Anda di halaman 1dari 82

LAPORAN

PRAKTIK KERJA LAPANGAN ASUHAN GIZI RUMAH


SAKIT (PKL RS) DI RSUD PASAR REBO JAKARTA TIMUR

Tahun Ajaran 2015/2016

Oleh:
KARINA LISTIYANI

I14120096

DEPARTEMEN GIZI MASYARAKAT


FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2016

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN


Laporan Praktik Kerja Lapangan Asuhan Gizi di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar
Rebo Jakarta Timur
Jenis Kasus

: 1. Kasus Penyakit Dalam: CVD Stroke Iskemik dengan Retensio


Urine
2. Kasus Bedah Mayor: Tumor Mamae Sinistra
3. Kasus Penyakit Anak: GERD, Intake Sulit, Vomitus, dan Gizi
Buruk

Nama Mahasiswa
NIM

: Karina Listiyani
: I14120096

Disetujui oleh,

Dr. Ir. Ikeu Ekayanti, M.Kes


Dosen Pembimbing PKL RS

Poltak Parluhutan B., SKM


Pembimbing PKL RS

Diketahui oleh,

Dr. Rimbawan
Ketua Departemen

Tanggal Disetujui :

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan
karunia-Nya sehingga laporan praktik kerja lapangan (PKL) asuhan gizi rumah
sakit di RSUD Pasar Rebo dapat diselesaikan. Penulis juga mengucap syukur
karena dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan menyelesaikan PKL yang
dilaksanakan pada 28 September 2015 s.d. 2 November 2015 di RSUD Pasar Rebo
Jakarta Timur. Hasil kegiatan dan laporan PKL ini diharapkan dapat memberikan
informasi yang bermanfaat bagi penulis, institusi terkait, maupun masyarakat
umum mengenai tatalaksana asuhan gizi klinik di rumah sakit.
Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dan mendukung penyusunan laporan PKL ini. Penulis menyadari bahwa
laporan PKL ini masih memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan saran dan perbaikan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan
PKL sehingga hasil kegiatan ini dapat bermanfaat untuk berbagai pihak.

Bogor, Januari 2016

Penulis

iv

DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN
i
KATA PENGANTAR
ii
DAFTAR ISI
iii
DAFTAR TABEL
iix
DAFTAR GAMBAR
ix
DAFTAR LAMPIRAN
ix
I. PENDAHULUAN
1
I.1 Latar Belakang
1
I.2 Tujuan
1
I.2.1 Tujuan Umum
1
I.2.2 Tujuan Khusus
1
I.3 Manfaat
2
I.3.1 Bagi Mahasiswa
2
I.3.2 Bagi Institusi
2
I.3.3 Bagi Pasien
2
II. PENATALAKSANAAN DIET PADA KASUS CVD STROKE DENGAN
RETENSIO URINE
3
II.1 Gambaran Umum Penyakit, Etiologi, dan Patofisiologi
3
II.2 Identitas Pasien
4
II.3 Gambaran Penyakit Pasien
4
II.3.1 Riwayat Masuk RS
4
II.3.2 Diagnosa Medis
4
II.4 Proses Asuhan Gizi Terstandar
4
II.4.1 Skrining Gizi
4
II.4.2 Pengkajian Gizi (Assessment)
5
II.4.3 Diagnosis Gizi
11
II.4.4 Intervensi Gizi
11
II.4.5 Monitoring dan Evaluasi
11
III.PENATALAKSANAAN DIET PADA KASUS TUMOR MAMAE
SINISTRA
15
III.1 Gambaran Umum Penyakit, Etiologi, dan Patofisiologi
15
III.2 Identitas Pasien
16
III.3 Gambaran Penyakit Pasien
16
III.3.1 Riwayat Masuk RS
16
III.3.2 Diagnosa Medis
16
III.4 Proses Asuhan Gizi Terstandar
16
III.4.1 Skrining Gizi
16
III.4.2 Pengkajian Gizi (Assessment)
17
III.4.3 Diagnosis Gizi
23
III.4.4 Intervensi Gizi
23
III.4.5 Monitoring dan Evaluasi
24

IV.PENATALAKSANAAN DIET PADA KASUS GERD, INTAKE SULIT


VOMITUS, GIZI BURUK
27
IV.1 Gambaran Umum Penyakit, Etiologi, dan Patofisiologi
27
IV.2 Identitas Pasien
28
IV.3 Gambaran Penyakit Pasien
28
IV.3.1 Riwayat Masuk RS
28
IV.3.2 Diagnosa Medis
28
IV.4 Proses Asuhan Gizi Terstandar
28
IV.4.1 Skrining Gizi
28
IV.4.2 Pengkajian Gizi (Assessment)
29
IV.4.3 Diagnosis Gizi
34
IV.4.4 Intervensi Gizi
34
IV.4.5 Monitoring dan Evaluasi
35
V. KESIMPULAN DAN SARAN
39
V.1 Kesimpulan
39
V.2 Saran
40
DAFTAR PUSTAKA
41
LAMPIRAN
43

DAFTAR TABEL
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23

Hasil laboratorium Os saat masuk rumah sakit


Hasil pemeriksaan dan pengamatan klinis Os
Hasil pemeriksaan dan pengamatan fisik Os
Perbandingan asupan zat gizi SMRS dengan kebutuhan Os
Perbandingan asupan MRS dengan kebutuhan Os ketika sakit
Obat oral yang dikonsumsi Os
Injeksi yang diterima Os
Indikator yang dimonitor
Persentase perbandingan asupan zat gizi dengan kebutuhan
Indikator yang dievaluasi
Hasil laboratorium Os saat masuk rumah sakit
Hasil pemeriksaan dan pengamatan klinis Os
Hasil pemeriksaan dan pengamatan fisik Os
Perbandingan asupan zat gizi SMRS dengan kebutuhan Os
Perbandingan asupan MRS dengan kebutuhan ketika sakit
Obat oral yang dikonsumsi Os
Indikator yang dimonitor
Persentase perbandingan asupan gizi dengan kebutuhan
Indikator yang dievaluasi
Hasil laboratorium Os saat masuk rumah sakit
Hasil pemeriksaan dan pengamatan klinis Os
Hasil pemeriksaan dan pengamatan fisik Os
Perbandingan asupan zat gizi SMRS dengan kebutuhan Os

5
6
6
7
8
9
10
12
13
13
17
18
19
20
20
22
24
25
25
29
30
31
32

24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52

Perbandingan asupan MRS dengan kebutuhan ketika sakit


Obat oral yang dikonsumsi Os
Indikator yang dimonitor
Persentase perbandingan asupan gizi dengan kebutuhan
Indikator yang dievaluasi
Rincian asupan SMRS Os
Rincian asupan MRS Os
Perencanaan menu intervensi hari ke-1
Perencanaan menu intervensi hari ke-2
Perencanaan menu intervensi hari ke-3
Recall asupan hari ke-1
Recall asupan hari ke-2
Recall asupan hari ke-3
Rincian asupan SMRS Os
Rincian asupan MRS Os
Perencanaan menu hari ke-1
Perencanaan menu hari ke-2
Perencanaan menu hari ke-3
Recall asupan hari ke-1
Recall asupan hari ke-2
Recall asupan hari ke-3
Rincian asupan SMRS Os
Rincian asupan MRS Os
Rincian intervensi hari ke-1
Rincian intervensi hari ke-2
Rincian intervensi hari ke-3
Recall asupan hari ke-1
Recall asupan hari ke-2
Recall asupan hari ke-3

32
33
35
36
37
43
44
45
46
47
48
49
50
52
53
54
55
56
57
58
60
62
62
63
64
65
65
66
66

DAFTAR GAMBAR
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Pemorsian makanan os
Penimbangan nasi tim
Penyajian makan siang
Penyajian makan sore
Sisa makanan os
Makanan yang dihabiskan
Kunjungan pengamatan
Penyuluhan kesehatan
Penyajian makan pagi
Penyajian makan siang
Penyajian makan sore
Penyuluhan kesehatan
Penimbangan berat badan
Penimbangan snack

51
51
51
51
51
51
51
51
61
61
61
61
67
67

15
16
17
18

Penyajian makan siang


Penyajian makan sore
Sisa makanan os
F100 8 x 60 cc

67
67
67
67

DAFTAR LAMPIRAN
1
2
3
4
5
6

Ketersediaan dan asupan gizi penatalaksanaan diet kasus penyakit dalam


Dokumentasi asuhan gizi klinik pada kasus penyakit dalam
Ketersediaan dan asupan gizi penatalaksanaan diet kasus bedah
Dokumentasi asuhan gizi klinik pada kasus bedah
Ketersediaan dan asupan gizi penatalaksanaan diet kasus anak
Dokumentasi asuhan gizi klinik pada kasus anak

43
51
52
61
62
67

I. PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Rumah sakit merupakan salah satu tempat umum yang memberikan
pelayanan kesehatan masyarakat dengan inti kegiatan berupa pelayanan medis yang
diselenggarakan melalui pendekatan preventif, kuratif, rehabilitatif, dan promotif.
Salah satu kegiatan pelayanan kesehatan yang ada di rumah sakit adalah pelayanan
gizi rawat inap. Pelayanan gizi merupakan salah satu pelayanan penunjang medik
di rumah sakit dalam pelayanan kesehatan yang paripurna. Pelayanan gizi juga
terintegrasi dengan kegiatan lain, serta mempunyai peran penting dalam membantu
pencapaian kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif.
Kegiatan pelayanan gizi di ruang rawat inap merupakan salah satu kegiatan
yang dimulai dari upaya perencanaan penyusunan diit pasien hingga pelaksanaan
evaluasi di ruang perawatan. Tujuan kegiatan pelayanan gizi tersebut adalah untuk
memberi terapi diit yang sesuai dengan perubahan yang dialami pasien, serta
peningkatan status gizi pasien karena keadaan gizi pasien sangat berpengaruh pada
proses penyembuhan penyakit ataupun sebaliknya, proses perjalanan penyakit
dapat berpengaruh terhadap keadaan gizi pasien.
Risiko kurang gizi dapat timbul pada keadaan sakit, terutama pada pasien
dengan anoreksia, kondisi mulut dan gigi yang buruk, gangguan menelan, penyakit
saluran cerna disertai mual, muntah, dan diare, infeksi berat, lansia dengan
penurunan kesadaran dalam waktu lama, serta pada pasien yang sedang menjalani
kemoterapi. Asupan energi yang tidak adekuat, lama hari rawat, penyakit noninfeksi, dan diet khusus merupakan beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya
malnutrisi di rumah sakit (Kemenkes 2013). Oleh karena itu, terapi gizi yang
menjadi salah satu faktor penunjang penyembuhan harus dilaksanakan sebaik
mungkin untuk menghindari terjadinya malnutrisi pada pasien rawat inap.
Proses asuhan gizi terstandar yang dilaksanakan di RSUD Pasar Rebo
meliputi assesment atau pengkajian, diagnosis gizi, intervensi, monitoring dan
evaluasi, serta pemberian edukasi mengenai gizi dan makanan kepada pasien dan
keluarga pasien. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa
dalam melakukan penatalaksanaan diet, diperlukan Praktik Kerja Lapang Asuhan
Gizi di Rumah Sakit (PKL RS) agar dapat menghasilkan lulusan yang mampu dan
profesional dalam mengaplikasikan ilmu gizi terkait pangan, gizi, dan kesehatan
dalam upaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.
I.2. Tujuan
I.2.1. Tujuan Umum
Penatalaksanaan asuhan gizi dilakukan agar mahasiswa mampu
melaksanakan proses asuhan gizi terstandar pada pasien penyakit dalam,
bedah, dan anak.
I.2.2. Tujuan Khusus
Secara khusus, penatalaksanaan asuhan gizi bertujuan agar
mahasiswa mampu:
- mengidentifikasi karakteristik pasien,

2
-

mengidentifikasi risiko malnutrisi pada pasien,


melakukan asesmen gizi pada pasien,
menetapkan diagnosis gizi pada pasien,
melakukan intervensi gizi pada pasien, serta
melakukan monitoring dan evaluasi gizi pada pasien.

I.3. Manfaat
I.3.1. Bagi Mahasiswa
Manfaat kegiatan penatalaksanaan asuhan gizi bagi mahasiswa,
yaitu:
- meningkatkan kemampuan dan pengalaman dalam menerapkan
proses asuhan gizi terstandar, serta
- mendapatkan wawasan dalam penatalaksanaan diet pada pasien
penyakit dalam, bedah, dan anak..
I.3.2. Bagi Institusi
Penatalaksaan asuhan gizi terstandar bermanfaat untuk membantu
memantau pelayanan mutu dan melakukan pelayanan gizi rumah sakit
pada pasien penyakit dalam, bedah, dan anak.
I.3.3. Bagi Pasien
Manfaat kegiatan penatalaksanaan asuhan gizi bagi pasien, yaitu
untuk membantu proses pemulihan dan menjaga status gizi dengan
memberikan diet sesuai penyakit dan kebutuhan gizi pasien penyakit
dalam, bedah, dan anak.

II. PENATALAKSANAAN DIET PADA KASUS


CVD STROKE ISKEMIK DENGAN RETENSIO URINE
II.1. Gambaran Umum Penyakit, Etiologi, dan Patofisiologi
Stroke atau dikenal dengan istilah gangguan peredaran darah otak (GPDO),
merupakan gangguan fungsi otak yang timbul secara mendadak karena adanya
gangguan peredaran darah otak, sehingga mengakibatkan terhambatnya aliran
darah dan menimbulkan gangguan fungsional otak berupa defisit neurologik atau
kelumpuhan saraf (Dinata et al. 2013). Stroke merupakan masalah kesehatan utama
di beberapa negara, khususnya di negara-negara ASEAN akibat tingginya angka
morbiditas dan mortalitas penderitanya. Data South East Asian Medical
Information Centre (SEAMIC) menunjukkan bahwa angka kematian stroke
terbesar terjadi di Indonesia yang kemudian diikuti secara berurutan oleh Filipina,
Singapura, Brunei, Malaysia, dan Thailand. Bila ditinjau dari seluruh penderita
stroke di Indonesia, stroke iskemik merupakan jenis yang paling banyak diderita,
yaitu sebesar 52.9% (Basjiruddin 2008).
Penyakit stroke disebabkan oleh banyak faktor. Faktor risiko yang
berhubungan dengan kejadian stroke terdiri atas dua faktor, yaitu faktor yang dapat
dimodifikasi (modifiable risk factors) dan yang tidak dapat dimodifikasi (nonmodifiable risk factors). Faktor risiko yang dapat dimodifikasi, di antaranya yaitu
hipertensi, merokok, penyakit jantung, diabetes melitus, obesitas, alkohol, dan
dislipidemia, sedangkan yang tidak dapat dimodifikasi, seperti usia, ras, gender,
serta riwayat keturunan (Nastiti 2012). Penelitian pada penderita stroke akut yang
dirawat di rumah sakit dilakukan oleh survei ASNA (Asean Neurologic
Association) di 28 rumah sakit di seluruh Indonesia mengenai faktor risiko, lama
perawatan, mortalitas, dan morbiditasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penderita laki-laki lebih banyak dari pada perempuan. Bila ditinjau dari profil usia,
persentase penderita stroke di bawah 45 tahun memiliki persentase sebesar 11.8%,
usia 45-64 tahun sebesar 54.7%, dan usia di atas 65 tahun sebesar 33.5% (Misbach
2007). Penelitian lainnya dilakukan oleh Thajeb et al. (2007) untuk menilai
outcome, terutama evaluasi fungsi kognitif 28 pasien stroke iskemik, didapati
bahwa penderita laki-laki lebih banyak terkena stroke, onset usia 65 dan 70 tahun
dengan faktor risiko terbanyak adalah hipertensi, hiperlipidemia, dan DM, serta
hampir 71% pasien menderita demensia setelah 1 tahun bertahan.
Stroke iskemik terjadi apabila terdapat penyempitan aliran darah ke otak
akibat trombus atau emboli di mana otak membutuhkan oksigen dan glukosa
sebagai sumber energi agar fungsinya tetap baik. Aliran darah otak atau cerebral
blood flow (CBF) dijaga pada kecepatan konstan antara 50-150 mmHg (Price &
Wilson 2006). Jika CBF tersumbat secara parsial, maka akan menyebabkan
hipoksia atau anoksia dan hipoglikemik jaringan otak pada daerah yang
bersangkutan, yang kemudian disebut daerah iskemik. Proses tersebut dapat
mengakibatkan kematian pada neuron, sel ganglia, dan struktur otak di sekitar area
infark karena tidak adanya oksigen dan nutrien atau terganggunya metabolisme.
Setelah terjadinya infark, maka secara otomatis akan terjadi penurunan kemampuan
fungsi otak dalam menjalankan fungsi neurologisnya seperti semula. Hal ini
mengakibatkan terjadinya defisit neurologis pada area kontralateral dari area lesi
otak yang terkena, sesuai dengan karakteristik otak (Robbins et al. 2007).

4
II.2. Identitas Pasien
NRM
Nama
Usia
Pekerjaan
Jenis Kelamin
Tanggal Lahir
Tanggal Masuk
Tanggal Kasus
Diagnosa Medis

: 2015-648865
: Tn. SD
: 68 tahun
: Pensiunan Swasta
: Laki-laki
: 10 Oktober 1947
: 10 Oktober 2015
: 13 Oktober 2015
: CVD stroke iskemik dengan retensio urine

II.3. Gambaran Penyakit Pasien


II.3.1. Riwayat Masuk RS
Sebelum masuk rumah sakit, Os merasa pusing yang tidak tertahankan
pada pagi hari. Os lalu dibawa ke klinik 24 jam dan diukur tekanan darahnya.
Os kemudian dirujuk oleh dokter untuk dibawa ke rumah sakit dalam keadaan
compos mentis dan Os langsung dilarikan ke IGD RSUD Pasar Rebo dengan
keluhan lemas sebelah kanan dan hipertensi pada tanggal 10 Oktober 2015.
Os sudah lima kali dibawa ke rumah sakit dengan keluhan yang sama.
II.3.2. Diagnosa Medis
Diagnosis medis merupakan gambaran penyakit Os yang ditetapkan
oleh dokter berdasarkan hasil laboratorium, pengamatan klinis dari akumulasi
gejala yang ditunjukkan Os, dan keterangan serta keluhan yang diberikan Os
dan keluarganya. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan uji laboratorium, Os
didiagnosis menderita CVD stroke iskemik dengan retensio urine.
II.4. Proses Asuhan Gizi Terstandar
II.4.1. Skrining Gizi
Skrining gizi merupakan kajian awal yang dilakukan dengan tujuan
mengetahui status pasien sebagai acuan tindak lanjut analisis masalah asuhan
gizi oleh ahli gizi atau tidak. Berikut merupakan formulir skrining
menggunakan metode malnutrition screening tools (MST) yang telah
dilakukan kepada pasien.
Parameter
1. Skor IMT

IMT > 20 (Obesitas >30


=0
2. Skor kehilangan BB yang tidak direncanakan 3-6 bulan terakhir

BB Hilang < 5 %
=0
3. Skor efek penyakit akut

Ada asupan nutrisi > 5 hari


=0
Jumlah skor keseluruhan
=0
Berdasarkan penilaian menggunakan MST, Os dinyatakan berisiko
rendah karena jumlah skor keseluruhan bernilai nol. Namun, skrining harus
dilakukan kembali tiap tujuh hari untuk memantau risiko Os dan menentukan
asuhan gizi yang akan dilakukan agar sesuai dengan daya terima Os.

