Anda di halaman 1dari 51

A. Pilihan Ganda Bab.

I
1.

Dalam melaksanakan kegiatan eksplorasi memanfaatkan sifatsifat fisika dan kimia batuan, tanah, unsur dan mineral/bahan
galian yang ada, seperti sifat; kecuali.
a. Kemagnetan
b. geofisika
c. Kelistrikan
d. Keradioaktifan
Jawab : B
Kemagnetan, kelistrikan dan keradioaktifan merupakan
sifat-sifat yang dimiliki oleh batuan, tanah, unsur dan
mineral/bahan galian khususnya yang mengandung unsur
logam, sedangkan
Geofisika merupakan salah satu metode eksplorasi tidak
langsung yang dimana dalam geofisika akan mempelajari sifatsifat fisika dan kimia tersebut

2.

Perhatikan dibawah ini


1. Geologi
2. genesa bahan galian,
3. teknologi eksplorasi,
4. pemboran dan sampling,
5. perhitungan
6. cadangan,
7. analisis keekonomian.
Kuliah teknik eksplorasi ini merupakan suatu integrasi dari
kuliah-kuliah lainnya dalam bidang yaitu;
a. 1, 2, 3 dan 5
b. 1, 2, 4, 5, 6 dan 7
c. 3, 4, 5 dan 6
d. 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan7
Jawab : D
Kuliah teknik eksplorasi ini merupakan suatu integrasi dari
kuliah-kuliah lainnya dalam bidang geologi, genesa bahan
galian, teknologi eksplorasi, pemboran dan sampling,
perhitungan cadangan, dan analisis keekonomian.

3.

Dalam melaksanakan kegiatan eksplorasi memanfaatkan


teknologi yang tersedia seperti:
a. Seismik
b. Kelistrikan
c. Density
d. Permeabiliti

Jawab : A
Seismik merupakan teknologi geofisika yang menggunakan
metode seismik
Kelistrikan dan density merupakan sifat-sifat fisika dan kimia
pada eksplorasi
Permeabiliti merupakan pori-pori pada suatu batuan.
4.

Kegiatan eksplorasi mineral/bahan galian terutama bertujuan


untuk memperkecil atau mengurangi resiko geologi. Untuk itu
kegiatan ekplorasi harus dapat menjawab pertanyaan
mengenai;kecuali
a. Apa
b. Dimana
c. Berapa
d. Kapan
Jawab : D
Apa (mineral/bahan galian) yang dicari ?
Dimana (mineral/bahan galian) tersebut terdapat ? baik secara
geografis maupun letak/posisinya terhadap permukaan bumi
(diatas permukaan, dibawah permukaan, dangkal/dalam,
dibawah air ?).
Berapa (sumberdaya/cadangan), dan bagaimana kadar,
penyebaran dan kondisinya ?
Bagaimana kondisi lingkungannya (karakteristik geoteknik dan
hidrogeologi)?.
Kapan tidak ada penjelasan dalam buku.

5.

Metode tidak langsung yang di terapkan dalam tahapan


eksplorasi yaitu: kecuali
a. Geolistrik
b. Geomaknet
c. Test pit
d. seismik
Jawab : C
Geolistrik, geomagnet dan seismik merupakan metode geofisika
dimana metode ini tidak langsung bersentuhan dengan bahan
galian.
Test pit merupakan tahapan metode eksplorasi langsung dengan
pembuatan sumur uji

6.

Metode langsung yang di terapkan dalam tahapan eksplorasi


yaitu: kecuali
a. Test pit
b. Pemboran
c. Parit uji

d. Density
Jawab : D
Test pit, pemboran dan parit uji merupakan kegiatan yang
berhubungan langsung dengan mineral/bahan galian dalam
tahapan eksplorasi sehingga dikatakan eksplorasi langsung
Density atau kerapatan merupakan sifat-sifat fisika dan kimia
pada batuan, tanah dan mineral/bahan galian.
7.

Tahapan-tahapan eksplorasi seperti pemetaan, tes pit, parit uji


dan pemboran merupakan metode eksplorasi secara;
a. Eksplorasi tidak langsung
b. Eksplorasi langsung
c. Eksplorasi terdahulu
d. Eksplorasi akan datang
Jawab : B
-

8.

Eksplorasi tidak langsung merupakan suatu kegiatan


eksplorasi yang tidak bersentuhan langsung dengan
mineral/bahan galian.
Eksplorasi langsung merupakan suatu kegiatan eksplorasi
yang bersentuhan langsung dengan mineral/bahan galian.
Eksplorasi terdahulu dan eksplorasi akan datang
tidaktermasuk dalam tahapan eksplorasi.

Metode langsung, yaitu dengan cara survei langsung mulai dari


pemetaan, pembuatan parit uji dan sumur uji, dan pemboran,
yang dilengkapi dengan pengambilan conto secara sistematik
pada badan bijih/cebakan bahan galian yang bersangkutan.
Conto-conto tersebut lalu dianalisis secara kimia di laboratorium
untuk mengetahui kadar atau kualitasnya, yang selanjutnya data
tersebut digunakan dalam perhitungan potensi atau cadangan
dilakukan pada tahap;
a. Tahap eksplorasi awal
b. Tahap eksplorasi lanjutan
c. Pengembangan
d. Ekploitasi
jawab : B
ekplorasi tahap awal, dimana daerah cakupannya sangat luas
dan waktu maupun biaya yang tersedia cukup terbatas. Kadangkadang juga dilakukan survei langsung untuk sampling awal
(grab sampling, chip sampling, stream sediment sampling, dll.)
Sedangkan pada tahap lanjutan atau detail, diterapkan
metode langsung, yaitu dengan cara survei langsung mulai dari
pemetaan, pembuatan parit uji dan sumur uji, dan pemboran,

yang dilengkapi dengan pengambilan conto secara sistematik


pada badan bijih/cebakan bahan galian yang bersangkutan.
Conto-conto tersebut lalu dianalisis secara kimia di laboratorium
untuk mengetahui kadar atau kualitasnya, yang selanjutnya data
tersebut digunakan dalam perhitungan potensi atau cadangan.
Pengembangan dan eksploitasi sudah masuk dalam tahap
selanjutnya setelah eksplorasi sudah selesai.
9.

Tahapan-tahapan eksplorasi seperti geofisika, geokimia dan foto


citra merupakan metode eksplorasi secara;
a. Eksplorasi tidak langsung
b. Eksplorasi langsung
c. Eksplorasi terdahulu
d. Eksplorasi akan datang
Jawab : A
-

Eksplorasi tidak langsung merupakan suatu kegiatan


eksplorasi yang tidak bersentuhan langsung dengan
mineral/bahan galian.
Eksplorasi langsung merupakan suatu kegiatan eksplorasi
yang bersentuhan langsung dengan mineral/bahan galian.
Eksplorasi terdahulu dan eksplorasi akan datang
tidaktermasuk dalam tahapan eksplorasi.

10. Daerah cakupannya sangat luas dan waktu maupun biaya yang
tersedia cukupterbatas. Kadang-kadang juga dilakukan survei
langsung untuk sampling awal (grab sampling, chip sampling,
stream sediment sampling, dll.) termasuk dalam tahap;
a. tahap eksplorasi awal
b. tahap eksplorasi lanjutan
c. pengembangan
d. ekploitasi
jawab : A
ekplorasi tahap awal, dimana daerah cakupannya sangat luas
dan waktu maupun biaya yang tersedia cukup terbatas. Kadangkadang juga dilakukan survei langsung untuk sampling awal
(grab sampling, chip sampling, stream sediment sampling, dll.).
Sedangkan pada tahap lanjutan atau detail, diterapkan
metode langsung, yaitu dengan cara survei langsung mulai dari
pemetaan, pembuatan parit uji dan sumur uji, dan pemboran,
yang dilengkapi dengan pengambilan conto secara sistematik
pada badan bijih/cebakan bahan galian yang bersangkutan.
Conto-conto tersebut lalu dianalisis secara kimia di laboratorium
untuk mengetahui kadar atau kualitasnya, yang selanjutnya data
tersebut digunakan dalam perhitungan potensi atau cadangan.

Pengembangan dan eksploitasi sudah masuk dalam tahap


selanjutnya setelah eksplorasi sudah selesai.

B. Essay Bab. I
1.

Dalam usaha untuk mengetahui potensi sumberdaya


mineral/bahan galian yang ada serta mengidentifikasi kendala
alami maupun kendala lingkungan yang mungkin ada, maka
perlu dilakukan eksplorasi terlebih dulu. Apa pengertian dari
kegiatan eksplorasi ?
Jawab :
kegiatan eksplorasi merupakan suatu kegiatan penting yang
harus dilakukan sebelum suatu usaha pertambangan
dilaksanakan. Hasil dari kegiatan eksplorasi tersebut harus dapat
memberikan informasi yang lengkap dan akurat mengenai
sumberdaya mineral/bahan galian maupun kondisi-kondisi
geologi yang ada, agar studi kelayakan untuk pembukaan usaha
pertambangan yang dimaksud dapat dilakukan dengan teliti dan
benar (akurat).

2.

Dalam mempelajari, merencanakan, dan melaksanakan


eksplorasi banyak bidang ilmu dan teknologi yang terlibat yang
harus dimengerti dan dikuasai oleh seorang insinyur eksplorasi,
antara lain :
Jawab :
Geologi (tektonik-petrologi-struktur-stratigrafi), analisis
mineralogi secara mikroskopi maupun dengan bantuan alat-alat
elektronik (XRD-LGC-GC-AAS-EMS), statistik, pemetaan,
pemboran, sampling, perhitungan cadangan, geostatistik,
pemodelan dengan bantuan software, manajemen, sistem
informasi geografis, sampai pada analisiS keekonomiannya.

3.

Kegiatan eksplorasi mineral/bahan galian terutama bertujuan


untuk memperkecil atau mengurangi resiko geologi. Untuk itu
kegiatan eksplorasi harus dapat menjawab pertanyaan
mengenai :
Jawab :
a. Apa (mineral/bahan galian) yang dicari ?
b. Dimana (mineral/bahan galian) tersebut terdapat? Baik
secara geografis maupun letak/posisinya terhadap
permukaan bumi (di atas permukaan, di bawah permukaan,
dangkal/dalam, di bawah air ?).

c. Berapa (sumberdaya/cadangannya), bagaimana kadar,


penyebaran, dan kondisinya ?
d. Bagaimana kondisi lingkungannya (karakteristik geoteknik
dan hidrogeologi) ?.
4.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan industri pertambangan ?


Jawab :
Industri Pertambangan merupakan salah satu industri yang
mempunyai resiko yang tinggi (kerugian). Dalam usaha
pemanfaatan sumberdaya mineral/bahan galian untuk
kesejahteraan masyarakat dan pengembangan suatu daerah,
diperlukan suatu usaha pertambangan. Agar usaha
pertambangan tersebut dapat berjalan dan memperoleh
keuntungan, maka potensi sumberdaya mineral/bahan galian
yang ada harus diketahui dengan pasti, begitu juga terhadap
resiko yang ada, yang dapat dirinci sebagai resiko geologi, resiko
ekonomi-teknologi, dan resiko lingkungan, harus dihilangkan
atau paling tidak diperkecil.

5.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan eksplorasi memanfaatkan


sifat-sifat fisika dan kimia batuan, tanah, unsur dan
mineral/bahan galian yang ada, seperti sifat :
Jawab :
Kemagnetan, kerapatan (density), kelistrikan, keradioaktifan,
distribusi dan mobilitas unsur, serta memanfaatkan teknologi
yang tersedia seperti : metode magnetik, seismik dan gaya
berat, elektrik (resistivity, self potential, induce polarisation,
magneto-telluric, mess a la mase), radioaktif, dan metode
geokimia (geobotani dan hidrokimia).

