Anda di halaman 1dari 14

SYARAT - SYARAT TEKNIS PEKERJAAN

I. RUANG LINGKUP PEKERJAAN


a. Dalam maksud memberi pembayaran untuk kegiatan-kegiatan atau pada permulaan pelaksanaan
konstruksi, suatu bagian pekerjaan dengan jumlah yang pasti harus dimasukan kedalam rencana
anggaran biaya untuk membayar mobilisasi dan pekerjaan-pekerjaan persiapan.
Uraian dalam mobilisasi dan pekerjaan persiapan dimaksudkan untuk memberi ganti rugi pada
kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan, termasuk (tetapi tidak mutlak) keperluan-keperluan
untuk:

Mendatangkan tenaga kerja, Alat-alat kerja, perlengkapanperlengkapan dan kegiatankegiatan ditempat pekerjaan.

Mendirikan kantor-kantor, bangunan-bangunan, gudang-gudang dan fasilitas lain ditempat


pekerjaan.

Biaya-biaya yang diperlukan unyuk pembayaran peralatan termasuk biaya pembelian dan
biaya pemindahannya.

Biaya yang diperlukan untuk pembayaran setiap pekerjaan lain yang diperlukan untuk
pembayaran setiap pekerjaan lain yang harus dilakukan atau pekerjaan-pekerjaan yang tidak
terduga peda permulaan pelaksanaan pekerjaan diproyek yang mana pembayarannya tidak
disebutkan dalam kontrak.

Pembersihan tempat kerja pada akhir pekerjaan serta pemulangan tenaga kerja dan peralatan
lainnya.

b. Semua fasilitas, alat kerja dan peralatan yang dibuat atau dibawa ketempat-tempat kerja, harus
dianggap sebagai subjek untuk melengkapi paragraph ini, jika ketua direksi tidak memberikan
secara khusus dan tertulis, cara-cara lain untuk suatu bagian-bagian pekerjaan atau bagian
khusus pekerjaan. Kontraktor harus bertanggung jawab sendiri atas kelengkapan, efisiensi,
penggunaan, perlindungan, pemeliharaan, perbaikan dan pengamanan semua fasilitas alat kerja
dan peralatan-peralatan lainnya.
Fasilitas, alat kerja dan peralatan-peralatan yang termasuk dalam paragraph ini tidak boleh
dibongkar atau dipindahkan dari tempat kerja terutama yang digunakan untuk menyelesaikan
pekerjaan dalam kontrak, tanpa izin tertulis dari ketua direksi.
c.

Semua fasilitas, alat kerja dan peralatan-peralatan dalam tempat kerja juga harus menjadi subjek
sesuai hak Employer untuk memiliki dan membuat fasilitas-fasilitas dalam maksud menyelesaikan
pekerjaan selama kontrak. Kontraktor setuju dan memberikan pernyataan yang diterima ketua
direksi.

II. BAHAN-BAHAN UMUM


A

PORTLAND CEMENT

1. Semen yang dipakai adalah semen Portland sesuai dengan standar Indonesia NI 8, ASTM model
C.150 atau standard Inggris model BS 12.
2. Pengujian dan pemeriksaan semen
a. Sampling, pemeriksaan dan pengujian semen-semen bila diperlukan akan dilakukan pleh
direksi dan bahan sampling, pengujian dan pemeriksaan harus sesuai dengan standard
Indonesia NI8 atau ASTM, model C-150 atau test yang equivalent dengan standar Inggris. Para kontraktor
harus menyampaikan keterangan kepada para direksi.waktu dan tempat semen dikeluarkan
dari pabrik. Direksi setiap saat mempunyai wewenang untuk meneliti dan memeriksa material,
laporan analisa laboraturium dan pengambilan sample semen untuk diperiksa. Semen yang
bergumpal-gumpal dan gumpalan tersebut tidak bisa dihaluskan kembali dengan jari, akan

dianggap tidak memenuhi syarat ( melewati batas umurnya) dan harus di keluarkan dari
tenpat pekerjaan. Kontraktor harus mempersiapkan segala sesuatu yang di perlukan dalam
pengambilan contoh (sample) tersebut.
b. Direksi dapat memeriksa semen yang disimpan dalam gudang setiap waktu sebelum semen
tersebut dipergunakan. Semen yang tidak memnuhi syarat tidalk dapat dipakai, jika ternyata
ada semen yang tidak memenuhi syarat yang telah terpasang, maka bagian yang telah mejadi
campuran beton, adukan semen dan groud tersebut harus dibongkar dan diganti dengan
semen yang baru atas biaya kontraktor. Pengetesan silinder, kubus beton atau campuran
semen yang digunakan, dapat diperintahkan oleh direksi setiap waktu untuk maksud
keperluan testing,dan kontrektor harus melaksanakan dan mempersiapkan semen dan
campuran semen/beton yang diminta untuk tes tanpa pungutan biaya terhadap direksi.
c.

Semen boleh saja tidak di pakai sebagai kebijaksanaan dari direksi, seandainya tidak
memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan.

3. Gudang /Penyimpanan (Storage)


a.

Kontraktor harus menyediakan suatu tempat penyimpanan (gudang) yang memenuhi syarat
untuk menyimpan semen-semen tersebut, dan setiap waktu semen tersebut harus terlindung
dari kelembaban dan pembekuan. Tempat/ rumah penyimpanan semen tersebut harus benarbenar rapat/tertutup, mempunyai jarak lantai minimum 50 cm dari atas tanah,dan luasnya
harus cukup untuk menyimpan semen yang didatangkan. Selain itu, untuk menghindari
adanya penundaan-penundaan/gangguan-gangguan pekerjaan, harus mempunyai pelataran
luas agar dapat menampung truk yang mengangkut semen-semen tersebut secara terpisah
sehingga masih ada jalan untuk menarik/mengambil (sampling) semen tersebut, menghitung
semen yang akan disimpan ataupun semen yang akan di pindahkan. Semenpada
kantong/sack jangan ditumpuk melebihi 2 meter.

b. Untuk menghindari peyimpanan semen terlalu lama atas semen-semen yang dikirim tersebut,
kontraktor harus mengatur penggunaan semen-semen yang ada dalam sack-sack tersebut
secara berturut-turut sesuai dengan urutan waktu pengiriman (chronological order) sampai
dilokasi. Setiap pengiriman dari semen tersebut harus langsung disimpan dan dengan mudah
dibedakan antara kiriman-kiriman satu dengan yang lain. Semua sack-sack bekas yang sudah
kosong dikumpulkan dan ditandai sedemikian rupa atas persetujuan direksi sebelum dibuang.
c.

