Anda di halaman 1dari 10

Yaumul Bats, Hari Kebangkitan

Allah Azza wa Jalla telah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa


sallam sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Beliau n datang
membawa kebenaran sebelum datangnya hari Kiamat. Tidaklah beliau meninggalkan
kebaikan apapun, kecuali telah beliau jelaskan kepada umatnya. Dan tidaklah beliau
meninggalkan keburukan apapun juga, kecuali telah beliau peringatkan.
Di antara kewajiban yang telah beliau jelaskan, yaitu beriman kepada hari
Akhir. Yang merupakan salah satu dari rukun iman yang enam. Dan termasuk pokokpokok aqidah Islam yang besar. Di dalamnya terkandung pengertian adanya beriman
kepada al bats, yaitu hari kebangkitan).
Pengertian Al Bats
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah berkata,(Yang
dimaksud) iman kepada al bats, yaitu dihidupkannya orang-orang yang telah mati
pada waktu terompet ditiup pada tiupan yang kedua. Lalu manusia akan berdiri
menghadap Rabbul Alamiin dalam keadaan tanpa alas kaki, telanjang tanpa penutup,
dan belum dikhitan. Allah Taala berfirman
Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan
mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; Sesungguhnya
Kami-lah yang akan melaksanakannya. [al Anbiya/21 : 104].[1]
Syaikh Dr. Umar Sulaiman al Asyqar berkata: Yang dimaksud dengan al
bats adalah, tempat kembalinya badan dan dihidupkannya hamba-hamba pada hari
Kiamat. Jika Allah al Haq (Yang Maha Benar) berkehendak mengembalikan dan
menghidupkan hamba-hamba kembali, (maka) Dia memerintahkan Malaikat Israfil.
Lalu dia (pun) meniup terompet, (yang) kemudian ruh-ruh kembali menuju jasadjasadnya, dan manusia akan berdiri menghadap Rabbul Alamiin. Allah berfirman:
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi
kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali

lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).


[az Zumar/39 : 68].[2]
Kewajiban Beriman Kepada Al Bats
Al bats merupakan perkara yang pasti, tidak ada keraguan padanya. Hal ini
sebagaimana ditunjukkan oleh al Kitab, as Sunnah, dan Ijma.
Allah Azza wa Jalla memberitakan, bahwa Dia menciptakan manusia dari sari
pati tanah. Kemudian menciptakannya sebagai air mani di dalam tempat yang kokoh.
Kemudian Dia memberitakan fase-fase penciptaan manusia di dalam perut ibunya.
Maka Dia menciptakan manusia sebagai makhluk yang berbeda dengan sebelumnya
ketika dilahirkan ke dunia ini. Setelah itu semua, Allah berfirman:
Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.
Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu)
pada hari Kiamat. [al Muminun/23:15-16].
Allah Azza wa Jalla juga memberitakan kebangkitan dari kubur setelah
terompet ditiup, sebagai berikut :
Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari
kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: Aduhai
celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami
(kubur)? Inilah yang dijanjikan (Tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah
rasul-rasul(Nya). [Yasin/36 : 51-52].
Hanya mereka yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan
orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian
kepadaNya-lah mereka dikembalikan. [al Anam/6 : 36]
Akan tetapi, orang-orang kafir jahiliyah mengingkari adanya al bats.
Sehingga Allah Azza wa Jalla memerintahkan RasulNya untuk bersumpah dengan
namaNya, bahwa al bats adalah benar :
Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan
dibangkitkan. Katakanlah: Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan

dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu


kerjakan. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. [ath Thaghabun / 64 :
7].
Bahkan menciptakan seluruh makhluk dan menghidupkan mereka kembali
setelah kematiannya, bagi Allah hanyalah seperti menciptakan dan menghidupkan
kembali satu jiwa saja.
Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur)
itu, melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa
saja. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha melihat. [Luqman/31 :
28].
Jika demikian, maka sesungguhnya al bats merupakan kepastian, dan tidak
ada keraguan padanya. Oleh karenanya Allah Azza wa Jalla berfirman:
Dan Sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan
padanya; dan bahwasanya Allah akan membangkitkan semua orang di dalam
kubur. [al Hajj/22 : 7].
Dalil-Dalil Al Bats
Semakin besar dan semakin penting suatu masalah, maka bukti-bukti
kebenaran bagi masalah itu juga semakin banyak dan jelas. Begitu juga berkaitan
dengan masalah al bats.
Di dalam al Qur`an, Allah Azza wa Jalla banyak menjelaskan masalah ini,
sehingga benar-benar memuaskan akal, perasaan, dan fithrah orang-orang yang mau
memperhatikannya. Berikut adalah di antara dalil-dalil tentang al bats.
1. Dalil Al Bats Yang Berupa Penciptaan Manusia
Allah Azza wa Jalla telah menciptakan manusia dari ketiadaan, maka
menghidupkan kembali setelah kematiannya itu lebih mudah bagiNya.

