Anda di halaman 1dari 3

Media Release 9M15

Jakarta, 22 September 2015, RUPSLB ADHI || PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (IDX: ADHI), salah satu
BUMN Konstruksi terkemuka di Indonesia hari ini telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa (RUPSLB) bertempat di Auditorium Kantor Pusat ADHI, Jalan Raya Pasar Minggu
Km 18 Jakarta 12510 pada pukul 14.00 WIB hingga selesai.
Agenda RUPSLB yang telah mendapat persetujuan para pemegang saham antara lain:
1. Persetujuan Peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Perseroan melalui Penawaran
Umum Terbatas I (PUT l) dengan penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD);
2. Persetujuan Pemberlakuan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-08/MBU/06/2015 dan PER09/MBU/07/2015;
3. Persetujuan Alokasi Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2015;
4. Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan;
5. Persetujuan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.
Dalam mata acara Peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Perseroan, telah disetujui
hal-hal sebagai berikut:
Penambahan modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan melalui PUT I Perseroan dengan
mengeluarkan sebanyak 1.759.529.376 (satu miliar tujuh ratus lima puluh sembilan juta lima
ratus dua puluh sembilan ribu tiga ratus tujuh puluh enam) Saham dari portepel dengan nilai
nominal per saham Rp100,-. Seluruh dana hasil PUT I, sebesar Rp2.744.865.826.560, setelah
dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk membiayai sebagian proyek transportasi
massal berbasis rel, beserta stasiun dan properti pendukungnya dengan konsep Transit Oriented
Development, termasuk antara lain fasilitas park and ride.
Menyetujui melakukan perubahan Pasal 4 Ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan, yaitu Modal
Ditempatkan dan Disetor sejumlah 3.560.849.376 (tiga miliar lima ratus enam puluh juta delapan
ratus empat puluh sembilan ribu tiga ratus tujuh puluh enam) saham atau seluruhnya sebesar
Rp356.084.937.600,- .
Memberi kuasa kepada Direksi untuk melaksanakan PUT I Perseroan.
Perseroan juga telah menyetujui Pemberlakuan Peraturan Menteri BUMN Nomor Per08/MBU/06/2015 Tentang Pedoman Pelaporan Realisasi Penggunaan Tambahan Dana Penyertaan
Modal Negara Kepada Badan Usaha Milik Negara Dan Perseroan Terbatas Dan Peraturan Menteri
BUMN Nomor Per-09/MBU/07/2015 Tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara
Dengan Usaha Kecil Dan Program Bina Lingkungan.
Atas pemberlakuan Peraturan Menteri BUMN di atas, para pemegang saham menyetujui alokasi
Dana Program Kemitraan dan Dana Bina Lingkungan masing-masing sebesar Rp3.240.713.623 untuk
Tahun Buku 2015.

Adapun mengenai Perubahan Pengurus Perseroan, berikut adalah anggota Dewan Komisaris dan
Direksi ADHI berdasarkan hasil keputusan RUPSLB:
Dewan Komisaris :
Muhammad Fadjroel Rachman (Komisaris Utama)
Bobby A.A. Nazief (Komisaris)
Wicipto Setiadi (Komisaris)
Rildo Ananda Anwar (Komisaris)
Muchlis Rantoni Luddin (Komisaris Independen)
Hironimus Hilapok (Komisaris Independen)
Direksi :
Kiswodarmawan (Direktur Utama)
Haris Gunawan (Direktur)
BEP. Adji Satmoko (Direktur)
Djoko Prabowo (Direktur)
Budi Saddewa Soediro (Direktur)
Pundjung Setya Brata (Direktur)

Groundbreaking LRT Indonesia


Pada tanggal 9 September 2015, ADHI, salah satu BUMN Konstruksi terkemuka di Indonesia
meresmikan dimulainya proyek percepatan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Indonesia.
Peresmian ditandai dengan acara Groundbreaking yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia
Joko Widodo.

Pencapaian Kinerja ADHI


Pencapaian kontrak baru PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) hingga akhir Agustus 2015 berhasil
mencapai Rp7,8 triliun. Realisasi kontrak baru tersebut diraih mayoritas berasal dari lini bisnis
konstruksi sebesar 88% sedangkan sisanya sebesar 12% merupakan proyek-proyek dari lini bisnis
lainnya.
Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari Swasta/lainnya sebanyak
43%, BUMN tercatat 13% sementara APBN/APBD sebesar 44%.
Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari Gedung sebanyak 60%, Jalan
dan Jembatan 28%, sedangkan dermaga serta infrastruktur lainnya sebesar 12%.
Untuk kinerja ADHI di tahun 2015, target perolehan kontrak baru sebesar Rp18,7 triliun, dimana lini
bisnis jasa konstruksi ditargetkan meraih perolehan kontrak baru sebesar Rp16,1 triliun, lini bisnis
EPC sebesar Rp460,1 miliar, pada lini bisnis Properti Realti sebesar Rp1,7 triliun, dan lini bisnis
precast concrete Rp389,4 miliar. Sedangkan dari jenis pekerjaan, proyek gedung diperkirakan
sebanyak 39%, jalan dan jembatan sebesar 34% dan sisanya adalah proyek infrastruktur lainnya.
Total pendapatan usaha di tahun 2015 direncanakan sebesar Rp13,8 triliun, dan Laba Bersih di tahun
2015 ditargetkan sebesar Rp504,7 miliar.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. merupakan BUMN Konstruksi terkemuka di Indonesia yang pertama
melantai di Bursa Efek Indonesia (IDX: ADHI) di tahun 2004. ADHI saat ini memiliki lima lini bisnis yakni
Konstruksi, EPC, Properti, Realti, dan Investasi Infrastruktur. Dengan transformasi dan strategi yang
didukung oleh seluruh armada ADHI telah mampu membuktikan bahwa dengan filosofi bekerja
cerdas, jujur bertanggung jawab, dan senantiasa bersahaja, bergerak bersama sesuai visi ADHI menuju
Perusahaan Konstruksi Terkemuka di Asia Tenggara.

***
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi :
Ki Syahgolang Permata
Corporate Secretary
PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Jl. Raya Pasar Minggu Km.18, Jakarta 12510
P. +62 21 797 5312 F. +62 21 797 5311
M. +62 811 8451 604
W. www.adhi.co.id

Disclaimer:
Important Notice

Dokumen ini dipersiapkan hanya untuk pihak yang hadir dengan tujuan diskusi. Dokumen ini beserta isinya hanya boleh
direproduksi, diungkapkan atau digunakan dengan persetujuan tertulis PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Dokumen ini dapat berisi pernyataan yang memproyeksikan harapan dan ekspektasi masa depan, yang mewakili keadaaan
Perusahaan saat ini dengan kemungkinan kejadian di masa yang akan datang dan perencanaan keuangan. Proyeksi tersebut
dibuat berdasarkan asumsi dan data yang tersedia pada saat data ini dibuat, yang mengandung risiko dan dapat berubah
sewaktu-waktu.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. atau pihak terkait lainnya terbebas dari tanggung jawab atau kerugian yang muncul akibat
penggunaan dokumen ini maupun isinya atau yang terhubung dengannya.