Anda di halaman 1dari 15

TUGAS PENGAMATAN

- Ketahanan nasional Indonesia


- Kebijakan politik pemerintah
- Strategi nasional bangsa Indonesia

DI SUSUN OLEH:

MASRI
DRAKEL
NIM:024614956

A.

KONDISI KETAHANAN NASIONAL INDONESIA

kondisi ketahanan nasional Indonesia saat ini kurang


baik. Dilihat dari berbagai aspek ketahanan nasional.
Antara lain, aspek ekonomi, sosial budaya, ideologi,
politik dan geografi. Pada aspek ekonomi, negara
Indonesia sedang terjadi banyak kasus korupsi dimanamana. Hal ini membuat negara kita dikatakan memiliki
ketahanan nasional yang kurang baik. Dari aspek sosial
budaya, ada banyak budaya asli Indonesia yang dicuri
dan diakui negara lain. Hal ini membuat ketahanan
nasional di negara kita ini semakin
kurang baik. Aspek ideologi, banyak kasus di luar
negeri sana seperti di Arab dan Malaysia yang
merendahkan martabat TKI sebagai manusia. Hal ini
jelas-jelas melanggar ideologi atau dasar negara
Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai dan hak asai
manusia. Aspek politik, banyak pula kasus yang tidak
sesuai dengan hukum yang berlaku. Contohnya, Gayus
yang bisa bebas dan ke Bali untuk menonton
pertandingan, uang menguasai hukum. Aspek geografi,
ada wilayah Indonesia yang diakui milik negara lain. Ini
terjadi karena lemahnya ketahanan nasional Indonesia,
perbatasan kurang di jaga dengan baik.

B.

KETAHANAN NASIONAL

Di beberapa bagian dunia, masih terjadi konflik dan


pertempuran dengan menggunakan persenjataan yang
kian canggih. Selain kekuatan bersenjata, penggunaan
teknologi informasi seperti internet juga marak dilakukan
sebagai sarana propaganda. Indonesia harus bersiap
menghadapi dinamika dunia dengan menyiapkan system
ketahanan nasional.
Mungkin ancaman bangsa Indonesia saat ini bukan
dalam bentuk kontak persenjataan yang melibatkan
armada perang dengan Negara luar. Di dalam negeri
masih ada gerakan teroris dan separatis yang masih
melakukan aksi secara sporadis. Namun ancaman
terbesar bangsa ini adalah degradasi moral dan karakter
bangsa akibat teknologi informasi yang berkembang
pesat di tengah masyarakat yang masuk tanpa sensor.
Pengaruh itu dalam bentuk paham, budaya, ideology
luar yang masuk melalui dunia maya dan dapat diakses
semua orang termasuk generasi muda. Budaya
kebebasan, paham yang radikal dan ideology yang
bertentangan dengan nilai pancasila menyeruak dan
mempengaruhi anak bangsa. Maka pemerintah perlu
membekali masyarakat dengan paham-paham
kebangsaan dan karakter Pancasila untuk menangkis dan

membentengi pengaruh yang tidak sesuai dengan


kepribadian bangsa.

Konsep Ketahanan Nasional


Ketahanan nasional (tannas) Indonesia adalah
kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap
aspek kehidupan nasional yang terintegrasi berisi
keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampua
mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi
dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan
dan gangguan , baik yang dating dari dalam maupun luar
untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup
bangsa dan Negara, serta perjuangan mencapai tujuan
nasional.
Ketahanan nasional adalah kondisi kehidupan
nasional yang harus diwujudkan, dibina terus menerus
dan sinergis, mulai dari pribadi, keluarga, lingkungan,
daerah dan nasional bermodalkan keuletan dan
ketangguhan yan mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional. Proses
berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi tersebut
dilakukan berdasarkan pemikiran geostrategic yang
dirancang dengan memerhatikan kondisi bangsa dan
konstelasi georafi Indonesia.
Konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah
konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui
pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan
keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam
selurh aspek kehidupan secara utuh dan menyelurh serta

terpadu berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan wawasan


nusantara. Konsepsi ini merupakan pedoman untuk
meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang
mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan
nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan
keamanan.