A. Pilihan Ganda Bab. II

1. Apa yang menjadi dasar dalam perencanaan aktivitas pada


industri pertambangan ?
a. Tingkat kepastian dari penyebaran endapan,
b. Geometri badan bijih (endapan),
c. Jumlah cadangan, serta kualitas
d. Semuanya benar
jawab : D
Karena yang menjadi dasar dalam perencanaan aktivitas pada
industri

pertambangan adalah tingkat kepastian dari penyebaran


endapan, geometri badan bijih (endapan), jumlah
cadangan, serta kualitas, maka peranan ilmu eksplorasi
menjadi hal yang sangat penting sebagai awal dari seluruh
rangkaian perkerjaan dalam industri pertambangan.
2. Dibawah ini merupakan alasan dalam Industri pertambangan
menjadi hal yang sangat unik dan membutuhkan usaha yang
lebih untuk dapat menghasilkan sesuatu yang positif dan
menguntungkan ? kecuali
a. Sebagai suatu industri yang padat modal,
b. padat teknologi,
c. padat sumberdaya,
d. mengandung resiko yang kecil
jawab : D
Sebagai suatu industri yang padat modal, karena industri
pertambangan memerlukan metode dan tahap-tahap yang
membutuhkan biaya tidak sedikit.
Padat teknologi, dalam industri pertambangan harus
menggunakan teknologi yang tinggi karena kesulitan dalam
industri pertambangan juga tinggi
Padat sumberdaya,karena memiliki sumberdaya yang padat
sehingga menjadi hal ang unik untuk di eksplorasi
Mengandung resiko yang tinggi karena biaya yang di
pertaruhkan juga sangat besar.
3. Pengembangan potensi mineral tertentu, maka kegiatan
eksplorasi diarahkan untuk dapat mengumpulkan data endapan
tersebut selengkap-lengkapnya, sehingga data endapan yang
dihasilkan mempunyai nilai yang dapat dianggunkan atau dijual
kepada pihak lain (junior company). Merupakan tujuan :
a. pada badan pemerintahan
b. Pada perusahaan eksplorasi
c. Pada perusahaan pertambangan
d. Semuanya salah.
Jawab : B
Pada badan pemerintah, dengan tujuan pengembangan
wilayah (daerah), maka kegiatan eksplorasi diarahkan untuk
pendataan potensi sumberdaya bahan galian, sehingga kegiatan
eksplorasi tersebut lebih bersifat inventarisasi sumberdaya
mineral.
Pada perusahaan eksplorasi, dengan tujuan pengembangan
potensi mineral tertentu, maka kegiatan eksplorasi diarahkan
untuk dapat mengumpulkan data endapan tersebut selengkaplengkapnya, sehingga data endapan yang dihasilkan mempunyai

nilai yang dapat dianggunkan atau dijual kepada pihak lain


(junior company).
Pada perusahaan pertambangan, dengan tujuan
pengembangan dan penambangan mineral tertentu, maka
kegiatan eksplorasi diarahkan untuk dapat mengumpulkan data
endapan tersebut untuk mendapatkan nilai ekonominya
sehingga layak untuk ditambang dan dipasarkan sebagai
komoditi tambang.
4. Secara umum, dalam industri pertambangan kegiatan eksplorasi
ditujukan sebagai berikut :
a. Mencari dan menemukan cadangan bahan galian baru,
b. Mengendalikan (menambah) pengembalian investasi yang
ditanam, sehingga pada suatu saat dapat memberikan
keuntungan yang ekonomis (layak),
c. Mengendalikan (penambahan/pengurangan) jumlah
cadangan, dimana cadangan merupakan dasar dari aktivitas
penambangan,
d. Semua benar
jawab : D
Secara umum, dalam industri pertambangan kegiatan eksplorasi
ditujukan
sebagai berikut :
- Mencari dan menemukan cadangan bahan galian baru,
- Mengendalikan (menambah) pengembalian investasi yang
ditanam, sehingga pada suatu saat dapat memberikan
keuntungan yang ekonomis(layak),
- Mengendalikan (penambahan/pengurangan) jumlah
cadangan, dimanacadangan merupakan dasar dari aktivitas
penambangan,
- Mengendalikan atau memenuhi kebutuhan pasar atau
industri,
- Diversifikasi sumberdaya alam,
- Mengontrol sumber-sumber bahan baku sehingga dapat
berkompetisi dalam persaingan pasar.
5. Agar kegiatan eksplorasi dapat terencana, terprogram, dan
efisien, maka dibutuhkan pengelolaan kegiatan eksplorasi yang
baik dan terstruktur. Untuk itu dibutuhkan pemahaman konsep
eksplorasi yang tepat dan terarah oleh para pelaku kegiatan
eksplorasi, khususnya yang meliputi :
a. Disiplin ilmu geologi dan eksplorasi tambang.
b. Disiplin ilmu sipil dan eksplorasi tambang
c. Disiplin ilmu arsiktek dan eksplorasi tambang
d. Disiplin ilmu mesin dan eksplorasi tambang

jawab : A
Disiplin ilmu geologi dan eksplorasi tambang pemahaman
tentang konsep eksplorasi ini tidak terlepas dari ilmu ini. Karena
segala bentuk maupun metode yang akan dilakukan dalam
eksplorasi ini tidak terlepas dari ilmu geologi dan eksplorasi
pertambangan. Disiplin ilmu sipil dan eksplorasi tambang,
disiplin ilmu arsiktek dan eksplorasi tambang, disiplin ilmu mesin
dan eksplorasi tambang lebih mengarah ke tahap eksploitasi
dan tahap selanjutnya.
6. Proses perpindahan (transportasi) logam-logam/bahan lainnya
dari sumbernya (source) di sebut :
a. Permeabilitas
b. Porositas
c. Pelapukan
d. Migrasi
jawab : D
Permeabilitas yaitu kemapuan suatu batuan atau tanah untuk
meloloskan air
Porositas yaitu pori-pori pada batuan yang dapat dilewati oleh
air
Pelapukan yaitu suatu proses yang terjadi akibat adanya lereng
dengan bantuan faktor fisika, biologi dan kimia.
Migrasi (migration), adalah proses perpindahan (transportasi)
logam logam/bahan lainnya dari sumbernya (source)
7. Karena sangat erat dengan pengetahuan keberadaan suatu
cebakan endapan, maka pemahaman filosofi akumulasi suatu
cebakan endapan menjadi sangat penting. Konsep cebakan
suatu endapan di kerak bumi dapat disederhanakan menjadi
tiga faktor utama, yaitu :
a. Adanya sumber (source),
b. Adanya proses perpindahan (migration/transportation),
c. Adanya tempat/wadah/perangkap dimana bahan berharga
dapat terbentuk/ terkumpul (place).
d. Semua benar
Jawab : D
Karena sangat erat dengan pengetahuan keberadaan suatu
cebakan
endapan, maka pemahaman filosofi akumulasi suatu cebakan
endapan
menjadi sangat penting. Konsep cebakan suatu endapan di
kerak bumi dapat disederhanakan menjadi tiga faktor utama
(Gambar 2.1), yaitu :
- adanya sumber (source),
- adanya proses perpindahan (migration/transportation),

adanya tempat/wadah/perangkap dimana bahan berharga


dapat terbentuk/ terkumpul (place).

Perhatikan gambar dibawah ini Untuk menjawab pertanyaan


nomor 8 dan 9

8. Dari skema diatas yang menunjukan gambar (a) merupakan;


a. Proses utama dalam pembentukan endapan bahan galian,
b. Proses penemuan
c. Perpindahan atau transportasi
d. Wadah perangkap
Jawab : A
9. Dari skema diatas yang menunjukan gambar (b) merupakan;
a. Proses utama dalam pembentukan endapan bahan galian,
b. Proses penemuan
c. Perpindahan atau transportasi
d. Wadah perangkap
Jawab : B
Suatu proses eksplorasi dapat disederhanakan menjadi suatu
sistem yang
terintegrasi (dan bersifat loop tertutup membentuk siklus
analisis), berawal dari analisis suatu kemungkinan sumber,
proses perpindahan yang terjadi, sampai dengan penafsiran
kemungkinan terjebak dalam suatu perangkap (teoritik).
Sebaliknya dapat pula berawal dari analisis suatu tanda-tanda
mineralisasi, kemudian adanya cebakan pada perangkapnya
sampai dengan ditemukan sumbernya.
(a) Proses utama dalam pembentukan endapan bahan galian,
(b) Proses penemuan
Sumber (source), merupakan asal dari unsur-unsur logam/bahan
lainnya

10.Dilihat dari pentingnya hal tersebut di atas, terdapat 5 (lima) hal


penting yang harus diperhatikan, yaitu :
a. Pemahaman filosofi eksplorasi dan cebakan bahan galian
b. Pengetahuan (dasar ilmu dan teknologi) yang terkait dalam
pekerjaan eksplorasi,
c. Pemahaman konsep dan metode eksplorasi,
d. Semua benar
Jawab : D
Dilihat dari pentingnya hal tersebut di atas, terdapat 5 (lima) hal
penting yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Pemahaman filosofi eksplorasi dan cebakan bahan galian
2. Pengetahuan (dasar ilmu dan teknologi) yang terkait dalam
pekerjaan eksplorasi,
3. Pemahaman konsep dan metode eksplorasi,
4. Prinsip dasar dan penerapan metode (teknologi) eksplorasi,
5. Pengambilan keputusan pada setiap tahapan eksplorasi.

B. Esaay Bab. II

1.

Secara umum, dalam industri pertambangan kegiatan eksplorasi


ditujukan
sebagai :
jawab :
a. mencari dan menemukan cadangan bahan galian baru,
b. mengendalikan (menambah) pengembalian investasi yang
ditanam,
sehingga pada suatu saat dapat memberikan keuntungan
yang ekonomis (layak),
a. mengendalikan (penambahan/pengurangan) jumlah
cadangan, dimana cadangan merupakan dasar dari
aktivitas penambangan,
b. mengendalikan atau memenuhi kebutuhan pasar atau
industri,
c. diversifikasi sumberdaya alam,
d. mengontrol sumber-sumber bahan baku sehingga dapat
berkompetisi dalam persaingan pasar.

2.

Perangkap atau wadah (place) merupakan tempat terkumpulnya


endapan /cebakan mineral yang karena kondisi kimia-fisika yang
berubah menghasilkan presipitasi elemen-elemen atau senyawa
dari larutan, atau pengkayaan residual akibat perpindahan
sebagian unsur-unsur, atau peningkatan konsentrasi dari yang

tidak ekonomis pada batuan menjadi ekonomis pada endapan


yang baru. Hal ini dapat terjadi di akibatkan dari
Jawab :
a. Logam-logam dapat terkonsentrasi dari hidrosfir melalui
peristiwa evaporasi dari dari suatu larutan,
b. Logam-logam dapat mengalami presipitasi dari larutan sisa
magma
sebagai akibat dari pengurangan temperatur dan tekanan,
atau akibat kontak dan bereaksi dengan batuan induk, atau
akibat kontaminasi fluida bijih dengan larutan (air) bawah
permukaan lainnya,
c. Logam-logam dapat terkonsentrasi dan tertempatkan
melalui aktivitas biologi.
3.

Karena sangat erat dengan pengetahuan keberadaan suatu


cebakan endapan, maka pemahaman filosofi akumulasi suatu
cebakan endapan
menjadi sangat penting. Konsep cebakan suatu endapan di
kerak bumi dapat disederhanakan menjadi tiga faktor utama
(Gambar 2.1), yaitu :
jawab :
a. adanya sumber (source),
b. adanya proses perpindahan (migration/transportation),
c. adanya tempat/wadah/perangkap dimana bahan berharga
dapat terbentuk/ terkumpul (place).

4.

Kalau kegiatan eksplorasi menjanjikan adanya suatu harapan


bagi pelaku bisnis pertambangan, barulah kegiatan industri
pertambangan dapat dilaksanakan. Kegiatan eksplorasi
dilakukan karena ada tujuan (goal) yang diharapkan oleh
badan/pihak perencana eksplorasi tersebut.
Jawab :
- Pada badan pemerintah, dengan tujuan pengembangan
wilayah (daerah), maka kegiatan eksplorasi diarahkan untuk
pendataan potensi sumberdaya bahan galian, sehingga
kegiatan eksplorasi tersebut lebih bersifat inventarisasi
sumberdaya mineral.
- Pada perusahaan eksplorasi, dengan tujuan pengembangan
potensi mineral tertentu, maka kegiatan eksplorasi diarahkan
untuk dapat mengumpulkan data endapan tersebut
selengkap-lengkapnya, sehingga data endapan yang
dihasilkan mempunyai nilai yang dapat dianggunkan atau
dijual kepada pihak lain (junior company).
- Pada perusahaan pertambangan, dengan tujuan
pengembangan dan penambangan mineral tertentu, maka

kegiatan eksplorasi diarahkan untuk dapat mengumpulkan


data endapan tersebut untuk mendapatkan nilai ekonominya
sehingga layak untuk ditambang dan dipasarkan sebagai
komoditi tambang.
5.

Jelaskan tantang Migrasi (migration), yang merupakan proses


perpindahan (transportasi) logam-logam/bahan lainnya dari
sumbernya (source) :
Jawab :
a. Logam-logam tertransport dalam larutan dari sumber ke
lokasi pengendapan yang baru pada kondisi temperaturtekanan tinggi dalam rentang yang lebar (hipogen), atau
dapat juga sebagai kompleks anorganik/organik dalam
lingkungan temperatur rendah (supergen, residual, aluvial).
b. Batuan pada umumnya impermeabel, sedangkan batuan
plutonik pada umumnya mempunyai permeabilitas yang
rendah untuk larutan dan uap (vapour). Selanjutnya dengan
(melalui) fungsi waktu (skala waktu geologi), permeabilitas
yang rendah tersebut dapat memungkinkan terbentuknya
konsentrasi mineral yang signifikan melalui difusi atau
aliran.
c. Pada sistem hidrotermal, rekahan dan sesar dapat menjadi
media permeabel sebagai media perpindahan larutan
mineral.
d. Pori-pori pada batuan sedimen dapat menjadi media
permeabel untuk peningkatan konsentrasi logam-logam, dan
membentuk cebakan mineral sebagai endapan yang
signifikan dan dikenal sebagai sediment-hosted base metal
deposit.

