Anda di halaman 1dari 176

Modul jaringan nirkabel merupakan salah satu modul yang digunakan untuk kompetensi

keahlian teknik komputer jaringan. Modul ini berkaitan dengan teori jaringan nirkabel,
persiapan instalasi, pelaksanaan instalasi dan pengoperasian (termasuk troubleshooting)
jaringan nirkabel sesuai dengan kurikulum 2013.
Secara khusus, modul ini akan membahas sembilan materi pokok, yaitu : (1) Dasar jaringan
nirkabel dan gelombang radio, (2) Jenis-jenis teknologi jaringan nirkabel, (3) Karakteristik
perangkat nirkabel, (4) Perancangan jaringan nirkabel, (5) Pemasangan perangakat jaringan
nirkabel, (6) Konfigurasi perangkat jaringan nirkabel, (7) Keamanan jaringan nirkabel, (8)
Distribusi jaringan nirkabel, (9) Perawatan dan perbaikan nirkabel.
Dengan adanya modul jaringan nirkabel ini, peserta didik diharapkan mampu menjelaskan
prinsip/konsep dasar jaringan nirkabel dengan benar sesuai dengan prosedur yang dijelaskan
secara mandiri maupun dengan bimbingan guru. Pada akhirnya, peserta didik dapat menjadi
seorang teknisi yang profesional, berkarakter dan unggul.
Karakter yang dikembangkan dalam pembelajaran ini antara lain: (1) Jujur, seorang teknisi
harus menjalankan tugasnya dengan penuh kejujuran, sehingga dapat dipercaya dalam
perkataan, tindakan dan pekerjaan. (2) Disiplin, seorang teknisi harus berperilaku tertib,
patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan, bebas pengaruh, serta tidak dapat
dikendalikan oleh pihak lain. (3) Kreatif, seorang teknisi harus berpikir dan melakukan sesuatu
untuk menghasilkan cara baru dalam pemberian jasa dan produk yang baik kepada publik. (4)
Tanggung jawab, seorang teknisi harus bertanggung jawab atas pekerjaan yang dilakukan
terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara dan Tuhan
Yang Maha Esa. (5) Rasa ingin tahu, seorang teknisi harus selalu berupaya untuk mengetahui
lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, disengarkan, dan dikerjakan.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

Modul jaringan nirkabel ini memerlukan persyaratan yang harus dimiliki oleh peserta didik,
yaitu telah menguasai kompetensi dasar yang berkaitan dengan Jaringan Dasar, Diagnosis
WAN, dan Keamanan Jaringan.

Peserta didik diharapkan dapat berperan aktif dan berinteraksi dengan sumber belajar yang
mendukungnya, karena itu harus memperhatikan langkah-langkah belajar yang harus
ditempuh sebagai berikut:
1. Bacalah dengan baik dan pahamilah dengan benar tujuan yang akan dicapai setelah
mempelajari modul ini.
2. Bacalah dengan cermat dan pahamilah dengan baik daftar pertanyaan pada cek
kemampuan sebagai tolak ukur kompetensi yang harus dikuasai dalam modul ini.
3. Baca dan pahamilah dengan baik materi dan contoh-contoh yang diberikan dalam modul
ini.
4. Baca dan pahamilah konsep dasar jaringan nirkabel dan gelombang radio.
5. Baca dan pahamilah modulasi analog dan digital.
6. Baca dan pahamilah jenis jaringan nirkabel.
7. Pelajari dan sajikanlah rancangan Hotspot.
8. Baca dan pahamilah karakteristik jaringan nirkabel.
9. Pelajari dan sajikanlah langkah dalam site survey.
10. Baca dan pahamilah topologi jaringan nirkabel.
11. Baca dan pahamilah pemasangan jaringan nirkabel.
12. Pelajari dan sajikanlah macam-macam konektor.
13. Pelajari dan sajikanlah langkah dalam pointing antenna.
14. Pelajari dan sajikanlah konfigurasi pada klien.
15. Pelajari dan sajikanlah konfigurasi pada access point.
16. Baca dan pahamilah serangan pada jaringan nirkabel.
17. Pelajari dan sajikanlah pengaturan WEP dan WPA.
18. Baca dan pahamilah distribusi jaringan nirkabel.
19. Pelajari dan sajikanlah pengaturan repeater dan bridge.
20. Baca dan pahamilah perawatan dan perbaikan jaringan nirkabel.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

21. Pelajari dan sajikanlah pengaturan backup dan restore.


22. Pelajari dan sajikanlah pengaturan update firmware.
23. Bertanyalah pada guru untuk memperjelas materi dan contoh-contoh yang ada dalam
modul ini.
24. Berkonsultasilah dengan guru dan berdiskusilah dengan teman-teman bila mendapatkan
kesulitan dalam memahami materi belajar.
25. Kerjakan tugas-tugas yang diberikan dengan baik, baik secara individu ataupun
kelompok.
26. Cermatilah langkah langkah kerja pada setiap kegiatan belajar sebelum mengerjakan, bila
belum jelas tanyakan pada instruktur !
27. Peserta didik tidak dibenarkan melanjutkan kegiatan belajar di bab selanjutnya jika belum
menguasai materi secara tuntas materi di bab sebelumnya.
28. Laporkan pada guru bila anda sudah yakin bahwa semua bab dalam modul ini telah
dikuasai dengan baik, kemudian mintalah untuk di evaluasi.

Setelah mempelajari modul pemodelan perangkat lunak ini diharapkan:


1. Peserta didik mampu memahami konsep jaringan nirkabel.
2. Peserta didik mampu memahami dasar jaringan nirkabel dan gelombang radio.
3. Peserta didik mampu memahami konsep modulasi analog dan digital.
4. Peserta didik mampu memahami jenis jaringan nirkabel.
5. Peserta didik mampu menyajikan jenis jaringan nirkabel.
6. Peserta didik mampu memahami karakteristik jaringan nirkabel.
7. Peserta didik mampu menyajikan hasil perancangan jaringan nirkabel.
8. Peserta didik mampu menyajikan hasil site survey jaringan.
9. Peserta didik mampu menyajikan kondisi channel nirkabel.
10. Peserta didik mampu menyajikan hasil pemasangan jaringan nirkabel.
11. Peserta didik mampu menyajikan hasil konfigurasi access point.
12. Peserta didik mampu menyajikan hasil konfigurasi klien.
13. Peserta didik mampu menyajikan hasil pengaturan keamanan jaringan nirkabel.
14. Peserta didik mampu menyajikan hasil pengaturan MAC Address Filtering.
15. Peserta didik mampu menyajikan hasil pengaturan WEP dan WPA.
16. Peserta didik mampu menyajikan rancangan distribusi jaringan nirkabel.
17. Peserta didik mampu menyajikan distribusi mode bridge dan repeater.
18. Peserta didik mampu menyajikan hasil perawatan dan perbaikan jaringan nirkabel.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

MODUL 1
DASAR JARINGAN NIRKABEL
DAN GELOMBANG RADIO
GELOMBANG

MODUL 2
JENIS TEKNOLOGI
JARINGAN NIRKABEL

MODUL 3
KARAKTERISTIK
PERANGKAT NIRKABEL

MODUL 4
PERANCANGAN
JARINGAN NIRKABEL

C3. 7
JARINGAN
NIRKABEL

MODUL 5
PEMASANGAN JARINGAN
NIRKABEL

MODUL 6
KONFIGURASI JARINGAN
NIRKABEL

Materi Pokok
Frekuensi dan Panjang
Gelombang
Modulasi Analog
Modulasi Digital

Materi Pokok
WPAN
WLAN
WWAN

Materi Pokok
Perangkat Jaringan Nirkabel
802.11
Bentuk Jaringan Nirkabel
Channel

Materi Pokok
Site Survey
Topologi Jaringan Nirkabel
Kondisi Channel
Interferensi

Materi Pokok
Jenis-jenis antenna
Konektor dan Pengkabelan
Pointing Antenna

Materi Pokok
Konfigurasi Klien
Konfigurasi Access Point

MODUL 7
KEAMANAN JARINGAN
NIRKABEL

Materi Pokok
MAC
WEP WPA
EAP

MODUL 8
WIRELESS DISTRIBUTION
SYSTEM

Materi Pokok
Dasar WDS
Repeater
Bridge

MODUL 9
Perawatan dan
Perbaikan Nirkabel

Materi Pokok
Kesalahan pada Nirkabel
Backup & Restore
- Update Firmaware

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

TKJ C3.7 MODUL 1

TKJ C3.7 MODUL 2

TKJ C3.7 MODUL 8

TKJ C3.7 MODUL 7

TKJ C3.7 MODUL 3

TKJ C3.7 MODUL 6

TKJ C3.7 MODUL 4

TKJ C3.7 MODUL 5

TKJ C3.7 MODUL 9

Keterangan
Kode Modul

Materi Pokok

TKJ C3.7 - MODUL 1

Dasar Nirkabel dan Gelombang Radio

TKJ C3.7 - MODUL 2

Jenis-Jenis Jaringan Nirkabel

TKJ C3.7 - MODUL 3

Karakteristik Jaringan Nirkabel

TKJ C3.7 - MODUL 4

Perancangan Jaringan Nirkabel

TKJ C3.7 - MODUL 5

Pemasangan Jaringan Nirkabel

TKJ C3.7 - MODUL 6

Konfigurasi Jaringan Nirkabel

TKJ C3.7 - MODUL 7

Keamanan Jaringan Nirkabel

TKJ C3.7 - MODUL 8

Distribusi Jaringan Nirkabel

TKJ C3.7 - MODUL 9

Perawatan dan Perbaikan Jaringan Nirkabel

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan konsep dan cara kerja
dari gelombang radio. Maka dari itu patut diperhatikan saran-saran berikut :
1. Dalam memahami modul ini, pahami konsep frekuensi dan gelombang.
2. Setelah itu, pahamilah karakteristik gelombang radio dan pahamilah kelebihan dan
kekurangan tiap-tiap macam teknologi jaringan nirkabel.
3. Kemudian, pahamilah arsitektur dari jenis-jenis teknologi jaringan nirkabel.
4. Sebagai siswa, kalian dituntut untuk dapat menilai kemampuan sendiri dengan jujur,
untuk itu setelah memahami tema demi tema secara keseluruhan, kerjakan latihanlatihan dengan tes formatif yang terdapat disetiap kegiatan belajar. Untuk melihat
hasilnya, silahkan meminta kunci jawaban tes formatif dari guru. Kalian akan
mengetahui sendiri tingkat penguasaan terhadap materi modul yang telah dipelajari.
5. Lebih lanjut dari itu, kerjakanlah ayo pecahkan masalah. Dengan mengerjakan perintah
yang ada disitu diharapkan kelian dapat memahami konsep, karakteristik dan ragam
jenis-jenis teknologi jaringan nirkabel.
Dengan petunjuk diatas, kalian diharapkan mampu memperoleh pemahaman tentang
konsep, karakteristik, prinsip analisis, desain dan ragam pemodelan perangkat lunak
dengan mudah dan cepat, sehingga penguasaan terhadap modul ini akan tercapai.

1
2
3
4

Indikator
Dapatkah anda menjelaskan konsep jaringan
nirkabel?
Dapatkah anda menjelaskan konsep Frekuensi
dan Panjang Gelombang ?
Dapatkah anda menjelaskan konsep modulasi
analog?
Dapatkah anda menjelaskan konsep modulasi
digital?

Ya

Tidak

Bila jawaban Tidak


Pelajari Materi
Pelajari Materi Awal
Pelajari sub bab A
Pelajari sub Bab B
Pelajari sub Bab C

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

Dalam mempelajari jaringan nirkabel, tentunya pertama-tama kita harus memahami dahulu
mengapa suatu jaringan dapat terhubung dengan jaringan lainnya tanpa melalui media kabel.
Bagaimana suatu informasi dapat dikirimkan hanya melalui media udara? Dengan cara yang
bagaimana sehingga gelombang tersebut dapat pancarkan? Untuk itu, dalam materi
gelombang radio ini kita akan membahas dasar dari cara kerja jaringan nirkabel mulai dari
pertama saat masih dalam bentuk gelombang elektromagnetik sampai menghasilkan
informasi yang dapat diterima oleh jaringan lainnya. Menarik bukan?

1. Jaringan Nirkabel
Jaringan nirkabel adalah teknologi yang menggunakan dua piranti untuk bertukar data
tanpa media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu
(seperti teknologi infrared pada remote tv) atau gelombang radio (seperti bluetooth
pada ponsel dan komputer) dengan frekuensi tertentu. Jaringan nirkabel biasanya
menghubungkan satu sistem komputer dengan sistem yang lain dengan menggunakan
beberapa macam media transmisi tanpa kabel, seperti: gelombang radio, gelombang
mikro, maupun cahaya infrared.

Sumber: http://kb.netgear.com

Gambar 1.1 Jaringan Nirkabel


Prinsip dasar sebuah jaringan nirkabel sebenarnya sama dengan jaringan berkartu
jaringan (Ethernet card). Fungsi access point, sering disingkat AP, pada sebuah jaringan

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

nirkabel mirip dengan hub pada jaringan komputer berbasis kabel. Jika tanpa access
point, komputer yang mempunyai adapter nirkabel dapat berkomunikasi langsung
dengan komputer lainnya, dan hal ini sama dengan hubungan komputer ke komputer
(peer-to-peer) dengan menggunakan kabel metode saling-silang (cross-over)
a. Keunggulan Jaringan Nirkabel
Tingkat mobilitas tinggi
Penggunaan jaringan nirkabel memberikan kemudahan terhadap pengguna untuk
mengakses informasi dimana pun mereka berada selama dapat terjangkau
jaringan nirkabel tersebut. Seorang pengguna yang berada di lokasi mana saja di
kantor atau di ruang publik (hotspot) selalu dapat tersambung ke internet
sehingga komunikasi serta proses mendapatkan data atau informasi bisa
dilakukan dengan lebih cepat.

Proses instalasinya mudah dan cepat


Instalasi sebuah jaringan nirkabel termasuk mudah dan cepat tanpa harus
menarik kabel malalui dinding. Kabel hanya digunakan ketika menghubungkan
sebuah access point ke sebuah jaringan (hub/repeater/router), sementara koneksi
ke komputer klien dilakukan via gelombang radio dengan medium udara.
Berbeda ketika menggunakan jaringan berbasis kabel, tiap komputer yang akan
tersambung ke jaringan LAN perlu menarik kabel satu per satu ke hub.

Lebih fleksibel
Penggunaan jaringan nirkabel memungkinan kita membangun sebuah jaringan
komputer pada tempat-tempat yang tidak mungkin atau sulit dijangkau oleh
kabel. Seperti di kota-kota besar, infrastruktur untuk tempat kabel sudah sangat
sulit dan tidak mempunyai tempat yang cukup memadai sehingga penggunaan
jaringan nirkabel menjadi salah satu alternatif solusi yang tepat.

Meningkatkan produktivitas
Karena dapat selalu tersambung ke jaringan intranet atau internet, dimana
pun pengguna berada selama dalam jangkauan jaringan, respon pengguna akan
lebih cepat. Seperti dalam sebuah perusahaan, ketika karyawan dapat mengakses
informasi di lokasi mana pun, mereka dapat dengan cepat merespons
kebutuhan atau keluhan dari pelanggan sehingga proses pengambilan keputusan
dapat segera dilakukan.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

b. Kerugian Jaringan Nirkabel


Selain berbagai keuntungan di atas, penggunaan jaringan nirkabel juga
mempunyai beberapa kelemahan jika ditinjau dari beberapa faktor, yaitu:
Keamanan
Karena jaringan nirkabel bekerja dengan medium udara, sebenarnya transmisi
data dapat ditangkap dan disadap oleh siapa saja sehingga banyak sekali jenis
serangan yang terjadi pada jaringan nirkabel. Namun, ada beberapa teknik dan tip
optimalisasi jaringan.

Faktor kecepatan
Jaringan nirkabel dapat menyediakan transmisi data 11 Mbps hingga 54
Mbps. Kecepatan data dipengaruhi oleh lingkungan sehingga laju data yang
didapat menjadi 11 Mbps hingga 24 Mbps. Faktor cuaca sangat berpengaruh
terhadap kualitas sinyal, mengingat bahwa sistem transmisi yang digunakan
adalah medium gelombang radio di udara, sehingga bisa memberikan penundaan
kepada pengguna.

Faktor biaya (cost)


Harga komponen untuk membuat jaringan nirkabel saat ini masih tergolong
mahal sehingga implementasinya membutuhkan perencanaan yang tepat.
Walaupun biaya awalnya sangat tinggi, biaya perawatannya masih lebih murah
dibandingkan jaringan kabel. Selain itu, jaringan nirkabel sangat cocok untuk
lingkungan yang dinamis, maksudnya sering mengalami perpindahan atau rotasi
lingkungan kerja.
Terlepas dari keuntungan dan kerugian jaringan nirkabel, saat ini pemanfaatan
teknologi nirkabel telah banyak digunakan baik di dalam perusahaan (private)
maupun di lokasi publik (hotspot). Semakin maraknya penggunaan jaringan
nirkabel menunjukkan bahwa keuntungan nirkabel lebih besar dibandingkan
dengan kerugiannya.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

2. Gelombang Radio
Setelah mengetahui dasar pada jaringan nirkabel, selanjutnya akan membahas
gelombang radio yang berperan sebagai media transmisi pada jaringan nirkabel.
Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan
cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang
ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa
yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut
(seperti molekul udara).

Gelombang radio adalah satu


bentuk
dari
radiasi
elektromagnetik, dan terbentuk
ketika objek bermuatan listrik
dimodulasi
(dinaikkan
frekuensinya) pada frekuensi yang
terdapat
dalam
frekuensi
gelombang radio (RF) dalam suatu
spektrum elektromagnetik dan
radiasi
elektromagnetiknya
bergerak dengan cara osilasi
elektrik maupun magnetik.
Gelombang radio di kelompokkan
menurut panjang gelombang atau
frekuensinya.
Jika
panjang
gelombang tinggi, maka pasti
frekuensinya
rendah
atau
sebaliknya. Frekuensi gelombang
radio mulaai dari 30 kHz keatas
dan di kelompokkan berdasarkan
lebar frekuensinya.
Sumber: Wikipedia

Gambar 1.1 Alur sistem gelombang radio

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

10

Tabel 1.1 Pengelompokan gelombang radio


Lebar Frekuensi

Panjang gelombang tertentu

Beberapa penggunaan

Low (LF) 30 kHz Long wave, 1500 meter


300 kHz

Radio gelombang panjang dan


komunikasi melalui jarak jauh

Medium (MF) 300


kHz 3 MHz
High (HF) 3 MHz
30 MHz
Very High (VHF) 30
MHz 300 MHz
Ultrahigh
(UHF)
300 MHz 3 GHz

Gelombang medium lokal dan


radio jarak jauh
Radio gelombang pendek dan
komunikasi, radio amatir, dan CB
Radio FM, polisi, dan pelayanan
darurat
TV

Medium wave, 300 meter


Short wave, 30 meter
Very short wave, 3 meter
Ultra short wave 30 cm

Super High (SHF) Di Microwaves, 3 cm


atas 3 GHz

Radar,
komunikasi
telepon, dan saluran TV

satelit,

1. Frekuensi dan Panjang Gelombang


a. Frekuensi
Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu.
Untuk mencapai suatu jarak tertentu, semakin panjang gelombang, semakin rendah
frekuensinya. Sebaliknya, semakin pendek gelombang, semakin tinggi frekuensi yang
diperlukan.

Sumber: Wikipedia

Gambar 1.2 Gelombang sinusoida dengan beberapa macam frekuensi

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

11

Untuk menghitung frekuensi, seseorang menetapkan jarak waktu, menghitung jumlah


kejadian peristiwa, dan membagi hitungan ini dengan panjang jarak waktu. Frekuensi
sebesar 1 Hz menyatakan peristiwa yang terjadi satu kali per detik.

dengan f adalah frekuensi (hertz) dan T periode (sekon atau detik). Selain itu frekuensi
juga berhubungan dengan jumlah getaran dengan rumusan:

dengan n adalah jumlah getaran dan t adalah waktu.