Adapun asas-asas ketahanan nasional adalah :


Asas kesejahteraan dan keamanan; kesejahteraan
dan keamanan merupakan kebutuhan manusia yan
mendasar serta esensial baik sebagai perseorangan
maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Realisasi kondisi
kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan
menitik beratkan kepada kesejahteraan, tanpa
mengabaikan keamanan. Sebaliknya, memberikan
prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan
kesejahteraan. Baik kesejahteraan maupun
keamanan harus selalu berdampingan pada kondisi
apa pun. Dalam kehidupan nasional, tingkat
kesejahteraan dan keamanan nasiona yang dcapai
merupakana tolak ukur ketahanan nasional.
Asas Komprehensif integral : Sistem kehidupan
nasional mencakup segenap aspek kehidupan
bangsa secara utuh, menyeluruh, terpadu dalam
perwujudan persatuan dan perpaduan yang
seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek
kehidupan. Sehingga ketahanan nasional mencakup

ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa atau


komprehensif dan integral.
Asas mawas diri ke dalam dan keluar; kehidupan
nasional merupakan kehidupan bangsa yang salng
berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. Dalam
proses interaksi tersebut dapat timbul beragai
dampak yang bersifat positif maupun negative.
Untuk itu diperlukan sikap awas diri ke dalam dan
keluar. Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan
hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu
sendiri berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang
proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat
kemandirian bangsa yang uket dan tangguh. Hal ini
tidak berarti bahwa ketahanan nasiona mengandung
sikap isosiasi atau nasionalisme sempit. Mawas Diri
ke luar bertujuan untuk dapat berpartisipasi dan ikut
berperan mengatasi dampak lingkungan strategis
luar negeri serta menerima kenyataan adanya saling
interaksi dan ketergantungan dalam dunia
internasional.
Asas kekeluargaan; mengandung keadilan, kearifan,
kebersamaan, kesamaan, gotong royong , tenggang
rasa, dan tanggung jawab dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam
asas ini dakui adanya perbedaan dan perbedaan
tersebut harus dkembankan secara serasi dalam
hubungan kemitraan serta dijaga tidak berkembang
menjadi konflik yang bersifa antagonis yang saling
menghancurkan.

Dari pengalaman sejarah, bangsa Indonesia menyadari


hakikat, jatidiri dan lingkungannya yang serba nusantara
berikut kekuatan, kelemahan, peluang dan kendala yang
dihadapinya. Kesadaran bangsa Indonesia yang
dipengaruji konstelasi geografis dihadapkan pada
lingkungan dunia yang serba berubah, memberikan
motivasi, dorongan bagi terciptanya suasana damai dan
tentram dalam kehidupan nasional, serta
terselenggaranya ketertiban dan keadilan dalam
membina hubungan antarbangsa dalam tatanan
internasional.

C.KEBIJAKAN POLITIK PEMERINTAH SAAT INI

Jakarta - Kegaduhan yang kerap terjadi sekarang ini


tak lepas dari ketidakjelasan arah kebijakan politik hukum
pemerintah. Hal ini yang menyebabkan koordinasi antara
organ-organ negara tidak sinkron atau macet. Imbasnya,
komitmen pemerintah terhadap pemberantasan korupsi
diragukan.
"Sejauh ini belum ada sinyal dari pemerintah terkait
komitmen pemberantasan korupsi. Ini disebabkan
kebijakan politik hukum pemerintah tidak jelas arahnya.
Maka, pelaksanaan kebijakan politik hukum pemerintah
oleh menteri, atau lebih spesifik lagi oleh dirjen, direktur,
bahkan kasubdit menjadi tidak jelas," kata pakar hukum
Frans Hendra Winarta, kepada Suara Pembaruan, di
Jakarta, Jumat (21/8).
Menurutnya, pemberian remisi terhadap 1.938 koruptor
merupakan indikator dari ketiadaan arah kebijakan politik
hukum. Padahal, bandar narkotika yang juga tergolong
sebagai kejahatan luar biasa seperti korupsi dapat
dieksekusi mati kendati menimbulkan kegaduhan yang
menguras energi.
Dirinya juga mempertanyakan keinginan pemerintah
yang cenderung mendorong penguatan sistem preventif
korupsi ketimbang represif. Sebab, faktanya upaya
melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap
berjalan. Baik melalui ancaman pidana terhadap
komisioner dan penyidiknya maupun mempersempit
wewenang KPK melalui perubahan perundang-undangan.

