Anda di halaman 1dari 6

Lembar Tugas Mandiri 1

Modul Muskuloskeletal Semester 3


Oleh Wynne Oktaviane Lionika, 0906640015
Mekanisme Gerak Sistem Muskuloskeletal
A.

Biomekanika pada Manusia1,2


Gaya pada tubuh manusia dalam keadaan statis adalah keadaan seimbang atau jumlah gaya dalam
segala arah (F=0). Sistem muskuloskeletal pada manusia bekerja sebagai pengumpil / pengungkit.

Sistem Pengungkit Tipe 1


Titik tumpuan berada di antara gaya berat (W) dan gaya otot (M)
Contoh: Posisi menganggukkan kepala

Sistem Pengungkit Tipe 2


Gaya berat (W) di antara titik tumpuan dan gaya otot (M)
Contoh: posisi jinjit

Sistem Pengungkit Tipe 3


Gaya otot (M) di antara titik tumpuan dan gaya berat (W)
Contoh: Posisi tangan mengangkat beban

QuickTime and a
decompressor
are needed to see this picture.

Gambar 1.
Sistem pengungkit 1,
2 dan3

B.

Peranan Otot3
1. Agonis dan Antagonis
Agonis merupakan sifat otot yang menghasilkan gerak yang dikehendak. Antagonis adalah
sifat otot yang bekerja berlawanan dengan agonis. Antagonis harus berelaksasi agar gerakan
yang diinginkan dapat terjadi.
2. Stabilizer dan Neutralizer
Stabilizer merupakan otot-otot yang bekerja pada satu segmen sehingga pergerakan pada
segmen yang berdekatan dapat terjadi. Neutralizer adalah otot yang mengeliminir gerakan
yang tak diinginkan dari otot lain.

QuickTime and a
decompressor
are needed to see this picture.

Gambar 2. Otot mempunyai peranan yang banyak dalam pergerakan. Pada saat abduksi, deltoid bersifat antagonis
karena bertanggung jawab untuk pergerakan abduksi itu sendiri. Dorsi latissimus bersifat antagonist karena untuk
melawan abduksi. Otot trapezius bersifat sebagai stabilisator dan memegang scapula pada tempatnya. Teres minor
menetralisir melalui rotasi eksternal dari rotasi internal yang dihasilkan oleh dorsi latissimus.

C.

Kerja Otot1,3
1. Isometrik (Isometric)
Apabila otot berkontraksi disertai sedikit perubahan panjang otot / tidak ada perubahan
panjang otot, maka disebut sebagai isometrik. Contohnya dapat dilihat pada gambar 3 (sedang
menahan bahu dalam posisi abduksi).
2. Konsentrik (Concentric)
Apabila otot berkontraksi disertai dengan pemendekan otot, maka kita namakan konsentrik.
Contoh dapat lihat pada gambar 3.
3. Esentrik (Eccentric)

Apabila otot berkontraksi disertai dengan pemanjangan otot, maka disebut esentrik. Contoh
dapat lihat pada gambar 3.

QuickTime and a
decompressor
are needed to see this picture.

Gambar 3. Kerja otot isometrik terlihat ketika tidak ada perubahan pada panjang otot. Kerja otot konsentrik terlihat
ketika terjadi pemendekan otot. Kerja otot esentrik terlihat ketika otot memanjang.

D.

Teknik Start dalam Sprint4,5,6


Pada saat starter memerintahkan pelari untuk berada dalam posisi siap, pelari akan
bergerak ke arah depan dan menempatkan posisinya dengan kedua tangan tepat di belakang garis
start, kaki di balik start, dan lutut tungkai belakang menempel di tanah. Pada saat aba-aba awas,
pelari mengangkat lutut tungkai belakang untuk lepas dari tanah, dengan demikian menyebabkan
panggul terangkat dan titik berat badan berpindah ke arah depan. Akhirnya, pada saat pistol
dibunyikan, pelari mengangkat kedua tangannya dari track, kedua lengan diayun dengan kuat
(satu ke depan, satu ke belakang), dan dengan ekstensi yang kuat dari kedua tungkainya
mendorong tubuh ke depan menjauhi balok dan menuju langkah lari pertama.
Ada tiga jenis start jongkok (crouch start), yaitu bunch atau bullet, the medium, dan the
elongated. Perbedaan yang mendasar dari ketiga teknik ini terletak pada jarak longitudinal antara
kaki (yaitu jarak antara ujung jari salah satu kaki ke ujung jari kaki lain). Dalam bunch start,
ujung jari kaki belakang ditempatkan hampir sejajar dengan tumit kaki depan. Jarak dari kedua
ujung jari kaki 25-30 cm. Dalam medium start lutut tungkai belakang ditempatkan sekitar
setengahnya dari kaki depan, yaitu pada saat pelari dalam posisi siap. Jarak dari ujung kedua kaki
adalah 40-55 cm. Teknik elongated start yang jarang digunakan, posisi lutut tungkai belakang