Untuk mencari frekuensi ketika diketahui panjang gelombang, bagilah
kecepatan dengan panjang gelombang.

Diketahui bahwa,
f = frekuensi (Hz)
c = cepat rambat cahaya yaitu 3.000.000.000 m/detik
= panjang gelombang yaitu jarak yang ditempuh oleh gelombang selama satu kali
getar

Contoh Soal:
Diketahui sebuah panjang gelombang sebesar 10.000 meter, berapakah alokasi
frekuensi sebuah radio amatir jika diketahui kecepatan cahaya 300.000.000
meter/detik?
Jawaban
f= c/
= 300.000.000/10.000
= 3000 meter

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

12

b. Panjang gelombang ()
Panjang gelombang adalah jarak di antara unit berulang dari gelombang, yang diukur
dari satu titik pada gelombang ke titik yang sesuai di unit berikutnya. Sebagai contoh,
jarak dari atas disebut puncak satu unit gelombang ke puncak berikutnya adalah
satu panjang gelombang. Panjang gelombang berbanding terbalik dengan frekuensi
gelombang. Dengan kata lain, semakin pendek panjang gelombang, akan memiliki
frekuensi yang besar.

Sumber: Wikipedia

Gambar 1.3 Panjang Gelombang


Ketika berhadapan dengan radiasi elektromagnetik dalam ruang hampa, kecepatan ini
adalah kecepatan cahaya c, untuk sinyal (gelombang) di udara, ini merupakan
kecepatan suara di udara. Hubungannya adalah:

= panjang gelombang dari sebuah gelombang suara atau gelombang


elektromagnetik
c = kecepatan cahaya dalam vakum = 299,792.458 km/d ~ 300,000 km/d = 300,000,000
m/d atau
c = kecepatan suara dalam udara = 344 m/d pada 20 C (68 F)
f = frekuensi gelombang

Contoh Soal:
Carilah panjang gelombang dari gelombang yang bergerak dengan
kecepatan 20 m/s pada frekuensi 5 Hz?
Jawaban
= c/f
= (20 m/s)/5 Hz
= 4m

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

13

1. Modulasi AM
a. Pengertian Modulasi AM
Modulasi Amplitudo (Amplitude Modulation, AM) adalah proses menumpangkan
sinyal informasi menuju sinyal pembawa (carrier) sehingga amplitudo gelombang
pembawa berubah sesuai dengan perubahan simpangan (tegangan) sinyal informasi.
Pada saat sebuah gelombang pembawa dimodulasi oleh gelombang sinyal secara
modulasi AM, maka amplitudo gelombang pembawa itu akan berubah sesuai dengan
perubahan simpangan (tegangan) gelombang sinyal.
b. Cara Kerja
Pada modulasi amplitudo, sinyal pemodulasi atau sinyal informasi mengubah
amplitudo sinyal pembawa. Frekuensi sinyal pembawa biasanya jauh lebih tinggi
daripada frekuensi sinyal pemodulasi. Frekuensi sinyal pemodulasi biasanya
merupakan sinyal pada rentang antara 20 Hz sampai denan 20 kHz. Sedangkan
frekuensi sinyal pembawa biasanya berupa sinyal radio pada rentang frekuensi tengah
yaitu antara 300 kHz sampai dengan 3 Mhz. Gambar 1.4 memperlihatkan sinyal
informasi (pemodulasi), sinyal pembawa, dan sinyal termodulasi AM.

Sumber: Wikipedia

Gambar 1.4 Sinyal pemodulasi, Sinyal pembawa, Sinyal termodulasi AM

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

14

2. Modulasi FM
a. Pengertian Modulasi FM
Pada modulasi frekuensi, sinyal pemodulasi atau sinyal informasi mengubah frekuensi
sinyal pembawa. Besarnya frekuensi sinyal pembawa akan berbanding lurus dengan
amplitudo sinyal pemodulasi. Gambar 1.5 mengilustrasikan modulasi frekuensi sinyal
pembawa sinusoidal dengan menggunakan sinyal pemodulasi yang juga berbentuk
sinyal sinusoidal.

Sumber: Wikipedia

Gambar 1.5 Sinyal pembawa, sinyal pemodulasi, sinyal termodulasi FM

b. Cara Kerja Frequency Modulation ( FM )


Di pemancar radio dengan teknik modulasi FM, frekuensi gelombang carrier akan
berubah seiring perubahan sinyal suara atau informasi lainnya. Amplitudo gelombang
carrier relatif tetap. Setelah dilakukan penguatan daya sinyal (agar bisa dikirim jauh),
gelombang yang telah tercampur tadi dipancarkan melalui antena.
3. Modulasi PM
a. Pengertian PM
Phase Modulation (PM) adalah proses modulasi yang mengubah fasa sinyal pembawa
sesuai dengan sinyal pemodulasi atau sinyal pemodulasinya. Sehingga dalam modulasi
PM amplitudo dan frekuensi yang dimiliki sinyal pembawa tetap, tetapi fasa sinyal
pembawa berubah sesuai dengan informasi.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

15

Sumber: Wikipedia

Gambar 1.6 Gelombang sinyal, gelombang pembawa dan gelombang termodulasi


PM
PM merupakan bentuk modulasi yang merepresentasikan informasi sebagai variasi
fase dari sinyal pembawa. Hampir mirip dengan FM, frekuensi pembawa juga
bervariasi karena variasi fase dan tidak merubah amplitudo pembawa. PM perubahan
dari sinyal modulasi akan merubah fasa dari gelombang pembawa. PM (phase
modulation) jarang digunakan karena memerlukan perangkat keras penerima yang
lebih kompleks. Dapat menimbulkan ambigu dalam menentukan apakah sinyal
mempunyai fase 0o atau 180o.
b. Cara Kerja PM
PM menggunakan perbedaan sudut fasa dari sinyal analog untuk membedakan kedua
keadaan sinyal digital. Pada cara modulasi ini amplitudo dan frekuensinya tetap,
sedang fasanya yang berubah-ubah. Cara modulasi ini yang paling baik tetapi juga
paling sukar. Biasanya dipergunakan untuk pengiriman data dalam jumlah yang
banyak dan dalam kecepatan yang tinggi.

Dari pengertian modulasi AM, FM dan PM yang sudah


dijelaskan, apakah yang dimaksud dengan modulasi itu
sendiri?

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

16

Modulasi digital merupakan proses penumpangan sinyal digital (bit stream) ke dalam sinyal
pembawa. Modulasi digital sebenarnya adalah proses mengubah-ubah karakteristik dan sifat
gelombang sinyal pembawa sehingga bentuk hasilnya (sinyal pembawa modulasi) memiliki
ciri-ciri dari bit-bit (0 atau 1). Berarti dengan mengamati sinyal pembawanya, kita bisa
mengetahui urutan bitnya.
Melalui proses modulasi digital sinyal-sinyal digital setiap tingkatan dapat dikirim ke
penerima dengan baik. Untuk pengiriman ini dapat digunakan media transmisi fisik (logam
atau optik) atau non fisik (gelombang-gelombang radio).
1. ASK (Amplitude Shift Keying)
Modulasi digital Amplitude Shift Keying (ASK) adalah pengiriman sinyal digital
berdasarkan pergeseran amplitudo. Sistem modulasi ini merupakan sistem modulasi
yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan dan sinyal digital 0
sebagai suatu nilai tegangan yang bernilai 0 volt. Adapun bentuk dari sinyal modulasi
digital Amplitude Shift Keying (ASK) adalah sebagai berikut:

Sumber: http://elib.unikom.ac.id

Gambar 1.7 Sinyal termodulasi ASK


Keuntungan yang diperoleh dari metode ini adalah bit per baud (kecepatan digital)
lebih besar. Sedangkan kesulitannya adalah dalam menentukan level acuan yang
dimilikinya, yakni setiap sinyal yang diteruskan melalui saluran transmisi jarak jauh
selalu dipengaruhi oleh redaman dan distorsi lainnya. Oleh sebab itu metode ASK
hanya menguntungkan bila dipakai untuk hubungan jarak dekat saja. Dalam hal ini
faktor noise atau gangguan juga harus diperhitungkan dengan teliti, seperti juga pada
sistem modulasi AM.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

17

2. FSK (Frequency Shift Keying)


FSK merupakan metode modulasi yang paling populer. Frequency Shift Keying (FSK)
merupakan sejenis Frequency Modulation (FM), dimana sinyal pemodulasinya (sinyal
digital) menggeser outputnya antara dua frekuensi yang telah ditentukan sebelumnya,
yang biasa diistilahkan frekuensi mark dan space. Modulasi digital dengan FSK juga
menggeser frekuensi carrier menjadi beberapa frekuensi yang berbeda didalam bandnya sesuai dengan keadaan digit yang dilewatkannya. Jenis modulasi ini tidak
mengubah amplitudo dari signal carrier yang berubah hanya frekuensi.
Dalam modulasi FM, frekuensi carrier diubah-ubah harganya mengikuti harga sinyal
pemodulasinya (analog) dengan amplitudo pembawa yang tetap. Jika sinyal yang
memodulasi tersebut hanya mempunyai dua harga tegangan 0 dan 1 (biner/digital),
maka proses modulasi tersebut dapat diartikan sebagai proses penguncian frekuensi
sinyal. Hasil gelombang FM yang dimodulasi oleh data biner ini kita sebut dengan
Frekuensi Shift Keying (FSK). Adapun bentuk dari sinyal modulasi digital Frequency
Shift Keying (FSK) adalah sebagai berikut:

Sumber: http://elib.unikom.ac.id

Gambar 1.9 Sinyal termodulasi FSK

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

18

3. PSK (Phase Shift Keying)


Modulasi digital Phase Shift Keying (PSK) merupakan modulasi yang menyatakan
pengiriman sinyal digital berdasarkan pergeseran fasa. Biner 0 diwakilkan dengan
mengirim suatu sinyal dengan fasa yang sama terhadap sinyal yang dikirim
sebelumnya dan biner 1 diwakilkan dengan mengirim suatu sinyal dengan fasa
berlawanan dengan sinyal dengan sinyal yang dikirim sebelumnya. Dalam proses
modulasi ini, fasa dari frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai dengan
perubahan status sinyal informasi digital. Adapun bentuk dari sinyal modulasi digital
Phase Shift Keying (PSK) adalah sebagai berikut:

Sumber: http://elib.unikom.ac.id

Gambar 1.10 Sinyal termodulasi PSK


Phase Shift Keying (PSK) atau pengiriman sinyal digital melalui pergeseran fasa.
Metode ini merupakan suatu bentuk modulasi fasa yang memungkinkan fungsi
pemodulasi fasa gelombang termodulasi di antara nilai-nilai diskrit yang telah
ditetapkan sebelumnya. Dalam proses modulasi ini fasa dari frekuensi gelombang
pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan status sinyal informasi digital.
Sudut fasa harus mempunyai acuan kepada pemancar dan penerima guna
memudahkan untuk memperoleh stabilitas. Dalam keadaan seperti ini, fasa yang ada
dapat dideteksi bila fasa sebelumnya telah diketahui. PSK memungkinkan fungsi
pemodulasi fasa gelombang termodulasi di antara nilai-nilai diskrit yang telah
ditetapkan sebelumnya.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

19

Jaringan nirkabel atau wireless network adalah salah satu jenis jaringan komputer yang
menggunakan gelombang radio, gelombang mikro dan cahaya inframerah untuk media
transmisi. Jenis jaringan ini sering dipakai untuk jaringan komputer berjarak dekat
maupun berjarak jauh.
Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan
cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik).
Gelombang radio di hasilkan oleh muatan-muatan listrik yang dipercepat melalui kawatkawat penghantar. Muatan-muatan ini di bangkitkan oleh rangkaian elektronika yang
di sebut osilator.
A. Frekuensi dan panjang gelombang
1. Frekuensi
Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu
satuan waktu. Misalkan untuk mencapai suatu jarak tertentu, semakin
panjang gelombang, semakin rendah frekuensinya.
2. Panjang gelombang
Panjang gelombang adalah jarak di antara unit berulang dari gelombang,
yang diukur dari satu titik pada gelombang ke titik yang sesuai di unit
berikutnya. Panjang gelombang berbanding terbalik dengan frekuensi
gelombang. Dengan kata lain, semakin pendek panjang gelombang, akan
memiliki frekuensi yang besar.
B. Modulasi analog
1. AM
AM) adalah proses menumpangkan sinyal informasi ke sinyal pembawa
(carrier) dengan sedemikian rupa sehingga amplitudo gelombang pembawa
berubah sesuai dengan perubahan simpangan (tegangan) sinyal informasi
2. FM
Modulasi frekuensi didefinisikan sebagai deviasi frekuensi sesaat sinyal
pembawa (dari frekuensi tak termodulasinya) sesuai dengan amplitudo
sesaat sinyal pemodulasi.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

20

3. PM
PM adalah proses modulasi yang mengubah fasa sinyal pembawa sesuai
dengan sinyal pemodulasi atau sinyal pemodulasinya. Sehingga dalam
modulasi PM amplitudo dan frekuensi yang dimiliki sinyal pembawa tetap,
tetapi fasa sinyal pembawa berubah sesuai dengan informasi.

C. Modulasi digital
1. ASK
(ASK) adalah pengiriman sinyal digital berdasarkan pergeseran amplitudo.
Sistem modulasi ini merupakan sistem modulasi yang menyatakan sinyal
digital 1 sebagai suatu nilai tegangan dan sinyal digital 0 sebagai suatu nilai
tegangan yang bernilai 0 volt.
2. FSK
FSK merupakan metode modulasi yang paling populer. Modulasi digital
Frequency Shift Keying (FSK) merupakan sejenis Frequency Modulation
(FM), dimana sinyal pemodulasinya (sinyal digital) menggeser outputnya
antara dua frekuensi yang telah ditentukan sebelumnya, yang biasa
diistilahkan frekuensi mark dan space.
3. PSK
(PSK) merupakan modulasi yang menyatakan pengiriman sinyal digital
berdasarkan pergeseran fasa. Biner 0 diwakilkan dengan mengirim suatu
sinyal dengan fasa yang sama terhadap sinyal yang dikirim sebelumnya dan
biner 1 diwakilkan dengan mengirim suatu sinyal dengan fasa berlawanan
dengan sinyal dengan sinyal yang dikirim sebelumnya.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

21

Soal pilihan ganda


1. Besar periode getaran sebuah benda tidak terpengaruh oleh.
a. Jumlah getaran
d. Waktu
b. Frekuensi
e. Gelombang
c. Amplitudo
2. Berikut ini merupakan sifat-sifat gelombang, kecuali ...
a. Berinterferensi
d. Dapat dibelokkan
b. Bervariasi
e. Dapat dibiaskan
c. Dapat dipantulkan
3. Sebuah benda dapat bergetar sebanyak 3.250 kali dalam waktu 25 sekon. Frekuensi
getaran benda tersebut sebesar
a. 130 Hz
b. 115 Hz
c. 0,25 Hz
d. 0,007 Hz
e. 0,03 Hz
4. Getaran suatu benda berpindah dengan kecepatan 20 m/s. Apabila benda tersebut
bergetar 240 kali tiap menit, panjang gelombang benda tersebut adalah .
a. 10 m
d. 1,5 m
b. 5 m
e. 3 m
c. 3,5 m
5. Proses mengubah parameter suatu sinyal carrier dengan menggunakan sinyal
pemodulasi yang berupa sinyal informasi adalah
a. Interferensi
d. Frekuensi
b. Enkripsi
e. Autentikasi
c. Modulasi

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

22

6. Teknik-teknik pengkodean memiliki kegunaan yang berbeda, teknik pengkodean


manakah yang digunakan pada Public Telephone Network ...
a. Data digital, sinyal digital
b. Data digital, sinyal analog
c. Data analog, sinyal digital
d. Data analog, sinyal analog
e. Data digital, data digital
7. Modulasi yang menggunakan sinyal analog untuk membedakan kedua keadaan sinyal
digital, dimana amplitudo dan fasenya tetap disebut modulasi
a. Amplitude Modulation (AM)
b. Phase Modulation (PM)
c. Statistical Time Division Multiplexing
d. Frequency Modulation (FM)
e. Frequency Division Multiplexing (FDM)
8. Sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan tertentu dengan beda fasa tertentu pula,
dan sinyal digital 0 sebagai suatu nilai tegangan tertentu dengan beda fasa yang
berbeda, ini merupakan penjelasan dari.
a. Amplitude-shift keying (ASK)
b. Frequency-shift keying (FSK)
c. Phase-shift keying (PSK)
d. Frequency Modulasi (FM)
e. Amplitude Modulation (AM)
9. Dibawah ini yang termasuk dari modulasi digital adalah
a. AM, FM, PM,
d. PM, FM, ASK
b. AM, ASK, PM
e. ASK, FM, PSK
c. ASK, FSK, PSK
10. Modulasi yang menggunakan sinyal analog untuk membedakan kedua keadaan sinyal
digital dimana amplitude dan phasenya tetap disebut modulasi
a. Amplitude Modulation (AM)
b. Phase Modulation (PM)
c. Statistical Time Division Multiplexing
d. Frequency Modulation (FM)
e. Frequency Division Multiplexing (FDM)

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

23

Soal uraian
1. Jelaskan secara singkat proses terjadinya gelombang radio !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
2. Diketahui sebuah panjang gelombang 5000m, berapakah frekuensi gelombang radio
jika diketahui kecepatan cahaya 300.000.000 meter/detik !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
3. Jika alokasi frekuensi untuk radio Luxembourg adalah 1.442.307 Mhz, Hitung panjang
gelombang yang bersangkutan !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
4. Gambarkan bentuk gelombang dari AM, FM, dan PM !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
5. Gambarkan bentuk gelombang dari ASK, FSK, dan PSK !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Dimanakah letak perbedaan yang mendasar dari


modulasi FM dengan modulasi PM?

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

24

Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan konsep Jenis-jenis
Teknologi Jaringan Nirkabel. Maka dari itu patut diperhatikan saran-saran berikut :
1. Dalam memahami modul ini, pahami konsep jenis-jenis teknologi jaringan nirkabel.
2. Setelah itu, pahamilah karakteristik teknologi jaringan nirkabel dan pahamilah
kelebihan dan kekurangan tiap-tiap macam teknologi jaringan nirkabel.
3. Kemudian, pahamilah arsitektur dari jenis-jenis teknologi jaringan nirkabel.
4. Sebagai siswa, kalian dituntut untuk dapat menilai kemampuan sendiri dengan jujur,
untuk itu setelah memahami tema demi tema secara keseluruhan, kerjakan latihanlatihan dengan tes formatif yang terdapat disetiap kegiatan belajar. Untuk melihat
hasilnya, silahkan meminta kunci jawaban tes formatif dari guru. Kalian akan
mengetahui sendiri tingkat penguasaan terhadap materi modul yang telah dipelajari.
5. Lebih lanjut dari itu, kerjakanlah ayo pecahkan masalah. Dengan mengerjakan perintah
yang ada disitu diharapkan kelian dapat memahami konsep, karakteristik dan ragam
jenis-jenis teknologi jaringan nirkabel.
Dengan petunjuk diatas, kalian diharapkan mampu memperoleh pemahaman tentang
konsep, karakteristik, cara kerja, dan jenis jaringan nirkabel dengan mudah dan cepat,
sehingga penguasaan terhadap modul ini akan tercapai.

No

Indikator

Ya

Tidak

Dapatkah anda menjelaskan konsep WPAN?

Bila jawaban Ya
Kerjakan
Pelajari sub Bab A

Dapatkah anda menjelaskan konsep WLAN?

Pelajari sub Bab B

Dapatkah anda menjelaskan konsep WWAN?

