Anda di halaman 1dari 24

Bekerja di

RUANG TERBATAS
(Confined Space)

E-book

BEKERJA DI RUANG TERBATAS (Confined space)


Darmawan Saputra Setiawan
www.darmawansaputra.com

Penulis
Darmawan Saputra Setiawan
copyright 2014

E-book ini bebas untuk diunduh, dicopy, dan disebarluaskan oleh


siapapun dan kepada siapapun.
E-book ini tidak diperkenankan untuk dijual, jika anda berminat
dapat langsung download di www.darmawansaputra.com .

Prologue
Alhamdulillah selalu saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah mengijinkan E-book ini selesai ditulis. Ebook ini menjelaskan tentang bekerja di ruang terbatas yang terinspirasi ketika saya membaca peraturan
tentang Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Ruang Terbatas (confined spaces) yang dikeluarkan
oleh Direktorat Pengawasan Norma Keselamatan Kesehatan Kerja, disamping itu saya juga pernah
mendapatkan pelatihan tentang ini. Terlintas dalam hati saya, kenapa saya tidak berbagi tentang hal ini
kepada yang lain.
Kenapa saya memilih sharing dalam bentuk E-book ?
Yang pertama, saya masih percaya bahwa pengetahuan akan bermanfaat jika diamalkan.
Yang kedua, teknologi semakin canggih. Memungkinkan kita untuk mendapatkan informasi semakin cepat,
mendapatkan ilmu dari manapun melalui media elektronik yang kita miliki. Dengan adanya gadget dan
smartphone seolah-olah dunia ada di tangan kita.
Yang ketiga, di tengah kesibukan rekan-rekan semua belum tentu sempat membaca regulasi pemerintah.
Oleh karena itu, saya membuat buku ini dalam bentuk e-book. Kita semua bisa membaca kapanpun,
dimanapun, disajikan dalam bentuk sederhana, hanya dengan menggunakan smartphone atau gadget yang
kita miliki semua bisa menyerap ilmu.
Masukan dan saran selalu saya tunggu untuk terus memperbaiki tulisan saya, dan melalui buku ini saya juga
masih terus belajar untuk menambah pengetahuan.
Learn by sharing
Darmawan Saputra Setiawan
www.darmawansaputra.com
3

DAFTAR ISI :

1. Pengertian Ruang Terbatas (Confined Space) .................................................................................................. 5


2. Potensi bahaya di ruang terbatas diantaranya: ............................................................................................... 6
3. Jenis pekerjaan yang menyebabkan orang memasuki ruang terbatas ...................................................... 11
4. Ijin Ruang Terbatas ............................................................................................................................................... 12
5. Persyaratan kesehatan bagi pekerja di ruang terbatas .............................................................................. 14
6. Persyaratan Wajib Sebelum Memasuki Ruang Terbatas ............................................................................ 15
7. Kasus kematian di ruang terbatas (confined space) .....................................................................................20

1. Pengertian Ruang Terbatas (Confined Space)


Ruang terbatas (confined space) adalah ruang yang:
-

Cukup luas dan memiliki konfigurasi sedimikian rupa sehingga pekerja dapat masuk dan
melakukan pekerjaan di dalamnya.

Mempunyai akses keluar masuk yang terbatas seperti pada tank, kapal, silo, tempat
penyimpanan, lemari besi atau ruang lain yang mungkin mempunyai akses terbatas.

Tidak dirancang untuk tempat kerja secara berkelanjutan atau terus menerus di dalamnya.

Contoh ruang terbatas : tanki, kapal/ponton, tongkang, tong, gudang tertutup, kubah, parit atau
terowongan.

2. Potensi bahaya di ruang terbatas diantaranya:


Bahaya yang dapat timbul pada ruang terbatas adalah sebagai berikut:
Kekurangan dan kelebihan Oksigen (<19 % atau >23 %)
Bahan mudah terbakar dan meledak
Bahan beracun (gas, fumes, uap)
Substansi padat atau cair yang tersimpan (perangkap/engulfment)
Energi mekanis, energi listrik, atau panas yang tidak terkendali
Oksigen Defisiensi
Kadar O2 yang aman di udara adalah 19,5%, jika kadar O2 dibawah 19,5% maka pekerjaan di
ruang terbatas wajib menggunakan alat bantu pernapasan/SCBA (self cointained breathing
apparatus). Penurunan kadar O2 disebabkan oleh beberapa aktifitas seperti pengelasan,
pembersihan dengan solvent, reaksi oksidasi, atau aktivitas bakteri seperti fermentasi.
Penurunan kadar oksigen juga bisa disebabkan karena terganti/terdorong oleh gas lain seperti
karbondioksida dan nitrogen. Jika hal ini terjadi maka bahaya kematian dapat terjadi pada
pekerja.
Selain itu, kadar O2 yang berlebihan (>23%) dapat menyebabkan kebakaran dan peledakan,
jangan pernah menggunakan O2 murni untuk disuplai ke dalam ruang terbatas sebagai ventilasi.
6

