Anda di halaman 1dari 55

TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR BERGERAK

Kamera merupakan salah satu alat penting dalam suatu pembuatan film. Fungsi kamera yaitu
mengambil atau merekam adegan-adegan yang diarahkan oleh sang sutradara kemudian
divisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan. Kamera dioperasikan oleh
kru film yang biasa disebut kameramen dan dioperasikan sesuai dengan arahan sutradara. Untuk
menjadi seorang kameramen harus mengetahui jenis-jenis kamera, mengenal cara-cara atau
teknik memegang kamera, teknik pengambilan gambar, unsur-unsur dalam pengambilan gambar,
dll.
1.

CARA MEMEGANG KAMERA VIDEO.


Peganglah kamera dengan mantap. Gunakan satu tangan untuk memegang kamera dan
mengoperasikan kontrol zoom, dan tangan yang lain untuk menjaga agar posisi kamera
tidak mudah goyah. dapat digerakkan ke berbagai posisi, tergantung dari sudut
pengambilan yang diinginkan - pada banyak kondisi gunakan selalu tripod untuk menjaga
gambar tetap stabil.

2.

ZOOM.
Hindarkan penggunaan tehnik zoom untuk merekam pemandangan yang luas tanpa
menggunakan tripod. Ini adalah cara dasar untuk menghindari terjadinya guncangan pada
gambar yang dapat berakibat tidak bergunanya gambar yang terekam.

3.

SUARA.
Perlu diperhatikan mengenai suara. Bila kita tidak menggunakan earphone, kamera tetap
merekam suara-suara latar yang tidak diperlukan, maka jangan mengeluarkan suara yang
tak perlu atau berbicara ketika sedang merekam.

4.

PERATURAN 10 DETIK.
Peraturan penting dalam merekam adalah, rekamlah dalam waktu yang lebih lama dan
hindarkan pergerakan-pergerakan kemera yang tidak perlu. Selalu rekam satu adegan
sekurangnya dalam 10 detik. Ini akan memudahkan editor film untuk mengambil potonganpotongan gambar yang diperlukan. Ingat untuk tetap menghitung sampai 10 detik,
meskipun pada kondisi yang sulit, 10 detik ini terasa lama. Rekam subyek Anda selama 1020 detik, stop dan ambil gambar yang lain.

5.

PANNING & TILTING


Panning (mengambil gambar bergerak secara horizontal) dan Tilting (mengambil gambar
bergerak secara vertikal) sebaiknya digunakan secukupnya saja bila ingin mendapatkan
gambar dasar dengan berpindah posisi gambar, atau bila kita sudah berpengalaman
sebagai operator film. Bila kita memutuskan untuk melakukan panning, gerakkanlah
kamera sehalus yang kita bisa dan jangan mendadak. Ingat selalu aturan10 detik untuk
setiap gambar diam/statis pada awal dan juga pada akhir pengambilan gambarpanning.
Selalu lebih baik mengambil banyak gambar statis, dan ingat juga bahwa nantinya gambar
yang kita ambil akan diedit kembali oleh editor. Penggunaan panning sebaiknya jangan
terlalu lama (antara 3 sampai 5 detik).

6.

FOKUS, EXPOSURE AND WHITE BALANCE (KESEIMBANGAN WARNA) .


Periksa selalu fokus dan exposure. Bila menggunakan zoom jauh dan dekat fokuskan
selalu pada jarak ideal ke objek yang kita inginkan untuk direkam dan ketika kita

melakukan zoom jauh semuanya terlihat fokus - bila kita melakukan zoom pada objek
terdekat terlebih dahulu lalu kita zoom pada objek lain di kejauhan (contohnya hewan di
kejauhan) maka akan membuat gambar sama sekali tidak fokus. Adanya perbedaan antara
objek yang samar dan objek utama yang jelas adalah sangat penting. Bahkan objek yang
hanya sedikit tidak fokus akan membuat film menjadi tidak berguna. Periksa
selalu exposure dan cobalah merekam pada objek yang sama dengan cara manual dan
otomatis untuk memastikan kita mendapatkan gambar terbaik yang kita inginkan. Bila kita
sudah memiliki banyak pengalaman, hal ini menjadi tidak perlu lagi untuk dilakukan .
7.

TANGGAL DAN WAKTU.


Jangan pernah memasang tanda tanggal dan waktu pada layar film yang terekam, ini akan
membuat film sama sekali tidak dapat digunakan . Penulisan tanggal dan waktu pada layar
film tidak membuktikan bahwa film ini diambil pada saat yang tertulis dilayar, karena bisa
saja yang tertulis tanggal 5 November 1950 tidak menjamin pengambilan film tersebut pada
tahun 1950, bisa saja setiap orang merubah tanggal dan waktu tersebut. Namun,
sebaiknya kita selalu merekam suara kita pada awal pengambilan gambar yang
menjelaskan kapan gambar tersebut direkam, lokasi dan negara dimana kita merekam
gambar- cara inilah yang dapat merekam secara permanen informasi waktu dan tempat
pengambilan film. Hal ini sangatlah penting dan seringkali terlupa, dan bila kita lupa apa
dan dimana persisnya sebuah gambar diambil, celakalah kita. Bila kita memiliki GPS untuk
menunjukkan lokasi kita berada, selalu rekam dengan film pembacaannya dan juga rekam
latar belakangnya. Tidak seperti tanda tanggal dan waktu, hal ini dapat memberikan bukti.

8.

CUTAWAYS (GAMBAR PENGISI).


Bila kita merekam sebuah obyek, kegiatan ataupun wawancara kita perlu selalu mengambil
gambar yang lain. Sebagai contoh, bila kita merekam sebuah wawancara kita perlu untuk
merekam juga kantor orang yang kita wawancarai atau sesuatu yang lain untuk
memberikan penjelasan tambahan bagi film wawancara kita. Kita lihat contoh lain, bila kita
membuat film tentang orang utan, jangan lupa untuk merekam hutan dimana mereka
tinggal dan kebakaran hutan yang merusakan habitatnya. Ini akan membuat sebuah film
lebih informatif.

Beberapa angle berikut ini mungkin dapat menginspirasi Anda

Dutch angle, pengambilan gambar miring. Biasanya digunakan untuk


menggambarkan ketidakstabilan emosi.
Worm angle / mata cacing, kamera persis diletakkan di atas tanah
Crazy angle, kamera bergerak tidak beraturan
Change focus, mengubah fokus dari satu obyek ke obyek lain dalam satu frame.
Circle / circular track, kamera mengitari obyek
Side shot, kamera merekam dari samping dan mengikuti obyek yang berjalan.
Extreme top shot, kamera mengambil tepat diatas obyek (900).
High angle, pengambilan gambar dari atas obyek.
Eye level, pengambailan gambar sejajar dengan mata.
Low angle, pengambilan gambar dari bawah obyek.

Pengambilan gambar terhadap suatu objek dapat dilakukan dengan lima cara:

Bird Eye View


Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas
ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak
kecil dan berserakan.

High Angle
Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini
memiliki kesan dramatis yaitu nilai kerdil.
Low Angle
Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar.
Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan.
Eye Level
Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan
pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.
Frog Eye
Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan
objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata
katak.

Teknik Ukuran pengambilan gambar


biasanya dikaitkan dengan tujuan pengambilan gambar, tingkat emosi, situasi dan kodisi
objek. Terdapat bermacam-macam istilah antara lain:
a.

Extreme Close Up (ECU/XCU) : pengambilan gambar yang terlihat sangat detail


seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.

b. Big Close Up (BCU) : pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.

c.

Close Up (CU) : gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek
yang terlihat seperti hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu
baru

d. Medium Close Up : (MCU) hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan
diambil dari dada keatas.

e.

Medium Shot (MS) : pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka
yang terlihat hanya separuh badannya saja (dari perut/pinggang keatas).

f.

Knee Shot (KS) : pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.

g.

Full Shot (FS) : pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.

h.

Long Shot (LS) : pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak
jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.

i.

Medium Long Shot (MLS) : gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika terdapat
3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari
kepala sampai lutut.

j.

Extreme Long Shot (XLS): gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan
bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi
objek tersebut terhadap lingkungannya.

Gerakan kamera akan menghasilkan gambar yang berbeda. Oleh karenanya maka
dibedakan dengan istilah-istilah sebagai berikut:
a.

Zoom In/ Zoom Out : kamera bergerak menjauh dan mendekati


dengan menggunakan tombol zooming yang ada di kamera.
b. Panning : gerakan kamera menoleh ke kiri dan ke kanan dari atas tripod.

objek

c. Tilting : gerakan kamera ke atas dan ke bawah. Tilt Up jika kamera mendongak dan tilt
down jika kamera mengangguk.
d. Dolly : kedudukan kamera di tripod dan di atas landasan rodanya. Dolly In jika bergerak
maju dan Dolly Out jika bergerak menjauh.
e. Follow : gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak.
f.

Crane shot : gerakan kamera yang dipasang di atas roda crane.

g.