Pelajari sub Bab C

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

25

Dalam materi ini kita sebagai pengembang jaringan dapat mengetahui tentang jenis-jenis
jaringan nirkabel dan mengetahui proses yang terjadi pada saat peralatan yang dapat
mengakses informasi secara nirkabel bekerja. Kita juga dapat mengetahui bagaimana sistem
kerja dari perusahaan-perusahaan seluler yang biasa kita gunakan jasanya untuk mengirim
sms, telepon, dll dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan ukuran fisik area yang dapat dicakup, jaringan nirkabel terbagi menjadi beberapa
kategori. Beberapa jenis jaringan nirkabel secara umum mempunyai karakteristik yang
hampir sama dengan jaringan kabel tradisional. Beberapa di antaranya akan dibahas pada bab
ini adalah:

Nirkabel Personal Area Network (PAN)


Nirkabel Local Area Network (LAN)
Nirkabel Wide Area Network (WAN)

Secara logika, jaringan ini sama dengan jaringan kabel tradisional, yang membedakan adalah
media yang digunakan. Secara konsep dasar, layering nirkabel sama dengan wired
networking, hanya cara komunikasi serta mediasinya yang berlainan.

1. Pengertian WPAN
Jaringan personal adalah jaringan nirkabel yang mempunyai cakupan area yang sangat
sempit, yaitu sekitar 20 m. Jaringan ini hanya dapat digunakan sebagai jaringan personal
dalam ruangan kecil karena jaraknya yang sedemikian kecil. Performa jaringan wireless
PAN termasuk dalam kategori sedang, dimana data rate-nya mencapai 2 Mbps.
Pemanfaatan jaringan personal wireless telah cukup luas, terutama pada peralatanperalatan mobile seperti PDA, laptop, dan telepon selular. Beberapa bentuk pemanfaatan
jaringan area kecil yang paling umum adalah aktivitas sinkronisasi antar peralatan gadget
dengan PC atau laptop. Bahkan beberapa perangkat mobile tersebut dapat melakukan

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

26

koneksi ke printer atau peralatan multimedia yang lain, sehingga praktis dapat
menggantikan komunikasi kabel tradisional.
Beberapa peralatan mobile yang dapat memanfaatkan komunikasi area kecil hanya
mengkonsumsi daya cukup rendah. Konsumsi daya yang rendah mengakibatkan peralatan
tersebut dapat mempunyai kemampuan operasional yang relatif panjang tanpa harus
kehilangan daya baterai.
Implementasi wireless PAN banyak diterapkan pada peralatan gadget, seperti telepon
selular, PDA, atau PDA Phone, audio headset, dan masih banyak lagi. Dengan audio headset
contohnya, pengguna gadget akan dengan mudah melakukan pembicaraan dan
mendengatkan musik tanpa terbebani kabel yang membelit peralatannya.

Gambar 2.1 Berbagai perangkat yang menggunakan WPAN

2. Teknologi Wireless PAN


a. 802.15
Teknologi yang digunakan pada wireless PAN mencakup teknologi pemanfaatan
inframerah dan radio frekuensi Bluetooth. Standar IEEE 802.15 telah memfokuskan
pada pengembangan jaringan wireless personal dengan koordinasi standar yang lain,
seperti standar 802.11 pada jaringan yang lebih luas. Beberapa standar tersebut antara
lain.
802.15.1, Task grup 1 telah mengeluarkan standar wireless PAN pada spesifikasi
bluetooth versi 1.1 dengan menggunakan frekuensi hopping spread spectrum (FHSS)
dan beroperasi hingga 1 Mbps. Standar ini dikeluarkan bulan Juni 2002 untuk
memfasilitasi para pengembang yang mendukung bluetooth.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

27

802.15.2, Task grup 2 ini telah mendefinisikan rekomendasi terhadap 802.15 yang
berdampingan dengan standar 502.11 serta beroperasi pada frekuensi yang sama,
yaitu 2,4 GHz. Dengan adanya koordinasi dari dua standar ini diharapkan dapat
menghilangkan interferensi yang terjadi pada keduanya dan meminimalisir interferensi
antar peralatan yang mendukung standar ini.
802.15.3, Task grup 3 ini telah mengeluarkan draft standar untuk meningkatkan rate
pada wireless PAN mejadi lebih tinggi. Data rate yang ditingkatkan adalah 11, 22, 33,
44, dan 55 Mbps. Kombinasi dan data rate ini sangat dibutuhkan untuk aplikasi
multimedia, yaitu untuk meningkatkan Quality of Service (QoS).
802.15.4, Task grup 4 ini telah mendefinisikan standar low data rate yang sangat
ekstrim, sehingga menghasilkan peralatan yang mempunyai konsumsi daya sangat
rendah. Peralatan yang menerapkan standar ini berupa peralatan dengan bentuk yang
kecil dan mempunyai daya tahan baterai yang sangat panjang dari range bulanan
hingga tahunan. Contoh penerapannya adalah sistem peralatan otomatisasi rumah,
dan lain-lain.
b. Bluetooth
Bluetooth merupakan spesifikasi industri untuk jaringan wilayah pribadi nirkabel
(wpan). Bluetooth menfasilitasi koneksi dan pertukaran informasi diantara alat-alat
seperti PDA, ponsel, computer laptop, printer, dan kamera digital melalui frekuensi
radio jarak dekat.

Sumber: Wikipedia

Gambar 2.2 Logo Bluetooth


Nama bluetooth sendiri diambil dari nama seorang raja di Denmark yang bertakhta ada
abad ke 10, yakni Raja Harald Bluetooth. Pada masa hidupnya, raja tersebut aktif
berdiplomasi memfasilitasi perundingan-perundingan untuk mendamaikan pihakpihak yang bersengketa. Para penemu teknologi bluetooth menganggap nama
belakang raja tersebut sesuai dengan sifat teknologi nirkabel itu.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

28

3. ARSITEKTUR WPAN
Gambar arsitektur perangkat WPAN terlihat
pada gambar disamping. Arsitektur WPAN
terdiri dari penerima frekuensi radio yang
merupakan pengontrol level bawah yang
berada pada lapisan fisik, kemudian diatasnya
ada lapisan data link (data link layer) yang di
dalamnya terdapat sub lapisan MAC yang selain
berfungsi untuk menghubungkan dengan
lapisan
fisik
juga
berfungsi
untuk
mengkonfigurasi jaringan. Lapisan diatas
lapisan data link adalah lapisan network yang
berfungsi mencari jalan untuk pengiriman
data (message routing). Lapisan paling atas
dalam arsitektur WPAN adalah lapisan aplikasi
yang berfungsi untuk perangkat antar muka
antara pemakai dan perangkat.

Sumber: http://www.cse.wustl.edu

Gambar 2.3 Arsitektur WPAN

Dari penjelasan tentang WPAN diatas, sebutkan contoh


penerapan aplikasi WPAN dalam aktivitas kita sehari-hari!

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

29

Wireless Local Area Network (Wireless LAN) adalah jaringan kompter yang memungkinkan
user untuk terkoneksi tanpa menggunakan kabel jaringan. Laptop atau gadget yang
dilengkapi dengan kartu wireless LAN bisa bergerak di sekitar gedung sambil membawa
komputer dan tetap terhubung ke jaringan mereka tanpa perlu mencolok kabel.
Jaringan wireless LAN sangat efektif digunakan dalam sebuah kawasan atau gedung. Dengan
performa dan keamanan yang dapat dihandalkan, pengembangan jaringan wireless LAN
menjadi trend baru pengembangan jaringan menggantikan jaringan wired atau jaringan
penuh kabel.
Karena wireless LAN mengirim menggunakan frekuensi radio, wireless LAN diatur oleh jenis
hukum yang sama dan digunakan untuk mengatur hal-hal seperti AM/FM radio. Federal
Communications Commission (FCC) mengatur penggunaan alat dari wireless LAN. Dalam
pemasaran wireless LAN sekarang, menerima beberapa standard operasional dan syarat
dalam Amerika Serikat yang diciptakan dan dirawat oleh Institute of Electrical Electronic
Engineers (IEEE).

1. Standar wireless LAN :


IEEE (Institute Of Electrical Engineers) merupakan organisasi non-profit yang
mendedikasikan kerja kerasnya demi kemajuan teknologi. Pada tahun 1980, IEEE
membuat sebuah bagian yang mengurusi standarisasi LAN dan MAN (Metropolitan
Area Network). Bagian ini kemudian dinamakan sebagai 802. Angka 80 menunjukan
tahun dan angka 2 menunjukan bulan dibentuknya kelompok kerja ini. (sto, 2007).
Adapun standarisasi tersebut adalah sebagai berikut:

IEEE 802.11 Standar asli wireless LAN menetapkan tingkat perpindahan data yang
paling lambat dalam teknologi transmisi light-based dan RF.

IEEE 802.11b Menggambarkan tentang beberapa transfer data yang lebih cepat dan
lebih bersifat terbatas dalam lingkup teknologi transmisi. IEEE 802.11a gambaran
tentang pengiriman data lebih cepat dibandingkan (tetapi kurang sesuai dengan) IEEE
802.11b, dan menggunakan 5 GHZ frekuensi band UNII.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

30

IEEE 802.11g Syarat yang paling terbaru berdasar pada 802.11 standar yang
menguraikan transfer data sama dengan cepatnya seperti IEEE 802.11a, dan sesuai
dengan 802.11b yang memungkinkan untuk lebih murah.

2. Komponen Wireless LAN


Ada 4 komponen utama dalam Wireless LAN:
Access Point
Merupakan perangkat yang menjadi sentral koneksi dari pengguna (user) ke ISP,
atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika jaringannya adalah milik sebuah
perusahaan. Access-Point berfungsi mengkonversikan sinyal frekuensi radio (RF)
menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel, atau disalurkan ke
perangkat WLAN yang lain dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi
radio.

Gambar 2.4 Access Point


Wireless LAN Interface
Merupakan peralatan yang dipasang di Mobile/Desktop PC, peralatan yang
dikembangkan secara massal adalah dalam bentuk PCMCIA (Personal Computer
Memory Card International Association) card, PCI card maupun melalui port USB
(Universal Serial Bus).

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

31

Gambar 2.5 LAN Card


Mobile Desktop/PC
Merupakan perangkat akses untuk pengguna, mobile PC pada umumnya sudah
terpasang port PCMCIA sedangkan desktop PC harus ditambahkan wireless adapter
melalui PCI (Peripheral Component Interconnect) card atau USB (Universal Serial
Bus).

Gambar 2.6 PC/Desktop

3. Teknologi LAN Nirkabel


a. Wi-Fi
Wi-Fi, adalah singkatan dari wireless fidelity, merupakan pengembangan dari
istilah Hi-Fi, sebuah teknologi jaringan nirkabel yang digunakan di seluruh dunia.
Wi-Fi mengacu pada sistem yang menggunakan standar 802.11, yang
dikembangkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) dan
dirilis pada tahun 1997.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

32

Gambar 2.7 Logo Wifi


Dalam jaringan Wi-Fi, komputer dengan kartu jaringan wifi terhubung tanpa kabel
ke router nirkabel. Router tersambung ke Internet melalui modem, biasanya kabel
atau modem DSL. Setiap pengguna dalam jarak 200 kaki atau lebih (sekitar 61
meter) dari titik akses kemudian dapat terhubung ke Internet, meskipun untuk
kecepatan transfer yang baik, jarak 100 kaki (30,5 meter) atau kurang lebih baik.
Pengecer juga menjual penguat sinyal wireless yang memperpanjang jangkauan
jaringan nirkabel.
Wifi jaringan dapat menjadi open, sehingga siapapun dapat menggunakannya,
atau closed, dalam hal ini dibutuhkan password. Area yang diselimuti akses
nirkabel ini sering disebut area hotspot nirkabel. Wifi adalah teknologi yang
dirancang untuk memenuhi sistem komputasi ringan masa depan dengan
mengkonsumsi daya minimal. PDA, laptop, dan berbagai aksesoris dirancang
untuk wifi-kompatibel. Bahkan ada ponsel dalam pengembangan yang akan
beralih mulus dari jaringan selular ke jaringan wifi tanpa mengabaikan panggilan
masuk.

Sumber: Wikipedia

Gambar 2.8 Ilustrasi Wifi

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

33

b. Hotspot
Hotspot adalah definisi untuk daerah yang dilayani oleh satu Access Point Wireless
LAN standart 802.11a/b/g, dimana pengguna (user) dapat masuk ke dalam Access
Point secara bebas dan mobile menggunakan perangkat sejenis notebook, PDA
atau lainnya. Hal yang perlu diperhatikan dalam membangun sebuah kawasan
wireless area adalah konfigurasi serta persyaratan apa yang harus dipenuhi serta
untuk siapa wireless area diperuntukkan. Beberapa hal tersebut adalah ukuran
lokasi cakupan, jumlah perkiraan user yang simultan, dan tipe pengguna wireless
sasaran.

Ukuran lokasi cakupan: Ukuran ini menjadi pertimbangan awal yang sangat
menentukan dalam membangun area wireless hotspot. Dengan menentukan
area cakupan, akan dapat dipilih peralatan access point (AP) mana yang dapat
melayani. Beberapa AP diperlukan untuk menyediakan area cakupan yang
lebih luas.

Jumlah pengguna: Dalam melakukan layout hotspot, jumlah user dapat


digunakan untuk menentukan serta memperkirakan kepadatan pengguna
pada kawasan tersebut. Kepadatan ini dapat diukur dari jumlah pengguna per
kawasan. Disamping jumlah pengguna, hal yang lebih penting adalah pola
pengguna sasaran yang dituju, sehingga akan dapat ditentukan pula target
minimum bandwith per user yang aktif.

Model Penggunaan: Faktor ketiga adalah tipe aplikasi apa yang digunakan oleh
user yang akan tersambung di hotspot tersebut. Model pada aplikasi kampus
akan berbeda aplikasinya dibanding dengan di hotel, atau di kafe-kafe yang
menyediakan hotspot. Kebutuhan apa yang dapat digunakan sebagai standar
minimal bandwith yang dibutuhkan untuk menyediakan ketersediaan resource
bandwith, adalah faktor utama dalam menentukan kapasitas minimal
bandwith Internet yang akan digunakan.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

34

1. Pengertian
Wireless Wide Area Network adalah jaringan yang menjangkau area yang lebih luas
dibandingkan dengan wireless LAN. Jangkauan umumnya mencakup nasional dengan
infrastruktur jaringan wireless yang disediakan oleh wireless service carrier (untuk
biaya pemakaian bulanan, mirip dengan langganan ponsel). Jika wireless LAN
digunakan supaya user jaringan bisa bergerak dalam area yang kecil, maka wireless
WAN digunakan untuk menyediakan koneksi internet bergerak dengan area jangkauan
yang lebih luas untuk pelaku perjalanan bisnis atau teknisi lapangan.
Wireless WAN memungkinkan user untuk mengakses internet, e-mail, serta aplikasi
serta informasi perusahaan meskipun mereka jauh dari kantor. Wireless WAN
menggunakan jaringan selular untuk transmisi data. Contoh sistem selular yang
digunakan adalah CDMA, GSM, GPRS, EDGE, 3G, dan HSDPA. Komputer portabel
dengan modem wireless WAN terhubung ke base station pada jaringan wireless ke
gelombang radio. Tower radio kemudian membawa sinyal ke Mobile Switching Center,
dimana data dilewatkan ke jaringan yang sesuai. Koneksi ke internet dilakukan dengan
menggunakan koneksi service provider.
Wireless WAN menggunakan jaringan selular eksisting sehingga bisa melakukan
panggilan suara melalui wireless WAN. Baik telepon selular dan kartu wireless WAN
bisa melakukan panggilan suara dan juga melewatkan data pada jaringan wireless
WAN.
2. Bentuk Komunikasi WWAN
Teknologi WWAN memungkinkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel
melalui jaringan publik maupun privat. Koneksi ini dapat dibuat mencakup suatu
daerah yang sangat luas, seperti kota atau negara, melalui penggunaan beberapa
antena atau juga sistem satelit yang diselenggarakan oleh penyelenggara jasa
telekomunikasi. Bentuk komunikasi jaringan WAN antara lain point to point, sirkuit
switching, dan paket switching.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

35

a. Point to point, disebut juga jaringan leased line, dimana jaringan ini secara privat
berhubungan satu sama lain. Link ini mengakomodasi dua tipe transmisi, transmisi
datagram dan transmisi datastream. Contoh metode ini adalah sistem telepon.
b. Sirkuit Switching, merupakan metode switching dengan keberadaan sirkuit secara
fisik yang terdedikasi. Metode ini digunakan oleh teknologi Integrated Servise
Digital Network atau ISDN.
c. Paket Switching, merupakan metode switching pada peralatan jaringan yang
melakukan share link point to point untuk transportasi paket dari sumber data ke
tujuan melintasi jaringan. Contoh metode ini adalah Asycnchronous Transfer Mode
(ATM), Frame Relay, Switched Multimegabit Data Service (SMDS), dan X.25
3. Teknologi Selular WWAN
Secara umum, sebuah sistem selular terdiri dari tower sel, konsentrator, switches
voices dan data gateway. Sistem selular menggunakan sistem penggambaran
heksagonal untuk menggambarkan cakupan area secara geografis. Area inilah yang
disebut dengan Cell. Setiap sel mempunyai ukuran diameter kurang lebih 26-32 Km
dengan radius jangkauan 1 hingga 50 Km, dan setiap sel tersebut akan membentuk
grid-grid heksagonal seperti sarang lebah yang mempunyai ukuran sel yang lebih kecil
yaitu 6 Km.
Setiap cell site sebuah base station mempunyai daya pancar 800-1900 MHz dengan
dilengkapi antena untuk mengatur cakupan wilayahnya. Frekuensi untuk setiap base
station harus dipilih dengan hati-hati untuk mengurangi interferensi dengan sel
tetangga. Layanan pancaran akan sangat tergantung dari keadaan topografi,
kepadatan populasi dan kepadatan lalu lintas data. Berikut adalah perkembangan
generasi layanan selular.
a. Selular Generasi Pertama (1G)
Komunikasi mobile phone wireless pertama kali dikembangkan dengan
menggunakan sinyal analaog. Sinyal suara akan dikirimkan dengan menggunakan
gelombang frekuensi modulasi (FM). Sistem selular generasi pertama ini digunakan
hanya untuk voice dan tidak mencukupi untuk memenuhi layanan transfer data
komputer. Sistem 1G ini mempunyai kapasitas yang terbatas untuk melakukan
mekanisme autentifikasi dan enkripsi.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

36

Teknologi seluar generasi pertama ini dipelopori oleh AMPS (Advanced Mobile
Phone Service) yang dikenalkan pada taun 1978. Jaringan ini menggunakan sirkuit
terintegrasi yang sangat besar dan terdiri dari komputer dedicated serta sistem
switch dan mobile telepon khusus beserta antenanya yang menjamin sistem selular
tersebut bekerja dengan baik.

Sumber: Sejarah Dunia

Gambar 2.9 Ponsel Generasi Pertama


b. Selular Generasi Kedua (2G)
Perkembangan teknologi wireless selular yang sangat ambisius memicu munculnya
selular dengan sistem digital, tidak lama setelah perkembangan 1G. Sistem ini
mempunyai modulasi yang efisien karena menggunakan sinyal digital untuk
channel voice.
Sistem selular digital mengandalkan Frecuency Shift Keying (FSK) untuk mengirim
data keluar masuk melalui AMPS. FSK menggunakan dua buah frekuensi, satu untuk
digit 1 dan yang lain untuk 0. Tukar menukar terjadi secara cepat antara pengiriman
informasi digital pada tower selular dengan telepon. Modulasi dengan skema
enkode yang baik sangat dibutuhkan untuk mengkonversi dari informasi analog ke
digital, kemudian melakukan kompresi serta menerjemahkan kembali data
tersebut.
Pengembangan versi sistem 2G (sering disebut 2,5 G) memasukkan sistem
modulasi yang lebih baik dengan meningkatkan data rate dan efisiensi spektrum.
Perkembangan teknologi pemaketan data berkembang pesat dengan munculnya
GPRS (General Packet Radio Service) yang memungkinkan data rate yang cepat
melalui sistem GSM. Data rate maksimum yang melalui GPRS adalah 172,2 Kbps
dan hanya digunakan pada peralatan yang telah didesain untuk mendukung GPRS.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

37

Perkembangan selanjutnya dari GPRS adalah EDGE (Enhanced Data Rate for Global
Evolution) yang menghasilkan data rate hingga 474 Kbps.

