Anda di halaman 1dari 9

BAB IV

PEMBAHASAN
A. RUMAH SAKIT UMUM DR. SLAMET
Rumah Sakit Umum dr. Slamet adalah rumah sakit kelas B berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia Nomor
188/MENKES

KESOS/SK/XII/2000

tanggal

26

Desember

2000.

Apabila

melihat

PERMENKES RI Nomor 340/MENKES/PER/III/2010 tentang Kalsifikasi Rumah Sakit maka


layak RSUD dr. Slamet menjadi rumah sakit kelas B meskipun ada beberapa fasilitas dan
kemampuan pelayanan yang masih kurang, saat ini RSUD dr. Slamet memiliki kapasitas
tempat tidur 586 buah,
Pelayanan medis RSUD dr. SLamet
Pelayanan medic umum

: Pelayanan medic dasar


Pelayanan medic gigi dan mulut

Pelayanan medic spesialis dasar

Pelayanan KIA/KIB
: Penyakit dalam
Bedah
Kesehatan anak

Pelayanan spesialis penunjang medik

Obsentri dan Ginekologi


: Radologi
Rehabilitasi Medik
Patologi klinik

Pelayanan medic spesialis lain

Patologi anatomi
: Mata
Telinga Hidung dan Tenggorok
Syaraf
Jantung dan Pembuluh Darah
Kulit dan Kelamin
Jiwa
Paru
Orthopedi

Pelayanan medic subspesialis

Kedokteran Forensik
: Penyakit dalam
Bedah

Kesehatan anak
Pelayanan kebidanan dan keperawatan

Obsentri dan Ginekologi


: Asuhan kebidanan

Pelayanan penunjang Klinik

Asuhan keperawatan
: Perawatan intensif
Pelayanan darah
Gizi
Farmasi
Sterilisasi instrument

Pelyanan gawat darurat


Pelayanan penunjang non klinik

Rekam medik
: Instalasi Gawat Darurat 24 jam
: Laundry
Pemeliharaan sarana rumah sakit
Pengelolaan limbah
Gudang
Kamar jenazah
Ambulance

B. LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK RSUD DR. SLAMET


Laboratorium Patologi Klinik RSUD dr. Slamet ialah labotratorium klinik umum
madya dimana laboratorium ini melaksanakan pelayanan pemeriksaan specimen klinik
dengan kemampuan pemeriksaan tingkat laboratorium klinik umum pratama dan pratama
dan pemeriksaan imunologi dengan teknik sederhana, namun laboratorium patologi klinik
RSUD dr.Slamet juga sudah mempunyai beberapa alat pemeriksaan automatic analyzer,
sesuai dengan maksud dari laroratorium klinik umu utama pada PERMENKES RI Nomor
411/MENKES/PER/III/2010 tentang Laboratorium Klinik.
Untuk ketenagaan laboratorium klinik umum madya mempunyai penanggungjawab
teknis sekurang-kuramgnya satu orang dokter spesialis patologi klinik, dan tenaga
administrasi sekurang-kurangnya 4 (empat) orang analis kesehatan, 1 (satu) orang perawat,
dan 2 (dua) orang tenaga administrasi, tetapi pada laboratorium patologi klinik RSUD dr.
SLamet kenyataannya tidak memiliki perawat untuk tenaga administrasi.
Persayaratan

minimal

bangunan

dan

prasarana

411/MENKES/PER/III/2010 tentang Laboratorium Klinik.

PERMENKES

RI

Nomor

No

Jenis Kelengkapan

1
2
3
4
5

Gedung
Ventilasi
Penerangan
Air bersih
Daya listrik

Tata ruang :

kebutuhan

kebutuhan

kebutuhan

6 m2

12 m2

24 m2

Ada

Ada

ada

6 m2

9 m2

9 m2

6 m2

9 m2

9 m2

15m2

30 m2

60 m2

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Tempat penampungan/

Ada
Sesuai

Ada
Sesuai

Ada
Sesuai

pengolahan sederhana

ketentuan

ketentuan

ketentuan

limbah cair
Tempat penampungan/

Sesuai

Sesuai

Sesuai

pengolahan sederhana

ketentuan

ketentuan

ketentuan

a. Ruang tunggu
b. Ruang ganti
c. Ruang
pengambilan
specimen
d. Ruang administrasi
e. Ruang
f.
g.
h.
i.
7

Laboratorium Klinik Umum


Partama
Madya
Utama
Permanen
Permanen
Permanen
1/3 x luas lantai
1/3 x luas lantai
1/3 x luas lantai
5 Watt/ m2
5 Watt/ m2
5 Watt/ m2
50L/pekerja/hari 50L/pekerja/hari 50L/pekerja/hari
Sesusai
Sesusai
Sesusai

pemeriksaan
Ruang sterilisasi
Ruang makan
WC pasien
WC pegawai

limbah padat

Adapun persayaratan lain mengenai ruangan dan fasilitas laboratorium sesuai


dengan PERMENKES RI Nomor 43 Tahun 2013 tentang Cara Penyelengaraan
Laboratorium Klinik yang Baik, yaitu sebagai berikut :
1.