A. Pilihan ganda Bab. III


1. Berikut ini yang termasuk dalam gejala geologi yaitu
a. Metalogenic Province
b. Susunan Sratigrafi
c. Karakteristik Mineralogi
d. Pelapukan
Jawab : B
Metalogenic Province ini termasuk dalam endapan
Susunan Sratigrafi ini termasuk dalam gejala geologi

Karakteristik Mineralogi ini termasuk dalam tipe dan


karakteristik endapan
Pelapukan ini termasuk dalam proses geologi
2. Berikut beberapa contoh metallogenic province yang ada di
Indonesia, kecuali;
a. Suatu konsep dimana terkonsentrasikannya suatu logam atau
assosiasi beberapa logam tertentu pada suatu zona (secara
regional) akibat proses geologi tertentu
b. Jalur batuan granit pada sabuk timah (tin belt) di Asia
Tenggara, tersingkap mulai dari Birma, Siam, Malaya, terus
ke Indonesia melewati P. Bangka dan P. Belitung.
c. Jalur batuan ultrabasa pada jalur endapan nikel lateritik di
Sulawesi, yaitu Soroako, Pomalaa, Halmahera, P. Gebe, P.
Gag, P. Wageo, dan Peg. Cyclops (Irian Jaya).
d. Jalur deretan vulkanik purba (volcanic corridor) yang
membawa endapan
emas di P. Kalimantan, yaitu Mirah, G. Mas, Mt. Muro, Kelian,
Muyup, dan Busang.
Jawab : A
a. suatu konsep dimana terkonsentrasikannya suatu logam
atau assosiasi beberapa logam tertentu pada suatu zona
(secara regional) akibat proses geologi tertentu
merupakan pengertian dari metallogenic province
b. Jalur batuan granit pada sabuk timah (tin belt) di Asia
Tenggara, tersingkap mulai dari Birma, Siam, Malaya,
terus ke Indonesia melewati P. Bangka dan P. Belitung.
Merupakan contoh dari metallogenic province yang ada di
Indonesia
c. Jalur batuan ultrabasa pada jalur endapan nikel lateritik di
Sulawesi, yaitu Soroako, Pomalaa, Halmahera, P. Gebe, P.
Gag, P. Wageo, dan Peg. Cyclops (Irian Jaya). Merupakan
contoh dari metallogenic province yang ada di Indonesia
d. Jalur deretan vulkanik purba (volcanic corridor) yang
membawa endapan
emas di P. Kalimantan, yaitu Mirah, G. Mas, Mt. Muro,
Kelian, Muyup, dan Busang. Merupakan contoh dari
metallogenic province yang ada di Indonesia
3. Berdasarkan asal (sumber) dan proses pembentukannya, maka
secara umum endapan mineral (bahan galian) dapat
dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu;
a. endapan residual dan endapan sekunder.
b. endapan primer dan endapan mineral
c. endapan primer dan endapan sekunder.

d. endapan residual dan endapan mineral


jawab : C
Berdasarkan asal (sumber) dan proses pembentukannya, maka
secara umum endapan mineral (bahan galian) dapat
dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu; endapan residual dan
endapan sekunder.
Endapan residual yaitu Badan bijih yang terbentuk akibat
perombakan batuan-batuan yang mengandung mineral bijih
dengan kadar rendah, kemudian mengalami pelapukan dan
pelarutan serta pelindian, dan selanjutnya mengalami
pengkayaan relatif hingga mencapai kadar yang ekonomis.
Proses utama yang terjadi adalah leaching (pelindian). Sebagai
contoh endapan bauksit (hidrous alumina oksida) yang
terbentuk akibat pelindian silika-alkali pada batuan asal berupa
nephelin-syenit. Contoh lain adalah endapan nikel laterit (residu)
akibat pelindian (leaching) batuan beku peridotit dan diikuti oleh
proses pengkayaan supergen.
Endapan mineral Adalah endapan mineral yang terbentuk
langsung pada magma (diferensiasi magma)
4. Pembentukan suatu endapan secara alami dikontrol oleh prosesproses geologi, dan hubungan antara proses geologi dengan tipe
endapan yang terbentuk dapat dijelaskan melalui genesa bahan
galian (genesa mineral).
Adapun hal-hal mendasar yang perlu diketahui adalah :
a. Konsep metallogenic province dan metallogenic epoch,
b. Endapan-endapan mineral yang berhubungan dengan konsep
tektonik
lempeng,
c. Bentuk dan morfologi badan bijih,
d. Proses-proses pembentukan endapan.
Hal-hal mendasar yang perlu diketahui dari pernyataan diatas
yang benar adalah:
a.
b.
c.
d.

(a dan b )
(a, b dan d)
(c dan d)
(a, b, c dan d)

Jawab : D
Adapun hal-hal mendasar yang perlu diketahui adalah :
a. Konsep metallogenic province dan metallogenic epoch,
b. Endapan-endapan mineral yang berhubungan dengan konsep
tektonik lempeng,
c. Bentuk dan morfologi badan bijih,

d. Proses-proses pembentukan endapan.


5. Berdasarkan bentuk (morfologi) badan bijih dan pola sebaran
mineral bijihnya jika dihubungkan dengan batuan sekitarnya
(batuan samping/induk), maka endapan bijih dapat
dikelompokkan menjadi 2 (dua) kelompok utama, yaitu :
diskordan dan konkordan. Pengertian dari konkordan yaitu :
a. jika badan bijih membentuk pola yang memotong perlapisan
batuan sekitarnya.
b. jika badan bijih membentuk pola yang tidak memotong
perlapisan batuan sekitarnya
c. suatu konsep dimana terkonsentrasikannya suatu logam atau
assosiasi beberapa logam tertentu pada suatu zona (secara
regional) akibat proses geologi tertentu
d. Jalur batuan granit pada sabuk timah (tin belt) di Asia
Tenggara, tersingkap mulai dari Birma, Siam, Malaya, terus
ke Indonesia melewati P. Bangka dan P. Belitung
Jawab : B
Diskordan, yaitu jika badan bijih membentuk pola yang
memotong perlapisan batuan sekitarnya.
Konkordan, yaitu jika badan bijih membentuk pola yang tidak
memotong perlapisan batuan sekitarnya
suatu konsep dimana terkonsentrasikannya suatu logam atau
assosiasi pengertian dari metallogenic province merupakan
beberapa logam tertentu pada suatu zona (secara regional)
akibat proses geologi tertentu
contoh dari metallogenic province yang ada di Indonesia
yaitu Jalur batuan granit pada sabuk timah (tin belt) di Asia
Tenggara, tersingkap mulai dari Birma, Siam, Malaya, terus ke
Indonesia melewati P. Bangka dan P. Belitung.
6. Badan bijih konkordan umumnya badan bijih ini terbentuk pada
batuan induk (host rock) atau sebagai endapan hasil proses
pelapukan. Endapan-endapan yang mempunyai badan bijih
konkordan ini dikelompokkan sesuai dengan jenis batuan
induknya, yaitu : kecuali
a. sedimentary host rock (dengan batuan induk adalah batuan
sedimen),
b. igneous host rock (dengan batuan induk adalah batuan
beku),
c. metamorphic host rock (dengan batuan induk adalah batuan
metamorf),
d. jika badan bijih membentuk pola yang tidak memotong
perlapisan batuan sekitarnya
jawab : D
Umumnya badan bijih ini terbentuk pada batuan induk (host
rock) atau sebagai endapan hasil proses pelapukan. Endapan-

endapan yang mempunyai badan bijih konkordan ini


dikelompokkan sesuai dengan jenisbatuan induknya, yaitu :
- sedimentary host rock (dengan batuan induk adalah batuan
sedimen),
- Igneous host rock (dengan batuan induk adalah batuan
beku),
- metamorphic host rock (dengan batuan induk adalah batuan
metamorf),
- residual deposit (endapan akibat pelapukan batuan induk).
Diskordan, yaitu jika badan bijih membentuk pola yang
memotong perlapisan batuan sekitarnya
7. Beberapa batuan sedimen menghasilkan jenis atau tipe
konsentrasi mineral bijih yang khas, antara lain, kecuali ;
a. Limestone host
b. Argillaceous host
c. Rudaceous host
d. metallogenic province
jawab : D
Beberapa batuan sedimen menghasilkan jenis atau tipe
konsentrasi mineral bijih yang khas, antara lain, kecuali ;
a. Limestone host
b. Argillaceous host
c. Rudaceous host
d. Sedimen kimia
metallogenic province merupakan beberapa logam tertentu
pada suatu zona (secara regional) akibat proses geologi tertentu
8. Batuan-batuan yang penting sebagai host rock antara lain gravel
aluvial dan konglomerat membentuk endapan-endapan plaser
aluvial recent. Endapan emas plaser umumnya terkonsentrasi
pada tipe plaser aluvial, sedangkan endapan bijih uranium
umumnya terkonsentrasi pada konglomerat merupakan batuan
sedimen menghasilkan jenis atau tipe konsentrasi mineral bijih
yang khas, yaitu;
a. Limestone host
b. Argillaceous host
c. Rudaceous host
d. Sedimen kimia
Jawab : C
Argillaceous host (batuan dominan berukuran lempung
sebagai batuan induk). Serpih, batulumpur (mudstone), argillit,
dan sabak merupakan batuan induk yang penting untuk badan
bijih konkordan yang menerus dan ekstensif (tersebar luas).
Contohnya adalah untuk bijih Cu dan Pb-Zn. Juga penting untuk
endapan bijih Ag, Sn, Cd, An, Bi, dan Cu-Au.
Arenaceous host (batuan dominan batupasir sebagai batuan
induk). Batuan induk yang penting adalah batupasir feldspatoid.

Akibat pelapukan endapan bijih dapat terakumulasi sebagai


endapan plaser dengan konsentrasi berupa endapan-endapan
mineral berat (high density), seperti titanium, zirkonium,
thorium, serium, dan yetrium.
Rudaceous host (batuan dominan fragmen yang berukuran
lebih besar daripada pasir sebagai batuan induk). Batuan-batuan
yang penting sebagai host rock antara lain gravel aluvial dan
konglomerat membentuk endapan-endapan plaser aluvial
recent. Endapan emas plaser umumnya terkonsentrasi pada tipe
plaser aluvial, sedangkan endapan bijih uranium umumnya
terkonsentrasi pada konglomerat.
Sedimen kimia sebagai batuan induk. Endapan yang penting
adalah besi dan mangan berupa konkresi. Sedangkan pada tipe
evaporit mineral-mineral bijih akan cenderung tersebar.
9. Berdasarkan pola badan bijih, maka dapat dikelompokkan
menjadi badan bijih yang mempunyai bentuk beraturan dan
badan bijih dengan pola yang tidak beraturan.
Badan bijih diskordan dengan bentuk yang beraturan adalah
a. Badan Bijih Tabular dan Badan Bijih Tubular
b. Bijih Disseminated dan Bijih Irregular Replacement
c. Bijih Disseminated dan Badan Bijih Tubular
d. Badan Bijih Tabular dan Bijih Irregular Replacement
Jawab : A
Sedangkan badan bijih diskordan dengan bentuk yang tidak
beraturan,
- Bijih Disseminated (tersebar)
- Bijih Irregular Replacement (tidak teratur)
- Badan bijih diskordan dengan bentuk yang beraturan,
- Badan Bijih Tabular
- Badan Bijih Tubular
10.Secara umum badan bijih dengan host rock batuan beku ini
dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan posisin terbentuknya
batuan beku tersebut, yaitu;
a. Arenaceous host dan Rudaceous host
b. volkanik host dan plutonik host
c. Arenaceous host dan plutonik host
d. volkanik host dan Rudaceous host
jawab : B
Secara umum badan bijih dengan host rock batuan beku ini
dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan posisin terbentuknya
batuan beku tersebut, yaitu volkanik host (dekat
permukaan) dan plutonik host (batuan beku dalam).
Sedangkan Arenaceous host dan Rudaceous host merupakan
beberapa batuan sedimen menghasilkan jenis atau tipe
konsentrasi mineral bijih yang khas, antara lain

B. Essay Bab. III


1.

Pembentukan suatu endapan secara alami dikontrol oleh prosesproses geologi, dan hubungan antara proses geologi dengan tipe
endapan yang terbentuk dapat dijelaskan melalui genesa bahan
galian (genesa mineral). Adapun hal-hal mendasar yang perlu
diketahui adalah :
jawab :
a. Konsep metallogenic province dan metallogenic epoch,
b. Endapan-endapan mineral yang berhubungan dengan
konsep tektonik lempeng,
c. Bentuk dan morfologi badan bijih,
d. Proses-proses pembentukan endapan.

2.

Berdasarkan bentuk (morfologi) badan bijih dan pola sebaran


mineral bijihnya jika dihubungkan dengan batuan sekitarnya
(batuan samping/induk), maka endapan bijih dapat
dikelompokkan menjadi 2 (dua) kelompok utama, yaitu :
Jawab :
a. Diskordan, yaitu jika badan bijih membentuk pola yang
memotong perlapisan batuan sekitarnya.
b. Konkordan, yaitu jika badan bijih membentuk pola yang tidak
memotong perlapisan batuan sekitarnya.

3.

Apa yang dimaksud dengan Metallogenic Province ?


Jawab :
Metallogenic Province merupakan suatu konsep dimana
terkonsentrasikannya suatu logam atau assosiasi beberapa
logam tertentu pada suatu zona (secara regional) akibat proses
geologi tertentu.

4.