Sumber: Nokia

Gambar 2.10 Ponsel generasi kedua


GSM pada awalnya adalah singkatan dari Grupe Speciale Mobile, setelah menjadi
standar internasional akhirnya disebut Global System for Mobile Communications.
Pengembangan GSM dimulai pada tahun 1982 dengan 26 perusahaan nasional
telepon Eropa. Pada tahun tersebut, Conference of European Postal and
Telecommunications Administrations (CEPT) mencoba menyeragamkan sistem
selular Eropa ke dalam frekuensi 900 MHz.
c. Selular Generasi Ketiga (3G)
Perkembangan teknologi komunikasi mobile berkembang dengan pesatnya.
Setelah 2G, generasi selular berikutnya yaitu 3G. Teknologi ini telah merambah ke
layanan internet secara wireless. Teknologi ini juga dapat mengakses secara
permanen ke web, video interaktif, dengan kualitas suara yang sangat baik seerti
kualitas CD audio plater hingga ke teknologi kamera video yang diintegrasikan
dalam telepon selular atau gadget kita.
Pembatasan terminologi 3G tidak begitu jelas, namun definisi 3G mempunyai
standar yang berlainan dengan teknologi-teknologi pendahulunya, seperti GPRS
dan IS-95b yang belum optimal. Sistem 3G telah menyediakan kecepatan tinggi
seperti pada saluran ISDN (Integrated Service Digital Network) untuk semua
pengguna tanpa terkecuali.
Negara-negara Eropa telah mendefinisikannya sebagai sebuah teknologi tipe
CDMA yang dapat bekerja sama dengan sistem GSM, akan tetapi tidak kompatibel
dengan sistem yang digunakan di negara Jepang. Sementara itu, di tempat

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

38

cdmaOne telah mendukung beberapa tipe yang secara kolektif disebut cdma2000
yang bukan merupakan standar Eropa maupun Jepang.

Sumber: Wikipedia

Gambar 2.11 Ponsel generasi ketiga


Di Amerika, operator D-AMPS dan GSM menggunakan TDMA, sehingga dapat
terjadi global roaming dan hanya dapat dilakukan pada telepon yang mempunyai
multimode yang khusus. Tren layanan yang ditawarkan pada sistem 3G ke depan
adalah mengombinasikan layanan Internet, telepon, dan media broadcast ke dalam
sebuah alat. Oleh karena itu, layanan 3G telah mengembangkan enam kelas mulai
dari layanan telepon sederhana hingga jaringan komputer, yaitu:

Voice, adalah layanan standar dengan kualitas yang lebih baik dari jaringan
telepon biasa.

Messaging, tidak seperti pada sistem 2G, di mana layanan pesan hanya
berupa teks, akan tetapi pada sistem 3G telah menyertakan attachment email.

Swithced Data, layanan ini meliputi fax dan akses dial-up ke jaringan
intranet maupun internet.

Medium Multimedia, layanan ini populer di teknologi 3G dengan kecepatan


downstream yang sangat ideal untuk web surfing.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

39

High Multimedia, layanan ini digunakan untuk akses Internet high-speed


dengan kualitas multimedia yang sangat baik.

Interactive High Multimedia, layanan ini menghasilkan kualitas multimedia


yang sangat baik, sehingga mampi melakukan video conference atau video
call dan telepresence.

d. HSDPA
Merupakan teknologi yang disempurnakan dari teknologi sebelumnya yang juga
dapat disebut 3.5G, 3G+ atau Turbo 3G yang memungkinkan jaringan berbasis
Universal Mobile Telecommunication System (UMTS) memiliki kecepatan dan
kapasitas transfer data yang lebih tinggi. Penggunaan HSDPA saat ini menyokong
kecepatan penelusuran dari 1.8, 3.6, 7.2 hingga 14 Mpbs.
Oleh karena itulah jaringan HSDPA ini sangat memungkinkan untuk digunakan
sebagai modem internet pada computer ataupun notebook. Pemasaran HSDPA
dalam bentuk modem yang digunakan sebagai koneksi mobile broadband baru
diperkenalkan pada tahun 2007. Pada Agustus tahun 2009, 250 jaringan HSDPA
secara komersial telah meluncurkan layanan mobile broadband di 109 negara.
Pada dasarnya layanan HSDPA tidak beda jauh dengan layanan yang diberikan oleh
generasi sebleumnya yaitu: GPRS, CDMA, EDGE dan 3G. Teknologi tersebut
memiliki kesamaan bahwa sama-sama menggunakan layanan lewat jalur IP
(internet protokol). HSDPA diperkenalkan oleh Third Generation Partnership Project
(3GPP) release standar. Tujuan utamanya adalah meningkatkan standar througput
melalui konsep multiple input multple output (MIMO) atau dengan teknik antena
array. Proses kerja cell menggunakan alokasi asymetrics spectrum frekuensi dalam
multi carries cell. Efisiensi dari sistem menjadi dua kali lipat, yang artinya juga
meningkatkan persepsi pelanggan terhadap kualitas layanan.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

40

Sumber: www.hardwarezone.co.id

Gambar 2.12 Ponsel generasi keempat


Jaringan HSDPA secara fisik memiliki 3 kanal, yakni High Speed Data Physich
Downlink Shared Channel (HS-PDSC), High Speed Shared Control Channel (HS-SCCH)
dan High Speed Dedicated Physical Control Channel (HS-DPCCH). HS-PDSCH
mengadopsi adaptive modulation QPSK (Quadrature Phase Shift Keying) atau
algoritma fase modulasi yang sudah ada, dan 16 QAM (Quadrative Amplitude
Modulation) yakni empat aplitude dan empat fase yang memungkinkan pengunaan
data rate tinggi dobawah kondisi jaringan radio yang bermacam-macam.
4. Teknologi WWAN
Teknologi wireless LAN mempunyai fokus pada modulasi suara dan data. Modulasi
akan mengkonversi sinyal digital, sehingga dapat merepresentasikan informasi di
komputer melalui sinyal digital melalui radio frequency (RF) atau sinyal cahaya.
Wireless WAN secara ekslusif menggunakan sinyal RF yang didesain untuk
mengakomodasi beberapa pengguna sekaligus. Setiap user akan mempunyai channel
terdedikasi. Hal inilah yang membedakan dengan wireless LAN, di mana setiap user
akan melakukan share pada satu channel. Interferensi antara pengguna wireless WAN
dengan base station dapat dikurangi. Beberapa teknik modulasi pada teknologi
wireless WAN adalah:

Frequency Division Multiple Access (FDMA)


FDMA adalah awal bagaimana ponsel analog bekerja. FDMA berarti banyak orang
menggunakan sistem ponsel sekaligus dengan mengirimkan panggilan mereka
dengan gelombang radio frekuensi yang sedikit berbeda. FDMA adalah seperti versi
radio dari sistem telepon darat biasa dan masih menggunakan sistem analog.
FDMA ponsel yang kadang-kadang disebut generasi pertama (1G) ponsel.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

41

Sumber: Wikipedia

Gambar 2.13 skema FDMA


FDMA adalah sistem multiple access yang menempatkan seorang pelanggan pada
sebuah kanal berbentuk pita frekuensi (frequency band) komunikasi. Jika satu pita
frekuensi dianggap sebagai satu jalan, maka FDMA merupakan teknik "satu
pelanggan, satu jalan". Pada saat pelanggan A sedang menggunakan jalan itu, maka
pelanggan lain tidak dapat menggunakan sebelum pelanggan A selesai. Jadi, kalau
dalam waktu yang bersamaan ada 100 pelanggan yang ingin berkomunikasi dengan
rekannya, maka sudah tentu diperlukan 100 pita frekuensi. Kalau setiap pita
memerlukan lebar 30 Kilo Hertz (kHz) dan frekuensi yang digunakan berawal dari
890 Mega Hertz (MHz), maka:
Pita frekuensi kanal 1 mulai dari 890 MHz hingga 890,030 Mhz.
Pita frekuensi kanal 2 mulai dari 890,030 MHz hingga 890,060 MHz.
Pita frekuensi kanal 3 mulai dari 890,060 MHz hingga 890,090 MHz dan
seterusnya.
Sedangkan lebar total seluruh pita yang digunakan adalah:
100 x 30.000 Hz = 3.000.000 Hz = 3MHz.
Artinya, jika frekuensi yang digunakan mempunyai batas bawah 890 MHz, maka
batas atasnya adalah 893 MHz. Akan tetapi, frekuensi yang tersedia untuk
komunikasi bergerak dibatasi oleh peraturan yang ada karena frekuensi-frekuensi
lain pasti digunakan untuk jatah keperluan yang lain pula. Sementara jatah
frekuensi yang ada pun harus dibagi antar penyelenggara telepon seluler. Karena

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

42

itu, untuk memperbanyak kapasitas dengan jumlah kanal yang terbatas digunakan
trik-trik tertentu sesuai dengan strategi si penyedia layanan.

Time Division Multiple Access (TDMA)


Time Division Multiple Access (TDMA) diperkenalkan oleh Asosiasi Industri
Telekomunikasi (Telecommunications Industry Association, TIA) adalah teknologi
transmisi digital yang mengalokasikan slot waktu yang unik untuk setiap pengguna
pada masing-masing saluran, dan menjadi salah satu cara yang digunakan oleh
jaringan digital telepon seluler untuk menghubungkan panggilan telepon. Sinyal
digital dari jaringan digital dihubungkan ke pengguna tertentu untuk berhubungan
dengan sebuah kanal frekuensi digital tersendiri tanpa memutuskannya dengan
mengalokasikan waktu.
Pada TDMA, setiap pengguna menggunakan pita frekuensi yang sama, tetapi
domain waktu dibagi menjadi beberapa slot untuk setiap pengguna. Pengguna 1
dapat mengirimkan data pada slot waktu untuk pengguna 1, pengguna 2 dapat
mengirimkan berupa data pada slot waktu untuk pengguna 2, dan seterusnya.
Keuntungannya adalah tidak berbagi dengan sistem TDMA dimana semua
pemancar dan penerima harus memiliki akses pada waktu yang sama.

Sumber: elektro.undip.ac.id

Gambar 2.14 Sistem Kerja TDMA

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

43

Code Division Multiple Access (CDMA)


CDMA merupakan akses yang menggunakan prinsip komunikasi spektrum tersebar.
Metode ini dapat dianalogikan dengan cara berkomunikasi dalam satu ruangan
yang besar. Setiap pasangan dapat berkomunikasi secara bersama-sama tetapi
dengan bahasa yang berbeda, sehingga pembicaraan pasangan satu bisa dianggap
seperti suara kipas bagi pengguna yang lain, karena tidak diketahui maknanya. Pada
saat banyak yang berkomunikasi maka ruangan menjadi bising. Kondisi ini
membuat ruangan menjadi tidak kondusif lagi untuk berkomunikasi. Oleh karena
itu, jumlah yang berkomunikasi harus dibatasi.
Dalam CDMA setiap pengguna menggunakan frekuensi yang sama dalam waktu
bersamaan tetapi menggunakan sandi unik yang saling ortogonal. Sandi-sandi ini
membedakan antara pengguna satu dengan pengguna yang lain. Pada jumlah
pengguna yang besar, dalam bidang frekuensi yang diberikan akan ada banyak
sinyal dari pengguna sehingga interferensi akan meningkat. Kondisi ini akan
menurunkan unjuk-kerja sistem. Ini berarti, kapasitas dan kualitas sistem dibatasi
oleh daya interferensi yang timbul pada lebar bidang frekuensi yang digunakan.

Sumber: elektro.undip.ac.id

Gambar 2.15 Sistem kerja CDMA

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

44

Beberapa tipe jaringan wireless secara umum mempunyai karakteristik yang hampir
sama dengan jaringan kabel tradisional, yaitu WPAN, WLAN, WWAN.
WPAN, Jaringan personal mempunyai cakupan area yang sangat sempit, yaitu sekitar
20 m. Performa jaringan wireless PAN termasuk dalam kategori sedang, dimana data
rate-nya mencapai 2 Mbps.
Bluetooth menfasilitasi koneksi dan pertukaran informasi diantara alat-alat
seperti pda, ponsel, computer laptop, printer, dan kamera digital melalui
frekuensi radio jarak dekat. Bluetooth memiliki empat layer utama, yaitu L2CAP,
layer LMP, layer 3 yaitu LCP, layer RF.
WLAN, Wireless Local Area Network (Wireless LAN) adalah jaringan kompter yang

memungkinkan user untuk terkoneksi tanpa menggunakan kabel jaringan. Laptop atau
gadget yang dilengkapi dengan kartu wireless LAN bisa bergerak di sekitar gedung
sambil membawa komputer dan tetap terhubung ke jaringan mereka tanpa perlu
mencolok kabel.
Ada 4 komponen utama dalam Wireless LAN: Access Point, Wireless LAN Interface,
Mobile Desktop/PC, Antena external.
Aplikasi Wireless LAN yang biasa digunakan adalah
menghubungkan beberapa gedung, mobilitas, mobile Offices.

perluasan

jaringan,

WWAN, Wireless WAN memungkinkan user untuk mengakses internet, e-mail, serta
aplikasi serta informasi perusahaan meskipun mereka jauh dari kantor. Wireless WAN
menggunakan jaringan selular untuk transmisi data.
Bentuk komunikasi teknologi WAN mempunyai kesamaan dengan teknologi PAN dan
LAN, akan tetapi WAN mempunyai cakupan skala jaringan yang berbeda. Bentuk
komunikasi jaringan WAN antara lain point to point, sirkuit switching, dan paket
switching.
Jaringan selular berkembang dengan sangat pesat karena semakin meningkatnya
kebutuhan akan jaringan data. Jaringan selular tersebut dimulai dengan munculnya
teknologi 1G, 2G, 3G, HSDPA, dll.
Teknologi WWAN terbagi menjadi 3 bagian besar dalam implementasinya di lapangan.
Teknologi tersebut adalah FDMA, TDMA dan CDMA

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

45

Pilihan Ganda
1. Rata-rata data rate dari performa jaringan nirkabel PAN yaitu sekitar ...
a. 2 Mbps
d. 5 Mbps
b. 3 Mbps
e. 6 Mbps
c. 4 Mbps
2. Salah satu bentuk pemanfaatan jaringan area kecil yang paling umum adalah ...
a. Otomatisasi rumah
b. Menghubungkan jaringan komputer antar kantor
c. Proses telepon
d. Mengirim fax
e. Sinkronisasi antar peralatan gadget dengan PC atau laptop.
3. Standar versi berapakah tipe IEEE 802.15 untuk mendukung alat yang menggunakan
konsumsi daya yang sangat rendah?
a. IEEE 802.15.1
b. IEEE 802.15.2
c. IEEE 802.15.3
d. IEEE 802.15.4
e. IEEE 802.15.5
4. Mengkonversikan sinyal RF menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel
dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio adalah fungsi dari ....
a. LAN Card
b. Access Point
c. Antenna
d. Hot Spot
e. WLAN

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

46

5. Hal yang perlu diperhatikan dalam membangun sebuah wireless area adalah ....
a. Jumlah user
b. Biaya
c. Keamanan
d. Bandwith
e. Paket data
6. Salah satu metode dalam metode paket switching adalah, kecuali ...
a. Asycnchronous Transfer Mode
d. Switched Multimegabit Data Service
b. Frame Relay
e. X.25
c. CDMA
7. Tujuan utama dikembangkan teknologi HSDPA adalah ...
a. Meningkatkan standar througput melalui konsep Multiple Input Multiple Output
(MIMO)
b. Meningkatkan layanan jaringan selular
c. Memenuhi permintaan pasar seiring terus meningkatnya kebutuhan akan jaringan
data
d. Membuat terobosan baru dalam dunia teknologi informasi.
e. Meningkatkan layanan High Interactive Multimedia.
8. FDMA sering juga disebut dengan teknik ...
a. Satu pelanggan, banyak jalan
b. Banyak pelanggan, satu jalan
c. Penggunaan pita frekuensi yang sama
d. Satu pelanggan, satu jalan
e. Pemanfaatan pita frekuensi banyak pelanggan

9. Salah satu kelebihan dari TDMA adalah ...


a. TDMA didesain untuk digunakan di lingkungan dan situasi tertentu, dari
penggunaan tanpa kabel di daerah bisnis ke pengguna yang sering bepergian atau
mobile berpindah-pindah tempat.
b. TDMA memisahkan pengguna dalam waktu, agar tidak mengalami gangguan dari
hubungan simultan lainnya.
c. Sistem layanan TDMA sesuai dengan penggunaan single-mode handset, karena
adanya kepentingan sesuai dengan sistem analog FDMA.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

47

d. Sistem TDMA tidak membutuhkan biaya banyak dalam proses produksinya


e. Sistem TDMA tidak membatasi jumlah pelanggan yang melakukan telepon
10. Bagaimanakah prinsip kerja dari CDMA?
a. Setiap pengguna menggunakan frekuensi yang sama dalam waktu bersamaan
tetapi menggunakan sandi unik yang saling ortogonal, sehingga sandi-sandi
tersebut membedakan antara pengguna satu dengan pengguna yang lain.
b. Setiap pengguna menggunakan frekuensi yang berbeda dalam waktu bersamaan
tetapi menggunakan sandi unik yang saling horizontal, sehingga sandi-sandi
tersebut membedakan antara pengguna satu dengan pengguna yang lain.
c. Setiap pengguna tidak dapat menggunakan frekuensi yang sama dalam satu
waktu, sehingga mengharuskan pengguna untuk menggunakan mengantri dalam
pemakaian frekuensi.
d. Setiap pengguna hanya dapat menggunakan satu frekuensi pada waktu yang
bersamaan.
e. Setiap pengguna mendapat jatah waktu tertentu pada saat pemakaian frekuensi
pada saat yang bersamaan.

Soal Uraian
1. Jelaskan perbedaan antara jaringan nirkabel yang identik dengan jaringan kabel.
Berikan penjelasan singkat mengenai perbedaannya!
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
2. Apakah yang anda ketahui tentang metode point to point dan metode point to
multipoint?
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
3. Apakah yang anda ketahui tentang istilah sel pada metode wireless WAN?
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

48

4. Apakah yang anda ketahui tentang base station pada jaringan WAN?
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
5. Sebut dan jelaskan beberapa teknik modulasi pada teknologi wireless WAN, dan
sebutkan fitur-fiturnya!
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Analisalah mengapa di wilayah Indonesia sebagian besar perusahaan


selular menggunakan sistem GSM daripada menggunakan sistem CDMA?

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

49

Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan konsep Jenis-jenis
Teknologi Jaringan Nirkabel. Maka dari itu patut diperhatikan saran-saran berikut :
1. Dalam memahami modul ini, pahami konsep karakteristik perangkat jaringan nirkabel.
2. Setelah itu, pahamilah karakteristik teknologi jaringan nirkabel dan pahamilah kelebihan
dan kekurangan tiap-tiap karakteristik jaringan nirkabel.
3. Kemudian, pahamilah arsitektur dari jenis-jenis jaringan nirkabel.
4. Sebagai siswa, kalian dituntut untuk dapat menilai kemampuan sendiri dengan jujur, untuk
itu setelah memahami tema demi tema secara keseluruhan, kerjakan latihan-latihan
dengan tes formatif yang terdapat disetiap kegiatan belajar. Untuk melihat hasilnya,
silahkan meminta kunci jawaban tes formatif daru guru. Kalian akan mengetahui sendiri
tingkat penguasaan terhadap materi modul yang telah dipelajari.
5. Lebih lanjut dari itu, kerjakanlah ayo pecahkan masalah. Dengan mengerjakan perintah
yang ada disitu diharapkan kelian dapat memahami konsep, karakteristik dan ragam jenisjenis teknologi jaringan nirkabel.
Dengan petunjuk diatas, kalian diharapkan mampu memperoleh pemahaman tentang
konsep, karakteristik, jenis, dan desain perangkat jaringan nirkabel dengan mudah dan
cepat, sehingga penguasaan terhadap modul ini akan tercapai.

No
1
2
3
4

Indikator
Dapatkah anda menyebutkan perangkat jaringan
nirkabel?
Dapatkah anda menjelaskan konsep 802.11?
Dapatkah anda menjelaskan bentuk jaringan
nirkabel?
Dapatkah anda menjelaskan konsep channel?