RUANGAN
Luas ruangan setiap kegiatan cukup menampung peralatan yang dipergunakan,

aktifitas dan jumlah petugas yang berhubungan dengan spesimen/pasien untuk


kebutuhan pemeriksaan laboratorium. Semua ruangan harus mempunyai tata ruang
yang baik sesuai alur pelayanan dan memperoleh sinar matahari/cahaya dalam jumlah
yang cukup. Secara umum, tersedia ruang terpisah untuk:

a. ruang penerimaan terdiri dari ruang tunggu pasien dan ruang pengambilan spesimen.
Masing-masing sekurang-kurangnya mempunyai luas 6 m2.
b. ruang pemeriksaan/teknis: luas ruangan tergantung jumlah dan jenis pemeriksaan
yang dilakukan (beban kerja), jumlah, jenis dan ukuran peralatan, jumlah karyawan,
faktor keselamatan dan keamanan kerja serta kelancaran lalu lintas spesimen, pasien,
pengunjung dan karyawan, sekurang-kurangnya mempunyai luas 15 m2.
c. untuk bank darah, pemeriksaan mikrobiologi dan molekuler sebaiknya masing-masing
memiliki ruangan terpisah.
d. ruang administrasi/pengolahan hasil sekurang-kurangnya mempunyai luas 6 m2.
Persyaratan umum konstruksi ruang laboratorium sebagai berikut:
a. dinding terbuat dari tembok permanen warna terang, menggunakan cat yang tidak
luntur. Permukaan dinding harus rata agar mudah dibersihkan, tidak tembus cairan serta
tahan terhadap desinfektan.
b. langit-langit tingginya antara 2,70-3,30 m dari lantai, terbuat dari bahan yang kuat,
warna terang dan mudah dibersihkan.
c. pintu harus kuat rapat dapat mencegah masuknya serangga dan binatang lainnya,
lebar minimal 1,20 m dan tinggi minimal 2,10 m.
d. jendela tinggi minimal 1,00 m dari lantai.
e. semua stop kontak dan saklar dipasang minimal 1,40 m dari lantai.
f. lantai terbuat dari bahan yang kuat, mudah dibersihkan, berwarna terang dan tahan
terhadap perusakan oleh bahan kimia, kedap air, permukaan rata dan tidak licin. Bagian
yang selalu kontak dengan air harus mempunyai kemiringan yang cukup kearah saluran
pembuanga air limbah. Antara lantai dengan dinding harus berbentuk lengkung agar
mudah dibersihkan.
g. meja terbuat dari bahan yang kuat, kedap air, permukaan rata dan mudah dibersihkan
dengan tinggi 0,80-1,00 m. Meja untuk instrumen elektronik harus tahan getaran.
2. FASILITAS PENUNJANG
Fasilitas penunjang secara umum meliputi:
a. tersedia WC pasien dan petugas yang terpisah, jumlah sesuai dengan kebutuhan.
b. penampungan/pengolahan limbah laboratorium.
c. keselamatan dan keamanan kerja.