Fading : pergantian gambar secara perlahan. Fade in jika gambar muncul dan fade
out jika gambar menghilang serta cross fade jika gambar 1 dan 2 saling menggantikan
secara bersamaan.
h. Framing : objek berada dalam framing Shot. Frame In jika memasuki bingkai dan frame
out jika keluar bingkai.
Teknik pengambilan gambar tanpa menggerakkan kamera, jadi cukup objek yang bergerak.
a. Objek bergerak sejajar dengan kamera.
b. Walk In : Objek bergerak mendekati kamera.
c. Walk Away : Objek bergerak menjauhi kamera.
Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran
gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur- unsur lain seperti cahaya, properti dan
lingkungan. Rata-rata pengambilan gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini
menghasilkan kesan lebih dramatik.
a. Backlight Shot: teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan
dari belakan

b.

Reflection Shot: teknik pengambilan yang tidak diarahkan langsung ke objeknya


tetapi dari cermin/air yang dapat memantulkan bayangan objek.
c. Door Frame Shot: gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di
dalam ruangan.
d. Artificial Framing Shot: benda misalnya daun atau ranting diletakkan di depan kamera
sehingga seolah-olah objek diambil dari balik ranting tersebut.
e. Jaws Shot: kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera.
f.

Framing with Background: objek tetap fokus di depan namun latar


belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah.
g. The Secret of Foreground Framing Shot: pengambilan objek yang berada di
depan sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan adegan.
h. Tripod Transition: posisi kamera berada diatas tripod dan beralih dari objek satu ke objek
lain secara cepat.
i. Artificial Hairlight: rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan lebih
dramatik.
j. Fast Road Effect: teknik yang diambil dari dalam mobil yang sedang melaju kencang.
k.

Walking Shot: teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan.
Biasanya digunakan untuk menunjukkan orang yang sedang berjalan terburu-buru atau
dikejar sesuatu.
l. Over Shoulder : pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut
hanya terlihat kepala atau bahunya saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa
objek sedang melihat sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.
m. Profil Shot : jika dua orang sedang berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari
samping, kamera satu memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan
orang kedUA

Mengoperasikan Kamera
Hal peratama yang kiata lakukan adalah kita harus tau tombol tombol kamera terlebih
dahulu seperti :
a. Tombol power

: Tombol untuk menghidupkankan dan mematikan kamera

b. Tombol volume

: untuk mengatur tinggi rendahnya suara

c. Tombol rec

: tombol untuk merekam objek

d. Tombol zoom

: untuk mendekatkan atau menjaukan jarak suatu objek

e. Tombol lampu

: tombol untuk menghidupkan lampu pada kamera

Setelah semua kita tahu baru dapat mengoprasikan kamera secara prosedur yang
baik
Seperti cara berikut ini :
Memberikan efect pada kamera Mengatur ukuran gambar seperti : long shot, medium shot,
knee shot, close up, big close up, very big close up, full shot
Pengatura cahaya yang baik
Durasi kamera
1. High quality mode
: mengambil gamabr yang berdurasi 60 menit menjaidi 20 menit
jadi waktu pengambilan gambar pendek
2. Standart play
: jika memilih jenis ini maka standar durasinya 60 menit
maka pada saat pengambilan gamabar maka durasinya sama dengan standartnya yaitu
60 menit
3. Long play
: jika memilih jenis ini maka kaset mini DV durasinya 60 menit
pada saat pengambilsn gambar menjadi lebih panjang

Menguji asfek operasional kamera


1.
2.
3.
4.

FUNGSI PEREKAM
DURASI REKAMAN
SETINGAN KAMERA
APLIKASI GAMBAR

1 fungsi
perekam
1. Stop
digunakan untuk menghentikan proses play, rewind, atau forward.
2. Play
digunakan untuk menampilkan proses perekaman.
3. Record
digunakan untuk merekam proses kegiatan yang anda inginkan.
4. Rewind
digunakan untuk menggulung mundur pita kaset.
5. Forward
digunakan untuk menggulung maju pita kaset
6. Pause
digunakan untuk menghentikan sementara dengan preview gambar yang
anda inginkan.
7. Nightshot
fitur handycam dengan sinar infra merah,yang digunakan untuk mengambil objek
dengan intensitas cahaya yang kurang atu cenderung gelap
8. Slider zoom in dan zoom out
digunakan untuk memperbesar (zoom in) dan memperkecil (zoom out)
pengambilan objek
Settingan
kamera
1. program AE
kita dapat merekam gambar secara efektif dalam berbagai situasi dengan fungsi
program
AE dan biasanya diseting pada kondisi auto. Berikut bagiannya:
a. spot light
spot
light
adalah memilih untuk mencegah wajah orang yang muncul terlalu putih ketika
terkena oleh cahaya kuat
b. Portrait
Portrait(soft
portrait)
adalah memilih untuk menampilkan suatu materi (seperti orang-orang atau
berbunga) agar tercipta suatu latar belakang lembut.
c. Sports
adalah memilih untuk memperkecil guncangan/getaran yang terjadi ketika
mengambil gambar yang sedang bergerak.
d. Beach & skI
adalah memilih untuk mencegah wajah orang yang muncul lebih gelap didalam
cahaya kuat atau pantulan cahaya, seperti pada suatu pantai di pertengahan
musim panas atau pada saat bermain ski.
e. Sunset and mooN
adalah memilih untuk memelihara/menampilkan situasi atmospir/suasana
seperti matahari terbenam, kembang api atau pandangan malam umum.

f.Landscape
adalah memilih untuk merekam suatu gambar yang jauh agar terlihat dengan
jelas.
2. Spot meter
kita dapat melakukan penyesuaian dan menentukan pencahayaan kepada suatu
objek, sehingga hasil rekaman menjadi terang bahkan ketika adkontras/pelawanan
yang kuat antara objek dan latar belakang. seperti object/benda didalam lamp sorot di
atas pentas. Diatur pada posisi auto
3.

4.

exposure
kita dapat menentukan pencahayaan atau penerangan suatu gambar dengan
tangan. ketika merekam di dalam atau di luar rumah pada suatu hari yang cerah.
sebagai contoh, kamu dapat menghindari bayangan cahaya dibelakang pada orang
yang ada didepan sebuah jendela dengan perbaikan ekspose untuk sisi dinding
ruang itu. Diatur pada posisi auto.

White balance
kita dapat melakukan penyesuaian warna dengan menyeimbangkan pencahayaan
atau penerangan saat merekam lingkungan dan standarnya digunakan kondisi
auto. Yaitu:
a.
Outdoor
(diluar
ruangan)
b.
Indoor
(didalam
ruangan)
5. auto shutter
secara otomatis mengaktifkan perekam elektronik yang mempercepat ketika merekam
kondisi-kondisi terang.Dimana diseting pada kondisi on.
6. spot focus
kita dapat memilih dan melakukan penyesuaian titik rekaman untuk tidak
mengarahkannya pada suatu pokok menempatkan di dalam
pusat layar. Dan
biasanya diseting pada kondisi auto.
7. FocuS
kita dapat melakukan penyesuaian fokus dengan tangan/manual. Memilih ketika
kita ingin
8. flash set
kita dapat menetapkan fungsi ini ketika kita menggunakan kilat eksternal bila
kompatibel dengan camcorder yang ada. Yaitu: flash mode, ada 2 yaitu kondisi on dan
auto. Kemudian untuk on dan auto ini ada yang tanpa menghilangkan dan
menghilangkan efek mata merahflash level, ada 3 yaitu kondisi high(tinggi), normal
dan low(rendah)
9. Super night shot plus
kita dapat merekam gambar-an maksimum 16 kali kepekaan nightshot plush di
dalam tempat gelap.Biasanya pada kondisi off
10. Ns light (nightshot plus light)
kita dapat merekam gambar-an lebih jelas dengan memancarkan cahaya inframerah
selagi penggunaan nightshots plush. Biasanya kondisi awal on
11. Color slow s (color slow shutter)
kita dapat merekam suatu gambaran lebih terang di dalam warna bahkan di tempat
gelap. Kondisi standard off.
12. Self timer(mov) start pengatur waktu yang merekam suatu movie setelah 10 detik
Kondisi awal pada posisi off
13. Self timer(photo)
start pengatur waktu yang merekam suatu gambar setelah 10 detik.Kondisi

standard off.
14. Digital zoom
15. kita dapat memilih pembesaran yang maksimum jika kamu ingin memperbesar
gambar yang akan direkam sesuai dengan kapasitas perbesaran dari masingmasing camcorder. Kondisi awal off
16. Wide select
kita dapat merekam suatu gambar-an di dalam suatu perbandingan yang
pantas untuk layar yang akan jadi diperlihatkan. Kondisi standard 4:3
17. Steadyshot
kita dapat merekam gambar dengan menggunakan steady shot(siap merekam),
kondisi standar on. Tapi bila sedang memasang tripod maka kondisinya pada
posisi off.
Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran
gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur- unsur lain seperti cahaya, properti
dan lingkungan. Rata-rata pengambilan gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini
menghasilkan kesan lebih dramatik.