ditempatkan sejajar atau sedikit di belakang tumit kaki depan, pada saat posisi slap. Jarak dari
kedua ujung jari kaki adalah 60-70 cm.
E.

Lari Sprint5,6
Keterampilan lari sprint dianggap penting, tidak hanya dalam atletik tetapi juga dalam
berbagai cabang olahraga lainnya. Keberhasilan dalam lari sprint ditentukan oleh kemampuan
pelari dalam menggabungkan aksi kedua kaki dan kedua lengan agar menjadi keseluruhan gerakan
yang terkoordinasi,
Tungkai
Aksi kedua tungkai dalam Iari membentuk putaran (cyclic). Tiap kaki saling bergantian
mendarat di tanah, selalu melewati bagian bawah dan belakang tubuh, kemudian
meninggalkan tanah untuk bergerak ke arah depan mempersiapkan pendaratan berikutnya.
Siklus ini dapat dibagi menjadi :

Supporting phase, dimulai saat kaki mendarat dan berakhir sampai saat titik berat badan
pelari melewati ke arah depannya. Fungsi fase ini adalah menahan gerakan pelari ke arah
bawah yaitu gerak ke arah bawah yang disebabkan gravitasi selama pelari berada di udara
dan memudahkan pelari untuk bergerak dan mendorong tubuhnya ke arah depan dan atas
menuju langkah selanjutnya.

Driving phase, dimulai dari akhir fase pertama dan berakhir pada saat kaki lepas dengan
tanah. Tujuan dari fase ini adlaah melakukan dorongan ke arah bawah dan belakang
terhadap tanah.

Recovery phase, yaitu selama kaki lepas dari tanah dan sedang diayunkan ke depan untuk
persiapan pendaratan berikutnya.

Lengan
Bila lutut kiri diayunkan ke depan dan atas pada fase recovery, maka panggul berputar
searah jarum jam. Batas dari putaran jarum jam ini dicapai bila lututnya mencapai titik
tertinggi di depan tubuhnya. Sewaktu kaki kiri direndahkan menuju track dan tungkai kanan
mulai bergerak ke depan dan atas, maka panggul mulai berputar dengan arah berlawanan
jarum jam. Batas putaran ini dicapai pada saat lutut kanan mencapai titik tertinggi di depan
tubuh. Pada tahap ini siklusnya selesai.
Gerak perputaran panggul menyebabkan reaksi yang berlawanan dengan tubuh bagian
atas pelari, karena lutut kiri pelari diayun ke depan dan atas, maka lengan kanan diayun ke
depan dan atas dan lengan kiri ke belakang dan atas, untuk menyeimbangkan aksi tungkai ini.
Kemudian, karena kaki kiri direndahkan dan tungkai kanan mulai bergerak ke depan, maka
gerakan lengan terjadi sebaliknya.

Bahu juga diputar untuk menyeimbangkan aksi panggul, akan tetapi putaran ini berjalan
secara lambat. Oleh karenanya, untuk menghindari komplikasi perlambatan yang muncul,
maka pelari yang balk menggunakan gerak lengan yang kuat, dimana tak ada kontribusi yang
dibutuhkan dari bahu untuk memperolah kesamaan antara reaksi gerak panggul dan tubuh
bagian atas.
Kepala
Berdasarkan beratnya (hampir 16% dari massa total tubuh pada orang dewasa) dan
letaknya di tulang belakang, maka gerakan kepala mempunyai pengaruh terhadap bagian
tubuh lainnya. Oleh karenanya, ada ungkapan kepala merupakan kemudi tubuh.
F.