d. ventilasi: 1/3 x luas lantai atau AC 1 PK/20m2 yang disertai dengan sistem pertukaran
udara yang cukup.
e. penerangan harus cukup (1000 lux di ruang kerja, 1000-1500 lux untuk pekerjaan
yang memerlukan ketelitian dan sinar harus berasal dari kanan belakang petugas).
f. air bersih, mengalir, jernih, dapat menggunakan air PDAM atau air bersih yang
memenuhi syarat. Sekurang-kurangnya 20 liter/karyawan/hari.
g. listrik harus mempunyai aliran tersendiri dengan tegangan stabil, kapasitas harus
cukup. Kualitas arus, tegangan dan frekuensi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Keamanan dan pengamanan jaringan instalasi listrik terjamin, harus tersedia
grounding/arde. Harus tersedia cadangan listrik (Genset, UPS) untuk mengantisipasi
listrik mati.
h. tersedia ruang makan yang terpisah dari ruang pemeriksaan laboratorium.
Apabila mengacu pada PERMENKES RI Nomor 411/MENKES/PER/III/2010
tentang Laboratorium Klinik, laboratoirum patologi klinik RSUD dr. Slamet telah
memenuhi standar atau persyaratan minimal ketenagaan serta bangunan dan prasana,
tetapi pada PERMENKES RI Nomor 43 Tahun 2013 tentang Cara Penyelengaraan
Laboratorium Klinik yang Baik, masih banyak kekuarangan pada segi bangunan dan
fasilitas seperti pada luas rungan yang disesuaikan jumlah dan jenis pemeriksaan,
jumlah, jenis, dan ukuran alat, jumlah karyawan, untuk bank darah dan laboratorium
mikbiologi harus terpisah, dan lain sebaginya
C. PEMERIKSAAN LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK RSUD DR. SLAMET
Ruang lingkup pemeriksaan Laboratorium Rumah Sakit Umum dr Slamet Garut
meliputi :
1. Pemeriksaan Hematologi
Pemeriksaan Hematologi yang biasanya dilakukan adalah Hematologi Rutin
diantaranya adalah Hb, Hitung Jumlah Leukosit, Hematokrit, Hitung Jumlah Eritrosit dan
Hitung Jumlah Trombosit, menggunakan alat Hematology Analyzer Mindray BC-5380 dan
Mindray BC-5300. Preparasi sampel yang dibutuhkan adalah darah vena yang dicampur
dengan antikoagulan K3 EDTA. Darah yang akan diperiksa harus dihomogenkan dengan
benar terlebih dahulu, disarankan menggunakan roller mixer h-RM-700 antara 20-30
putaran/mn selama 10 menit.
Spesifikasi dari alat Hematology Analyzer Mindray BC-5380ini adalah :
a. Mudah : memiliki sistem otomatis, penggunaan, perawatan, dan pelayanan.

b. Ramah pengguna : dilengkapi dengan software, penyimpanan datalog yang luas,


adanya program kontrol kualitas, software validasi untuk koneksi bidireksi.
c. Hemat : pemakaian reagen yang rendah, pemakaian daya yang rendah, harga
service dan perawatan yang rendah.
d. Aman : optical bench dengan adjustment yang terbatas, garansi 10 tahun untuk
sumber cahaya, Cap Piercing Patented.
e. Cepat : dapat dilakukan pemeriksaan dalam jumlah banyak sekaligus.
Penggunaan sampelnya < 20 l. Instrumen yang digunakan sangat padat, reagen
terdapat di dalam alat, adanya monitoring reagen sehingga dapat diketahui reagen mana
yang sudah habis, dan terdapat penyimpanan datalog yang luas dan dapat dihubungkan
langsung dengan printer sehingga hasil dapat dicetak.
Kenyataanya apabila kurangnya homogenisasi

sampel

akan

mempengaruhi

pembacaan hasil pemeriksaan, untuk sampel dari ruangan terkadang disimpan telalau
lama sehingga menyebabkan adanya sel yang rusak yang mempengaruhi hasil, terkadang
sampel juga beku dikarenakan pelarutan serbuk EDTA yang tidak sempurna, untuk
sampel rawat jalan biasanya mengalami kelebihan cairan EDTA karena pencabutan jarum
spuit sebelum tabung EDTA berhenti menghisap sehingga dapat menyebabkan
peningkatan trombosit karena mengalami pembesaran, setiap hari alat dilakukan Quality
Control setiap sebelum digunakan, Quality Control dilakukan pagi hari untuk memantau
perkembangan alat, dan digunakan 1 bahan kontrol normal saja.
Untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit karena yang dilihat adalah granulanya maka
digunakan pewarnaan Giemsa dengan menggunakan 3 reagen, di mana reagen 1 adalah
larutan Fiksatif, reagen 2 adalah Eosin, dan reagen 3 adalah Methylen Blue. Masingmasing lama waktu pewarnaan adalah 2 menit, 2 menit, dan 1 menit.
Kenyataannya untuk waktu pemberian reagen terkadang tidak sesuai dengan
prosedur, juga darah pun terkadang tidak dihomogenisasi terlebih dahulu sebelum dibuat
preparat.
Untuk pemeriksaan LED yaitu degan cara menggunakan darah yang sudah dicampur
antikoagulan Natrium Sitrat.
Kenyataanya untuk sampel darah dari ruangan yaitua darah antikogulan Natrium
EDTA ditambahkan juga antikoagulan Natrium sitrat dimana seharusnya untuk darah anti
koagulan Natrium EDTA ditambahkan NaCl fisiologis, terkadang kelebihan Natrium Sitrat
atau kelebihan sampel darah.
2. Pemeriksaan Kimia Klinik