Kegiatan eksplorasi dilaksanakan berdasarkan data awal berupa


indikasi/gejala/petunjuk geologi dan proses pembentukan
endapan bahan galian, sehingga diperoleh karakteristik tertentu
untuk daerah target tersebut. Indikasi (gejala) geologi yang
diamati merupakan
jawab :
Hasil (produk) dari proses geologi (asosiasi batuan, tektonik, dan
siklus geologi) yang mengontrol pembentukan endapan, yang
kemudian dikaji dalam konteks genesa endapan berupa
komposisi mineral, asosiasi mineral, unsur-unsur petunjuk, pola
tekstur mineral, ubahan (alterasi), bentuk badan bijih (tipe
endapan), dan lain-lain, menghasilkan elemenelemen yang
harus ditemukan dan dibuktikan melalui penerapan metode

(teknologi) eksplorasi yang sesuai, sehingga dapat menjadi


petunjuk untuk mendapatkan endapan bijih yang ditargetkan
(guide to ore)
5.

Salah satu yang mengontrol pembentukan mineral adalah siklus


geologi. Yaitu
jawab :
a. Di kerak bumi, lelehan batuan (magma) muncul mendekati
permukaan bumi akibat pendinginan dan perbedaan tekanan
yang dikenal dengan differensiasi magma. Proses
magmatisme salah satunya dapat diamati sebagai aktivitas
volkanik.
b. Daerah-daerah volkanik yang mengalami pelapukan dan
proses penurunan
serta adanya media (fluida) membawa material-material
klastik menuju cekungan pengendapan.
c. Penurunan kerak bumi di cekungan tersebut menyebabkan
proses metamorfisme di bawah kondisi tekanan dan
temperatur yang mendekati titik
lelehnya, sehingga terbentuk magma baru.
d. Akibat adanya proses tektonik (tatanan geologi)
menimbulkan rekahanrekahan di kerak bumi sehingga dapat
menjadi media untuk terkonsentrasinya larutan pembawa
bijih.

A. Pilihan Ganda Bab. IV

1.

Karakteristik lokal ; yang dapat langsung diamati di lapangan,


yaitu :
a. mineralogi, baik berupa komposisi mineral ikutan, mineralmineral pengotor, tekstur, dll.
b. pola-pola pengelompokan (zonal patterns), baik berupa pola
urat, pola alterasi, pola anomali, dll.
c. lingkungan geologi
d. sifat-sifat kimiawi endapan atau anomali kimia lokal (local
chemical haloes), baik berupa komposisi unsur utama,
unsur-unsur ikutan, unsur-unsur petunjuk, dll.
Jawab : C
Karakteristik lokal ; yang dapat langsung diamati di lapangan,
yaitu :

mineralogi, baik berupa komposisi mineral ikutan,


mineral-mineral pengotor, tekstur, dll.
- pola-pola pengelompokan (zonal patterns), baik
berupa pola urat, pola alterasi, pola anomali, dll.
- sifat-sifat kimiawi endapan atau anomali kimia lokal
(local chemical haloes), baik berupa komposisi unsur
utama, unsur-unsur ikutan, unsur-unsur petunjuk, dll.
Karakteristik tatanan tektonik regional ; yang dapat
diinterpretasikan dari studi lokal dan dikombinasikan dengan
tatanan tektonik regional, yaitu :
- urutan batuan,
- lingkungan geologi, dll
2.

Dapat berubah dengan penambahan data atau informasi baru


yang diperoleh, sehingga dapat memperkaya/menyempurnakan
model atau bahkan dapat merubah model endapan awal. Sifat
dari suatu model endapan mineral haruslah fleksibel, yaitu
a. terbuka
b. Mudah digunakan (diaplikasikan)
c. Tertutup
d. Tidak dapa di aplikasikan
Jawab : A
Sifat dari suatu model endapan mineral haruslah fleksibel, yaitu
terbuka dan mudah diaplikasikan.
a. Terbuka, yaitu dapat berubah dengan penambahan data atau
informasi baru yang diperoleh, sehingga dapat
memperkaya/menyempurnakan model atau bahkan dapat
merubah model endapan awal.
b. Mudah digunakan (diaplikasikan), yaitu pengguna dapat
dengan mudah untuk mengerti dan membaca model untuk
diterapkan pada lingkungan batuan dantektonik selama
penyelidikan.

3.

Berdasarkan Siklus penyusunan model endapan (dimodifikasi


dari Cox & Singer, 1987) pengelompokan endapan (berdasarkan
tipe) dibagi atas 3 bagian, kecuali :
a. Model type additional
b. Model deskripsi endapan
c. Model kadar/tonase
d. Model genetik
Jawab : D
Berdasarkan Siklus penyusunan model endapan (dimodifikasi
dari Cox & Singer, 1987) pengelompokan endapan (berdasarkan
tipe) dibagi atas 3 bagian, kecuali :
Model type additional
Model deskripsi endapan
Model kadar/tonase

Model genetik merupakan Model genetik telah mengikutkan


unsur-unsur objektif yang mengontrol pembentukan endapan,
dan unsur-unsur objektif tersebut dapat diukur dan
diidentifikasikan secara langsung pada proses pencarian
endapan tersebut, dan unsurunsur objektif tersebut terbentuk
karena proses genetik (genesa) endapan tersebut
4.

Suatu endapan mineral yang mempunyai ukuran dan kadar


dapat diuji dan diketahui, serta mempunyai kemungkinan untuk
ditambang (dieksploitasi) secara menguntungkan. Pada konteks
endapan bijih ini, kontrol ekonomi dan integrasi proses
pengelolaan (penambangan pengolahan pemasaran) harus
akurat dan terukur merupakan penjelasan dari ;
a. Endapan mineral (mineral resources/mineral deposit)
b. Endapan bijih (ore deposit)
c. Keterdapatan mineral (mineral occurance)
d. Pilhan (a, b dan c) semua salah
Jawab : B
Keterdapatan mineral (mineral occurance) adalah suatu
konsentrasi mineral (pada umumnya terdapat bersamaan
dengan beberapa mineral lain) yang dapat terdeteksi
keberadaannya pada suatu tempat atau mempunyai
ciri/konsentrasi dimana secara teknis/ilmiah menarik.
Endapan mineral (mineral resources/mineral deposit)
adalah suatu keterdapatan mineral dengan ukuran dan kadar
yang cukup secara teknis (dalam berbagai kondisi) dan
mempunyai nilai ekonomis yang potensial untuk dikembangkan
lebih lanjut.
Endapan bijih (ore deposit) adalah suatu endapan mineral
yang mempunyai ukuran dan kadar dapat diuji dan diketahui,
serta mempunyai kemungkinan untuk ditambang (dieksploitasi)
secara menguntungkan. Pada konteks endapan bijih ini, kontrol
ekonomi dan integrasi proses pengelolaan (penambangan
pengolahan pemasaran) harus akurat dan terukur.

5.

Model deskriptif endapan dapat dinyatakan dalam 2 (dua)


bagian, yaitu : Lingkungan Geologi Endapan dan deskripsi
andapan.
penjelasan mengenai Lingkungan Geologi Endapan yaitu
a. Mendeskripsikan (menguraikan) karakteristik geokimia dan
geofisika endapan dengan memberikan penekanan kepada
aspek-aspek yang diperkirakan dapat terdeteksi sebagai
anomali-anomali geokimia dangeofisika.
b. Mendeskripsikan kontrol struktur geologi, terutama struktur
lokal yang mengontrol penyebaran endapan, umumnya
spesifik untuk masing-masing daerah

c. Deskripsi ini harus dapat mengkualifikasi karakteristikkarakteristik utama (dominan) seperti unsur-unsur asosiasi,
maupun karakteristik-karakteristik penunjang
(sekunder/ikutan) seperti mineral pengotor atau unsur-unsur
ikutan.
d. Dalam banyak kasus, deskripsi karakteristik geokimia dan
geofisika ini akan digunakan sebagai landasan (dasar) dalam
perencanaan program eksplorasi, yaitu dalam perencanaan
pemilihan metode (teknologi) eksplorasi.
Jawab : B
Mendeskripsikan (menguraikan) karakteristik geokimia dan
geofisika endapan dengan memberikan penekanan kepada
aspek-aspek yang diperkirakan dapat terdeteksi sebagai
anomali-anomali geokimia dan
geofisika.
Deskripsi ini harus dapat mengkualifikasi karakteristikkarakteristik utama (dominan) seperti unsur-unsur asosiasi,
maupun karakteristik-karakteristik penunjang
(sekunder/ikutan) seperti mineral pengotor atau unsur-unsur
ikutan.
Dalam banyak kasus, deskripsi karakteristik geokimia dan
geofisika ini akan digunakan sebagai landasan (dasar) dalam
perencanaan program eksplorasi, yaitu dalam perencanaan
pemilihan metode (teknologi) eksplorasi. Merupakan bagian
dari deskripsi endapan Sedangkan Lingkungan Geologi
Endapan yaitu Mendeskripsikan kontrol struktur geologi,
terutama struktur lokal yang mengontrol penyebaran
endapan, umumnya spesifik untuk masing-masing daerah
6.

Klasifikasi model endapan mineral berdasarkan lingkungan


litologi dan tektonik (Cox & Singer, 1987) berdasarkan Intrusi
Mafik dan Ultramafik dibagi atas 3 bagian kecuali ;
a. Area Tektonik Stabil (Komplek Stratiform)
b. Area Tektonik tak Stabil
c. Intrusi Alkalin dalam Area Tektonik Stabil
d. Tekstur Fenerokristalin
Jawab : D
Tekstur fenerokristalin merupakan Klasifikasi model endapan
mineral berdasarkan lingkungan litologi dan tektonik (Cox &
Singer, 1987) berdasarkan intrusi felsik

7.

Klasifikasi model endapan mineral berdasarkan lingkungan


litologi dan tektonik (Cox & Singer, 1987) berdasarkan pada
batuan sedimen dibagi atas 3 bagian kecuali ;
a. Batuan sedimen karbonatan
b. Batuan sedimen kimiawi
c. Dari batuan eugosinklinal

d. Batuan sedimen klastik


Jawab : C
Dari batuan eugosinklinal merupakan Klasifikasi model endapan
mineral berdasarkan lingkungan litologi dan tektonik (Cox &
Singer, 1987) berdasarkan pada batuan metamorf regional.
8.

Model deskriptif endapan dapat dinyatakan dalam 2 (dua)


bagian, yaitu : Lingkungan Geologi Endapan dan deskripsi
andapan.
penjelasan mengenai deskripsi endapan yaitu
a. Mendeskripsikan endapan-endapan ikutan, terutama
beberapa tipe endapan lain yang dapat muncul pada kondisi
lingkungan geologi yang mirip sebagai tambahan pada tipe
utama yang dimodelkan.
b. Mendeskripsikan (menguraikan) karakteristik geokimia dan
geofisika endapan dengan memberikan penekanan kepada
aspek-aspek yang diperkirakan dapat terdeteksi sebagai
anomali-anomali geokimia dan geofisika.
c. Mendeskripsikan kontrol struktur geologi, terutama struktur
lokal yang mengontrol penyebaran endapan, umumnya
spesifik untuk masing-masing daerah.
d. Mendeskripsikan tatanan tektonik (tectonic setting) yang
mengontrol pembentukan endapan, terutama pada endapanendapan yang terbentuk akibat struktur utama yang
merupakan bagian dari suatu metallogenic province.
Jawab : B
Mendeskripsikan endapan-endapan ikutan, terutama beberapa
tipe endapan lain yang dapat muncul pada kondisi lingkungan
geologi yang mirip sebagai tambahan pada tipe utama yang
dimodelkan.
Mendeskripsikan kontrol struktur geologi, terutama struktur
lokal yang
mengontrol penyebaran endapan, umumnya spesifik untuk
masing-masing daerah.
Mendeskripsikan tatanan tektonik (tectonic setting) yang
mengontrol
pembentukan endapan, terutama pada endapan-endapan yang
terbentuk akibat struktur utama yang merupakan bagian dari
suatu metallogenic province.
Merupkan bagian dari Lingkungan Geologi Endapan.
Sedangkan Mendeskripsikan (menguraikan) karakteristik
geokimia dan geofisika endapan dengan memberikan
penekanan kepada aspek-aspek yang diperkirakan dapat
terdeteksi sebagai anomali-anomali geokimia dan Geofisika
merupakan salah satu bagian dari deskripsi endapan.

9.

10.

