Anda di halaman 1dari 8

Nama

: Noor Rohmah Zakiyyah

NIM

: 13010112130084

No Absen

: 1 (satu)

UJIAN AKHIR SEMESTER RETORIKA DAN ILMU KOMUNIKASI


1. Coba anda sebut dan jelaskan dengan contoh persamaan dan perbedaan
antara (dunia) retorika dengan (dunia) komunikasi !
2. Coba anda sebut dan jelaskan dengan contoh kasus permasalahan yang
berkait dengan cara-cara pemerolehan informasi !
3. Coba anda sebut dan jelaskan mengapa dalam pelaksanaan berpidato
keberadaan (selingan) joke relative berlaku penting !
4. Sebut dan jelaskan cara dan sifat penentuan tema berpidato. Dan sebut
serta jelaskan pula macam dan cara penyusunan naskah dan pelaksanaan
berpidato!
5. Sebut dan jelaskan berdasarkan pengalaman pribadi anda saat berpidato,
termasuk kendala yang anda alami, serta bagaimana cara mengatasinya!

Jawab :
1. Retorika berasal dari bahasa Yunani rhetor atau bahasa Inggris orator
yang berarti kemahiran dalam berbicara dihadapan umum. Cakupan dari
pengertian
berbicara,

retorika adalah seni berbicara, kemahiran, dan kelancaran


kemampuan

memproduksi

gagasan,

kemampuan

mensosialisasikan sehingga mampu mempengaruhi audience. Dari


cakupan pengertian tersebut, maka ada dua hal yang perlu ditarik dan
diperhatikan, yaitu kemahiran atau seni dan ilmu. Retorika sebagai
kemahiran atau seni tentu mengandung unsur bakat (nativisme), kemudian
retorika sebagai ilmu unsur pengalaman (empirisme), yang bisa digali,
dipelajari dan diinventarisasikan. Hanya sedikit perbedaan bagi mereka
yang sudah mempunyai bakat akan berkembang lebih cepat, sedangkan

bagi yang tidak mempunyai bakat akan berjalan dengan lamban. Dari sini
kemudian lahirlah suatu anggapan bahwa Retorika merupakan artistic
science (ilmu pengetahuan yang mengandung seni), dan scientivic art (seni
yang ilmiah). Sementara menurut yang lain, retorika (rhetoric) secara
harfiyah artinya berpidato atau kepandaian berbicara.1, sedangkan
pengertian ilmu komunikasi menurut Shannon dan Weaver dalam website
Komunikasi Praktis disebutkan bahwa komunikasi adalah bentuk
interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja
atau tidak sengaja. Tidk terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan
bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan
teknologi.2.
Retorika dan Ilmu Komunikasi merupakan suatu ilmu yang saling
berkaitan, akan tetapi ada pula perbedaan dari kedua ilmu tersebut.
Persamaan Retorika dan Ilmu Komunikasi yaitu:
a. Bahasa sebagai alat, fungsinya yaitu sebagai pengungkap realitas
b. Mempunyai tujuan untuk mengungkap isi dari pesan yang
disampaikan.
c. Memiliki kemasan yang sama yaitu adanya O 1 (orang/pihak
pertama) dan O2 (orang/pihak kedua).
d. O1 mempunyai harapan agar O2 memperoleh sesuatu setelah
memahami isi pesan yang disampaikan
Perbedaan Retorika dan Ilmu Komunikasi yaitu:

1 Ansar (2013). Retorika. Dari http://seniberbicar.blogspot.co.id/2012/12/seni-berbicararetorika.html, (18 Mei 2016)


2 Komunikasi Praktis : Writing and speaking skill. 2014. Daftar Definisi
Komunikasi Menurut Para Ahli. Dari
http://www.komunikasipraktis.com/2014/10/daftar-definisi-komunikasimenurut-para-ahli.html, (18 Mei 2016)