5
II.4.2. Pengkajian Gizi (Assessment)
Antropometri
Pengukuran antropometri yang dilakukan meliputi pengukuran
berat badan dan tinggi badan untuk mengetahui status gizi Os. Data
tinggi badan diperoleh dari pengukuran tinggi lutut (TILUT),
sedangkan berat badan Os dihitung berdasarkan nilai IMT yang
diperoleh dari estimasi menggunakan data pengukuran lingkar lengan
atas (LILA). Pengukuran tidak dilakukan secara langsung karena
kondisi Os yang lemah, sehingga tidak memungkinkan Os untuk
berdiri. Berikut merupakan data antropometri Os.
Usia
Tinggi Lutut
Estimasi TB

Lingkar Lengan Atas


Estimasi IMT

Estimasi BB

BB Ideal

Status Gizi

: 68 tahun
: 51.5 cm
= (2.102 x TILUT) + 56.343
= (2.102 x 51.5) + 56.343
= 164.6 cm
: 34.5 cm
= (1.01 x LILA) 4.7
= (1.01 x 34.5) 4.7
= 30.145 kg/m2
= IMT x TB2
= 30.145 x (1.646)2
= 81.67 kg
= (TB 100) x 0.9
= (164.6 100) x 0.9
= 58.14 kg
: Obese II (WHO 2000)

Biokimia
Pengumpulan dan pengkajian data biokimia meliputi hasil
pemeriksaan laboratorium yang berhubungan dengan keadaan gizi Os,
seperti analisis darah, urin, dan elektrolit. Hasil uji laboratorium
memberikan informasi yang memiliki peranan dalam menegakkan
diagnosa serta intervensi gizi. Berikut merupakan tabel hasil
laboratorium Os saat masuk rumah sakit.
Tabel 1 Hasil laboratorium Os saat masuk rumah sakit
Pemeriksaan
Hasil Tanggal
Rujukan
Keterangan
Laboratorium
10/10/2015
Hemoglobin
13.1 g/dL
13 17 g/dL
Normal
Hematokrit
38 %
40 48 %
Rendah
3
3
Leukosit
9.36 x 10
3.6 11.0 x 10
Normal
Trombosit
170 ribu/dL
150 440 ribu/dL
Normal
Eritrosit
4.3 juta/L
4.4 5.9 juta/L
Rendah
Ureum
27 mg/dL
20 40 mg/dL
Normal
Kreatinin
1.22 mg/dL
0.17 1.50 mg/dL
Normal
Natrium
151 mmol/L
135 147 mmol/L
Tinggi
Kalium
3.6 mmol/L
3.5 5.0 mmol/L
Normal
Sumber: Rekam Medik RSUD Pasar Rebo (2015)

6
Berdasarkan hasil uji laboratorium pada Tabel 1, diketahui
bahwa uji hematologi Os bernilai sedikit rendah pada hematokrit dan
eritrosit. Pengukuran hematokrit pada umumnya digunakan dalam
mendiagnosis anemia, terutama anemia defisiensi besi (Nelms et al.
2010). Namun, rendahnya nilai hematokrit Os tidak mengindikasi
kepada anemia, karena pemeriksaan hemoglobin Os bernilai normal
dan perbedaan nilai uji (hematokrit dan eritrosit) dengan cut off
terlampau sangat sedikit, serta tidak ditemukan tanda-tanda Os terlihat
lesu atau pun pucat pada sklera mata maupun bagian tubuh lainnya.
Ketidaknormalan lainnya terdapat pada kadar Natrium yang tergolong
tinggi sebagai manifestasi klinis dari hipertensi yang diderita Os.
Klinis
Pemeriksaan klinis dilakukan untuk mengetahui hasil
pemeriksaan tanda-tanda vital Os, meliputi tekanan darah, denyut
nadi, laju pernapasan, dan suhu tubuh Os. Tabel 2 merupakan hasil
pengamatan kondisi Os pada saat Os pertama kali masuk rumah sakit.
Tabel 2 Hasil pemeriksaan dan pengamatan klinis Os
Pemeriksaan
Hasil Tanggal
Rujukan
Keterangan
Klinis
10/10/2015
Tekanan Darah
210/110 mmHg
120/80 mmHg
Tinggi
Denyut Nadi
54x/menit 60 80x/menit
Tinggi
Laju Pernapasan
24x/menit 12 20 x/menit
Tinggi
o
o
Suhu Tubuh
36 C
36 C
Normal
Sumber: Rekam Medik RSUD Pasar Rebo (2015)

Hasil pemeriksaan klinis Os menunjukkan tekanan darah Os


tinggi berkaitan dengan kodisi hipertensi Os. Selain itu, Os juga
mengalami takikardia dan takipnea.
Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui hasil
pemeriksaan keadaan umum dan keluhan yang dirasakan Os, sehingga
perkembangan kondisinya dapat dipantau dengan baik. Tabel 3
merupakan hasil pengamatan kondisi Os pada saat masuk rumah sakit.
Tabel 3 Hasil pemeriksaan dan pengamatan fisik Os
Hasil Tanggal
Keluhan
10/10/2015
Lemas*
+
Mual*

Muntah*

Penurunan Nafsu Makan*


+
Kesulitan Menelan*

Sesak*

Nyeri Dada*

*Keterangan: + = ada, = tidak ada


Sumber: Rekam Medik RSUD Pasar Rebo (2015)

7
Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, diketahui bahwa Os
tampak lemas pada bagian kanan tubuhnya, serta mengalami
penurunan nafsu makan.
Riwayat Gizi
1. Pola Makan SMRS
Kuantitatif
- Pagi

: bubur ayam 1 mangkok, sate usus 1 tusuk, sate hati 1


tusuk, pisang 1 buah
- Snack pagi : kue bolu 1 potong, tempe goreng 1 potong
- Siang
: nasi 2.5 gelas, empal 1 potong kecil, tahu goreng 1 biji,
sayur asem 1 mangkok, belimbing 2 buah
- Snack sore : tempe goreng 2 potong sedang, sirup 1 gelas
- Malam
: nasi 2.5 gelas, tongseng kambing 1 mangkok, es jeruk
manis 1 gls
Kualitatif
- Os gemar mengonsumsi daging kambing
- Os suka makan jeroan yang diolah dengan santan kental
- Os suka makan gorengan
- Os suka makan kue-kue yang manis
- Os tidak suka susu
- Os tidak memiliki alergi makanan
- Os hobi mengonsumsi saus tomat dan saus sambal setiap kali makan
- Os tidak suka minum teh dan kopi
- Os sering mengonsumsi minuman beralkohol
- Os suka ngemil atau makan selingan kue dan gorengan
2. Pola Makan MRS
Kuantitatif
- Pagi
- Snack pagi
- Siang
- Snack sore
- Sore

: 3 sdm nasi tim, pisang 0.5 buah


: kue sus 1 buah
:: bolu ketan hitam 1 potong
: nasi tim 5 sdm, ayam bumbu gulai 0.5 potong, kimlo
0.5 mangkok, pepaya 1 potong

Tabel 4 Perbandingan asupan zat gizi SMRS dengan kebutuhan Os


Keterangan
Kandungan Gizi
Kebutuhan Asupan
%
1684
Lebih
Energi (kkal)
2425
144%
63.2
Cukup
Protein (gram)
68
108%
37.4
Lebih
Lemak (gram)
61
163%
273.7
Lebih
Karbohidrat (gram)
388
142%
Berdasarkan persentase yang ditunjukkan pada Tabel 4, dapat
diketahui bahwa asupan SMRS Os dari makanan sangat berlebih yang
ditunjukkan oleh persentase hampir seluruh kandungan zat gizi yang
melebihi 119% (BKP 2008), kecuali pada asupan protein yang sudah

8
baik. Asupan lemak yang sangat berlebih disebabkan oleh kegemaran
Os mengonsumsi makanan yang digoreng dan diolah dengan
menggunakan santan. Hal tersebut dapat menjadi penyebab timbulnya
gejala-gejala atau keluhan-keluhan yang dirasakan dan penyebab
terjadinya penyakit pada Os. Asupan lemak yang berlebihan dapat
memicu aterosklerosis atau penyumbatan pada pembuluh darah yang
menyebabkan terjadinya stroke (Ahmed et al. 2006). Berikut
merupakan hasil perhitungan kebutuhan gizi ideal Os ketika sehat
sebelum masuk rumah sakit.
Perhitungan Kebutuhan Gizi SMRS
Kebutuhan energi = {(10 x BB) + (6.25 x TB) (5 x U) + 5} x FA
(Rumus Mifflin) = {(10)(58.14)+(6.25)(164.6)(5)(68)+5} x 1.3
= 1684 kkal
Kebutuhan protein = 15% x 1684/4
= 63.2 gram
Kebutuhan lemak = 20% x 1684/9
= 37.4 gram
Kebutuhan KH
= 65% x 1684/4
= 273.7 gram
(Almatsier 2008)
Tabel 5 Perbandingan asupan MRS dengan kebutuhan Os ketika sakit
Keterangan
Zat Gizi
Kebutuhan Asupan
%
725
42%
Kurang
Energi (kkal)
1744
15.2
26%
Kurang
Protein (gram)
58.1
3.5
9%
Kurang
Lemak (gram)
38.8
156.5
54%
Kurang
Karbohidrat (gram)
290.8
Persentase asupan MRS diperoleh dari perbandingan asupan Os
ketika masuk rumah sakit dengan kebutuhan idealnya saat sakit. Saat
masuk rumah sakit, asupan semua zat gizi Os sangat rendah karena
masih di bawah 90% berdasarkan acuan Depkes 1996 (BKP 2008).
Asupan yang inadekuat tersebut disebabkan oleh berkurangnya nafsu
makan Os, sehingga seringkali Os tidak menghabiskan makanannya.
Berikut merupakan hasil perhitungan kebutuhan zat gizi Os pada saat
sakit.
Perhitungan Kebutuhan Gizi MRS
Kebutuhan energi = 30 kkal/kgBBI
= 30 kkal x 58.14 kg
= 1744 kkal
Kebutuhan protein = 1 g/kgBBI
= 1 g x 58.14 kg
(58.14 4)
= 58.14 gram 1744 100% = 13.3%
Kebutuhan lemak = 20% x 1744/9
= 38.75 gram
Kebutuhan KH
= 66.7% x 1744/4
= 290.812 gram
(Almatsier 2008)

9
Riwayat Personal
a. Riwayat Penyakit
Riwayat penyakit pasien diperoleh dari isteri dan anak Os
melalui pertanyaan seputar penyakitnya, seperti kronologis awal
penyakit Os, riwayat keturunan keluarga, serta keluhan-keluhan atau
gejala yang dialami sebelumnya. Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan
yang diajukan, didapatkan informasi bahwa Os pertama kali terkena
stroke dan mengenai saraf memorinya pada tahun 2011 di awal Os
pensiun dari kantornya dan tidak lagi mengajar sehingga aktivitas Os
hanya di rumah dan jarang berolahraga. Pada Januari 2015, Os
didiagnosa CVD hemiparese dextra. Os sering mengalami sakit kepala
dan lemah pada bagian kanan tubuhnya.
Sebelum masuk rumah sakit, Os merasa pusing yang tidak
tertahankan pada pagi hari. Os kemudian dibawa ke klinik 24 jam dan
diukur tekanan darahnya. Os kemudian dirujuk oleh dokter untuk
dibawa ke rumah sakit dan Os langsung dilarikan ke IGD RSUD Pasar
Rebo dengan keadaan lemas sebelah kanan dan hipertensi pada
tanggal 10 Oktober 2015. Os sudah lima kali dibawa ke rumah sakit
dengan keluhan yang sama. Hingga kekambuhan Os yang kelima, Os
belum pernah diberikan penyuluhan atau informasi terkait gizi.
Keluarga Os memiliki riwayat diabetes melitus namun tidak memiliki
riwayat hipertensi, obesitas, maupun stroke.
b. Status sosial ekonomi
Os merupakan seorang pensiunan general manager bagian food
and beverages salah satu hotel swasta di Jakarta dan merupakan
pengajar di sekolah pariwisata. Selama bekerja di hotel, Os sering
mengadakan meeting dengan klien sehingga makan Os menjadi tidak
terkendali dan seringkali minum-minuman beralkohol. Keluarga Os
berada pada kondisi sosial ekonomi menengah ke atas.
c. Aktivitas fisik sehari-hari
Aktivitas Os sehari-hari sangat ringan. Setelah pensiun dari hotel
dan berhenti mengajar, Os tidak memiliki kesibukan apapun di rumah
dan hanya melakukan gerakan olahraga tangan ringan di pagi hari.
Terapi Medis
Terapi medis diberikan untuk membantu Os mencapai kondisi
normal dengan memberikan obat-obatan yang dapat diberikan per oral
maupun melewati pembuluh darah/intravena (injeksi). Tabel 6
merupakan rincian terapi medis yang diterima Os selama berada di
rumah sakit:
Tabel 6 Obat oral yang dikonsumsi Os
No Nama Obat
Dosis
Indikasi
Efek Samping
1. CPG
2 x 75 Menurunkan a- Konstipasi, ulkus
terotrombosis
gaster dan duodeyang menyertai num, muntah, perserangan stroke darahan gastritis

10
Tabel 6 Obat oral yang dikonsumsi Os (lanjutan)
No Nama Obat
Dosis
Indikasi
Efek Samping
2. Amlodipin
1x5
Obat tekanan Bengkak di sisi tudarah
tinggi lang kering, sakit
(hipertensi)
kepala, lemas, pusing, mual
3. Alprazolam 2 x 0.25 Obat penenang Mengantuk, pusing,
perubahan mental /
mood (halusinasi,
sulit bicara, kesulitan berjalan, hilang
koordinasi,
masalah memori)
4. Harnal
1x1
Menghilangkan Pusing, sakit kepaOcas
gejala benign la, mengantuk, takiprostatic hy- kardia
perplasia
5. Glaucon
4 x 250 Obat jantung

6. Aspar K
2x1
Kalium tam- Gangguan saluran
bahan untuk hi- pencernaan dan hipokalemia ka- perkalemia
rena antihipertensi diuretika
jangka panjang
Sumber: MIMS (2015)

Tabel 7 Injeksi yang diterima Os


No Nama Obat
Dosis
Indikasi
Efek Samping
1. Citicoline
2 x 1000 Pengobatan
Sakit kepala, diare,
demensia, tra- mual, insomnia, dan
uma kepala, masalah usus lain
penyakit serebrovaskular,
seperti stroke
2. Profenid
N/A
Mengobati
Mual, muntah, diagejala-gejala
re, konstipasi, puartritis rema- sing, ulkus peptitoid, ankilo- kum,
gangguan
sing
spon- fungsi ginjal dan
dilitis, gout hati, nyeri abdomen,
akut
dan vertigo,
edema,
osteoartritis
trombositopenia
serta nyeri dan
juga
inflamasi
Sumber: MIMS (2015)

11
II.4.3. Diagnosis Gizi
a. Domain Intake
NI 2.1 Asupan oral inadekuat berkaitan dengan adanya
penurunan nafsu makan terkait terapi medis yang diterima ditandai
dengan asupan MRS < 80%.
b. Domain Klinis
NC 2.2 Perubahan nilai laboratorium terkait gizi berkaitan
dengan kondisi fisiologis terkait stroke dan hipertensi ditandai oleh
nilai tekanan darah selalu tinggi (210/110 mmHg), serta nilai Natrium
tinggi (151 mmol/L).
NC 3.3 Obesitas berkaitan dengan kelebihan asupan energi yang
ditandai oleh IMT di atas batas normal (30.145 kg/m2).
c. Domain Behavior
NB 1.1 Kurangnya pengetahuan terkait makanan dan gizi
berkaitan dengan kurang terpapar informasi yang akurat terkait gizi
ditandai oleh kebiasaan makan Os yang gemar mengonsumsi daging
kambing, jeroan, kue-kue yang manis, gorengan, minuman
beralkohol, serta makanan-makanan yang diolah dengan
menggunakan santan kental.
II.4.4. Intervensi Gizi
Tujuan Intervensi
a. Meningkatkan asupan MRS Os minimal 70% dari kebutuhan dengan
memerhatikan kondisi obese dan komplikasi penyakit stroke yang
diderita Os.
b. Membatasi asupan natrium (maksimal 1200 mg) untuk mencapai nilai
tekanan darah normal.
c. Meningkatkan pengetahuan gizi mengenai pemilihan makan yang
tepat sesuai dengan kondisi Os.
Implementasi
a. Os diberikan diet rendah garam III dalam bentuk makanan lunak
melalui jalur per oral dengan kandungan energi sebesar 1744 kkal,
protein sebesar 58.14 gram, lemak 38.75 gram, karbohidrat 290.812
gram, dan Natrium maksimal 1200 mg dengan frekuensi tiga kali
makan utama dan dua kali selingan.
b. Diberikan edukasi kepada Os melalui penyuluhan tentang diet rendah
garam, satuan penukar, dan gizi seimbang dengan menggunakan
media leaflet.
II.4.5. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring
Monitoring dilakukan untuk mengetahui respon Os terhadap
intervensi yang diberikan dengan melakukan pemantauan asupan gizi
Os berdasarkan konsumsi makanan yang diintervensi. Monitoring

12
juga dilakukan terhadap kondisi tekanan darah Os, serta memantau
perubahan nilai laboratorium Os. Evaluasi kemudian dilakukan
dengan membandingkan data sebelum dan setelah dilakukan
intervensi untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan setelah
pemberian intervensi dan mengetahui tingkat pencapaian keberhasilan
intervensi gizi yang telah diberikan. Berikut merupakan rincian
beberapa indikator yang dimonitor.
Indikator
Asupan

Antropometri (berat badan)


Keluhan
(lemas, kurang nafsu
makan)
Perilaku /
pengetahuan (hobi
makan bersantan, saus, kue)
Biokimia
(Na, K)

Tabel 8 Indikator yang dimonitor


Metode
Waktu
Target
Pemberian diet lu- Tiga hari Asupan 70%,
nak rendah garam intervensi tidak
mengonIII (E = 1744 kkal,
sumsi makanan
P = 58.14 g, L =
dari luar RS
38.75 g, KH =
290.812 g) ; 3 kali
makan utama, 2
kali snack
Estimasi
dengan Awal pe- LILA stabil, tipengukuran LILA
ngamatan dak terjadi penudan H-3 runan
maupun
intervensi peningkatan BB
Observasi langsung Tiga hari Mengurangi
intervensi hingga tidak ada
keluhan
Focus group discussion (FGD), penyuluhan mengenai
diet rendah garam
dan gizi seimbang

Tiga hari
intervensi

Hasil laboratorium
(instruksi dokter)

Instruksi
dokter

Mengurangi konsumsi saus tomat /


sambal, intervensi
dihabiskan,
tidak konsumsi
makanan dari luar
rumah sakit
Nilai laboratorium normal

Setelah dilakukan monitoring, kemudian dilakukan evaluasi


berdasarkan intervensi yang telah diberikan. Evaluasi dilakukan untuk
mengetahui capaian atau tingkat keberhasilan intervensi gizi yang
telah diberikan kepada Os dan keluarga.
Evaluasi
Monitoring asupan dilakukan untuk mengetahui zat gizi aktual
dari makanan intervensi dan makanan lain yang benar-benar
dikonsumsi oleh Os dengan pengamatan langsung, food weighing, dan
recall. Asupan zat gizi dari makanan yang dikonsumsi tersebut
kemudian dibandingkan dengan kebutuhan Os. Berikut persentase
perbandingan asupan zat gizi dengan kebutuhan Os selama intervensi.

13
Tabel 9 Persentase perbandingan asupan zat gizi dengan kebutuhan
Kandungan
Gizi
Energi (kkal)
Protein (g)
Lemak (g)
KH (g)

Kebutuhan
1744
58.1
38.8
290.8

I
1313
41.1
28.3
226.6

75%
71%
73%
78%

Asupan
II
III
1487 85% 1560
89%
50.5 87% 51.5
89%
39.7 102% 41.7 108%
238.0 82% 252.2 87%

Asupan energi Os meningkat mulai dari hari ke-1 hingga hari


ke-3 intervensi karena nafsu makan Os mulai membaik. Selain itu,
diberikan pula motivasi kepada Os dan keluarga agar makanan yang
telah diberikan diusahakan untuk dihabiskan setiap harinya, serta tidak
mengonsumsi makanan lain di luar yang diberikan di rumah sakit.
Intervensi dapat dikatakan berhasil karena telah mencapai target
asupan >70%, serta terjadi peningkatan asupan dan seluruh makanan
intervensi yang diberikan pada hari ke-3 dihabiskan oleh Os, baik pada
makan pagi, siang, sore, maupun selingan. Seluruh asupan Os pada
masing-masing zat gizi sudah baik karena < 119% mengacu pada
Depkes 1996 (BKP 2008).
Tabel 10 merupakan beberapa indikator yang dievaluasi setelah
dilakukan tiga hari intervensi. Indikator-indikator tersebut meliputi
asupan, antropometri (berat badan), keluhan terkait penyakit yang
dirasakan Os, pengetahuan gizi, dan hasil laboratorium Os. Berikut
pemaparan hasil evaluasi indikator-indikator tersebut.
Indikator
Asupan
Berat Badan
Keluhan

Pengetahuan

Biokimia

Tabel 10 Indikator yang dievaluasi


I
II
75%
85%
81.67 kg

Lemas, kurang Lemas berkunafsu makan


rang, nafsu makan meningkat
Asupan MRS Tidak makan
meningkat, ti- makanan selain
dak lagi meng- dari RS, mulai
onsumsi saus menghabiskan
tomat / sambal makanan RS
Hipokalemia

III
89%
81.67 kg
Tangan mulai
bertenaga, nafsu makan baik
Intervensi yang
diberikan dihabiskan seluruhnya (utama &
selingan)

Berdasarkan persentase asupan Os pada intervensi hari ke-1, 2,


dan 3, diketahui bahwa target asupan telah tercapai karena asupan Os
> 70%. Peningkatan asupan tersebut disebabkan oleh adanya
perbaikan pada nafsu makan Os, sehingga Os sudah dapat
mengonsumsi makanan dengan jumlah lebih banyak. Asupan Os juga
mengalami peningkatan setiap harinya karena keluhan-keluhan yang
dirasakan Os juga sudah mulai berkurang dan berdampak pada
konsumsi makanan yang meningkat.

14
Pemantauan berat badan Os dilakukan menggunakan estimasi
dengan pengukuran lingkar lengan atas (LILA). Pengukuran
dilakukan pada hari pertama pengamatan (sebelum intervensi) dan
hari ke-3 intervensi. Berdasarkan hasil pengukuran, diketahui bahwa
estimasi berat badan Os cukup stabil, ditunjukkan oleh pengukuran
LILA yang bernilai sama dengan pengukuran pada awal pengamatan.
Hasil evaluasi keluhan Os menujukkan perkembangan yang
dirasakan Os setelah beberapa hari menerima intervensi. Keadaan
umum Os mulai tampak lebih sehat dan tangan Os mulai bertenaga
hingga hari ke-3 intervensi. Nafsu makan Os juga meningkat dari hari
ke hari. Namun, terkadang Os masih tampak lemas dan kondisi
emosionalnya belum dapat terkontrol dengan baik. Akan tetapi, pada
hari ke-3 intervensi, keluhan lemas Os telah teratasi hingga tidak ada
keluhan.
Hasil evaluasi pengetahuan gizi dilakukan berdasarkan
pengamatan selama intervensi serta berdiskusi dengan isteri dan anak
Os. Pengetahuan keluarga yang merawat Os mengenai makanan
bergizi dan makanan yang dipantang untuk Os juga sudah baik
diketahui dari isteri Os yang selalu mengingatkan Os mengenai
makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan terkait penyakitnya. Os
juga sudah mematuhi anjuran berdasarkan penyuluhan yang diberikan
dengan tidak lagi mengonsumsi saus tomat dan sambal setiap kali
makan. Os juga tidak mengonsumsi makanan selain yang diberikan
dari rumah sakit dan mulai menghabiskan intervensi yang diberikan.
Hasil pemeriksaan laboratorium Os menunjukkan kadar
Natrium Os telah mengalami penurunan hingga mencapai batas
normal. Akan tetapi, Os mengalami penurunan nilai Kalium atau
hipokalemia pada uji biokimia laboratorium pada tanggal 13 Oktober
2015. Hal tersebut dapat disebabkan oleh konsumsi obat yang
mengakibatkan kadar Kalium Os menjadi rendah. Namun, hal tersebut
tidak menjadi pokok perhatian karena Os telah diberikan Aspar K
yang merupakan obat oral untuk penambah Kalium (MIMS 2015).