Kontraktor harus menyediakan alat timbang yang baik, teliti dalam skala yang memenuhi
syarat untuk pengetesan berat semen yang disimpan pada setiap tempat yang berhubungan
dengan pekerjaan bila diminta oleh direksi.

d. Kontraktor harus mempekerjakan penjaga gudang yang baik dan mampu menata
pergudangan/tempat penyimpanan semen tersebut, penyimpanan dan pencatatan dengan
baik semua pengiriman dan pemakaian semen. Copy/ salinan dari catatan tersebut juga harus
diberikan/diperlihatkan kepada direksi bila diminta dan juga memperlihatkan secara detail
jumlah sack semen yang telah digunakan selama pelaksanaan tiap-tiap bagian pekerjaan.
4.

Pengukuran Dan Pembayaran


Harga satuan penawaran pada daftar harga penawaran untuk setiap uraian pekerjaan yang
mencakup semen, sudah harus termasuk dari harga pembelian semen, tranportasinya,dan biaya
pengirimannya, penanganan, penyimpananan digudang dan penempatan sampai menjadi beton,
adukan, pasangan,atau pekerjaan lainnya. Tidak ada pembayaran ekstra/tambahan untuk semen
yang tersisa, terbuang, rusak pada waktu muat/mengangkut/menyimpan atau semen yangdi
pakai untuk pekerjaan-pekerjaan yang harus dibongkar atau diganti karena tidak memenuhi
syarat atau karena kesalahan kontraktor dalam memperhitungkan jumlah semen yang
dibutuhkan dalam suatu campuran. Semua biaya pemakaian semen telah termasuk dalam harga
satuan yang ada dalam penawaran untuk uraian-urain pekerjaan yang memakai semen.

PASIR, AGREGAT DAN BAHAN-BAHAN PERKUATAN

1.

Ruang Lingkup Kerja


Semua pasir, agregat dan bahan perkuatan yang akan di pakai untuk semua struktur/bangunan
dan pekerjaan harus atas dasar dokumen kontrak dan untuk semua hal yang ada hubungannya.
Hal yang mungkin diminta/diperlukan oleh direksi terdiri dari material diperinci dan harus sesuai
dengan kebutuhan-kebutuhan yang telah ditetapkan. Segala ketentuan-ketentuan dan
kebutuhan-kebutuhan harus dilaksanakan kecuali segala ketentuan dan kebutuhan yang telah
dirubah oleh direksi untuk/bagi setiap pekerjaan tertentu.

2. Hendling Dan Stockpiling


a.

Kontraktor harus mengangkut, membongkar dan menumpuk semua pasir, agregat dan bahan
perkuatan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan bangunanbangunan. Semua cara-cara yang dikerjakan oleh kontraktor seperti membongkar, memuat
dan menumpuk pasir, agregat dan bahan perkuatan setiap waktu harus disetuhui oleh direksi.

b. Lokasi dan pengaturan semua daerah stockpiling (penimbunan) disetujui oleh direksi.
Kontraktor harus membersihkan dan mengatur semua drainage semua tempat yang
dipersiapkan untuk stockpiling dan harus mengatur stockpiling pasir, agregat dan bahan
perkuatan sehingga adanya kerusakan ataupun pemisahan/hilang dapat di kurangi seminimal
mungkin dan stockpiledmaterial tidak akan berkontaminasi dengan tanah ataupun dengan
bahan-bahan lain sehubungan dengan permukaan air banjir dan air tanah.
c.

Kontraktor menyediakan biaya untuk pemprosesan kembali pasir, agregatr atau bahan
perkuatan yang mungkin akan menjadi rusak atau berkonta minasi sehubungan dengan
stockpiling yang tidak memadai dan perlindungan yang kurang. Kontraktor juga harus
melakukan semua pelaksanaan stockpiling dengan cara menyimpan langsung semua material
pada stockpiles secara berlapis. Pasir,agregat dan bahan penguatan jangan dipindahkan dari
suatu tempat ketempat stockpiles yang lain, kecuali pada keadaan tertentu yang memerlukan
penyediaan jalan untuk truck dalam penempatan material secara berlapis yang cukup.
Kontraktor harus dapat berbuat sesuatu untuk menghindari adanya kerusakan-kerusakan dari
agregat dan bahan perkuatan yang mungkin terjadi karena operasi truck yang melewati
stockpiles.

d. Penimbunan pada bagian sisi ujung stockpiling tidak di izinkan.


3. Pasir (sand)
a.

Sesuai dengan ketentuan-ketentuan, variasi type dan jenis pasir yangdibutuhkan dalam
pekerjaan konstruksi sebagai berikut:
- Pasir buatan

: (manufactured sand) pasir yang dihasilkan dari batuan

- Pasir alam

: (natural sand) Pasir yang diambil dari sungai-sungai ataupun pasir alam
yang didapat dari lain sumber dan dan ini semua harus telah disetujui
oleh Engginer/Ahli.

- Pasir campuran : (blended sand) campuran antara pasir alam dan pasir buatan yang
dibuat dengan ukuran yang tepat, sesuai dengan gradasi yang
dijelaskan pada sub clouse (g).
b. Semua pasir alam yang diperlukan dalam pekerjaan konstruksi, kontraktor harus
mengusahakan dan mendapatkannya dari sungai ataupun dari sumber alam lainnya yang
telah disetujui.
c. Kalau pasir itu diperoleh dari sumber-sumber yang tidak dikuasai oleh pemerintah, maka
kontraktor harus membuat suatu pengaturan/pembicaraan khusus dengan milik usaha pasir
tersebut dan kontraktor harus membayar semua biaya-biayanya.

d. Persetujuan tentang pasir yang diperoleh dari sumber-sumber alam, jangan ditafsirkan
sebagai suatu persetujuan yang sah untuk semua material yang diperoleh dari sumbersumber alam lainnya, kontraktor harus bertanggung jawab penuh atas semua kualitet dari
semua material yang dipergunakan dalam pekerjaan. Kontraktor harus menyerahkan
kepada direksi, persiapan dan persetujuan test dari direksi dengan contoh sebanyak 15 kg
sebagai sample dari pasir alam tersebut, dan selambat-lambatnya 14 hari sebelum
pemakaian, bahan-bahan tersebut sudah diperiksa.
e. Deposit pasir alam harus dibersihkan dari vegetasi, bahan-bahan lain yang mengotori dan
yang dapat menimbulkan pasir menjadi tidak baik. Deposit harus sedemikian rupa sehingga
mutu tidak mengurangi. Material-material tersebut harus disaring (screened) dan dicuci bila
perlu untuk memperoleh pasir sesuai dengan kebutuhan.
f. Pasir atau agregat halus (fine agregate) harus benar-benar bersih dan bebas dari clay lumps,
soft, dan flaky particle, schale, alkali, organic matter, loam, mica,dan injurious amounts
yang menimbulkan pasir tidak menjadi sesuai. Jumlah persentasi dari semua material
tersebut beratnya tidak akan melebihi 5%. Agregat yang baik adalah agregat yang
berbentuk tajam (sharp), cubical, keras, tebal dan tahan lama.
g. Semua pasir yang digunakan untuk pekerjaan beton seperti yang telah ditentukan harus
berupa pasir alam dan apabila perlu harus dari pasir campuran dalam perbandingan yang
sesuai.
Pasir-pasir tersebut harus mempunyai modulus yang baik (fineness modulus) antara 2-3,2
atau pengetesan dengan saringan sesuai dengan standard Indonesia. Untuk beton PBI.
1971 atau seperti berikut:
{No. saringan
(screen no.)
4
8
16
30
50
100
PAN