Backlight Shot: teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan


dari belakang.
Reflection Shot: teknik pengambilan yang tidak diarahkan langsung ke objeknya
tetapi dari cermin/air yang dapat memantulkan bayangan objek.
Door Frame Shot: gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di dalam
ruangan.
Artificial Framing Shot: benda misalnya daun atau ranting diletakkan di depan
kamera sehingga seolah-olah objek diambil dari balik ranting tersebut.
Jaws Shot: kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera.
Framing with Background: objek tetap fokus di depan namun latar belakang
dimunculkan sehingga ada kesan indah.
The Secret of Foreground Framing Shot: pengambilan objek yang berada di depan
sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan adegan.
Tripod Transition: posisi kamera berada diatas tripod dan beralih dari objek satu ke
objek lain secara cepat.
Artificial Hairlight: rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan
lebih dramatik.
Fast Road Effect: teknik yang diambil dari dalam mobil yang sedang melaju kencang.
Walking Shot: teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan.
Biasanya digunakan untuk menunjukkan orang yang sedang berjalan terburu-buru atau
dikejar sesuatu.
Over Shoulder : pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut
hanya terlihat kepala atau bahunya saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa
objek sedang melihat sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.
Profil Shot : jika dua orang sedang berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari
samping, kamera satu memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan
orang kedua.

PENGAMBILAN GAMBAR
Cara pengambilan gambar dapat disesuaikan tergantung pada event yang sedang
berlangsung. Sudut pengambilan gambar sangat berpengaruh Terhadap penilaian penonton

Posisi Normal, Cara pengambilan gambar ini digunakan untuk Kejadian yang biasa / normal.
Low Angle
Pengambilan gambar dengan posisi kamera dibawah subyek. Dalam sebuah dialog maupun
adegan, posisi ini biasanya bertujuan untuk menggambarkan subyek
yang
kuat, angkuh, dan lebih berkuasa. Penggunaan fungsi zoom dan
start/stop record berada di handle atas kamera

High Angle
Pengambilan gambar dengan posisi kamera lebih diatas daripada subyek. Dalam sebuah
dialog maupun adegan, posisi ini bertujuan untuk menggambarkan subyek yang lemah,
tidak berdaya.
Biasanya ketika juru kamera berdesakan dengan banyak orang, menggunakan cara ini
Untuk mendapatkan gambar yang stabil dan tidak goyang, sebaiknya untuk moment statis
menggunakan Tripod kamera yang sesuai. Trik lain bila dalam keadaan darurat biasanya
dengan menyangga dengan tangan diatas meja.

TRIK MEREKAM VIDEO

Tidak mudah meniru hasil rekaman video agar terlihat seperti di TV. Selain kamera video
mereka berkualitas tinggi dan lampu tambahan yang sangat terang, cara mereka merekam
juga sudah terlatih. Nah, bisakah kita meniru cara mereka merekam dengan kondisi
seadanya? Minimal agar hasil rekaman tidak goyang? Cara yang mudah adalah
memperbaiki posisi berdiri dan memegang camcorder. Namun dalam kondisi cahaya
seadanya di rumah kita, kamera otomatis akan mengkompensasinya dengan
memperlambat kecepatan perekaman dan meningkatkan kepekaan sensor yang berakibat
penurunan resolusi gambar. Alhasil, proses perekaman akan mudah goyang, menghasilkan
gambar redup dan tampak butiran kasar. Akan tetapi jangan kuatir, meskipun tanpa tripod
Anda masih bisa mendapatkan hasil rekaman video yang mantap tanpa guncangan.
1.BERDIRILAH DENGAN BENAR
Satu lutut sedikit membengkok, posisi kaki bersudut 45 derajat satu sama lain. Meskipun
sederhana, teknik ini benarbenar berpengaruh pada hasil rekaman Anda. Berdirilah dengan
sebelah kaki sedikit berada di depan lainnya. Cara ini akan meningkatkan kestabilan badan
sehingga Anda bisa berdiri lebih kokoh. Seperti dalam teknik silat, posisi kuda-kuda akan
menentukan kekokohan badan Anda.
2.PEGANG CAMCORDER DENGAN KEDUA TANGAN
Meskipun camcorder Anda adalah model yang paling tipis dibandingkan lainnya. Lebih baik
terlihat wajar dengan cara merekam yang kokoh dan perlahan, daripada terlihat berakrobat
dengan membawa kamera dalam satu tangan. Letakkan satu tangan lewat grip (supaya

mudah menjangkau tombol zoom dan rekam), dan gunakan tangan satunya untuk
membantu memegang kamera.
3.LETAKKAN KEDUA SIKU TANGAN DI DEKAT DADA
Akan membantu membuat sebuah dudukan yang kuat untuk camcorder Anda, dan
membantu mencegah miringnya kamera, yang bisa terjadi pada tangan Anda jika berada
jauh dari badan.
4.BERSANDARLAH PADA SESUATU
Sebuah pohon, dinding bangunan, mobil, atau apa pun asalkan obyeknya kokoh dan tidak
bergeser, bisa Anda pakai. Pada ruangan yang sempit dan kurang cahaya, cara ini akan
sangat membantu.
5.MENURUNKAN LUTUT
Untuk menurunkan pusat gravitasi badan Anda bisa mengurangi goncangan camcorder.
Berlutut dengan lutut kiri di lantai dan menempatkan siku yang memegang camcorder pada
lutut kanan akan memberi pondasi yang kokoh bagi rekaman Anda.
6.BIDIK DENGAN POSISI TIARAP
Sudut seperti ini tidak hanya bagus untuk merekam subyek yang rendah (misalnya bayi
merangkak), tetapi dengan Led- siku di la-tai, dijamin Anda akan memperoleh rekaman yang
mantap.
7.GUNAKAN LENSA SUDUT LEBAR
Mendekatlah pada obyek. jangan tergoda untuk mencoba lensa zoom 20x (tele), karena
penggunaan lensa tele akan meningkatkan efek goncangan kamera, sedangkan lensa sudut
lebar akan menutupinya. Dengan mendekat ke obyek, 3erekaman suara juga akan lebih
baik. Jika Anda harus berjalan selama perekaman, tetaplah menggunakan lensa wide.
Supaya tidak goyang, pemakaian lensa tele harus dilengkapi dengan tripod, atau tempatkan
pada permukaan yang datar.
8.OBYEK YANG BERGERAK
Misalnya si kecil yang naik sepeda, gunakan mobil. Mintalah bantuan seseorang untuk
merekam lewat jendela mobil yang berjalan perlahan. Tentu saja pengemudi harus
menyesuaikan kecepatan dengan obyekyang bergerak. Cara itu menghasilkan rekaman
bergerakyang dramatis. Mobil lebih dapat menyerap guncangan yang terjadi, dibandingkan
jika Anda melakukannya sambil berjalan atau berlari.

9.AKTIFKAN IMAGE STABILIZER atau Steady Shoot.


Feature ini cukup berarti dalam mengurangi guncangan kamera. Sebagian camcorder
menggunakan sistem digital (Digital Image Stabiliser), dan lainnya memakai Optical.
10. LETAKKAN KAMERA.
Kadang-kadang cara terbaik untuk merekam tanpa guncangan adalah dengan tidak
memegang camcorder. Cari suatu permukaan yang kokoh, sehingga Anda bisa mengatur
kamera saat sedang merekam, hanya dengan remote control. Bagian atas meja, bangku,
mobil atau dinding bisa dimanfaatkan.
Sumber : http://andrianapitoyo.blogspot.com/2012/05/trik-merekam-video.html
BEBERAPA TEKNIK MEMEGANG CAMCORDER

DASAR - DASAR VIDEOGRAFI


I. BAGIAN KAMERA
1 : Ring Fokus
2 : Sensor White Balance
3 : Lampu Tanda Record
4 : Sensor Remote Control
5 : Lensa
6 : Pelindung Lensa
7 : Sekrup Pengunci Pelindung Lensa
8 : Switch Mode (Camera / VCR)
9 : Mode Selector (Auto / Manual / Focus)
10 : Tombol Penunjuk / Kursor
11 : Tombol Power LCD
12 : Tombol Menu
13 : Pelindung Mata
14 : Layar Display Kecil
15 : Layar LCD Monitor
16 : Tombol Pembuka LCD Monitor
17 : Tombol Reset
18 : Pengatur Fokus Display Kecil
19 : Speaker
20 : Dudukan peralatan External (Microphone / lampu)
21 : Microphone internal (Stereo)
22 : Socket External Mic

23 : Pengatur Zoom
24 : Sabuk Penahan Tangan

25 : Kait Penahan Tali Bahu


26 : Pengatur Zoom tambahan
27 :

Tombol Record

28 :

Tombol Pelepas Baterai

29 :
30 :

Tempat Baterai
Socket Headphone

31 : Tempat Kaset
32 : Cover Kompartemen kaset
33 : Tombol pembuka
34 : Socket Input Power DC
35 : Terminal DV (digital video)
36 : Socket S-Video Output
37 : Socket Video Output
38 : Socket Audio Output
39 : Lampu Indikator Power
40 : Tombol Recording
41 : Switch On/Off
42 : Dudukan Tripod

II. MENGOPERASIKAN KAMERA

1. Memasang Kaset
Geser Tombol OPEN /
EJECT hingga kompartemen
Terbuka
Masukkan Kaset, Perhatikan
Arah posisi kaset.

Tekan besi bagian dalam Untuk memasukkan kaset. Tunggu hingga mekanik /Head motor
berhenti bergerak.
Tutup bagian luar dari Kompartemen kaset.