15

III. PENATALAKSANAAN DIET PADA KASUS


TUMOR MAMAE SINISTRA
III.1. Gambaran Umum Penyakit, Etiologi, dan Patofisiologi
Insiden tumor mamae atau lebih dikenal dengan tumor payudara terjadi
tidak hanya di negara berkembang, namun prevalensinya juga tinggi di negara maju
Tumor ini dapat bersifat jinak maupun ganas. Tumor ganas dapat berkembang
menjadi kanker (Diananda 2009). Tumor payudara merupakan kelainan pada
payudara yang sering ditemukan pada kaum wanita. Kelainan ini berupa benjolan
yang tidak normal akibat pertumbuhan sel yang terjadi secara terus menerus
(Kumar et al. 2007). Jika benjolan tidak dibuang atau terkontrol, sel-sel kanker bisa
menyebar (metastase) pada bagian-bagian tubuh lain. Metastase bisa terjadi pada
kelenjar getah bening (limfe) ketiak ataupun di atas tulang belikat. Selain itu sel-sel
kanker bisa bersarang di tulang, paru-paru, hati, kulit, dan bawah kulit (Tapan
2005). Istilah tumor sering digunakan untuk semua tonjolan dan diartikan sebagai
pembengkakan yang dapat disebabkan oleh neoplasma, radang, atau pun
perdarahan.
Hingga kini, penyebab pasti tumor payudara belum diketahui. Namun, ada
beberapa faktor risiko yang telah teridentifikasi, seperti jenis kelamin, riwayat
keluarga, faktor genetik, usia, hormonal, paparan radiasi, intake alkohol, dan
pemakaian kontrasepsi oral. Menurut Rasjidi (2009), wanita memiliki risiko lebih
besar menderita tumor payudara dibandingkan pria. Prevalensi tumor payudara
pada pria hanya 1% dari keseluruhan insiden tumor payudara. Selain itu, wanita
yang memiliki keluarga dengan riwayat menderita tumor payudara berisiko tiga kali
lebih besar untuk menderita penyakit tersebut. Risiko tumor payudara juga
meningkat seiring dengan pertambahan usia. Pentingnya faktor usia sebagai faktor
risiko diperkuat oleh data bahwa 78% tumor mamae yang berkembang terjadi pada
pasien yang berusia lebih dari 50 tahun dan hanya 6% pada pasien yang kurang dari
40 tahun. Rata-rata usia pada saat ditemukannya kanker adalah 62 tahun. Kadar
hormon yang tinggi selama masa reproduktif, terutama jika tidak diselingi oleh
perubahan hormon akibat kehamilan, juga dapat meningkatkan risiko terjadinya
tumor payudara.
Perkembangan tumor yang merupakan kelompok sel tersebut kemudian
berubah dengan ciri-ciri adanya proliferasi sel yang berlebihan dan tidak berguna,
serta tidak mengikuti pengaruh struktur jaringan sekitarnya. Proliferasi yang tidak
terkendali tersebut mengganggu fungsi jaringan normal dengan menginfiltrasi dan
memasukinya dengan cara menyebarkannya ke organ-organ yang jauh yang
kemudian dalam sel tersebut terjadi perubahan secara biokimia terutama pada
bagian inti. Hampir semua tumor ganas tumbuh dari suatu sel di mana telah terjadi
transformasi maligna dan berubah menjadi sekelompok sel-sel ganas di antara selsel normal. Akibatnya, terjadi peradangan yang akan meningkatkan kebutuhan gizi
penderita untuk membunuh bakteri maupun zat lainnya yang dideteksi tubuh
sebagai zat asing. Apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka dapat terjadi
penurunan berat badan hingga kurang gizi pada penderita tumor payudara (Charette
2006).

16
III.2. Identitas Pasien
NRM
Nama
Usia
Pekerjaan
Jenis Kelamin
Tanggal Lahir
Tanggal Masuk
Tanggal Kasus
Diagnosa Medis

: 2015-639218
: Ny. DN
: 39 tahun
: Pedagang
: Perempuan
: 30 April 1976
: 14 Oktober 2015
: 17 Oktober 2015
: Tumor mamae sinistra

III.3. Gambaran Penyakit Pasien


III.3.1. Riwayat Masuk RS
Sebelum masuk rumah sakit, Os mengeluh payudaranya terasa sakit
dan mengeluarkan darah sehabis mandi sore (abses pada payudara sebelah
kiri). Sebelumnya, Os pernah melakukan operasi untuk mengeluarkan cairan
pada payudaranya (ekservasi) pada tanggal 1 Oktober 2015. Namun, Os
masih mengalami peradangan pada payudaranya dan terasa nyeri yang tidak
tertahankan, sehingga pada 14 Oktober 2015 Os dibawa ke IGD RSUD Pasar
Rebo dalam keadaan sadar dan berencana untuk melakukan operasi
pengangkatan payudara.
III.3.2. Diagnosa Medis
Diagnosis medis merupakan gambaran penyakit Os yang ditetapkan
oleh dokter berdasarkan hasil laboratorium, pengamatan klinis dari akumulasi
gejala yang ditunjukkan Os, dan keterangan serta keluhan yang diberikan
orangtua Os. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan uji laboratorium, Os
didiagnosis menderita tumor mamae sinistra.
III.4. Proses Asuhan Gizi Terstandar
III.4.1. Skrining Gizi
Skrining gizi merupakan kajian awal yang dilakukan dengan tujuan
mengetahui status pasien sebagai acuan tindak lanjut analisis masalah asuhan
gizi oleh ahli gizi atau tidak. Berikut merupakan formulir skrining gizi
menggunakan metode malnutrition screening tools (MST) yang telah dilakukan
kepada pasien.
Parameter
1. Skor IMT
IMT > 20
=0
2. Skor kehilangan BB yang tidak direncanakan 3-6 bulan terakhir
BB Hilang < 5 %
=0
3. Skor efek penyakit akut
Ada asupan nutrisi > 5 hari
=0
Jumlah skor keseluruhan
=0
Berdasarkan penilaian dengan menggunakan parameter MST, Os
dinyatakan berisiko rendah karena jumlah skor keseluruhan dari ketiga

17
parameter bernilai nol. Namun, skrining ini harus dilakukan kembali setiap 7
hari untuk memantau risiko Os dan untuk menentukan asuhan gizi dan
monitoring yang akan dilakukan agar sesuai dengan daya terima Os.
III.4.2. Pengkajian Gizi (Assessment)
Antropometri
Pengukuran antropometri yang dilakukan meliputi pengukuran
berat badan dan tinggi badan untuk mengetahui status gizi Os. Data
tinggi badan diperoleh dari pengukuran tinggi lutut (TILUT),
sedangkan berat badan Os dihitung berdasarkan nilai IMT yang
diperoleh dari estimasi menggunakan data hasil pengukuran lingkar
lengan atas (LILA). Pengukuran berat badan dan tinggi badan tidak
dilakukan secara langsung karena kondisi Os yang sulit bergerak dan
hanya terbaring di tempat tidur, sehingga tidak memungkinkan Os
untuk berdiri maupun duduk untuk diukur secara langsung. Berikut
merupakan data antropometri Os berdasarkan hasil pengukuran.
Usia
Tinggi Lutut
Estimasi TB

Lingkar lengan atas


Estimasi IMT

Estimasi BB

BB ideal

Status Gizi

: 39 tahun
: 49 cm
= (1.889 x TILUT) + 62.682
= (1.889 x 49) + 62.682
= 155.2 cm
: 25.7 cm
= (1.10 x LILA) 6.7
= (1.10 x 25.7) 6.7
= 21.57 kg/m2
= IMT x TB2
= 21.57 x (1.552)2
= 51.98 kg
= (TB 100) x 0.9
= (155.2 100) x 0.9
= 49.68 kg
: Normal (WHO 2002)

Biokimia
Pengumpulan dan pengkajian data biokimia meliputi hasil
pemeriksaan laboratorium yang berhubungan dengan keadaan gizi Os,
seperti analisis darah, elektrolit, serta jaringan tubuh lainnya. Hasil uji
laboratorium memberikan informasi yang bermanfaat mengenai status
gizi dan memiliki peranan dalam menegakkan diagnosa, serta
intervensi gizi. Berikut merupakan tabel hasil laboratorium Os saat
masuk rumah sakit.
Tabel 11 Hasil laboratorium Os saat masuk rumah sakit
Pemeriksaan
Hasil Tanggal
Rujukan
Keterangan
Laboratorium
14/10/2015
Hemoglobin
10.6 g/dL
13.7 15.5 g/dL
Rendah
Hematokrit
32 %
32 47 %
Normal
Leukosit
18.28 x 103
(3.6 11.0) x 103
Tinggi

18
Tabel 11 Hasil laboratorium Os saat masuk rumah sakit (lanjutan)
Pemeriksaan
Hasil Tanggal
Rujukan
Keterangan
Laboratorium
14/10/2015
Trombosit
641 ribu/dL
150 440 ribu/dL
Tinggi
Eritrosit
3.7 juta/dL
3.8 5.2 juta/dL
Rendah
SGOT
66 U/L
0 35 U/L
Tinggi
SGPT
30 U/L
0 35 U/L
Normal
GDS
92 mg/L
< 200 mg/L
Normal
Ureum
32 mg/dL
20 40 mg/dL
Normal
Kreatinin
1.01 mg/dL
0.35 0.93 mg/dL
Tinggi
Natrium
138 mmol/L
135 147 mmol/L
Normal
Kalium
3.3 mmol/L
3.5 5.0 mmol/L
Rendah
Sumber: Rekam Medik RSUD Pasar Rebo (2015)

Berdasarkan hasil uji laboratorium pada Tabel 11, diketahui


bahwa uji hematologi Os bernilai rendah pada nilai hemoglobin dan
eritrosit yang mengindikasi Os menderita anemia. Pengukuran
hemoglobin pada umumnya digunakan dalam mendiagnosis anemia,
terutama anemia defisiensi besi (Nelms et al. 2010). Hasil
pemeriksaan laboratorium Os ketika pertama masuk rumah sakit juga
menunjukkan ketidaknormalan pada nilai leukosit dan trombosit yang
tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa Os mengalami leukositosis dan
trombositosis yang menandakan adanya infeksi atau inflamasi.
Leukositosis merupakan peningkatan jumlah sel darah putih dalam
darah yang merupakan respon normal terhadap infeksi atau proses
peradangan (Corwin 2007). Selain itu, terdapat ketidaknormalan pada
nilai elektrolit Os, yaitu rendahnya kadar Kalium Os (hipokalemia).
Klinis
Pemeriksaan klinis dilakukan untuk mengetahui hasil
pemeriksaan tanda-tanda vital Os, meliputi denyut nadi, laju
pernapasan, dan suhu tubuh Os. Tabel 12 merupakan hasil
pengamatan terhadap kondisi Os pada saat Os pertama kali masuk
rumah sakit.
Tabel 12 Hasil pemeriksaan dan pengamatan klinis Os
Pemeriksaan
Hasil Tanggal
Rujukan
Keterangan
Klinis
14/10/2015
Tekanan Darah
130/80 mmHg
120/80 mmHg
Tinggi
Denyut Nadi
84x/menit 60 80x/menit
Tinggi
Laju Pernapasan
20x/menit 12 20 x/menit
Normal
Suhu Tubuh
36 oC
36 oC
Normal
Sumber: Rekam Medik RSUD Pasar Rebo (2015)

Hasil pemeriksaan klinis Os menunjukkan tekanan darah dan


frekuensi denyut nadi Os cenderung tinggi. Hal tersebut dapat
disebabkan oleh kecemasan yang dirasakan Os akibat penyakit yang
dideritanya. Pemeriksaan laju pernapasan dan suhu tubuh Os
tergolong normal.

19
Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui hasil
pemeriksaan keadaan umum dan keluhan yang dirasakan Os, sehingga
perkembangan kondisinya dapat dipantau dengan baik. Tabel 13
merupakan hasil pengamatan terhadap kondisi Os pada saat Os
pertama kali masuk rumah sakit.
Tabel 13 Hasil pemeriksaan dan pengamatan fisik Os
Hasil Tanggal
Keluhan
14/10/2015
Mual*

Muntah*

Cemas*
+
Nyeri*
+
Kesulitan Menelan*

Sesak*

*Keterangan: + = ada, = tidak ada


Sumber: Rekam Medik RSUD Pasar Rebo (2015)

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, diketahui bahwa Os


tampak cemas akibat penyakit yang dideritanya. Os juga merasakan
nyeri akibat adanya abses pada payudara sebelah kiri. Hasil
pemeriksaan fisik Os yang lain tidak menunjukkan adanya
ketidaknormalan.
Riwayat Gizi
1. Pola Makan SMRS
Kuantitatif
- Pagi
- Snack pagi
- Siang
- Snack sore
- Sore

: roti 1 ptg, singkong goreng 2 ptg, teh manis 1 gls


: bakwan goreng 1 bh
: nasi 1.5 gls, ikan goreng 1 ptg, tempe goreng 1 ptg,
: sayur asem 1 mangkok
: tempe mendoan 1 ptg, ubi goreng 1 ptg
: nasi 1.5 gls, tahu goreng 1 ptg, tempe goreng 1 ptg,
: pilus bks, pepaya 1 ptg

Kualitatif
- Os terbiasa makan tidak teratur
- Os sering mengonsumsi cemilan
- Os gemar mengonsumsi pilus Os, kacang atom, keripik, dan
gorengan
- Os jarang makan buah dan sayur
- Os tidak memiliki alergi makanan
2. Pola Makan MRS
Kuantitatif
- Pagi

: nasi 2 gls, ayam kare 1 ptg, cah wortel corn 1 mangkok

20
- Snack pagi : roti sobek cokelat 1 ptg, teh manis 1 gls (makanan dari
: luar), kue sus (makanan dari RS)
- Siang
: nasi 2 gls, pepes kakap 1 ptg, tahu bumbu bali 1 ptg,
:sayur asem 1 mangkok, melon 1 ptg
- Snack sore : biskuit kelapa 5 keping, susu beruang 1 kaleng
- Sore
: nasi 1 gls, ayam gulai 1 ptg, tempe goreng tepung 1
: ptg, sayur kimlo 1 mangkok, pepaya 1 ptg
Tabel 14 Perbandingan asupan zat gizi SMRS dengan kebutuhan Os
Keterangan
Kandungan Gizi
Kebutuhan Asupan
%
1938
Cukup
Energi (kkal)
1925
99%
72.7
Kurang
Protein (gram)
52
72%
43.1
Cukup
Lemak (gram)
49
114%
314.9
Cukup
Karbohidrat (gram)
309
98%
Berdasarkan persentase yang ditunjukkan pada Tabel 14, dapat
diketahui bahwa asupan SMRS Os dari makanan sudah cukup dari
perbandingan energi, lemak, dan karbohidrat karena berada pada
rentang 90-119%, namun masih kurang pada asupan protein karena
kurang dari 90% menurut Depkes RI 1996 (BKP 2008). Rendahnya
persentase asupan protein Os disebabkan oleh frekuensi konsumsi
lauk hewani Os yang rendah, yaitu hanya sebanyak satu kali per hari.
Berikut merupakan hasil perhitungan kebutuhan gizi ideal Os ketika
sehat.
Perhitungan Kebutuhan Gizi SMRS
Kebutuhan energi = {655 + (9.6 BB) + (1.8 TB) (4.7 U)} x FA
(Harris-Benedict) ={655+(9.6)(51.98)+(1.8)(155.2)(4.7)(39)}x1.55
= 1938 kkal
Kebutuhan protein = 15% x 1938/4
= 72.7 gram
Kebutuhan lemak = 20% x 1938/9
= 43.1 gram
Kebutuhan KH
= 65% x 1938/4
= 314.9 gram
(Almatsier 2008)
Tabel 15 Perbandingan asupan MRS dengan kebutuhan ketika sakit
Keterangan
Zat Gizi
Kebutuhan Asupan
%
2342
120%
Lebih
Energi (kkal)
1950
64.9
67%
Kurang
Protein (gram)
97.5
55.4
128%
Lebih
Lemak (gram)
43.3
390.0
111%
Lebih
Karbohidrat (gram)
292.5
Persentase asupan MRS diperoleh dari perbandingan asupan Os
ketika masuk rumah sakit dengan kebutuhan idealnya saat sakit. Saat
masuk rumah sakit, asupan protein Os masih kurang karena
persentasenya lebih kecil dari 90%. Namun, asupan lemak dan
karbohidrat Os berlebih yang menyebabkan asupan energinya juga
berlebih. Tingginya asupan lemak Os disebabkan oleh makanan

21
kemasan yang dikonsumsi Os pada waktu makan selingan. Os juga
selalu makan makanan lain di luar yang diberikan oleh rumah sakit,
yang menyebabkan asupan energinya menjadi berlebih. Berikut
merupakan hasil perhitungan kebutuhan zat gizi Os saat sakit.
Perhitungan Kebutuhan Gizi MRS
Kebutuhan energi ={655 + (9.6 BB) + (1.8 TB) (4.7 U)} x FA x FS
(Harris-Benedict) ={655+(9.6)(52)+(1.8)(155.2)(4.7)(39)}x1.2x1.3
= 1950 kkal
Kebutuhan protein = 20% x 1950/4
= 97.5 gram
Kebutuhan lemak = 20% x 1950/9
= 43.3 gram
Kebutuhan KH
= 60% x 1950/4
= 292.5 gram
(Almatsier 2008)
Riwayat Personal
a. Riwayat Penyakit
Riwayat penyakit pasien diperoleh dari Os dan keluarganya
melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana seputar penyakitnya, seperti
perjalanan awal penyakit Os, riwayat keluarga dengan kasus serupa,
tindakan pengobatan, serta kebiasaan yang dilakukan sebelumnya.
Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, didapatkan
informasi bahwa Os pertama kali menyadari tanda-tanda adanya
benjolan di payudara sebelah kiri pada bulan Desember 2014.
Awalnya benjolan tersebut berukuran kecil dan tidak terasa sakit,
namun benjolan tersebut kemudian terus membesar. Os kemudian
melakukan pemeriksaan dan biopsi terhadap benjolan payudara
tersebut. Namun, setelah melakukan biopsi terjadi pembengkakan
pada payudara Os.
Sebelum masuk rumah sakit pada 14 Oktober 2015, Os
mengeluh payudaranya terasa sakit dan mengeluarkan darah sehabis
mandi sore (abses pada payudara sebelah kiri). Sebelumnya, Os
pernah melakukan operasi untuk mengeluarkan cairan pada
payudaranya (ekservasi) pada tanggal 1 Oktober 2015. Os kemudian
melakukan operasi kedua untuk mengangkat tumor pada payudara
kirinya. Os memiliki keluarga dengan riwayat penyakit serupa. Os
juga belum pernah menerima informasi gizi serta tidak memahami
bahwa mengonsumsi makanan kemasan yang banyak mengandung
pengawet dapat memicu pertumbuhan sel-sel yang abnormal.
b. Status sosial ekonomi
Os merupakan seorang ibu rumah tangga sekaligus pedagang.
Os biasa berjualan tikar di pusat-pusat keramaian dan rekreasi.
Keluarga Os berada pada kondisi sosial ekonomi menengah.
c. Aktivitas fisik sehari-hari
Aktivitas Os sehari-hari tergolong ringan. Os tidak pernah
berolahraga dan ketika berjualan Os lebih sering duduk-duduk selagi

22
menunggu pembeli. Aktivitas lain yang dilakukan Os sebagai ibu
rumah tangga yaitu membersihkan rumah.
Terapi Medis
Terapi medis diberikan untuk membantu Os mencapai kondisi
normal dengan memberikan obat-obatan yang dapat diberikan per oral
maupun melewati pembuluh darah/intravena (injeksi). Tabel 16
merupakan rincian terapi medis yang diterima Os selama berada di
rumah sakit.
Tabel 16 Obat oral yang dikonsumsi Os
No
Nama Obat
Dosis
Indikasi
Efek Samping
1. Aspar K
3 x 1 Kalium tam- Gangguan saluran
bahan pada pe- pencernaan dan
nyakit jantung, hyperkalemia
hipokalemia
karena pemberian antihipertensi diuretika
jangka panjang
2. Clindamycin
3 x 1 Pengobatan in- Reaksi
alergi,
feksi
serius diare, gangguan
yang disebab- intestinal
kan bakteri
3. Kalnex
3 x 1 Fibrinolisis lo- Gangguan gastrokal, pendarahan intestinal, mual,
abnormal pas- muntah, anorekcaoperasi
sia, pusing, ruam,
sakit kepala
4. Ferofort
1 x 1 Suplemen pen- Gangguan pencercegah anemia
naan, mual, nyeri
ulu hati, diare,
konstipasi
5. Vitamin K
3 x 1 Membantu
Anemia,
sakit
pembekuan da- kuning
rah, mencegah
perdarahan
6. Lansoprazole
2 x 1 Pengobatan ul- Sakit kepala, dikus duodenum are, nyeri abdodan lambung, men, dispepsia,
refluks esofagi- nausea, vomitus,
tis
mulut kering, konstipasi, flatulens,
pusing, lelah, ruam kulit, urtikaria,
pruritus, kenaikan
nilai tes fungsi
hati yang bersifat
sementara

23
Tabel 16 Obat oral yang dikonsumsi Os (lanjutan)
No
Nama Obat
Dosis
Indikasi
Efek Samping
7. Dexametasone N/A Pengobatan
Hipokalemia, teberbagai pera- kanan darah tingdangan
gi, nausea, insomnia, keringat berlebih, lemah otot
8. Asam
N/A Menghilangkan Iritasi lambung,
Mefenamat
nyeri akut aki- mual, muntah, dibat operasi
are, pusing, mengantuk, penglihatan
kabur,
vertigo,
anemia
9. Cefadroxil
N/A Pengobatan in- Diare, mual, munfeksi
akibat tah, nyeri perut
bakteri
10. Dexketoprofen N/A Pengobatan ge- Mual, muntah, injala intensitas somnia, anemia,
nyeri akut
hipotensi
11. Cefoperazone
2x
Pengobatan in- Diare, mual, munfeksi & profi- tah, ruam, defisilaksis infeksi ensi vit K, peningpascaoperasi
katan GOT GPT
Sumber: MIMS (2015)

III.4.3. Diagnosis Gizi


a. Domain Intake
NI 1.5 Kelebihan asupan energi berkaitan dengan
hipermetabolisme pasca operasi tumor mamae sinistra ditandai oleh
asupan energi MRS > 100%.
b. Domain Klinis
NC 2.2 Perubahan nilai laboratorium terkait gizi berkaitan
dengan kondisi fisiologis terkait infeksi akibat tumor mamae sinistra
ditandai oleh nilai leukosit dan trombosit yang tinggi.
c. Domain Behavior
NB 1.1 Kurangnya pengetahuan terkait makanan dan gizi
berkaitan dengan kurang terpapar informasi yang akurat terkait gizi
ditandai oleh kebiasaan Os ngemil makanan kemasan dan gorenggorengan.
III.4.4. Intervensi Gizi
Tujuan Intervensi
a. Memberikan makanan secukupnya sesuai kebutuhan dasar.
b. Mengganti kehilangan protein dan glikogen.

