Anda di halaman 1dari 15

BAB III

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

III.1. Sejarah Singkat PT. Adhi Karya

Kiprah ADHI dimulai sejak 11 Maret 1960 saat Menteri Pekerjaan

Umum menetapkan Architecten-Ingenicure-en Annnemersbedrijf “Associatie

Architecten-Ingenicure-en Annnemersbedrijf “Associatie Selle en de Bruyn, Reyerse en de Vries N.V. ” (Associatie

Selle en de Bruyn, Reyerse en de Vries N.V.” (Associatie N.V.), salah satu

perusahaan milik Belanda yang dinasionalisasi, menjadi PN Adhi Karya.

Nasionalisasi ini ditujukan untuk memacu pembangunan infrastruktur di

Indonesia.

Status ADHI berubah menjadi sebuah Perseroan Terbatas pada tanggal

1 Juni 1974 dan telah

mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman.

ADHI 100% dimiliki oleh Negara Republik Indonesia sampai pada akhir

tahun 2003 saat Negara Republik Indonesia melalui Menteri Negara BUMN,

selaku Kuasa Pemegang Saham, melepas 49% kepemilikannya atas saham

ADHI untuk ditawarkan kepada masyarakat melalui Initial Public Offering

(IPO). Keputusan tersebut diikuti oleh pendaftaran saham ADHI di Bursa Efek

Jakarta (sekarang BEI) yang sekaligus menjadikan ADHI sebagai BUMN

konstruksi pertama yang terdaftar pada bursa.

Mencermati

kondisi

eksternal

termasuk

kebutuhan

dan

keinginan

konsumen serta perkembangan kemampuan Perseroan dari waktu ke waktu,

maka setelah melalui kajian yang panjang, Perseroan menetapkan visi dan

misi barunya. Sejalan dengan itu ADHI menambah bidang usaha EPC yang

20

merupakan

extended

business

dan

bidang

investasi

sebagai

expanded

businessnya. Namun demikian, jasa konstruksi tetap menjadi core business

ADHI.

Dalam

mengembangkan bisnisnya,

ADHI

selalu

membatasi area

pengembangannya

disesuaikan

dengan

kemampuan

sumber

daya

yang

dimiliki. Hal ini dilakukan agar komitmen untuk selalu memberikan kualitas

pelayanan terbaik dapat dipertahankan.

sebagai divisi spesialis, yaitu spesialis Proyek Infrastruktur pengairan, pembangkit listrik, pelabuhan, dan
sebagai
divisi
spesialis,
yaitu
spesialis
Proyek Infrastruktur
pengairan, pembangkit listrik, pelabuhan, dan lain-lain.
Proyek Bangunan

gedung,

Dalam kegiatan operasionalnya. ADHI didukung oleh sembilan divisi

yang tersebar di seluruh Indonesia dan Luar Negeri. Dimana beberapa divisi

spesialis

diarahkan

infrastruktur dengan teknologi tinggi, dan spesialis EPC.

ADHI mengelompokkan proyek-proyek Jasa Konstruksi menjadi dua

kelompok, yaitu:

1.

Terdiri dari proyek-proyek infrastruktur seperti jalan dan jembatan,

2.

Terdiri dari pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan gedung

bertingkat seperti hotel dan

perkantoran; pembangunan fasilitas umum

seperti

rumah

sakit

dan

sekolah;

bangunan

komersial,

perumahan,

kawasan industri dan manufaktur, pekerjaan mekanikal dan elektrikal pada

gedung dan industri, transmisi kelistrikan dan gardu induk, otomatisasi

bangunan,

pembangkit

listrik,

tata

udara

dan

tata

suara,

radio,

telekomunikasi, dan instrumentasi serta pemipaan.

21

EPC,

yang

merupakan

extended

business

ADHI,

adalah

perpanjangan bisnis jasa konstruksi yang dipilih karena bisnis ini masih

sangat berkaitan dengan core business Perseroan. Kompetensi ADHI di

bidang jasa konstruksi merupakan modal kekuatan yang positif untuk

memenangkan proyek EPC. Mengingat kompetensi dan sumber daya yang

dimiliki Perseroan, ADHI membatasi pekerjaan EPC yang diambil hanya

dalam bisnis ini mempunyai tantangan yang cukup
dalam
bisnis
ini
mempunyai
tantangan
yang
cukup

pada pembangunan pembangkit listrik dan oil & gas. Begitu juga dengan

wilayah operasinya, Divisi EPC dibatasi hanya beroperasi di wilayah

Indonesia. Kebijakan ini ditetapkan mengingat bisnis merupakan bisnis

baru bagi ADHI, walaupun sebenarnya proyek EPC menawarkan margin

keuntungan yang relatif lebih besar dibandingkan dengan jasa konstruksi.

