Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH RANGKAIAN ELEKTRONIKA

ALARM TIMER MENGGUNAKAN IC 555

Disusun Oleh :
Danardono

NIM : 20130120065

Try Ahmad Agus

NIM : 20130120075

Dicky Rangga Saputra

NIM : 20130120083

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA


2014

TUJUAN
-

Dapat membuat rangkaian timer.


Dapat mengetahui cara kerja relay.
Menambah pengetahuan khususnya kepada pembuat rangkaian.

DASAR TEORI
1.1 IC NE555

Gambar IC NE555
Pembangkit pulsa IC 555 merupakan chip yang didesain khusus untuk
pembangkit pulsa yang dapat diatur mode kerjanya, sehingga dapat membentuk
suatu multivibrator dan timer. Rangkaian internal pembangkit pulsa IC 555 terdiri
dari beberapa blok diantaranya, pembagi tegangan menggunakan resistor, 2 unit
komparator, RS flip-flop, penguat tegangan, dan transitor discharge. Dengan
bagian internal tersebut maka dengan IC 555 dapat dibangun suatu rangkaian
multivibrator ataupun timer dengan sangat sederhana.

Fungsi masing-masing kaki (pin) IC NE555

Gb. 1: Simbol IC NE555


PIN

KEGUNAAN

Ground (0V), adalah pin input dari sumber tegangan DC paling negative
Trigger, input negative dari lower komparator (komparator B) yang menjaga osilasi
tegangan terendah kapasitor pada 1/3 Vcc dan mengatur RS flip-flop
Output, pin keluaran dari IC 555.
Reset, adalah pin yang berfungsi untuk me reset latch didalam IC yang akan
berpengaruh untuk me-reset kerja IC. Pin ini tersambung ke suatu gate (gerbang)
transistor bertipe PNP, jadi transistor akan aktif jika diberi logika low. Biasanya pin
ini langsung dihubungkan ke Vcc agar tidak terjadi reset

2
3
4

5
6
7
8

Control voltage, pin ini berfungsi untuk mengatur kestabilan tegangan referensi input
negative (komparator A). pin ini bisa dibiarkan tergantung (diabaikan), tetapi untuk
menjamin kestabilan referensi komparator A, biasanya dihubungkan dengan
kapasitor berorde sekitar 10 nF ke pin ground
Threshold, pin ini terhubung ke input positif (komparator A) yang akan me-reset RS
flip-flop ketika tegangan pada pin ini mulai melebihi 2/3 Vcc
Discharge, pin ini terhubung ke open collector transistor internal (Tr) yang
emitternya terhubung ke ground. Switching transistor ini berfungsi untuk mengclamp node yang sesuai ke ground pada timing tertentu
Vcc, pin ini untuk menerima supply DC voltage. Biasanya akan bekerja optimal jika
diberi 5V s/d 15V. Supply arusnya dapat dilihat di datasheet, yaitu sekitar 10mA s/d
15mA.

1.2 IC Regulator 7805

Gambar IC Regulator 7805


Gambar diatas merupakan bentuk fisik IC regulator 7805. IC ini adalah
regulator untuk membuat catu daya (+5V) dari rangkaian kontrol layar. IC ini
digunakan pada rangkaian catu daya.
1.3 Dioda
Dioda semikonduktor hanya melewatkan arus searah saja (forward), sehingga
banyak digunakan sebagai komponen penyearah arus. Secara sederhana sebuah
dioda biasa kita asumsikan sebuah katup, dimana katup tersebut akan terbuka
manakala air yang mengalir dari belakang katup menuju kedepan, sedangkan
katup akan menutup oleh dorongan aliran air dari depan katup. Pada gambar
dibawah terlihat bentuk fisik dioda.

Gambar Dioda
1.4 Elco (Elektrolit Condensator)
Elco (Elektrolit Condensator) adalah komponen yang memiliki 2 kaki, yaitu
kaki (-) dan kaki (+). Fungsi elco juga dapat di bilang sebagai penyimpan arus
listrik DC. Pada gambar dibawah akan ditunjukkan bentuk elco.