Klasifikasi model endapan mineral berdasarkan lingkungan


litologi dan tektonik (Cox & Singer, 1987) berdasarkan pada
batuan ekstrusif pada bagian batuan ekstrusif felsik-mafik
lingkungan sub-arealnya yaitu: kecuali
a. Endapan utama dengan batuan vulkanik
b. Endapan dalam batuan gampingan yang lebih tua
c. Endapan dalam batuan klastis yang lebih tua Lingkungan
Marine
d. Samudera (berhubungan dengan ofiolit)
Jawan : D
Samudera (berhubungan dengan ofiolit) merupakan Klasifikasi
model endapan mineral berdasarkan lingkungan litologi dan
tektonik (Cox & Singer, 1987) berdasarkan pada batuan ekstrusif
pada bagian batuan ekstrusif mafik
Suatu model analogi dari endapan-endapan sejenis pada
tempat-tempat lain, sedangkan model kuantitatif lebih
menekankan pada aspek-aspek kuantitatif dari proses
pembentukan (seperti temperatur dan tekanan). Sedangkan
model sebaran (keterdapatan) endapan lebih cenderung
mengakomodasi karakteristik litologi dan struktur geologi lokal.
Merupakan penjelasan dari :
a. Model tonase/kadar lebih
b. Semua sub-tipe model
c. Model deskripsi endapan
d. Model genetik
Jawab : A
Model tonase/kadar lebih merupakan suatu model analogi
dari endapan-endapan sejenis pada tempat-tempat lain,
sedangkan model kuantitatif lebih menekankan pada aspekaspek kuantitatif dari proses pembentukan (seperti temperatur
dan tekanan). Sedangkan model sebaran (keterdapatan)
endapan lebih cenderung mengakomodasi karakteristik litologi
dan struktur geologi lokal. Merupakan penjelasan dari :
Semua sub-tipe model merupakan uatu siklus yang dapat
terus disempurnakan untuk dapat menghasilkan suatu model
akhir yang akurat,
Model deskripsi endapan lebih cenderung mendefinisikan
tatanan geologi yang
mengontrol pembentukan suatu endapan, sehingga kadangkadang disebut sebagai model geologi endapan.
Model genetik telah mengikutkan unsur-unsur objektif yang
mengontrol pembentukan endapan, dan unsur-unsur objektif
tersebut dapat diukur dan diidentifikasikan secara langsung
pada proses pencarian endapan tersebut, dan unsurunsur
objektif tersebut terbentuk karena proses genetik (genesa)
endapan tersebut

B. Essay Bab. IV
1.

Apa yang dimaksud dengan Endapan mineral (mineral


resources/mineral deposit) ?
Jawab :
Endapan mineral (mineral resources/mineral deposit) adalah
suatu keterdapatan mineral dengan ukuran dan kadar yang
cukup secara teknis (dalam berbagai kondisi) dan mempunyai
nilai ekonomis yang potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.

2.

Sifat dari suatu model endapan mineral haruslah fleksibel, yaitu


terbuka dan mudah diaplikasikan, jelaskan kedua sifat tersebut
Jawab :
a. Terbuka, yaitu dapat berubah dengan penambahan data atau
informasi baru
yang diperoleh, sehingga dapat
memperkaya/menyempurnakan model atau bahkan dapat
merubah model endapan awal.
b. Mudah digunakan (diaplikasikan), yaitu pengguna dapat
dengan mudah untuk mengerti dan membaca model untuk
diterapkan pada lingkungan batuan dan tektonik selama
penyelidikan.
Apa yang dimaksud dengan endapan bijih (ore deposit)
Jawab :
Endapan bijih (ore deposit) adalah suatu endapan mineral
yang mempunyai ukuran dan kadar dapat diuji dan diketahui,
serta mempunyai kemungkinan untuk ditambang (dieksploitasi)
secara menguntungkan. Pada konteks endapan bijih ini, kontrol
ekonomi dan integrasi proses pengelolaan (penambangan
pengolahan pemasaran) harus akurat dan terukur.

3.

4.

Atribut atau sifat-sifat dari suatu keterdapatan mineral harus


dapat tergambarkan
dalam sebuah model. Untuk itu dalam penggambaran atribut
atau sifat-sifat dari suatu endapan mineral tersebut, dapat
dilakukan dengan 2 (dua) pendekatan (pengelompokan), yaitu :
jawab :
a. Karakteristik lokal ; yang dapat langsung diamati di lapangan,
yaitu :
mineralogi, baik berupa komposisi mineral ikutan,
mineral-mineral pengotor, tekstur, dll.
pola-pola pengelompokan (zonal patterns), baik berupa
pola urat, polaalterasi, pola anomali, dll.
sifat-sifat kimiawi endapan atau anomali kimia lokal (local
chemical haloes), baik berupa komposisi unsur utama,
unsur-unsur ikutan, unsur-unsur petunjuk, dll.

b. Karakteristik tatanan tektonik regional ; yang dapat


diinterpretasikan dari studi lokal dan dikombinasikan dengan
tatanan tektonik regional, yaitu :
urutan batuan,
lingkungan geologi, dll
5.

Apa yang dimaksud dengan Keterdapatan mineral (mineral


occurance) ?
Jawab :
Keterdapatan mineral (mineral occurance) adalah suatu
konsentrasi mineral (pada umumnya terdapat bersamaan
dengan beberapa mineral lain) yang dapat terdeteksi
keberadaannya pada suatu tempat atau mempunyai
ciri/konsentrasi dimana secara teknis/ilmiah menarik.

A. Pilihan Ganda Bab. V


1. Terdapat 7 (tujuh) komponen dasar pada foto udara, 3 (tiga) dari
ke tujuh komponen tersebut yaitu,
a. B & W Film, Color Film, Color IR
b. Bentuk, ukuran, pola
c. Rona muka bumi, tingkat erosi, tata guna lahan
d. Foto udara, scanning dengan gelombang mikro, pemotretan
menggunakan satelit
Jawab : B
a. B & W Film, Color Film, Color IR, merupak hasil yang
diperoleh dari pemotretan udara
b. Bentuk, ukuran, pola, merupakan 3 dari 7 komponen
dasar yang perlu diketahui dalam suatu pengamatan foto
udara
c. Rona muka bumi, tingkat erosi, tata guna lahan,
merupakan hasil pengamatan yang diperoleh dari analisis
foto udara
d. Foto udara, scanning dengan gelombang mikro,
pemotretan menggunakan satelit, merupakan sistem yang
secara umum digunakan dalam penginderaan jarak jauh
2. Secara umum penginderaan jarak jauh (inderaja) dapat
dilakukukan dengan 3 sistem. Salah satu sistem dari ienderaja
yaitu:
a. Aerial Photograph
b. Resistivity
c. DMSP
d. SLR

Jawab: A
a. Aerial Photograpah, pemotretan dengan menggunakan
pesawat udara yang dikenal dengan foto udara
b. Resistivity, sala satu metode yang digunakan dalam
metode geolistrik
c. DMSP, salah satu nama dari satelit cuaca
d. SLR, sistem radar yang pada umumnya digunakan pada
penginderaan gelombang mikro
3. Penginderaan dengan gelombang mikro umumnya
menggunakan sensor gelombang mikro aktif yang dikenal
dengan
a. RADAR
b. SLR/SLAR
c. SPOT
d. RBV
Jawab: A,
a. RADAR, Radio Detection and Ranging, merupakan
penginderaan menggunakan sensor gelombang mikro
aktif
b. SLR/SLAR, merupakan sistem RADAR yang biasa dipasang
pada pesawat ulang alik maupun pesawat terbang
c. SPOT, Satelit Proboloire Pour 1 Observation de La Terre,
yang merupakan salah satu satelit Perancis yang biasa
digunakan pada sistem penginderaan jarak jauh
d. RBV, Return Beam Vidicom, salah satu sistem yang
digunakan untuk pemotretan bumi pada sistem
penginderaan jarak jauh
4. Prospeksi geokimia pada dasarnya terdiri dari 2 metode yang di
dasarkan pada pola yaitu,
a. Indicator element dan pathfinder element
b. Dispersi mekanis dan dispersi kimiawi
c. Kromatografi dan kalorimetri
d. Analisis bivarian dan analisis multivarian
Jawab: B
a. Indicator element dan pathfinder element, adalah dua hal
dasar yang berkaitan dengan prospeksi geokimia, unsusr
penunjuk dan unsusr jejak
b. Dispersi mekanis dan dispersi kimiawi, merupakan dua
pola metode dasar pada prospeksi geokimia
c. Kromatografi dan kalorimeter, merupakan metode analisis
yang umumnya digunakan pada eksplorasi geokimia
d. Analisis bivarian dan analisis multivarian, merupakan
metode statistik yang dapat menentuikan variabilitas
dalam dan antara popilasi contoh
5. Survey seismik terbagi menjadi dua yaitu,
a. Dispersi mekanis dan kimiawi

b. RBV dan MSS


c. Refleksi dan refraksi
d. SLR/SLAR
Jawab: C
a. Dispersi mekanis dan kimiawi, merupakan dua metode
dasar pada prospeksi geokimia
b. RBV dan MSS, merupakan sistim yang digunakan dalam
melakukan pemotretan bumi
c. Refleksi (seismik pantul) dan refraksi (seismik bias)
d. SLR/SLAR, merupakan sistim radar yang umumnya
dipasang pada pesawat terbang maupun pesawat ulang
alik
6. Eksplorasi geofisika secara umum dibagi menjadi 2 yaitu,
a. SLR dan SLAR
b. RBV dan MSS
c. Metode aktif dan metode pasif
d. Metode geolistrik dan seismic
Jawab: C
a. SLR dan SLAR, merupakan sistim Radar pada
penginderaan gelombang mikro
b. RBV dan MSS, merupakan sistim dalam melakukan
pemotretan bumi
c. Metode aktif dan metode pasif, merupakan dua metode
yang secara umum digunakan dalam eksplorasi geokimia
d. Metode geolistrik dan seismik, merupakan metode yang
merupakan bagian dari metode aktif
7. Jenis metode elektromagnetik yang sering digunakan untuk
eksplorasi adalah
a. RBV
b. SLAR
c. MSS
d. GPR
Jawab: D
a. RBV, merupakan sistem dalam melakukan pemotretan
bumi
b. SLAR, merupakan sistem Radar pada penginderaan
gelombang mikro
c. MSS, merupakan sistim dalam melakukan pemotretan
bumi
d. GPR, ground penetrating radar, merupakan salah satu
metode dalam melakukan kegiatan eksplorasi survey
elektromagnetik
8. Penerapan metode geofisika dan metode kimia dalam eksplorasi
khususnya untuk jenis radiokatif seperti uranium hanya akan
sangat berhasil jika menggunakan survey
a. Survey magnetik

b. Detektor HG
c. Survey elektromagnetik
d. Survey radiometric
Jawab: D
a. Survey magnetik tidak dapat diterapkan pada eksplorasi
radioaktif
b. Detektor HG jarang diterapkian pada eksplorasi radioaktif
c. Survey elektromagnetik dapat diterapakan, namun untuk
bukti tak langsung
d. Survey radiometrik, satu satunya surveyn yang dapat
menjamin keberhasilan hingga 100 % untuk eksplorasi
radioaktif
9. Untuk menggambarkan bentuk geologi bawah permukaan
berdasarkan variasi medan gravitasi bumi yang ditimbulkan oleh
perbedaan densitas (rapat massa) antar batuan yaitu
a. Survey magnetik
b. Survey geolistrik
c. Survey radiometrik
d. Survey gravitasi (gaya berat)
Jawab: D
a. Survey magnetik, survey ini bertujuan untuk mengukur
intensitas medan magnetik bumi
b. Survey geolistrik, survey yang menggunakan
konduktivitas mineral dan batuan atau kebalikannya
(tahanan jenis) untuk memperkuat informasi geologi
dekat permukaan
c. Survey radiometrik, survey radiometrik digunakan untuk
eksplorasi radioaktif
d. Survey gravitasi (gaya berat), digunakan untuk
menggambarkan bentuk geologi bawah permukaan
berdasarkan variasi medan gravitasi bumi yang
ditimbulkan oleh perbedaan densitas (rapat massa) antar
batuan
10.Dua perlatan yang paling sering digunakan dalam survei
magnetik adalah,
a. SPOT dan RBV
b. SLR dan SLAR
c. Proton precession magnetometer dan fluxgate magnetometer
d. RBV dan MSS
Jawab: C
a. SPOT dan RBV, SPOT merupakan satelit penginderaan
jarak jauh dan RBV merupakan sistim penginderaan jarak
jauh
b. SLR dan SLAR, merupakan sistim Radar pada
penginderaan gelombang mikro

c. Proton precession magnetometer dan fluxgate


magnetometer, merupakan alat yang paling sering
digunakan dalam survei magnetik yang memiliki
sensitivitas di bawah 1
d. RBV dan MSS, merupakan sistim dalam melakukan
pemotretan bumi
B. Soal Essay Bab. V
1. Interpretasi yang dapat diperoleh dari hasil pengamatan foto
udara adalah
Jawab:
- Relief permukaan bumi
- Rona muka bumi
- Pola aliran sungai
- Tata guna lahan
2. Alasan metode seismik jarang digunakan dalam eksplorasi
mineral karena,
Jawab:
Metode seismik jarang digunakan dalam eksplorasi mineral
karena sering terjadi interferensi yang kuat antara gelombang
yang dipancarkan dengan yang dipantulkan atau dibiaskan pada
kedalaman yang dangkal serta diperlukan resolusi yang tinggi
untuk mendeteksi struktur kompleks yang sering berasosiasi
endapan bijih
3. Keuntunmgan utama darin survey IP adalah,
Jawab:
Dapat mendeteksi baik sulfida disseminated maupun masif
4. Empat metode elektromagnetik yang serik digunakan untuk
eksplorasi adalah
Jawab:
- MT (magnetotelluric)
- CSAMT (control source audio magnetotelluric)
- VLF (very low frequency)
- GPR (ground penetrating radar)
5. Tiga kelebihan dari penggunaan sistim inderaja yaitu,..
Jawab:
- Dapat mencakup area permukiaan bumi yang cukup luas
- Dapat diformulasikan atau diskenariokan dalm berbagai
variasi analisis, karena semua data berada dalam format
digital
- Dapat mnelakukan penghematan biaya, karena secara umum
berdasarkan cakupan areal maka biaya per satuan luas

