusaha, badan hukum atau
badan lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja, atau penyelenggara
negara yang mempekerjakan pegawai negeri dengan membayar gaji, upah,
atau imbalan dalam bentuk lainnya.
15.
Apa yang menjadi kewajiban Pemberi Kerja?
Kewajiban Pemberi Kerja antara lain:
1. Wajib mendaftarkan dirinya dan pegawainya sebagai peserta BPJS
Kesehatan
2. Wajib memberikan data dirinya dan pekerjanya beserta anggota keluarga
secara lengkap dan benar kepada BPJS Kesehatan
3. Wajib memungut iuran dari pekerjanya dan membayar iuran paling lambat
tanggal 10 (sepuluh) setiap bulannya
16.
Apa yang dimaksud dengan Pekerja Bukan Penerima Upah
(PBPU)?
Pekerja bukan penerima upah adalah setiap orang yang bekerja atau
berusaha atas resiko sendiri
17.
Siapa sajakah yang termasuk peserta Pekerja Bukan Penerima
Upah (PBPU)?
Pekerja bukan penerima upah terdiri atas:
1. Pekerja diluar hubungan kerja atau pekerja mandiri
2. Pekerja lain yang memenuhi kriteria pekerja bukan penerima upah
18.
Berapakah besar iuran perbulan untuk peserta Pekerja Bukan
Penerima Upah (PBPU)?
Iuran Jaminan Kesehatan bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah adalah:
1. Sebesar Rp. 25.500,00 (dua puluh lima ribu lima ratus rupiah) per orang
per bulan untuk kelas III
2. Sebesar Rp. 51.000,00 (lima puluh satu ribu rupiah) per orang per bulan
untuk kelas II

3. Sebesar Rp. 80.000,00 (delapan puluh ribu rupiah) per orang per bulan
untuk kelas I
19.
Apa yang dimaksud dengan peserta Bukan Pekerja?
Bukan Pekerja adalah setiap orang yang tidak bekerja tetapi mampu
membayar iuran Jaminan Kesehatan
20.
Siapa sajakah yang termasuk kedalam kategori peserta Bukan
Pekerja?
Yang termasuk kedalam bukan pekerja terdiri atas:
1. Investor
2. Pemberi kerja
3. Penerima pensiunan
4. Veteran
5. Perintis kemerdekaan
6. Janda, duda, atau anak yatim piatu dari veteran atau perintis
kemerdekaan
21.
Kapan jatuh tempo untuk pembayaran iuran peserta?
Paling lambat tanggal 10 (sepuluh) setiap bulan.
22.
Bagaimana pengaturan apabila terdapat keterlambatan
pembayaran iuran?
Apabila terdapat keterlambatan pembayaran iuran Jaminan Kesehatan lebih
dari 1 (satu) bulan sejak tanggal 10 (sepuluh), maka penjaminan peserta
diberhentikan sementara.
23.
Bagaimana untuk pengaktifan kembali kepesertaan?
Status kepesertaan aktif kembali apabila peserta:
1. Membayar iuran tertunggak paling banyak untuk waktu 12 (dua belas)
bulan
2. Membayar iuran pada bulan pertama saat peserta ingin mengakhiri
pemberhentian sementara jaminan
24.Apakah aturan mengenai denda 2% dari iuran perbulan masih
diberlakukan?
Tidak. Pada dasarnya denda 2% telah dihapuskan, namun dalam Perpres
19/2016 diatur bahwa untuk peserta yang memperoleh pelayanan kesehatan
rawat inap dalam jangka waktu maksimal 45 hari sejak pengaktifan kembali
kepasertaan, akan dikenakan denda sebesar 2,5% dari biaya pelayanan
kesehatan dikali jumlah bulan tertunggak max 12 (dua belas) bulan.
25.
Berapakah batas maksimal denda pelayanan kesehatan yang
dikenakan?
Besar denda paling tinggi Rp. 30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah)
26.
Sebagai contoh:
Kepasertaan Si A TMT 10 Agustus 2016 non-aktif. Pada tanggal 1 r 2016, Si A
membayar
iuran
bulan
tertunggak
dan
mengaktifkan
kembali
kepesertaannya. Pada tanggal 10 September 2016, Si A dirawat inap di

