Anda di halaman 1dari 2

KALSIUM

Metabolisme
Kalsium diabsorpsi duodenum dan jejunum proksimal oleh protein pengikat kalsium yang
disintesis sebagai respon terhadap kerja 1,25-dihidroksikolekalsiferol (1,25-dihidroksivitamin
D3). Absorpsi dihambat oleh senyawa-senyawa yang membentuk garam-garam kalsium yang
tidak larut. Sebagian besar kalsium yang dimakan tidak diserap tapi ekskresi dalam feses. Sekali
diabsoprsi, kalsium diekskresi melalui beberapa jalan. Ginjal mengekskresi kalsium bila kadar
kalsium diatas 7 mg/100 mL. Sejumlah besar kalsium disekresi dalam lumen usus dan hampir
semuanya hilang dalam feses, sejumlah kecil kalsium juga diekskresi dalam keringat. Pada setiap
individu, kalsium urine tetap relatif konstan sedangkan kalsium feses bervariasi luas sesuai
dengan makanan, memberi kesan kadar kalsium diatur secara baik pada tingkat absorpsi.
Makanan tinggi protein telah dilaporkan menyebabkan kenaikan nyata ekskresi kalsium.
FOSFOR
Metabolisme
Fosfat bebas diabsopsi dalam jejunum bagian tengah dan masuk aliran darah melalui sirkulasi
portal. Pengaturan absorpsi fosfat yang diatur oleh 1,25-dihidroksikolekalsiferol. Fosfat ikut
serta dlm siklus pengaturan derivate vitamin D3. Bila kadar fosfat serum rendah pembentukan
1,25 dihidroksikolekalsiferol dalam tubulus renalis dirangsang. Ini menyebabkan penambahan
absorpsi fosfat dari usus.
Deposisi fosfat sebagai hidroksiapatiti dalam tulang diatur oleh kadar hormone paratiroid. 1,25dihidroksivitamin D3 memegang peranan yang memungkinkan hormone paratiroid melakukan
mobilisasi fosfat dan kalsium dari tulang.
Eksekri fosfat terjadi terutama dlm ginjal dan dibawah pengaturan yang rumit. Delapan puluh
sampai sembilan puluh persen fosfat plasma di filtrasi. Pada glomerulus ginjal, dan jumlah fosfat
yang diekseksi dalam urin menunjukkan perbedaan anatar jumlah yang difiltrasi dan yang
direabsorpsi oleh tubulus proximal dan tubulus distal ginjal.
1,25-dihidroksivitamin D3 merangsang reabsorpsi fosfat bersama

kalsium dalam tubulus

proksimal. Akan tetapi, hormone paratiroid akan mengurangi reabsorpsi fosfat oleh tubulus
renalis dan dengan demikian mengurangi efek 1,25-dihidroksivitamin D3 pada ekskresi fosfat.

Bila tidak ada efek kuat hormone paratiroid, ginjal mampu memberi respon terhadap 1,25dihidroksivitamin D3 dengan pengambilan semua fosfat yang difiltrasi.

(anion fitat. Fitat dapat mengikat Ca 2+, Mg2+, dan Zn2+ dengan sangat kuat pada beberapa gugus
fosfat, sehingga mencegah ion-ion metal penting ini dari penyerapan. Fitat ditemukan hanya
dalam bahan pangan nabati, terutama bijji-bijian.)