Gambar Elco

1.5 Relay

Gambar Relay
Relay merupakan komponen yang digunakan dalam pensaklaran. Pensaklaran
dapat dilakukan terhadap suatu beban dengan tegangan dan daya tinggi
berdasarkan input sinyal yang lebih rendah. Pensaklaran dengan menggunakan
relay dilakukan secara mekanik dengan memanfaatkan medan magnet yang
dibangkitkan oleh solenoid berdaya rendah. Relay ini menghubungkan rangkaian
beban on atau off dengan pemberian energi elektromagnetis.
1.6 Buzzer
Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah
getaran listrik menjadi getaran suara. Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir
sama dengan loud speaker, jadi buzzer juga terdiri dari kumparan yang terpasang
pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut dialiri arus sehingga menjadi
elektromagnet, kumparan tadi akan tertarik kedalam atau keluar, tergantung dari
arah arus dan polaritas magnetnya, karena kumparan dipasang pada diafragma
maka setiap gerakan kumparan akan menggerakkan diafragma secara bolak-balik
sehingga membuat udara bergetar yang akan menghasilkan suara. Buzzer biasa
digunakan sebagai indikator bahwa

proses telah selesai atau terjadi suatu

kesalahan pada sebuah alat(alarm).

Gambar Buzzer
1.7 LED

Gambar LED
LED (Light Emitting Dioda) adalah dioda yang dapat memancarkan cahaya
pada saat mendapat arus bias maju (forward bias). LED (Light Emitting Dioda)
dapat memancarkan cahaya karena menggunakan dopping galium, arsenic dan
phosporus. Jenis doping yang berbeda diatas dapat menhasilkan cahaya dengan
warna yang berbeda. LED (Light Emitting Dioda) merupakan salah satu jenis
dioda, sehingga hanya akan mengalirkan arus listrik satu arah saja. LED akan
memancarkan cahaya apabila diberikan tegangan listrik dengan konfigurasi
forward bias. Berbeda dengan dioda pada umumnya, kemampuan mengalirkan
arus pada LED (Light Emitting Dioda) cukup rendah yaitu maksimal 20 mA.
Apabila LED (Light Emitting Dioda) dialiri arus lebih besar dari 20 mA maka
LED akan rusak, sehingga pada rangkaian LED dipasang sebuah resistor sebgai
pembatas arus.
1.8 Resistor
Resistor adalah komponen

elektronik dua

kutub

yang

didesain

untuk

menahan arus listrik dengan memproduksi tegangan listrik di antara kedua


kutubnya, nilai tegangan terhadap resistansi berbanding dengan arus yang
mengalir.
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat
dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, desah listrik, dan
induktansi.
Resistor berfungsi untuk: menahan arus dan tegangan listrik, membagi arus
listrik, membagi tegangan listrik.

Resistor biasanya terbuat dari bahan-bahan berikut ini: karbon, film karbon, film
metal, dan lain-lain.
Biasanya untuk mengetahui nilai tahanan pada resistor ditandai dengan angka atau
menggunakan kode warna pada gelang resistor.
1.9 Potensiometer
Potensiometer adalah sebuah jenis resistor yang nilai tahanannya atau
hambatannya (resistansi) dapat dirubah atau diatur (adjustable). Potensiometer
memiliki 3 terminal, 2 terminal terhubung ke kedua ujung elemen resistif, dan
terminal ketiga terhubung ke kontak geser yang disebut wiper. Posisi wiper
menentukan tegangan keluaran dari potensiometer. Berikut ini simbol dari
potensiometer, simbol potensiometer dengan standar IEC dan standar ANSI.

Simbol potensiometer standar IEC

Simbol potensiometer standar ANSI


Potensiometer pada dasarnya berfungsi sebagai pembagi tegangan variabel. Unsur
resistif dapat dilihat sebagai dua resistor seri, dimana posisi wiper menentukan
rasio resistensi dari resistor pertama ke resistor kedua.
Potensiometer juga dikenal sebagai potmeter atau pot. Bentuk paling umum dari
potmeter adalah potmeter putar. Jenis pot sering digunakan dalam kontrol volume
suara audio dan berbagai aplikasi lainnya. Unsur resistif pada potensiometer
biasanya terbuat dari bahan seperti karbon, keramik logam, gulungan kawat
(wirewound), plastik konduktif, atau film logam.
Perancangan
1. Catu daya

Gambar dibawah merupakan catu daya pendukung utama bekerjanya


suatu sistem. Catu daya yang digunakan adalah arus DC (direct current)
yang memiliki tegangan keluaran 5 Volt.
D4
12V

on/off

220V AC

R7

U3
CT

D5
1

IN4002
IN4002

330

7805
VI

VO
GND

TRAFO 1 A

C4
2200u/16v

SW1

5v

C5
100u/16v

Gambar Rangkaian catu daya


Daftar komponen rangkaian catu daya :
a. Trafo 1 ampere
b. Diode IN4002
c. Kapasitor 2200f, 100f
d. ICRegulator 7805
Cara kerja gambar dapat dijelaskan sebagai berikut, input dari
rangkaian catu daya bertegangan AC 220 Volt, melalui trafo CT tegangan
sebesar 220 Volt diturunkan menjadi tegangan AC 12 Volt. Fungsi diode
IN4002 yaitu menyearahkan tegangan 12 Volt AC menjadi tegangan 12 Volt
DC. Kapasitor 2200uf digunakan sebagai filter awal grounding gelombang
AC untuk menjaga agar IC regulator 7805 tidak rusak. IC regulator 7805
digunakan untuk menstabilkan tegangan 12 Volt DC menjadi tegangan 5
Volt DC. kapasitor 100f sebagai filter akhir yang berguna untuk
menghilangkan ripple yang masih keluar dari rangkaian.