Retorika
Ilmu Komunikasi
Penyampaian pesan bersifat satu Adanya timbal balik komunikasi
arah. antara O1 dan O2
Mempunyai unsur provokatif

antara O1 dan O2
Banyak unsur yang ada di ilmu
komunikasi bukan hanya unsur

Retorika

mempunyai

provokatif saja
tujuan Terkadang ilmu

yang pasti

komunikasi

tidak memiliki tujuan pasti,


sehingga terkesan hanya basa-

Pemakaian
spesifik

basi semata.
lebih Komunikasi lebih bersifat umum

retorika
dan

cenderung dan memiliki ranah kajian yang

mengarah ke seni berpidato

luas. Misalnya: bergosip atau


tawar

menawar

dagangan.
Retorika mempunyai visi dan Komunikasi
misi yang jelas

terkadang

barang
tidak

mempunyai visi dan misi yang


jelas
unsur-unsur Biasanya kurang memperhatikan

Penggunaan

kebahasaan seperti diksi, etika, unsur-unsur kebahasaan.


estetika,

stilistika

sangat

diperhatikan
2. Informasi dapat diperoleh dengan beberapa cara yaitu melaui media cetak,
televisi, radio, internet, serta tindak komunikasi yang dilakukan seharihari. Contoh ketika bergosip, diskusi, seminar, mendengarkan pidato.
3. Didalam komunikasi khususnya berpidato, humor (joke) sering digunakan
sebagai sarana persuasif atau sebagai cara untuk menurunkan ketegangan
audience. Manfaat humor dalam berkomunikasi, diantaranya;
a. Mengurangi rasa frustasi audience akibat komunikasi satu arah
b. Menambah daya tarik pesan
c. Menambah daya persuasif pesan, ide, atau gagasan yang disampaikan.
(Juliana, 2013: 1)

4. Ditinjau berdasarkan pada sifat dari isi pidato, pidato dapat dibedakan
menjadi:
a. Pidato Pembukaan, adalah pidato singkat yang dibawakan oleh
pembaca acara atau MC.
b. Pidato Pengarahan adalah pidato untuk mengarahkan pada suatu
pertemuan.
c. Pidato Sambutan, yaitu merupakan pidato yang disampaikan pada
suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh
beberapa orang dengan waktu yang terbatas secara bergantian.
d. Pidato Peresmian, adalah pidato yang dilakukan oleh orang yang
berpengaruh untuk meresmikan sesuatu.
e. Pidato Laporan, yakni pidato yang isinya adalah melaporkan suatu
tugas atau kegiatan.
f. Pidato Pertanggungjawaban, adalah pidato yang berisi suatu laporan
pertanggungjawaban.
Untuk menyusun naskah pidato, harus menggunakan

langkah-langkah

berikut;
a.

Menentukan topik pembicaraan


Pemilihan topik jauh sebelum kegiatan pembicaraan akan sangat
membantu

pembicara

menguasai

materi,

mencari

materi

pendukung, menambah ilustrasi, dan menyertakan bukti sebagai


penguat alasan. Topik hendaknya dipersempit sehingga tema
pembiacaan tidak meluas. Hal tersebut akan memberikan efek lebih
detil dan pembahasan yang mendalam.
b. Menetapkan tujuan
Seperti yang telah dibahas di atas, tujuan dari pidato dibedakan
menjadi tiga macam. Tetapkan tujuan dari pidato kita, memberi
informasi, mempengaruhi, atau sekadar sebagai hiburan.
Di dalam memilih topik dan tujuan, hendaknya disesuaikan dengan
kemampuan diri, mempunyai arti/kegunaan bagi pendengar dan
c.

lain-lain.
Menyusun kerangka pidato
Kerangka di dalam pidato terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup
Sebelum menyusun kerangka pidato, terlebih dahulu kumpulkan

bahan-bahan untuk menyusun pidato. Bahan pidato bisa didapatkan


berdasarkan pengalaman, hasil penelitian, imajinasi, buku bacaan,
d.

media massa, maupun media elektronik.


Menyusun teks pidato
Dalam tahap ini, buatlah naskah pidato sedalam mungkin
berdasarkan bahan-bahan referensi yang telah dikumpulklan
sebelumnya. Buatlah pembahasan secara runtut dan sistematis.

e.

Menyunting teks pidato


Di dalam tahap akhir ini, naskah drama yang telah selesai
sebaiknya anda sunting lagi. Hal tersebut dimaksudkan agar
penggunaan bahasa yang kasar, yang tidak sesuai, atau kurang
komunikatif dapat diedit atau diperbaiki.