Untuk pemeriksaan kimia klinik di Laboratorium Rumah Sakit Umum dr. Slamet adalah
menggunakan Autochemistry Analyzer Erba XL-600. Metode yang digunakan adalah
spektrofotometri yaitu, pengukuran Mono & Bichromatic dengan multi panjang gelombang
dengan 12 pilihan panjang gelombang diantaranya: 340, 376,415, 450, 480,505, 546, 570,
600, 660 , 700 & 750 nm. Analyzer ekonomis ini dirancang untuk memberikan hasil yang
cepat tanpa kompromi . Resolusi tinggi kisi difraksi memastikan tingkat akurasi yang
sangat tinggi fotometri .
Prinsip pemeriksaan : Fotometri absorban, turbidimetri. Apabila suatu kuvet yang berisi
larutan berwarna dilewati oleh suatu sinar maka sebagian sinar akan tertahan (Diabsorbsi)
dan sebagian lagi akan diteruskan. Spektrum absorbsi tergantung struktur molekulnya,
lebih tinggi konsentrasi zat yang mengabsorbsi akan makin besar intensitas warna larutan
tersebut selanjutnya makin banyak sinar yang diabsorban kemudian secara kuantitas
konsentrasi zat dapat ditentukan. Pengukuran kekeruhan larutan dengan mengukur
hilangnya intensitas cahaya pada panjang gelombang tertentu akibat adanya hamburan
partikel-partikel yang tersuspensi dalam larutan.
Alat Autochemistry Analyzer Erba XL-600 terdapat 50 kuvet sampel dan 20 kuvet
untuk standar dan kontrol sehingga dengan alat ini dapat mengerjakan 360 sampel/ jam,
pencampuran sampel dan reagen tidak lagi manual, terdapat sample probe-mendeteksi
tingkat cairan dan proteksi collision, pencampuran volume reaksi 150-500L (Volume 200
L), volume yang diisap adalah 2-60L, volume reagen : 10-300L, posisi reagen terdapat
50 posisi (Botol 20-50 mL) suhu 4-12 oC, posisi sampel terdapat 40 posisi (Diameter
tabung 12-14 mm, tinggi 35-100 mm, mikrotube) suhu 4-12oC. Untuk kontrol kualitas
terdapat grafik Levy-Jennings, aturan Westgard, Twin Plot, dan checksum.
Pada alat Erba XL-600dapat menyimpan data. Quality Control pada alat Erba XL600dilakukan setiap hari sekali. Data kontrol serum yang akan digunakan dimasukkan
terlebih dahulu ke dalam software alat dengan sesuai. Semua alat harus dikalibrasi agar
hasil pemeriksaan lebih akurat dan dapat dipercaya.
Seharusnya untuk sampel pada alat ini menggunakan serum pasien tetapi pada
praktek dilapangan plasma pun sering digunakan untuk pemeriksaan ditujukan supaya
lebih cepat dalam pengerjaan sampel biasanya pada sampel pasien rawat jalan, meskipun
plasma yang digunakan tetapi tidak terdapat perbedaan hasil yang signifikan antara
plasma dan serum. Pemeriksaan glukosa darah terkadang menggunakan alat Glukometer.
Biasanya pemeriksaan glukosa darah 2 jam Post Prandial. Dimana alat glukometer
tersebut mempunyai keuntungan yaitu sampel yang diperlukan sangat sedikit dan bisa