Bahan Mudah terbakar


Dua unsur yang menyebabkan proses pembakaran adalah Oksigen dan bahan bakar (gas mudah
terbakar, debu, dll). Jika terdapat sumber panas atau pemantik maka tiga unsur api akan
terbentuk dan pembakaran akan terjadi. Pembakaran yang terjadi di ruang terbatas akan sangat
berbahaya dikarenakan kadar Oksigen akan cepat turun, panas akan meningkat, dan gas beracun
akan terbentuk.
Gas Beracun
Gas beracun dapat terbentuk dari pembersihan material sisa seperti pembersihan lumpur yang
dapat menghasilkan hydrogen sulfida. Pekerjaan di ruang terbatas juga dapat menghasilkan gas
beracun seperti pengelasan, pengecatan, pembersihan, dan lain sebagainya.

Potensi bahaya fisik:


Panas
Temperatur yang ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin) dapat mengganggu bagi para
pekerja.
Kebisingan
Suara bising sangat mengganggu para pekerja, dikarenakan struktur ruang terbatas
dapat membat suara menjadi menggema. Selain dapat membahanyakan pendengaran,
suara bising juga dapat mengganggu komunikasi pekerja dengan pekerja lain yang ada di
luar.
Terliputi/terperangkap (Engulfment)
Keadaan dimana seseorang terperangkap oleh cairan atau substansi padat yang dapat
terhirup sehingga dapat menyebabkan gangguan berupa penyumbatan sistem pernapasan
sehingga dapat menimbulkan kematian melalui strangulasi, konstriksi atau penekanan.
Lantai kerja yang licin
Lantai kerja yang licin dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya cidera atau
kematian, dan memungkinkan pekerja terkena sengatan listrik dari peralatan yang
digunakan.
Material jatuh
Pekerja di ruang terbatas sangat rentan terkena jatuhan material, ini sangat mungkin
terjadi jika barang-barang pada jalur masuk tidak dikelola kerapihannya.
8

Potensi Bahaya Kimia


1. H2S (Hydrogen Sufida)
Merupakan gas beracun yang tidak berwarna, sifatnya mudah terbakar, dan bersifat
korosif sehingga menyebabkan karat pada peralatan logam.

Selain itu yang perlu

diwaspadai adalahgas ini sering bersembunyi di karat-karat tersebut dan di balik cat-cat
yang menggelembung pada dinding besi atau logam.
Tingkat H2S (Ppm)

Dampak terhadap Manusia

0.13

Bau minimal yang mudah terasa

4.6

Mudah dideteksi, bau yang sedang

10

Permulaan iritasi mata

27

Bau yang tidak sedap dan tidak dapat ditoleransi lagi

100

Batuk, iritasi mata, dan kehilangan penciuman setelah 2 5 menit

200 300

Pembengkakan mata dan iritasi saluran pernapasan setelah 1 jam

500 700

Kehilangan kesadaran, system respirasi berhenti atau berhenti


sejenak, kematian

1000 - 2000

Ketidaksadaran seketika, kematian dapat terjadi meskipun korban


segera dibawa ke udara terbuka.
Sumber : ANSI No Z37.2 1972

2. CH4 (methane)
Pada suhu ruangan dan tekanan standar gas metan tidak berwarna dan tidak berbau,
namun gas ini sangat rentan sekali terbakar. Pada konsentrasi 5 % - 15 % di udara gas
metan sangat mudah terbakar.
3. CO (carbon Monoksida)
Gas Co tidak berbau, tidak berwarna, masa jenisnya lebih ringan dari masa jenis udara,
sangat beracun dan sangat mudah terbakar. Gas ini dihasilkan dari pembakaran tidak
sempurna pada material yang mengandung karbon.
Pengaruh gas karbon monoksida terhadap kesehatan
Konsentrasi (Ppm)
35
100
200
400
1600
3200
6400
12800

Efek pada Manusia


Pusing jika terpapar lebih dari 6 jam
Pusing jika terpapar lebih dari 2 jam
Pusing rentang 2-3 jam
Pusing berat rentang 1 2 jam
Pusing dalam 45 menit; tak sadar dalam 2 jam
Pusing rentang 5 10 menit; kematian dalam 30 menit
Pusing rentang 1 2 menit; kematian kurang dari 20 menit
Kematian dalam 3 menit

10

3. Jenis pekerjaan yang menyebabkan orang memasuki ruang terbatas


Beberapa jenis pekerjaan yang menyebabkan orang memasuki ruang terbatas, antara lain:antara
lain:
Pemeliharaan (pencucian atau pembersihan)
Pemeriksaan
Pengelasan, pelapisan dan pelindungan karat
Perbaikan
Penyelamatan dan memberikan pertolongan kepada pekerja yang cidera atau pingsan dari
ruang terbatas; dan
Jenis pekerjaan lainnya yang mengharuskan masuk ke dalam ruang terbatas.