24
c. Meningkatkan pengetahuan gizi mengenai pemilihan makan yang
tepat sesuai dengan kondisi Os.
Implementasi
a. Os diberikan diet dengan konsistensi biasa melalui jalur per oral
dengan energi sebesar 1950 kkal, 97.5 gram protein, 43.3 gram lemak,
dan 292.5 gram karbohidrat dengan frekuensi tiga kali makan utama
dan satu kali selingan.
b. Diberikan edukasi kepada Os melalui penyuluhan tentang pedoman
gizi seimbang dan makanan penukar dengan menggunakan media
leaflet.
III.4.5. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring
Monitoring dilakukan untuk mengetahui respon Os terhadap
intervensi yang diberikan dengan melakukan pemantauan asupan gizi
Os berdasarkan konsumsi makanan yang diintervensi. Monitoring
juga dilakukan terhadap kondisi tekanan darah Os, serta memantau
perubahan nilai laboratorium Os. Evaluasi kemudian dilakukan
dengan membandingkan data sebelum dan setelah dilakukan
intervensi untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan setelah
pemberian intervensi dan mengetahui tingkat pencapaian keberhasilan
intervensi gizi yang telah diberikan. Berikut merupakan rincian
beberapa indikator yang dimonitor.
Indikator
Asupan

Keluhan (tekanan darah,


nadi & rasa
nyeri)
Perilaku (hobi konsumsi
makanan kemasan)
Biokimia
(leukosit,
trombosit)

Tabel 17 Indikator yang dimonitor


Metode
Waktu
Target
Pemberian ma- Tiga hari Asupan 90%,
kan sesuai ke- intervensi
terutama pada
butuhan Os desumber protein
ngan diet biasa
untuk mempersetelah flatus; 3
cepat
proses
kali makan utapenyembuhan
ma dan 1 kali
luka-luka bekas
selingan
operasi
Observasi
Tiga hari Nyeri berkulangsung
intervensi
rang, tekanan
darah & denyut
nadi normal
Penyuluhan me- Tiga hari Konsumsi cengenai pedoman intervensi
milan berkuumum gizi serang hingga tiimbang dan madak sama sekali
kanan penukar
Hasil laboratori- Instruksi
Nilai laboratoum
(instruksi dokter
rium normal
dokter)

25
Setelah dilakukan monitoring, kemudian dilakukan evaluasi
berdasarkan intervensi yang telah diberikan. Evaluasi dilakukan untuk
mengetahui capaian atau tingkat keberhasilan intervensi gizi yang
telah diberikan kepada Os dan keluarga Os.
Evaluasi
Monitoring asupan dilakukan untuk mengetahui zat gizi aktual
dari makanan intervensi dan makanan lain yang benar-benar
dikonsumsi oleh Os dengan pengamatan langsung dan food recall.
Asupan zat gizi dari makanan yang dikonsumsi tersebut kemudian
dibandingkan dengan kebutuhan Os. Berikut merupakan persentase
perbandingan asupan zat gizi dengan kebutuhan Os selama intervensi.
Tabel 18 Persentase perbandingan asupan gizi dengan kebutuhan
Kandungan
Gizi

Kebutuhan

Energi (kkal)
Protein (g)
Lemak (g)
KH (g)

1950
97.5
43.3
292.5

I
2429
94.7
79.9
323.8

125%
97%
184%
111%

Asupan
II
3201 164%
94.8 97%
93.1 215%
488 167%

III
2809
68.7
64.9
487.6

144%
70%
150%
167%

Bila dilihat asupan energi Os dari hari ke-1 hingga hari ke-3
secara keseluruhan sangat berlebih, kecuali asupan protein pada hari
ke-3 yang cenderung kurang. Asupan tersebut sangat berlebih karena
Os juga mengonsumsi makanan dari luar selain yang telah diberikan
di rumah sakit. Os juga banyak mengonnsumsi makanan kemasan,
seperti roti-rotian, biskuit, dan kacang atom yang tinggi kalori.
Tabel 19 merupakan beberapa indikator yang dievaluasi setelah
tiga hari intervensi. Indikator-indikator tersebut meliputi asupan, berat
badan, keluhan, pengetahuan, dan hasil laboratorium Os.
Indikator
Asupan
Keluhan

Pengetahuan

Biokimia

Tabel 19 Indikator yang dievaluasi


I
II
125%
164%
Nyeri berku- Tanda - tanda
rang, tanda vi- vital normal
tal normal, tekanan
darah
agak rendah
Konsumsi ma- Konsumsi makanan kemasan kanan kemasan
berkurang
berkurang
Normal
Normal

III
144%
Tanda - tanda
vital normal,
tekanan darah
agak rendah, tidak ada nyeri
Konsumsi makanan kemasan
berkurang
Normal

Berdasarkan persentase asupan Os pada intervensi hari ke-1, 2,


dan 3, secara keseluruhan asupan masing-masing zat gizi sangat
berlebih, kecuali asupan protein pada hari ke-3 yang cenderung
kurang. Asupan tersebut sangat berlebih karena Os juga mengonsumsi
makanan dari luar selain yang telah diberikan di rumah sakit. Os juga

26
banyak mengonsumsi makanan kemasan dan cemilan, seperti rotirotian, biskuit, dan kacang atom yang tinggi kalori.
Hasil evaluasi keluhan Os menujukkan perkembangan keluhan
yang dirasakan Os sejak awal masuk rumah sakit hingga dilakukan
intervensi adalah rasa nyeri telah berkurang, sedikit pusing, dan
tekanan darah cenderung rendah. Namun, keadaan umum Os mulai
tampak lebih sehat dan tanda-tanda vital Os normal. Rasa nyeri Os
dapat teratasi dengan adanya terapi medis yang diberikan di rumah
sakit.
Hasil evaluasi pengetahuan gizi dilakukan selama intervensi
dengan berdiskusi dengan Os serta kerabatnya. Os sudah mulai
mematuhi anjuran berdasarkan penyuluhan yang diberikan dengan
mengurangi konsumsi makanan kemasan dan cemilan. Os juga selalu
menghabiskan makanan yang diberikan oleh rumah sakit untuk
membantu mempercepat proses penyembuhan bekas luka operasi.
Hasil pemeriksaan laboratorium Os menunjukkan bahwa
seluruh pemeriksaan hematologi Os bernilai normal. Nilai leukosit
dan trombosit Os juga telah menurun hingga mencapai batas normal,
yang menandakan kondisi infeksi dan inflamasi Os telah teratasi. Nilai
hemoglobin dan eritrosit Os juga meningkat hingga batas normal.

27

IV. PENATALAKSANAAN DIET PADA KASUS


GERD, INTAKE SULIT, VOMITUS, GIZI BURUK
IV.1. Gambaran Umum Penyakit, Etiologi, dan Patofisiologi
Refluks gastroesofagus merupakan fenomena fisiologis yang wajar terjadi
pada bayi dan anak (Behrman et al. 2004). Meskipun demikian, refluks
gastroesofagus fisiologis ini dapat menjadi patologis jika muncul dengan intensitas
dan frekuensi yang berlebihan, serta timbul gejala atau gangguan
(gastroesophageal reflux disease atau GERD). Gejala ini dapat berupa mual,
muntah, regurgitasi, sakit ulu pada hati, gangguan pada saluran pernafasan dan lainlain (Dent et al. 2001).
Prevalensi refluks esofagus sulit ditentukan, karena selain merupakan
fenomena normal, keadaan ini sulit diidentifikasi dengan alat diagnostik noninvasif (Dent et al. 2001). Walaupun data mengenai refluks gastroesofagus masih
sangat sedikit, namun sebenarnya gejala yang mengarah atau mempunyai
kecenderungan akibat suatu penyakit refluks gastroesofagus tidak jarang
ditemukan, baik pada masa bayi, anak, remaja, maupun dewasa. Prevalensi
penderita refluks gastroesofagus di setiap negara juga sangat bervariasi, namun
hingga kini di Indonesia belum terdapat data-data mengenai angka penderita refluks
gastroesofagus pada anak (Hegar et al. 2002).
Refluks gastroesofagus atau gastroesophageal reflux disease (GERD)
adalah kembalinya isi lambung ke esofagus. Isi lambung tersebut dapat berupa
asam lambung, udara maupun makanan. GERD dapat terjadi secara murni akibat
gangguan fungsional tanpa adanya kelainan lain, atau dapat diakibatkan oleh
adanya gangguan struktural yang terdapat pada esofagus maupun gaster. Gangguan
tersebut kemudian dapat memengaruhi penutupan sfingter esofagus bawah (SEB),
seperti kelainan anatomi kongenital, tumor, komplikasi operasi, tertelan zat korosif
dan lain-lain (Nilsson et al. 2004).
Terjadinya refluks pada orang dewasa cukup jelas dan timbul hampir lima
kali dalam jam pertama setelah makan, frekuensinya juga berkurang hingga nol kali
pada masa satu sampai dua jam setelah makan (Leahy et al. 2001). Berdasarkan
laporan terdahulu, dikatakan bahwa pada bayi RGE asimtomatik terjadi kira-kira
24 kali dalam satu hari satu malam. Refluks seperti ini pada bayi masih dianggap
fisiologis, sedangkan pada bayi dengan GERD kejadian refluks meningkat baik dari
frekuensi dan lamanya, serta terjadi regurgitasi bahan-bahan refluks dan kehilangan
kalori, atau bahan-bahan refluks merusak mukosa esofagus dan menyebabkan
esofagitis (Lidums et al. 1998).
GERD memberikan dampak negatif pada kualitas hidup pasien karena
gejala-gejala yang dialaminya hingga menyebabkan gangguan tidur, penurunan
produktivitas hidup di rumah maupun lingkungan lain, serta gangguan aktivitas
sosial. Short-Form-36-Item (SF-36) Health Survey, menunjukkan bahwa
dibandingkan dengan populasi umum, pasien GERD memiliki kualitas hidup yang
menurun, serta dampak pada aktivitas sehari-hari yang sebanding dengan pasien
penyakit kronik lainnya, seperti penyakit jantung kongestif dan artritis kronik
(Hongo et al. 2007).

28
IV.2. Identitas Pasien
NRM
Nama
Usia
Jenis Kelamin
Tanggal Lahir
Tanggal Masuk
Tanggal Kasus
Diagnosa Medis

: 2015-637664
: An. MF
: 1 tahun 4 bulan
: Laki-laki
: 26 Mei 2014
: 16 Oktober 2015
: 22 Oktober 2015
: GERD, intake sulit, vomitus, gizi buruk

IV.3. Gambaran Penyakit Pasien


IV.3.1. Riwayat Masuk RS
Os datang dengan keluhan muntah-muntah lebih dari tujuh kali sejak
pagi apabila diberikan makanan atau minuman. Os tidak memiliki keluhan
demam, batuk, pilek, maupun diare. Os kemudian dibawa ke poliklinik RSUD
Pasar Rebo oleh orangtua Os dan dianjurkan oleh dokter untuk dirawat.
Orangtua Os kemudian menolak dan hanya minta diberi obat. Namun, setelah
pulang ke rumah Os tetap mengalami muntah dengan frekuensi sering. Pada
malam hari Os kemudian dibawa dalam keadaan sadar untuk dirawat di
RSUD Pasar Rebo. Os sudah delapan kali dirawat di rumah sakit dengan
keluhan yang sama.
IV.3.2. Diagnosa Medis
Diagnosis medis merupakan gambaran penyakit Os yang ditetapkan
oleh dokter berdasarkan hasil laboratorium, pengamatan klinis dari akumulasi
gejala yang ditunjukkan Os, dan keterangan serta keluhan yang diberikan
orangtua Os. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan uji laboratorium, Os
didiagnosis menderita GERD, intake sulit, vomitus, dan gizi buruk.
IV.4. Proses Asuhan Gizi Terstandar
IV.4.1. Skrining Gizi
Skrining gizi merupakan kajian awal yang dilakukan dengan tujuan
mengetahui status pasien sebagai acuan tindak lanjut analisis masalah asuhan
gizi oleh ahli gizi. Berikut merupakan formulir skrining menggunakan
metode screening tool for risk on nutritional status and growth (STRONGkids) yang dilakukan kepada pasien.
Parameter
1. Apakah pasien tampak kurus?
Tidak (0)
Ya (1)
skor = 1
2. Apakah terdapat penurunan BB selama 1 bulan terakhir?
Tidak (0)
Ya (1)
skor = 1
3. Apakah terdapat salah satu dari kondisi berikut?

Diare 5 kali/hari dan/atau muntah > 3 kali/hari seminggu terakhir

Asupan makanan berkurang selama 1 minggu terakhir


Tidak (0)
Ya (1)
skor = 1

29
4. Apakah terdapat penyakit atau keadaan yang mengakibatkan pasien
berisiko mengalami malnutrisi?
Tidak (0)
Ya (2)
skor = 2
Jumlah skor keseluruhan
skor = 5
Berdasarkan penilaian dengan menggunakan parameter STRONGkids, Os dinyatakan berisiko tinggi terhadap malnutrisi karena jumlah skor
keseluruhan dari semua parameter bernilai lima, sehingga Os harus mendapat
asuhan gizi pediatrik terintegrasi yang dilakukan oleh DPJP gizi dan dietisien.
IV.4.2. Pengkajian Gizi (Assessment)
Antropometri
Pengukuran antropometri yang dilakukan meliputi pengukuran
berat badan dan panjang badan untuk mengetahui status gizi Os. Data
berat badan dan panjang badan diperoleh dari pengukuran secara
langsung menggunakan timbangan digital anak yang yang dilengkapi
dengan pengukur panjang badan. Pengukuran dilakukan dengan
kondisi Os yang berbaring dan dengan melepas seluruh pakaian Os.
Berikut merupakan data antropometri Os.
Usia
: 1 tahun 4 bulan
Panjang Badan : 76.1 cm
Berat Badan
: 6.43 kg
Berat Badan Ideal : 10.5 kg
BB/U
: < -3 SD (Gizi Buruk)
PB/U
: -3 s.d. -2 SD (Pendek)
BB/PB
: < -3 SD (Sangat Kurus)
Status Gizi
: Gizi Buruk (AsDI & IDAI 2014)
Biokimia
Pengumpulan dan pengkajian data biokimia meliputi hasil
pemeriksaan laboratorium yang berhubungan dengan keadaan gizi Os,
seperti analisis darah, elektrolit, serta jaringan tubuh lainnya. Hasil uji
laboratorium memberikan informasi yang bermanfaat mengenai status
gizi dan memiliki peranan dalam menegakkan diagnosa, serta
intervensi gizi. Berikut merupakan tabel hasil laboratorium Os saat
masuk rumah sakit.
Tabel 20 Hasil laboratorium Os saat masuk rumah sakit
Pemeriksaan
Hasil Tanggal
Rujukan
Keterangan
Laboratorium
16/10/2015
Hemoglobin
11.7 g/Dl
10.8 12.8 g/dL
Normal
Hematokrit
35 %
35 43 %
Normal
Leukosit
10.82 x 103
(5.5 15.5) x 103
Normal
Trombosit
446 ribu/dL
217 497 ribu/dL
Normal
Eritrosit
5.0 juta/dL
3.6 5.2 juta/dL
Normal
SGOT
47 U/L
< 33 U/L
Tinggi
SGPT
59 U/L
< 33 U/L
Tinggi
pH
7.350
7.37 7.40
Rendah
p CO2
35.0 mmHg
33 44 mmHg
Normal

30
Tabel 20 Hasil laboratorium Os saat masuk rumah sakit (lanjutan)
Pemeriksaan
Hasil Tanggal
Rujukan
Keterangan
Laboratorium
16/10/2015
p O2
80.0 mmHg
71 104 mmHg
Normal
Ureum
38 mg/dL
< 48 mg/dL
Normal
Kreatinin
0.33 mg/dL
< 1.00 mg/dL
Normal
Natrium
137 mmol/L
135 147 mmol/L
Normal
Kalium
4.8 mmol/L
3.5 5.0 mmol/L
Normal
Klorida
90 mmol/L
98 108 mmol/L
Rendah
Sumber: Rekam Medik RSUD Pasar Rebo (2015)

Berdasarkan hasil uji laboratorium pada Tabel 20, diketahui


bahwa uji hematologi Os pada 16 Oktober 2015 secara keseluruhan
bernilai normal. Ketidaknormalan uji laboratorium ditemukan pada
pemeriksaan fungsi hati yang mengalami peningkatan. Nilai pH Os
juga rendah yang menandakan pH esofagus Os asam. Hal tersebut
dimungkinkan oleh GERD yang diderita Os karena adanya refluks
(Kimball & Carlton 2012). Hasil pemeriksaan laboratorium Os ketika
pertama masuk rumah sakit juga menunjukkan ketidaknormalan pada
nilai elektrolit, yaitu kadar Klorida Os yang mengalami penurunan
karena kondisi fisik Os yang sering mengalami muntah dan diare.
Klinis
Pemeriksaan klinis dilakukan untuk mengetahui hasil
pemeriksaan tanda-tanda vital, meliputi denyut nadi, laju pernapasan,
dan suhu tubuh Os. Tabel 21 merupakan hasil pengamatan terhadap
kondisi Os pada saat Os pertama kali masuk rumah sakit.
Tabel 21 Hasil pemeriksaan dan pengamatan klinis Os
Pemeriksaan
Hasil Tanggal
Rujukan
Keterangan
Klinis
16/10/2015
Denyut Nadi
100x/menit 70 110x/menit
Normal
Laju Pernapasan
24x/menit 20 30x/menit
Normal
o
o
Suhu Tubuh
36 C
36 C
Normal
Sumber: Rekam Medik RSUD Pasar Rebo (2015)

Hasil pemeriksaan klinis Os menunjukkan bahwa tanda-tanda


vital secara keseluruhan bernilai normal. Hal tersebut terlihat dari
hasil pemeriksaan denyut nadi, laju pernapasan, dan suhu tubuh Os
yang berada dalam batas nilai normal pada masing-masing aspek
klinis Os.
Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui hasil
pemeriksaan keadaan umum dan keluhan yang dirasakan Os, sehingga
perkembangan kondisinya dapat dipantau dengan baik. Tabel 22
merupakan hasil pengamatan terhadap kondisi Os pada saat Os
pertama kali masuk rumah sakit.

31
Tabel 22 Hasil pemeriksaan dan pengamatan fisik Os
Hasil Tanggal
Keluhan
16/10/2015
Penurunan Nafsu Makan*
+
Kesulitan Menelan*

Muntah*
+
Diare*
+
Tampak Kurus*
+
Edema*

Hipotrofi*
+
Iga Gambang*
+
Mata Cekung*
+
Rambut Jagung*

*Keterangan: + = ada, = tidak ada


Sumber: Rekam Medik RSUD Pasar Rebo (2015)

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, diketahui bahwa Os


tampak lemas pada bagian kanan tubuhnya, serta mengalami
penurunan nafsu makan.
Riwayat Gizi
1. Pola Makan SMRS
Kuantitatif
- Pagi
-

: biskuit 1 keping, bubur SP, ayam blender SP,


: wortel 1/10 SP, dan kacang hijau sdm
Snack pagi : biskuit 1 keping
Siang
:Snack sore : biskuit 2 keping
Sore
: bubur SP, ayam blender SP, wortel 1/10 SP, dan
: kacang hijau sdm
Snack malam : biskuit 1 keping
Per 3 jam
: susu 90 cc

Kualitatif
- Os jarang mengonsumsi buah
- Os gemar mengonsumsi biskuit
- Os mengonsumsi susu melalui NGT
- Os mengonsumsi makanan utama dalam jumlah sedikit
- Os tidak memiliki alergi makanan
2. Pola Makan MRS
Kuantitatif
- Pagi
- Snack pagi
- Siang
- Snack sore
- Sore

::: 5 sdm bubur tim tanpa lauk dan sayur


:: biskuit 1 keping

32
Tabel 23 Perbandingan asupan zat gizi SMRS dengan kebutuhan Os
Keterangan
Kandungan Gizi
Kebutuhan Asupan
%
900
Cukup
Energi (kkal)
868
96%
19.3
Lebih
Protein (gram)
29.2
151%
30
Lebih
Lemak (gram)
38.5
128%
137
Kurang
Karbohidrat (gram)
104
76%
Berdasarkan persentase yang ditunjukkan pada Tabel 23, dapat
diketahui bahwa asupan SMRS Os dari makanan sudah mencukupi
kebutuhan Os pada persentase energi, namun agak berlebih pada
asupan protein dan lemak. Meskipun demikian, hal tersebut dapat
ditoleransi karena menurut keterangan ibu Os, Os memiliki riwayat
hipoalbumin dan juga menderita gizi buruk. Persentase asupan Os
juga masih kurang pada asupan karbohidrat karena bernilai kurang
dari 90% Depkes RI 1996 (BKP 2008). Kurangnya asupan karbohidrat
Os disebabkan oleh asupan makanan pokok yang masih rendah,
terlihat dari konsumsi bubur yang hanya SP dalam satu hari.
Tabel 24 Perbandingan asupan MRS dengan kebutuhan ketika sakit
Keterangan
Zat Gizi
Kebutuhan Asupan
%
900
111
12%
Kurang
Energi (kkal)
19.3
3
13%
Kurang
Protein (gram)
30
1
2%
Kurang
Lemak (gram)
137
24
18%
Kurang
Karbohidrat (gram)
Persentase asupan MRS diperoleh dari perbandingan asupan Os
ketika masuk rumah sakit dengan kebutuhan saat sakit. Bila ditinjau
dari asupan MRS, persentasenya sangat rendah pada semua zat gizi
karena tidak ada yang mencapai 90%. Kurangnya asupan gizi tersebut
dapat diakibatkan adanya penurunan nafsu makan pada Os, terutama
pada saat pemasangan NGT setelah sebelumnya telah dilepas
sehingga Os merasakan ketidaknyamanan kembali. Selain itu, selang
NGT yang baru juga memiliki ukuran lebih besar, sehingga Os harus
beradaptasi kembali terhadap pemasangan NGT tersebut. Berikut
merupakan hasil perhitungan kebutuhan gizi Os baik ideal maupun
saat sakit.
Perhitungan Kebutuhan Gizi
Kebutuhan energi
= 140 kkal/BB
(Gizi Buruk - Fase
= 140 x 6.43 kg
Transisi)
= 900 kkal
Kebutuhan protein
= 3 g/kgBB
= 3 x 6.43 kg = 19.3 gram 9%
Kebutuhan lemak
= (30% x 900) : 9
= 30 gram
Kebutuhan KH
= (61% x 900) : 4
= 137 gram
Kebutuhan cairan
= 150 ml/kgBB
= 150 x 6.43 kg = 964.5 ml (AsDI & IDAI 2014)

