Anda di halaman 1dari 4

ARSITEKTUR

sekitarnya )

LINGKUNGAN

pengaruh

arsitektur

terhadap

lingkungan

TUGAS 1
Arsitektur adalah suatu seni ilmu dalam merancang suatu bangunan dan
lingkungan binaan.dalam artian luasnya arsitektur ialah suatu ilmu yang
menampung atau mewadahi akvitas manusia . Arsitektur yang baik ialahtentang
bagaimana membangun sebuah bangunan yang ramah lingkungan dan tidak
membuat kerusakan di alam sekitarnya. Dengan keahlian yang dimiliki seorang
arsitek, mereka dapat membantu melestarikan lingkungan dan tetap melakukan
pembangunan, seperti membangun rumah atau bangunan yang sering
disebut green
building karena
bangunannya
yang
bersahabat
dengan
lingkungan.
sebagian orang berpendapat bahwa kegagalan atau kerusakan dalam lingkungan
diperansertakan oleh Arsitektur sebagai perancangnya. Pada setiap
pembangunan tentu akan mengakibatkan perubahan yang berdampak buruk
bagi lingkungan sekitar. Hal ini tentu tidak dapat terhindari, mengingat setiap
manusia pasti akan "menciptakan" limbah dari dalam tubuh maupun luar tubuh
(limbah cuci, dll). Untuk menghindari merusak lingkungan dengan tidak
melakukan pembangunan sama sekali tentu bukan solusi yang bijaksana,
dimana manusia tentu membutuhkan tempat tinggal, dan membangun tempat
tinggal mungkin memerlukan pembukaan lahan yang berarti merusak
lingkungan alami sekitar. Tapi dengan memanfaatkan ilmu yang dimiliki seorang
arsitek, mereka bisa merancang sebuah bangunan yang ideal dan ramah
lingkungan.
Dalam beberapa hal arsitektur juga berperan dalam pembuatan lingkungan
binaan yang baik tetapi tidak semua pembangunan berjalan sesuai ketentuan ketentuan yang baik terhadap lingkungan terkadang bangunan yang dibangun
seorang arsitek tidak memperhatikan lingkungan sekitarnya.seperti hal nya
membangun
sutau
tempat
mempertimbangkan
peruntukan
tempat
tersebut.contoh Seperti jalan yang ambles atau bendungan yang runtuh karena
masalah struktural, bangunan yang tidak memperhatikan KDB, KLB, ataupun
KDH. Seperti beberapa pengalaman yang pernah saya lihat. Ada pembangunan
mini market di Indonesia ini yang tidak memperhatikan lingkungan sekitar,
dengan membangun mini market didepan mini market yang kurang lebih sama
fungsi dan tujuannya. Dan parahnya pembangunannya dengan menebang pohon
yang sudah bertahun-tahun berada disana tanpa berupaya melakukan
pergantian terhadap pohon tersebut.
Berikut beberapa pengaruh positif dan negative arsitektural terhadap lingkungan
sekitarnya :

Pengaruh posotif arsitektur terhadap lingkungan


Memperhatikan hubungan antara ekologi dan arsitektur, yaitu hubungan antara
massa bangunan dengan makhluk hidup yang ada disekitar lingkungannya, tak
hanya manusia tetapi juga flora dan faunanya.

Arsitektur sebagai sebuah benda yang dibuat oleh manusia harus mampu
menunjang kehidupan dalam lingkugannya sehingga memberikan timbal balik
yang menguntungkan untuk kedua pihak. Pendekatan ekologis dilakukan untuk
menghemat dan mengurangi dampak dampak negatif yang ditimbulkan dari
terciptanya sebuah massa bangunan, akan tetapi dengan memanfaatkan
lingkungan sekitar. Contoh terapannya yaitu, munculnya trend green design.
Memberikan dampak pada estetika bangunan
Dapat memberikan pemecahan masalah pada tata letak bangunan atau kota.
Memperhatikan kondisi lahan yang akan dibangun. Sebagai contoh bila
bangunan akan didirikan pada lahan yang memiliki kemiringam, maka dengan
pendekatan ekologis bisa dicarikan solusinya seperti memperkuat pondasi, atau
menggabungkan unsur alam pada lingkungan dengan bangunan yang ada
sehingga
semakin
estetis
bangunan
yang
tercipta
.

Contoh studi kasusnya ialah pada bangunan perpustakaan UI yang ramah


lingkunan
(artikel
tulisan
sebelumnya..http://ismiy.wordpress.com/2010/10/20/bangunan-arsitektur-ramahlingkungan-4/ ), yaitu dengan memaksimalkan penggunaan cahaya matahari
pada siang hari, banyaknya material kaca yang dapat dipilih untuk
memaksimalkan cahaya matahari supaya dapat memasuki ruangan tanpa terasa
panas,
pengunaan
material

material
yang
ramah
lingkungan.

Pengaruh negative didsini, merupakan


melakukan
tugasnya

kekurang ketelitian
dalam

arsitek dalam
membangun.

Contoh studi kasusnya ialah bangunan green arsitektur, yang tidak menciptakan
tema green itu sendiri. Contohnya, bangunan di Kemang, yang seharusnya

bangunan dibangun 20 % dan memiliki lahan terbuka hijau 80 %. Namun saat ini
kemang menjadi kawasan area bisnis yang sensasional, yang hanya memiliki
lahan terbuka hijau menjadi 20%, dan umumnya penuh dengan bentuk masif
yang
hanya
mengejar
estetika
belaka.
akibat dari pembangunan yang kurang memerhatikan lahan terbuka hijau dan
lahan resapan air, menagakibatkan banjir pada kawasan lainnya yangpastinya
merugikan
lingkungan
sekitarnya.

kemang recidense
lingkungan

terjadinya banjir d
sekitarnya

kesimpulan
tanggapan saya terhadap hal ini adalah dalam merancang sutau bangunan
maupun lingkungan binaan dengan memperhatikan lingkungan tanpa
membahayakan lingkungan itu sendiri haruslahdiperlukan pengetahuan dan
pemahaman yang luar biasa terhadap lingkungaan. Seorang arsitek harus
banyak belajar dan belajar dan berusaha tidak egois dalam merancang. Kalau
dilihat dari sudut pandang lain, memang hampir tidak ada yang tanpa resiko.
Membangun tapi merusak lingkungan, tanpa membangun kita juga tidak akan
maju.
solusinya ialah seorang arsitek diharuskan untuk tidak hanya belajar dan

memahami, tapi merancang dengan menerapkan seluruh apa yang sudah


dipelajari dan ketahui, tidak egois dan mencintai lingkungan sekitarnya seperti ia
mencintai dirinya sendiri, dan juga dituntut untuk mengerti akan segala seluk
beluk bangunan,site dan lingkungan, agar bisa tercipta karya-karya arsitektur
yang baik dan tetap pada pemahan dasar arsitektur yaitu meciptakan suatu
lingkungan yang dapat menampung aktvitas manusia di dalamnya dan
memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitarnya juga.

muhammad fadhil, 2014 ARSITEKTUR LINGKUNGAN ( pengaruh arsitektur


terhadap lingkungan sekitarnya ), (
http://fadhil777.blogspot.co.id/2014/09/arsitektur-lingkungan_29.html,
diakses tanggal 13 Agustus 2016 )