2. Menghidupkan Kamera

Saklar posisi ON Saklar OFF


3. Memilih Mode Kamera / Playback
Pilih mode CAMERA untuk melakukan pengambilan gambar (Shooting)
Pilih mode VCR untuk preview hasil pengambilan gambar.

4. Setting Kamera
Setting Kamera MD 10000 sangatlah mudah, Karena semua tombol ter
integrasi dalam satu bagian saja (10). Hanya diperlukan ketelitian dalam
menekan tombol yang ada. Struktur kedalaman menu dapat dilihat pada
gambar di bawah. Perhatikan posisi saklar geser AUTO/MANUAL/FOCUS(9).

Berikut adalah switch (8) pada mode CAMERA

Berikut adalah switch (8) pada mode VCR


5. Menggunakan fungsi MENU (12)
Tekan tombol MENU

Pilih menu yang akan di seting dengan tombol atas/bawah

Tekan tombol tengah / kanan untuk menuju sub menu

Tekan tombol MENU untuk kembali ke menu awal

6. Mikrofon Eksternal
Setelah memasang Microfon kedalam dudukannya, maka langkah
selanjutnya adalah memasukkan jack speaker ke
port yang telah tersedia.
Perhatikan posisi saklar OFF/MONO/STEREO,
indikator baterai dan saklar
WIN CUT OFF/O
Untuk mengatur tingkat sensitif dari microfon bisa dilihat pada langkah
berikut:

AGC : Auto Gain Control (Setting automatic kepekaan mic) Jika dalam posisi [AUTO] : maka
AGC akan aktif [SET+AGC] : Tingkat kepekaan diatur dengan tetap mempertahankan AGC
tetap aktif [SET] : Tingkat kepekaan mic diatur dengan cara manual
Tekan tombol kanan / kiri untuk menyesuaikan tingkat kepekaan mic secara manual.

7. Mengatur Warna alami (White Balance)


Setting AUTO pada kamera terkadang tidak menghasilkan warna yang alami, untuk itu
diperlukan setting manual untuk mengatur warna alami dari obyek. Sebagai patokan warna
maka dipilih warna putih sebab warna putih merupakan gabungan dari semua warna yang
ada.Gunakan tutup lensa kamera MD sebagai patokan warna putih. Setelah stand by pada
mode CAMERA Posisikan saklar pada posisi MANUAL

Tekan tombol bawah hingga indikator White Balance terlihat (AWB, dst)
Tekan tombol kiri / kanan untuk seleksi pilihan mode.
1) Seting Auto White Balance
2) Mode Indoor (untuk penggunaan dalam ruangan minim cahaya dengan cahaya lampu
bolam (kuning)
3) Mode Outdoor
4) Mode Manual
Setelah memilih mode Manual white balance, arahkan kamera ke benda berwarna putih
polos. Tekan tombol navigasi bagian tengah dan tahan. Logo Manual White Balance akan
berkedip-kedip menyesuaikan gambar. Jika Logo selesai berkedip, maka settingan tersebut

sudah sesuai dengan warna alami obyek tersebut. Lakukan proses ini sekali lagi untuk
memastikan tingkat akurasi warna.
PERALATAN TAMBAHAN

A. MEMORY CARD BERFUNGSI UNTUK MENYIMPAN DATA DARI HASIL


PEMOTRETAN.
Ada beberapa type memory card yang tersedia untuk kamera digital, diantaranya SD,MMC
(Multi Media Card), SDC, CF, MD, MS, MSPRO dengan beberapa merk memory card yang
ada dipasaran seperti : ULTRA, VGEN, KINGSTON, SONY dengan kapasitas daya tampung
yang beragam. Misalnya : 16 Mb, 32 Mb, 64 Mb, 128 Mb, 256 MB, 512 MB, 1GB, 2 GB,
bahkan ada yang sudah mencapai 4 Gb. Dalam pemilihan memory card hendaklah
disesuaikan dengan type dan kemampuan dari Kamera Digital yang dimiliki.

B. TRIPOD
Tripod berfungsi membantu dalam proses pemotretan. Untuk pengambilan gambar yang
berkualitas diperlukan ketenangan atau minimnya getaran/goyangan kamera saat menekan
shutter button sehingga kamera tidak kehilangan fokus. Untuk itu tripod sangat membantu
sekali apalagi untuk fotografer tingkat pemula.
Beberapa Macam Jenis Tripod.
Tripod Legs
Tripod umumnya memiliki 2 bagian, yaitu batang tripod-nya sendiri dan bagian head-nya.
Untuk bagian batang tripod nya paling tidak dikenal 2 jenis, yaitu jenis yang antar batangnya
dihubungkan dengan jari-jari & yang tiap batangnya independen.
Tripod Head

Bagian
tetapi
Pada

kepala dari tripod umumnya ada 2 jenis (saat ini ada banyak variasi,
mengacu pada 2 bentuk awal ini). Yang pertama adalah jenis pan-head.
bentuk ini ada paling tidak ada 2 tuas yang masing-masing mengatur
pergerakan horizontal & vertikal.

Karena
presisi,
setting.

masing-masing arah diatur secara independen maka jenis ini lebih


walau akibatnya memang lebih ribet dan lama dalam melakukan
Beberapa landscaper lebih menyukai jenis head yang ini karena
masalah presisinya tadi.

Sebagia

n besar orang lebih menyukai jenis yang kedua, Ball-head. Jenis yang ini
memungkinkan gerakan vertikal dan horizontal pada saat yang bersamaan.
Dengan demikian mempercepat proses setting. Kendalanya adalah karena semua bidang
bergerak maka presisinya akan relatif lebih rendah dibandingkan dengan jenis pan-head.
Pilihan dari ball-head banyak sekali, ada yang hanya menggunakan satu tuas, ada pula
yang sampai menggunakan banyak tuas untuk membebaskan gerakan ball-head. Masingmasing memiliki kelebihannya sendiri.
Umumnya kebanyakan head saat ini sudah menggunakan Quick Release. Jadi ada
sebentuk plat yang kita pasangkan di bagian bawah body kamera kita, sehingga kalau kita
mau memasangkan kamera ke tripod cukup dengan mengunci plat tersebut ke head. Tanpa
harus, seperti jaman dahulu, memasangkan tripod langsung di bawah kamera.
C.Dollypod
Bentuk dan fungsinya sama dengan tripod biasa. Hanya saja
dollypod dilengkapi dengan roda dan tentu dilengkapi dengan
pengunci rodanya. Jadi, kita dapat memindahkan tripod
beroda ini dengan mudah tanpa perlu mengangkat tripod dan
kameranya. Hanya saja, jenis ini hanya cocok untuk dipakai di
dalam studio.

D. Monopod

Pada prinsipnya seperti tripod, hanya saja terdiri dari


sebuah kaki saja. Pasang kamera pada monopod kita,
tahan di tanah dan gunakan tangan kita untuk memastikan
kamera tidak bergerak dan berdiri kokoh . Hal ini
membantu kita supaya tetap stabil karena monopod membantu kita menghilangkan gerakan
naik dan turun sehingga tangan kita menjadi lebih leluasa memotret. Monopod sangat
berguna pada saat kita menggunakan kamera yang berat dan kita cukup aktif bergerak.
E. Kabel Data (Data Cable)
Kabel Data merupakan penghubung antara kamera foto digital dengan komputer, TV dan
Printer. Fungsinya memindahkan (transfer) data foto yang ada pada memory card ke
komputer untuk keperluan pengeditan atau mencetak foto, menampilkan hasil foto di TV dan
untuk mencetak langsung hasil foto ke printer.
Konektor RCA
Nama RCA berasal dari singkatan Radio Corporation of America yaitu perusahan yang
pertama kali memperkenalkan desain konektor ini pada tahun 1940-an yang saat itu
digunakan untuk menghubungkan mono phonograph player dengan amplifier.
Konektor jenis RCA ini mungkin yang paling sering kita lihat. Konektor ini biasa digunakan
pada kabel yang membawa sinyal audio dan video (analog). Kita dapat melihatnya pada
perangkat vcd/dvd player ataupun video game ketika dihubungkan ke tv. Konektor ini dapat
melewatkan sinyal dengan frekuensi 0-100 MHz.