Ketua Umum Persatuan Advokat Indonesia (Peradin)


yang sempat duduk sebagai anggota Komisi Hukum
Nasional (KHN) yang kini dibubarkan pemerintah itu juga
mempertanyakan, mengapa di antara sembilan anggota
Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak ada
orang hukum yang kredibel, kompeten, dan teruji
pengalamannya untuk memberi masukan kepada
Presiden Joko Widodo.
"Kalau administrator ulung bisa menempatkan orangorang terbaik duduk di tempat yang layak. Pak Harto,
terlepas dari segala kontroversinya merupakan
administrator ulung karena mampu memilih orang yang
tepat, the right man on the right place," ujarnya.
Contoh lain, lanjut Frans, sekitar tahun 1960-an, Bung
Karno pernah mengumpulkan 1.000 hakim dan berpidato
untuk mengingatkan para hakim tidak hanya bertugas
memberikan keadilan dan kebenaran melalui putusan di
pengadilan namun berperan juga dalam melindungi
revolusi Indonesia.
"Zamannya Pak Harto dan Bung Karno jelas politik
hukumnya terlepas dari kontroversinya. Sekarang tidak
jelas antara Jaksa Agung, Kapolri, KPK, dan MA pasti lainlain kalau ditanya tujuan hukumnya mau ke mana,"
jelasnya.

Menurutnya, semangat penguatan sistem preventif


dalam pemberantasan korupsi harus dilakukan dari
pembenahan moralitas dan nasionalisme para penegak
hukumnya. Pasalnya, hal itu merupakan faktor utama
penyebab dunia penegakan hukum mengalami dekadensi
moral.

"Pengadilan kita kan semakin rusak. Dulu orangnya


pintar-pintar tapi menyelewengkan hukum kalau
sekarang sudah bodoh menyelewengkan hukum pula.
Maka kita harus kembali ke moralitas dan nasionalisme,
ini yang seharusnya digalakkan karena bagian dari
revolusi mental," jelasnya.
Dihubungi terpisah, pakar hukum dari Universitas
Parahyangan Bandung, Agustinus Pohan juga
mengungkapkan hal yang sama. Tidak jelasnya kebijakan
politik hukum menyebabkan sinergitas di antara lembaga
penegak hukum tak berjalan optimal.
"Diperlukan upaya yang lebih serius untuk
meningkatkan nasionalisme bagi aparatur negara,
sehingga dapat diharapkan berperan sebagai internal
kontrol untuk mencegah korupsi dan kejahatan lainnya
yang merugikan negara. Sinergi, tampaknya
dimaksudkan untuk menghentikan konflik di antara

penegak hukum. Mungkin ini penyebab digantinya Menko


Polhukam," ujar Pohan.

D.

Strategi Nasional

Strategi nasional adalah perencanaan dan


memutuskan sesuatu untuk kepentingan negara. Kata
strategi sendiri berasal dari bahasa Yunani stratgos.
Politik dan strategi pertahanan nasional harus berjalan
selaras. Strategi nasioanal dirancang untuk menjawab
kepentingan nasional negara tersebut. Setiap strategi di
masing-maisng negara berbeda karena kebijakan dan
kebutuhan masyarakat disetiap negar berbeda-beda satu
sama lainnya. Sebagai salah satu negara berdaulat dan
bermartabat, tentunya Indonesia harus memiliki strategi
besar yang dapat menjamin tercapainya segala