33
Riwayat Personal
a. Riwayat Penyakit
Riwayat penyakit pasien diperoleh dari orangtua Os melalui
pertanyaan seputar penyakit Os, seperti kronologis awal penyakit,
riwayat keturunan keluarga yang memengaruhi kondisi Os, serta
keluhan-keluhan atau gejala yang dialami sebelumnya. Berdasarkan
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, didapatkan informasi bahwa
gejala awal refluks yang dialami Os terlihat pertama kali pada saat Os
berusia sembilan hari. Saat usia Os kurang dari enam bulan, hampir
setiap bulan Os mengalami muntah setidaknya satu kali. Ketika usia
Os bertambah, kondisinya semakin parah dan frekuensi muntah Os
meningkat. Berat badan Os juga terus mengalami penurunan, sehingga
diputuskan bahwa Os harus dipasangkan NGT.
Sebelum masuk rumah sakit pada 16 Oktober 2015, Os datang
ke poliklinik anak RSUD Pasar Rebo dengan keluhan muntah-muntah
sejak pagi sebanyak tujuh kali dan diare satu kali. Os kemudian
dirujuk untuk dirawat di RSUD Pasar Rebo. Sebelumnya, Os pernah
dirawat dirumah sakit sebanyak delapan kali dengan keluhan yang
sama. Saat di rawat di rumah sakit terdahulu, dokter pernah melarang
ibu Os untuk memberikan ASI pada Os karena dapat memperburuk
kondisinya dan sejak saat itu ibu Os tidak lagi memberikan ASI pada
Os. Keluarga Os tidak memiliki riwayat penyakit serupa maupun
gangguan gastrointestinal lainnya.
b. Status sosial ekonomi
Ayah Os merupakan seorang pekerja di pasar dan ibu Os
merupakan ibu rumah tangga. Os memiliki tiga orang kakak dan salah
satunya telah bekerja sebagai karyawan swasta. Os tinggal di kawasan
yang cukup bersih dan bebas limbah maupun asap rokok. Kondisi
keluarga Os tergolong dalam status ekonomi menengah.
c. Aktivitas fisik sehari-hari
Aktivitas Os sehari-hari tergolong ringan. Sehari-harinya Os
merupakan anak yang ceria. Os cukup aktif dalam bermain dan juga
sedang latihan berjalan dengan dipapah oleh kakak atau pun orangtua
Os.
Terapi Medis
Terapi medis diberikan untuk membantu Os mencapai kondisi
normal dengan memberikan obat-obatan yang dapat diberikan per oral
maupun melewati pembuluh darah/intravena (injeksi). Tabel 25
merupakan rincian terapi medis yang diterima Os selama berada di
rumah sakit:
Tabel 25 Obat oral yang dikonsumsi Os
No Nama Obat
Dosis
Indikasi
Efek Samping
1. Ondansetron 2 x 0.7 Pengobatan
Sakit kepala, mumual dan mun- dah lelah, mengtah
antuk

34
Tabel 25 Obat oral yang dikonsumsi Os (lanjutan)
No Nama Obat
Dosis
Indikasi
Efek Samping
2. Rantin
2 x 8 Pengobatan tu- Sakit kepala
kak duodenum,
mengurangi refluks, pengobatan hipersekresi
3. Omeprazole
2 x 8 Pengobatan ul- Mual, sakit kepala,
kus duodenum, diare, konstipasi,
ulseratif refluks ruam kulit, kemesofagitis
bung
Sumber: MIMS (2015)

IV.4.3. Diagnosis Gizi


a. Domain Intake
NI 2.1 Asupan oral inadekuat berkaitan dengan adanya
penurunan nafsu makan dan muntah ditandai oleh persentase asupan
MRS < 80% dari kebutuhan.
b. Domain Klinis
NC 2.2 Perubahan nilai laboratorium terkait gizi berkaitan
dengan gangguan fungsi gastrointestinal dan hati terkait gizi buruk
ditandai oleh diare serta nilai SGPT dan SGOT yang tinggi (59 U/L
dan 47 U/L).
NC 3.1 Berat badan kurang berkaitan dengan asupan energi yang
inadekuat ditandai oleh BB/U < -3 SD, PB/U -3 s.d. -2 SD, dan BB/PB
< -3 SD, serta adanya penurunan massa otot (hipotrofi), tampak kurus,
iga gambang, dan mata cekung.
c. Domain Behavior
NB 1.1 Kurangnya kemampuan memonitor diri berkaitan dengan
kurangnya pengetahuan orangtua mengenai masalah-masalah gizi
ditandai oleh adanya penurunan berat badan Os.
IV.4.4. Intervensi Gizi
Tujuan Intervensi
a. Meningkatkan asupan MRS Os secara bertahap sampai dengan 80%
kebutuhan dengan memberikan makanan untuk meningkatkan berat
badan Os.
b. Mengurangi keluhan Os sampai dengan tidak ada keluhan.
c. Meningkatkan pengetahuan gizi orangtua mengenai pemilihan dan
cara pemberian makanan yang tepat dengan keadaan gizi buruk Os.
Implementasi
a. Os diberikan diet dengan konsistensi lunak melalui jalur per oral
dengan kombinasi makanan cair F100 melalui NGT dengan energi

35
sebesar 908 kkal, 27.3 gram protein, 33 gram lemak, dan 125 gram
karbohidrat dengan frekuensi tiga kali makan utama dan dua kali
makan selingan.
b. Diberikan edukasi kepada orangtua Os melalui penyuluhan tentang
diet gizi balita, pencegahan refluks, dan pembuatan F100 dengan
menggunakan media leaflet.
IV.4.5. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring
Monitoring dilakukan untuk mengetahui respon Os terhadap
intervensi yang diberikan dengan melakukan pemantauan asupan gizi
Os berdasarkan konsumsi makanan yang diintervensi, serta memantau
berat badan Os. Monitoring juga dilakukan terhadap kondisi
berdasarkan keluhan muntah dan diare Os, serta memantau perubahan
nilai laboratorium Os. Evaluasi kemudian dilakukan dengan
membandingkan data sebelum dan setelah dilakukan intervensi untuk
mengetahui dampak yang ditimbulkan setelah pemberian intervensi
dan mengetahui tingkat pencapaian keberhasilan intervensi gizi yang
telah diberikan. Berikut merupakan rincian beberapa indikator yang
dimonitor.
Indikator
Asupan

Antropometri
(berat badan)

Keluhan (diare, muntah)

Tabel 26 Indikator yang dimonitor


Metode
Waktu
Target
Pemberian ma- Tiga hari Asupan 80%,
kan sesuai kebu- intervensi
serta tidak metuhan Os dengan
ngonsumsi madiet
lunakkanan dari luar
cincang (bubur)
rumah sakit
sebanyak 3 kali
makan utama dan
2 kali selingan
via oral; serta
pemberian F100
8 x 60 cc via
NGT
Penimbangan be- 5 hari (1 Terjadi peningrat badan meng- hari penga- katan berat bagunakan digital matan awal, dan secara berscale untuk anak 3 hari inter- tahap
vensi, dan 1
hari
pengamatan
lanjut)
Observasi
1 hari peng- Mengurangi
langsung
amatan, 3 hingga
tidak
hari inter- ada keluhan
vensi

36
Tabel 26 Indikator yang dimonitor (lanjutan)
Indikator
Metode
Waktu
Target
Perilaku / pe- Focus group dis- Tiga hari Orangtua mengetahuan o- cussion (FGD), intervensi
nerapkan anjurrang tua
penyuluhan mean untuk tidak
ngenai diet balilangsung memta, pencegahan
baringkan Os
refluks, dan gizi
setelah makan,
seimbang
memberikan Os
minum menggunakan sendok
Biokimia
Hasil uji labora- Instruksi
Nilai laborato(SGPT, pH, torium (instruksi dokter
rium normal
SGOT, kadar dokter)
Klorida)
Setelah dilakukan monitoring, kemudian dilakukan evaluasi
berdasarkan intervensi yang telah diberikan. Evaluasi dilakukan untuk
mengetahui capaian atau tingkat keberhasilan intervensi gizi yang
telah diberikan kepada Os dan orangtua Os.
Evaluasi
Monitoring asupan dilakukan untuk mengetahui zat gizi aktual
dari makanan intervensi dan makanan lain yang benar-benar
dikonsumsi oleh Os dengan pengamatan langsung, food weighing, dan
recall. Asupan zat gizi dari makanan yang dikonsumsi tersebut
kemudian dibandingkan dengan kebutuhan Os. Berikut persentase
perbandingan asupan zat gizi dengan kebutuhan Os selama intervensi.
Tabel 27 Persentase perbandingan asupan gizi dengan kebutuhan
Kandungan
Gizi
Energi (kkal)
Protein (g)
Lemak (g)
KH (g)

Kebutuhan
900
19.3
30
137

I
234
7.3
6.6
36.7

26%
38%
22%
27%

Asupan
II
614
68%
11.1 58%
34.6 115%
99.3 73%

III
606
6.5
42
51.1

67%
34%
140%
37%

Asupan zat gizi Os mengalami peningkatan dan bernilai paling


tinggi pada hari ke-2 intervensi. Namun, pada hari ke-3 asupannya
kembali mengalami penurunan dikarenakan Os sedang rewel dan
tidak mau makan. Selain itu, karena diare Os belum teratasi,
pemberian bubur dengan lauk cincang juga dihentikan terlebih dahulu,
sehingga asupan zat gizi Os hanya mengandalkan F100 dan biskuit.
Hal tersebut juga merupakan salah satu penyebab menurunnya asupan
gizi Os. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa target
pencapaian asupan intervensi belum terpenuhi. Meskipun demikian,
orangtua Os telah mematuhi anjuran untuk tidak memberikan
makanan dari luar rumah sakit.

37
Tabel 28 merupakan beberapa indikator yang dievaluasi setelah
tiga hari intervensi. Indikator-indikator tersebut meliputi asupan, berat
badan, keluhan, pengetahuan, dan hasil laboratorium Os.
Indikator
Asupan
Berat Badan
Keluhan

Pengetahuan

Biokimia

Tabel 28 Indikator yang dievaluasi


I
II
26%
68%
6.433 kg
7.065 kg
Muntah berku- Tidak muntah,
rang, diare 2 diare 5 kali
kali
Memberi mi- Tidak membanum menggu- ringkan Os senakan sendok
cara penuh

III
67%
7.135 kg
Tidak muntah,
diare 3 kali
Mengerti pembuatan F100

Berdasarkan persentase asupan Os pada intervensi hari ke-1, 2,


dan 3, diketahui bahwa target asupan belum tercapai karena asupan
Os < 80%. Meskipun demikian, Asupan zat gizi Os mengalami
peningkatan dan bernilai paling tinggi pada hari ke-2 intervensi.
Namun, pada hari ke-3 asupannya kembali mengalami penurunan
dikarenakan Os sedang rewel dan tidak mau makan. Selain itu, karena
diare Os belum teratasi, pemberian bubur dengan lauk cincang juga
dihentikan terlebih dahulu, sehingga asupan zat gizi Os hanya
mengandalkan F100 dan biskuit. Hal tersebut juga merupakan salah
satu penyebab menurunnya asupan gizi Os.
Pemantauan berat badan Os dilakukan melakukan penimbangan
rutin setiap hari menggunakan digital scale. Berdasarkan pengukuran
yang dilakukan selama lima hari, diketahui bahwa setiap hari Os
mengalami peningkatan berat badan meskipun tidak berbeda nyata.
Namun, hal tersebut dapat menunjukkan capaian intervensi yang telah
diberikan kepada Os selama tiga hari.
Hasil evaluasi keluhan Os menujukkan perkembangan keluhan
yang dirasakan Os sejak awal masuk rumah sakit hingga dilakukan
intervensi, terutama keluhan muntah dan diare Os. Setelah beberapa
hari menerima intervensi, keluhan muntah Os sudah dapat teratasi,
namun keluhan diare Os belum teratasi. Meskipun demikian,
frekuensi diare Os telah berkurang pada hari ketiga intervensi dari 5
kali menjadi 3 kali. Feses Os juga nampak terdapat ampas atau seratserat, tidak berlendir, serta tidak terdapat darah.
Hasil evaluasi pengetahuan gizi dilakukan selama intervensi
dengan berdiskusi dengan orangtua Os. Orangtua Os nampak telah
melaksanakan anjuran yang telah diberikan, seperti memposisikan Os
tidak berbaring penuh, memberikan minuman melalui sendok, Os
tidak langsung dibaringkan sehabis mengonsumsi makanan, dan
anjuran lainnya. Orangtua Os juga telah memahami cara pembuatan
F100 untuk melanjutkan perawatan di rumah, seperti dapat
menyebutkan bahan-bahan yang digunakan, takaran, serta tahapan
pembuatannya.

38
Hasil pemeriksaan laboratorium tidak lagi dilakukan
pemeriksaan biokimia kembali terkait komponen yang dimonitor pada
saat dilakukan intervensi gizi selama tiga hari, sehingga hasil biokimia
laboratorium tidak dapat dimonitor dan dievaluasi.

39

V. KESIMPULAN DAN SARAN


V.1. Kesimpulan
Setelah melakukan kegiatan praktik kerja lapangan di RSUD Pasar Rebo,
mahasiswa mampu mengaplikasikan praktik penatalaksanaan asuhan gizi
terstandar pada pasien penyakit dalam, bedah mayor, dan anak, terutama dalam
mengidentifikasi karakteristik, risiko malnutrisi, melakukan asesmen gizi,
menetapkan diagnosis gizi, melakukan intervensi gizi, serta melakukan monitoring
dan evaluasi gizi pada pasien. Berdasarkan aplikasi tersebut, berikut merupakan
kesimpulan hasil penatalaksanaan asuhan gizi pada ketiga pasien.
Pasien penyakit dalam merupakan seorang pensiunan berusia 68 tahun yang
berstatus gizi lebih (obesitas tingkat II). Os didiagnosa CVD stroke iskemik dengan
retensio urine dengan nilai uji laboratorium Natrium dan tekanan darah tinggi,
lemas pada bagian tubuh sebelah kanan, serta mengalami penurunan nafsu makan.
Os merupakan penggemar daging kambing, jeroan, makanan bersantan, dan kuekue manis yang menyebabkan asupannya saat sehat sangat berlebihan. Berdasarkan
pengkajian, Os didiagnosis gizi NI 2.1, NC 2.2, NC 3.3, dan NB 1.1. Os diberikan
diet rendah garam III dalam bentuk makanan lunak melalui jalur per oral dengan
kandungan energi sebesar 1744 kkal, protein sebesar 58.14 gram, lemak 38.75
gram, 290.812 gram karbohidrat, dan Natrium maksimal sebanyak 1200 mg dengan
frekuensi tiga kali makan utama dan dua kali selingan. Os dan keluarga juga
diberikan edukasi gizi melalui penyuluhan tentang diet rendah garam, satuan
penukar, dan gizi seimbang dengan menggunakan media leaflet.
Rata-rata asupan zat gizi Os selama tiga hari sudah memenuhi target
intervensi karena berada pada kisaran > 80%. Intervensi yang dilakukan melalui
pemberian makanan untuk membantu penurunan kadar Natrium Os juga telah
tercapai bersama dengan pemberian asupan parenteral. Os juga telah mematuhi
anjuran gizi, seperti tidak lagi mengonsumsi saus tomat dan sambal, tidak memakan
makanan dari luar rumah sakit, serta sudah mulai menghabiskan makanan yang
diberikan. Hal tersebut juga didukung oleh perbaikan terhadap keluhan-keluhan
yang sebelumnya dirasakan Os, seperti penurunan nafsu makan, lemas, dan pusing.
Pasien bedah merupakan seorang ibu rumah tangga sekaligus pedagang
berusia 39 tahun dengan status gizi normal. Os didiagnosa tumor mamae sinistra
dengan keluhan nyeri pada payudara sebelah kiri. Os jarang mengonsumsi lauk
hewani, buah, dan sayur, serta gemar mengonsumsi cemilan berupa makanan
kemasan dan goreng-gorengan. Berdasarkan pengkajian, Os didiagnosis gizi NI
1.5, NC 2.2, dan NB 1.1. Os diberikan diet dengan konsistensi biasa melalui jalur
per oral dengan energi sebesar 1950 kkal, 97.5 gram protein, 43.3 gram lemak, dan
292.5 gram karbohidrat dengan frekuensi tiga kali makan utama dan satu kali
selingan. Os juga diberikan edukasi melalui penyuluhan tentang pedoman gizi
seimbang dan makanan penukar dengan menggunakan media leaflet.
Target pemberian makanan kepada Os yang direncanakan 90% rata-rata
telah tercapai secara keseluruhan selama tiga hari intervensi. Os juga sudah mulai
membatasi dan mengurangi konsumsi makanan kemasan pada waktu selingan.
Berdasarkan pengamatan, berat badan Os juga stabil dan tidak mengalami
penurunan karena trauma pasca operasi. Hal tersebut telah sesuai dengan tujuan

40
intervensi mengingat kondisi hipermetabolisme Os setelah melakukan operasi
tumor mamae sinistra.
Pasien ketiga merupakan anak laki-laki berusia 1 tahun 4 bulan dengan
status gizi buruk. Os didiagnosa GERD, intake sulit, vomitus, dan gizi buruk
dengan keluhan muntah dan diare dengan frekuensi sering. Os jarang
mengonsumsi buah, konsumsi makanan pokok rendah, dan hanya suka makan
biskuit. Sejak sebelum masuk rumah sakit Os telah dipasang NGT untuk
memberikan asupan gizi dari makanan cair. Berdasarkan pengkajian, Os
didiagnosis gizi NI 2.1, NC 2.2, NC 3.1, dan NB 1.1. Os diberikan diet dengan
konsistensi lunak melalui jalur per oral dengan kombinasi makanan cair F100
melalui NGT dengan energi sebesar 908 kkal, 27.3 gram protein, 33 gram lemak,
dan 125 gram karbohidrat dengan frekuensi tiga kali makan utama dan dua kali
makan selingan. Orangtua Os juga diberikan edukasi melalui penyuluhan tentang
diet gizi balita, pencegahan refluks, dan pembuatan F100 dengan menggunakan
media leaflet.
Rata-rata asupan zat gizi Os selama tiga hari belum memenuhi target
intervensi karena masih kurang dari target sebesar 80%. Meskipun demikian,
orangtua Os telah mematuhi anjuran gizi untuk tidak memberikan makanan dari
luar rumah sakit, tidak membaringkan Os sesaat setelah makan, dan memberikan
minum menggunakan sendok. Berat badan Os juga selalu mengalami peningkatan
selama 2 hari pengamatan dan 3 hari intervensi.

V.2. Saran
Mahasiswa sebaiknya telah memiliki dasar pengetahuan yang kuat terkait
penatalaksanaan asuhan gizi klinik. Mahasiswa juga sebaiknya meningkatkan
keterampilan dalam bentuk praktik terkait hal-hal yang berhubungan dengan PAGT
tersebut, seperti kemampuan komunikasi yang baik, pengukuran antropometri
secara akurat, dan lain-lain. Sedangkan bagi pasien, diharapkan dapat mematuhi
diet yang telah diterapkan di rumah sakit dan secara rutin melakukan kontrol ke
poliklinik untuk mencegah kekambuhan penyakit.

41

DAFTAR PUSTAKA
[BKP] Badan Ketahanan Pangan. 2008. Direktori Pengembangan Konsumsi
Pangan. Jakarta (ID): Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian.
[Kemenkes] Kementrian Kesehatan RI. 2013. Pedoman PGRS. Jakarta (ID):
Kementrian Kesehatan RI.
[WHO] World Health Organization Western Pacific Region. 2000. The AsiaPacific Perspective: Redefining Obesity and Its Treatment. Australia (AU):
Crows Nest Health Communications Australia.
Ahmed I, Sana S, Ayeesha KK. 2006. Pathophysiology of cerebral venous
thrombosis. J Pak Med Assoc 56: 506-508.
Almatsier S. 2008. Penuntun Diet. Jakarta (ID): Gramedia Pustaka Utama.
AsDI, IDAI. 2014. Penuntun Diet Anak (Edisi 3). Jakarta (ID): Balai Penerbit
FKUI.
Basjiruddin A. 2008. Buku Ajar Ilmu Penyakit Saraf (Neurologi). Padang (ID):
Penerbit Universitas Andalas.
Behrman RE, Kliegman RM, Jenson HB. 2004. Nelson Textbook of Pediatrics.
Philadelphia (US): Saunders.
Caplan LR. 2009. Caplans Stroke: A Clinical Approach 4th Ed. Philadelphia (US):
Saunders.
Charette DJ. 2006. Ancologi Nursing Care Plus. Texas (USA): Elpaso.
Corwin EJ. 2007. Buku Saku Patofisiologi, Ed 3. Jakarta (ID): EGC.
Dent J, Jones R, Kahrilas P, Talley NJ. 2001. Management of gastro-oesophageal
reflux disease in general practice. BMJ 322(7282): 344-347.
Diananda R. 2009. Panduan Lengkap Mengenai Kanker. Yogyakarta (ID): Mirza
Media.
Dinata CA, Safrita Y, Sastri S. 2013. Gambaran faktor risiko dan tipe stroke pada
pasien rawat inap di bagian penyakit dalam RSUD Kabupaten Solok Selatan
periode 1 Januari 2010-31 Juni 2012. J Kesehatan Andalas 2(2): 57-61.
Donnan GA, Dewey HM, Thrift AG, Sturm J. 2007. The Epidemiology of Stroke:
Selected Topics. New York (US): Demos Medical Publishing.
Hegar B, Hasibuan B, Kadim M. 2012. Derajat kerusakan mukosa esofagus pada
anak dengan penyakit refluks gastroesofagus. J Sari Pediatri 14(1): 19-23.
Hongo M, Kinoshita Y, Shimozuma K, Kumagai Y, Sawada M, Nii M. 2007.
Psychometric validation of the Japanese translation of the quality of life in
reflux and dyspepsia questionnaire in patients with heartburn. J Gastroenterol
42: 802-815.
Jung HK. 2011. Epidemiology of gastroesophageal reflux disease in Asia: A
systematic review. J Neurogastroenterol Motil 17: 14-27.
Kimball AL, Carlton DP. 2001. Gastroesophageal reflux medications in the
treatment of apnea in premature infants. J Pediatr 138: 355-360.
Kumar V, Cotran RS, Robbins SL. 2007. Buku Ajar Patologi. Edisi 7. Jakarta (ID):
EGC.