Bentuk konektor ini seperti terlihat pada gambar. Male connector terdiri dari colokan logam
di tengah dan dikelilingi ring. Bungkus ring biasanya terbuat dari karet dan bersegmen agar
bersifat fleksibel. Female jack terdiri dari lubang di tengah dan dikelilingi ring logam. Ring

pada female jack memiliki diameter sedikit lebih kecil dan ukurannya sedikit lebih panjang
dibanding ring pada male connector, sehingga jika keduanya dihubungkan akan terbentuk
sambungan yang erat.
Setiap kabel dengan konektor RCA ini membawa satu jenis sinyal seperti sinyal video
komposit, komponen-komponen sinyal audio (left/mono, right, dsb.).
Hal ini akan menjadi rumit ketika kita harus memasang atau melakukan instalasi konektor ini
ke perangkat yang menggunakan banyak komponen sinyal. Tentunya setiap konektor harus
dipasangkan tepat pada jack-nya masing-masing. Untuk memudahkan persoalan ini maka
telah dibuat kode warna yang telah umum dipakai. Misalnya untuk sinyal video komposit
menggunakan warna kuning, sinyal audio left/mono warna putih, right warna merah, dsb.

Konektor component

Kabel komponen biasanya terdiri dari 3 utas kabel yang (ujungnya) berwarna merah, hijau
dan biru. Berbeda dengan kabel video kuning yang mentransfer sinyal video utuh, kabel
komponen mentransfer komponen video. Umumnya berformat YUV (atau YPbPr/YCbCr),
tapi bisa berformat RGB atau SoG. Format YUV memisahkan video ke dalam komponen
gambar hitam putih dan warna. Meskipun awalnya digunakan untuk menambahkan warna
pada industri televisi yang sudah ada (hitam-putih), sengaja atau tidak format ini sesuai
dengan mata kita yang mempunyai sel silinder dan kerucut yang mempunyai tugas berbeda
dalam menangkap gelap-terang dan warna. Video DVD juga dikodekan dalam format YUV
ini. Dengan kabel komponen, TV akan mendapat sinyal video yang lebih kaya yang akan
meningkatkan kualitas gambar.
Ternyata kabel komponen sebenarnya merupakan kabel RCA biasa seperti yang biasa
disertakan saat membeli player (merah-putih-kuning). Jadi sebenarnya saya tidak perlu
membeli kabel lagi, cukup menggunakan kabel player lama. Hanya saja, saya perlu

mengingat jika kabel kuning saya colokkan ke colokan biru, ujung satunya pun begitu, bukan
masuk ke colokan hijau. Juga, kabel komponen hanya mentransfer video, artinya colokan
audio (merah-putih) tetap harus dihubungkan dengan kabel audio. Sedikit repot memang,
karena hubungan yang biasa terdiri dari 3 kabel audio-video (kuning-merah-putih) sekarang
menjadi 5 kabel (merah-hijau-biru-merah-putih).
Kabel komponen sebenarnya juga mampu mentransfer data video High Definition. Namun
karena muncul HDMI, tidak banyak DVD player yang mengeluarkan video HD melalui kabel
komponen. Lagi pula format video DVD memang belum HD. Blu-Ray sudah HD, tapi belum
banyak film beredar dalam format tersebut.

Konektor S-Video
Sesuai namanya Separate Video (S-Video), konektor ini merupakan tipe konektor untuk
transmisi video analog. Pada skema video analog, informasi video dibagi menjadi dua
komponen yaitu luma (luminance, "Y"), dan chroma(chrominance, "C"). Luminance
membawa informasi tingkat gelap terang pada gambar (terlihat seperti pada tv hitam putih),
sedangkan chrominance membawa informasi warna.
Sebagai perbandingan, pada composit video (kualitas lebih rendah dari analog video)
informasi video ditransmisikan dalam satu komponen/kanal. Sedangkan pada component
video (kualitas lebih tinggi dari analog video) informasi video dikodekan menjadi tiga
komponen (luminance "Y", warna biru "Pb", dan warna merah "Pr").

Pada gambar konektor S-Video female, keterangan 4 pin adalah sebagai berikut:
- Pin 1 (GND) Ground untuk Y
- Pin 2 (GND) Ground untuk C
- Pin 3 (Y) Luminance
- Pin 4 (C) Chrominance Konektor S-Video khusus digunakan untuk transmisi video
analog, dan tidak bisa membawa sinyal audio bersamaan dalam satu kabel.
Kelebihan konektor S-Video ini adalah kualitas yang baik untuk transmisi video, karena

informasi video dipisah menjadi dua komponen (Luma dan Chroma) maka bandwidth-nya
lebih besar jika dibandingkan dengan video komposit yang menggabung komponen luma
dan chroma sehingga bandwidth harus dipakai bersama.
Konektor HDMI
HDMI atau kepanjangannya adalah High-Definition Multimedia Interfaceadalah
standar interface audio/video (A/V) yang tidak terkompresi pertama yang didukung oleh
industri. HDMI menyediakan interface antara sumber A/V, seperti pemutar HD-DVD atau
Blu-ray, dengan penerima (receiver) A/V, seperti HDTV (High-Definition Digital Television)
atau pesawat TV ekstra besar, ekstra lebar, dan ekstra jernih yang baru saja anda lihat.
Akan tetapi, HDMI bukanlah sekadar port yang tertanam di belakang pesawat HDTV. Lebih
dari itu, HDMI adalah serangkaian aturan yang memungkinkan perangkat-perangkat
elektronik high-definition berkomunikasi.

Keunggulan-Kelemahan HDMI
Karena HDTV bisa menerima informasi digital, dia tidak membutuhkan waktu atau tenaga
untuk mengubah sinyal dari format analog, seperti halnya pada TV standar. Hal ini
mengantarkan kita pada HDMI. Standar HDMI adalah serangkaian pedoman untuk
menciptakan koneksi high-bandwidth antar perangkat digital.
Dengan pemasangan yang benar, HDMI akan terlihat sangat berbeda dalam sebuah
sistem home-theater. Standar yang ada sekarang mampu membawa 1080p sinyal highdefinition, dan mendukung delapan channel audio yang tidak terkompresi, cukup untuk
sistem 7.1 surround-sound.
HDMI mengurungi jumlah kabel yang dibutuhkan untuk menghubungkan antarkomponen.
Akan tetapi, ada satu syarat untuk menikmati semua kelebihan yang ditawarkan oleh HDMI,
yakni semua komponen home theaterharus kompatibel dengannya.
Beberapa fitur luar biasa dari HDMI belum tersedia di pasaran. Selain itu, terdapat batasan
panjang sebuah kabel HDMI, dan tidak sedikit pengguna yang mengeluhkan batasan ini
mengekang keleluasaan dalam menata perangkat home theater.

Encoding-Decoding Sinyal HDMI


Salah satu kesalahpahaman tentang HDMI adalah "bawaan orok" sinyal digital lebih unggul
daripada sinyal analog. Anda mungkin termasuk orang yang berpendapat bahwa tanpa
konversi audio-to-digital, berarti sinyal masih dalam bentuk yang murni, dan tidak rusak
ketika mencapai pesawat HDTV.
Memang mudah membayangkan dalam sebuah sistem high-definition, sinyal digital berjalan
langsung dari pemutar HD-DVD ke pesawat HDTV. Akan tetapi, transmisi sinyal melalui
HDTV tetap membutuhkan proses encoding.
HDMI menggunakan TMDS (Transition Minimized Differential Signaling) untuk
memindahkan informasi dari satu tempat ke tempat lainnya. TDMS adalah metode encoding
yang melindungi sinyal dari degradasi, saat dia berjalan di sepanjang kabel. Inilah yang
sesungguhnya terjadi:

Perangkat pengirim, seperti pemutar HD-DVD, meng-encode sinyal.

Untuk menurunkan jumlah transisi antara satu (on) dan nol (off). Bayangkan
setiap transisi sebagai anjlokan yang tajam, ketika sinyal berjalan. Anjlokan ini
mulai menghilang dan melemahkan sinyal. Langkah encoding ini membantu
melindungi kualitas sinyal dengan mengurangi jumlah peluang sinyal untuk
terdegradasi.

Dalam satu set kabel yang saling berlilit, salah satu helainya membawa sinyal itu
sendiri. Sementara helai lainnya membawa salinan kebalikan (inverse copy) dari
sinyal tersebut.

Perangkat penerima, seperti pesawat HDTV, men-decode sinyal tersebut. Dalam


proses decoding, diukur diferensialnya, atau perbedaan antara sinyal dan
kebalikannya. Informasi ini digunakan untuk mengompensasi setiap sinyal yang
hilang dalam perjalanan.