Ya

Bila jawaban Tidak


Tidak
Pelajari Materi
Pelajari Sub Bab A
Pelajari sub Bab B
Pelajari sub Bab C
Pelajari sub Bab D

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

50

Pernahkah kalian mengamati antenna yang terpasang di atas rumah? Atau antenna diatas
stasiun radio? Pernahkah kalian mencari tahu mengapa pada saat anda sedang telepon
seseorang tiba-tiba panggilan terputus? Pada bab ini akan dibahas perangkat apa saja yang
membuat koneksi suatu koneksi jaringan nirkabel dapat terhubung.

Sumber: platinum-computer.com

Gambar 3.1 Perangkat-perangkat jaringan nirkabel


Pada gambar 3.1 terdapat alur kerja dari perangkat-perangkat yang berperan dalam operasi
sebuah jaringan nirkabel, bisakah kalian menjelaskan ilustrasi gambar diatas? Jika belum, mari
kita bahas perangkat-perangkat tersebut.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

51

1. Nirkabel Access Point


Pengertian Wireless Access Point yaitu perangkat keras yang memungkinkan perangkat
wireless lain (laptop, ponsel) untuk terhubung ke jaringan kabel menggunakan Wi-fi,
bluetooh atau perangkat standar lainnya. Wireless Access Point umumnya dihubungkan
ke router melalui jaringan kabel (kebanyakan telah terintegrasi dengan router) dan
dapat digunakan untuk saling mengirim data antar perangkat wireless (laptop, printer
yang memiliki wifi) dan perangkat kabel pada jaringan.
a. Fungsi Access Point
Access Point berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan
banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan. Sebagai Hub/Switch yang
bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel.
Access point dapat memancarkan atau mengirim koneksi data/internet melalui
gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang
akan dijangkau, semakin besar kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau
mW) semakin luas jangkauannya.

Gambar 3.1 Access Point


b. Penerapan Nirkabel Acces Point
Hotspot merupakan salah satu penerapan Wireless Acces Point yang paling umum,
dimana klien nirkabel dapat terhubung ke internet tanpa memperhatikan jaringan
tertentu yang telah mereka sambungkan saat itu. Di kota-kota besar atau di daerah
tertentu hotspot umumnya disediakan dalam rumah makan, perpustakaan, stasiun,

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

52

atau daerah publik lainnya yang memungkinkan banyak orang untuk dapat terus
tersambung ke jaringan internet.
2. Nirkabel Router
Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau
internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses
routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack
protokol tujuh lapis OSI.
Router memiliki fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol), dengan mensetting DHCP, maka kita dapat membagi IP Address, fasilitas lain dari Router adalah
adanya NAT (Network Address Translator) yang dapat memungkinkan suatu IP Address
atau koneksi internet disharing ke IP Address lain.

Gambar 3.2 Router


Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah
jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi
sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan
juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk
mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti
halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer
dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan
kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari ethernet ke token ring.
a. Fungsi - Fungsi Router
Fungsi utama router yaitu menghubungkan beberapa jaringan untuk
menyampaikan data dari suatu jaringan ke jaringan yang lain. Namun router
berbeda dengan switch, karena switch hanya digunakan untuk menghubungkan

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

53

beberapa komputer dan membentuk LAN (local area network). Sedangkan router
digunakan untuk menghubungkan antar satu LAN dengan LAN yang lainnya.
Router juga berfungsi untuk menstran misikan informasi dari satu jaringan ke
jaringan lain yang sistem kerjanya seperti bridge.
Router juga berfungsi untuk menhubungkan jaringan lokal kesebuah koneksi DSL
biasa juga disebut DSL router. Router ini umumnya memilki fungsi firewal untuk
melakukan penapisan paket berdasarkan sumber serta alamat tujuan paket
tersebut, namun tidak semua router memiliki fungsi yang sama.
b. Cara Kerja Router
Fungsi utama router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah router memiliki
kemampuan routing, artinya router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute
perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain yang
satu network ataukah berada di network yang berbeda.
Jika paket-paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan
meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk
host yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar.
3. Antenna Pengarah
Antena ini termasuk jenis antena directional. Antena pengarah bekerja dengan
menambah gain pada arah tertentu, sehingga kekuatan radiasinya hanya kuat pada
arah tertentu saja. Antena pengarah ini cocok untuk memancarkan radiasi televisi dan
radio. Antena dengan bentuk seperti ini memang mengandung resiko yaitu pancaran ke
arah lain diluar dari arah yang dituju menjadi kecil. Namun antena pengarah akan sangat
membantu ketika melakukan komunikasi jarak jauh, sehingga tidak diperlukan stasiun
relay di berbagai arah.
a. Antena Yagi
Antena ini ditemukan oleh Dr. H. Yagi dari Tokyo Univesity pada tahun 1926. Antena
Yagi atau antena Yagi-Uda RF digunakan secara luas dan merupakan salah satu antena
desain paling sukses atau banyak digunakan untuk aplikasi RF (Radio Frekuensi)
direktif. Antena Yagi digunakan untuk menerima atau mengirim sinyal radio. Antena
ini dulu banyak digunakan pada Perang Dunia ke 2 karena antena ini amat mudah
dibuat dan tidak terlalu rumit.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

54

Antena Yagi adalah antena directional, artinya dia hanya dapat mengambil atau
menerima sinyal pada satu arah (yaitu depan), oleh karena itu antena ini berbeda
dengan antena dipole standar yang dapat mengambil sinyal sama baiknya dalam
setiap arah. Antena Yagi biasanya memiliki Gain sekitar 3 20 dBd.

Sumber: Wikipedia

Gambar 3.3 Antenna Yagi


b. Antena Grid
Antena Grid adalah alat yang dipakai untuk mengirim, menerima, memperkuat signal
wireless untuk melakukan koneksi point to point, atau point to multipoint dalam
bentuk antena. Antenna Grid ditujukan untuk hostspot diluar ruangan (outdoor).
Antenna Grid terbagi menjadi 2 macam dengan frekuensi yang berbeda yaitu:
Grid Antena 2,4 GHz
Grid Antena 5,8 GHz
Antenna Grid memiliki jarak tembak sinyal yang cukup jauh, yakni sekitar 15 KM.
Jangkauan sinyalnya sekitar 15-25 KM jika tidak ada hambatan. Antena Grid
merupakan salah satu antena wifi yg paling populer. Sudut pola pancaran antena ini
lebih fokus pada titik tertentu sesuai pemasangannya. Fungsinya adalah dimana
antena ini adalah menerima dan mengirim signal data dengan sistem gelombang radio
2,4 Mhz. Dimana data tersebut bisa dalam bentuk intranet atau internet.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

55

Sumber: Wikipedia

Gambar 3.4 Antenna Grid


c. Antena Parabolic
Antena parabolic adalah sebuah antena berdaya jangkau tinggi yang digunakan
untuk komunikasi radio, televisi dan data dan juga untuk radiolocation (RADAR),
pada bagian UHF and SHF dari spektrum gelombang elektromagnetik. Panjang
gelombang energi (radio) elektromagnetik yang relatif pendek pada frekuensifrekuensi ini menyebabkan ukuran yang digunakan untuk antena parabola masih
dalam ukuran yang masuk akal dalam rangka tingginya unjuk kerja response yang
diinginkan baik untuk menerima atau pun memancarkan sinyal.
Antena parabola berbentuk seperti piringan. Antena parabola dapat digunakan
untuk mentransmisikan berbagai data, seperti sinyal telepon, sinyal radio dan sinyal
televisi, serta beragam data lain yang dapat ditransmisikan melalui gelombang.
Fungsi antena parabola yang umum diketahui oleh masyarakat di Indonesia adalah
sebagai alat untuk menerima siaran televisi.

Sumber: Wikipedia

Gambar 3.5 Antenna Parabolic

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

56

4. Antenna Omnidirectional
Biasanya antena jenis ini digunakan pada access point (AP). Antena jenis ini mempunyai
pola radiasi 360 derajat. Antena ini mempunyai sudut pancaran yang besar (wide
beamwidth) yaitu 3600. Dengan daya lebih meluas, jarak yang lebih pendek tetapi dapat
melayani area yang luas. Omni antena tidak dianjurkan pemakaian-nya, karena sifatnya
yang terlalu luas sehingga ada kemungkinan mengumpulkan sinyal lain yang akan
menyebabkan interferensi. Antena omnidirectional mengirim atau menerima sinyal
radio dari semua arah secara sama, biasanya digunakan untuk koneksi multiple point
atau hotspot. Sering digunakan untuk sambungan point to multi point dan mempunyai
penguatan sangat rendah yaitu 3 - 10 dBi.

Sumber: Wikipedia

Gambar 3.6 Antenna Omnidirectional

Antenna omni-directional digunakan ketika melingkupi semua arah sekitar poros


horizontal dari antenna dibutuhkan. Antenna omni-directional sangat efektif dimana
jangkauan besar dibutuhkan disekitar titik pusat. Sebagai contohnya, menempatkan
antenna omni-directional di tengan-tengah sebuah ruanga terbuka dan besar akan
melengkapi lingkupan yang bagus. Antenna omni-directional umumnya digunakan
untuk design point-to-multipoint dengan bentuk bintang
Penggunaan diluar ruangan, antenna omni-directional harus diletakkan di atas dari
struktur (misalnya bangunan) pada pertengahan lingkup area. Contohnya, pada sebuah
kampus, antenna bisa saja ditempatkan di pusat kampus untuk lingkup area yang
terbesar. Ketika digunakan di dalam ruangan, antenna harus ditempatkan di tengah
bangunan atau lingkup area yang diinginkan, dekat dengan langit-langit, untuk

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

57

jangkauan yang optimum. Antenna omnidirectional memancarkan jangkauan area yang


besar pada pola lingkaran dan cocok untuk warehouse atau tradeshows dimana
lingkupnya biasanya dari satu sudut bangunan ke sudut bangunan lain.

Access point dan Router memiliki fungsi yang hampir


sama. Bisakah kamu menemukan dimana perbedaannya?

Institute of Electrical and Electronics


Engineers (IEEE) adalah pembuat kunci
yang baku untuk kebanyakan berbagai hal
berhubungan dengan teknologi informasi
di Amerika Serikat. IEEE menciptakan
standard nya di dalam hukum yang
diciptakan oleh FCC. Berikut adalah
empat standard IEEE yang utama untuk
LAN wireless yang adalah salah satu
digunakan atau di format draft.
1. IEEE 802.11a
Standar 802.11a dipublikasikan pada tahun 1999 yang digunakan untuk mendefiniskan
jaringan Wireless dengan frekuensi 5 GHz Unlicensed National Information
Infrastrusture (UNII). Kecepatan jaringan ini lebih cepat dari standar 802.11 dan standar
802.11b pada kecepatan transfer sampai 54 Mbps. Kecepatan ini dapat lebih cepat lagi
jika menggunakan teknologi yang tepat. Untuk menggunakan standar 802.11a,
perangkat-perangkat komputer (devices) hanya memerlukan dukungan kecepatan
komunikasi 6 Mbps, 12 Mbps, dan 24 Mbps.
Kelebihan dari standar 802.11a adalah karena beroperasi pada frekuensi radio 5 GHz
sehingga tidak perlu bersaing dengan perangkat komunikasi tanpa kabel (cordless)
lainnya seperti telepon tanpa kabel (cordless phone) yang umumnya menggunakan
frekuensi 2,4 GHz. Standar 802.11a merupakan pilihan yang amat mahal ketika di
implementasikan. Hal ini disebabkan karena standar ini memerlukan lebih banyak

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

58

access point untuk mencapai kecepatan komunikasi yang tertinggi. Penyebabnya adalah
karena pada kenyataannya bahwa gelombang frekuensi 5 GHz memiliki kelemahan
pada jangkauan.
2. IEEE 802.11b
Bersama dengan 802.11a, IEEE mengesahkan 802.11b, yang merupakan ekstensi
kecepatan tinggi, ke standar direct sequence awal pada pita 2.4 GHz dengan kecepatan
data sampai dengan 11 Mbps. Access point 802.11b dan radio NIC telah tersedia sejak
tahun 1999, sehingga sebagian LAN nirkabel yang dipasang saat ini adalah 802.11b yang
selalu mengalah.
Keuntungan yang biasa didapat dari 802.11b adalah kelengkapan long range-nya.
802.11b memungkinkan anda mampu mencapai jarak 300 kaki pada sebagian besar
fasilitas indoor. Kelemahan dari 802.11b adalah anda dibatasi sampai tiga Channel nonoverlapping pada pita 2.4 GHz. Standar 802.11 menetapkan 14 Channel (hanya Channel
1 sampai 11 yang tersedia di Amerika Serikat) untuk mengonfigurasi access point.
Walaupun demikian, masing-masing channel menempati kira-kira sepertiga dari
keseluruhan pita 2.4GHz saat mengirim sebuah sinyal. Sebagian besar perusahaan
hanya menggunakan channel 1, 6, dan 11 untuk memastikan access point tidak
berinteferensi satu sama lain. Hal tersebut membatasi kapasitas 802.11b sehingga
menjadikannya paling sesuai untuk mendukung aplikasi performa medium, seperti email dan surfing.
3. IEEE 802.11g
Standar 802.11g pada dasarnya mirip dengan standar 802.11a yaitu menyediakan jalur
komunikasi kecepatan tinggi hingga 54 Mbps. Namun, frekuensi yang digunakan pada
standar ini sama dengan frekuensi yang digunakan standar 802.11b yaitu frekuensi
gelombang 2,4 GHz dan juga dapat kompatibel dengan standar 802.11b. Hal ini tidak
dimiliki oleh standar 802.11a.
Tidak seperti perangkat-perangkat pada standar 802.11a, perangkat-perangkat pada
standar 802.11g dapat secara otomatis berganti ke quadrature phase shift keying
(QPSK) untuk berkomunikasi dengan perangkat-perangkat pada jaringan Wireless yang
menggunakan standar 802.11b. Dibandingkan dengan 802.11a, ternyata 802.11g
memiliki kelebihan dalam hal kompatibilitas dengan jaringan standar 802.11b.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

59

Kelebihan dari 802.11g adalah bahwa


standar
tersebut
merupakan
kompatibel terbalik dari 802.11b.
Perusahan
dengan
keberadaan
jaringan 802.11b biasanya dapat
meng-upgrade access point-nya
menjadi 802.11g melalui pengupgradean firmware sederhana.

Hal tersebut menyediakan jalur perpindahan yang efektif untuk LAN nirkabel.
Kelemahan 802.11g, seperti kemungkinan interferensi RF dan keterbatasan tiga
Channel non-overlapping, masih berlaku pada 802.11g dikarenakan pengerjaan di pita
2.4 GHz. Sebagai hasilnya, jaringan 802.11g memiliki pembatas kapasitas sebanding
dengan 802.11a.
4. IEEE 801.11n
IEEE 802.11n merupakan salah satu keluarga besar standart dari IEEE 802.11.
Sebelumnya ada 802.11a, 802.11b dan 802.11g. Masing-masing standart mempunyai
teknik modulasi, kecepatan serta sistem keamanan yang berbeda-beda. 802.11n adalah
amandemen baru yang meningkatkan atas standar 802,11 sebelumnya dengan
menambahkan multiple-input multiple-output (MIMO) dan banyak fitur-fitur baru
lainnya.
IEEE 802.11n dikeluarkan pada tahun
2009 dan baru diproduksi perangkat
maupun device nya baru-baru ini.
Standart ini secara teori mampu
mentrasferkan kecepatan data hingga
600 Mbps tetapi ketika di uji coba oleh
WiFi Alliance yaitu badan yang menguji
standart ini kecepatannya hanya
450Mbps.
Sumber: blog.3g4g.co.uk

Gambar 3.7 Infografik kecepatan 802.11n

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

60

Pada tabel dibawah ini merupakan perbandingan antar standart IEEE 802.11 yang sudah
ditetapkan dari IEEE 802.11a hingga 802.11n
Tabel 3.1 Perbandingan spesifikasi IEEE 802.11

1. Jaringan Nirkabel Ad Hoc


Definisi ad hoc network adalah desentraliasi dari jaringan nirkabel. Disebut ad hoc
network karena tidak bergantung pada infrastruktur yang sudah ada, seperti router
dalam jaringan kabel ataupun access point pada jaringan nirkabel. Dalam ad hoc
network, setiap node bertugas dalam me-routing data kepada node lain, jadi
penentuan node mana yang mengirimkan data dibuat secara dinamis berdasarkan
konektivitas dari jaringan itu sendiri.
Dalam jaringan ad hoc, tidak ada base station, dan tidak ada pengawas yang
memantau kinerja jaringan secara keseluruhan. Sensor yang digunakan di jaringan ad
hoc akan aktif dan mencoba untuk menentukan berapa banyak sensor aktif lainnya
yang berada dalam jangkauan komunikasi. Bersama-sama, sensor kemudian
mengumpulkan informasi apapun yang mereka butuhkan untuk melakukan tugas
kolektif mereka.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

61

Sumber: Wikipedia

Gambar 3.8 Ilustrasi cara kerja Ad-Hoc


Karena perangkat genggam seperti smartphone ataupun tablet pc menjadi lebih
canggih dan diminati orang, prospek bahwa mereka dapat mengatur diri mereka
sendiri ke dalam ad hoc network juga menjadi lebih menarik.
Jaringan ad hoc dilihat dari sisi topologi jaringan merupakan kumpulan dari beberapa
node jaringan wireless multihop yang dinamis. Setiap node-nya mempunyai interface
wireless untuk berkomunikasi dengan node lainnya. Jaringan ad hoc mempunyai
infrastruktur node jaringan yang tidak permanen. Jaringan ini terdiri atas beberapa
node yang bersifat mobile dengan satu atau lebih interface pada setiap node-nya.

Sumber: Wikipedia

Gambar 3.9 Topologi Jaringan Ad-Hoc

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

62

a. Membuat jaringan Ad-Hoc


Konfigurasi ad-hoc dengan menggunakan operating system windows 7 dapat
dilakukan sebagai berikut:
1. Bukalah jendela Network and Sharing Center di Control Panel. Klik Setup
a New Connection or Network, maka akan ditampilkan jendela sebagai
berikut.

Sumber: Dokumen Pribadi

Gambar 3.10 Set Up a Connection or Network


2. Klik pada Set up a wireless ad hoc (computer-to-computer) network,
kemudian klik Next. Jendela Set up an Ad hoc Network akan tampil. Aturlah
network name, security type dan security key sesuai dengan yang diinginkan.
Beri tanda centang pada Save this network, kemudian klik Next. Klik
Close.

Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 3.10 Set Up Ad-Hoc Network

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

63

3. Konfigurasi Ad-hoc selesai.


Note:

Laptop yang telah diatur menjadi ad-hoc mode akan mem-broadcast jaringan
ad-hoc yang sudah dibuat dan akan menunggu laptop lain untuk koneksi ke adhocter sebut, seperti pada tampilan di bawah ini.

Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 3.11 Broadcast SSID adhoc_me

Pada laptop user yang ingin koneksi ke jaringan ad-hoc, user memilih
SSID adhoc_me dan memilih connect. User diminta untuk memasukkan
security key yang telah diatur pada saat konfigurasi adhoc_me.

Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 3.12 Koneksi user ke jaringan Ad-hoc

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

64

b. Keuntungan :
Tidak memerlukan dukungan backbone infrastruktur sehingga mudah
diimplementasikan dan sangat berguna ketika infrastruktur tidak ada ataupun
tidak berfungsi lagi.
Mobile node yang selalu bergerak (mobility) dapat mengakses informasi secara
real time ketika berhubungan dengan mobile node lain, sehingga pertukaran
data dan pengambilan keputusan dapat segera dilaksanakan.
Fleksibel terhadap suatu keperluan tertentu karena jaringan ini memang bersifat
sementara.
Dapat direkonfigurasi dalam beragam topologi baik untuk jumlah user kecil
hingga banyak sesuai dengan aplikasi dan instalasi (scalability).

c. Kerugian (Permasalahan) :

Packet loss (kehilangan paket) akan terjadi bila transmisi mengalami kesalahan
(error).