Persentase bagian yang tertinggal


dalam berat
0
6
10
10
15
12
3

5
15
25
30
35
20
7

Kalau persentase yang tinggal (tertahan) dari sarinan no. 16 sebesar 20 % atau kurang,
maka batas maksimum untuk persentase yang tertahan dari saringan No. 8 boleh naik
menjadi 20 %.
h. Pasir yang digunakan untuk adukan bagi pekerjaan pasangan batu atau tubuh pekerjaan,
harus berupa pasir alam dan bila ditest harus memenuhi standard sebagai berikut:
Screen no.
8
100

Percent by weight passing screen


100
15 (max)

Dengan nilai tersebut diatas harus dengan gradasi baik (well graded) sehingga sesuai
dengan pekerjaan adukan yang diperlukan.
i.

Pasir-pasir alam dan pasir-pasir campuran dapat diminta untuk ditest oleh doireksi untuk
menentukan apakah pasir-pasir tersebut sesuai dengan apa yang telah ditentukan dan
dibutuhkan.
Kontraktor harus menyiapkan dan melaksanakan pengambilan contoh yang diperintahkan oleh
direksi tanpa pungutan bayaran yang meliputi tanaga, material dan operasinya.

4. Agregat Kasar
a. Coarse agregat harus didapat dari sumber-sumber yang telah disetujui yang terdiri dari kerikil,
batu gunung, quared atau batu-batu pecah (crushed stone) atau campuran dari semua itu.
b. Coarne agregat harus bersih, bebas dari partikel lunak, satuan yang tebal dan memanjang,
alkali, organic dan bahan lain yang tidak sesuai. Jumlah persentase dari semua bagian yang
tidak sesuai ini tidak lebih dari 3 %. Untuk kandungan Lumpur, tidak boleh melebihi 1 %.
c.

Coarse agregat harus dengan gradasi yang baik dengan ukuran butir antara 5mm 32 mm
atau dengan ukuran yang dibatasi untuk pekerjaan-pekerjaan khusus seperti yang telah
ditentukan. Course agregat mempunyai modulus yang baik (fineness modules) antara 6-7,5
atau bila dengan pengetesan berarti sesuai dengan standard Indonesia untuk Concrete
PBI
1971.

d. Course agregat harus sesuai dengan spesifikasi yang ada (PBI 1971) dan bila ditest oleh
direksi karena tidak memenuhi spesifikasi, kontraktor harus mengayak kembali atau
memproses material-material tersebut dengan biaya sendiri, meningkatkan mutu produksi
aggregate sehingga memenuhi syarat seperti yang disetujui direksi.
5. Bahan-Bahan Perkuatan Atau Batu (Revetment material or stone)
a. Batu diperoleh dari suatu pengambilan yang disetujui. Batu-batu yang dipakai/dipergunakan
adalah Batu Kali, batu gunung atau Batu belah, mempunyai berat jenis (specific gravity)
minimum 2,4. Comperssion strength (tegangan kompressi) tidak boleh kurang dari 400
kg/cm.
b. Untuk penggunaan pada pekerjaan pasangan batu, pasangan batu kosong, maka batu-batu
tersebut harus keras, kasar, padat dan tahan lama serta bebas dari retak ataupun pecah.
c.

Batu untuk pasangan harus dibentuk/dibuat dengan ukuran seperti pada gambar atau sesuai
dengan apa yang diperintahkan oleh direksi.

6. Pengukuran Dan Pembayaran


Harga satuan penawaran pada harga penawaran (Bill of Quantites) untuk semua pekerjaan yang
mencakup bahan-bahan seperti pasi, agregat, batu perkuatan, batu pecah dan bahan lapisan
dasar sudah termasuk harga pembelian dari pasir, agregat, bahan perkuatan, biaya
pemprosesan, produksi dan stockpiling, pengayakan,pencucian dan penempatan akhir sampai
menjadi beton, adukan, pasangan batu, lining, batu muka, pasangan batu kosong ataupun
pekerjaan lainnya.
C TULANGAN
1. Bahan-Bahan Dan Ukuran Tulangan
a.

b.

Semua tulangan beton harus baru dan dari tingkatan dan ukuran yang sesuai dengan
Indonesia standard for concrete, PBI 1971 atau ASTM Designation A.15 dan harus disetujui
direksi.
Kontraktor dapat diminta untuk menyediakan sertifikat pengetesan beton yang akan dipakai
untuk persetujuan direksi.

2. Pembuatan Dan Pembesian


a.

b.

c.

Tulangan beton sebelum dipasang harus bebas dari kotoran-kotoran karat, minyak, oli dan
lapisan yang akan merusak atau mengurangi mutu. Bila mana terdapat penundaan dalam
pengecoran, beton tulangan harus diperiksa kembali dan dibersihkan bilamana perlu.
Tulangan harus di bengkokkan atau dibentuk dengan tepat sesuai dengan ukuran yang
ditunjukkan pada gambar-gambar yang dilampirkan atau gambaran konstruksi oleh
kontraktor.
Tulangan jangan diluruskan atau dibengkokkan kembali ini akan merusak bahan, batangan
dengan putaran/tekukan, atau bengkokan-bengkokan yang ditunjukkan pada gambar,

jangan digunakan. Semua batangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin, pemanasan
hanya diperbolehkan bila seluruh operasi disetujui oleh direksi.
3. Pemasangan
a.

b.

c.