mungkin akan relatif kecil jika dibandingakan dengan


pengamatan secara langsung

A. Pilihan Ganda Bab.VI


1. Pada saat kita melakukan eksplorasi langsung dan menemukan
singkapan maka, salah satu pengamatan yang dapat kita
lakukan yaitu ?
a. Melakukan sampling air
b. Melakukan sampling uap
c. Melakukan pengukuran jurus dan kemiringan
d. Melakukan pengindraan jarak jauh
Jawab : C
a. Melakukan sampling air merupakan metode eksplorasi
geokimia yang dilakukan pada eksplorasi tidak langsung.
b. Melakukan sampling uap merupakan metode eksplorasi
tidak langsung dengan menggunakan uap air raksa
sebagai petunjuk badan bijih.
c. Melakukan pengukuran jurus dan kemiringan merupakan
metode eksplorasi langsung untuk mngetahui arah
penyebaran singkapan.
d. Melakukan pengindraan jarak jauh merupakan metode
eksplorasi tidak langsung dengan memanfaatkan
teknologi luar angkasa berupa satelit.
2. Dibawah ini yang merupakan informasi yang dapat dipelajari
atau dihasilkan dari kegiatan pemeetaan geologi/alterasi yaitu ?
a. Posisi atau letak singkapan (batuan,urat, atau batubara)
b. Melakukan pemotretan permukaan bumi
c. Mengetahui dispersi primer
d. Mengetahui dispersi sekunder
Jawab : A
a. Mengetahui Posisi atau letak singkapan batuan karena kita
dapat mngetahui posisi singkapan dengan melakukan
eksplorasi langsung dengan metode pemetaan
geologi/alterasi.
b. Melakukan pemotretan permukaan bumi merupakan salah
satu metode eksplorasi tidak langsung dengan
memanfaatkan teknologi luar angkasa.
c. Dispersi primer merupakan suatu kondisi zoning yang
memiliki dimensi yang sama dari sentimeter sampai meter

disekitar badan bijih, metode ini termasuk dalam metode


eksplorasi geokimia.
d. Dispersi sekunder mengandung sisa-sisa mineralisasi bijih
yang dapat ditemukan dalam conto-conto batuan, ini
termasuk metode geokimia.
3. Dibawah ini yang termasuk metode (aspek) yang akan dipelajari
sehubungan dengan metode eksplorasi langsung adalah...
a. Test pit ( sumur uji )
b. Pengindraan jarak jauh
c. Eksplorasi geokimia
d. Eksplorasi geofisika
Jawab : A
a. Test pit (sumur uji) merupakan salah satu cara dalam
pencarian endapan atau pemastian kemenerusan lapisan
dalam arah vertikal.pembuatan sumur uji ini dilakukan jika
dibutuhkan edalam yang lebih (> 2,5 m).
b. Pengindraan jarak jauh merupakan metode eksplorasi
tidak langsung karena memanfaatkan teknologi sarana
luar angkasa untuk dapat melakukan observasi pada
permukaan bumi.
c. Prospeksi geokimia dilakukan berdasarkan pengetahuan
bahwa mineralisasi primer lebih banyak terjadi disekitar
endapan minera dan suatu pola dispersi sekunder dari
unsur-unsur kimia sering terbentuk selama pelapukan dan
erosi dari endapan.
d. Metode geofisika dignakan pada tahap eksplorasi
pendahuluan biasanya dengan airborne untuk mencakup
kenampakan geologi pada area yang luas dan tahap yang
lebih detail dilanjutkan dengan pengukuran geofisika
dipermukaan, maupun pada lubang bor (logging).
4. Pada prinsipnya pemboran dalah suatu kegiatan pembuatan
lubang berdiameter kecil pada suatu target eksplorasi dengan
kedalaman mencakup ratusan meter untuk memperoleh data
yang representatif, dibawah ini yang bukan merupakan metode
pemboran adalah ?
a. Pemboran auger
b. Pola pemboran
c. Rotary drilling
d. Percussive drilling
Jawab : B
a. Pemboran auger adalah pemboran tangan dengan tangkai
yang dilengkapi spiral untuk membawa material halus ke
permukaan, biasanya digunakan untuk endapan plaser.

b. Pola pemboran dilakukan untuk dapat menentukan batas


(outline) dari beberapa endapan dan juga kemenerusan
dari endapan tersebut yang berfungsi untuk perhitungan
cadangan.
c. Rotary drilling adalah metode pemboran non-coring dan
tidak sebanding jika pemboran dilakukan pada batuan
dengan kekerasan halus-sedang seperti batu gamping tau
batu lumpur.
d. Percussive rilling,pada dasarnya alat ini menggunakan
kompresor udara dan ukurannya bervariasi dari kecil
sampai alat bor besar dengan rata-rata kedalaman
pemboran ratusan meter.
5. Dalam melakukan interpretasi harus memperhatikan beberapa
kaidah dasar geologi. Dibawah ini yang merupakan sala satu
kaidah dasar geologi yaitu ?
a. Tracing float
b. Dilution
c. Erratic high assay
d. Zona-zona mineralogis
Jawab : D
a. Tracing float merupakan kegiatan pengamatan pada
pecahan-pecahan batuan seukuran kerakal s/d boulder
yang terdapat pada sungai-sungai.
b. Dilution yaitu pengurangan kadar akibat masuiknya
waste kedalam conto.
c. Erratic high assay yaitu kesalahan akibat kekeliruan dalam
menentukan posisi (lokasi) sampling karena tidak
memperhatikan kondisi geologi.
d. Zona-zona mineralogis yaitu berhubungan dengan
perlapisan batuan , zona-zona intrusi, dan proses
sedimentasi.
6. Kesalahan yang mungkin terjadi pada saat kita melakukan
sampling yaitu:
a. Bulk sampling
b. Chip sampling
c. Channel sampling
d. Salting
Jawab : D
a. Bulk sampling yaitu metode sampling dengan cara
mengambil material dalam jumlah yang besar.
b. Chip sampling yaitu salam satu metode sampling dengan
cara mengumpulkan pecahan batuan.

c. Channel sampling yaitu metode pengambilan conto


dengan membuat alur/channel sepanjang permukaan
yang memperlihatkan jejak bijih(mineralisasi).
d. Salting yaitu peningkatan kadar pada contoyang diambil
sebagai akibat masuknya material lain dengan kadar
tinggi ke dalam conto.
7. Berikut ini yang bukan merupakan kesalahan yang mungkin
terjadi dalam sampling, yaitu ?
a. Salting
b. Dilution
c. Chip sampling
d. Erratic high assay
Jawab : C
a. Salting yaitu peningkatan kadar pada conto yang diambil
sebagai akibat masuknya material lain dengan kadar
tinggi ke dalam conto.
b. Dilution yaitu pengurangan kadar akibat masuknya waste
ke dalam conto.
c. Chip sampling (conto tatahan) adalah salah satu metode
sampling dengan cara mengumpulkan pecahan batuan
(rock chip) yang dipecahkan melalui suatu jalur ( dengan
lebar 15 cm ) yang memotong zona mineralisasi dengan
menggunakan palu atau pahat.
d. Erratic high assay yaitu kesalahan akibat kekeliruan dalam
penentuan posisi (lokasi) sampling karena tidak
memperhatikan kondisi geologi.
8. Dibawah ini yang bukan merupakan karakteristik tipe endapan
sedimen, termasuk endapan batubara, ironstone, potash,
gipsum, dan garam yaitu:
a. Berbentuk non-tabular
b. Rekomendasi pola sampling
c. Perubahan ketebalan lapisan yang cenderung gradual
d. Sampling sering dikontrol oleh keberadaan sisipan
Jawab : A
a. Berbentuk non-tabular ini merupakan karakteristik umum
dari tipe endapan porfiri.
b. Rekomendasi pola sampling (strategi sampling) adalah
dengan interval teratur secara vertikal, bed by bed (atau
ply by ply), ini merupakan karakteristik endapan sedimen.
c. Perubahan (variasi) ketebalan lapisan yang cenderung
gradual, sehingga anomali-anomali yang ditemukan dapat
diprediksi lebih awal (washout,sesar,perlipatan,dll),
sehingga pola dan kerapatan sampling disesuaikan

dengan variasi yang ada. Ini merupakan karakteristik dari


endapan sedimen.
d. Sampling sering dikontrol oleh keberadaan sisipan atau
parting dalam batubara, sehingga interval sampling lebih
bersifat ply per ply. Ini juga merupakan karakteristik dari
endapan sedimen.
9. Dibawah ini yang merupakan Pengertian dari bulk sampling yang
benar adalah...
a. Metode sampling dengan cara mengambil material dalam
jumlah (volume) yang benar, dan umum dilakukan pada
semua fase kegiatan (eksplorasi sampai pengolahan).
b. Teknik sampling dengan cara mengambil bagian (fragmen)
yang berukuran besar dari suatu material (baik di alam
maupun dari suatu tumpukan) yang mengandung
mineralisasi secara acak (tanpa seleksi yang khusus).
c. metode sampling dengan cara mengumpulkan pecahan
batuan (rock chip) yang dipecahkan melalui suatu jalur
( dengan lebar 15 cm ) yang memotong zona mineralisasi
dengan menggunakan palu atau pahat.
d. Metode pengambilan conto dengan membuat alur sepanjang
permukaan yang memperlihatkan jejak bijih (mineralisasi).
Jawab: A
a.
b.
c.
d.

Merupakan
Merupakan
Merupakan
Merupakan

pengertian
pengertian
pengertian
pengertian

dari
dari
dari
dari

bulk sampling
grab sampling
chip sampling
channel sampling

10.Diwah ini yang merupakan manfaat dari hasil pemetaan


geologi/alterasi yang baik dan benar adalah ?
a. Mengetahui zona endapan
b. Melakukan preparasi conto
c. Mengetahui metode pemboran
d. Pemboran eksplorasi
Jawab : A
a. Dengan melakukan eksplorasi langsung dengan metode
pemeetaan geologi kita dapat mengetahui zona-zona
endapan atau lokasi endapan berada.
b. Preparasi contoh merupakan proses pengambilan conto
untuk dibawa ke laporatorium untuk dilakukan assay
(analisis kadar).
c. Metode pemboranyaitu kegiatan pembuatan lubang
berdiameter kecil pada suatu target eksplorasi dengan

kedalaman mencakup ratusan meter untuk memperoleh


data yang representatif.
d. Pemboran eksplorasi yaitu salah satu keputusan penting
dalam kegiatan eksplorasi untuk mengetahui zona
mineralisasi dari permukaan sebaik mungkin.
B. Essay Bab.VI

1. Dalam suatu keputusan yang paling sulit dalam kegiatan


pemboran adalah memutuskan kapan pemboran tersebut
diakhiri. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam
mengambil keputusan dalah ?
Jawab :
Hal yang perlu diperhatikan yaitu..
- Tidak adanya mineralisasi yang dijumpai.
- Mineralisasinya dapat dilokalisasikan tetapi tidak
ekonomis atau terlalu dalam.
- Pemboran yang dilakukan menghasilkan beberapa zona
mineralisasi yang ekonomis tetapi penyebaran kadarnya
terbatas atau perhitungan cadangan menunjukkan bahwa
endapan tersebut terlalu kecil dibanding yang diinginkan.
- Tubuh kadar yang ekonomis sudah diketahui pasti.
- Biaya pemboran sudah habis.

2. Sebutkan informasi-informasi yang dapat dipelajari atau


dihasikan dari kegiatan pemetaan geologi/alterasi...
jawab :
Posisi atau letak singkapan (batuan, urat, atau batubara).
Penyebaran, arah, dan bentuk permukaan dari endapan,
bijih, atau batubara.
Penyebaran dan pola alterasi yang ada.
Variasi, kedudukan, kontak, dan ketebalan satuan litologi
(stratigrafi atau formasi).
Struktur geologi yang mempengaruhi kondisi geologi
daerah.
Informasi-informasi pendukung lainnya seperti
geomorfologi, kondisi geoteknik dan hidrologi.
Bangunan-bangunan, dll.
4. Sampling dapat dilakukan karena beberapa alasan ( tujuan )
maupun tahap pekerjaan, sebutkan dan jelaskan tujuan
tersebut...
Jawab :
a. Selama fase eksplorasi sampling dilakukan pada badan bijih
(mineable thickness) dan tidak hanya terbatas pada zona
mineralisasi saja, tetapi juga pada zona-zona low grade

maupun material barren, dengan tujuan untuk mendapatkan


batas yang jelas antara masing-masing zona tersebut.
b. Selama fase evaluasi, sampling dilakukan tidak hanya pada
zona endapan, tapi juga pada daerah-daerah di sekitar
endapan dengan tujuan memperoleh informasi lain yang
berhubungan dengan kestabilan lereng dan pemilihan
metode penambangan.
c. Sedangkan selama fase eksploitasi, sampling tetap dilakukan
dengan tujuan kontrol kadar (quality control) dan monitoring
front kerja (kadar pada front kerja yang aktif, kadar pada
bench open pit, atau kadar pada umpan material).
5. Dalam pembuatan sumur uji (test pit) perlu diperhatikan
beberapa hal, sebutkan...
Jawab :
Ketebalan horizon B(zonalaterit/residual),
Ketinggian muka air tanah,
Kemungkinan munculnya gas-gas berbahaya (CO 2, H2S),
Kekuatan dinding lubang, dan
Kekerasan batuan dasar.