Konektor USB
USB merupakan port standar yang ada di komputer saat ini, setiap komputer yang kita beli
saat ini selalu dilengkapi dengan USB. Konektor-konektor USB tersebut dapat ditancapkan
berbagai perangkat mulai dari mouse sampai printer dengan mudah dan cepat. Sistem
operasi saat ini juga sangat mendukung keberadaan USB, mulai versi windows XP ke atas
bahkan sudah terdapat installer berbagai perangkat USB yang include dalam satu paket
program windows tersebut.
Tujuan diciptakan USB adalah untuk mempermudah pengguna komputer untuk
mengkoneksikan ke perangkat lain. Beberapa contoh perangkat yang telah dibuat dalam
versiport USB antara lain:
1. Printer
2. Scanner
3. Mouse
4. Joystick
5. Camera Digital
6. Webcam
7. Modem
8. Dan lain sebagainya.
Menyambungkan perangkat USB pada komputer sangatlah mudah. Kita hanya perlu
mencariport USB pada bagian belakang casing komputer kita, kemudian tancapkan
konektor USB perangkat yang mau kita pasang ke konektor USB komputer kita.
konektor USB yang berada dipasaran perangkat elektronika maupun komputer yaitu
konektor USB tipe A dan tipe B (lihat pada gambar di atas) USB standar menggunakan
konektor jenis A dan jenis B untuk mempermudah konsumen.
KonektorVGA

Pengertian VGA, singkatan dari Video Graphics Adapter, adalah standar tampilan komputer
analog yang dipasarkan pertama kali oleh IBM pada tahun 1987. Fungsi VGA Card adalah
mengubah sinyal digital dari komputer menjadi tampilan grafik di layar monitor. Kartu VGA
(Video Graphic Adapter)berguna untuk menerjemahkan output (keluaran) komputer ke
monitor. Untuk menggambar / design graphic ataupun untuk bermain game.VGA Card
sering juga disebut Card display, kartu VGA atau kartu grafis. Tempat melekatnya kartu
grafis disebut slot expansi. Chipset/prosesor pada kartu VGA, banyak sekali macamnya
karena tiap-tiap pabrik kartu VGA memiliki Chipset andalannya. Ada banyak produsen
Chipset kartu VGA seperti NVidia, 3DFX, S3, ATi, Matrox, SiS, Cirrus Logic, Number Nine
(#9), Trident, Tseng, 3D Labs, STB, OTi, dan sebagainya.

Menurut integrasinya dengan motherboard, VGA dibagi menjadi dua jenis, yaitu VGA
OnBoard ( VGA terintegrasi ) dan VGA Card ( VGA Add-On ).

onektor DVI

DVI merupakan salah satu kabel digital video


paling umum yang ada di dekstop dan LCD monitor saat ini. Jika standar analog atau VGA

hanya terdapat satu standar, maka standar untuk transmisi data digital ada beberapa
standar yang umum digunakan. Standar analog hanya memiliki satu tipe atau satu jenis
konektor dengan nama DB-15, maka untuk standar DVI ada yang berjenis DVI-I dan DVI-D.
Perbedaan antara DVI-I dengan DVI-D adalah port DVI-I bisa digunakan untuk monitor
analog dan monitor digital, sementara DVI-D hanya bisa digunakan untuk monitor digital.
Dalam standar DVI yang harus juga adalah jumlah link. Ada DVI dengan link tunggal dan
ada yang berjenis link ganda. Jumlah link ini mempengaruhi resolusi yang bisa ditampilkan
pada layar monitor. Untuk link tunggal, maksimal resolusi yang bisa dicapai adalah
16001200. Sementara link ganda bisa untuk resulisi layar di atasnya
Akan tetapi, bila port berisi semua pin maka ia mensupport resolusi maksimal tanpa
kendala. Masalah terbesar pada DVI adalah, secara default, ia tidak mensupport enkripsi
HDCP, sehingga jika hardware anda hanya menyertakan port DVI, anda mungkin tidak bisa
memplayback full HD Blue-ray dan HD content lainnya.
Anda bisa mengoneksikan DVI ke port HDMI pada monitor baru dengan digital converter
mini. Akan tetapi, karena DVI tidak mensupport audio, anda harus menggunakan kabel
sendiri buat audio saat menghubungkan ke HDMI port. Ini menjadikan DVI salah satu
konektor baru yang banyak digunakan. Ia backward dan forward compatible walau lemah
dalam beberapa hal. Anda juga bisa menghubungkan monitor lama yang hanya mempunyai
VGA port ke DVI port lewat DVI to VGA converter bila video output mensupport analog
video.
Mengenal Universal Serial Bus (USB)
Posted by Foxtron Group 0 komentar
USB merupakan port standar yang ada di komputer saat ini, setiap komputer yang kita beli
saat ini selalu dilengkapi dengan USB. Konektor-konektor USB tersebut dapat ditancapkan
berbagai perangkat mulai dari mouse sampai printer dengan mudah dan cepat. Sistem
operasi saat ini juga sangat mendukung keberadaan USB, mulai versi windows XP ke atas
bahkan sudah terdapat installer berbagai perangkat USB yang include dalam satu paket
program windows tersebut.
Tujuan diciptakan USB adalah untuk mempermudah pengguna komputer untuk
mengkoneksikan ke perangkat lain. Beberapa contoh perangkat yang telah dibuat dalam
versi port USB antara lain:

1. Printer
2. Scanner
3. Mouse
4. Joystick
5. Camera Digital
6. Webcam
7. Modem
8. Dan lain sebagainya.
Kabel Konektor USB

Menyambungkan perangkat USB pada komputer sangatlah mudah. Kita hanya perlu
mencari port USB pada bagian belakang casing komputer kita, kemudian tancapkan
konektor USB perangkat yang mau kita pasang ke konektor USB komputer kita. Sangat
mudah bukan???

Jika perangkat yang kita tancapkan adalah perangkat baru yang belum pernah terinstall
sebelumnya, maka sistem operasi komputer anda secara otomatis akan mencoba
mengenalinya dengan . Jika perangkat tersebut sebelumnya sudah terinstall di komputer
maka kita dapat langsung menggunakan perangkat tersebut.
auto detectdriver
Banyak jenis perangkat USB dilengkapi dengan kabel konektor USB sendiri. Ada 2 jenis
konektor USB yang berada dipasaran perangkat elektronika maupun komputer yaitu
konektor USB tipe A dan tipe B (lihat pada gambar di atas) USB standar menggunakan
konektor jenis A dan jenis B untuk mempermudah konsumen.
- See more at: http://etutorialkomputer.blogspot.com/2011/02/mengenal-universal-serial-bususb.html#sthash.yqHSxkX0.dpuf
Universal Serial Bus (USB) Port

Gambar. Aneka konektor USB (Dokumen penulis)


Port USB digunakan untuk menerima tancapan dari konektor USB. Kabel yang
menggunakan port dan konektor jenis ini sering dinamakan sebagai kabel USB. Kita biasa
menggunakannya untuk menghubungkan antara komputer dengan kamera digital,
scanner, handphone, flash disk, mouse bahkan keyboard. Port USB ada berbagai macam
diantaranya port USB type A, port USB type B, port USB mini-A dan port USB mini-B. Jika
kita membeli kabel USB ini, alangkah baiknya memperhatikan bentuk port dan konektornya
biar tidak salah dalam membelinya.
- See more at: http://www.siswapedia.com/mengenal-port-dan-konektor-padakomputer/#sthash.DstMikSD.dpuf
Universal Serial Bus (USB) Port

Gambar. Aneka konektor USB (Dokumen penulis)


Port USB digunakan untuk menerima tancapan dari konektor USB. Kabel yang
menggunakan port dan konektor jenis ini sering dinamakan sebagai kabel USB. Kita biasa
menggunakannya untuk menghubungkan antara komputer dengan kamera digital,
scanner, handphone, flash disk, mouse bahkan keyboard. Port USB ada berbagai macam
diantaranya port USB type A, port USB type B, port USB mini-A dan port USB mini-B. Jika
kita membeli kabel USB ini, alangkah baiknya memperhatikan bentuk port dan konektornya
biar tidak salah dalam membelinya.
- See more at: http://www.siswapedia.com/mengenal-port-dan-konektor-padakomputer/#sthash.DstMikSD.dpuf
Konektor berikut ini yang umum digunakan untuk mentransmisikan sinyal audio.
Konektor TRS
TRS merupakan singkatan dari tip, ring, dan slave yang merupakan tiga kontak pada
konektor ini. Konektor TRS berbentuk silinder yang umumnya digunakan untuk
mentransmisikan sinyal audio analog. Konektor ini juga disebut audio jack, phone jack,
phone plug, dan jack plug.

Konektor TRS 3,5 mm

Konektor ini memiliki banyak variasi yang dapat dibedakan berdasarkan susunan kontaknya
(tip, ring, dan slave), juga memiliki beragam ukuran sesuai dengan keperluan
pemakaiannya.

Jack dari kiri ke kanan:


2,5 mm mono (TS),
3,5 mm mono (TS),
3,5 mm stereo (TRS),
6,35mm (1/4 in) stereo (TRS)
Konektor TRS dengan ukuran 2,5 mm (baik yang 3 kontak ataupun yang 4 kontak) banyak
dipakai pada handsfree headset ponsel, iPod, iPhone, portabel mp3 player, dan perangkat
audio portabel yang lain.

iPod versi lama menggunakan TRS (kiri)


iPhone mengunakan TRRS (tengah)
Mikropon tan tombol pengatur (kanan)
iPod versi baru juga menggunakan TRRS
Konektor TRS dengan ukuran 3,5 mm (baik yang 3 kontak ataupun yang 4 kontak) umum
dipakai pada kamera digital, camcorder, portabel DVD player, dsb. Konektor TRS (3 kontak)
dipakai untuk mono audio plus video, sedangkan TRRS (4 kontak) dipakai untuk stereo
audio plus video.