kepentingan nasional guna mewujudkan tujuan nasional


menciptakan masyarakat adil dan makmur.
Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami
pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem
manajemen nasional yang berlandaskan ideologi
Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan
Ketahanan Nasional.
Dikutip dari Letkol Laut (P) Erwin S. Aldedharma,
Komandan KRI Nala Khusus di bidang pertahanan negara,
terkesan saat ini belum adanya keseragaman pola sikap
dan pola tindak dalam lingkup Departemen Pertahanan,
termasuk di jajaran TNI. Walaupun Undang-undang
Pertahanan menyatakan bahwa strategi pertahanan
negara disusun berdasarkan kondisi geografis bangsa,
namun implementasi di lapangan masih sepertinya
mengedepankan strategi pertahanan semesta, di mana
dalam menghadapi kekuatan lawan, militer Indonesia
masih berorientasi pada taktik perang gerilya. Artinya,
musuh akan ditunggu hingga masuk dan menginjakkan
kaki ke wilayah daratan Indonesia, yang mana berarti
pula bahwa rakyat akan ikut terlibat dalam perang. Bukan
berarti bahwa strategi pertahanan semesta merupakan
sesuatu yang keliru, karena sejarah membuktikan bahwa
dengan strategi tersebut bangsa ini berhasil merebut dan
mempertahankan kemerdekaannya melawan penjajah.
Namun dengan perkembangan situasi politik, hukum dan
teknologi era sekarang, strategi itu hendaknya tidak
ditempatkan sebagai strategi utama, karena hukum
internasional
melarang
keterlibatan
rakyat
(non
kombatan) dalam perang. Sebaliknya, Indonesia harus
mampu mencegah musuh masuk ke wilayahnya,
sehingga mewajibkan kita mempunyai militer yang
memiliki daya pukul dan daya hancur cukup besar serta

dapat dikerahkan hingga jauh ke batas terluar yurisdiksi


nasional. Bertolak dari pemikiran demikian dan dikaitkan
dengan kondisi geografis Indonesia, sudah sewajarnya
bila fokus pembangunan kekuatan militer terletak pada
Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Sudah jelas sekali bahwa peran pelaku-pelaku
politik sangat mempengaruhi strategi negara dalam
mempertahankan
keamanan
dan
kesejahteraan
masyarakat di dalam negara Indonesia.

E.KESIMPULAN
Kondisi ketahanan nasional Indonesia kurang baik
masih terjadi kekerasan yang dialami oleh tenaga kerja
Indonesia di luar negeri. Aspek ideologi, banyak kasus di
luar negeri sana seperti di Arab dan Malaysia yang
merendahkan martabat TKI sebagai manusia.

Indonesia saat ini sedang di hadapi dengan era


globalisasi dimana semua kecanggihan bisa di buat,
namun bangsa indonesia di hadapkan dengan
pembentukan karakter pemuda yang berada dalam
perkembangan teknologi yang kian pesat. ideology luar
yang masuk melalui dunia maya dan dapat diakses
semua orang termasuk generasi muda.
Kebijakan Sejauh ini belum ada sinyal dari
pemerintah terkait komitmen pemberantasan korupsi,
keinginan pemerintah yang cenderung mendorong
penguatan sistem preventif korupsi ketimbang represif,
kita harus kembali ke moralitas dan nasionalisme, ini
yang seharusnya digalakkan karena bagian dari revolusi
mental.
Strategi nasional adalah perencanaan dan
memutuskan sesuatu untuk kepentingan negara.
Walaupun Undang-undang Pertahanan menyatakan
bahwa strategi pertahanan negara disusun berdasarkan
kondisi geografis bangsa, namun implementasi di
lapangan masih sepertinya mengedepankan strategi
pertahanan semesta, di mana dalam menghadapi
kekuatan lawan, militer Indonesia masih berorientasi
pada taktik perang gerilya

Daftar pustaka

Indra Septiyani. kondisi ketahanan nasional Indonesia Di


berdayakan oleh Bloger.

Dudun parwanto ketahanan nasional, di upload melalui


Email: doe2nparwanto@gmail.com

Erwin C Sihombing. Di berdayakan oleh Berita Satu


Frans Hendra Winarta, kepada Suara Pembaruan, di
Jakarta, Jumat (21/8).

http://makalahhubinternasional.blogspot.com/2010/11/m
encari-strategi-pertahanan-bagi.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Politik#Teori_politik
http://komkomriah.blogspot.com/2013/03/lembagapolitik.html