2. Rangkaian Timer

BUZ2
RL1

R7

BUZZER

10k

5V

RV1
0%

R1

500k

1k

DC

R5 R4 R18

TR

TH

U1

8
100k

C1

Q
DC

555

R2

330R 100k 1k

CV

GND

BD139

VCC

TR

BUZ1

3
7

R3
330R

CV

GND

Q1

VCC

U2

TH

6
555

D1
LED-BLUE

10u

C3

C2

10uF

150uF

D4
LED-YELLOW

Pada diagram blok disamping, internal IC NE555 yang kecil ini terdiri
dari: 2 buah komparator (Pembanding tegangan), 3 buah Resistor sebagai
pembagi tengangan, 2 buah Transistor (dalam praktek dan analisis kerjanya,
transistor yang terhubung pada pin 4 biasanya langsung dihubungkan ke Vcc), 1
buah Flip-flop S-R yang akan mengatur output pada keadaan logika tertentu, dan
1 buah inverter.
Dengan melihat Gambar 2 dan Tabel diatas, secara umum cara kerja
internal IC ini dapat dijelaskan bahwa, ketika pin 4 sebagai reset diberi tegangan
0V atau logika low (0), maka ouput pada pin 3 pasti akan berlogika low juga.
Hanya ketika pin 4 (reset) yang diberi sinyal atau logika high (1), maka output
NE555 ini akan berubah sesuai dengan tegangan threshold (pin 6) dan tegangan
trigger (pin 2) yang diberikan.
Ketika tegangan threshold pada pin 6 melebihi 2/3 dari supply voltage
(Vcc) dan logika output pada pin 3 berlogika high (1), maka transistor internal
(Tr) akan turn-on sehingga akan menurunkan tegangan threshold menjadi kurang
dari 1/3 dari supply voltage. Selama interval waktu ini, output pada pin 3 akan
berlogika low (0).
Setelah itu, ketika sinyal input atau trigger pada pin 2 yang berlogika low
(0) mulai berubah dan mencapai 1/3 dari Vcc, maka transistor internal (Tr) akan

BUZZER

turn-off. Switching transistor yang turn-off ini akan menaikkan tegangan threshod
sehingga output IC NE555 ini yang semula berlogika low (0) akan kembali
berlogika high (1).
Sebetulnya cara kerja dasar IC NE555 merupakan full kombinasi dan tidak
terlepas dari semua komponen internalnya yang terdiri dari 3 buah resistor, 2 buah
komparator, 2 buah transistor, 1 buah flip-flop dan 1 buah inverter, yang
kesemuanya itu akan di bahas pada kesempatan lain. Sekaligus dengan
rangkaian/komponen external yang mendukungnya.

Pembuatan
Alat dan Bahan
-Kabel ac
-Trafo 500mA
-Push ON
-Relay

-IC NE555

Pengujian
Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah timer dapat bekerja secara
optimal dengan menggunakan relay sebagai saklar otomatis. Hasil pengujian
rangkaian timer dapat dilihat pada gambar berikut:

Pada gambar tersebut ternyata pada huruf E salah satu LED mati.
Setelah diperbaiki timer mampu beroperasi secara optimal dan semua lampu LED
pada kata TE.UMY menyala dengan baik.

Kesimpulan
setelah dilakukan perancangan dan pembuatan rangkaian timer dapat
disimpulkan bahwa :
1. Timer dapat di setting dengan rentan waktu antara 13-27 detik
menggunakan potensiometer.
2. Buzzer digunakan sebagai indikator waktu timer aktif.
3. Pengaktifan indikator timer menggunakan relay sebagai saklar
otomatis.

DAFTAR PUSTAKA
http://elektronika-dasar.web.id/komponen/pembangkit-pulsa-ic-555/
http://elektronika-dasar.web.id/komponen/pembangkit-pulsa-ic-555/
http://elektronika-dasar.web.id/komponen/led-light-emitting-dioda/v
http://elektronika-dasar.web.id/komponen/led-light-emitting-dioda/

Struktur, Fungsi, Aplikasi dan Cara Kerja Dasar IC NE555


Written By Halim Mia on Minggu, 04 November 2012 | 01.24

NE555 yang mempunyai 8 pin (kaki) ini merupakan salah satu


komponen elektronika yang cukup terkenal, sederhana, dan serba guna
dengan ukurannya yang kurang dari 1/2 cm3 dan harganya di pasaran
sangat murah sekitar Rp. 2.000 s/d Rp. 5.000.