Prinsip Biomekanika dari Sprint4,6


Biomekanika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana tubuh merespon hukum dan prinsipprinsip mekanik dan fisika. Konsep seperti gravitasi, hukum Newton, dan sebagainya biasa
digunakan untuk mempelajari bagaimana caranya agar tubuh menjadi lebih efektif. Ada tiga poin,
yaitu aksi reaksi, kekekalan momentum sudut, dan postur tubuh.
Aksi Reaksi
Dapat kita sebut juga sebagai hukum Newton III yang berbunyi jika benda pertama
mengerjakan gaya terhadap benda kedua, maka benda kedua akan mengerjakan gaya terhadap
benda pertama yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan. Dalam lari sprint, konsep
dasar ini digunakan oleh para pelari. Ide utamanya adalah dengan meninggalkan track
menggunakan kaki dengan tujuan agar badan kita dapat sampai di garis finish secepat
mungkin. Ada 2 hal yang penting. Yang pertama, atlet harus meninggalkan track dengan kaki
untuk menghasilkan gerakan yang membuat dirinya melaju secara horizontal ke garis finish.
Poin yang kedua adalah seberapa lama kontak dengan tanah. Semakin cepat dan bertenaga
seorang pelari sewaktu meninggalkan track, maka semakin cepat juga ia bergerak. Kontak
dengan tanah yang lama dan pelan akan memperlambat kecepatan seorang pelari. Sprint
memerlukan kontak kaku yang cepat dan bertenaga.
Kekekalan momentum sudut
Ekstremitas yang pendek bergerak lebih cepat daripada ekstremitas yang panjang, akan tetapi
ekstremitas yang panjang dapat menghasilkan gaya yang lebih besar.
Seorang pelari sprint perlu untuk membuat kakinya sependek mungkin sesuai dengan
gerakannya yang ke depan. Mengangkat tumit hingga mencapai bagian atas dari hamstring
akan memperpendek tuas pada kaki yang bebas sehingga gerakannya menjadi cepat dan tidak
menghabiskan energi terlalu banyak.

Postur tubuh
Jaringan ikat mempunyai kualitas yang elastis dan potensial elastis ini dapat membuat sprint
menjadi lebih efisien. Elastisitas dapat bertambah dengan cara mempertahankan postur yang
sesuai. Untuk menjaga postur yang sesuai, atlet harus mengetahui bahwa panggul harus dijaga
pada posisi tucked selama fase sprint. Apabila gagal dalam mempertahankan posisi ini, maka
akan memperkecil jarak kelonggaran pada tubuh bagian depan dan memperpanjang
kelonggaran pada badan bagian belakang. Hal ini akan membuat hamstring harus bekerja
lebih keras sehingga menjadi lebih berisiko cepat lelah.

Daftar Pustaka
1. Kusumaningtyas

S.

Mekanisme

Gerak

Sistem

Muskuloskeletal.

Diunduh

dari

http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/9d554015ce6a420e6050172688e0f96348cfc89f.pdf. Pada
tanggal 29 November 2010, pukul 22.56.
2. Marieb EN and Hoehn K. Human Anatomy & Physiology. 7th edition. Pearson; 2006.
3. Hamill J and Knutzen KM. Biomechanical Basis of Human Movement. 3 rd edition. Lippincott
Williams & Wilkins; 2009.
4. Coaching

The

Sprints,

Hurdles,

and

Relays.

Diunduh

dari

http://www.humankinetics.com/mediasvr/MarketingPDFs/ASEP%20CY%20Track
%20Field/E4076%20p71-72.pdf. Pada tanggal 29 November 2010, pukul 23.01.
5. Lynch M. Sprint Starting. Diunduh dari http://www.lollylegs.com/training/Starting.aspx. Pada tanggal
30 November 2010, pukul 17.18.
6. Sprint.

Diunduh

dari

http://file.upi.edu/Direktori/F%20-%20FPOK/JUR.%20PEND.

%20KEPELATIHAN/196510171992031%20-%20YADI%20SUNARYADI/Biomekanika
%20Olahraga/Keg%20Bel%205%20Sprint.pdf. Pada tanggal 29 November 2010, pukul 22.14.