Investasi merupakan expanded business yang dipilih oleh ADHI.

Bisnis ini mempunyai value creation yang tinggi, walaupun untuk masuk

karena

berat

dibutuhkan pola pikir yang lebih jangka panjang, dan syarat kompetensi

yang berbeda dengan yang telah dimiliki Perseroan. Dengan memasuki

bidang investasi, diharapkan ADHI dapat menciptakan bisnis EPC dan

konstruksi sendiri. Tentunya selain mendapatkan keuntungan dari bisnis

investasinya. Dalam bisnis ini, ADHI membatasi hanya terjun ke bidang

investasi yang dekat dengan bidang konstruksi saja, misalnya jalan tol,

properti dll.

22

PT. Adhi Karya memiliki visi dan misi sebagai berikut:

Visi

adalah

sebagai

berikut:

menjadi

juara

sejati

di

bisnis

jasa

konstruksi dan mitra pilihan dalam bisnis jasa perekayasaan dan investasi

infrastruktur di Indonesia dan beberapa negara terpilih.

Adapun misi adalah sebagai berikut:

1.

Menciptakan nilai yang berkesinambungan kepada pelanggan, karyawan,

investasi secara selektif. Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka kemanusiaan.
investasi secara selektif.
Corporate
Social
Responsibility
(CSR)
dalam
rangka
kemanusiaan.

pemegang saham, dan berbagai pihak lain yang berkepentingan.

2.

Memperkokoh kompetensi inti dalam JAKON, memperluas kapabilitas

dalam jasa perekayasaan serta mengembangkan kapabilitas dalam jasa

3.

Berkecimpung aktif dalam program Public – private Partnership (PPP)

untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, menjalankan inisiatif-inisiatif

pengembangan

III.2. Struktur Organisasi

Adapun struktur organisasi di PT. Adhi Karya secara garis besar

dipimpin

oleh

seorang

President

Director

yang

membawahi

seorang

Operation I Director, Operation II & EPC Director, dan Finance & HR

Director. Keempat Director di atas tergabung dalam Board of Director PT.

Adhi

Karya.

Kemudian

terdapat

divisi-divisi

dibawah

naungan

keempat

Direktur di atas.

 
 

23

Sedangkan struktur organisasi beserta tugas-tugas karyawannya di

Divisi Konstruksi I PT. Adhi Karya, dimana data collection dilakukan adalah

sebagai berikut:

1. Project Manager

Tujuan jabatan:

a. Menjamin Visi, Misi, Kebijakan, Sasaran, SKK, SKI dikomunikasikan

dan dipahami seluruh personil proyek. b. Merumuskan dan menetapkan SKK/SKI Proyek. c. Merumuskan dan menetapkan
dan dipahami seluruh personil proyek.
b.
Merumuskan dan menetapkan SKK/SKI Proyek.
c.
Merumuskan dan menetapkan rencana kerja proyek untuk mencapai
sasaran proyek.
d.
Menetapkan sistem manajemen pengelolaan aktifitas proyek.
e.
Menetapkan perencanaan dan pengendalian proyek (BMW'S).
f.
Menjamin penerapan dan keefektifan sistem manajemen proyek.
g.
Melaksanakan tinjauan manajemen secara berkala pencapaian sasaran
proyek, SKI dan Customer satisfaction
h.
Menetapkan
tindak
lanjut
peningkatan
berkesinambungan
untuk
menjamin penyempurnaan sistem manajemen dan pencapaian kinerja.

i. Menetapkan perencanaan dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa,

alat sesuai PPB.

j. Membangun

komunikasi

dan

hubungan

baik

dengan

pihak-pihak

terkait untuk mendukung kelancaran pelaksanaan / proses

k. Memanage

dan

berkesinambungan.

mengembangkan

24

SDM

proyek

secara

2.

Project eng. Manager (pem)

Tujuan jabatan:

a. Peninjauan terhadap rencana mutu proyek, rencana waktu penyelesaian

dan rencana pengendalian aspek K-3 dan lingkungan.

b.

Terlaksananya

perencanaan dan pengendalian proyek sesuai

buku

rencana proyek.

3.