Tulangan harus ditempatkan secara tepat dan dijamin terhadap penggeseran dengan
menggunakan ikatan kawat besi yang sesuai atau klip-klip yang cocok pada persilangan dan
harus diganjal dengan kepingan beton atau logam sesuai dengan keperluan konstruksi.
Dalam semua hal pengganjal yang cukup untuk tulangan mendatar harus digunakan
sehingga takkan ada pelenturan dari pada batang atau ikatan. Bilamana pengganjal tersebut
akan digunakan untuk permukaan beton yang direncanakan untuk mendapatkan permukaan
yanglicin, pengganjalannya harus dibuat dari logam yang tidak berkarat.
Tulangan dapat plat beton diatas tanah harus ditopang dengan kepingan beton yang dicor
sebelumnya. Kepingan beton harus mempunyai permukaan datar dengan ukuran 5-7,5 cm x
5-7,5 cm.
Tulangan didalam semua ukuran plat lainnya dan didalam balok harus ditopang dengan
logam.
Jarak minimum antara batang yang sejajar dalam satu lapis harus sama dengan diameter
batang terbesar, tetapi jarak bersih antara batang tidak kurang dari 1,3 kali diameter
maksimum dari pada agregat kasar. Pada permekaan pondasi, plat, dinding dan konstruksi
lainnya dimana beton dicor secara langsung terhadap dasar, tulangan harus mempunyai
laoisan penutup beton minimum 7,5 cm.

4. Sambungan
Bila diperlukan menyambung tulangan pada suatu titik selain dari yang ditunjukkan pada gambar,
cirri sambungan harus ditentukan oleh direksi. Panjang penyaluran dalam dinding vertical dan
kolom harus minimum 30 kali diameter tulangan dan harus disetujui oleh direksi.
5. Pengukuran Dan Pembayaran
a.

b.

Harga satuan penawaran didalam Bill Of Quantities untuk item-item yang tepat dimana
tulangan digunakan, akan meliputi harga pembelian, pengangkutan, pembongkaran,
penyimpananan, penanganan dan pemasangan ditempat-tempat pemakaian akhir dan
pekerjaan-pekerjaan lainnya.
Tidak ada pembayaran tersendiri untuk tulangan yang terbuang, hilang atau tidak
diperhitungkan sebagai akibat penanganan yang tidak tepat, tulangan yang digunakan
sebagai penggantitulangan beton yang rusak atau yang digunakan oleh kontraktor dengan
tujuan memungkinkan atau memudahkan pelaksanaan konstruksinya.

Semua biaya penyediaan tulangan sedemikian rupa harus sudah termasuk kedalam harga satuan
penawaran seperti didalam Bill Of Quantities untuk uraian yang tepat dimana tulangan
digunakan.
D

AIR
Semua air yang digunakan untuk pekerjaan beton, adukan dan grout harus bebas dari lumpur
yang dapat mengganggu, bahan organic, alkali, garam dan hal-hal lain yang tidak baik. Air yang
akan digunakan semua beton, adukan dan grout, akan ditest oleh direksi untuk menentukan
kecocokannya terhadap keperluan-keperluan.

III. GAMBARAN UMUM KEGIATAN


1. PEKERJAAN PERSIAPAN
1.1 PENGUKURAN ULANG (UIZETTEN)
Pembayaran dihitung berdasarkan dalam satuan Lump sum sesuai proses
kegiatan
Titik tetap (bench mark) yang terdapat didekat lokasi pekerjaan adalah titik BM. Sedangkan
titik yang akan diambil ditetapkan oleh Direksi Pekerjaan, penyedia jasa boleh menentukan

titik tetaptambahan untuk memudahkan pelaksanaan dan harus sesuai dengan gambar
rencana serta harus mendapat persetujuan dari Direksi.
Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai, penyedia jasa herus melakukan pengukuran guna
penentuan batas-batas daerah kerja, elevasi galian, elevasi timbunan dan elevasi dasar
bangunan.
Tempat kedudukan titik-titik hasil pengukuran harus ditandai dengan kayu atau beton pada
bagian-bagian yang penting, potok tersebut harus mudah ditemukan kembali atau dikontrol.
Pengukuran dan pembayaran.
Pembayaran pekerjaan pengukuran dihitung berdasarkan dalam satuan Lump sum sesuai
dengan proses kegiatan
1.2 PEMBUATAN KISDAM
Pekerjaan kisdam diperlukan untuk penutupan dan pengeringan sementara pada lokasi
pekerjaan konstruksi, pada tempat/lokasi tertentu yang disesuaikan dengan kondisi lapangan
atau sesuai petunjuk direksi berupa pancang kayu dan papan serta material tanah penutup
yang akan dimanfaatkan dari daerah sekitar lokasi, dilanjutkan dengan pekerjaan dewatering
agar lokasi kerja dapat selalu terjaga dari kondisi berair.
Pembayaran.
Pembayaran pekerjaan Kisdam dihitung dan diukur berdasarkan dalam satuan Lump sum
sesuai dengan proses kegiatan
1.3 PEMASANGAN BUOWPLANK
Bouwplank dibuat dari papan Klas III, dengan bagian atas halus dan rata. Bouwplank ini
dipakukan pada tiang-tiang dari kasau yang tertanam dengan kokoh dengan jarak maksimum
1,50 m, pengukuran/pemasangan bouwplank harus dilaksanakan dengan menggunakan
instrument water pass (Theodolite).
Tinggi peil bouwplank harus ditulis pada papan bouwplank dengan meni, demikian juga
tempat pondasi harus diberi tanda yang jelas pada papan bouwplank. Bouwplank dipasang
keliling pondasi dengan keliling daerah pembersihan

2. PEKERJAAN TANAH
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Semua pekerjaan tanah yang diminta untuk dilaksanakan pada dokumen-dokumen kontrak dan
untuk semua tujuan yang bersangkutan seperti yang diminta oleh Direksi, akan dilaksanakan
sesuai dengan ketetapan-ketetapan dan syarat-syarat. Penetapan dan syarat-syarat yang
diajukan disini, akan berlaku kecuali bila dirubah secara khusus dan tertulis oleh Direksi untuk
suatu intem pekerjaan tertentu.
PEMBERSIHAN
a. Semua tanah dalam batas pembebasan tanah yang perlu diadakan pembersihan seperti
yang ditentukan Direksi, harus dibersihkan dari pohon-pohon, semak-semak, alang-alang,
akar-akar pohon, lainnya dan semua bahan-bahan yang mengganggu, harus dibuang dari
tempat pekerjaan atas persetujuan Direksi.
a. Pada umumnya hanya pohon-pohon yang akan mengganggu konstruksi yang dituntutoleh
spesifikasi ini untuk dibuang dan pohon-pohon sepanjang batas pembebasan tanah akan
dibiarkan ditempat sampai kemungkinan perluasan maksimal pohon-pohon yang dicabut
harus dikumpulkan dilokasi-lokasi yang ditunjuk oleh Direksi dan akan tetap merupakan milik
Direksi. Pagar-pagar, dinding-dinding bangunan-bangunan, reruntuhan-reruntuhan (puingpuing) dari tempat pekerjaan harus dibuang sesuai persetujuan direksi, setelah semua

bahan-bahan dan perlengkapan yang masih dapat digunakan, diselamatkan dan


diserahkan kepada Direksi ditempat pekerjaan.
b. Kontraktor akan diminta untuk melaksanakan pembersihan sebelum pelaksanaan konstruksi
lainnya.
c.