11

4. Ijin Ruang Terbatas


Ruang terbatas dibagi menjadi 2, yaitu :
a. Ruang terbatas dengan ijin khusus berarti ruang terbatas yang mempunyai satu atau lebih
ciri-ciri berikut ini:
-

mengandung gas atmosfer udara yang berbahaya

mengandung material yang berpotensi memerangkap pekerja di dalamnya

mempunyai konfigurasi atau struktur sedemikian rupa sehingga petugas utama dapat
terperangkap atau mengalami asfiksia akibat dinding yang melengkung ke dalam atau
lantai yang curam dan mengarah ke lorong atau ruangan yang lebih kecil, atau

mengandung bahaya lainnya.

b. Ruang terbatas tanpa ijin khusus berarti ruang terbatas yang tidak berpotensi mengandung
gas atmosfer yang berbahaya atau mengandung bahaya lainnya yang dapat menyebabkan
kematian atau bahaya terhadap fisik lainya.

12

Bagaimana kalau hanya mengandung 1 (satu) potensi bahaya saja, apakah perlu ijin khusus ?
jawabannya IYA
Karena Ruang terbatas yang perlu ijin khusus adalah ruang terbatas yang mempunyai satu atau
lebih potensi bahaya.

13

5. Persyaratan kesehatan bagi pekerja di ruang terbatas


Bekerja di ruang terbatas dapat memberikan tekanan fisik dan psikologis karena kualitas
penerangan yang buruk dan ruangan yang sempit. Pengurus juga wajib memastikan petugas
yang bekerja di ruang terbatas dalam keadaan sehat secara fisik dan dinyatakan oleh dokter.
Pemeriksa kesehatan kerja diperlukan untuk memastikan pekerja tidak mempunyai riwayat :
-

Sakit sawan atau epilepsi

Penyakit jantung atau gangguan jantung

Asma, bronchitis atau sesak napas apabila kelelahan

Gangguan pendengaran

Sakit kepala seperti migrain ataupun vertigo yang dapat menyebabkan disorientasi

Klaustropobia, atau gangguan mental lainnya

Gangguan atau sakit tulang belakang

Kecacatan penglihatan permanen

Penyakit lainnya yang dapat membahayakan keselamatan selama bekerja di ruang terbatas

14

6. Persyaratan Wajib Sebelum Memasuki Ruang Terbatas


1. Pengukuran kadar gas
Gunakan peralatan yang diperlukan untuk memeriksa kadar oksigen, bahan mudah terbakar
dan tingkat toksisitas dalam ruang terbatas. Pengujian dilakukan sebelum ruang dibuka oleh
pihak yang berwenang dari pintu masuk ruangan terbatas dengan alat uji yang diperlukan.
Setelah ruang tersebut dibuka, penyelidikan dilakukan dari atas kebawah untuk menguji
keseluruhan ruang. gas yang mudah terbakar seperti propane dan butane kebanyakan
memiliki masa jenis yang berat sehingga cenderung akan turun, sedangkan gas-gas ringan
seperti metana akan naik ke atas. Pastikan untuk Uji kadar oksigen dan kadar racun.
informasikan kepada atasan anda jika pada tes yang dilakukan ditemukan bahaya potensial
yang tidak atau belum mendapatkan perlindungan yang memadai. Lanjutkan pengujian kualitas
udara secara terus menerus selama pekerjaan dilaksanakan untuk mengetahui timbulnya gas
berbahaya atau pengurangan dan peningkatan kadar oksigen.

15

2. Ijin kerja di ruang terbatas


Sebagian besar pekerjaan di ruang terbatas memerlukan izin oleh pihak atau manajemen
sebuah instansi, lembaga ataupun perusahaan sebelum pekerja diperbolehkan untuk masuk.
Pastikan atasan Anda atau unit anda telah memperoleh izin kerja di ruang terbatas yang
diperlukan. karena izin tersebut harus ditampilkan secara jelas di pintu masuk atau didalam
ruang selama terdapat pekerjaan disana.

16

3. Pengendalian Energi Berbahaya (Isolasi)


Lakukan isolasi terhadap energi yang dapat membahayakan pekerja di dalam ruang terbatas,
misalnya uap bertekanan, air, gas atau aliran listrik yang masuk kedalam ruang. Gunakan kunci
dan tag untuk menandai dan mencegah kecelakaan yang bisa disebabkan oleh peralatan yang
ada. Sistem LOTO (Lock Out/ Tag Out) adalah sistem yang baik untuk itu. gunakan
perlengkapan tahan api, pelidung dari ledakan ataupun pagar pengaman jika teridentifikasi
terdapat bahaya dari bahan-bahan yang mudah meledak.