Konektor TRS 3,5 mm dan Konektor TRRS 3,5 mm

Personal computer (PC) dan laptop juga menggunakan konektor TRS 3,5 mm ini untuk line
in (stereo), line out (stereo), headphone/loudspeaker out (stereo), mikropon input (mono).
Konektor TRS ukuran 6,35 mm (1/4 inchi) digunakan untuk perangkat dengan kerja lebih
berat (heavy duty). Seperti pada instrumen amplifier, loudspeaker/sound system, gitar listrik,
keyboard listrik, dsb.

Konektor TS 1/4 inchi untuk heavy duty


Penjelasan tentang tip, ring, dan slave adalah sebagai berikut:

Keterangan gambar:
1. Slave: biasanya sebagai ground
2. Ring: pada sinyal stereo sebagai kanal Right, pada sinyal mono sebagai kutub negatif,
pada sumber sinyal mono sebagai power supply.
3. Tip: pada sinyal stereo sebagai kanal Left, pada sinyal balanced mono sebagai kutub
positif, pada sinyal unbalanced mono sebagai saluran sinyal.
4. Insulating ring (isolator)

Konektor XLR
Konektor XLR merupakan konektor elektrik yang utamanya dapat dijumpai pada peralatan
audio dan video profesional serta peralatan penerangan panggung. Bentuknya bundar dan
memiliki pin antara 3 sampai 7 buah. Konektor XLR ditemukan oleh James H. Cannon
pendiri Cannon Electric di Los Angeles, California, karena itu konektor ini juga disebut
konektor Cannon.

Konektor XLR male dan female

Standard yang digunakan konektor XLR untuk aplikasi sinyal balanced audio adalah sebagai
berikut:

Keterangan pin:
1. Ground chasis
2. Terminal kutub positif (hot plug)
3. Terminal kutub negatif (cold plug)
di posting dari berbagai sumber

Universal Serial Bus (USB) Port

Gambar. Aneka konektor USB (Dokumen penulis)


Port USB digunakan untuk menerima tancapan dari konektor USB. Kabel yang
menggunakan port dan konektor jenis ini sering dinamakan sebagai kabel USB. Kita biasa
menggunakannya untuk menghubungkan antara komputer dengan kamera digital,
scanner, handphone, flash disk, mouse bahkan keyboard. Port USB ada berbagai macam
diantaranya port USB type A, port USB type B, port USB mini-A dan port USB mini-B. Jika
kita membeli kabel USB ini, alangkah baiknya memperhatikan bentuk port dan konektornya
biar tidak salah dalam membelinya.
- See more at: http://www.siswapedia.com/mengenal-port-dan-konektor-padakomputer/#sthash.DstMikSD.dpuf
Universal Serial Bus (USB) Port

Gambar. Aneka konektor USB (Dokumen penulis)


Port USB digunakan untuk menerima tancapan dari konektor USB. Kabel yang
menggunakan port dan konektor jenis ini sering dinamakan sebagai kabel USB. Kita biasa
menggunakannya untuk menghubungkan antara komputer dengan kamera digital,
scanner, handphone, flash disk, mouse bahkan keyboard. Port USB ada berbagai macam
diantaranya port USB type A, port USB type B, port USB mini-A dan port USB mini-B. Jika
kita membeli kabel USB ini, alangkah baiknya memperhatikan bentuk port dan konektornya
biar tidak salah dalam membelinya.
- See more at: http://www.siswapedia.com/mengenal-port-dan-konektor-padakomputer/#sthash.DstMikSD.dpuf
Konektor Optik Audio
Supaya Anda bisa mendengar suara TV LED atau LCD melalui home theater yang Anda
miliki biasanya membutuhkan Kabel Optik Audio.

dan untuk yang sudah terlanjur punya Speaker Aktif RCA, anda membutuhkan Konverter

CONTOH KABEL DATA


KABEL DATA DV TO DV
Kabel Data Jenis DV to DV. Khusus untuk Camcorder koneksi ke Komputer merupakan
Kabel Data dengan fungsi pengantar data yang bagus dalam berkreasi membuat VCD /
DVD.
DETAIL

KABEL DATA USB TO MINI USB


KABEL DATA USB TO MINI USB
Kabel Data jenis USB to Mini-USB untuk Digital Camera dan Camcorder Merk SONY /
SAMSUNG / JVC / PANASONIC / DLL
DETAIL

KABEL DATA FIREWIRE TO DV


KABEL DATA FIREWIRE TO DV

Kabel Data Jenis Firewire to DV. Khusus untuk Camcorder koneksi ke Komputer merupakan
Kabel Data dengan fungsi pengantar data yang bagus dalam berkreasi membuat VCD /
DVD.
DETAIL

KABEL DATA DIGITAL CAMERA SAMSUNG


KABEL DATA USB DIGITAL KAMERA SAMSUNG
DETAIL

KABEL DATA DIGITAL CAMERA NIKON


KABEL DATA USB DIGITAL KAMERA NIKON
DETAIL

FORMAT VIDEO
Macam-macam ekstensi file format Video
Secara umum kita sering mendengar kata-kta seperti AVI, MP4, ataupun FLV. Namun kita
tidak mengetahui arti dari kata-kata itu, itu adalah salah satu dari format file dari video. Disini
saya akan sedikit sharing tentang berbagai macam format video agar kita tidak
dibingungkan lagi dalam pemilihan format video tersebut. Setidaknya kita akan mengerti
berbagai macam format Video, kerena pilihan format video tersebut tentunya akan
mempengaruhi kualitas dari gambar video itu sendiri. Berikut adalah contoh format video
yang paing sering kita jumpai.
Macam-macam ekstensi file format Video
1.

3ivx

bukan merupakan format file, tetapi hanya sebuah codec ( seperti Divx, WMV dan Xvid )
yang dikembangkan oleh 3ivx Technologies (www.3ivx.com ). Teknologi intinya dioptimasi
untuk arsitektur prosesor yang beraneka ragam, termasuk platform yang menyertainya. 3ivx
memungkinkan untuk pembuatan stream data MPEG-4 dan MP4 dan dapat juga digunakan
untuk membuat steam audio AAC. Dengan menggunakan 3ivx dapat menyimpan lebih dari
dua jam film sekualitas DVD kedalam CD tunggal, atau men-stream kualitas video sekualitas
DVD melalui modem kabel atau modem DSL. Untuk membuka file 3ivx, dibutuhkan plug-in
untuk Quicktime, untuk video for windows dan untuk Directshow atau 3ivx Decoder.
2.

ASF ( Advanced Streaming Format / Advanced System Format )

Merupakan format yang dikembangkan oleh Microsoft yang digunakan untuk audio video
digital. Didesain untuk streaming dan membentuk bagian framework Windows Media. ASF
dapat menggunakan beraneka ragam codec. Namun dalam prakteknya yang digunakan
adalah codec WMV atau WMA yang juga dari Microsoft.
3.

AVI ( Audio Video Interleaved )

Diperkenalkan oleh Microsoft pada tahun 1992 sebagai bagian dari teknologi Video for
Windows miliknya. File AVI menyimpan data audio dan video pada struktur interleaved. File
ini hanya berupa kontainer- dan data audio video dapat dikompres menggunakan berbagai
codec. Kualitas dan kapasitas tergantung pada codec dan secara khusus codec yang
digunakan adalah MPEG, Divx atau WMV.
4.

Divx

Adalah codec, bukan format file. Edisi Divx pertama (3.11 dan sebelumnya) merupakan versi
hack dari codecvideo MPEG4 buatan Microsoft. Jeroma Rota pengembang Divx, mendirikan
Divx Networks dan membuat Divx 4, versi terbaru dari codec untuk menghindari masalah
hak cipta dengan Microsoft. Divx pada saat pembuatan versi 5.2.1 adalah merupakan codec
MPEG-4 layer 2. Dikenal dengan tingkat kompresi yang tinggi, sehingga sangat memungkin
menggunakan codectersebut untuk menggandakan film DVD. Satu film DVD umumnya
berukuran 5 GB sampai 6 GB, dan Divx mampu mengkompresi hingga menjadi 700 MB,
dengan penurunan kualitas yang sangat minim. Dengan demikian film tersebut dapat
tertampung dalam sekeping CD. Sejumlah peranti ripping DVD menggunakan codecDivx.
Untuk memutar file Divx, dibutuhkan plug-in Divx untuk player software. Versi Divx gratisan
termasuk playernya tersedia dihttp://www.divx.com dan ini termasuk juga plug-in untuk video
editing software.
5.

MJPEG ( Motion JPEG)

Adalah codec video yang mengompres masing-masing frame sebagai JPEG image yang
terpisah. Kualitasnya tergantung pada pergerakan di footage. Sebaliknya pada video MPEG,
kualitas menurun apabila ada banyak gerakan di footage. Kekurangan dari codec ini adalah
ukuran file yang besar.
6.

MPEG

Adalah format kompresi yang distandarisasi oleh Moving Picture Experts Group (MPEG),
yang terbentuk oleh 350 perusahaan dan organisasi.
Standard-standard tersebut adalah :
MPEG 1 adalah standard pertama untuk kompresi audio dan video. merupakan standard
encode VideoCD dengan resolusi maksimal hanya 352 x 288 pixel, bit-rate tidak dapat
dirubah dan kualitas gambar yang kurang baik.Ini juga termasuk format audio MP3.