Kerusakan tehadap pekerjaan-pekerjaan dan milik masyarakat atau pribadi yang disebabkan
pelaksanaan kontraktor dalam pembersihan, akan diperbaiki atau diganti atas biaya
kontraktor.

d. Jika material hasil pembersihan akan dibakar, kontraktor harus menempatkan orang untuk
mengawasinya dari kemungkinan bahaya kebakaran lingkungan alam maupun harta benda.
RIPPING
a. Sebelum pekerjaan stripping dilakukan, ketinggian permukaan tanah asli
harus diambil
atau titik tiap 5 m2 luas, atau seperti yang ditetapkan Direksi. Ketinggian yang telah
diperiksa bersama antara kontraktor dan direksi, harus ditanda-tangani.
b. Permukaan tanah/dasar dibawah tanggul-tanggul yang dipadatkan untuk saluran-saluran
irigasi dibawah tanggul-tanggul untuk jalan-jalan saluran, jalan-jalan yang dipindahkan dan
dibangun kembali harus distripping atau dibuang lapisan tanah atas (humus) setebal 15 cm
atau seperti yang ditetapkan Direksi. Daerah-daerah yang menuntut adanya stripping akan
ditunjukkan dalam gambar atau ditentukan Direksi.
c.

Bahan yang dikeluarkan harus dibuang ditempat buangan yang ditunjukkan oleh direksi.
Stripping dari pada tempat pembuangan tidak akan diminta.

KLASIFIKASI BAHAN
Semua klasifikasi yang dibuat untuk tujuan pembayaran dari suatu bahan yang digali menurut
golongannya, sifatnya, asalnya, atau kondisinya seperti ditentukan dalam kontrak.
GALIAN UMUM
a. Semua galian umum akan dilaksanakan sesuai dengan syarat-syarat Bab ini dan dengan
profil, elevasi yang ditunjukan gambar-gambar atau ditentukan oleh Direksi.
b. Selama berlangsungnya pekerjaan, mungkin perlu atau diminta olehDireksi untuk merubah
kemiringan-kemiringan ataupn dimensi galian-galian dengan mengadakan refisi kemiringan
ataupun dimensi gambar dengan spesifikasi-spesifikasi ini.
c. Jika galian tidak ditutup oleh konstruksi, maka galian harus dibuat dengan dimensi penuh
yang diminta dan disepurnakan menurut profil dan elevasi yang diberikan. Semua tindakan
pencegahan yang perlu harus diambil untuk menjaga agar material diatas dan dibawah profil
semua galian dalam kondisi yang sebaik mungkin. Setiap galian yang dibuat untuk
memudahkan kontraktor dengan suatu alasan atau tujuan kecuali bila ditentukan lain, harus
ditimbun kembali oleh kontraktor atas biaya sendiri.
Seperti yang ditunjukkan pada gambar, suatu bagian dari galian yang diminta akan berada
dibawah permukaan air tanah.
d.

Bila selama pekerjaan Direksi perlu menentukan volume penggalian didalam saluran-saluran
yang sebagian atau seluruhnya terisi air, maka Direksi akan melakukan sembagian dari
perlengkapan pengukuran pencatatan yang sesuai atau berupa unit (echosouding).

e. Kontraktor harus mengontrol kecepatan penambahan dan penurunan permukaan muka air
terhadap galian sehingga tidak membahayakan stabilitas lereng-lereng atau bangunanbangunan, pondasi-pondasi, konstruksi-konstruksi atau lainnya.
f. Semua galian harus dilaksanakan dengan cara sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu
stabilitas jalan-jalan, jalan kareta api dan konstruksi-konstruksi berdekatan lainnya.
Kerusakan-kerusakan bangunan yang ada karena cara pelaksanaan yang kurang baik,
menjadi tanggung-jawab kontraktor.

2.1 GALIAN PASANGAN


a. Galian Pasangan harus dilaksanakan dengan cara sedemikian rupa sehingga menjamin
stabilitas kemiringan lereng samping tidak membayangkan. Bila longsor, atau pemotongan
yang terlalu dalam karena alasan-alasan yang tidak dapat dianggap kelalaian kontraktor atau
metode kerja,Direksi akan memberi instruksi untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan.
BAHAN-BAHAN YANG DIGALI DAN TEMPAT PEMBUANGAN
a. Sudah diketahui terlebih dahulu bahwa semua bahan-bahan dari penggalian yang diminta
akan cocok untuk digunakan dalam pelaksanaan yang diminta dalam spesifikasispesifikasi ini. Jika bisa, semua bahan yang cocok akan ditempatkan dalam lokasi akhir yang
ditentukan langsung dari penggalian, kecuali bahan-bahan urugan kembali yang
diperintahkan oleh Direksi, harus ditempatkan dalam timbunan-timbunan sementara dan
kemudian ditempatkan pada lokasi yang ditentukan. Sejauh mana dapat dilaksanakan
seperti
ditentukan
oleh Direksi, semua bahan-bahan yang direncanakan untuk
digunakan dalam tanggul-tanggul yang dipadatkan harus dibuat sehingga sampai kadar
air yang tepat dengan penyiraman atau cara lain yang cocok sebelum dan selama
penggalian.
b. Semua urugan dan urugan kembali sekitar konstruksi yang terdapat pada lereng-lereng dan
batas-batas garis yang ditentukan untuk konstruksi dan dibawah elevasi permukaan asli
harus ditempatkan sebagai urugan kembali atau urugan kembali yang dipadatkan dan semua
urugan dan urugan kembali sekitar konstruksi yang terdapat diatas elevasi permukaan asli
harus ditempatkan sebagai tanggul atau tanggul yang dipadatkan kecuali bila ditunjukkan
lain pada gambar.
c.

Bila mana bahan yang cocok tidak dapat cukup diperoleh dari penggalian yang diminta
untuk membangun tanggul-tanggul, kisdam dan urugan kembali pelaksanaan pekerjaan
tanah lain yang ditunjuk pada gambar atau perintah Direksi, bahan-bahan yang sesuai harus
diperoleh dari daerah-daerah pengambilan yang ditentukan atas petunjuk Direksi.

d.