Pada dasarnya aplikasi utama IC NE555 ini digunakan sebagai


Timer (Pewaktu) dengan operasi rangkaian monostable dan Pulse
Generator (Pembangkit Pulsa) dengan operasi rangkaian astable.
Selain itu, dapat juga digunakan sebagai Time Delay Generator dan
Sequential

Timing.

Fungsi masing-masing kaki (pin) IC NE555

Gb. 1: Simbol IC NE555


PIN

KEGUNAAN

Ground (0V), adalah pin input dari sumber tegangan DC paling negative

Trigger, input negative dari lower komparator (komparator B) yang


menjaga osilasi tegangan terendah kapasitor pada 1/3 Vcc dan mengatur

RS flip-flop
3

Output, pin keluaran dari IC 555.

Reset, adalah pin yang berfungsi untuk me reset latch didalam IC yang
akan berpengaruh untuk me-reset kerja IC. Pin ini tersambung ke suatu
gate (gerbang) transistor bertipe PNP, jadi transistor akan aktif jika diberi
logika low. Biasanya pin ini langsung dihubungkan ke Vcc agar tidak
terjadi reset

Control voltage, pin ini berfungsi untuk mengatur kestabilan tegangan


referensi input negative (komparator A). pin ini bisa dibiarkan tergantung
(diabaikan), tetapi untuk menjamin kestabilan referensi komparator A,
biasanya dihubungkan dengan kapasitor berorde sekitar 10 nF ke pin
ground

Threshold, pin ini terhubung ke input positif (komparator A) yang akan


me-reset RS flip-flop ketika tegangan pada pin ini mulai melebihi 2/3 Vcc

Discharge, pin ini terhubung ke open collector transistor internal (Tr) yang
emitternya terhubung ke ground. Switching transistor ini berfungsi untuk
meng-clamp node yang sesuai ke ground pada timing tertentu

Vcc, pin ini untuk menerima supply DC voltage. Biasanya akan bekerja
optimal jika diberi 5V s/d 15V. Supply arusnya dapat dilihat di datasheet,
yaitu sekitar 10mA s/d 15mA.

Gb. 2: Skema Internal IC NE555

Skema Internal
Pada diagram blok disamping, internal IC NE555 yang kecil ini

terdiri dari: 2 buah komparator (Pembanding tegangan), 3 buah


Resistor sebagai pembagi tengangan, 2 buah Transistor (dalam praktek
dan analisis kerjanya, transistor yang terhubung pada pin 4 biasanya

langsung dihubungkan ke Vcc), 1 buah Flip-flop S-R yang akan


mengatur output pada keadaan logika tertentu, dan 1 buah inverter.

Dengan melihat Gambar 2 dan Tabel diatas, secara umum cara


kerja internal IC ini dapat dijelaskan bahwa, ketika pin 4 sebagai reset
diberi tegangan 0V atau logika low (0), maka ouput pada pin 3 pasti
akan berlogika low juga. Hanya ketika pin 4 (reset) yang diberi sinyal
atau logika high (1), maka output NE555 ini akan berubah sesuai
dengan tegangan threshold (pin 6) dan tegangan trigger (pin 2) yang
diberikan.
Ketika tegangan threshold pada pin 6 melebihi 2/3 dari supply
voltage (Vcc) dan logika output pada pin 3 berlogika high (1), maka
transistor internal (Tr) akan turn-on sehingga akan menurunkan
tegangan threshold menjadi kurang dari 1/3 dari supply voltage.
Selama interval waktu ini, output pada pin 3 akan berlogika low (0).
Setelah itu, ketika sinyal input atau trigger pada pin 2 yang
berlogika low (0) mulai berubah dan mencapai 1/3 dari Vcc, maka
transistor internal (Tr) akan turn-off. Switching transistor yang turn-off
ini akan menaikkan tegangan threshod sehingga output IC NE555 ini
yang semula berlogika low (0) akan kembali berlogika high (1).
Sebetulnya cara kerja dasar IC NE555 merupakan full kombinasi
dan tidak terlepas dari semua komponen internalnya yang terdiri dari 3
buah resistor, 2 buah komparator, 2 buah transistor, 1 buah flip-flop
dan 1 buah inverter, yang kesemuanya itu akan di bahas pada
kesempatan lain. Sekaligus dengan rangkaian/komponen external yang
mendukungnya.