17

4. Pembersihan dan ventilasi


Bersihkan semua air yang tidak diinginkan, atmosfer, sedimen, atau bahan lainnya sebelum
masuk ruangan, karena hal tersebut bisa menjadi bahaya bagi keselamatan selama
pekerjaan berlangsung.
Dan yang terakhir, gunakan peralatan ventilasi untuk mempertahankan tingkat kadar
oksigen yang dianjurkan yaitu antara 19,5 dan 23,5%. Gas beracun dan uap, jika ada, juga
harus dijaga dalam tingkat yang dapat diterima.
Apabila ventilasi atau pembilasan tidak menghilangkan semua bahaya di atmosfer dalam
ruangan, perlindung pernafasan yang sesuai sangatlah wajib digunakan sebelum dan saat
memulai pekerjaan. Gunakanlah SCBA untuk pekerja yang didalam ruang terbatas, dan
pastikan tersedia SCBA cadangan.
Pelindung mata dan perlindungan pendengaran juga mungkin diperlukan disesuaikan dengan
bahaya yang ada.

18

5. Standby worker/Tim Penyelamat (rescue)


Penggunaan Standby worker pada pekerjaan ruang terbatas cukup efektif, dengan
menunjuk pekerja lain untuk tetap berada di luar ruang terbatas untuk memantau
pekerjaan, dan untuk menyediakan penyelamatan bila diperlukan. Dia harus dilengkapi
dengan peralatan pribadi yang dibutuhkan dan telah dilatih untuk melakukan pertolongan
pertama dan CPR. Dia harus menjaga komunikasi yang konstan dengan orang yang bekerja di
dalam ruang baik dengan radio atau telepon ataupun tali.
Hampir 50% dari kematian di ruang terbatas terjadi justru pada saat proses penyelamatan.
Karena itu dalam izin kerja di ruang terbatas yang di terbitkan juga perlu di lampirkan
prosedur penyelamatan dan evakuasi jika terjadi kecelakaan di dalam ruang terbatas. Di
dalamnya juga diterangkan mengenai siapa saja tim evakuasi yang diperbolehkan untuk
melakukan penyelamatan, dengan catatan bahwa tim evakuasi tersebut telah terlatih untuk
melakukan penyelamatan dan evakuasi dan telah memahami prosedur evakuasi yang telah di
buat.

19

7. Kasus kematian di ruang terbatas (confined space)


Minggu, 04/08/2013 01:34 WIB
Masuk ke Gorong-gorong di Pulogadung, 2 Pekerja Tewas Akibat Gas Dua teknisi yang sedang
bekerja masuk ke gorong-gorong di sekitaran Terminal Pulogadung ditemukan meninggal dunia.
Sabtu, 22 Juni 2013 01:06 WIB
Hirup Gas Beracun 4 warga Meninggal Dunia
Sukabumi (ANTARA News) Empat warga Kampung Limus, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten
Sukabumi tewas,diduga akibat menghirup gas beracun saat berada di dalam sumur sedalam
sekitar delapan meter

Senin (2/6/2014), detiknews.com


Tiga orang dewasa dan 4 orang anak kecil tewas di dalam sebuah sumur di Kamboja. Mereka
meninggal karena berusaha menyelamatkan anak kecil yang mencari uang senilai 75 sen Dollar AS
atau setara Rp 9 ribu di dalam sumur itu

20

CONFINED SPACE
IS THE SILENT KILLER

21

Referensi:
1987, A guide to safety in confined space; National Institute for Safety and Health
2006, Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Ruang Terbatas (confined spaces); Direktorat Pengawasan
Norma Keselamatan Kesehatan Kerja
ANSI Z37.2-1972 acceptable concentrations of hydrogen sulfide

Sumber gambar/foto:
www.lorco.co.id
http://www.ccohs.ca/oshanswers/hsprograms/confinedspace_program.html
http://checkonsafety.com/confined-space-entry
http://www.firetraining.co.nz/courses/courses-and-training/confined-space-entry/
http://www.hrdp-idrm.in/e5783/e17327/e17791/e17828/
http://www.tnasafety.com/Confined-Space-Equipment

note: daftar pustaka yang menjadi referensi juga bisa di download di www.darmawansaputra.com
22

Pikirkan kembali jika Anda ingin


mencetak e-book ini

23

Telah membaca e-book

Bekerja di Ruang Terbatas (Confined Space)

Penulis
Darmawan Saputra Setiawan
www.darmawansaputra.com
24