Bahan-bahan yang berisikan tonggak-tonggak, akar, tumbuh-tumbuhan dan bahan-bahan


lain yang mengganggu dan bahan-bahan galian yang tidak dibutuhkan untuk urugan kembali
untuk tanggul-tanggul dan konstruksi permanen lainnya yang diminta dalam spesifikasispesifikasi ini, akan ditempatkan dalam tempat pembuangan yang ditentukan, yang
berdekatan dengan saluran, pada saluran irigasi dan drainase, jalan-jalan air, muara dan
pembuang rembesan yang berlokasi didalam dan/atau diluar batas pembebasan tanah dan
diperintahkan untuk diurug, dalam daerah-daerah pembuangan lainnya yang ditentukan oleh
direksi. Tempat-tempat pembuangan yang berdekatan dengan tanggul-tanggul saluran
harus menerus, kecuali untuk celah-celah pada interval yang sesuai untuk drainase
melintang seperti yang ditunjukkan pada gambar-gambar atau yang diperintahkan Direksi.
Semua daerah-daerah pembuangan harus diratakan dan dimiringkan untuk drainase dan
dirapikan sehingga teratur seperti ditunjukkan pada gambar atau seperti diperintahkan oleh
direksi.

2.2 TIMBUNAN, UMUM


a. Timbunan harus ditempatkan pada garis-garis dan profil-profil yang ditunjukkan pada
gambar atau diperintahkan oleh Direksi sesuai spesifikasi.
b. Semua bahan timbunan dan timbunan kembali harus terdiri dari hasil galian yang baikdan
yang disetujui oleh direksi yang dihamparkan dalam lapisan-lapisan dan dipadatkan
sebagaimana ditentukan dalam tingkat yang sesuai atas persetujuan direksi.
c.

Bbahan-bahan yang berisikan tumbuhan-tumbuhan lapuk, kayu, tonggak-tonggak atau


sayuran serta bahan-bahan organic atau yang dapat membusuk lainnya, atau batu-batu
besar yang lebih besar dari 100 mm diameternya tidak boleh digunakan untuk timbunan.

d. Kerusakan pada bangunan-bangunan yang ada, yang diakibatkan oleh cara kerja
kontraktor dalam melakukan pekerjaan timbunan, menjadi tanggung jawab kontraktor.
e.

Sebelum memulai pekerjaan timbunan, kontraktor harus menyerahkan laporan tertulis


pada Direksi, untuk memperoleh persetujuan, tentang rencana kerja penimbunan yang

meliputi alat-alat pemadat yang akan digunakan, cara-cara untuk mengatur kadar air, dan
bahan timbunan yang akan digunakan.
BAHAN-BAHAN TIMBUNAN
a. Bahan untuk timbunan harus tanah kohesif dengan batas cair yang kurang dari 80 dan
indek plastisitas tidak kurang dari 25 yang akan membentuk masa yang relatif kedap air
setelah pemadatan. Bilamana kesesuaian suatu bahan diragukan, Direksi dapat meminta
diadakan test-test untuk menentukan batas-batas abterberg dari pada bahan sebelum
menentukan kesesuaiannya.
b. Bahan dapat diperoleh dengan pendalaman local dasar saluran pembuang yang disetujui
dibawah garis-garis dan elevasi yang ditunjukkan pada gambar, asal stabilitas tanggultanggul tidak terpengaruh. Pendalaman yang sedemikian harus dilakukan sedemikian rupa,
sehingga tidak ada perubahan tiba-tiba, dalam penampang saluran dan semua peralihan
harus dilakukan pada suatu kemiringan dasar 1 secara vertical berbanding 10 horizotal.
c.

Bahan dapat dikumpulkan dengan menggali untuk mendangkalkan daerah-daerah yang


disetujui oleh direksi didekat tanggul-tanggul. Daerah-daerah demikian harus dibiarkan dan
mendrain sendiri setelah selesai.

d. Bila mana timbunan local yang sesuai tidak tersedia cukup, maka kekurangan harus
ditambahkan dengan timbunan yang didatangkan,dengan bahan disetujui direksi, yang
harus diusahakan kontraktor dan dibawa kelokasi.
e. Untuk memenuhi kebutuhan tanah timbunan, kontraktor boleh memakai arael pinjaman
(borrow pit) yang disetujui direksi. Bahan galian dari borrow pit harus terdiri dari clay atau
silty clay dan tidak boleh mengandung bahan-bahan organic atau bahan-bahan yang
merugikan. Penggalian dan borrow pit harus mendapatkan syarat-syarat teknis yang
berhubungan dengan stabilitas tanah, drainase dan pencegahan perusakan lingkungan
sekitarnya. Segala tuntutan ganti rugiyang dilakukan oleh pihak ketiga akibat penggalian
borrow pit ini menjadi tanggung jawab kontraktor.
f.

Bahan timbunan tidak boleh diambil terlalu dekat kekaki tanggul, paling sedikit harus
berjarak 20 m.

PENYIAPAN PEMUKAAN-PERMUKAAN TANGGUL DAN PENIMBUNAN DALAM AIR


a. Kecuali dalam kolam-kolam ikan dan daerah rawa-rawa yang ditunjuk pada gambargambar atau diperintahkan oleh Direksi, tanah dibawah tanhggul-tanggul harus
dibersihkan, disiangi, dipotong dan dirapikan sedemikian rupa, sehingga dapat mendrain
sendiri dan timbunan dapat diutempatkan dan dipadatkan dalamkeadaan kelembaban
yang terkontrol. Tanggul-tanggul harus dibangun dalam keadaan kering.
b.

Bilamana permukaan tanah harus dikosrek (stripping) sampai kedalaman 150 mm,
dibasahi atau dikeringkan sebagai mana dibutuhkan dan dipadatkan kembali secara
merata sampai kepadatan yang ditetapkan untuk timbunan.semua pondasiuntuk tanggul
harus diperiksa dan disetujui oleh direksi setelah test sebelum timbunan dimulai.

c.

Dalam kolam-kolam ikan dan rawa-rawa yang direncanakan pada gambar-gambar atau
bilamana diperintahkan oleh Direksi, timbunan dapat ditempatkan dengan penumpahan
ujung (end tripping) untuk membentuk pondasi tanggul.

d. Bilamana suatu tanggul telah ada akan diperlebar atau dinaikkan, atau keduanya, atau
tanggul yang ditempatkan pada lereng, permukaan lereng harus dibuat bertangga atau
parit seperti ditunjukan pada gambar atau diperintahkan oleh Direksi dan lokasinya harus
dapat mendrain sendiri.
PEMADATAN
a. Timbunan tanah dan timbunan kembali yang direncanakan pada gambar atau atas
petunjuk Direksi, harus dipadatkan, dan dipadatkan pada suatu garis (jalur) tersusun

padat dan berlereng seperti yang ditunjukkan pada gambar atau seperti yang ditetapkan
oleh Direksi.
b.