MPEG 2 adalah seri standard transport , audio dan video untuk kualitas siaran televisi.
MPEG 3 dikembangkan untuk high-definiton television (HDTV), tetapi kemudian ditinggalkan
karena dianggap MPEG 2 memadai.
MPEG 4 merupakan pengembangan MPEG 1 mendukung Digital Rights Management
(DRM) dan bit-rate encoding rendah, serta menggunakan codec video yang disebut H.264
yang dipandang lebih effisien.
MPEG 7 adalah sistem formal untuk mendeskripsikan kandungan multimedia.
MPEG 21 merupakan standard masa depan untuk multimedia.
Codec MPEG menggunakan lossy compression pada data audio video. Bagian motion video
pada standard MPEG-1 didapat dari standard Joint Picture Experts Group (JPEG) untuk
lossy compression gambar diam ( foto )
MPEG-1 digunakan pada format VideoCD. Kualitas output dan bit-rate lebih kecil daripada
VCR.
MPEG-2 sama dengan MPEG-1, tetapi juga menyediakan dukungan untuk interlaced video (
seperti pada siaran TV ) dan juga mendukung Transport Stream yang dibuat untuk
mentranfer video dan audio digital pada media dan digunakan untuk broadcasting. Standard
MPEG-2 saat ini telah ditingkat menjadi standard terbaru untuk transmisi HDTV. Saat ini
digunakan untuk SVCD, DVD dengan tingkat bit yang dapat diubah dan memiliki kualitas
gambar yang luar biasa. DV Video merupakan subformat khusus dari MPEG-2 dengan
tingkat bit yang tetap. Format ini sangat cocok digunakan untuk video editing.
MPEG-4 berbasis MPEG-1 dan MPEG-2, tetapi ada tambahan fitur seperti dukungan VRML
untuk rendering 3D, files komposit berorientasi objek (termasuk audio, video dan virtual
reality modelling), dukungan untuk DRM dan berbagai macam interaktivitas . Kontainer
untuk kandungan MPEG-4 adalah MP4
7.

OGM ( Ogg Media File )

Adalah format kontainer untuk audio, video dan subtitle. Sebagaimana AVI, format ini juga
mendukung multiple audio track, bahkan dengan format yang berbeda (seperti MP3 dan
WAV). OGM juga memungkinkan integrasi audio Ogg Vorbis. Codec video yang sering
digunakan dalam files OGM adalah Xvid. Untuk membuka file OGM di windows diperlukan
paket software yang disebut Ogg Vorbis Direct Filter dan dapat diperoleh
dihttp://www.tobias.everwicked.com
8.

Quicktime

Adalah teknologi multimedia sekaligus format file yang dikembangkan oleh Apple Computer
dan pertama sekali diprkenalkan pada tahun 1991. file Quicktime adalah kontainer
multimedia yang terbentuk atas satu atau lebih track seperti audio, video, teks atau efek
digital. Masing-masing track mengandung media track, baik itu media stream yang telah di
encode atau pointer-pointer pada file eksternal. codec yang digunakan untuk compress dan
decompress data di Quicktime diantaranya MP3, JPEG, Divx, Cinepak, Sorensen dan
bahkan MPEG-2 dan MPEG-4. Oleh sebeb itu, quicktime lebih cocok digunakan untuk
aplikasi internet dibandingkan AVI
9.

RealVideo dan RealMedia

Adalah codec video yang dikembangkan oleh RealNetworks pada tahun 1997. Berbeda
dengan codec video lainnya, RealVideo telah dioptimasi untuk streaming video melalui
jaringan IP. Menggunakan PNA Protocol atau Real Time Streaming Protocol. Biasanya

berpasangan dengan RealAudio yang dikemas dalam RealMedia. RealNetworks juga


menyediakan player yang disebut RealPlayer untuk audio dan video.
10.

WMV ( Windows Media Video )

Adalah bagian dari sistem Windows Media buatan Microsoft. Adalah sebuah codec untuk
mengencode film dan mentransform slide show yang berisi format bitmap kedalam video
terkompres. WMV sebenarnya adalah versi proprietary dari MPEG-4. Video Stream sering
dikombinasikan dengan Audio Stream dalam format WMA, dengan video WMV yang
dikemas kedalam kontainer AVI atau ASF.
11.

Matroska

Adalah format multimedia gratis (open source format). Format ini, dengan ekstensi file dari .
Mkv, didasarkan pada EBML (Extensible Binary Meta Language), yang memungkinkan
perubahan harus dilakukan dengan mudah jika perlu, tanpa melanggar mendukung file
lama. Inilah sebabnya mengapa dikatakan bahwa Matroska dirancang dengan masa depan
dalam pikiran.
Matroska bukanlah video codec seperti yang sering berpikir untuk menjadi, tetapi sebuah
wadah, atau sebuah amplop yang dapat menampung banyak codec yang berbeda pada
waktu yang sama. Sesuai namanya (Rusia boneka berbentuk telur yang terkandung dalam
satu sama lain) Matroska dapat berisi video (DivX, Xvid, RV9, dll), suara (MP3, MP2, Ogg,
AC3, AAC, DTS, PCM), serta sub judul (SRT, ASS, SSA, USF, dll) di file yang sama. Tujuan
pengembangan Matroska adalah untuk memberikan yang fleksibel dan lintas-platform
alternatif ke AVI, ASF, MP4, MPG, MOV, dan RM. Fitur utamanya termasuk cepat mencari,
pemulihan kesalahan tinggi, modularly diperpanjang, dipilih subjudul dan audio stream, bab
entri, menu, dan streamable melalui internet. An example of a Matroska file is a complete
video file that includes a video stream and an audio stream, as well as subtitles and a menu
system. Contoh sebuah file Matroska file video yang lengkap yang meliputi aliran video dan
audio streaming, serta sub judul dan sistem menu.
12.

3GP (3GPP format file)

Adalah sebuah multimedia container format yang ditetapkan oleh Third Generation
Partnership Project (3GPP) untuk 3G UMTS jasa multimedia. It is used on 3G mobile
phones but can also be played on some 2G and 4G phones. Yang digunakan di 3G ponsel,
tetapi juga dapat dimainkan pada beberapa 2G dan 4G telepon.
13.

Flash Video

Adalah sebuah wadah format file yang digunakan untuk mengirim video melalui Internet
menggunakan Adobe Flash Player (awalnya diproduksi oleh Macromedia) versi 6-10.
Konten video flash juga mungkin tertanam di dalam SWF file. Ada dua format file video yang
berbeda didefinisikan oleh Adobe Systems dan didukung dalam Adobe Flash Player: FLV
dan F4V. Audio dan video FLV data dalam diencode dalam cara yang sama ketika mereka
berada dalam file SWF. Yang terakhir format file F4V didasarkan pada basis ISO format file
media dan didukung dimulai dengan Flash Player 9 Update 3.
14.

3G2 (3GPP2 format file)

Adalah wadah multimedia format yang ditetapkan oleh 3GPP2 untuk 3G CDMA2000 jasa
multimedia. Hal ini sangat mirip dengan format 3GP, tapi memiliki beberapa ekstensi dan
keterbatasan dibandingkan dengan 3GP.
15.

VOB (Video Object)

Adalah sebuah format kontainer di DVD-Video media. VOB dapat berisi video, audio, subtitle
dan menu isi multiplexing bersama-sama ke dalam bentuk sungai. VOB didasarkan pada
aliran program MPEG format, tetapi dengan keterbatasan dan spesifikasi tambahan di
sungai swasta. Program MPEG sungai yang memiliki ketentuan-ketentuan non-data standar
(seperti yang digunakan dalam file VOB) dalam bentuk jadi swasta yang disebut stream. File
VOB yang sangat ketat bagian dari program MPEG standar sungai. Sementara semua file
VOB program MPEG stream, tidak semua aliran program MPEG sesuai dengan definisi
untuk sebuah file VOB.
16.

SWF

Awalnya berdiri untuk Format Web Kecil kemudian berubah menjadi Shockwave Flash
oleh Macromedia, kemudian kembali berubah kembali ke Small Web Format ketika
perusahaan memilih untuk memiliki frase Shockwave hanya merujuk kepada Direktur,
diucapkan swiff atau swoof adalah sebagian terbuka repositori untuk multimedia dan
terutama untuk vector graphics, berasal dari FutureWave Software dan telah datang di
bawah kendali Adobe. Dimaksudkan untuk menjadi cukup kecil untuk dipublikasikan di web,
SWF file dapat berisi animasi atau applet dari berbagai tingkat interaktivitas dan fungsi.
SWF saat ini berfungsi sebagai format yang dominan untuk menampilkan animasi vektor
grafik di web, jauh melebihi penggunaan W3C standar terbuka SVG, yang telah bertemu
dengan masalah-masalah di atas implementasi bersaing. Mungkin juga digunakan untuk
program-program, biasanya permainan, menggunakan Actionscript/