42
Leahy A, Besherdas K, Clayman C, Mason I, Epstein O. 2001. Gastric
dysrhythmias occur in gastro-oesophageal reflux disease complicated by food
regurgitation but not in uncomplicated reflux. J Gut 48(2): 212-215. doi:
10.1136/gut.48.2.212.
Lidums I, Checklin H, Holloway RH. 1998. Effect of atropine on gastrooesophageal reflux and transient lower oesophageal sphincter relaxations in
patients with gastro-oesophageal reflux disease. J Gut 43 (1): 12-16.
Makmun D. 2009. Penyakit Refluks Gastroesofageal. Jakarta (ID): Pusat
Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.
MIMS. 2015. MIMS Indonesia: Petunjuk Konsultasi. Edisi 14. Jakarta (ID):
Bhuana Ilmu Populer.
Misbach J. 2007. Pandangan Umum Mengenai Stroke. Jakarta (ID): Balai Penerbit
Universitas Indonesia.
Nastiti D. 2012. Gambaran faktor risiko kejadian stroke pada pasien stroke rawat
inap di Rumah Sakit Krakatau Medika tahun 2011 [skripsi]. Depok (ID):
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
Nelms M, Sucher KP, Lacey K, Roth SL. 2010. Nutrition Therapy and
Pathophysiology. New York (US): Wadsworth.
Nilsson M, Johnsen R, Ye W, Hveem K, Lagergren J. 2004. Lifestyle related risk
factors in the aetiology of gastro-oesophageal reflux. J Gut 53(12): 1730-1735.
doi: 10.1136/gut.2004.043265.
Nys GMS, Van Zandvoort MJE, Der Worp HB, De Haan EHF, De Kort PLM,
Jansen BPW, Kappelle LJ. 2006. Early cognitive impairment predicts longterm depressive symptoms and quality of life after stroke. J Neurol Sci
247(2):149-156.
Price AS, Wilson ML. 2006. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit.
Jakarta (ID): EGC.
Rasjidi I. 2009. Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Pada Wanita. Jakarta (ID):
Agung Seto.
Robbins SL, Kumar V, Contran RS. 2007. Buku Ajar Patologi. Jakarta (ID): EGC.
Sidauruk HA. 2013. Karakteristik penderita fibroadenoma mammaw (FAM) rawat
inap di RS Santa Elisabeth Medan tahun 2007-2011 [skripsi]. Medan (ID):
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.
Smith EE, Koroshetz WJ. 2004. Epidemiology of Stroke. New Jersey (US): Humana
Press.
Tapan E. 2005. Kanker, Antioksidan, dan Terapi Komplementer. Jakarta (ID):
Elekmedia Komputindo.
Thajeb P, Thajeb T, Dai DF. 2007. Clinical analysis of first-ever acute ischemic
stroke involving the territory of paramedian mesencephalic arteries. J Springer
Link 37-46.

43

LAMPIRAN
Lampiran 1. Ketersediaan dan asupan gizi penatalaksanaan diet kasus penyakit
dalam
Tabel 29 Rincian asupan SMRS Os
Waktu
Makan

Menu

Bahan Makanan

Bubur
Ayam
Minyak
Hati Ayam
Pagi
Sate Hati
Minyak
Usus
Sate Usus
Minyak
Pisang
Pisang
Total Makan Pagi
Tepung Terigu
Kue Bolu
Gula Pasir
Snack
Mentega
Pagi
Tempe
Tempe
Goreng
Minyak
Total Snack Pagi
Nasi
Nasi
Daging Sapi
Empal
Minyak
Tahu
Siang
Tahu Goreng
Minyak
Kcg Panjang
Sayur Asem
Labu
Belimbing
Belimbing
Total Makan Siang
Tempe
Tempe
Snack
Goreng
Minyak
Sore
Sirup
Sirup
Total Snack Sore
Nasi
Nasi
Kambing
Santan
Tongseng
Minyak
Malam
Kambing
Kool
Tomat
Jeruk Manis
Es Jeruk
Gula Pasir
Total Makan Malam
Total Makan Sehari (SMRS)
Bubur Ayam

Energi Protein Lemak KH


(kkal)
(g)
(g)
(g)
1
175
4
0
40
0.5
37.5
3.5
2.5
0
0.5
25
0
2.5
0
1
75
7
5
0
0.25 12.5
0
1.25
0
0.5
37.5
3.5
2.5
0
0.25 12.5
0
1.25
0
1
50
0
0
12
425
18
15
52
1
175
4
0
40
1
50
0
0
12
1
50
0
5
0
0.5
37.5
2.5
1.5
3.5
0.5
25
0
2.5
0
337.5
6.5
9
55.5
2.5 437.5
10
0
100
1
75
7
5
0
1
50
0
5
0
0.5
37.5
2.5
1.5
3.5
0.5
25
0
2.5
0
0.5
12.5
0.5
0
2.5
0.5
12.5
0.5
0
2.5
2
100
0
0
24
750
20.5
14
132.5
1
75
5
3
7
1
50
0
5
0
1
50
0
0
12
175
5
8
19
2.5 437.5
10
0
100
1
75
7
5
0
1
50
0
5
0
1
50
0
5
0
0.5
12.5
0.5
0
2.5
0.5
12.5
0.5
0
2.5
1
50
0
0
12
1
50
0
0
12
737.5
18
15
129
2425
68
61
388
SP

44
Tabel 30 Rincian asupan MRS Os
Waktu
Makan

Bahan
Makanan
Nasi Tim
Nasi Tim
Pagi
Pisang
Pisang
Total Makan Pagi
Snack
Tpg Terigu
Kue Sus
Pagi
Gula Pasir
Total Snack Pagi
Snack
Bolu Ketan Tepung Ketan
Sore
Hitam
Gula Pasir
Total Snack Sore
Nasi Tim
Nasi Tim
Ayam
Ayam BB
Santan
Gulai
Sore
Minyak
Wortel
Kimlo
Jamur Kuping
Pepaya
Pepaya
Total Makan Sore
Total Makan Sehari (MRS)
Menu

SP
0.3
0.5
1
1
1
1
0.5
0.5
0.1
0.1
0.25
0.25
1

Energi
(kkal)
52.5
25
77.5
175
50
225
175
50
225
87.5
37.5
5
5
6.25
6.25
50
197.5
725

Protein Lemak
(g)
(g)
1.2
0
0
0
1.2
0
4
0
0
0
4
0
4
0
0
0
4
0
2
0
3.5
2.5
0
0.5
0
0.5
0.25
0
0.25
0
0
0
6
3.5
15.2
3.5

KH
(g)
12
6
18
40
12
52
40
12
52
20
0
0
0
1.25
1.25
12
34.5
156.5

45
Tabel 31 Perencanaan menu intervensi hari ke-1
Waktu
Makan

Pagi

Snack
Pagi

Siang

Snack
Sore

Sore

Snack
Malam

Bahan
Makanan
Nasi Tim
Nasi Tim
Telur Ayam
Telur Bumbu
Kecap Diit
Semur
Minyak
Oyong
Sup Oyong +
Tahu Putih
Tahu Cina
Minyak
Total Makan Pagi
Agar-agar
Puding Batik
Susu
Gula Pasir
Susu
Susu Diit
Total Snack Pagi
Nasi Tim
Nasi Tim
Ayam Bumbu
Ayam
Kuning
Minyak
Tempe
Tempe Bacem
Gula Mrh Diit
Basah
Minyak
Bening Labu
Labu Siam
Siam + Kacang
Kcg Panjang
Panjang
Pisang Ambon Pisang Ambon
Total Makan Siang
Tepung Beras
Nagasari
Pisang
Gula Pasir
Total Snack Sore
Nasi Tim
Nasi Tim
Telur Ayam
Telur Dadar
Minyak
Tahu Bumbu
Tahu Putih
Rujak
Minyak
Bayam
Bobor Bayam
Santan
Pisang Barangan Pisang
Total Makan Sore
Susu
Susu Diit
Total Snack Malam
Total Makan Sehari
Menu

Berat
(g)
175
52
5
0.5
50
33
0.5

175
48
0.5
51
5
0.5
40

Energi
(kkal)
210
84
10
5
9
22
5
345
0
15
27
53
95
210
145
5
76
9
5
17

Protein
(g)
4.2
6.7
0.0
0.0
0.4
2.6
0.0
13.8
0.0
0.7
0.0
2.2
2.9
4.2
8.7
0.0
9.3
0.0
0.0
0.5

Lemak
(g)
0.7
6.0
0.0
0.5
0.1
1.5
0.5
9.3
0.0
1.0
0.0
2.2
3.2
0.7
12.0
0.5
2.0
0.3
0.5
0.1

KH
(g)
45.5
0.4
3.0
0.0
2.1
0.5
0.0
51.4
0.0
1.0
7.1
6.2
14.2
45.5
0.0
0.0
6.5
2.5
0.0
3.7

Kalium
(mg)
175.0
91.5
0.0
0.0
0.0
49.8
0.0
316.4
0.0
38.0
0.0
27.5
65.5
175.0
168.0
0.0
0.0
0.0
0.0
0.0

Natrium
(mg)
8.8
82.2
25.0
0.0
0.0
4.0
0.0
119.9
0.0
120.0
0.0
53.9
173.9
8.8
48.0
0.0
0.0
11.3
0.0
0.0

40

144

1.9

0.0

32.8

0.0

0.0

71

53
662
109
7
47
164
180
97
9
34
9
23
3
59
415
26
26
1707

0.6
25.3
2.1
0.1
0.0
2.2
3.6
7.7
0.0
3.9
0.0
1.2
0.0
0.7
17.1
1.1
1.1
62.4

0.1
16.3
0.2
0.0
0.0
0.2
0.6
6.9
1.0
2.3
1.0
0.6
0.3
0.1
12.9
1.1
1.1
42.9

13.7
104.8
24.0
1.9
12.2
38.2
39.0
0.4
0.0
0.8
0.0
3.7
0.6
15.5
60.0
3.1
3.1
271.6

231.6
574.6
0.0
32.6
0.0
32.7
150.0
105.6
0.0
75.5
0.0
4.0
0.0
261.0
596.1
13.8
13.8
1599.1

9.6
77.6
0.0
1.4
0.1
1.4
7.5
94.8
0.0
6.0
0.0
416.0
3.2
10.8
538.3
27.0
27.0
938.1

65
10
7.5
22

30
10
13
150
60
1
50
1
100
1
80
11.0

46
Tabel 32 Perencanaan menu intervensi hari ke-2
Waktu
Makan

Pagi

Snack
Pagi

Siang

Snack
Sore

Sore

Bahan
Makanan
Nasi Tim
Nasi Tim
Ayam
Ayam Semur
Kecap Diit
Minyak
Wortel
Sup Wortel +
Buncis
Buncis
Minyak
Total Makan Pagi
Bubur Kacang
Kacang Hijau
Hijau Santan
Gula Merah
Total Snack Pagi
Nasi Tim
Nasi Tim
Telur Bumbu
Telur Ayam
Acar
Minyak
Tahu Putih
Perkedel Tahu
Telur Ayam
Kukus
Minyak
Wortel
Buncis
Sup Sayuran
Kentang
Minyak
Pepaya
Pepaya
Total Makan Siang
Terigu
Susu
Kue Sus
Gula Pasir
Kuning Telur
Margarin
Total Snack Sore
Nasi Tim
Nasi Tim
Ayam
Ayam Semur Kecap Diit
Minyak
Tempe
Oseng Tempe
Minyak
Bening Kcg
Kcg Panjang
Panjang +
Labu
Labu
Pisang Raja
Pisang Raja
Susu
Susu Diit
Menu

Total Makan Sore


Total Makan Sehari

Berat
(g)
200
80
5
0.5
30
30
0.5

175
47
5
0.5
50
0.5
40

Energi
(kkal)
240
242
10
5
8
9
5
518
104
18
122
240
81
5
34
8
5
8
9
25
5
46
465
16
27
13
6
26
88
210
142
10
5
12
5
144

Protein
(g)
4.8
14.6
0.0
0.0
0.2
0.7
0.0
20.2
6.7
0.0
6.7
4.8
6.4
0.0
3.9
0.6
0.0
0.2
0.7
0.6
0.0
0.5
17.7
0.7
1.3
0.0
0.3
0.0
2.3
4.2
8.6
0.0
0.0
0.6
0.0
1.9

Lemak
(g)
0.8
20.0
0.0
0.5
0.2
0.1
0.5
22.0
0.4
0.0
0.4
0.8
5.8
0.5
2.3
0.6
0.5
0.2
0.1
0.0
0.5
0.0
11.2
0.1
1.8
0.0
0.5
2.9
5.3
0.7
11.8
0.0
0.5
0.3
0.5
0.0

KH
(g)
52.0
0.0
3.0
0.0
1.9
1.9
0.0
58.8
18.9
4.7
23.6
52.0
0.4
0.0
0.8
0.0
0.0
1.9
1.9
5.7
0.0
12.2
74.9
6.3
1.8
3.4
0.0
0.0
11.5
45.5
0.0
3.0
0.0
1.9
0.0
32.8

Kalium
(mg)
200.0
280.0
0.0
0.0
73.5
88.5
0.0
642.0
339.6
0.0
339.6
200.0
88.0
0.0
75.5
8.8
0.0
73.5
88.5
118.8
0.0
221.0
874.1
0.2
214.8
0.0
2.8
0.0
217.8
175.0
164.5
0.0
0.0
2.0
0.0
0.0

Natrium
(mg)
10.0
80.0
25.0
0.0
21.0
5.4
0.0
141.4
1.8
0.0
1.8
10.0
79.0
0.0
6.0
7.9
0.0
21.0
5.4
2.1
0.0
4.0
135.4
12.3
68.0
0.0
2.5
0.0
82.8
8.8
47.0
25.0
0.0
208.0
0.0
0.0

40

17

0.5

0.1

3.7

0.0

0.0

80
11.0

67
26

0.7
1.1

0.1
1.1

17.8
3.1

243.6
13.8

10.1
27.0

637

17.5

15.1

107.8

598.9

325.8

1830

64.4

54.0

276.6

2672.4

687.2

30
5
200
50
0.5
50
5
0.5
30
30
30
0.5
100
4.5
17.9
3.6
1.6
3.6

47
Tabel 33 Perencanaan menu intervensi hari ke-3
Waktu
Makan

Pagi

Snack
Pagi

Siang

Snack
Sore

Sore

Bahan
Makanan
Nasi Tim
Nasi Tim
Telur Ayam
Terik Telur RG
Minyak
Labu Siam +
Labu Siam
Tempe RG
Tempe
Susu
Susu Diit
Total Makan Pagi
Agar-agar
Agar-Agar RG Santan
Gula Pasir
Pisang
Pisang
Barangan
Barangan
Total Snack Pagi
Nasi Tim
Nasi Tim
Ayam
Ayam Opor
Santan
Putih
Minyak
Tempe
Tempe Bumbu
Tomat
Tomat
Minyak
Wortel
Sup Bayam
Bayam
Wortel
Minyak
Pisang
Pisang
Barangan
Barangan
Total Makan Siang
Jambu Biji
Jus Jambu
Gula Pasir
Total Snack Sore
Nasi Tim
Nasi Tim
Telur Bistik
Telur Ayam
Bumbu
Kecap Diit
Bombay
Minyak
Tahu Bumbu
Tahu Putih
Kuning
Minyak
Wortel
Sup Sayuran
Kentang
Minyak
Pepaya
Pepaya
Total Makan Sore
Total Makan Sehari
Menu

Berat
(g)
200
60
1
50
40
11
65
5
10

Energi
(kkal)
240
97
9
21
9
26
403
0
16
36

Protein
(g)
4.8
7.7
0.0
0.6
0.5
1.1
15
0.0
0.2
0.0

Lemak
(g)
0.8
6.9
1.0
0.2
0.2
1.1
10
0.0
1.7
0.0

KH
(g)
52.0
0.4
0.0
4.7
1.5
3.1
62
0.0
2.8
9.4

Kalium
(mg)
200.0
105.6
0.0
0.0
1.6
13.8
321
0.0
0.2
0.0

Natrium
(mg)
10.0
94.8
0.0
0.0
166.4
27.0
298
0.0
16.2
0.1

50

50

0.6

0.1

12.9

217.5

9.0

200
55
1
0.5
55
5
0.5
50
50
0.5

102
240
166
3
5
13
1
5
14
12
5

0.8
4.8
10.0
0.0
0.0
0.7
0.1
0.0
0.4
0.6
0.0

1.8
0.8
13.8
0.3
0.5
0.3
0.0
0.5
0.3
0.3
0.5

25.1
52.0
0.0
0.6
0.0
2.0
0.2
0.0
3.2
1.9
0.0

217.7
200.0
192.5
0.0
0.0
2.2
11.8
0.0
122.5
2.0
0.0

25.3
10.0
55.0
3.2
0.0
228.8
0.2
0.0
35.0
208.0
0.0

80

59

0.7

0.1

15.5

261.0

10.8

521
29
36
66
210
97
10
5
41
5
13
37
5
46
467
1560

17.2
0.5
0.0
0.5
4.2
7.7
0.0
0.0
4.7
0.0
0.3
0.9
0.0
0.5
18.3
51.5

17.4
0.2
0.0
0.2
0.7
6.9
0.0
0.5
2.8
0.5
0.2
0.0
0.5
0.0
12.1
41.7

75.3
7.3
9.4
16.7
45.5
0.4
3.0
0.0
1.0
0.0
2.8
8.6
0.0
12.2
73.5
252.2

792.0
0.0
0.0
0.0
175.0
105.6
0.0
0.0
90.6
0.0
110.3
178.2
0.0
221.0
880.7
2211.4

551.0
0.0
0.1
0.1
8.8
94.8
25.0
0.0
7.2
0.0
31.5
3.2
0.0
4.0
174.4
1048.9

60
10
175
60
5
0.5
60
0.5
45
45
0.5
100

48
Tabel 34 Recall asupan hari ke-1
Waktu
Makan

Pagi

Snack
Pagi

Siang

Snack
Sore

Sore

Snack
Malam

Bahan
Makanan
Nasi Tim
Nasi Tim
Telur Ayam
Telur Bumbu
Kecap Diit
Semur
Minyak
Oyong
Sup Oyong +
Tahu Putih
Tahu Cina
Minyak
Total Makan Pagi
Agar-agar
Puding Batik
Susu
Gula Pasir
Susu
Susu Diit
Total Snack Pagi
Nasi Tim
Nasi Tim
Ayam Bumbu Ayam
Kuning
Minyak
Tempe
Tempe Bacem
Gula Mrh Diit
Basah
Minyak
Bening Labu + Labu Siam
Kcg Panjang
Kcg Panjang
Pisang Ambon Pisang Ambon
Total Makan Siang
Tepung Beras
Nagasari
Pisang
Gula Pasir
Total Snack Sore
Nasi Tim
Nasi Tim
Telur Ayam
Telur Dadar
Minyak
Tahu Bumbu
Tahu Putih
Rujak
Minyak
Bayam
Bobor Bayam
Santan
Pisang
Pisang
Barangan
Barangan
Total Makan Sore
Susu
Susu Diit
Total Snack Malam
Total Makan Sehari
Tingkat Kecukupan
Menu

Berat
(g)
175
52
5
0.5
33
17
0.5

107
18
1
18
1
65
1

Energi
(kkal)
210
84
10
5
6
12
5
331
0
15
27
53
95
160
72
5
42
9
5
10
83
53
437
109
7
47
164
128
29
9
12
9
15
3

Protein
(g)
4.2
6.7
0.0
0.0
0.3
1.3
0.0
12.4
0.0
0.7
0.0
2.2
2.9
3.2
4.4
0.0
5.1
0.0
0.0
0.3
1.1
0.6
14.7
2.1
0.1
0.0
2.2
2.6
2.3
0.0
1.4
0.0
0.8
0.0

Lemak
(g)
0.7
6.0
0.0
0.5
0.1
0.8
0.5
8.5
0.0
1.0
0.0
2.2
3.2
0.5
6.0
0.5
1.1
0.3
0.5
0.1
0.0
0.1
9.1
0.2
0.0
0.0
0.2
0.4
2.1
1.0
0.8
1.0
0.4
0.3

KH
(g)
45.5
0.4
3.0
0.0
1.4
0.3
0.0
50.5
0.0
1.0
7.1
6.2
14.2
34.6
0.0
0.0
3.6
2.5
0.0
2.2
18.9
13.7
75.5
24.0
1.9
12.2
38.2
27.8
0.1
0.0
0.3
0.0
2.4
0.6

Kalium
(mg)
175.0
91.5
0.0
0.0
0.0
25.7
0.0
292.2
0.0
38.0
0.0
27.5
65.5
133.0
84.0
0.0
0.0
0.0
0.0
0.0
0.0
231.6
448.6
0.0
32.6
0.0
32.7
107.0
31.7
0.0
27.2
0.0
2.6
0.0

Natrium
(mg)
8.8
82.2
25.0
0.0
0.0
2.0
0.0
118.0
0.0
120.0
0.0
53.9
173.9
6.7
24.0
0.0
0.0
11.3
0.0
0.0
0.0
9.6
51.5
0.0
1.4
0.1
1.4
5.4
28.4
0.0
2.2
0.0
270.4
3.2