4.

c. Penyusunan laporan kinerja proyek berikut evaluasi dan tindak lanjut penyempurnaan pengendalian proyek. Project
c.
Penyusunan laporan kinerja proyek berikut evaluasi dan tindak lanjut
penyempurnaan pengendalian proyek.
Project Production Manager
Tujuan jabatan:
a.
Waktu sesuai schedule (kurang dari atau sama dengan schedule).
b.
Mutu
sesuai
spesifikasi
/
ITP
dan
diterima
Direksi
(tidak
ada
complaint).
c.
Biaya pelaksanaan kurang dari atau sama dengan RAP (Upah, alat dan
pemakaian bahan).
d.
Pengendalian K-3 dan lingkungan.
Project Finance/Adm Manager (PFM)

Tujuan jabatan:

a. Pelaksanaan dan pengendalian keuangan proyek sesuai rencana.

b. Pengendalian

infrastruktur

proyek

untuk

persyaratan proses dan produk.

memenuhi

kesesuaian

c. Melakukan administrasi kepegawaian secara teratur dan periodik.

25

5.

Pelaksana Akuntansi

Tujuan jabatan:

a. Melakukan verifikasi opname mandor terhadap data-data pendukung.

b. Melakukan verifikasi tagihan terhadap PO, surat jalan, DPB, rekap

DPB (untuk nota pembukuan pembayaran upah.)

c. Melakukan verifikasi tagihan sub kontraktor terhadap bobot prestasi

6.

7.

sub kontraktor dan berita acara prestasi. d. Membuat nota pembukuan (biaya/hutang). Pelaksana Quantity Surveyor (QS)
sub kontraktor dan berita acara prestasi.
d. Membuat nota pembukuan (biaya/hutang).
Pelaksana Quantity Surveyor (QS)
Tujuan jabatan:
a.
b.
Terlaksananya
pengendalian
tagihan
vendor
dan
sub
mandor.
c.
dalam kontrak.
d.

Tersedianya back up data MCo dan evaluasinya pada awal proyek.

kontraktor,

Terlaksananya tagihan ke owner tepat waktu sesuai yang tercantum

Terlaksananya kegiatan/proposal pekerjaan tambah kurang ke owner &

Divisi berdasarkan MCo (RAP dan RAB).

Pelaksana Pengendalian Waktu

Tujuan jabatan:

a. Tersedianya schedule yang realistis.

b. Terlaksananya monitoring dan evaluasi waktu secara periodic sebagai

bahan menentukan tindak lanjut penyelesaian pekerjaan.

26

c.

Sehingga tidak terjadi penyimpangan terhadap master schedule.

8.

Pelaksana Pengendali Biaya

Tujuan jabatan:

a. Melakukan verifikasi volume, harga satuan dan posting upah, biaya

umum, sisa bahan, alat yang telah disetujui PEM.

9.

b. Entry verifikasi data cost control. c. Membuat evaluasi dan laporan biaya per periode laporan
b. Entry verifikasi data cost control.
c. Membuat
evaluasi
dan
laporan
biaya
per
periode
laporan
yang
meliputi; over/minder, evaluasi bahan, laba rugi, pencapaian sales.
Pelaksana Pengendali Mutu
Tujuan jabatan:
a.
Membuat schedule Inspeksi dan test, dan memastikan berjalannya
proses inspeksi dan test oleh bagian yang berwenang.
b.
Melakukan verifikasi hasil inspeksi (in coming, in process dan final
inspection.)
c.
Mengidentifikasi, mengendalikan dan menindaklanjuti penyempurnaan
atas pelaksanaan inspeksi dan test.

d. Melakukan penyusunan laporan hasil inspeksi dan pengujian, dan

monitoring

terhadap

ketidaksesuaian.

corrective

preventive

action

jika

terjadi

e. Mengevaluasi pelaksanaan sistem mutu dan inovasi untuk perbaikan

yang kontinyu.

27

f. Melakukan

test

material

kontrak/spesifikasi.

10. Pelaksana Perencanaan

Tujuan jabatan:

sesuai

yang

diisyaratkan

di

a. Membuat schedule shop drawing dan As built drawing.

b. Membuat shop drawing yang efisien dan menguntungkan. c. dan eksternal (Konsultan Perencana). d. e.
b.
Membuat shop drawing yang efisien dan menguntungkan.
c.
dan eksternal (Konsultan Perencana).
d.
e.
Production Manager & PEM.
f.
Membuat As built drawing.
Pelaksana Procurement
Tujuan jabatan:
a.
atau
yang
sudah
tercantum
didalam
vendor approved

schedule bahan.

Melakukan koordinasi dengan pihak yang terkait (STR, ARS dan ME)

Membuat DPD dan DID (Up dating) dan daftar distribusi gambar.

Membuat metode kerja yang efektif dan efisien, koordinasi dengan

11.