3. Percussive drilling, pada dasarnya alat ini menggunakan


kompresor udara dan ukurannya bervariasi dari kecil (bor
tangan) sampai alat bor besar dengan rata-rata kedalaman
pemboran ratusan meter. Secara umum alat ini dapat dibagi
dalam dua tipe, sebutkan dan jelaskan dua tipe alat tersebut..
Jawab :
Down the hold hammer drills
Alat bor jenis ini biasanya diletakkan lebih rendah dari
lubang sampai batas akhir dari stang bor dan
digunakan untuk pemboran non-coring. Lubang dengan
diameter sampai 20 cm dan tekanan kedalaman
sampai 200 m masih mungkin, tetapi biasanya
kedalaman yang efisien antara 100150 m. Cutting bor
ditekan keluar oleh kompresor udara. Pada tanah yang
basah daya angkat yang dihasilkan oleh kompresor
dapat menjadi tidak teratur.
Top hammer drills
Sesuai dengan namanya jenis bor ini memiliki alat
tumbuk yang diletakkan di bagian atas dari stang bor.
Energi untuk pemboran non-coring ini dialirkan lewat
stang bor, alat ini lebih baik dari Down-the-hole
hammer drills dan biasanya digunakan untuk lubang
dengan diameter 10 cm dan kedalaman lebih dari 100
m, tapi biasanya 20 m. Percussive drilling adalah
metode yang paling cepat dan murah namun sering
terjadi data tidak lengkap dibanding dengan diamond
drilling.

A. Pilihan Ganda Bab. VII


1. Pentahapan-pentahapan kegiatan eksplorasi suatu industry
pertambangan perlu dilakukan dan sebaiknya saling
berkesinambungan , karena industri pengelolaan pertambangan
ini mempunyai sifat- sifat antara lain, kecuali :
a. Mempunyai resiko tinggi
b. Memerlukan modal yang besar
c. Teknologi yang tidak sederhana
d. Resiko kegagalan mulai d perkecdil
Jawab : D,
a. Merupakan sifat-sifat dari industry pengelolaan tamabang
b. Merupakan sifat-sifat dari industry pengelolaan tamabang
c. Merupakan sifat-sifat dari industry pengelolaan
pertamabangan
2. Tidak termasuk dalam sifat sifat industry pengelolaan
pertambanganTujuan kegiatan eksplorasi antara lain untuk
mengetahui
a. Melokalisasi suatu endapan bahan galian
b. Pencarian model-model geologi yang sesuai
c. A dan D BENAR
d. Endapan/bijih yang dicari
Jawab : C.
a. Merupakan bagian dari tujuan kegiatan eksplorasi
b. Bkan merupakan tujuan eksplorasi melainkan bagian dari
prinsip-prinsip dasar eksplorasi (target eksplorasi )
c. Karena A dan D merupaka tujuan dari kegiatan eksplorasi
d. Merupakan bagian dari tujuan kegiatan eksplorasi
3. Perancangan program eksplorsi harus memenuhi kaidah-kaidah
dasar ekonomis dan perancangan (desain) yaitu efektif efisien
dan cost beneficial,yang di maksud dengan kaidah efektif adalah
:
a. Penggunaan alat ,individu dan metode harus sesuai dengan
keadaan endapan yang dicari
b. Dengan menngunakan prinsip dasar ekonomi ,yaitu dengan
biaya serendah-rendahnya untuk memperoleh hasil yang
sebenar-benarnya
c. Hasil yang diperoleh dapat dianggunkan ( bankable )
d. Penggunaan alat atau pemelihan metode tidak harus sesuai
keadaadan endpan yang dicari
Jawab : A,
a. Merupakan definisi dari kaidah-kaidah dasar ekonomis dan
perancanagan dengan efektif

b. Merupakan definisi dari kaidah-kaidah dasar ekonomis dan


perancanagan dengan efiisen
c. Merupakan definisi dari kaidah-kaidah dasar ekonomis dan
perancanagan dengan cost beneficial
d. Tidak termasuk dari kaidah-idah dasar ekonomis
4. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan eksplorasi,
kecuali:
a. Tujuan eksplorasi
b. Pemilihan metode
c. Pengambilan keputusan
d. Survey dan pemetaan
Jawab : C
a. Merupakan
eksplorasi
b. Merupakan
eksplorasi
c. Merupakan
d. Merupakan
eksplorasi

hal-hal yang perlu di perhatikan dalam kegiatan


hal-hal yang perlu di perhatikan dalam kegiatan
bagian dari pengelolaan kegiatan eksplorasi
hal-hal yang perlu di perhatikan dalam kegiatan

5. Eksplorasi mineral tidak hanya berupa kegiatan sesudah


penyelidikan umum itu, secara positif menemukan tanda tanda
adanya letakan bahan galian tetapi pengertian eksplorasi itu
merujuk kepada seluruh urutan golongan besar pekerjaan .
a. Peninjauan (reconnaissance atau prospeksi atau penyelidikan
umum) dengan tujuan mencapai prospek
b. Melakukan pengelolaan yang baik
c. Penilaian ekonomi prospek yang telah diketemukan
d. Jawaban A,dan C benar
Jawab : D,
a. Merujuk kepada seluruh urutan golongan besar pekerjaan
eksplorasi
b. Tidak merujuk kepadagh seluruh urutan golongan pekerjaan
eksplorasi
c. Merujuk kepada seluruh urutan golongan besar pekerjaan
eksplorasi
d. Merujuk kepada seluruh urutan golongan besar pekerjaan
eksplorasi
6. Perencanaan sampling melalui pembutan parit uji sumur
uji,pemboran eksplorasi yang mencakup,kecuali
a. Jumlah sumur uji,parit uji,pemboran eksplorasi
b. Interval atau spasi antar puritan (lokasi)

c. Kedalaman/panjang sumuran/puritan dan kedalaman lubang


bor
d. Alat transportasi
Jawab : D,
a.
b.
c.
d.

Merupakan bagian dari perencanaan sampling


Merupakan bagian dari perencanaan sampling
Merupakan bagian dari perencanaan sampling
Merupkan tidak dari bagian sampling tetapi merupakan
perencannaan pemboran inti

7. Merupakan tahapan-tahapan kegiatan eksplorasi secara


umumSecara umum suatu menejemen kegiatan eksplorasi telah
meliputi hal-hal sebagai berikut,kecuali :
a. Jenis kegiatan
b. Operasi lapangan
c. Keamanaan
d. Layanan teknis,logistic,dan administrasi
Jawab : C,
a. Merupakan bagian dari menejemen pengelolaan kegiatan
eksplorasi
b. Merupakan bagian dari menejemen pengelolaan kegiatan
eksplorasi
c. Tedik termasuk dalam menejemen pengelolaan kegiatan
eksplorasi melainkan termasuk dalam perencanaan
sampling
d. Merupakan bagian dari menejemen pengelolaan kegiatan
eksplorasi
8. Setiap tahapan/proses eksplorasi harus dapat memenuhi
strategi pengelolaan suatu proyek/pekerjaan eksplorasi
yaitu,kecuali ;
a. Memumgkinkam penghentian sebelum meningkat pada
tahapan selanjutnya jika dinilai hasil hasil yang di peroleh
tidak menguntungkan
b. A dan E benar
c. Pemastian adanya komunikasi yang baik, baik dari pusat
kelapangan atau dalam satu tim kerja lapangan
d. Penekanan dan proporsi yang baik dalam pengelolaan
sumberdaya (manusia,uang dan waktu)
Jawab : B
a. Memenuhi syarat strategi pengolahan suatu proyek/pekerjan
eksplorasi

b. Pernyataan dari A dan E memenuhi syarat suatu


proyek/pekerjaan eksplorasi
c. Tidak memenuhi syarat suatu proyek eksplorasi karena
merupakan bagian dari kegiatan yang dilakuakan untuk
mencapai kesuksesan dalam eksplorasi
d. Tidak memenuhi syarat suatu proyek eksplorasi karena
merupakan bagian dari kegiatan yang dilakuakan untuk
mencapai kesuksesan dalam eksplorasi
9. Metode yang dipilih,keadaan lapangan,waktu,alat yang
tersedia,biaya,dan ketelitian yang d gunakan termasuk dalm halhal yng hurus d perhatikan pada kegiatan eksplorasi pada
bagian :
a. Rencana biaya
b. Penyiapan peralatan/pembeklan
c. Pemilihan metode
d. Pemilihan alat
Jawab : D
a. Mencakup pembiayaan kegiatan eksplorasi seperti
pembukaan lahan untuk basecamp,sarana dan prasarana dll
b. Mencakup peta dasar,alat kerja dll
c. Merupakan bagian yang mencakup seperti pernyataan diatas
d. Mencakup cara tidak langsung,cara lansung,gabungan cara
langsung dan tidak langsung
10.Tahapan-tahapan kegiatan eksplorasi secara umum yaitu:
a. Studi literatur
b. Survey dan pemetaan
c. Tahapan eksplorasi detail
d. Jawaban b dan c benar
Jawab : D
a. Merupakan tahapan eksplorasi tetapi studi literature
termasuk dalam eksplorasi secara detail
b. Merupakan tahapan-tahapan kegiatan eksplorasi secara
umum
c. Merupakan tahapan-tahapan kegiatan eksplorasi secara
umum
B. Essay Bab. VII
1. Dalam eksplorasi prinsip dasar dalam penentuan jarak sedapat
mungkin telah memenuhi beberapa factor, sebutkan dan
jelaskan factor-faktor tersebut!

Jawab :
a. Grid density (interval/jarak) antar titik observersi.
Semakin detail pekerjaan maka grid density semakin
kecil (interval/jarak) semakin rapat.
b. Persyratan pengelompokan hasil pengelompokan hasil
perhitungan cadangan/endapan.
2. Tuliskan dan jelaskan tujuan kegiatan eksplorasi!
Jawab :
Melokalisasi suatu endapan bahan galian
- Eksplorasi pendahuluan/prospeksi
- Eksplorasi detail
Endapan/bijih yang dicari :
sulfide,timah,bauksit,nikel,emas/perak,minyak/gasbumi.
endapan golongan C dll.
Sifat tanah dan batuan
- Untuk penambangan
- Untuk kontruksi Dll
3. Penetuan metode-metode eksplorasi yang akan dilaksanakan
sesuai dengan petunjuk geologi yang diperolehDalam
pemilihan otode eksplorasi, metode eksplorasi yang digunakan
umumnya dikelompokkan menjadi tiga, sebutkan !
Jawab :
- Cara tidak langsung antara lain geofisika dan geokimia
- Cara langsung antara lain pemetaan langsung dan
pemboran
- Gabungan cara langsung dan tidak langsung.
4. Pentahpan-pentahapan kegiatan dalam suatu industry
pertambangan perlu dilakukan dan sebaiknya saling
berkesinambungan karena industry pengelolaan penambangan
ini mempunyai sifat-sifat antara lain mempunyai resiko
tinggi,memerlukan modal yang besar dan lain-lain, sifat-sifat
tersebut muncul akibat beberapa factor, sebutkan factor-factor
tersebut!
Jawab :
a. Adanya ketidak pastian mengenai pengetahuan
cadangan bahan tambangnya, baik mengenai jumlah
kadar atau kualitas,bentuk,serta letak dan posisi
endapan
b. Kondisi-kondisi geologi (sifat batuan,struktur,dan air
tanah)endapan dandaerah sekitarnya
c. Umumnya terletak pada daerah yang jauh dan relatif
terpencil

5. Tuliskan dan jelaskan prinsip-prinsip dasar eksplorasi

Jawab:
Target eksplorasi
- Jenis bahan galian (spesifikasi kualitas)
- Pencarian model-model geologi yang sesuai
Permodelan eksplorasi
- Menggunakan model geologi regional untuk
pemilihan daerah target eksplorasi
- Menentukan model geologi local berdasarkan
keadaan lapangan dan mendeskripsikan petunjukpetunjuk geologi yang akan dimanfaatkan
A. Pilihan Ganda Bab. VIII