54

53

0.6

0.1

13.9

234.9

9.7

259
26
26
1313
75%

7.7
1.1
1.1
41.1
71%

6.2
1.1
1.1
28.3
73%

45.1
3.1
3.1
226.6
78%

403.4
13.8
13.8
1256.2

319.3
27.0
27.0
691.0

65
10
7.5
22
133
24
0.5
28
5
0.5
24
23
71
30
10
13

11.0

49
Tabel 35 Recall asupan hari ke-2
Waktu
Makan

Pagi

Snack
Pagi

Siang

Snack
Sore

Sore

Bahan
Makanan
Nasi Tim
Nasi Tim
Ayam
Ayam Semur
Kecap Diit
Minyak
Wortel
Sup Wortel +
Buncis
Buncis
Minyak
Total Makan Pagi
Bubur Kacang Kacang Hijau
Hijau Santan Gula Merah
Total Snack Pagi
Nasi Tim
Nasi Tim
Telur Bumbu Telur Ayam
Acar
Minyak
Tahu Putih
Perkedel Tahu
Telur Ayam
Kukus
Minyak
Wortel
Buncis
Sup Sayuran
Kentang
Minyak
Pepaya
Pepaya
Total Makan Siang
Terigu
Susu
Kue Sus
Gula Pasir
Kuning Telur
Margarin
Total Snack Sore
Nasi Tim
Nasi Tim
Ayam
Ayam Semur
Kecap Diit
Minyak
Tempe
Oseng Tempe
Minyak
Bening Kacang Kcg Panjang
Panjang + Labu Labu
Pisang Raja
Pisang Raja
Susu
Susu Diit
Total Makan Sore
Total Makan Sehari
Tingkat Kecukupan
Menu

Berat
(g)
200
80
5
0.5
30
30
0.5
30
5
200
50
0.5
50
5
0.5
30
30
30
0.5
100
4.5
17.9
3.6
1.6
3.6
175
47
5
0.5
50
0.5
40
40
80
11.0

Energi
(kkal)
240
242
10
5
8
9
5
518
104
18
122
240
81
5
34
8
5
8
9
25
5
46
465
16
27
13
6
26
88
210
142
10
5
12
5
144
17
67
26
637
1830
85%

Protein
(g)
4.8
14.6
0.0
0.0
0.2
0.7
0.0
20.2
6.7
0.0
6.7
4.8
6.4
0.0
3.9
0.6
0.0
0.2
0.7
0.6
0.0
0.5
17.7
0.7
1.3
0.0
0.3
0.0
2.3
4.2
8.6
0.0
0.0
0.6
0.0
1.9
0.5
0.7
1.1
17.5
64.4
87%

Lemak
(g)
0.8
20.0
0.0
0.5
0.2
0.1
0.5
22.0
0.4
0.0
0.4
0.8
5.8
0.5
2.3
0.6
0.5
0.2
0.1
0.0
0.5
0.0
11.2
0.1
1.8
0.0
0.5
2.9
5.3
0.7
11.8
0.0
0.5
0.3
0.5
0.0
0.1
0.1
1.1
15.1
54.0
102%

KH
(g)
52.0
0.0
3.0
0.0
1.9
1.9
0.0
58.8
18.9
4.7
23.6
52.0
0.4
0.0
0.8
0.0
0.0
1.9
1.9
5.7
0.0
12.2
74.9
6.3
1.8
3.4
0.0
0.0
11.5
45.5
0.0
3.0
0.0
1.9
0.0
32.8
3.7
17.8
3.1
107.8
276.6
82%

Kalium
(mg)
200.0
280.0
0.0
0.0
73.5
88.5
0.0
642.0
339.6
0.0
339.6
200.0
88.0
0.0
75.5
8.8
0.0
73.5
88.5
118.8
0.0
221.0
874.1
0.2
214.8
0.0
2.8
0.0
217.8
175.0
164.5
0.0
0.0
2.0
0.0
0.0
0.0
243.6
13.8
598.9
2672.4

Natrium
(mg)
10.0
80.0
25.0
0.0
21.0
5.4
0.0
141.4
1.8
0.0
1.8
10.0
79.0
0.0
6.0
7.9
0.0
21.0
5.4
2.1
0.0
4.0
135.4
12.3
68.0
0.0
2.5
0.0
82.8
8.8
47.0
25.0
0.0
208.0
0.0
0.0
0.0
10.1
27.0
325.8
687.2

50
Tabel 36 Recall asupan hari ke-3
Waktu
Makan

Pagi

Snack
Pagi

Siang

Snack
Sore

Sore

Bahan
Makanan
Nasi Tim
Nasi Tim
Telur Ayam
Terik Telur RG
Minyak
Labu Siam +
Labu Siam
Tempe RG
Tempe
Susu
Susu Diit
Total Makan Pagi
Agar-agar
Agar-Agar RG Santan
Gula Pasir
Pisang
Pisang
Barangan
Barangan
Total Snack Pagi
Nasi Tim
Nasi Tim
Ayam
Ayam Opor
Santan
Putih
Minyak
Tempe
Tempe Bumbu
Tomat
Tomat
Minyak
Wortel
Sup Bayam
Bayam
Wortel
Minyak
Pisang
Pisang
Barangan
Barangan
Total Makan Siang
Jambu Biji
Jus Jambu
Gula Pasir
Total Snack Sore
Nasi Tim
Nasi Tim
Telur Bistik
Telur Ayam
Bumbu
Kecap Diit
Bawang
Minyak
Bombay
Tahu Bumbu
Tahu Putih
Kuning
Minyak
Wortel
Sup Sayuran
Kentang
Minyak
Pepaya
Pepaya
Total Makan Sore
Total Makan Sehari
Tingkat Kecukupan
Menu

Berat
(g)
200
60
1
50
40
11
65
5
10

Energi
(kkal)
240
97
9
21
9
26
403
0
16
36

Protein
(g)
4.8
7.7
0.0
0.6
0.5
1.1
15
0.0
0.2
0.0

Lemak
(g)
0.8
6.9
1.0
0.2
0.2
1.1
10
0.0
1.7
0.0

KH
(g)
52.0
0.4
0.0
4.7
1.5
3.1
62
0.0
2.8
9.4

Kalium
(mg)
200.0
105.6
0.0
0.0
1.6
13.8
321
0.0
0.2
0.0

Natrium
(mg)
10.0
94.8
0.0
0.0
166.4
27.0
298
0.0
16.2
0.1

50

50

0.6

0.1

12.9

217.5

9.0

200
55
1
0.5
55
5
0.5
50
50
0.5

102
240
166
3
5
13
1
5
14
12
5

0.8
4.8
10.0
0.0
0.0
0.7
0.1
0.0
0.4
0.6
0.0

1.8
0.8
13.8
0.3
0.5
0.3
0.0
0.5
0.3
0.3
0.5

25.1
52.0
0.0
0.6
0.0
2.0
0.2
0.0
3.2
1.9
0.0

217.7
200.0
192.5
0.0
0.0
2.2
11.8
0.0
122.5
2.0
0.0

25.3
10.0
55.0
3.2
0.0
228.8
0.2
0.0
35.0
208.0
0.0

80

59

0.7

0.1

15.5

261.0

10.8

175
60
5

521
29
36
66
210
97
10

17.2
0.5
0.0
0.5
4.2
7.7
0.0

17.4
0.2
0.0
0.2
0.7
6.9
0.0

75.3
7.3
9.4
16.7
45.5
0.4
3.0

792.0
0.0
0.0
0.0
175.0
105.6
0.0

551.0
0.0
0.1
0.1
8.8
94.8
25.0

0.5

0.0

0.5

0.0

0.0

0.0

60
0.5
45
45
0.5
100

41
5
13
37
5
46
467
1560
89%

4.7
0.0
0.3
0.9
0.0
0.5
18.3
51.5
89%

2.8
0.5
0.2
0.0
0.5
0.0
12.1
41.7
108%

1.0
0.0
2.8
8.6
0.0
12.2
73.5
252.2
87%

90.6
0.0
110.3
178.2
0.0
221.0
880.7
2211.4

7.2
0.0
31.5
3.2
0.0
4.0
174.4
1048.9

60
10

51
Lampiran 2. Dokumentasi asuhan gizi klinik pada kasus penyakit dalam

Gambar 1 Pemorsian makanan os

Gambar 2 Penimbangan nasi tim

Gambar 3 Penyajian makan siang

Gambar 4 Penyajian makan sore

Gambar 5 Sisa makanan os

Gambar 6 Makanan yang dihabiskan

Gambar 7 Kunjungan pengamatan

Gambar 8 Penyuluhan kesehatan

52
Lampiran 3. Ketersediaan dan asupan gizi penatalaksanaan diet kasus bedah
Tabel 37 Rincian asupan SMRS Os
Waktu
Makan

Bahan
Makanan
Roti
Roti
Singkong
Singkong
Goreng
Minyak
Pagi
Teh
Teh Manis
Gula Pasir
Total Makan Pagi
Bakwan
Tepung Terigu
Goreng
Minyak
Snack Pagi
Total Snack Pagi
Nasi
Nasi
Ikan Bandeng
Ikan Goreng
Minyak
Tempe
Tempe
Goreng
Minyak
Siang
Kcg Panjang
Sayur Asem
Labu
Jagung
Total Makan Siang
Tempe
Tempe
Tepung Terigu
Mendoan
Minyak
Snack Sore
Ubi
Ubi Goreng
Minyak
Total Snack Sore
Nasi
Nasi
Tahu
Tahu Goreng
Minyak
Tempe
Tempe
Sore
Goreng
Minyak
Pilus
Pilus
Pepaya
Pepaya
Total Makan Sore
Total Makan Sehari (SMRS)
Menu

SP
1
0.5
0.5
1
2
0.5
0.5
1.5
1
1
1
1
0.25
0.25
0.5
1
0.25
1
0.5
1
1.5
1
1
1
1
0.25
1

Energi
(kkal)
175
87.5
25
0
100
387.5
87.5
25
112.5
262.5
50
50
75
50
6.25
6.25
12.5
512.5
75
43.75
50
87.5
50
306.25
262.5
75
50
75
50
43.75
50
606.25
1925

Protein
(g)
4
2
0
0
0
6
2
0
2
6
7
0
5
0
0.25
0.25
0.5
19
5
1
0
2
0
8
6
5
0
5
0
1
0
17
52

Lemak
(g)
0
0
2.5
0
0
2.5
0
2.5
2.5
0
2
5
3
5
0
0
0
15
3
0
5
0
5
13
0
3
5
3
5
0
0
16
49

KH
(g)
40
20
0
0
24
84
20
0
20
60
0
0
7
0
1.25
1.25
2.5
72
7
10
0
20
0
37
60
7
0
7
0
10
12
96
309

53
Tabel 38 Rincian asupan MRS Os
Bahan
Makanan
Nasi
Nasi
Ayam
Ayam Bumbu Kare Santan
Minyak
Pagi
Wortel
Cah Wortel + Baby
Baby Corn
Corn
Minyak
Total Makan Pagi
(makanan dari RS)
Terigu
Susu
Kue Sus
Gula Pasir
K. Telur
Margarin
Snack Pagi
(makanan dari luar)
Roti Sobek Cokelat Roti Sobek
Gula Pasir
Teh Manis
Teh
Total Snack Pagi
Nasi
Nasi
Ikan Kakap
Pepes Kakap
Minyak
Tahu Putih
Tahu Bumbu Bali
Minyak
Siang
Labu Siam
Sayur Asem
K. Panjang
Jagung
Melon
Melon
Total Makan Siang
Biskuit Kelapa
Biskuit
Snack Sore
(makanan
Susu Beruang
Susu
dari luar)
Total Snack Sore
Nasi
Nasi
Ayam
Ayam Bumbu
Santan
Gulai
Minyak
Tempe
Tempe Goreng
Sore
Terigu
Tepung
Minyak
Wortel
Sayur Kimlo
Jamur
Pepaya
Pepaya
Total Makan Sore
Total Makan Sehari (MRS)
Waktu
Makan

Menu

Berat
(g)
200
70
1
0.5
30
30
0.5

Energi Protein
(kkal)
(g)
356
4.2
123
7.4
4
0
5
0
9
0.15
9.9
0.66
5
0
512
12.4

Lemak
(g)
0.2
10.2
0
0.5
0.15
0.03
0.5
11.6

KH
(g)
81.2
0
0.9
0
1.95
2.22
0
86.3

4.5
17.9
3.6
1.6
3.6

16
27
13
6
26

0.7
1.3
0
0.3
0

0.1
1.8
0
0.5
2.9

6.3
1.8
3.4
0
0

113
10
2

370
36
3
497
356
57
5
41
18
8
72
32
42
631
138
120
258
178
123
4
9
44
18
18
6
6
37
444
2342

8
0
0.4
10.7
4.2
8.5
0
4.7
0
0.2
0.9
0.3
0.7
19.5
3
3
6.0
2.1
7.4
0.0
0.0
5.5
0.4
0
0.3
0.3
0.4
16.3
64.9

9
0
0
14.3
0.2
2.3
0.5
2.8
2
0.1
0
0.3
0.2
8.4
5
1.5
6.5
0.1
10.2
0.0
1.0
1.2
0.1
2
0.0
0.0
0
14.6
55.4

62
9.4
1.4
84.3
81.2
0
0
1
0
1.9
16.4
6.3
9.1
115.9
19
23
42.0
40.6
0.0
0.9
0.0
3.8
3.9
0
1.3
1.3
9.8
61.5
390.0

200
50
0.5
60
2
20
20
20
110
28
140
100
70
1
1
30
5
2
0.25
0.25
80

54
Tabel 39 Perencanaan menu hari ke-1
Waktu
Makan

Pagi

Snack
Pagi

Siang

Sore

Bahan
Makanan
Nasi
Nasi
Telur Ayam
Telur Bumbu
Kecap Manis
Semur
Minyak
Makaroni
Wortel
Sup Makaroni
Buncis
Minyak
Total Makan Pagi
Kacang Hijau
Bubur Kacang
Gula Merah
Hijau
Santan
Total Snack Pagi
Nasi
Nasi
Daging Sapi
Daging Empal
Minyak
Tempe
Tempe Goreng
Minyak
Bening Bayam Bayam
Taoge
Taoge
Pepaya
Pepaya
Total Makan Siang
Nasi
Nasi
Ayam
Ayam Bistik
Bawang
Kecap Manis
Bombay
Minyak
Tahu Putih
Tahu Bumbu
Santan
Opor
Minyak
Wortel
Kentang
Sup Sayuran
Buncis
Minyak
Pisang
Pisang
Barangan
Barangan
Total Makan Sore
Total Makan Sehari
Menu

Berat
(g)
200
50
5
0.5
20
20
20
0.5
50
5
2
200
40
2
50
2
40
20
70
200
70
5
1
60
1
0.5
20
20
30
0.5
70

Energi Protein
(kkal)
(g)
356
4.2
81
6.4
2
0.3
5
0
73
1.7
6
0.1
6
0.4
5
0
534
13.1
173
11.2
18
0
6
0.1
198
11.3
356
4.2
82.8
7.52
18
0
74
9.2
18
0
9.2
0.48
4.6
0.58
32
0.4
595
22.38
356
4.2
123
7.4
2
0.3
9
0
41
4.7
4
0
5
0
6
0.1
17
0.4
9
0.7
5
0

Lemak
(g)
0.2
5.8
0.1
0.5
0.1
0.1
0
0.5
7.3
0.7
0
0.7
1.4
0.2
5.6
2
2
2
0.24
0.04
0
12.08
0.2
10.2
0.1
1
2.8
0
0.5
0.1
0
0.1
0.5

KH
(g)
81.2
0.4
0.5
0
15.7
1.3
1.3
0
100.4
31.5
4.7
1.1
37.3
81.2
0
0
6.4
0
1.48
0.82
8.5
98.4
81.2
0
0.5
0
1
0.9
0
1.3
3.8
1.9
0

53

0.6

0.1

13.7

630
1956

18.4
65.1

15.6
36.3

104.3
340.4

55
Tabel 40 Perencanaan menu hari ke-2
Waktu
Makan

Pagi

Snack
Pagi

Siang

Sore

Bahan
Makanan
Nasi
Nasi
Daging
Daging Terik
Minyak
Oyong
Sayur Oyong +
Wortel
Wortel
Minyak
Total Makan Pagi
Agar-agar
Puding Cokelat Gula Pasir
Susu
Total Snack Pagi
Nasi
Nasi
Ikan Tuna
Pepes Tuna
Minyak
Tahu Putih
Tahu Bacem
Kecap Manis
Minyak
Labu Siam
Sayur Asem
Kcg Panjang
Jagung Manis
Semangka
Semangka
Total Makan Siang
Nasi
Nasi
Minyak
Telur Bumbu
Santan
Rendang
Telur Ayam
Tempe
Oseng Tempe
Minyak
Bayam
Bening Bayam
Jagung Manis
Pisang
Pisang Barangan
Barangan
Total Makan Sore
Total Makan Sehari
Menu

Berat Energi
(g)
(kkal)
200
356
40
83
0.5
5
20
4
20
6
0.5
5
459
50
0
10
36
10
6
42
200
356
50
57
0.5
5
60
41
3
1
1
9
20
8
20
72
20
32
110
30.8
612
200
356
0.5
5
2
7
60
97
50
12
0.5
5
40
60
20
73
70

Protein Lemak KH
(g)
(g)
(g)
4.2
0.2
81.2
7.5
5.6
0
0
0.5
0
0.2
0
0.8
0.1
0.1
1.3
0
0.5
0
12.0
6.9
83.3
0
0
0
0
0
9.4
0.3
0.4
0.4
0.3
0.4
9.8
4.2
0.2
81.2
8.5
2.3
0
0
0.5
0
4.7
2.8
1
0.2
0
0.3
0
1
0
0.2
0.1
1.9
0.9
0
16.4
0.3
0.3
6.3
0.55
0.22
7.59
19.6
7.4
114.7
4.2
0.2
81.2
0
0.5
0
0
0
1.9
7.7
6.9
0.4
0.6
0.3
1.9
0
0.5
0
2.8
4
4
0
0
18.8

52

0.6

0.1

13.5

667
1780

15.9
47.8

12.5
27.2

121.7
329.5

56
Tabel 41 Perencanaan menu hari ke-3
Waktu
Makan

Pagi

Snack
Pagi

Siang

Sore

Bahan
Makanan
Nasi
Nasi
Ayam
Ayam Bumbu
Santan
Gulai
Minyak
Sawi Putih
Tumis Sawi +
Wortel
Wortel
Minyak
Total Makan Pagi
Kacang Hijau
Bubur Kacang
Santan
Hijau
Gula Merah
Total Snack Pagi
Nasi
Nasi
Telur Ayam
Telur Opor
Santan
Putih
Minyak
Tempe
Tempe Bumbu
Tomat
Tomat
Minyak
Katuk
Bening Katuk
Jagung Manis
Pepaya
Pepaya
Total Makan Siang
Nasi
Nasi
Daging Sapi
Daging Kare Santan
Minyak
Tahu Putih
Tahu Balado
Minyak
Wortel
Buncis
Sup Sayuran
Kentang
Minyak
Pisang Raja
Pisang
Total Makan Sore
Total Makan Sehari
Menu

Berat Energi Protein Lemak


(g)
(kkal)
(g)
(g)
200
356
4.2
0.2
70
147
7.8
13
2
6
0.1
0.7
0.5
5
0
0.5
20
4
0.5
0.1
20
6
0.1
0.1
0.5
5
0
0.5
529
12.7
15.1
50
182
0
0
5
16
0.2
1.7
10
36
0
0
234
0.2
1.7
200
356
4.2
0.2
60
97
7.7
6.9
1
3
0
0.3
0.5
5
0
0.5
55
13
0.7
0.3
5
1
0.1
0
0.5
5
0
0.5
60
32
3.2
0.5
20
73
0
0
80
37
0.4
0
622
16.3
9.2
200
356
4.2
0.2
40
83
7.5
5.6
1
3
0
0.3
0.5
5
0
0.5
60
41
4.7
2.8
0.5
5
0
0.5
20
5
0.1
0.1
20
6
0.5
0.1
20
17
0.4
0.0
0.5
5
0
0.5
80
67
0.7
0.1
593
18.1
10.7
1978
47.3
36.7

KH
(g)
81.2
0.3
1.1
0
0.8
1.3
0
84.7
47
2.8
9.4
59.2
81.2
0.4
0.6
0
2
0.2
0
5.5
18.8
9.8
118.5
81.2
0
0.6
0
1
0
1.3
1.3
3.8
0
17.8
106.9
369.3

57
Tabel 42 Recall asupan hari ke-1
Waktu
Makan

Pagi

Snack
Pagi
(makanan
dari luar)

Siang
(makanan
dari luar)

Makan
Sore

Bahan
Berat Energi Protein Lemak KH
Makanan
(g)
(kkal)
(g)
(g)
(g)
Nasi
Nasi
30
53
0.6
0.0
12.2
Telur Ayam
50
81
6.4
5.8
0.4
Telur Bumbu
Kecap Manis
5
2
0.3
0.1
0.5
Semur
Minyak
0.5
5
0.0
0.5
0.0
Makaroni
20
73
1.7
0.1
15.7
Wortel
20
6
0.1
0.1
1.3
Sup Makaroni
Buncis
20
6
0.4
0.0
1.3
Minyak
0.5
5
0.0
0.5
0.0
Total Makan Pagi
230
9.6
7.1
31.3
Kacang Atom
Kacang Atom
100
550
35
35
20
Roti Sobek
Roti Sobek
113
370
8.0
9.0
62.0
Cokelat Blueberry
Gula Pasir
10.0
36
0.0
0.0
9.4
Teh Manis
Teh
2.0
3
0.4
0.0
1.4
Biskuit
Biskuit Kelapa
28
138
3
5
19
Total Snack Pagi
1097
45.9
49.0
111.5
Nasi
Nasi
200
356
4.2
0.2
81.2
Ikan Bandeng
60
77
12.0
2.9
0.0
Bandeng Presto
Minyak
2.0
18
0.0
2.0
0.0
Tempe
25
37
4.6
1.0
3.2
Tempe Goreng
Terigu
5
18
0.4
0.1
3.9
Tepung
Minyak
2.0
18
0.0
2.0
0.0
Labu Siam
20
8
0.2
0.1
1.9
Sayur Asem
Kcg Panjang
20
72
0.9
0.0
16.4
Jagung Manis
20
32
0.3
0.3
6.3
Pepaya
Pepaya
70
32
0.4
0.0
8.5
Total Makan Siang
669
23.1
8.5
121.4
Nasi
Nasi
100
178
2.1
0.1
40.6
Ayam
70
123
7.4
10.2
0.0
Ayam Bistik
Kecap Manis
5
2
0.3
0.1
0.5
Bawang Bombay
Minyak
1
9
0.0
1.0
0.0
Tahu Putih
60
41
4.7
2.8
1.0
Tahu Bumbu Opor Santan
1
4
0.0
0.0
0.9
Minyak
0.5
5
0.0
0.5
0.0
Wortel
20
6
0.1
0.1
1.3
Kentang
20
17
0.4
0.0
3.8
Sup Sayuran
Buncis
30
9
0.7
0.1
1.9
Minyak
0.5
5
0.0
0.5
0.0
Pepaya
Pepaya
80
37
0.4
0.0
9.8
Total Makan Sore
433
16.1
15.3
59.7
Total Makan Sehari
2429
94.7
79.9
323.8
Tingkat Kecukupan
125%
97%
184% 111%
Menu