Membuat SPPH ke Suplier yang sudah diseleksi terlebih dahulu dan

list

sesuai

b. Melakukan klarifikasi dan negoisasi penawaran vendor (bersama PEM,

PPM).

c. Membuat analisa komparasi perbandingan harga.

d. Membuat PO sesuai schedule.

e. Memonitoring kedatangan bahan berdasarkan PO (verivikasi surat

jalan dan PO) atau kedatangan bahan yang dipasok pelanggan.

28

f. Melakukan

incoming

inspection

terhadap

barang

datang

melakukan evaluasi terhadap supplier.

dan

g. Melakukan penyimpanan bahan sesuai prosedur.

h. Penanganan dan pemeriksaan permintaan material/barang (Membuat

DPB dan Rekap DPB).

i. Menyusun laporan pengendalian material/barang (Meng update &

mengendaliakan kartu gudang). j. lokasi. k. gudang & mengevaluasinya. l. lapangan dan kartu gudang. Tujuan
mengendaliakan kartu gudang).
j.
lokasi.
k.
gudang & mengevaluasinya.
l.
lapangan dan kartu gudang.
Tujuan jabatan:
a.

Mengeluarkan barang berdasarkan BKG da rekap kebutuhan bahan per

Melakukan opname sisa bahan lapangan dan verifikasi terhadap kartu

Membuat daftar sisa bahan berdasarkan hasil verifikasi sisa bahan

12. Pelaksana Logistik

Memonitoring & Koordinasi dengan Pihak Divisi untuk kedatangan

bahan berdasarkan PO (verifikasi surat jalan dan PO) atau kedatangan

bahan yang dipasok pelanggan.

b. Kedatangan bahan yang dipasok pelanggan.

c. Melakukan

incoming

inspection

terhadap

barang

datang

melakukan evaluasi terhadap supplier.

dan

d. Melakukan penyimpanan bahan sesuai prosedur.

29

e. Penanganan dan pemeriksaan permintaan material/barang (Membuat

DPB dan Rekap DPB).

f. Menyusun laporan pengendalian material/barang (Meng update &

mengendalikan kartu gudang).

g. Mengeluarkan

barang berdasarkan

BKG/Bon Keluar Gudang

dan

rekap kebutuhan bahan per lokasi.

h. Melakukan opname sisa bahan lapangan dan verifikasi terhadap kartu gudang & mengevaluasinya. i. Membuat
h.
Melakukan opname sisa bahan lapangan dan verifikasi terhadap kartu
gudang & mengevaluasinya.
i.
Membuat daftar sisa bahan berdasarkan hasil verifikasi sisa bahan
lapangan dan kartu gudang.
Tujuan jabatan:
a.
Identifikasi aspek K3 dan lingkungan.
b.
Penetapan rencana mutu pengendalian aspek K3 dan lingkungan di
proyek.
c.
Sosialisasi dan implementasi pemahaman aspek K3 dan lingkungan ke
segenap personil yang ada di proyek.

13. Pelaksana Pengendali K3

d. Pelaksanaan pengendalian aspek K3 dan lingkungan dengan membuat

schedule inspeksi atau patroli lapangan, identifikasi jalur aman dan

rawan pemasangan rambu-rambu K3, penetapan sanksi bagi yang

melanggar pemasangan rambu-rambu K3, penetapan sanksi bagi yang

melanggar.

30

e. Penyusunan laporan / record K3 dan lingkungan, dilaporkan ke Divisi

sebelum tanggal 25 setiap bulannya.

f. Evaluasi dan penyempurnaan pengendalian K3 dan lingkungan.

14.

Supervisor

Tujuan jabatan:

a. Mensupervisi

dan

mengendalikan

waktu

pelaksanaan

pekerjaan

Mandor / Sub Kontraktor. b. c. d. Mensupervisi pelaksanaan K-3 dan lingkungan. Pelaksana Survey Tujuan
Mandor / Sub Kontraktor.
b.
c.
d.
Mensupervisi pelaksanaan K-3 dan lingkungan.
Pelaksana Survey
Tujuan jabatan:
a.
Membuat schedule alat survey dan kalibrasi.
b.
Pengadaan alat survey: Proyek Divisi.
c.
Pengendalian alat ukur dan melakukan kalibrasi.
d.

Mensupervisi biaya pelaksanaan terhadap pemakaian bahan.

e.

Mensupervisi mutu pelaksanaan pekerjaan Mandor / Sub Kontraktor.

15.

Melakukan pengukuran awal dan existing (jika proyek lanjutan).