1. Ukuran kekakuan yang merupakan suatu konstanta untuk setiap


padatan yang klastik. Sering disebut modulus elastisitas yang
merupakan perbandingan antara tegangan terhadap regangan
(E=/), merupakan pengertian dari;
a. kuat geser
b. tegangan
c. regangan
d. modulus young
jawab : D
a. Tegangan (stress) adalah gaya yang bekerja tiap satuan
luas permukaan. Simbolnya adalah s untuk tegangan
normal dan t untuk tegangan geser.
b. Regangan (strain) adalah respon yang diberikan oleh
suatu material akibat dikenai tegangan. Simbolnya adalah
(baca: epsilon) yang menunjukkan deformasi
(pemendekan atau pemanjangan) per satuan panjang
mula-mula.
c. Kuat geser (shear strength) adalah besarnya tegangan
atau beban pada saat material hancur dalam geserannya.
d. Modulus Young (E) adalah ukuran kekakuan yang
merupakan suatu konstanta untuk setiap padatan yang
klastik. Sering disebut modulus elastisitas yang
merupakan perbandingan antara tegangan terhadap
regangan.
2. Gaya yang bekerja tiap satuan luas permukaan. Simbolnya
adalah s untuk tegangan normal dan t untuk tegangan geser,
merupakan pengertian dari;
a. kuat geser
b. tegangan
c. regangan
d. modulus young
jawab : B

a. Tegangan (stress) adalah gaya yang bekerja tiap satuan


luas permukaan. Simbolnya adalah s untuk tegangan
normal dan t untuk tegangan geser.
b. Regangan (strain) adalah respon yang diberikan oleh
suatu material akibat dikenai tegangan. Simbolnya adalah
e yang menunjukkan deformasi (pemendekan atau
pemanjangan) per satuan panjang mula-mula.
c. Kuat geser (shear strength) adalah besarnya tegangan
atau beban pada saat material hancur dalam geserannya.
d. Modulus Young (E) adalah ukuran kekakuan yang
merupakan suatu konstanta untuk setiap padatan yang
klastik. Sering disebut modulus elastisitas yang
merupakan perbandingan antara tegangan terhadap
regangan (E=s/e)
3. Beberapa karakteristik kuat tekan dan kuat tarik yang telah
diukur untuk beberapa jenis batuan yang umum yang benar
yaitu
Jenis batuan
Kuat tekan (kg/m2)
Kuat tarik
(kg/m2)
Batuan intrusif
a. Granit
1000-2900
40-250
b. Diorit
1900-3000
150-300
c. Gabro
1500-3000
50-300
d. Dolerit
2000-3400
150-350
Jawab : C
Jenis batuan
(kg/m2)
Batuan intrusif
Granit
Diorit
Gabro
Dolerit

Kuat tekan (kg/m2)

1000-2800
1800-3000
1500-3000
2000-3500

Kuat tarik

40-250
150-300
50-300
150-350

4. Bagian dari rekayasa sipil yang didasarkan pada pengetahuan


yang terkumpul selama sejarah penambangan, merupakan
pengertian dari ;
a. geoteknik
b. geology
c. geofisika
d. geokimia
jawab : A
Geoteknik merupakan bagian dari rekayasa sipil yang
didasarkan pada pengetahuan yang terkumpul selama sejarah
penambangan.

Geologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bumi dan


gejala-gejala yang terjadi didalamnya.
Geofisika dan geokimia merupakan metode dalam eksplorasi tak
langsung.
5. Perhatikan dibawah ini :
1. Kuat kompresif tak tertekan (uniaksial) yang diuji dengan
suatu silinder
atau prisma terhadap titik pecahnya.
Gambar 8.2 menunjukkan jenis uji dan rekahan tipikal yang
berkembang di atas bidang pecahnya.
2. Kuat tarik (tensile strength) ditentukan dengan uji Brazilian
dimana suatu piringan ditekan sepanjang diameter atau
dengan uji langsung yang meliputi tarikan sebenarnya atau
bengkokan dari prisma batuan.
3. Kuat geser (shear strength) yang diuji secara langsung dalam
suatu shear box atau diukur sebagai komponen pecahan
kompresi.
4. Kuat geser kompresif triaksial yang diuji dengan penempatan
dalam suatu silinder berselubung dimana batuan ditempatkan
pada tempat yang diisi fluida, sehingga tekanan lateral
maupun pembebanan aksial dapat diberikan
Yang merupakan beberapa jenis kekuatan batuan yaitu;
a. 1,2 dan 3
b. 2 dan 4
c. 1 dan 4
d. 1, 2, 3 dan 4
Jawab : D
Terdapat beberapa jenis kekuatan batuan, yaitu :
1. Kuat kompresif tak tertekan (uniaksial) yang diuji dengan
suatu silinder atau prisma terhadap titik pecahnya.
Menunjukkan jenis uji dan rekahan tipikal yang berkembang di
atas bidang pecahnya.
2. Kuat tarik (tensile strength) ditentukan dengan uji Brazilian
dimana suatu piringan ditekan sepanjang diameter atau
dengan uji langsung yang meliputi tarikan sebenarnya atau
bengkokan dari prisma batuan.
3. Kuat geser (shear strength) yang diuji secara langsung dalam
suatu shear box atau diukur sebagai komponen pecahan
kompresi.
4. Kuat geser kompresif triaksial yang diuji dengan penempatan
dalam suatu silinder berselubung dimana batuan ditempatkan
pada tempat yang diisi fluida, sehingga tekanan lateral
maupun pembebanan aksial dapat diberikan
6. Besarnya tegangan atau beban pada saat material hancur dalam
geserannya, merupakan pengertian dari;

a. kuat geser
b. tegangan
c. regangan
d. modulus young
jawab : A
1. Tegangan (stress) adalah gaya yang bekerja tiap satuan luas
permukaan. Simbolnya adalah untuk tegangan normal dan
untuk tegangan geser.
2. Regangan (strain) adalah respon yang diberikan oleh suatu
material akibat dikenai tegangan. Simbolnya adalah yang
menunjukkan deformasi (pemendekan atau pemanjangan) per
satuan panjang mula-mula.
3. Kuat geser (shear strength) adalah besarnya tegangan atau
beban pada saat material hancur dalam geserannya.
4. Modulus Young (E) adalah ukuran kekakuan yang merupakan
suatu konstanta untuk setiap padatan yang klastik. Sering
disebut modulus elastisitas yang merupakan perbandingan
antara tegangan terhadap regangan
7. 10. Deskripsi dan sifat-sifat batuan utuh diantara bidang
ketidakselarasan.Beberapa karakteristik kuat tekan dan kuat
tarik yang telah diukur untuk beberapa jenis batuan yang umum
yang benar yaitu
Jenis batuan
Kuat tekan (kg/m2)
Kuat
tarik (kg/m2)
Batuan ekstrusif
a. Riolit
800-1600
50-90
b. Dasit
800-1700
30-80
c. Andesit
400-3300
50-110
d. Basal
800-3200
60-300
e. Tufa vulkanik
50-800
5-45
Jawab : A
Beberapa karakteristik kuat tekan dan kuat tarik yang telah
diukur untuk beberapa jenis batuan yang umum yang benar
yaitu
Jenis batuan
Kuat tekan (kg/m2)
Kuat
tarik (kg/m2)
Batuan ekstrusif
a. Riolit
800-1600
50-90
b. Dasit
800-1600
30-80
c. Andesit
400-3200
50-110
d. Basal
800-4200
60-300
e. Tufa vulkanik
50-600
5-45
8. Respon yang diberikan oleh suatu material akibat dikenai
tegangan. Simbolnya adalah yang menunjukkan deformasi
(pemendekan atau pemanjangan) per satuan panjang mulamula, merupakan pengertian dari;

a. Kuat geser
b. Tegangan
c. Regangan
d. Modulus young
jawab : C
1. Tegangan (stress) adalah gaya yang bekerja tiap satuan luas
permukaan. Simbolnya adalah untuk tegangan normal dan
untuk tegangan geser.
2. Regangan (strain) adalah respon yang diberikan oleh suatu
material akibat dikenai tegangan. Simbolnya adalah yang
menunjukkan deformasi (pemendekan atau pemanjangan) per
satuan panjang mula-mula.
3. Kuat geser (shear strength) adalah besarnya tegangan atau
beban pada saat material hancur dalam geserannya.
4. Modulus Young (E) adalah ukuran kekakuan yang merupakan
suatu konstanta untuk setiap padatan yang klastik. Sering
disebut modulus elastisitas yang merupakan perbandingan
antara tegangan terhadap regangan
9. Klasifikasi kualitas batuan berdasarkan RQD (Peters, 1978)
RQD (%)
Kualitas
a. 0 25
Sangat buruk
b. 25 50
buruk
c. 50 75
sedang
d. 75 90
baik
e. 90 100
baik sekali
Dari data diatas yang benar yaitu
a. (a dan b)
b. (a, b dan c)
c. (b, c, dan d)
d. (a, b, c, d dan e)
Jawab : D
Klasifikasi kualitas batuan berdasarkan RQD (Peters, 1978)
RQD (%)
Kualitas
a. 0 25
Sangat buruk
b. 25 50
buruk
c. 50 75
sedang
d. 75 90
baik
e. 90 100
baik sekali
10.1. Peta lokasi atau rencana tambang.
2. Kedalaman di bawah datum referensi.
3. Kemiringan (dip).
4. Frekuensi atau spasi antar bidang ketidakselarasan yang
berdekatan.
5. Kemenerusan atau perluasan bidang ketidakselarasan.
6. Lebar atau bukaan bidang ketidakselarasan.
7. Gouge atau pengisian antar muka bidang ketidakselarasan.

8. Kekasaran permukaan dari muka bidang ketidakselarasan.


9. Waviness atau lekukan permukaan bidang ketidakselarasan.
10. Deskripsi dan sifat-sifat batuan utuh diantara bidang
ketidakselarasan.
Dari informasi diatas, manakah yang merupakan informasiinformasi geoteknik ?
a. 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7
b. 1, 2, 5, 6, 7 dan 9
c. 4, 5, 6, 7, 8 dan 10
d. 1 samapi 10 semua benar
Jawab : D
Informasi geoteknik
1. Peta lokasi atau rencana tambang.
2. Kedalaman di bawah datum referensi.
3. Kemiringan (dip).
4. Frekuensi atau spasi antar bidang ketidakselarasan yang
berdekatan.
5. Kemenerusan atau perluasan bidang ketidakselarasan.
6. Lebar atau bukaan bidang ketidakselarasan.
7. Gouge atau pengisian antar muka bidang ketidakselarasan.
8. Kekasaran permukaan dari muka bidang ketidakselarasan.
9. Waviness atau lekukan permukaan bidang ketidakselarasan.

B. Essay Bab. VIII

1. Koefisien penyimpanan dalam suatu akifer ditunjukkan sebagai


fraksi desimal, yangmenunjukkan volume air yang dapat
diharapkan untuk dikuras dari suatu satuan volumetanah.
Parameter tersebut berkaitan dengan pori, rekahan, dan lubang
bukaan larutanuntuk pengisian oleh airtanah. Koefisien
penyimpanan umumnya dihitung dari uji?
Jawab :
Uji pompa dalam sumur observasi yang digunakan untuk
memonitor perbedaan kurva penurunan ataupermukaan
piezometrik di sekitar sumur atau shaft, seperti yang
diperlihatkan pada Gambar .

2. Dalam pengamatan inti bor untuk informasi struktur dikenal


istilah?
Jawab :
RQD (rock-quality designation) yaitu persen inti bor yang
diperoleh dan hanya dihitung untuk inti bor yang memiliki
panjang 10 cm atau lebih. Klasifikasi kualitas berdasarkan RQD
ditunjukkan pada Gambar
3. Jelaskan Dua parameter pengukuran yang terpenting dalam
hidrologi!
Jawab :
adalah koefisien permeabilitas dan koefisien penyimpanan, atau
porositas efektif.
- Koefisien permeabilitas (k) merupakan suatu elemen dari
Hukum Darcy : V = k.i, dimana V adalah kecepatan aliran
laminer (kondisi nonturbulen) dan I adalah gradien hidraulik
yang merupakan rasio kehilangan dalam tinggi hidraulik
(tekanan) oleh resistansi friksional terhadap satuan jarak
dalam arah aliran. Koefisien permeabilitas ditentukan secara
eksperimen untuk daerah yang spesifik dengan uji pompa
dan di laboratorium dengan uji permeameter.
- Koefisien
penyimpanan
dalam
suatu
akifer
ditunjukkan
sebagai
fraksi
desimal,
yang
menunjukkan volume air yang dapat diharapkan
untuk dikuras dari suatu satuan volume tanah.
Parameter tersebut berkaitan dengan pori, rekahan,
dan lubang bukaan larutan untuk pengisian oleh
airtanah. Koefisien penyimpanan umumnya dihitung
dari uji pompa dalam sumur observasi yang
digunakan untuk memonitor perbedaan kurva

penurunan atau permukaan piezometrik di sekitar


sumur atau shaft,
4. Sebutkan minimal 5 informasi geologi teknik?
Jawab :
Peta lokasi atau rencana tambang.
Kedalaman di bawah datum referensi.
Kemiringan (dip).
Frekuensi atau spasi antar bidang ketidakselarasan yang
berdekatan.
Kemenerusan atau perluasan bidang ketidakselarasan.
Lebar atau bukaan bidang ketidakselarasan.
Gouge atau pengisian antar muka bidang ketidakselarasan.
Kekasaran permukaan dari muka bidang ketidakselarasan.
Waviness atau lekukan permukaan bidang ketidakselarasan.
Deskripsi dan sifat-sifat batuan utuh diantara bidang
ketidakselarasan
5. Jelaskan apa yang di maksud dengan Klasifikasi kualitas batuan
berdasarkan RQD (Peters, 1978)!
Jawab :
RQD (%)
0 25
25 50
50 75
75 90
90 100

Kualitas
Sangat buruk
buruk
sedang
baik
baik sekali

Jika total kemajuan pemboran 130 cm, total inti bor yang
diperoleh 104 cm, maka perolehan inti bor (core recovery)
adalah 104/130 = 80%. Jumlah panjang inti bor dengan panjang
10 cm atau lebih adalah 71,5 cm, sehingga besarnya RQD =
71,5/130 = 55% artinya kualitas batuan yang bersangkutan
adalah sedang.