Anda di halaman 1dari 6

Filter Digital FIR ( Finite Implulse Response )

dan IIR ( Infinite Impulse Response )

Pengolahan Sinyal Digital

Disusun Oleh:

Dwi Septiawan

( 20130120077 )

Kelas B

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Desember, 2015
FILTER DIGITAL

Filter adalah sebuah sistem atau jaringan yang secara selektif merubah karakteristik
(bentuk gelombang, frekuensi, fase dan amplitudo) dari sebuah sinyal. Secara umum tujuan dari
pemfilteran adalah untuk meningkatkan kualitas dari sebuah sinyal sebagai contoh untuk
menghilangkan atau mengurangi noise, mendapatkan informasi yang dibawa oleh sinyal atau
untuk memisahkan dua atau lebih sinyal yang sebelumnya dikombinasikan, sinyal tersebut
dikombinasikan dengan tujuan mengefisiensikan pemakaian saluran komunikasi yang ada.
Filter digital adalah sebuah implementasi algoritma matematik ke dalam perangkat keras
dan/atau perangkat lunak yang beroperasi pada sebuah sinyal input digital untuk menghasilkan
sebuah output sinyal digital agar tujuan pemfilteran tercapai. Filter digital memainkan peranan
yang sangat penting dalam pemrosesan sinyal digital.
Beberapa keuntungan penggunaan filter digital adalah :
1. Filter digital bisa di program (programmable). Operasi yang dilakukan dapat deprogram
yang kemudian dapat disimpan di memori prosesor. Hal ini menunjukkan filter digital
mudah untuk diubah melalui program tanpa mengubah rangkaian elektroniknya (
hardware).
2. Filter digital lebih mudah didesain, dites dan diimplementasikan.
3. Karakteristik rangkaian filter analog tergantung perubahan temperatur. Filter digital tidak
terpengaruh perubahan temperatur dan sangat stabil.
4. Filter digital mampu bekerja pada sinyal frekuensi rendah dengan akurat.
5. Filter digital serbaguna dalam kemampuannya memproses berbagai sinyal, seperti filter
adaptif yang mampu menyesuaikan terhadap perubahan sinyal.

Ada dua jenis filter digital:

1. Filter FIR ( Finite-duration Impulse Response = Tanggapan Impulse Durasi berhingga )


Yaitu jika tanggapan impuls dari sistem LTI mempunyai durasi yang berhingga.
Dengan demikian untuk filter FIR maka h[n] = 0 untuk n < n 1 dan untuk n > n2. Filter FIR
juga sering disebut filter non-rekursif atau moving average (MA) filter.
Finite Impulse Response (FIR) merupakan salah satu filter digital yang
mempunyai unit sample response yang berhingga. Karakteristik dari filter FIR dapat
dilihat pada persamaan berikut:
Dimana :

k (0,1,.,N-1) adalah respons impuls atau koefisien dari filter.


H(z) adalah fungsi alih dari filter.
N adalah panjang dari filter yang merupakan jumlah dari koefisien filter.

Berikut diagram blok dari filter digital FIR ( Finite Impulse Response ) :

Filter FIR (nonrecursive) sering digunakan pada aplikasi filter adaptif dari ekualizer
adaptif pada sistem komunikasi digital sistem pengontrol noise adaptif. Adapun kelebihan filter
adaptif FIR adalah:
a) Stabilitasnya bisa dikontrol dengan mudah dengan memastikan koefisien filter
terbatas.
b) Lebih mudah dan algoritma yang efisien untuk pengaturan koefisien filter.
c) Kinerja algoritma ini bisa lebih mudah dimengerti pada bagian konvergen dan
stabilitas
Realisasi struktur untuk filter FIR adalah penggambaran fungsi alih filter ke dalam
bentuk blok diagram. Struktur yang sering dipakai adalah struktur transversal yang digambarkan
pada gambar berikut ini.

2. Filter IIR (Infinite-duration Impulse)


Yaitu jika tanggapan impuls dari sistem LTI mempunyai durasi yang tak
berhingga. Filter IIR juga sering disebut filter-rekursif atau autoregresif (AR) filter.
Fungsi sistem filter IIR dinyatakan sbb:

Dengan bn dan an adalah koefisien filter, dan a0 = 1. Orde filter IIR adalah sama dengan N
jika aN 0. Persamaan diferensial (persamaan beda) untuk filter IIR dapat dinyatakan sebagai
berikut :

Terdapat beberapa cara implementasi filter IIR pada persamaan di atas, yaitu cara atau
bentuk langsung, bentuk kaskade, dan bentuk paralel. Dengan cara langsung, persamaan pada
persamaan di atas diimplementasikan menggunakan elemen-elemen tunda, pengali, dan elemen
penjumlah. Misalkan bahwa M = N = 4, maka persamaan beda dapat diuraikan sebagai berikut :

Dan dapat diimplementasikan menggunakan elemen-elemen dasar pengali, penjumlah,


dan elemen tunda seperti digambarkan pada gambar berikut.