Rumah Sakit dengan biaya pelayanan kesehatan sebesar Rp. 30.000.000,00


(tiga puluh juta rupiah), maka si A berkewajiban membayar denda sebagai
berikut:
2,5% x 30.000.00,00 x 2 (jumlah bulan tertunggak) = Rp. 1.500.000,00
(sejuta lima ratus ribu rupiah)
27.
Kapan pemberhentian sementara penjaminan peserta dan
pengenaan denda mulai berlaku?
Pemberhentian sementara penjaminan peserta dan pengenaan denda mulai
berlaku pada tanggal 1 Juli 2016
28.
Bagaimanakah pemabayaran denda untuk Peserta Pekerja
Penerima Upah (PPU)?
Bagi Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) untuk pembayaran iuran dan
denda ditanggung oleh Pemberi Kerja.
29.
Bagaimana pendaftaran peserta baru bagi Pekerja Bukan
Penerima Upah (PBPU) atau Peserta Mandiri?
Pendaftaran peserta baru Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Peserta
Mandiri dapat dilakukan melaui:
1. Wabsite BPJS (bpjs-kesehatan.go.id)
2. Kantor Cabang BPJS Kesehatan (KCU Bandung Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 66
Bandung)
3. Pihak Ketiga (Bank yang bekerjasama)
30.
Apa yang menjadi ketentuan pendaftaran untuk Peserta
Mandiri?
1. Peserta baru wajib mendaftarkan 1 (satu) keluarga dengan kelas yang
sama
2. Mengisi dan menyerahkan formulir yang telah diisi
3. Menyerahkan 1 (satu) lembar pas foto ukuran 3x4
4. Memperlihatkan KTP dan KK asli
5. Mencantumkan nomor rekening bank
31.
Bagaimana pendaftaran peserta baru bagi Badan Usaha?
Pendaftaran peserta baru Badan Usaha dapat dilakukan melaui:
1. Website Online
2. Kantor Cabang BPJS Kesehatan/KLOK
32.
Bagaimana tatacara pendaftaran Badan Usaha?
1. Badan usaha baru mengakses Website BPJS Kesehatan
2. Kemudian melakukan pengisian Aplikasi Registrasi Online,
3. BU akan mendapatkan nomor Virtual Account, User ID dan Password
EDABU, Formulir Registrasi (pdf) terbentuk maks 3 jam
4. Badan Usaha mengakses ke Aplikasi E-DABU dan mulai mendaftarkan
karyawan beserta keluarganya
5. Setelah mengapproval Daftar Peserta, akan terbentuk tagihan iuran
pertama 1x24 jam
6. Kemudian Badan Usaha melakukan pembayaran tagihan iuran pertama
sesuai dengan ketentuan BPJS Kesehatan yang berlaku

7. Kemudian mengakses laporan iuran via aplikasi


33.
Apa sanksi yang akan diterima Pemberi kerja apabila tidak
mendaftarkan diri dan pekerjanya?
Setiap Pemberi Kerja yang tidak mendaftarkan dirinya dan pegawai berserta
keluarganya akan dikenakan sanksi administratif berupa:
1. Teguran tertulis (2x teguran)
2. Denda
3. Tidak mendapatkan pelayanan publik tertentu
34.
Berapakah besaran denda yang harus dibayarkan Pemberi
Kerja apabila menunggak iuran?
Apabila terdapat karyawan dari Pemberi Kerja mengalami sakit dan harus
dirawat inap, maka pemberi kerja wajib menbayar denda:
2,5% x jumlah biaya pelayanan rawat inap x jumlah bulan tetunggak
35.
Siapakah yang mengenakan sanksi teguran tertulis dan denda?
Sanksi teguran tertulis dilakukan oleh BPJS Kesehatan
36.
Siapakah yang mengenakan sanksi tidak mendapatkan
pelayanan publik tertentu?
Penetapan sanksi tidak mendapatkan pelayanan publik tertentu dilakukan
oleh Unit Pelayanan Publik pada Instansi Pemerintah, Pemda Provinsi, dan
Pemda Kab/Kota atas permintaan BPJS Kesehatan
37.
Apa saja bentuk sanksi tidak mendapat pelayanan publik
tertentu untuk Pemberi Kerja?
Adapun bentuk sanksi tidak mendapat pelayanan publik yang dapat
dikenakan kepada Pemberi Kerja/BU antara lain:
1. Perizinan terkait usaha
2. Izin yang diperlukan dalam mengikuti tender proyek
3. Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA)
4. Izin Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh (PPJP/PPJB)
5. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
38.
Apa saja bentuk sanksi tidak mendapat pelayanan publik
tertentu terhadap Peserta Mandiri?
Adapun bentuk sanksi tidak mendapat pelayanan publik tertentu yang dapat
dikenakan kepada Peserta Mandiri antara lain:
1. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
2. Surat Izin Mengemudi (SIM)
3. Sertifkat tanah
4. Paspor
5. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)
39.
Bagaimana rasio distribusi peserta
di Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama (FKTP) berdasarkan Perpres No. 19/2016?
Pengaturan rasio dsitribusi peserta di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
(FKTP) bersadarkan Perpres No. 19/2016 dengan perbandingan rasio dokter