58
Tabel 43 Recall asupan hari ke-2
Waktu
Makan

Bahan
Makanan

Menu
(makanan dari luar)
Roti Sobek Nanas
Sereal
Puding Cokelat

Pagi

Snack Pagi
(makanan
dari luar)

Siang
(makanan
dari luar)

Snack Sore
(makanan
dari luar)

(makanan dari RS)


Nasi

Nasi
Daging
Daging Terik
Minyak
Oyong
Sayur Oyong +
Wortel
Wortel
Minyak
Pepaya
Pepaya
Total Makan Pagi
Anggur
Anggur
Gula Pasir
Teh Manis
Teh
Kacang Atom
Kacang Atom
Total Snack Pagi
Nasi
Nasi
Telur Ayam
Telur Dadar
Minyak
Tempe
Orek Tempe
Kecap Manis
Minyak
Agar-agar
Puding Cokelat
Gula Pasir
Susu
Total Makan Siang
Susu
Susu Beruang

Bening Bayam
Fried Chicken
(makanan dari RS)
Nasi
Pepes Tuna
Tahu Bacem
Sayur Asem

KH
(g)

56
15
50
10
10

175
65
0
36
6

4.5
0.5
0.0
0.0
0.3

4.0
1.8
0.0
0.0
0.4

30.0
12.0
0.0
9.4
0.4

200
40
0.5
20
20
0.5
70

356
83
5
4
6
5
32
772
13
36
3
550
602
445
81
9
9
2
5
0
36
6
594
120

4.2
7.5
0.0
0.2
0.1
0.0
0.4
17.7
0.1
0.0
0.4
35
35.5
5.3
6.4
0.0
0.5
0.3
0.0
0.0
0.0
0.3
12.7
3.0

0.2
5.6
0.5
0.0
0.1
0.5
0.0
13.0
0.1
0.0
0.0
35
35.1
0.3
5.8
1.0
0.2
0.1
0.5
0.0
0.0
0.4
8.2
1.5

81.2
0.0
0.0
0.8
1.3
0.0
8.5
143.7
3.4
9.4
1.4
20
34.2
101.5
0.4
0.0
1.5
0.5
0.0
0.0
9.4
0.4
113.6
23.0

120

3.0

1.5

23.0

20
10.0
2.0
100
250
50
1
40
5
0.5
50
10
10
140

Total Snack Sore


(makanan dari luar)
Nasi

Sore

Roti Sobek
Sereal
Agar-agar
Gula Pasir
Susu

Berat Energi Protein Lemak


(g)
(kkal)
(g)
(g)

Nasi
Bayam
Jagung Manis
Ayam
Tepung Terigu
Minyak

125
50
20
60
10
5

223
75
73
126
72
45

2.6
3.5
0.0
6.7
0.1
0.0

0.1
5.0
0.0
11.1
8.1
5.0

50.8
5.0
18.8
0.2
0.0
0.0

Nasi
Ikan Tuna
Minyak
Tahu Putih
Kecap Manis
Minyak
Labu Siam
Kcg Panjang

200
50
0.5
60
3
1
20
20

356
57
5
41
1
9
8
72

4.2
8.5
0.0
4.7
0.2
0.0
0.2
0.9

0.2
2.3
0.5
2.8
0.0
1.0
0.1
0.0

81.2
0.0
0.0
1.0
0.3
0.0
1.9
16.4

59
Tabel 43 Recall asupan hari ke-2 (lanjutan)
Waktu
Makan
Sore

Makan
Malam

Bahan
Makanan
Jagung Manis
Total Makan Sore
Nasi
Nasi
Minyak
Telur Bumbu
Santan
Rendang
Telur Ayam
Tempe
Oseng Tempe
Minyak
Bayam
Bening Bayam
Jagung Manis
Pisang
Pisang Barangan
Barangan
Total Makan Malam
Total Makan Sehari
Tingkat Kecukupan
Menu

Berat Energi Protein Lemak


(g)
(kkal)
(g)
(g)
20
32
0.3
0.3
568
12.9
24.3
200
356
4.2
0.2
0.5
5
0.0
0.5
2
7
0.0
0.0
60
97
7.7
6.9
50
12
0.6
0.3
0.5
5
0.0
0.5
40
60
2.8
4.0
20
73
0.0
0.0
70

KH
(g)
6.3
74.8
81.2
0.0
1.9
0.4
1.9
0.0
4.0
18.8

52

0.6

0.1

13.5

666
3201
164%

15.9
94.8
97%

12.5
93.1
215%

121.7
488.0
167%

60
Tabel 44 Recall asupan hari ke-3
Waktu
Makan

Menu
(makanan dari luar)
Nasi
Fried Chicken

Pagi

Snack Pagi

Siang
(makanan
dari luar)

Sore

Sereal
(makanan dari RS)
Nasi

Bahan
Makanan
Nasi
Ayam
Tepung
Minyak
Sereal

Nasi
Ayam
Ayam Bumbu
Santan
Gulai
Minyak
Sawi Putih
Tumis Sawi +
Wortel
Wortel
Minyak
Total Makan Pagi
(makanan dari RS)
Kacang Hijau
Bubur Kacang
Santan
Hijau
Gula Merah
(makanan dari luar)
Susu
Susu Beruang
Total Snack Pagi
Nasi
Nasi
Ikan Layang
Ikan Goreng
Minyak
Tempe
Tempe Goreng
Minyak
Tahu Putih
Pepes Tahu
Minyak
Labu Siam
Sayur Asem
Kcg Panjang
Jagung Manis
Pepaya
Pepaya
Total Makan Siang
Nasi
Nasi
Telur Ayam
Telur Opor Putih Santan
Minyak
Tempe
Tempe Bumbu
Tomat
Tomat
Minyak
Katuk
Bening Katuk
Jagung Manis
Pepaya
Pepaya
Total Makan Sore
Total Makan Sehari
Tingkat Kecukupan

Berat Energi
(g)
(kkal)

Protein
(g)

Lemak
(g)

KH
(g)

150
70
10
5
30

267
147
72
45
130

3.2
7.8
0.1
0.0
1.0

0.2
13.0
8.1
5.0
3.5

60.9
0.3
0.0
0.0
24.0

200
70
2
0.5
20
20
0.5

356
147
6
5
4
6
5
1189

4.2
7.8
0.1
0.0
0.5
0.1
0.0
25

0.2
13.0
0.7
0.5
0.1
0.1
0.5
45

81.2
0.3
1.1
0.0
0.8
1.3
0.0
170

50
5
10

182
16
36

0.0
0.2
0.0

0.0
1.7
0.0

47.0
2.8
9.4

120
355
200
356
60
65
0.5
5
50
12
2
18
60
41
0.5
5
20
8
20
72
20
32
70
32
645
200
356
60
97
1
3
0.5
5
55
13
5
1
0.5
5
60
32
20
73
80
37
621
2809
144%

3.0
3.2
4.2
13.2
0.0
0.6
0.0
4.7
0.0
0.2
0.9
0.3
0.4
24.5
4.2
7.7
0.0
0.0
0.7
0.1
0.0
3.2
0.0
0.4
16.2
68.7
70%

1.5
3.2
0.2
1.0
0.5
0.3
2.0
2.8
0.5
0.1
0.0
0.3
0.0
7.7
0.2
6.9
0.3
0.5
0.3
0.0
0.5
0.5
0.0
0.0
9.3
64.9
150%

23.0
82.2
81.2
0.0
0.0
1.9
0.0
1.0
0.0
1.9
16.4
6.3
8.5
117.1
81.2
0.4
0.6
0.0
2.0
0.2
0.0
5.5
18.8
9.8
118.4
487.6
167%

140

61
Lampiran 4. Dokumentasi asuhan gizi klinik pada kasus bedah

Gambar 9 Penyajian makan


pagi

Gambar 10 Penyajian makan


siang

Gambar 11 Penyajian makan


sore

Gambar 12 Penyuluhan
kesehatan

62
Lampiran 5. Ketersediaan dan asupan gizi penatalaksanaan diet kasus anak
Tabel 45 Rincian asupan SMRS Os
Waktu
Makan

Bahan
Makanan
Biskuit
Biskuit
Bubur
Ayam
Bubur Preda
Pagi
Wortel
Kacang Hijau
Total Makan Pagi
Biskuit
Biskuit
Snack Pagi
Total Snack Pagi
Biskuit
Biskuit
Snack Sore
Total Snack Sore
Bubur
Ayam
Bubur Preda
Wortel
Sore
Kacang Hijau
Total Makan Sore
Biskuit
Biskuit
Snack Malam
Total Snack Malam
Makanan
Susu
Cair
Per 3 jam
Total Makanan Cair
Total Makan Sehari (SMRS)
Menu

SP
1
0.25
0.25
0.1
0.5
1
2
0.25
0.25
0.1
0.5
1

Energi Protein Lemak


(kkal)
(g)
(g)
23
0.5
0.5
43.75
1
0
12.5
1.75
0.5
2.5
0.1
0
37.5
2.5
1.5
119.25
5.85
2.5
23
0.5
0.5
23
0.5
0.5
46
1
1
46
1
1
43.75
1
0
12.5
1.75
0.5
2.5
0.1
0
37.5
2.5
1.5
96.25
5.35
2
23
0.5
0.5
23
0.5
0.5

KH
(g)
4
10
0
0.5
3.5
18
4
4
8
8
10
0
0.5
3.5
14
4
4

560

16

32

56

560
867.5

16
29.2

32
38.5

56
104

Tabel 46 Rincian asupan MRS Os


Waktu
Makan

Bahan
Makanan
Bubur Tim Bubur Tim
Siang
Total Makan Siang
Biskuit
Biskuit
Sore
Total Makan Sore
Total Makan Sehari (MRS)
Menu

SP
0.5
1

Energi
(kkal)
87.5
87.5
23
23
110.5

Protein
(g)
2
2
1
1
3

Lemak
(g)
0
0
1
1
1

KH
(g)
20
20
4
4
24

63
Tabel 47 Rincian intervensi hari ke-1
Waktu
Makan
Snack
Sore

Sore

Snack
Malam

Pagi

Snack
Pagi

Siang

Bahan
Makanan
Melon
Jus Melon
Gula Pasir
Total Snack Sore
Nasi Tim
Bubur Blender
Air Tajin
Daging Cincang Daging Sapi
Tahu Putih
Tahu Semur
Kecap Manis
Cincang
Minyak
Bening Buncis Buncis
Pisang
Pisang Ambon
Total Makan Sore
Biskuit
Biskuit
Susu Rendah
Susu
Laktosa
Total Snack Malam
Nasi Tim
Bubur Blender
Air Tajin
Minyak
Daging Kare
Santan
Daging
Wortel
Sup Wortel
Minyak
Total Makan Pagi
Agar-agar
Puding
Susu
Gula Pasir
Biskuit
Biskuit
Total Snack Pagi
Nasi Tim
Bubur Blender
Air Tajin
Pepes Tuna
Ikan Tuna
Cincang
Minyak
Tahu Bumbu
Tahu Putih
Bali Cincang
Minyak
Wortel
Sup Sayuran
Buncis
Minyak
Sari Melon
Melon
Total Makan Siang
Total Makan Sehari
Menu

Berat
(g)
100
5

23

Energi
(kkal)
36
18
54
60
11
72
14
0
5
9
37
209
90

11

55

1.32

2.89

6.16

145
60
13
5
3
62
8
9
161
0
15
27
45
87
60
15
40
5
14
5
4
5
5
44
195
850

3.3
1.2
0.0
0.0
0.0
5.6
0.2
0.0
7.1
0.0
0.7
0.0
1.0
1.7
1.2
0.0
6.0
0.0
1.6
0.0
0.1
0.3
0.0
0.7
9.8
32.6

4.9
0.2
0.0
0.5
0.3
4.2
0.2
1.0
6.4
0.0
1.0
0.0
1.0
2.0
0.2
0.0
1.6
0.5
0.9
0.5
0.1
0.0
0.5
0.2
4.5
24.4

22.2
13.0
3.5
0.0
0.6
0.0
1.9
0.0
18.9
0.0
1.0
7.1
8.0
16.1
13.0
4.0
0.0
0.0
0.3
0.0
0.9
1.0
0.0
11.2
30.4
115.6

50
60
35
20
1
0.5
30
50

50
70
0.5
1
30
30
1
65
10
7.5
12
50
80
35
0.5
20
0.5
15
15
0.5
123

Protein Lemak
(g)
(g)
0.2
0.0
0.0
0.0
0.2
0.0
1.2
0.2
0.0
0.0
6.6
4.9
1.6
0.9
0.1
0.0
0.0
0.5
0.7
0.1
0.5
0.1
10.5
6.7
2.0
2.0

KH
(g)
0.0
0.0
0.0
13.0
3.0
0.0
0.3
0.1
0.0
1.9
9.7
28.0
16.0

64
Tabel 48 Rincian intervensi hari ke-2
Waktu
Makan
Snack
Sore

Sore

Snack
Malam

Pagi

Snack
Pagi

Siang

Bahan
Makanan
Tepung Ketan
Bolu Ketan
Mentega
Hitam
Gula Pasir
Total Snack Sore
Nasi Tim
Bubur Blender
Air Tajin
Ayam
Ayam Gulai
Santan
Cincang
Minyak
Tempe Oseng Tempe
Kecap
Kecap Manis
Cincang
Minyak
Kimlo Wortel Wortel
Jus Pepaya
Pepaya
Total Makan Sore
Biskuit
Biskuit
Total Snack Malam
Nasi Tim
Bubur Blender
Air Tajin
Putih Telur
Telur Semur Ayam
Cincang
Kecap Manis
Minyak
Sup Tahu +
Tahu Putih
Oyong
Oyong
Cincang
Minyak
Total Makan Pagi
Biskuit
Biskuit
Total Snack Pagi
Nasi Tim
Bubur Blender
Air Tajin
Pepes Tuna
Ikan Tuna
Cincang
Minyak
Tempe
Tempe Bacem
Kecap Manis
Cincang
Minyak
Bening Labu
Labu
Siam
Jus Semangka Semangka
Total Makan Sore
Total Makan Sehari
Menu

Berat
(g)
20
2.5
5
50
80
30
1
0.5
20
1
0.5
30
108
12
50
70

Energi Protein Lemak


(kkal)
(g)
(g)
72
1.6
0.5
18
0.0
2.0
18
0.0
0.0
108
1.6
2.5
60
1.2
0.2
15
0.0
0.0
91
5.5
7.5
3
0.0
0.3
5
0.0
0.5
30
3.7
0.8
0
0.1
0.0
5
0.0
0.5
8
0.2
0.2
50
0.5
0.0
266
11.2
10.0
45
1.0
1.0
45
1
1
60
1.2
0.2
13
0.0
0.0

KH
(g)
14.9
0.0
4.7
19.6
13.0
4.0
0.0
0.6
0.0
2.5
0.1
0.0
1.9
13.2
35.3
8.0
8
13.0
3.5

35

18

3.8

0.0

0.3

1
0.5
20
30
0.5

50
70
35
0.5
20
1
0.5

3
5
14
5
5
122
90
90
60
13
40
5
30
0
5

0.0
0.0
1.6
0.2
0.0
6.8
2.0
2.0
1.2
0.0
6.0
0.0
3.7
0.1
0.0

0.3
0.5
0.9
0.1
0.5
2.5
2.0
2.0
0.2
0.0
1.6
0.5
0.8
0.0
0.5

0.6
0.0
0.3
1.2
0.0
18.9
16.0
16.0
13.0
3.5
0.0
0.0
2.5
0.1
0.0

30

0.2

0.0

2.0

100

28
160
656.7

0.5
11.0
30.7

0.2
3.6
18.6

6.9
21.1
94.9

23

65
Tabel 49 Rincian intervensi hari ke-3
Waktu
Makan
Per 3
jam
Snack
Sore

Berat
(g)
Minyak
29
F100
Susu
45
(8 x 60 cc)
Gula Pasir
20
Total Makanan Cair (F100)
Biskuit
Biskuit
46
Total Snack Sore
Total Makan Sehari
Menu

Bahan Makanan

Energi Protein Lemak KH


(kkal)
(g)
(g)
(g)
261
0.0
29.0
0
227
5.5
12.0 24.3
73
0.0
0.0
18.8
561
5.5
41.0 43.1
180
4.0
4.0
32.0
180
4.0
4.0
32.0
741
9.5
45.0 75.1

Tabel 50 Recall asupan hari ke-1


Waktu
Makan

Sore

Snack
Malam

Pagi

Snack
Pagi

Bahan
Makanan
Nasi Tim
Bubur Blender
Air Tajin
Daging Cincang Daging Sapi
Tahu Putih
Tahu Semur
Kecap Manis
Cincang
Minyak
Bening Buncis Buncis
Total Makan Sore
Biskuit
Biskuit
Total Snack Malam
Nasi Tim
Bubur Blender
Air Tajin
Minyak
Daging Kare
Santan
Daging
Wortel
Sup Wortel
Minyak
Total Makan Pagi
Agar-agar
Puding
Susu
Gula Pasir
Biskuit
Biskuit
Total Snack Sore
Total Makan Sehari
Tingkat Kecukupan
Menu

Berat
(g)
42
51
2
4
1
0.5
26
6
35
49
0.5
1
16
5
1
6
1
1
6

Energi
(kkal)
51
10
4
3
0
5
8
80
23
23
42
9
5
3
33
1
9
103
0
2
3
23
28
234
26%

Protein
(g)
1.0
0.0
0.4
0.3
0.1
0.0
0.6
2.3
0.5
0.5
0.8
0.0
0.0
0.0
3.0
0.0
0.0
3.9
0.0
0.1
0.0
0.5
0.6
7.3
38%

Lemak
(g)
0.2
0.0
0.3
0.2
0.0
0.5
0.1
1.2
0.5
0.5
0.1
0.0
0.5
0.3
2.2
0.0
1.0
4.2
0.0
0.1
0.0
0.5
0.6
6.6
22%

KH
(g)
11.0
2.5
0.0
0.1
0.1
0.0
1.7
15.3
4.0
4.0
9.1
2.5
0.0
0.6
0.0
0.3
0.0
12.4
0.0
0.1
0.8
4.0
5.0
36.7
27%

66
Tabel 51 Recall asupan hari ke-2
Waktu
Makan
Snack
Sore
Sore
Snack
Malam

Pagi

Snack
Pagi
Siang

Bahan
Makanan
Biskuit
Biskuit
F100 (8 x 60 cc)
Total Snack Sore
F100 (8 x 60 cc)
Total Makan Sore
Biskuit
Biskuit
Telur Puyuh Telur Puyuh
F100 (8 x 60 cc)
Total Snack Malam
Biskuit
Biskuit
Bubur
Nasi Tim
Blender
Air Tajin
Putih Telur
Telur Semur
Kecap Manis
Cincang
Minyak
Sup Tahu + Tahu Putih
Oyong
Oyong
Cincang
Minyak
F100 (8 x 60 cc)
Total Makan Pagi
Biskuit
Biskuit
F100 (8 x 60 cc)
Total Snack Pagi
F100 (8 x 60 cc)
Biskuit
Biskuit
Total Makan Sore
Total Makan Sehari
Tingkat Kecukupan
Menu

Berat
(g)
6
60
60
10
15
60
6
25
29
7
1
0.5
1
14
0.5
60
4
60
60
6

Energi
(kkal)
23
70
93
70.1
70
38
40.5
70
148
23
29
6
4
3
5
1
3
5
70
147
16
70
86
70
23
93
614
68%

Protein
(g)
0.5
0.7
1.2
0.7
0.7
0.8
3.2
0.7
4.7
0.5
0.6
0.0
0.8
0.0
0.0
0.1
0.1
0.0
0.7
2.8
0.3
0.7
1.0
0.7
0.5
1.2
11.1
58%

Lemak
(g)
0.5
5.1
5.6
5.1
5.1
0.8
0.2
5.1
6.1
0.5
0.1
0.0
0.0
0.3
0.5
0.0
0.0
0.5
5.1
7.1
0.3
5.1
5.5
5.1
0.5
5.6
34.6
115%

KH
(g)
4.0
5.4
9.4
5.4
5.4
6.7
40.5
5.4
52.6
4.0
6.4
1.5
0.1
0.6
0.0
0.0
0.6
0.0
5.4
18.4
2.8
5.4
8.2
5.4
4.0
9.4
99.3
73%

Tabel 52 Recall asupan hari ke-3


Waktu
Makan
Per 3
jam
Snack
Sore

Bahan
Berat
Makanan
(g)
Minyak
29
F100
Susu
45
(8 x 60 cc)
Gula Pasir
20
Total Makanan Cair (F100)
Biskuit
Biskuit
23
Total Snack Sore
Total Makan Sehari
Tingkat Kecukupan
Menu

Energi
(kkal)
261
227
73
561
90
90
651
67%

Protein
(g)
0.0
5.5
0.0
5.5
2.0
2.0
7.5
34%

Lemak
(g)
29.0
12.0
0.0
41.0
2.0
2.0
43.0
140%

KH
(g)
0
24.3
18.8
43.1
16.0
16.0
59.1
37%

67
Lampiran 6. Dokumentasi asuhan gizi klinik pada kasus anak

Gambar 13 Penimbangan berat


badan

Gambar 14 Penimbangan snack

Gambar 15 Penyajian makan siang

Gambar 16 Penyajian makan sore

Gambar 17 Sisa makanan os

Gambar 18 F100 8 x 60 cc

Anda mungkin juga menyukai