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari


setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Dan ia
membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia
berkata: Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah
hancur luluh? Katakanlah: Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang
menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala
makhluk. [Yasin/36 : 77-79].
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin t berkata,Setiap orang tidak
mengingkari bahwa dia telah diciptakan dari ketiadaan. Dia ada setelah sebelumnya
tidak ada. Maka (Allah) Yang telah menciptakannya dan mewujudkannya setelah
sebelumnya tidak ada, Dia lebih utama berkuasa mengembalikannya lagi.[2]
2. Dalil Al Bats Yang Berupa Penciptaan Langit dan Bumi
Sesungguhnya Allah adalah pencipta langit dan bumi dengan tanpa contoh
sebelumnya. Sedangkan penciptaan langit dan bumi itu jauh lebih besar daripada
penciptaan manusia. Maka, Dia Yang telah menciptakan langit dan bumi itu, tentu
lebih mampu dan berkuasa menciptakan manusia dan menghidupkannya kembali
setelah kematiannya.
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang
menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena
menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan)
sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. [al Ahqaf/46 : 33].
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah berkata,Setiap
orang tidak mengingkari keagungan penciptaan langit dan bumi, karena besarnya
keduanya dan penciptaannya yang mengagumkan. Maka (Allah) Yang telah
menciptakan keduanya lebih utama berkuasa menciptakan manusia dan
menghidupkannya kembali.[4]

3. Dalil Al Bats Yang Berupa Muncul dan Berkembangnya Tumbuh-Tumbuhan di


Muka Bumi Setelah Turunnya Hujan
Allah menghidupkan bumi dengan air hujan setelah gersangnya. Begitulah
Allah akan menghidupkan orang-orang yang telah mati.
Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu
Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti Itulah kamu akan
dikeluarkan (dari dalam kubur). [az Zukhruf/43 : 11].
Di dalam ayat yang lain Allah berfirman:
Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah
menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa
seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang
telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. [ar Ruum/30 : 50].
Allah Azza wa Jalla juga berfirman:
Dan di antara tanda-tandaNya (ialah), bahwa kau lihat bumi kering dan
gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak
dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, pastilah dapat
menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala
sesuatu. [Fushshilat/41 : 39]
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah berkata,Setiap
orang yang memiliki pandangan melihat bumi yang gersang, mati tumbuhtumbuhannya. Jika hujan telah turun padanya, bumi itu subur dan tumbuhtumbuhannya hidup setelah sebelumnya mati. Maka (Allah) Yang berkuasa
menghidupkan bumi setelah kematiannya, Dia juga berkuasa menghidupkan dan
membangkitkan orang-orang yang telah mati.

4. Dalil Al Bats Yang Berupa Hikmah Pembalasan Amal


Allah Azza wa Jalla berfirman:
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu
secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada
Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan
selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) Arsy yang mulia. [al Mu`minun/23 :
115-116].
Segungguhnya hari Kiamat itu akan datang; Aku merahasiakan (waktunya)
agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan. [Thaha/20 : 15].
Maka apakah patut Kami menjadikan orng-orang Islam itu sama dengan
orang-orang yang berdosa (orang kafir)? Atau adakah kamu (berbuat
demikian); bagaimanakah kamu mengambil keputusan? [al Qalam/68 : 35-36]
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara
keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang
kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk
neraka. Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal yang shalih sama dengan orang-orang yang berbuat
kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang- orang
yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat masiat? [Shaad/38 :
27-28].
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah
berkata,Sesungguhnya hikmah menuntut adanya al bats setelah kematian, agar
supaya setiap jiwa dibalas dengan apa yang telah dia usahakan. Seandainya
(pembalasan, Red.) itu tidak ada, berarti penciptaan manusia sia-sia, tidak ada
nilainya, dan tidak ada hikmahnya. Dan (berarti) tidak ada perbedaan antara manusia
dengan binatang dalam kehidupan ini.[6]