Mendahului dan selama penempatan pemasangan, material harus mempunyai kadar air
optimum yang dibutuhkan guna pemadatan atau akan ditentukan oleh Direksi, dan kadar air
harus seragam dalam setiap lapisan. Jika kadar air kurang dari optimum untuk pemadatan,
pemadatan tidak boleh dilaksanakan, kecuali dengan persetujuan khusus dari Direksi dan
kadar air akan ditambahkan dengan memerciki dan mengerjakan kembali material dan site
untuk dipadatkan. Jika kadar air lebih besar dari kadar optimum untuk pemadatan,
pelaksanaan pemadatan tidak boleh dijalankan, kecuali dengan keputusan khusus dari
Direksi sampai material mongering pada kadar air optimum atau material harus
dikeringkan dengan mengerjakan kembali, mencampur dengan material kering atau cara-cara
lain yang diizinkan.

c.

Material yang dipadatkan harus ditimbun (dikumpulkan) dalam lapisan horizontal dengan
tebal tidak kurang dari 15 cm setelah dipadatkan dan distribusi material harus sedemikian
rupa, sehingga pemadatan material akan homogen dan bebas dari bentuk bergelobang,
berkantong, retakan,atau ketidak sempurnaan.

d.

Penggalian dan pelaksanaan penempatan harus sedemikian rupa, sehingga materialmaterial bila dipadatkan akan cukup tercampur dan dijamin pemadatannya dapat
mencapai tingkat terbaik untuk perembesan dan stabilitas semua type roller pemadatan
dilengkapi dengan batang-batang pembersih. Bila sheepa-foot tampin rollerdigunakan tombol
tampin dan batang pembersih, harus dipelihara sepatutnya dan ruangan antara kaki
tampin harus dijaga tetap bersih dari material yang merugika keefektifan kerja tampin roller.

e.

Untuk bebrapa bagian timbunan tanah atau timbunan kembali berdekatan dengan
bangunan, termasuk pipa-pipa beton diman pemadatan timbunan tanah atau timbunan
kembali diharuskan dan bila mana tidak memungkinkan dicapai pemadatan yang memadai
dengan peralatan rolling, timbunan tanah atau timbunan kembali harus dipadatkan dengan
tampers mekanis pada berat yang sesuai, sehingga pemadatan dapat tercapai pada
tingkat yang sama atau mendekati timbunan tanah atau timbuan kembali yang
disyaratkan. Kedalaman lapisan-lapisan yang dipadatkan dan kadar air material yang
ditempatkan didekat bangunan harus lebih diutamakan dan perhatian khusus harus diberikan
untuk menjamin pengikatan yang memadai pada material dengan batasan timbunan
dipadatkan. Kontraktor harus memperhatikan kerusakan-kerusakan pada bangunan
yangdisebabkan oleh pelaksanaan tersebut dan menempatkan atau memadatkan
timbunan atau timbunan kembali material yang menghubungkan bangunan- bangunan dan
kerusakan-kerusakan bangunan harus diperbaiki dengan biaya sendiri dari kontraktor.

f.

Material yang akan dipadatkan harus dikumpulkan dan lapisan-lapisan horizontal yang
tebalnya tidak lebih dari 15 cm. Alat tampers tangan mempunyai berat tidak lebih dari 15 kg
dan tinggi jatuh untuk menyelesaikan pekerjaan adalah 30 cm. Materaialdipadatkan sampai
density yang dimaksud dicapai. Tampers tangan dibuat dari besi atau beton dan penggunaan
kayu atau pohon kelapa tidak diizinkan. Metode pemadatan harus diberitahukan dan disetujui
oleh Direksi.

g.

Dalam menempatkan dan memadatkan timbunan kembaliatau timbunan tanah yang


berhubungan dengan pipa beton, material yang cukup harus ditempatkan dengan
seksama pada kedua sisi pipa dan dipukul (dipadatkan) disekitar pipa sehingga
mnerupakan perletakan pipa yang kuat untuk menjaga kelurusan dan ketinggian. Material
kemudian harus ditempatkan dan dipadatkan dalam lajuran seperti yang ditetapkan dan
seperti pada kedua sisi pipa untuk mencegah penggeseran pipa selama penempatan dan
pemadatan marerial didekatnya.

h.

Bilamana timbunan akan dibangun melintang jalan air yang ada terlalu dalam untuk
dikeringkan atau melintang kolam ikan dan daerah rawa seperti direncanakan
dalamgambar, penimbunan sampai ketinggian 200mm diatas permukaan air dapat
dilakukan dengan cara end tipping.bilamana timbunan hanya dilakukan untuk jalan, material

3. PEKERJAAN KONSTRUKSI
3.1 PASANGAN BATU KALI CAMP. 1 ; 3
a) Ruang lingkup pekerjaan
Semua pasangan batu dengan lapis adukan (mortared stone piching) yang dibutuhkan untuk
dibuat dalam pernyataan teknik ini dan untuk keperluan yang berhubungan dengannya, dan
yang mungkin ditentukan oleh Direksi, terdiri dari bahan yang dipersyaratkan disini dan harus
dicampur sesuai dengan kegunaannya,dibuat dan dipasang sesuai dengan ketentuan
danpersyaratan yang dinyatakan disini. Ketentuan dan persyaratan disini lebih lanjut harus
diterapkan untuk semua pekerjaan batu, kecuali jika ada yang secara khusus untuk jenis
pekerjaan tertentu yang dirubah oleh Direksi.
b) Bahan
Bahan untuk pasangan batu atau batu kosong dengan lapis adukan yang dibutuhkan dalam
persyaratan teknik ini meliputi batu, semen, pasir dan air, harus sesuai dengan ketentuan dan
sepenuhnya memenuhi persyaratan dalam Bab II Bahan Umum. Berat batu untuk pasangan
antara 8 25 kg per buah.
c) Susunan Adukan
Susunan adukan untuk pasangan batu dengan lapis adukan terdiri dari 1 pc : 3 pasir dalam
volume. Untuk pasangan batu muka dipakai susunan adukan 1 pc : 2 pasir.
d) Adonan Adukan
Cara dan alat yang dipakai untuk mengaduk adonan harus sedemikian rupa, sehingga dapat
menentukan dan mengatur banyaknya masing-masing bahan secara terpisah dengan tepat
yang dimasukkan kedalam adukan dan harus mendapat persetujuan Direksi. Jika dipakai
mesin adukan, maka bentuk dan lamanya waktu pengadukan setelah semua
bahandimasukkan kedalam mesin pengaduk, harus tidak kurang dari 2 menit kecuali bila
banyak mengandung air.
Adukan harus dibuat hanya dalam volume yang cukup dipakai untuk pekerjaan yang segera
dilaksanakan saja, semua adonan yang telah ditambah air dalam adukan selama 30 menit
tidak dipakai, harus dibuang. Pengenceran kembali adukan tidak diperkenankan. Bak dan
ember harus dicuci bersih sama sekali pada setiap hari selesai bekerja.
e) Pemasangan

Batu yang dipakai dalam pemasangan batu dengan lapis adukan, harus bersih sama sekali
sebelum dipasang dan telah disetujuioleh Direksi.