Ada empat macam metode dalam pelaksnaan berpidato, antara lain:


a. Metode Impromptu
Metode Impromtu ialah metode berpidato yang dilakukan secara
spontanitas, serta merta tanpa adanya persiapan terlebih dahulu.
Metode ini sering disebut juga dengan metode spontanitas.
b. Metode Memoriter
Metode Memoriter yaitu metode berpidato yang dilakukan dengan
cara pembicara menyampaikan isi naskah pidato yang telah
dihafalkan terlebih dahulu. Metode ini lebih dikenal dengan
metode menghafal.
c. Metode Naskah
Metode Naskah yakni metode berpidato dengan cara pembicara
membaca teks/naskah pidato yang telah dipersiapkan.
d. Metode Ekstemporan

Metode Ekstemporan adalah metode berpidato dengan terlebih


dahulu membuat catatan kecil atau menyiapkan garis-garis bersar
konsep pidato yang akan disampaikan.

Dari keempat metode berpidato tersebut, yang paling populer digunakan adalah
metode terakhir. Kelebihan metode ekstemporan antara lain
1) membuat pidato lebih runtut dan sistematis,
2) menghindari pengulangan bahasan yang telah disampaiakn di awal,
3) menghindari ketertinggalan poin-poin penting karena faktor lalai atau lupa
sehingga tidak sempat disampaian.

Agar pidato Anda dapat menarik minat dan perhatian pendengar, perlu
diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Kemukakan fakta dengan jelas.
Gunakan bahasa Indonesia yang baik sehingga mampu membangkitkan
minat pendengar terhadap masalah yang kita sampaikan.
Berbicara secara wajar dan terbuka,
Sajikan materi dengan lafal dan intonasi yang tepat.
Gunakan mimik dan gerak-gerik secara wajar. (Khasan, 2012)
5. Permasalahan yang sering saya alami ketika berpidato
yaitu,
o Rasa Takut/Minder
Rasa takut

disini

lebih

dominan

pada

ketidakpercayaan diri, karena takut salah ucap


dan sering berfikir bahwa audience lebih pintar dan
jauh lebih mengerti daripada saya.
o Penguasaan panggung
Karena rasa takut itu terkadang

membuat

gemetaran, sehingga pembawaan pidato terkesan


singkat dan ingin cepat selesai. Sehingga sering

menyebabkan audience kurang mengerti apa yang


saya sampaikan.
o Penggunaan metode ekstemporan yang kurang
persiapan
Kurangnya wawasan dan persiapan yang membuat
saya sering menggunakan metode itu akan tetapi
beberapa kali saat ada sedikit salah pengucapan
maka rasa takut itu datang, sehingga membuat
apa yang terucapkan menjadi sebuah pengulangan
kalimat

atau

penuturan

kalimat

yang

kurang

lancar.
Untuk menanggulangi permasalahan yang sering saya
hadapi tersebut ada beberapa hal yang sering saya
lakukan:
a. Mempersiapkan materi dengan matang
b. Melihat dan membayangkan berpidato di depan
audience ketika berlatih di depan kaca.
c. Meminta teman mengomentari penampilan
saya ketika latihan.
d. Menyiapkan catatan yang merupakan inti dari
pidato.

Daftar Pustaka
Ansar (2013). Retorika. Dari
http://seniberbicar.blogspot.co.id/2012/12/seni-berbicararetorika.html, (18 Mei 2016)

Juliana, Yuyus. 2013. Bahasa Humor Dan Implementasinya Dalam


Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Skripsi; Fakultas Tarbiyah
Dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta:
digilib.uin-suka.ac.id/7645, 18 Mei 2016.
Khasan, Auriga Maulana. 2012. Definisi Pidato, Jenis, Tujuan, Metode,
SertaLangkah-Langkah Menyusun Pidato. Dari http://aksesilmu.blogspot.co.id/2012/05/definisi-pidato-jenis-tujuanmetode.html, 18 Mei 2016.
Komunikasi Praktis : Writing and speaking skill. 2014. Daftar Definisi
Komunikasi Menurut Para Ahli. Dari
http://www.komunikasipraktis.com/2014/10/daftar-definisikomunikasi-menurut-para-ahli.html, (18 Mei 2016)