Melakukan pengukuran sesuai schedule pelaksanaan supervisor.

f. Membuat laporan harian pelaksanaan pengukuran (log book).

g. Melakukan pemeliharaan rutin alat ukur.

h. Membuat laporan bulanan alat ukur.

31

16.

Mekanik

Tujuan jabatan:

a. Penyediaan alat siap pakai sesuai schedule.

b. Memastikan kondisi pemakaian alat.

III.3. Kegiatan Usaha

PT. Adhi Karya telah menjadi sebuah perusahaan kontruksi nasional

Pembangunan Jembatan Suramadu. sepanjang 1.458m dan 1.818m; Approach Bridge sisi
Pembangunan Jembatan Suramadu.
sepanjang
1.458m
dan 1.818m;
Approach
Bridge
sisi

yang telah dipercayai untuk membangun banyak bangunan atau infrastruktur

baik yang bertujuan untuk fasilitas umum maupun milik pribadi. Dibawah ini

adalah beberapa proyek yang telah dilaksanakan oleh PT. Adhi Karya:

1.

Jembatan Suramadu merupakan mega proyek nasional yang sangat

fenomenal diresmikan pada tanggal 10 Juni 2009 oleh Presiden SBY.

Dalam proyek ini, ADHI sebagai leader dari Konsorsium Kontraktor

Indonesia (CIC), telah berhasil menyelesaikan pembangunan Jembatan

Suramadu senilai Rp 4,5 Triliun ini tepat pada waktunya. Jembatan

Suramadu ini terdiri atas Cause Way sisi Surabaya dan sisi Madura

dan

Surabaya

Madura dengan total panjang 2.162m terdiri dari dua Approach Bridge

masing-masing 672m dan Main Bridge 818m; Main Bridge dengan lebar

bentangan 409m yang dikerjakan oleh kontraktor Cina (Consortium China

Contractor). Jembatan Suramadu dirancang untuk dapat bertahan selama

100 tahun. Dengan panjang 5,4km dan tinggi 35m dari permukaan laut

32

(pada Main Bridge), Jembatan Suramadu adalah jembatan laut terpanjang

di Indonesia dan se-Asia Tenggara.

2.

Pembangunan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Terminal 3 (T3) pier satu Bandara Soekarno-Hatta diresmikan

pemakaiannya oleh Presiden SBY. T3 dirancang sebagai terminal ramah

lingkungan dan modern. T3 dibangun di atas lahan seluas 30.000 meter

3.

persegi dan menelan biaya Rp 285 miliar. dengan pengantarnya. Pembangunan Tol Kanci-Pejagan rangkaian dari pembangunan
persegi dan menelan biaya Rp 285 miliar.
dengan pengantarnya.
Pembangunan Tol Kanci-Pejagan
rangkaian dari pembangunan Jalan Trans Jawa

Rencananya T3 terdiri atas satu bangunan utama dan lima sub-

terminal (pier), masing-masing sub-terminal dapat menampung kurang

lebih 4 juta penumpang per tahun. Tiap pier dikembangkan sebagai

modern village bernuansa mal dengan meeting point dimana penumpang

yang sudah check-in dan belum naik ke pesawat masih dapat berkumpul

Tol Kanci-Pejagan diresmikan Presiden SBY pada tanggal 26

Januari 2010. Jalan Tol Kanci-Pejagan sepanjang 35km ini merupakan

yang diharapkan dapat

meningkatkan kualitas arus lalu lintas di pulau Jawa.

Pekerjaan pembangunan jalan tol senilai Rp +/- 2,05 triliun ini

dikerjakan dengan mengimplementasikan teknologi ACPS (Adhi Concrete

Pavement System) sehingga pengerjaan jalan tol bisa menjadi lebih cepat,

lebih baik, dan lebih hemat.

33

4.

Pembangunan Proyek PLTU Lampung

Proyek

PLTU

Lampung

2

X

100MW

telah

dilakukan

groundbreaking-nya pada bulan Maret 2008. Proyek berlokasi di dusun

Sebalang, desa Tarahan, Lampung Selatan . PLN sebagai pemilik proyek

yang bernilai sekitar 2 triliun rupiah ini mempercayakan ADHI untuk

mengerjakannya. Menurut rencana, unit 1 akan diselesaikan dalam waktu

Overseas Eingenering Co. Ltd
Overseas Eingenering Co. Ltd

30 bulan, dan 3 bulan selanjutnya, unit 2 juga akan selesai. Dalam proyek

ini, ADHI bekerja sama dengan perusahaan China, Jiangxi Electrical

34