Seringkali terjadi disconnection, karena tidak selalu berada dalam area


cakupan.

Bandwidth komunikasi yang terbatas, sehingga untuk dapat menghasilkan


koneksi yang optimal diperlukan bandwidth komunikasi yang tinggi.

Lifetime baterai yang singkat. Karena area ad-hoc yang digunakan tidak selalu
berada dalam jangkauan terminal listrik sehingga perangkat yang terhubung
hanya menggunakan daya baterai pada saat beroperasi.

Kapasitas kemampuan jangkauan mobile node yang terbatas dan bervariasi.


Perbedaan spesifikasi peralatan yang terhubung menyebabkan perbedaan juga
dalam penerimaan paket data.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

65

2. Infrastuktur
Pada topologi ini semua komputer yang saling terhubung akan dikontrol ke dalam
access point. Access point itu sendiri akan terhubung langsung kepada sebuah
komputer yang berfungsi sebagai pusat pengendali. Metode akses ini sama halnya
dengan client server pada jaringan kabel.

Sumber: Wikipedia

Gambar 3.10 Mode infrastruktur


Jika komputer pada jaringan nirkabel ingin mengakses jaringan nirkabel atau
berbagi printer misalnya, maka jaringan tersebut harus menggunakan mode
infrastruktur gambar 3.11. Pada gambar tersebut access point berfungsi untuk
melayani komunikasi utama pada jaringan nirkabel. Access point mentransmisikan
data pada PC dengan jangkauan tertentu pada suatu daerah. Penambahan dan
pengaturan letak access point dapat memperluas jangkauan dari WLAN.

Sumber : Sritrusta Sukaridhoto

Gambar 3.11 Ilustrasi cara kerja mode Infrastruktur

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

66

a. Karakteristik Jaringan Infrastruktur


Untuk penggunaan jaringan WLAN yang bekerja pada mode infrastruktur
dibutuhkan peralatan tambahan berupa Wireless Access Point (WAP) atau
dikenal dengan istilah lain Access Point (AP). Access point bekerja seperti hub
atau switch pada jaringan kabel, sehingga access point menjadi pusat dari
jaringan WLAN.
b. Kelebihan Jaringan Infrastruktur
Dengan jaringan infrastruktur dapat berbagi koneksi internet dengan setiap
client, layanan ini yang paling banyak dan umum digunakan saat ini.
Komputer pada jaringan LAN dan nirkabel dapat terhubung satu sama lain,
sehingga dapat digunakan untuk memperluas jaringan LAN, khususnya untuk
client yang nomaden atau berpindah-pindah.
Jika jangkauan sinyal nirkabel tidak cukup untuk menjangkau seluruh area
kantor misalnya, maka bisa diperluas menggunakan access point untuk
memperluas coverage area jaringan nirkabel sehingga tidak perlu membuat
jaringan baru.
Pada infrastrutktur jaringan dapat di set up seperti pada jaringan LAN, siapa
saja user yang dapat mengakses dan bagaimana autentifikasi keamanan yang
diberikan.
c. Kekurangan Jaringan Infrastruktur
Dengan menggunakan wireless infrastructure, data rate akan lebih rendah
jika dibandingkan dengan ad-hoc maupun LAN, karena infrastructure mode
tidak point to point sebagaimana pada ad-hoc. Sedangkan jika dibandingkan
dengan LAN, media yang digunakan nirkabel adalah gelombang radio atau
udara sedangkan LAN menggunakan media kabel yang lebih cepat data ratenya.
Untuk menyetel/setup jaringan nirkabel diperlukan pengetahuan dan
kemampuan routing serta manajemen server terutama jika terkoneksi
dengan sambungan internet. Karena untuk menyetel jaringan wireless
infrastructure tidak semudah menyetel jaringan ad-hoc. Bahkan jika untuk

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

67

yang advance dibutuhkan analisis jaringan wireless seperti pemiilhan channel


yang digunakan jika disekitar area tersebut ada jaringan wireless lainnya
untuk memaksimalkan sinyal dan juga transfer data wireless.
Membangun wireless infrastructure membutuhkan perangkat access point
untuk menghubungkan dan manajemen client. Jika dibandingkan dengan adhoc mode tentu jauh lebih mahal karena harus membeli perangkat access
point.

Pemahaman tentang channel sangat penting sebab hal ini berkaitan dengan kapasitas
secara keseluruhan dari WLAN. Channel merupakan sebuah bagian pada pita atau band
frekuensi radio. Ada sejumlah kecil bandwidth yang membawa data saat modulasi
frekuensi radio berada di band sebuah frekuensi. Bagian ini sangat penting agar setiap
frekuensi tidak saling bertumpuk (overlap), sehingga jaringan akan tersusun dalam
urutan data paket tertentu saat dikirimkan. Infrastruktur Wi-Fi IEEE 802.11b pada
dasarnya mempunyai jumlah channel yang sangat terbatas sekali. Pada jaringan yang
sangat padat, tidak semua channel dapat digunakan sekaligus untuk mengurangi
interferensi di infrastruktur. Berikut adalah channel pada frekuensi 2,4 MHz.

Tabel 2.1 Channel frekuensi 2,4 GHz


Channel

Frekuensi (GHz)

2,412

2,417

2,422

2,427

2,432

2,437

2,442

2,447

2,452

10

2,457

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

68

11

2,462

12

2,467

13

2,472

14

2,484

Tidak semua channel dapat digunakan di semua Negara. Di Amerika Utara Amerika Serikat
dan Kanada hanya dapat menggunakan channel 1-11 saja. Di Eropa dapat menggunakan
channel 1-13. Jepang hanya menggunakan channel 14. Oleh karenanya sangat tergantung
pada peraturan masing-masing negara. Untuk Wi-Fi yang berbasis IEEE 802.11b yang
menggunakan modulasi Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), kita akan melihat lebar
spektrum yang digunakan 22 MHz untuk setiap stasiun yang memancar.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

69

dengan menggunakan beberapa AP, misalnya pada topologi EBSS.

A. Jenis-Jenis Perangkat Jaringan Nirkabel


1. Nirkabel Router
Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah
jaringan atau Internet menuju tujuannya. Fungsi utama Router adalah
merutekan paket (informasi). Router secara cerdas dapat mengetahui
kemana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan.
2. Nirkabel Access Point
Perangkat keras yang memungkinkan perangkat wireless lain (seperti laptop,
ponsel) untuk terhubung ke jaringan kabel menggunakan Wi-fi, bluetooh
atau perangkat standar lainnya. Access Point berfungsi sebagai pengatur lalu
lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung
melalui jaringan. Hotspot merupakan salah satu penerapan Wireless Acces
Point yang paling umum
3. Antena Pengarah
Antena ini termasuk jenis antena directional. Antena pengarah bekerja
dengan menambah gain pada arah tertentu, sehingga kekuatan radiasinya
hanya kuat pada arah tertentu saja. Antena pengarah ini cocok untuk
memancarkan radiasi televisi dan radio.
B. Standarisasi IEEE
1. 802.11a
Kecepatan jaringan ini lebih cepat dari standar 802.11 dan standar 802.11b
pada kecepatan transfer sampai 54 Mbps. Kecepatan ini dapat lebih cepat
lagi jika menggunakan teknologi yang tepat.
2. 802.11b
Keuntungan yang biasa didapat dari 802.11b adalah kelengkapan long
rangenya. 802.11b memungkinkan anda mampu mencapai jarak 300 kaki
pada sebagian besar fasilitas indoor.
3. 802.11g
Standar 802.11g pada dasarnya mirip dengan standar 802.11a yaitu
menyediakan jalur komunikasi kecepatan tinggi hingga 54 Mbps. Namun,
frekuensi yang digunakan pada standar ini sama dengan frekuensi yang
digunakan standar 802.11b yaitu frekuensi gelombang 2,4 GHz dan juga
dapat kompatibel dengan standar 802.11b.
4. 802.11n
Standart ini secara teori mampu mentrasferkan kecepatan data hingga 600
Mbps tetapi ketika di uji coba oleh WiFi Alliance yaitu badan yang menguji
standart ini kecepatannya hanya 450Mbps.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

70

C. Bentuk Jaringan Nirkabel


1. Ad Hoc
Definisi ad hoc network adalah desentraliasi dari jaringan wireless,
disebut ad hoc network karena tidak bergantung pada infrastruktur
yang sudah ada, seperti router dalam jaringan kabel ataupun Access
Point pada jaringan nirkabel.
Node-node pada jaringan Ad Hoc tidak hanya berperan sebagai
pengirim dan penerima data, namun dapat berperan sebagai
penunjang node yang lainnya, misalnya mempunyai kemampuan
layaknya router.
2. Infrastruktur
Pada topologi ini semua komputer yang saling terhubung akan
dikontrol ke dalam Access Point.
Untuk penggunaan jaringan WLAN yang bekerja pada mode
infrastruktur dibutuhkan peralatan tambahan berupa Wireless Access
Point (WAP) atau dikenal dengan istilah lain Access Point (AP).
D. Nirkabel Channel
Channel merupakan sebuah bagian pada pita frekuensi radio. Ada
sejumlah kecil bandwidth yang membawa data saat modulasi frekuensi
radio berada di band sebuah frekuensi. Bagian ini sangat penting agar
setiap frekuensi tidak saling bertumpuk (overlap), sehingga jaringan akan
tersusun dalam urutan data paket tertentu saat dikirimkan.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

71

Soal pilihan ganda


1. Access point dapat memancarkan atau mengirim koneksi data/internet melalui ...
a. Ethernet
d. Bluetooth
b. LAN card
e. Infrared
c. Gelombang radio
2. Router memiliki kemampuan routing, yang dimaksud routing adalah ...
a. Router dapat memancarkan gelombang sinyal ke klien.
b. Router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi
(paket) akan dilewatkan.
c. Router dapat mengirimkan paket data kepada klien
d. Router dapat menyeleksi paket informasi mana yang akan diijinkan masuk.
e. Router membuat dapat mengatur lalu lintas paket data
3. Berikut ini yang bukan termasuk dari antena pengarah yaitu ...
a. Antenna yagi
d. Antenna omnidirectional
b. Antenna parabolic
e. Antenna directional
c. Antenna grid
4. Data rate maksimal dari 802.11 b adalah
a. 11 Mbps
b. 20 Mbps
c. 24 Mbps

d. 32 Mbps
e. 54 Mbps

5. Manakah dibawah ini yang memiliki kemampuan data rate paling cepat?
a. 802.11a
d. 802.11g
b. 802.11b
e. 802.11n
c. 802.11c
6. Standar 802.11a dipublikasikan pada tahun ...
a. 1997
b. 1999

c. 2011
d. 2002

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

72

e. 2003
7. Gambar dibawah adalah bentuk mode jaringan ....
a. Infrastruktur
b. WPAN
c. Ad Hoc
d. WLAN
e. Nirkabel

8. Gambar dibawah ini adalah bentuk mode jaringan ...


a.
b.
c.
d.
e.

Infrastruktur
WPAN
Ad Hoc
WLAN
Nirkabel

9. Apakah yang menyebabkan channel frekuensi yang digunakan disetiap negara


berbeda?
a. Kontur wilayah negara tersebut
b. Peraturan yang diterapkan pada negara tersebut
c. Biaya yang digunakan dalam membentuk suatu channel
d. Rating pengguna
e. Kekuatan tiap channel berbeda
10. Mengapa pada jaringan yang sangat padat penggunaan channel tidak bisa digunakan
secara sekaligus?
a. Menghindari interferensi jaringan
b. Menghindari lambatnya transfer data
c. Menghindari penyadapan
d. Menghindari tabrakan antar data
e. Perangkat yang digunakan bisa rusak

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

73

Soal uraian
1.

Jelaskan secara singkat cara kerja Router !


_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

2.

Sebut dan jelaskan cara kerja dari salah satu jenis antenna pengarah !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

3.

Jelaskan perkembangan dari standar jaringan 802.11 !


_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

4.

Jelaskan alur proses kerja dari bentuk jaringan Ad-Hoc dan Infrastruktur !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

5.

Jelaskan secara singkat apa yang dimaksud nirkabel channel !


_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Anda telah mengetahui tentang jaringan Ad-Hoc. Sekarang cobalah


buat tutorial mensetting jaringan ad hoc di komputer kalian masingmasing !

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

74

Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan konsep dan urutan
langkah dalam melalukan perancangan jaringan nirkabel. Maka dari itu patut diperhatikan
saran-saran berikut :
1. Dalam memahami modul ini, pahami urutan langkah dalam melakukan site survey.
2. Setelah itu, pahamilah macam-macam topologi jaringan nirkabel dan kondisi channel
dan pahamilah cara-cara dalam mengatasi interferensi.
3. Kemudian, pahamilah kondisi channel dalam frekuensi gelombang radio.
4. Terakhir, pahamilah cara dalam mengatasi interferensi.
5. Sebagai siswa, kalian dituntut untuk dapat menilai kemampuan sendiri dengan jujur,
untuk itu setelah memahami tema demi tema secara keseluruhan, kerjakan latihanlatihan dengan tes formatif yang terdapat disetiap kegiatan belajar. Untuk melihat
hasilnya, silahkan meminta kunci jawaban tes formatif dari guru. Kalian akan mengetahui
sendiri tingkat penguasaan terhadap materi modul yang telah dipelajari.
6. Lebih lanjut dari itu, kerjakanlah ayo pecahkan masalah. Dengan mengerjakan perintah
yang ada disitu diharapkan kelian dapat memahami konsep, urutan langkah dalam
melakukan perancangan jaringan nirkabel secara terstruktur.
Dengan petunjuk diatas, kalian diharapkan mampu memperoleh pemahaman tentang
konsep, jenis topologi, urutan langkah, dan solusi dalam perancangan jaringan nirkabel
dengan mudah dan cepat, sehingga penguasaan terhadap modul ini akan tercapai.

No
1
2
3
4

Indikator
Dapatkah anda menjelaskan Site Survey?
Dapatkah anda menjelaskan topologi
jaringan nirkabel?
Dapatkah anda menjelaskan konsep kondisi
channel jaringan nirkabel?
Dapatkah anda menjelaskan interferensi?

Ya

Bila jawaban Tidak


Tidak
Pelajari Materi
Pelajari sub Bab A
Pelajari sub Bab B
Pelajari sub Bab C
Pelajari sub Bab D

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

75

Pada saat anda sedang mengakses internet dan melihat di dekat anda terpasang sebuah
access point, apa yang anda pikirkan? Mengapa access point tersebut bisa terpasang disitu?
Hanya asal saja, atau memang sudah direncanakan demikian? Tentunya dalam merancang
koneksi nirkabel, kita tidak bisa asal dalam memasang titik-titik yang akan kita berikan access
point. Oleh karena itu, kita perlu rencana dalam merancang sebuah koneksi nirkabel. Hal ini
bukan tanpa sebab. Jika kita asal dalam merancang koneksi nirkabel, akan terjadi banyak
gangguan seperti interferensi/gangguan, sinyal hilang, dan sebagainya pada saat kita
mengggunakan jaringan tersebut. Oleh karena

Sumber: www.connectworld.net

Gambar 4.1 Contoh rancangan jaringan nirkabel

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

76

Survey lapangan dapat dilakukan dengan mengunjungi tempat (sites) dan melakukan
observasi bahwa lintasan radio yang akan dibangun bebas dari rintangan (line of sight, LOS)
Gangguan potensial terhadap interupsi lintasan radio di masa yang akan datang seperti
pepohonan, perencanaan bangunan atau perumahan perlu juga dipertimbangkan.
Tujuan dari survey lapangan adalah memetakan lokasi tertentu dengan menentukan
penempatan peralatan nirkabel yang disesuaikan dengan sifat, interferensi, serta jangkauan
frekuensi radio agar dapat mengimplementasikan jaringan nirkabel dengan baik. Site survey
merupakan langkah yang sangat penting dalam mengimplementasikan jaringan nirkabel.
Beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam melakukan kegiatan site survey antara lain:

1. Menentukan koordinat Access Point


Cara mudah memulai kegiatan site survey adalah mengambil koordinat area tertentu
yang memerlukan jangkauan access point. Pilih bagian sudut ruangan, lalu pasangkan
sebuah access point. Survey jangkauannya hingga titik terjauh dari access point,
kemudian tandai titik tersebut. Kemudian, pindahkan access point yang semula
disimpan di sudut ruangan ke titik yang telah kita beri tanda sebelumnya. Kegiatan ini
mungkin perlu memindahkan access point beberapa kali supaya dapat menetapkan
lokasi terbaik. Setiap memutuskan lokasi terbaik access point, coba berpindah ke
sudut yang berbeda dan mengulangi proses seperti diatas. Di dalam sebuah ruang
yang sederhana, dapat mengulangi kegiatan di atas hingga empat kali. Jika ingin
pengguna tidak kehilangan sinyal ketika berpindah dari satu sel ke sel lainnya, maka
kita perlu merancang agar antar sel dapat saling membentuk irisan (overlap).

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

77

Sumber: web.norat.com

Gambar 4.2 Menentukan titik koordinat access point


2. Menentukan Pemilihan Channel
Ada 3 channel yang digunakan dalam overlapping. Perbedaan channel ini
dimaksudkan agar tidak terjadi suatu bentuk interferensi yang mungkin terjadi akibat
perpaduan frekuensi yang sama pada suatu wilayah tertentu. Supaya menghasilkan
data rate yang maksimal, kita dapat menggunakan ketiga channel tersebut. Dengan
menggunakan channel yang non-overlapping, maka access point tidak akan saling
berinterferensi satu dengan lainnya.
3. Menentukan Data Rate
Sebaiknya, kita mengetahui data rate minimum yang akan digunakan. Data rate yang
ditetapkan akan mempengaruhi hasil site survey yang kita lakukan. Beberapa hal yang
perlu diperhatikan dalam melakukan kegiatan site survey antara lain:
Proses dilakukan dengan metode trial and error.
Umumnya, pengalaman akan sangat berperan.
Koordinasi antar sesama engineer sangat diperlukan.
Umumnya, solusi site survey lebih dari satu.
4. Memperkirakan Noise
Telepon, pemancar video, bluetooth, alat monitor bayi, dan bahkan microwave ovens
bersaing dengan jaringan data nirkabel untuk penggunaan sangat terbatas 2,4 GHz
band. Sinyal tersebut, serta jaringan nirkabel lokal lainnya, dapat menimbulkan
masalah besar terutama untuk sambungan nirkabel link jarak jauh. Berikut ini adalah
beberapa langkah yang dapat anda gunakan untuk mengurangi penerimaan sinyal
yang tidak diinginkan.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

78

a. Meningkatkan penguatan antena pada kedua sisi dari sambungan point-topoint. Antena tidak hanya untuk menambah penguatan sambungan, tetapi
mereka cenderung meningkat arah penangkapan sinyal dan menolak noise yang
ada sekitar sambungan. Dua parabola dengan penguatan tinggi yang diarahkan
satu sama lain akan menolak noise dari arah yang berada di luar jalur sambungan.
b. Gunakan beberapa antenna sektoral jangan menggunakan omnidirectional.
Dengan menggunakan beberapa antenna sektoral, anda dapat mengurangi noise
yang diterima di titik distribusi. Dengan membedakan kanal yang digunakan pada
setiap sektoral, anda juga dapat meningkatkan bandwidth yang tersedia untuk
klien anda.

Sumber : Sritrusta Sukaridhoto

Gambar 4.3 Omnidirectional vs Antena Sektoral


c. Gunakan channel terbaik yang ada. Ingat bahwa kanal 802.11b/g lebarnya 22
MHz, tetapi hanya dipisahkan oleh 5MHz. Lakukan site survey, dan pilih saluran
yang sedikit sekali gangguannya. Ingat bahwa penggunaan frekuensi nirkabel
dapat berubah sewaktu-waktu karena orang menambahkan perangkat baru
(cordless telepon, jaringan lain, dll). Jika sambungan anda tiba-tiba kesulitan
mengirimkan paket, anda mungkin perlu melakukan sebuah site survey lagi dan
memilih kanal yang lain.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

79

Setelah memahami beberapa item dalam membangun sistem nirkabel, hal yang penting
lainnya adalah masalah topologi jaringan nirkabel yang optimal. Jaringan nirkabel mempunyai
sedikit perbedaan pada tipe topologinya. Langkah selanjutnya adalah memilih topologi yang
akan digunakan pada jaringan nirkabel yang akan dibuat. Pada jaringan nirkabel terdapat 3
macam topologi yaitu IBSS, BSS, dan ESS.
1. Independent Basic Service Sets (IBSS)
IBSS atau Ad-hoc adalah topologi WLAN yang menghubungkan antara beberapa klien
dari nirkabel tanpa menggunakan access point. Beberapa klien nirkabel yang
berkomunikasi dengan model IBSS memiliki beberapa kelemahan. Jika semakin
banyak kliennya maka prosesnya akan menjadi lambat yang disebabkan oleh
keterbatasaan dari perangkat nirkabel client.