dan peserta = 1 : 5.000 dengan tujuan distribusi peserta tang lebih merata
disetiap fasilitas kesehatan.
40.
Bagaimana dengan Peserta yang menginginkan kelas yang
lebih tinggi dari haknya?
Untuk peserta yang menginginkan kelas yang lebih tinggi dari haknya dapat
mengikuti asuransi kesehatan tambahan.
41.
Bagaimana selisih biaya atas kelas yang lebih tinggi tersebut
terhadap Peserta BPJS Kesehatan?
Untuk selisih biaya antara yang dijamin oleh BPJS Ksehatan ddengan biaya
atas kelas yang lebih tinggi dari haknya, maka dibayar oleh:
a. Peserta yang bersangkutan
b. Pemberi kerja
c. Asuransi kesehatan tambahan
42.
Bagaimana prosedur pelayanan BPJS Kesehatan?
1. Peserta mendatangai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)
2. Apabila berdasarkan indikasi medis diharuskan rujukan
Peserta FKTP Rumah Sakit
3. Untuk kondisi Gawat Darurat
4. Peserta Rumah Sakit
43.
Bagaimana pelayanan kesehatan untuk kasus Gawat Darurat di
Faskes yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan?
1. Peserta yang memerlukan palayanan gawat darurat dapat langsung
memperoleh pelayanan di setiap Fasilitas Kesehatan
2. Peserta yang memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan
yang tidak bekerjasama denga BPJS Kesehatan, harus segera dirujuk ke
fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan setelah
keadaan gawat daruratnya teratasi dan pasien dalam kondisi dapat
dipindahkan
44.
Apa saja yang termasuk kedalam manfaat pelayanan BPJS
Kesehatan?
Manfaat pelayanan BPJS Kesehatan meliputi promotive dan preventif yang
terdiri dari:
a. Penyuluhan kesehatan peroranagan
b. Imunisasi rutin
c. Keluarga berencana
d. Skrining kesehatan
45.
Apa
yang
dimaksud
dengan
penyuluhan
kesehatan
perorangan?
Penyuluhan kesehatan perorangan meliputi paling sedikit penyuluhan
mengenai pengolahan factor resiko penyakit dan perilaku hidup bersih dan
sehat.