5. Dalil Al Bats Yang Berupa Berita-Berita Dari Para Nabi dan Kitab-Kitab Suci
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah
berkata,Sesungguhnya perkara al bats telah mutawatir berita dari para nabi dan
rasul di dalam kitab-kitab Allah dan syariat-syariat dari langit. Umat mereka telah
menerimanya dengan penerimaan yang sebenarnya. Maka bagaimana engkau (orangorang kafir, Pen.) mengingkari al bats, sedangkan engkau membenarkan apa yang
diberitakan kepadamu (yang datang) dari seorang filosof, atau pemilik suatu prinsip
(aliran), atau pemilik suatu pemikiran, padahal beritanya tidaklah mencapai apa yang
telah dicapai oleh berita tentang al bats, baik di dalam sarana pemberitaan, dan di
dalam bukti kenyataan. []7]
Berita tentang al bats disebutkan di dalam kitab-kitab suci zaman dahulu,
antara lain disebutkan di dalam ayat-ayat sebagai berikut:
Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang
kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini
benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab
Ibrahim dan Musa. [al Ala/87: 16-19].
Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaranlembaran Musa? Dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu
menyempurnakan janji? (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak
akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada
memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu
kelak akan diperlihat (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya
dengan balasan yang paling sempurna. [an Najm/53 : 36-41].
6. Dalil Al Bats Yang Berupa Kejadian Nyata
Yaitu peristiwa-peristiwa yang telah diperlihatkan Allah secara langsung
kepada manusia, sebagaimana Dia beritakan di dalam kitabNya. Berikut di antara
peristiwa-peristiwa tersebut.

a. Peristiwa pada zaman Nabi Ibrahim Alaihissallam.


Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata : Ya Tuhanku, perlihatkanlah
kepadaku, bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati. Allah
berfirman,Belum yakinkah kamu? Ibrahim menjawab,Aku telah
meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku).
Allah berfirman,(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu
cincanglah semuanya olehmu, (Allah berfirman),Lalu letakkan di atas
tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah
mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah
bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [al Baqarah/2 : 260].
b. Peristiwa pada zaman Nabi Musa Alaihissallam.
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata : Hai Musa, kami tidak akan
beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu
kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya. Setelah itu Kami
bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur. [al
Baqarah/2:55-56].
Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia, lalu kamu
saling tuduh-menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa
yang selama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman: Pukullah mayat
itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu! Demikianlah Allah
menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dam memperlihatkan
padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti. [al Baqarah/2 : 7273].
c. Peristiwa pada zaman Nabi Isa Alaihissallam.
Nabi Isa telah berkata kepada umatnya, yaitu Bani Israil:
Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa
sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari
tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya. Maka, ia menjadi seekor
burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak

dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan
orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu
makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang
demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu
sungguh-sungguh beriman. [Ali Imran/3 : 49].
d. Peristiwa ribuan orang yang dimatikan oleh Allah, lalu Dia menghidupkan
mereka kembali.
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari
kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena
takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: Matilah kamu,
kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai
karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. [al
Baqarah/2 : 243].
e. Seorang laki-laki yang telah mati selama seratus tahun, lalu Allah
menghidupkannya.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu
negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata :
Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur? Maka
Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya
kembali. Allah bertanya: Berapakah lamanya kamu tinggal di sini? Dia
menjawab : Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari. Allah
berfirman: Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya;
lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan
lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang-belulang); Kami
akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah
kepada tulang-belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali,
kemudian Kami membalutnya dengan daging. Maka tatkala telah nyata
kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati), dia pun

berkata: Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [al
Baqarah/2 : 259].
f. Peristiwa Ash-habul Kahfi.
Yaitu tujuh pemuda dengan seekor anjing mereka yang masuk ke
dalam goa dan tidur selama 309 tahun qomariyah, atau 300 tahun syamsiyah.
Allah berfirman:
Dan mereka tinggal dalam gua mereka selama tiga ratus tahun dan
ditambah sembilan tahun (lagi). [al Kahfi/18 : 25].
Kemudian Allah membangunkan mereka sebagai tanda kekuasaanNya
yang nyata. Dia berfirman:
Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan
mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan
bahwa kedatangan hari Kiamat tidak ada keraguan padanya. [al Kahfi/18 :
21].
Setelah bukti-bukti ini jelas bagi orang-orang yang mengingkari al
bats, dan kemudian mereka tetap mengingkarinya, maka mereka adalah
orang-orang yang sombong dan membangkang lagi zhalim. Adapun orangorang yang zhalim itu akan mengetahui ke mana mereka akan kembali setelah
kematian dan kebangkitan mereka.