Sumber: www.pintarkomputer.com

Gambar 4.4 topologi IBSS


Topologi IBSS mirip dengan model point to point dan juga point to multipoint pada
jaringan kabel LAN namun bedanya tidak adanya sebuah terminal (access point)
seperti halnya switch pada LAN yang berfungsi untuk membuat perangkat-perangkat
nirkabel klien saling terhubung. Kelemahan lain adalah karena tidak adanya access
point maka nirkabel client tidak bisa mengatur prioritas dari perangkat mana yang
harus didahulukan. Hal ini menyebabkan tabrakan atau collusion yang tentu dapat
membuat komunikasi jadi lambat.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

80

2. Basic Service Sets (BSS)


BSS adalah kumpulan dari perangkat nirkabel yang terhubung satu sama lain dengan
perantaraan sebuah perangkat access point. Perangkat access point berfungsi sebagai
terminal pusat, semua klien nirkabel harus terhubung dahulu dengan access point
sebelum berkomunikasi dengan klien yang lain. Pada klien WLAN harus beroperasi
menggunakan mode Infrastructure Basic Service Set, jika tidak maka tidak bisa
berkomunikasi dengan access point. BSS lebih bagus dari topologi IBSS.

Sumber: www.pintarkomputer.com

Gambar 4.5 topologi BSS


3. Extended Service Sets (ESS)
Extended Service Sets (ESS) adalah kumpulan dari beberapa topologi BSS. Pada
topologi ESS terdapat lebih dari satu access point (AP), access point - access point
dalam topologi ESS terhubung satu sama lain melalui port uplink. Alasan utama
dipakainya model topologi ini adalah untuk memperluas daya jangkau AP dan juga
karena meningkatnya beban yang mesti dilayani oleh satu AP.

Sumber: www.pintarkomputer.com

Gambar 4.6 topologi ESS

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

81

User dapat melakukan roaming ke sel yang lain dengan cukup mudah tanpa
kehilangan sinyal. Extended service set (ESS) memperkenalkan kemungkinan
melakukan forwarding dari sebuah sel radio ke sel yang lain melalui jaringan kabel.
Kombinasi access point dengan jaringan kabel akan membentuk Distribution System
(DS)

Dari penjelasan topologi nirkabel diatas, bisakah kamu


memberikan contoh dimana penerapan topologi nirkabel
dalam kehidupan kita sehari-hari?

Pada sub bab ini akan dibahas frekuensi 2,4 GHz yang merupakan frekuensi yang paling
banyak digunakan oleh perangkat-perangat nirkabel saat ini. Sebenarnya frekuensi 2,4 GHz
masih dibagi lagi menjadi beberapa frekuensi yang lebih spesifik. Frekuensi 2,4 GHz dibagi
lagi menjadi beberapa channel, yang menentukan satuan terkecil dari frekuensi 2,4 GHz tadi.
Jika diperhatikan, antara satu channel dengan channel lainnya terpisah 0,005 GHz, kecuali
antara channel 13 dan channel 14 yang terpisah 0,014 GHz. Setiap channel memiliki
rentang channel sebesar 22 MHz atau 0,022 GHz. Ini mengakibatkan sinyal dari sebuah
channel masih akan dirasakan oleh channel lain yang bertetangga. Misalnya sinyal pada
channel 1 masih akan terasa di channel 2, 3, 4 dan 5. Karena rentang frekuensi yang saling
overlapping (menutupi) maka penggunaan channel yang berdekatan akan mengakibatkan
gangguan interferensi. Hal ini mirip yang terjadi pada pemancar Radio FM, suatu frekuensi
station radio tidak boleh berdekatan dengan frekuensi station radio lain, karena siaran radio
mereka akan saling mengganggu jika frekuensi yang mereka gunakan berdekatan. Secara
lengkap gambaran interferensi yang akan terjadi antar channel dapat dilihat pada gambar
berikut:

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

82

Sumber: www.pintarkomputer.com

Gambar 4.7 Interferensi pada Tiap Channel


Berdasarkan gambar di atas, kita bisa melihat bahwa interferensi channel akan terhindar jika
kita menggunakan aturan +5 atau -5 dengan frekuensi yang sudah digunakan. Sebagai
contoh, channel 6 tidak akan overlapping dengan channel 1 atau channel 11.
Contoh penerapan aturan +5 atau -5 ini misalnya pada saat kita akan mengkonfigurasikan
sebuah access point, ternyata disekitar kita sudah ada access point milik orang lain. Sebelum
menentukan channel yang akan kita gunakan di access point kita, cari tahu terlebih dahulu
channel yang digunakan oleh access point tetangga kita. Pengguna bisa menggunakan
aplikasi netstumbler untuk mesin Windows ataupun Airodumping untuk mesin Linux. Jika
ternyata tetangga kita menggunakan channel 8 pada access point-nya, maka channel yang
dapat digunakan pada access point adalah channel 3 atau channel 13.

Media yang digunakan dalam pertukaran data pada jaringan nirkabel berbeda dengan yang
ada pada jaringan kabel. Pada jaringan nirkabel media yang digunakan adalah gelombang
radio dengan menggunakan frekuensi radio tertentu, dengan media pertukaran data yang
berupa gelombang radio ini tentu kita tidak dapat sepenuhnya mengontrol sebagaimana
pada kabel. Interferensi atau gangguan yang ada pada nirkabel lebih banyak karena
menggunakan media publik yang dapat digunakan oleh siapa saja.
1. Teknik Mengatasi Interferensi
Pada operasional infrastruktur WI-Fi di outdoor, salah satu tantangan yang cepat atau
lambat tapi pasti akan kita hadapi access point bersama adalah berkurangnya
throughput, karena tingginya interferensi dan noise. Sinyal yang kuat tidak cukup
menjamin reliabilitas pada sebuah penerima wireless broadband. Sinyal level harus
secara konsisten jauh lebih besar dari pada noise yang diterima di penerima. Dengan

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

83

kata lain, perbandingan antara sinyal kepada noise, Signal To Noise Ratio (SNR) harus
setinggi mungkin. Untuk memperoleh SNR yang tinggi, ada dua kondisi yang harus penuhi
sekaligus yaitu:
a. Sinyal yang diterima oleh pesawat penerima harus lebih tinggi dari sensifitas
penerima.
b. Level noise di input penerima harus lebih rendah dari sinyal yang masuk. Noise
didefinisikan sebagai segala sesuatu yang bukan sinyal yang kita inginkan.

Gambar 4.8 Ilustrasi interferensi sinyal

2. Memaksimalkan Level Sinyal yang Diterima


Kita sebenarnya mempunyai kemampuan mengontrol secara langsung proses untuk
memaksimalkan sinyal yang diterima. Beberapa prosedur standar yang biasa digunakan
adalah :
a. Link Budget - daya pancar yang cukup, sensifitas penerima, dan penguatan antena yang
cukup untuk mengatasi loss di kabel coax dan free space.
b. Line Of Sight - jalur LOS harus tanpa hambatan/penghalang dari ujung ke ujung.
c. Fresnel Zone - harus cukup daerah yang bebas tidak ada halangan.
d. Installation - pastikan antena dipasang dengan aman dan benar, arah yang benar,
konektor yang diisolasi tahan air, menggunakan konektor dan coax yang baik.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

84

3. Meminimalisasi Interferensi Dan Noise


Kita biasanya tidak punya kemampuan mengatur/mengontrol sumber noise atau
interferensi. Beberapa sumber noise adalah :
a. Natural noise noise dari atmosfir dan galaksi.
b. Manmade noise sinyal RF yang diambil dari antena. Termasuk oven microwave,
telepon cordless dan indoor WI-FI serta beberapa peralatan medical/kedokteran.
c. Receiver noise noise yang dihasilkan oleh rangkaian internal penerima.
d. Interferensi jaringan lain interferensi yang disebabkan oleh jaringan nirkabel lain
yang bekerja pada band yang sama.
e. Interferensi jaringan kita sendiri terjadi jika kita menggunakan frekuensi yang sama
lebih dari satu kali, menggunakan channel yang tidak mempunyai cukup
jarak/spasi antar channel atau menggunakan urusan frekuensi hopping yang tidak
benar.
f. Interferensi dari sinyal out of band disebabkan oleh sinyal yang kuat di luar
frekuensi band yang kita gunakan, misalnya, pemancar AM, FM atau TV, pager.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

85

Site Survey
Site Survey RF merupakan proses yang dilakukan oleh surveyor. Tujuannya
adalah memetakan lokasi tertentu dengan menentukan penempatan
peralatan nirkabel yang disesuaikan dengan sifat, interferensi, serta jangkauan
(coverage) frekuensi radio agar dapat mengimplementasikan jaringan nirkabel
dengan baik.

Topologi Jaringan Nirkabel


Pada jaringan nirkabel terdapat 3 macam topologi yaitu:
1. Independent Basic Service Sets (IBSS)
2. Basic Service Sets (BSS)
3. Extended Service Sets (ESS)

Kondisi Channel
Perangkat WLAN bekerja dengan gelombang elektromagnetik, sehingga
perangkat ini akan beroperasi pada frekuensi tertentu. Karena akan digunakan
oleh pengguna secara luas, maka frekuensi yang dipilih adalah frekuensi yang
sudah digratiskan yaitu frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz.

Interferensi
Untuk mengatasi interferensi pada frekuensi ada beberapa cara yang dapat
dilakukan yaitu:
1. Memaksimalkan Level Sinyal yang Diterima
2. Meminimalisasi Interferensi Dan Noise
3. Strategi Mengalahkan Interferensi

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

86

Pilihan Ganda
1. Dalam kegiatan penentuan lokasi-lokasi AP, jika pengguna tidak ingin kehilangan
sinyal ketika berpindah dari satu cell ke cell lain, maka
a. Menggunakan topologi IBSS
b. Perlu menyediakan antena tambahan
c. Perlu merancang agar antar cell dapat saling membentuk irisan (overlap)
d. Menggunakan teknologi bridge pada metode jaringan kabel
e. Perlu menambahkan repeater
2. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan kegiatan site survey, kecuali

a. Anggaran yang tersedia untuk melaksanakan sebuah proyek


b. Proses dilakukan dengan metode trial dan error
c. Pengalaman yang sangat berperan
d. Koordinasi sesama engineer
e. Solusi survey site lebih dari satu
3. Topologi yang mengharuskan untuk memiliki 1 AP yang bertindak sebagai base station
adalah
a. BSS
d. Star
b. IBSS
e. Mesh
c. ESS
4. Alasan dipakainya topologi ESS adalah untuk ...
a. Menghindari interferensi dari jaringan lain
b. Memperluas daya jangkau access point
c. Memperluas daya jangkau router
d. Menghindari propagasi
e. Mengamankan jaringan dari serangan aktif

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

87

5. Alasan pengguna perangkat WLAN bekerja dengan menggunakan gelombang


elektromagnetik, karena
a. Dapat bekerja pada semua frekuensi
b. Dapat bekerja pada frekuensi tertentu
c. Mudah dioperasikan
d. Jarang terdapat kesalahan dengan menggunakan gelombang elektromagnetik
e. Dapat menggunakan channel dalam overlapping
6. Dalam menentukan channel pada access point, kita harus mengetahui lebih dulu
channel yang telah digunakan oleh access point tetangga kita dengan menggunakan
...
a. Netstumbler
d. Pointing antenna
b. Router
e. Site survey
c. Attenuator
7. Channel yang dipasang tidak akan mengalami overlapping jika menggunakan aturan
...
a. Site survey
d. Manual book AP
b. Pointing antenna
e. BSS
c. Aturan +5
8. Dari pembagian channel frekuensi 2,4 GHz, Berapakah frekuensi pada channel 10 ?
a. 2,457 GHz
d. 2,442 GHz
b. 2,452 GHz
e. 2,437 GHz
c. 2,447 GHz
9. Untuk memperoleh SNR yang tinggi kondisi yang harus dipenuhi yaitu ...
a. Level noise di input penerima harus lebih rendah dari sinyal yang masuk
b. Penguatan antena yang cukup untuk mengatasi loss di kabel coax dan free space
c. Jalur LOS harus tanpa hambatan/penghalang dari ujung ke ujung.
d. Pastikan antena dipasang dengan aman dan benar
e. Harus cukup daerah yang bebas tidak ada halangan
10. Beberapa sumber noise adalah, kecuali ...
a. Natural Noise
b. Manmade Noise
c. Receiver Noise

d. Interferensi
e. LOS

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

88

Soal Uraian
1. Sebutkan hal yang perlu dipersiapkan dalam kegiatan site survey !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
2. Sebutkan informasi yang ada pada dokumen site survey !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
3. Jelaskan secara singkat kegiatan yang berkaitan dengan site survey !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
4. Jelaskan topologi yang ada pada jaringan nirkabel !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
5. Sebutkan pembagian channel yang ada pada frekuensi 2.4 GHz !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Buatlah contoh perencanaan jaringan nirkabel pada suatu instansi


atau perusahaan dengan menggunakan Site Survey!

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

89

Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat menyajikan apa saja perangkat
yang dibutuhkan dalam melalukan pemasangan jaringan nirkabel. Maka dari itu patut
diperhatikan saran-saran berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

8.

Dalam memahami modul ini, pahami urutan bab.


Setelah itu, pahamilah macam-macam jenis antena.
Kemudian, pahamilah sistem pengkabelan antena.
Sebelum mempelajari konektor antena, sebutkan jenis-jenis kabel yang kalian
ketahui yang ada di lingkungan sekitar kepada guru kalian.
Kemudian, pelajari macam-macam jenis konektor.
Terakhir, pahamilah cara dalam pointing antena.
Sebagai siswa, kalian dituntut untuk dapat menilai kemampuan sendiri dengan
jujur, untuk itu setelah memahami tema demi tema secara keseluruhan, kerjakan
latihan-latihan dengan tes formatif yang terdapat disetiap kegiatan belajar. Untuk
melihat hasilnya, silahkan meminta kunci jawaban tes formatif dari guru. Kalian
akan mengetahui sendiri tingkat penguasaan terhadap materi modul yang telah
dipelajari.
Lebih lanjut dari itu, kerjakanlah ayo pecahkan masalah. Dengan mengerjakan
perintah yang ada disitu diharapkan kelian dapat memahami konsep, urutan
langkah dalam melakukan perancangan jaringan nirkabel secara terstruktur.

Dengan petunjuk diatas, kalian diharapkan mampu memperoleh pemahaman tentang


konsep, sistem pengkabelan, jenis konektor, dan pengarahan antena dalam pemasangan
perangkat jaringan nirkabel dengan mudah dan cepat, sehingga penguasaan terhadap
modul ini akan tercapai.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

90

No
1
2

Indikator
Dapatkah anda menjelaskan jenis-jenis antena ?
Dapatkah anda mennjelaskan konsep antena ?

Dapatkah anda menjelaskan pointing antena

Ya

Tidak

Bila jawaban Tidak


Pelajari Materi
sub bab A
sub bab B
Pelajari sub Bab C

Dikehidupan sehari-hari kita tentunya sering melihat antena yang terpasang di atap rumah
dan kabel yang menghubungkan perangkat elektronik kita. Pernahkah kita mencari tahu
sistem kerja bagaimana antena bisa menangkap sinyal? Apa saja yang mencakup pemasangan
antenna? Bagaimana cara pemasangan atau fungsi kabel yang menghubungkan agar suatu
informasi dapat tersampaikan? Pada bab ini kita akan membahas pertanyaan-pertanyaan
diatas tentang pemasangan perangkat jaringan nirkabel.

Sumber: www.elutions.net

Gambar 5.1 Ilustrasi pemasangan perangkat jaringan nirkabel

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

91

Antena merupakan suatu alat yang digunakan untuk merubah sinyal frekuensi yang tinggi
dalam suatu saluran transmisi (kabel atau waveguide) ke dalam gelombang propagasi di
udara. Berikut ini adalah kategori umum dari antena :

Omni-directional
Semi-directional
Highly-directional

1. Antena omni-directional (Dipole)


Yaitu jenis antena yang memiliki pola pancaran sinyal kesegala arah dengan daya yang
sama. Untuk menghasilkan cakupan area yang luas, gain dari antena omni directional
harus memfokuskan dayanya secara horizontal (mendatar), dengan mengabaikan
pola pemancaran ke atas dan kebawah, sehingga antena dapat diletakkan ditengahtengah base station. Dengan demikian keuntungan dari antena jenis ini adalah dapat
melayani jumlah pengguna yang lebih banyak. Namun, kesulitannya adalah pada
pengalokasian frekuensi untuk setiap sel agar tidak terjadi interferensi

Gambar 5.2 Antena Dipole


Radiasi dari antena dipole sama-sama dalam semua arah di setiap sumbu axis-nya,
tetapi radiasinya tidak terlalu panjang dari kawatnya sendiri. Gambar bagian samping
dari radiator antena dipole seperti gelombang radiasi pada gambar 5.2. Gambar ini

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

92

juga mengilustrasikan bentuk antena dipole gambar 5.3 dalam bentuk-bentuk


radiasinya jika digambarkan dari samping seperti antena yang tegak lurus.

Sumber : Sritrusta Sukaridhoto

Gambar 5.3 Gambar Samping Antena Dipole

Sumber : Sritrusta Sukaridhoto

Gambar 5.4 Cakupan area dengan penguatan terbesar antena omni-directional


Antena omni-directional umumnya digunakan untuk desain point-to-multipoint
dengan menggunakan topologi star (Lihat gambar 5.5).

Sumber : Sritrusta Sukaridhoto

Gambar 5.5 Hubungan Point-to-multipoint

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

93

2. Antena semi-directional
Antena Semi Directional terdiri dari bermacam-macam bentuk dan jenis. Beberapa
tipe antena Semi Directional yang sering digunakan bersama wireless LAN adalah
antena Patch, Panel dan Yagi. Pada Gambar 2.6 menunjukkan contoh antena Semi
Directional.

Sumber: Sritrusta Sukaridhoto

Gambar 5.6 Contoh antena Semi-Directional


Antena Semi directional sering memancarkan dalam bentuk hemispherical atau pola
lingkup silinder seperti yang diperlihatkan pada Gambar 5.7.

Sumber: Sritrusta Sukaridhoto

Gambar 5.7 Pola radiasi antena Semi Directional


Selanjutnya pada Gambar 5.8 menggambarkan hubungan antara dua bangunan yang
menggunakan antena semi directional.

Sumber: Sritrusta Sukaridhoto

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

94

Gambar 5.8 Hubungan point-to-point menggunakan antena semi-directional


3. Antena Highly-directional
Antena highly directional memiliki daerah pancaran sinyal yang terbatas dari tipe
antena apapun dan mempunyai gain yang besar dari ketiga group antena tetapi
antena jenis ini mempunyai beamwidth yang sangat terbatas dan harus ditujukan
secara akurat satu sama lain. Pada Gambar 5.8 menunjukkan bentuk pola radiasi
antena highly directional.