46.
Apa saja yang termasuk kedalam penyuluhan kesehatan?
Yang termasuk kedalam pelayanan penyuluhan kesehatan yaitu:
1) Penyuluhan langsung oleh narasumber Dokter Umum/Dokter Spesialis
2) Difokuskan pada pemberian informasi terkait penyakit kronis dan
komplikasinya (DM Tipe 2, Hipertensi, Jantung, Asma, Stroke, dan kronis
lainnya)
3) Menekankan pada kemandirian memelihara kesehatan
4) Penyedian dan distribusi media promosi kesehatan melalui; leaflet,
banner, dan filler edukasi.
47.
Apa yang dimaksud dengan pelayanan imunisasi rutin?
Pelayanan imunisasi rutin meliputi pemberian jenis imunisasi rutin sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
48.
Apa saja yang termasuk kedalam pelayanan keluarga
berencana?
Yang termasuk dalam pelayanan keluarga berencana meliputi konseling,
pelayanan kontrasepsi termasuk vasektomi dan tubektomi, bekerja sama
dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
49.
Apa yang dimaksud dengan skrining kesehatan?
Skrining kesehatan yaitu pelayanan kesehatan yang diberikan baik secara
perorangan maupun selektif. Pelayanan ini ditujukan untuk mendeteksi resiko
penyakit dan mencegah dampak lanjutan dari resiko penyakit tertentu,
meliputi:
a. Diabetes Mellitus Tipe 2
b. Hipertensi
c. Kanker leher Rahim
d. Kanker payudara
e. Penyakit lain yang ditetapkan oleh Menteri
50.
Apa yang dimaksud dengan PROLANIS?
PROLANIS atau Program Pengelolahan Penyakit Kronis adala sistem yang
memadukan pelayanan kesehatan dan komunikasi kepada populasi yang
memiliki kondisi dimana kemandirian diri merupakan hal yang utama.
51.
Apa saja pelayanan kesehatan yang dijamin di Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)?
Pelayanan kesehatan yang dijamin ditingkat pertama meliputi pelayanan
kesehatan non spesialistik yang mencakup:
1. Administrasi pelayanan
2. Pelayanan promotif dan preventif
3. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis
4. Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif
5. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai
6. Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pertama
7. Rawat inap tingkat pertama sesuai dengan indikasi medis

52.
Apa saja yang termasuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
(FKTP)?
Yang termasuk kedalam Fasilitas Kesehatan Tingkat (FKTP) antara lain;
puskesmas, klinik pratama, dokter prakter perorangan (dokter umum
maupun dokter gigi).
53.
Apa saja pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan?
Pelayanan kesehatan yang dijamin ditingkat lanjutan meliputi pelayanan
kesehatan yang mencakup:
1. Administrasi pelayanan
2. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis dasar
3. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi spesialistik
4. Tindakan medis spesialistik, baik bedah maupun non-bedah sesuai dengan
indikasi medis
5. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai
6. Pelayanan penunjang diagnostik lanjutan sesuai dengan indikasi medis
7. Rehabilitasi medis
8. Pelayanan darah
9. Pelayanan kedokteran forensik klinik
10.Pelayanan jenazah pada pasien yang meninggal di fasilitas kesehatan
11.Pelayanan keluarga berencana
12.Perawatan inap non intensif
13.Perawatan inap diruang internsif
54.
Apa yang menjadi dasar penataan rujukan berjenjang?
Rujukan berjenjang didasarkan pada kompetensi medis dan kelengkapan
sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. Rujukan juga mempertimbangkan
kondisi geografis
55.
Bagaimana penajminan persalinan peserta BPJS Kesehatan?
Persalinan merupakan benefit bagi peserta BPJS Kesehatan tanpa
pembatasan jumlah kehamilan/persalinan, dengan syarat:
1. Pasien tersebut terdaftar sebagai peserta JKN
2. Kartu aktif
3. Mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku
56.
Apa saja pelayanan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan?
Berdasarkan PMK No. 28 Th, 2014, pelayanan yang tidak ditanggung BPJS
Kesehatan antara lain:
1. Pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa melaui prosedur sebagaimana
diatur dalam peraturan yang berlaku
2. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di Fasilitas Kesehatan yang tidak
bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat
3. Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan
kecelakaan
kerja
terhadap
penyakit/cedera
akibat
kecelakaan
kerja/hubungan kerja
4. Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan
kecelakaan lalu lintas
5. Pelayanan kesehatan yang dilakukan diluar negeri

6.
7.
8.
9.

Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik


Pelayanan kesehatan untuk mengatasi infertilitas
Pelayanan meratakan gigi (ortodonsi)
Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri atau akibat
melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri
10.Pengobatan komplementer, alternatif, dan tradisional, termasuk
akupunktur non medis, shin she, chiropracic, yang belum dinyatakan
efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan (health technology
assessment)
11.Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan
(eksperimen)
12.Alat kontrasepsi, kosmetik, makanan bayi, dan susu
13.Perbekalan kesehatan rumah tangga
14.Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat,
kejadian luar biasa/wabah
15.Biaya pelayanan kesehatan pada kejadian tak diharapkan yang dapat
dicegah
16.Baiya pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan Manfaat
Jaminan Kesehatan yang diberikan.