Batu tidak boleh dipasang pada waktu hujan lebat atau yang cukup dapat mengikis adukan
dari pasangan batu. Adukan yangtelah dipasang dan menjadi encer karena kehujanan harus
dibongkar dan diganti sebelum melanjutkan pekerjaan. Tukang batu tidak diperkenankan
melaksanakan pekerjaan pasangan batu atau batu kosong dengan lapis adukan sebelum hal ini
dipersiapkan dengan seksama.

Batu yang dipakai untuk pasangan batu atau batu kosong dengan lapis adukan, harus
dibasahi dengan air antara 3 4 jam sebelum dipakai, dengan cara yang dapat menjamin
bahwa tiap batu telah menjadi basah sama sekali dengan merata.

Melanjutkan pasangan sesudah 3 hari atau lebih tidak dibenarkan tanpa persetujuan dari
Direksi.

f) Perbaikan Pasangan Batu


Setelah pekerjaan pasangan batu selesai dikerjakan, maka jika pasangan batu keluar jalur
atau tidak mendatar, atau tidak sesuai dengan garis dan arah yang ditunjukkan dalam
gambar, maka harus dibongkar dan diganti atas biaya pemborong kecuali bila petugas teknik
memberi jaminan secara tertulis untuk menambal atau memperbaiki bagian yang rusak.
g) Ukuran dan pembayaran
Pengukuran untuk pekerjaan pasangan batu dibuat dalam volume yang sesuai ukuran dalam
gambar atau petunjuk direksi.
Pembayaran pasangan batu dibuat dalam harga satuan per m3 seperti yang ada pada
gambar dan tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya. Harga satuan mencakup semua biaya
upah pekerjaan, material dan peralatan pelaksanaan pekerjaan termasuk pengadaan,
pengangkutan, pasir, semen, dan pembuatan mortel berikut pemasangan dan pekerjaan
finising.

3.2 PLESTERAN Campuran 1 ; 2 dan PLESTERAN ACIAN


a. Sebelum melakukan plesteran, permukaan pasangan batu harus bersih dan dipakai air.
b. Susunan adukan adalah 1 pc : 2 pc plesteran dinding, 1 ps ; 2 pc plesteran kepala
pasangan dalam volume.
c. Untuk pekerjaan bendung, plesteran dibuat setebal 3 cm, sedangkan untuk bangunanbangunan biasa setebal 1,5 cm. Pekerjaan plesteran dibuat pada lokasi yang ditunjukkan
pada gambar atau atas petunjuk Direksi.
Pengukuran dan Pembayaran.
Pembayaran dihitung berdasarkan volume pekerjaan plesteran yang sudah dilaksanakan
dalam satuan ukuran per m2.
3.3

BERONJONG

a. Umum
Beronjong terdiri dari kawat sisi dan kawat anyaman, kawat dipilin tiga kali yang membentuk
lubang anyaman berbentuk segi enam berukuran Ukuran Bronjong 200 x 100 x 50 (cm) : kawat
sisi 3,4 mm - kawat anyam 2,7 mm - Lubang mesh 8 x 10 cm. Ukuran yang lebih panjang
adalah panjang as utama atau dengan ukuran seperti yang ditunjukkan pada gambar atau atas
petunjuk direksi. Keranjang beronjong harus mempunyai rangka yang diikat erat dengan
nyaman pada pinggir keranjang. Beronjong yang panjangnya lebih dari satu meter harus
dibagi-bagi sesuai dengan diafragma lubang anyaman menjadi bagian-bagian yang panjangnya
tidak boleh lebih dari satu meter.
Kawat yang dipakai untuk pembuatan beronjong harus sesuai dengan ketentuan dan persyaratan
untuk kawat yang dipakai adalah kawat Bronjong galvanis 3 mm.
b. Pembuatan Keranjang Beronjong Dan Pemasangan
Kawat Bronjong yang dipakai kawat bronjong galvanis yang telah diproduksi dari pabrik.

Sebelum dipasang pada tempatnya beronjong harus direntangkan supaya mencapai ukuran
yang sebenarnya dan semua pinggirnya harus diikat dengan kawat sesuai dengan petunjuk
pabriknya. Tiap jajaran beronjong harus diikat dengan kawat tehadap jajaran disebelahnya pada
pinggir bagian atas dan bawah dan pada sudutnya.

Bila dibutuhkan bentuk yang khusus, maka bronjong harus dipotong dengan rapih dan
ujung potongannya harus diikat erat-eratdengan kawat bersama-sama dengan bagian mana
saja yang memungkinkan dari ujung bronjong yang bersambungan dengannya. Pada bagian
dalam dari lengkungan yang tidak nampak dari penglihatan, maka lubang anyamannya akan
mengkerut
dan
harus
diikat
erat-erat
supaya
menghasilkan
bentuk
yang
dikehendaki.Sambungan diantara bronjong
harus seragam
berselang-seling
dengan
bagian yang berdekatan, sehingga menghasilkan susunan yang teratur yang disetujui oleh
Direksi.

Permukaan tanah tempat bronjong yang akan dibangun harus diratakan sebelum keranjang
bronjong dipasang.

c.

Pengisian Bronjong

Batu yang akan digunakan untuk mengisi bronjong harus bergaris tengah antra 100 mm
sampai 200 mm, dengan kwalitas seperti yang ditetapkan dalam Bahan Umum.

Tiap bronjong harus diisi dengan betu menggunakan tangan secara cermat, sehingga
penempatannya memperkecilvolume rongga diantara batu dalam keranjang yang telah terisi
penuh. Bronjong harus diisi sampai dengan 25 mm melebihi sisi bagian atas sehingga
tutupnya dapat meregang erat diatas batu sebelum ikatan kawatnya mengendor. Jajaran
beronjong yang berdampingan harus diisi sebagian dahulu untuk menjaga agar supaya sisi
sampingnya tidak menonjol.Haruslah dijaga agar supaya beronjong tidak berubah bentuknya
selama diisi.

d.

Ukuran dan pembayaran


Untuk bronjong, dalam persyaratan ini akan dibuat berdasarkan atas harga satuan lelang dalam
daftar volume pekerjaan untuk jenis pekerjaan yang bersangkutan, meliputi harga kawat bronjong
dan batu, angkutan,persiapan pemasangannya dan semua pekerjaan, prosedur dan keperluan
lainnyayang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan persyaratan teknik dan
gambar.

Padang Panjang, 24 Agustus 2015


Pejabat Pembuat Komitrnen (PPK)
Bidang Perikanan
Dinas Pertanian Kota Padang Panjang

RUSLI, SP. MM
Nip. 19620909 198402 1 002