diambil dari darah kapiler. Selain itu hasil pemeriksaan dapat keluar dengan cepat, hanya
dalam beberapa detik saja. Untuk pemisahan serum pun tidak sesuai dengan prosedur
dimana seharusnya darah dibiarkan beku lalu disentrifuge selama 10menit pada
kecepatan 3000 rpm.
3. Pemeriksaan Klinik Rutin
Pemeriksaan klinik rutin diantaranya adalah urine rutin dan feces rutin, untuk
pemeriksaan feces rutin masih dilakukan secara manual yaitu pemeriksaan secara
makroskopis dan mikroskopis. Sedangkan untuk pemeriksaan urine rutin menggunakan
alat urin analyzer. Metode Photoelectric Colorimetry. Prinsip :Reflactante photometry
(Pengukuran pantulan cahaya) di mana alat mengukur intensitas cahaya dari pantulan
sinar pada setiap bagian urine test strips yang disinari oleh sinar LED dengan panjang
gelombang yang sudah ditentukan.
Alat tersebut mempunyai kelebihan yaitu dapat melakukan beberapa pemeriksaan
Warna Urine, pH, BJ, Urobilinogen, Nitrit, Bilirubin, Reduksi Urine, Keton, Protein Urine,
Blood, Lekosit. Alat ini dapat mencetak hasil secara otomatis, pengguna dapat mengatur
flag katup yang abnormal sendiri, empat panjang gelombang sumber cahaya dingin
memastikan akurasi hasil, dapat memeriksa 60-120 sampel/jam, dan kapasitas besar
memuat data nyaman untuk ditinjau.
Namun alat ini mempunyai sisi kelemahan yaitu apabila suhu sekitar tinggi maka alat
ini tidak akan dapat melakukan pemeriksaan dan kemungkinan adanya senyawa
pengganggu dalam urine menyebabkan hasil positif atau negatif palsu.
Untuk peeriksaan sedimen urin seharusnya sampel disentrifuge pada kecepatan
2000rpm selama 5menit dengan volume sampel 8-10ml untuk didapatkan supernatannya,
tetapi kenyataan dilapangan terkadang waktu pemutaran tidak sesuai, dan volume sampel
pun tidak sesuai.
4. Pemeriksaan Mikrobiologi
Untuk pemeriksaan BTA pasien akan diberikan 3

(Tiga) wadah sputum. Wadah

pertama berisi sputum yang dikeluarkan sewaktu, wadah kedua berisi sputum yang
didapat saat pagi hari setelah bangun tidur

dan wadah ketiga adalah sputum yang

dikeluarkan satu jam setelah bangun tidur. Kemudian sputum dibuat preparat. Setelah itu

dilakukan pewarnaan dengan menggunakan metode Ziehl Neelsen. Pewarnaan Ziehl


Nelseen terdiri dari Carbol Fuchsin, Asam Alkohol 3%, dan Methylen Blue.
Dilakukan pembacaan dengan menggunakan mikroskop perbesaran 100x. Hasil positif
jika bakteri berwarna merah dan negatif jika bakteri berwarna biru. Namun, pada
pemeriksaan BTA terkadang sampel tidak memenuhi syarat, sehingga sampel yang tidak
memenuhi syarat tidak diperiksa.
Pada kenyataannya meskipun sampel pasien 3 tetapi yang diperiksan hanya satu dan
dipilih sampel yang purulen, untuk sampel pun terkadang ditemukan air liur bukan dahak
sehingga mempengaruhi terhadap hasil, terkadang pada fase pewarnaan tidak sesuai
dengan waktu pada prisedur.
Pemeriksaan pewarnaan gram baketri, biasanya pemeriksaan ini menggunakan
sawab dan dilakukan apusan mata pada bayi yang baru lahir dutujukan untuk mengetahui
adanya batkeri gram negatif neisseria gonorrhoeae. Setelah itu dilakukan pewarnaan
dengan menggunakan metode Pewarnaan Gram. Pewarnaan Gram terdiri dari Crystal
violet, Iodium, Alkohol 96%, Safranin.
5. Pemeriksaan Imunologi-Serologi
Pemeriksaan dengan metode Rapid test seperti IgG dan IgM anti Dengue, HBsAg,
Anti-HIV, hCG, Narkoba (Morfin, Amfetamin, THC dan Benzodiazepin) ini mempunyai
sensitifitas dan spesitifitas yang rendah.
Untuk pembacaan hasil pada pemeriksaan metode rapid test terkadang kurang dari
waktu yang terdapat pada prosedur.
Untuk pemeriksaan widal, reagen harus disimpan pada suhu 8 0C. Sebelum digunakan
reagen harus disimpan pada suhu kamar terlebih dahulu. Pencampuran serum dan reagen
pada serotype yang berbeda diusahakan menggunakan pengaduk yang berbeda untuk
mencegah kontaminasi. Namun di laboratorium rumah sakit ini hanya menggunakan satu
pengaduk saja tetapi selalu dilap menggunakan tisu untuk setiap serotype. Waktu
pembacaan tidak lebih dari satu menit sehingga hasil yang didapatkan sesuai, namun
sering juga hasil dibaca lebih dari satu menit.
Untuk melakukan pemeriksaan kehamilan, menggunakan tes strip. Jika titer hormon hCG belum tinggi maka tidak akan terdeteksi sehingga hasilnya negatif. Seharusnya
duganakan urin pagi hari, tetapi banyak digunakan dalah urin sewaktu.