Sumber: Sritrusta Sukaridhoto

Gambar 5.9 Pola radiasi antena Highly Directional


Antena highly directional secara khusus berbentuk cekung atau berbentuk piringan
satelit. Contoh dari antena highly directional, yakni antena parabolic dan antena grid,
seperti yang diperlihatkan pada Gambar 2.9. Antena jenis ini cocok untuk jarak jauh
dan untuk hubungan wireless point-to-point dan memancarkan pada jarak hingga 25
mil (42km)

Gambar 5.10 Contoh Antena Highly Directional

Dalam menghubungkan jaringan disebuah instansi yang


terdapat banyak gedung, antena apakah yang efektif digunakan
untuk menangkap sinyal wireless LAN antar gedung? Jelaskan
alasannya

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

95

1. Untuk dapat menentukan antena yang cocok, kita harus memahami konsep yang terkait
dengan antena.
a. Polarisasi
Polarisasi atau Peng-kutuban adalah orientasi fisik dari antena pada posisi
horizontal dan vertical. Bagian electric paralle dengan element pancaran elemen
antena merupakan bagian logam dari antena yang melakukan pekerjaan
memancar. Jadi, bila antena-nya vertical, maka kutubnya vertical.

Kutub horizontal bagian electric parallel dengan tanah


Kutub vertical bagian electric vertical dengan tanah.

Untuk mentransfer daya maksimum antara antena pemancar dan antena


penerima, kedua antena harus mempunyai orientasi ruang yang sama, pengertian
polarisasi yang sama, maupun rasio aksial yang sama. Kalau antena tidak
diluruskan atau tidak mempunyai polarisasi sama, akan ada penurunan di
pemindahan energi antara kedua antena. Penurunan dalam pemindahan energi
ini akan mengurangi efisiensi sistem dan kinerja keseluruhan. Ketika antena
pemancar dan penerima secara linear terpolarisasi, ketidak cocokkan fisik
antena akan menghasilkan kehilangan ketidakseimbangan polarisasi.

Sumber: Sritrusta Sukaridhoto

Gambar 5.11 Ilustrasi Polarisasi

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

96

Gambar 5.12 Polarisasi


Horizontal

Gambar 5.13 Polarisasi Vertical

b. Gain
Antena merupakan sebuah perangkat pasif. Dengan bentuk fisik yang sesuai,
antena dapat mempengaruhi faktor penguatan. Penguatan antena dihasilkan
dari pemusatan pancaran sinyal radio frekuensi. Antena gain ditetapkan dalam
satuan dBi, yang berarti decibel direferensi ke sebuah radiator isotropic. Radiator
isotropic merupakan sebuah lingkaran yang memancarkan kekuatan yang sama ke
semua arah secara simultan. Antena tidak bersifat menguatkan, tetapi bertugas
membentuk daerah radiasi untuk memperpanjang atau memperpendek jarak
penyebaran gelombang yang berjalan. Penguatan antena yang lebih tinggi akan
menyebabkan gelombang dapat disebarkan lebih jauh.
c. Beamwidth
Beamwidth antena biasanya dipahami sebagai lebar beam saat daya setengah.
Puncak intensitas radiasi ditemukan dan lalu ujung kedua puncak yang
melambangkan setengah daya intensitas puncak ditemukan. Jarak bersiku di
antara ke dua ujung daya setengah di definisikan sebagai beamwidth. Setengah
daya yang diekspresikan dalam decible adalah -3dB, sehingga beamwidth
setengah daya kadang-kadang dirujuk sebagai beamwidth 3dB. Beamwidth
horisontal maupun vertikal biasanya dipertimbangkan. Dengan asumsi bahwa
sebagian besar daya yang dipancarkan tidak dibagi-bagi ke dalam sidelobe, gain
kedepan akan berbanding terbalik dengan beamwidth. Pada saat beamwidth
berkurang, gain ke depan bertambah.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

97

Tabel 5.14 Beamwidth di tiap tipe antena

Sumber : Sritrusta Sukaridhoto

d. Propagasi
Propagasi gelombang radio dapat diartikan sebagai proses perambatan
gelombang radio dari pemancar ke penerima. Transmisi sinyal dengan media nonkawat memerlukan antena untuk meradiasikan sinyal radio ke udara bebas dalam
bentuk gelombang elektromagnetik (em). Gelombang ini akan merambat melalui
udara bebas menuju antena penerima dengan mengalami peredaman sepanjang
lintasannya, sehingga ketika sampai di antena penerima, energi sinyal sudah
sangat lemah.
Gelombang (em) dalam perambatannya menuju antena penerima dapat melalui
berbagai macam lintasan. Jenis lintasan yang diambil tergantung dari frekuensi
sinyal, kondisi atmosfir dan waktu transmisi. Ada 3 jenis lintasan dasar yang dapat
dilalui, yakni melalui permukaan tanah (gelombang tanah), melalui pantulan dari
lapisan ionosfir di langit (gelombang langit), dan perambatan langsung dari antena
pemancar ke antena penerima tanpa ada pemantulan (gelombang langsung).

Propagasi gelombang tanah


Gelombang tanah merambat dekat permukaan tanah dan mengikuti
lengkungan bumi, sehingga dapat menempuh jarak melampaui horizon.
Perambatan melalui lintasan ini sangat kuat pada daerah frekuensi 30 kHz
3 MHz. Di atas frekuensi tersebut permukaan bumi akan meredam sinyal
radio, karena benda-benda di bumi menjadi satu ukuran dengan panjang
gelombang sinyal.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

98

Sumber: Sritrusta Sukaridhoto

Gambar 5.15 Propagasi Gelombang Tanah

Propagasi gelombang udara


Gelombang tanah merambat dekat permukaan tanah dan mengikuti
lengkungan bumi, sehingga dapat menempuh jarak melampaui horizon.
Perambatan melalui lintasan ini sangat kuat pada daerah frekuensi 30 kHz
3 MHz. Di atas frekuensi tersebut permukaan bumi akan meredam sinyal
radio, karena benda-benda di bumi menjadi satu ukuran dengan panjang
gelombang sinyal.

Sumber: Sritrusta Sukaridhoto

Gambar 5.16 Propagasi Gelombang udara

Line of Sight
Komunikasi LOS paling banyak digunakan pada transmisi sinyal radio di atas
30 MHz yakni pada daerah VHF, UHF, dan microwave. Pemancar FM dan
TV, menggunakan propagasi ini. Untuk mengatasi jarak jangkau yang
pendek, digunakan repeater, yang terdiri dari receiver dengan sensitivitas
tinggi, transmitter dengan daya tinggi, dan antena yang diletakkan di lokasi
yang tinggi.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

99

Sumber: Sritrusta Sukaridhoto

Gambar 5.17 Gambar Propagasi Line of Sight


2. Aksesori Antena
a. RF Connector
RF konektor adalah spesifikasi tipe dari device koneksi yang digunakan untuk
mengkoneksikan kabel ke evice atau device ke device. Secara umum konektor N,
F, SMA, BNC, & TNC (atau derivatives) digunakan untuk RF konektor dalam
wireless LAN. Ada beberapa tipe konektor yang digunakan untuk instalasi WLAN,
yaitu:
N-Female biasanya digunakan pada sisi antena atau anti petir.

Sumber: amazon.com

Gambar 5.18 Konektor N-Female

N-male sambungan di kabel coax yang akan menghubungkan ke antena

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

100

Sumber: amazon.com

Gambar 5.19 Konektor N-Male


Konektor SMA male right hand polarization biasanya dihubungkan ke kabel
coax kecil (pig tail) untuk dihubungkan ke konektor pada card WLAN.

Sumber: amazon.com

Gambar 5.20 Konektor SMA-Male


Konektor SMA-female right hand polarization biasanya terpasang pada card
WLAN.

Sumber: amazon.com

Gambar 5.21 Konektor SMA Female


Untuk menyambungkan card WLAN yang terpasang konektor SMA untuk coax
kecil, ke kabel coax LMR atau Heliax yang diameter-nya lebih besar. Biasanya
dibuatkan kabel penghubung dengan konektor yang berbeda (N & SMA). Kabel
ini di kenal sebagai pig tail.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

101

Sumber: amazon.com

Gambar 5.22 Kabel Pig Tail


b.

RF Cable
Dibawah ini ada beberapa kriteria yang harus di pertimbangkan dalam memilih
kabel yang cocok untuk jaringan wireless anda.
Panjang pendek kabel yang dibutuhkan.
Rencanakan untuk membeli kabel yang pre-cut length dengan konektor preinstalled. Meminimalkan kemungkinan terburuk antara konektor dan kabel.
Carilah kabel lowest loss yang tersedia pada keterangan range harga. Tabel 5.2
mengilustrasikan loss yang dikenali dengan menambahkan kabel pada
wireless LAN.
Belilah kabel yang mempunyai impedansi yang sama dengan semua
komponen wireless LAN anda.
Respon frekuensi dari kabel, seharusnya di pertimbangkan sebagai factor
pengambilan keputusan yang sangat utama dalam pembelian. Dengan 2.4
GHz wireless LAN, kabel yang dihitung setidaknya 2.5 GHz. Dengan 5 GHz
wireless LAN, kabel yang dihitung setidaknya 6 GHz.
Tabel 5.2 Rating peredam kabel coaxial

Sumber: Sritrusta Sukaridhoto

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

102

c.

RF Amplifier
Sebuah RF Amplifier akan digunakan untuk amplify atau menaikkan amplitude
dari sebuah sinyal RF. Sebuah amplifier akan digunakan ketika mengganti
kerugian untuk loss yang terjadi oleh sinyal RF, meskipun kaitan jarak antara
antena atau panjang dari kabel dari peralatan infrastruktur wireless ke antena itu
sendiri.
RF amplifier dibagi menjadi 2 tipe yaitu unidirectional dan bi-directional.
Unidirectional amplifier compensate untuk sinyal loss incurred over long kabel RF
dengan menaikkan level dari sinyal sebelum akan di-inject ke dalam antena
transmitting. Amplifier bidirectional menaikkan sensitifitas secara efektif dari
receiving antena dengan mengeraskan sinyal yang diterima sebelum diberikan ke
access point, bridge, atau client device. Amplifier bidirectional seharusnya
diletakkan sedekat mungkin dengan antena sehingga akan memungkinkan
penggantian kerugian secara efektif untuk kabel yang loss antara antena dan
receiver (access-pint atau bridge) untuk penerimaan sinyal. Kebanyakan amplifier
digunakan dengan wireless LAN yang bi-directional.

Sumber: wireless.udata.com

Gambar 5.23 RF Amplifier

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

103

d.

RF Attenuator (Peredam RF)


RF Attenuator adalah peralatan yang menyebabkan loss (dalam dB) dapat diukur
secara teliti dalam sebuah sinyal RF. Sementara sebuah amplifier akan menaikkan
sinyal RF, maka sebuah attenuator akan mengurangi hal itu. RF attenuator
tersedia untuk fixed-loss atau variabel loss. Seperti variabel amplifier, variabel
attenuator mengijinkan administrator untuk mengkonfigurasi banyaknya loss
yang disebabkan dalam sinyal RF dengan tepat. Gambar 5.24 menampilkan
sebuah contoh dari fixed-loss RF attenuator dengan konektor BNC (kiri) dan
konektor SMA (kanan). Gambar 5.24 menampilkan contoh dari RF step
attenuator.

Sumber: wireless.udata.com

Gambar 5.24 fixed-loss RF attenuator


e.

Gambar 5.25 RF Step Attenuator

Lighting Protector (Penangkal petir)


Sebuah lighting arrestor digunakan untuk melangsir arus transient ke dalam tanah
yang disebabkan karena petir. Lighting arrestor digunakan untuk melindungi
hardware wireless-LAN anda seperti access-point, bridges, dan kelompok dari
bridge yang tercantum ke line transmisi Lighting arrestor dapat melangsir
gelombang secara tidak langsung dari 5000 Amperes hingga 50 volts. Fungsi dari
lighting arrestor (tergantung tipenya) adalah sebagai berikut :
Petir menyambar object yang dekat.
Arus transient yang di induksikan ke dalam antena atau Line transmisi coaxial.
Lighting arrestor mengenali arus ini dan secara cepat mengurai udara secara
internal untuk menyebabkan hubungan pendek secara langsung ke tanah.
Gambar 5.26 menunjukkan beberapa tipe dari lighting arrestor. Pertama pada
sebelah kanan, melangsir arus transient ke tanah dengan karakteristik fisik dari
lighting arrestor itu sendiri selama mengijinkan sinyal RF yang cocok untuk
melewatkannya.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

104

Sumber: wireless.udata.com

Gambar 5.26 Lighting Arrestor


f.

RF Splitter
RF Splitter adalah peralatan yang mempunyai konektor single input dan konektor
multiple output. RF splitter digunakan untuk tujuan membagi sinyal single menjadi
sinyal RF multiple independen. Splitter dapat digunakan untuk menyimpan track
dari power output dalam link wireless-LAN. Dengan menyertakan power meter ke
salah satu output dari splitter dan RF antena pada salah satu sisinya, maka seorang
administrator dapat memonitor secara aktif output setiap saat.

Sumber: wireless.udata.com

Gambar 5.27 Splitter

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

105

Pointing adalah proses pengarahan antena stasiun bumi menuju posisi satelit sehingga
didapat sinyal yang maksimum. Untuk dapat melakukan pointing maka perlu adanya
pengaturan sudut azimuth dan elevasi, sudut azimuth adalah sudut yang menghasilkan
dengan memutar sebuah sumbu yang tegak lurus dengan bidang horizontal searah putaran
jarum jam , dengan titik utara sejati sebagai titik referensi (nol perhitungan). Sedangkan sudut
elevasi sudut yang dihasilkan dengan memutar sebuah sumbu sejajar dengan bidang
horizontal, dengan bidang horizontal sebagai titik fererensi (nol perhitungan).

Sumber: Wikipedia

Gambar 5.28 Sudut azimuth

Sumber: Wikipedia

Gambar 5.29 Sudut Elevasi

Diperlukan kecermatan pada saat melakukan pengarahan antena (pointing). Para teknisi
pointing pada umumnya memiliki bakat berupa insting yang tajam untuk menentukan arah
antena. Alat bantu seperti kompas dan GPS atau software RMW, hanya berfungsi sebagai
petunjuk awal. Berikut adalah urutan langkah dalam proses pointing antena.
1. Untuk keperluan pointing umumnya antena dipasang dengan polarisasi
horizontal.
2. Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS (kompas secara
umum lebih akurat GPS lebih banyak digunakan untuk menentukan koordinat
lokasi untuk dipetakan di dalam perhitungan link budget di software RMW), arah
ini kita anggap titik tengah arah (center beam)

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

106

3. Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu
per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi spesifikasi beam
width antena untuk setiap sisi. Misalnya antena 24 db, biasanya memiliki beam
width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center
beam adalah 6 derajat.
4. Beri tanda pada setiap perubahan
arah
dan
tentukan
skornya,
penentuan arah terbaik dilakukan
dengan cara mencari nilai average
yang terbaik. Parameter utama yang
harus diperhatikan adalah signal
strenght, noise dan stabilitas link yang
bisa
dicek
misalnya
dengan
continuous ping dengan beban packet
tertentu.
Sumber: Wikipedia

Gambar 5.30 Proses pointing antenna


5. Karena kebanyakan perangkat radio Wireless AP/CPE tidak memiliki utility grafis
untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb. (kecuali statistik dan PER)
melalui console maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio
standar 802.11b/g yang memiliki utility grafis (saat ini sudah jarang karena pada
umumnya interface yang tersedia berbasis web, kecuali Mikrotik)
6. Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino
meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan
kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi serta
hasil pemetaan pada perhitungan link budget di software RMW
7. Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila
diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke
vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi,
syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di
kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena
juga harus dibalik menjadi vertical)

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

107

A. Macam-macam Antena
1. Omni-directional
Antena omni-directional umumnya digunakan untuk desain point-to-multipoint
dengan menggunakan topologi star. Sinyal dari suatu antena omni-directional
radiasinya 360 derajat. Penguatan tertinggi, terlihat saat tekanan berada di
puncak bagian donat.
2. Semi-directional
Antena semi directional terdiri dari bermacam-macam bentuk dan jenis.
Beberapa tipe antena semi directional yang sering digunakan bersama wireless
LAN adalah antena patch, panel. Antena semi directional sering memancarkan
dalam bentuk hemispherical atau pola lingkup silinder.
3. Highly-directional
Antena highly directional memiliki daerah pancaran sinyal yang terbatas dari
tipe antena apapun dan mempunyai gain yang besar dari ketiga group antena
tetapi antena jenis ini mempunyai beamwidth yang sangat terbatas dan harus
ditujukan secara akurat satu sama lain.
B. Konektor dan Konsep Antena
1. Konsep Antena
Untuk dapat menentukan antena yang cocok, kita harus memahami konsep
yang terkait dengan antena. Ada beberapa konsep yang terkait dengan antena
antara lain: Polarisasi, Gain, Beamwidth, dan Propagasi
2. Aksesori antena
Pada antena terdapat aksesori yang merupakan komponen yang menyusunnya.
Aksesori tersebut antara lain: RF Connector, RF Cable, RF Attenuator, RF
Amplifier, Lighting Protector, RF Splitter.
C. Pointing Antena
Pointing adalah proses pengarahan antena stasiun bumi menuju posisi satelit
sehingga didapat sinyal yang maksimum. Untuk dapat melakukan pointing maka
perlu adanya pengaturan sudut azimuth dan elevasi.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

108

Soal Pilihan Ganda


1. Gambar
dibawah ini merupakan bentuk radiasi dari antena ...
EVALUASI
a. Antena Omni-Directional
b. Antena Semi-Directional
c. Antena Highly Directional
d. Antena Yagi
e. Antena Grid

2. Yang termasuk salah satu contoh dari antena Semi-Directional adalah ...
a. Antena Parabolic
d. Antena Isotropic
b. Antena Grid
e. Satelit
c. Antena Yagi
3. Antena Highly-Directional cocok untuk koneksi dengan jarak pancaran sinyal ...
a. 80 km
d. 50 km
b. 75 km
e. 45 km
c. 60 km
4.

Gambar disamping adalah antena yang


menerapkan metode ...
a. Polarisasi horizontal
b. Polarisasi vertical
c. Propagasi horizontal
d. Propagasi vertical
e. Gain

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

109

5. Yang dimaksud proses perambatan gelombang radio dari pemancar ke penerima


adalah ...
a. Beamwidth
d. Propagasi
b. Polarisasi
e. Line of Sight
c. Gain
6.

Gambar diatas adalah termasuk jenis dari propagasi ...


a. Gelombang tanah
b. Gelombang bumi
c. Gelombang udara
d. Line of Sight
e. Gelombang radio
7.

Konektor disamping adalah ...


a. Konektor SMA Female
b. Konektor SMA Male
c. Konektor N Female
d. Konektor N Male
e. Pig tail

8. Konektor N Male pada gambar dibawah ini yang benar adalah ...
a.

d.

b.
e.
c.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

110

9. Alat yang mempunyai fungsi membagi sinyal single menjadi sinyal RF multiple
independent adalah ...
a. Splitter
b. RF Attenuator
c. Lighting Protector
d. RF Amplifier
e. Power supply
10. Yang dimaksud dengan pointing antena yaitu ...
a. Pengarahan antena stasiun bumi menuju posisi satelit sehingga didapat sinyal
yang maksimum
b. Merubah sinyal frekuensi yang tinggi dalam suatu saluran transmisi (kabel atau
waveguide) ke dalam gelombang propagasi di udara
c. Melangsir arus transient ke dalam tanah yang disebabkan karena petir
d. Menaikkan sinyal RF
e. Menurunkan sinyal RF

Soal Essay
1. Jelaskan secara singkat fungsi dari antena Omni-Directional!
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
2. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis Propagasi!
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

111

3. Sebutkan macam-macam konektor dari suatu antena!


_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

4. Jelaskan fungsi dari RF Attenuator!


_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
5. Sebutkan langkah-langkah yang diperlukan dalam melakukan pointing antena!
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Buatlah sebuah rangkaian urutan dalam pemasangan jaringan nirkabel secara runtut!

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

112

Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat mengkonfigurasi klien dan access
point pada jaringan nirkabel. Maka dari itu patut diperhatikan saran-saran berikut :
1. Dalam memahami modul ini, pahami urutan langkah dalam mengkonfigurasi klien
pada jaringan nirkabel.
2. Setelah itu, pahamilah urutan langkah dalam konfigurasi access point.
3. Sebagai siswa, kalian dituntut untuk dapat menilai kemampuan sendiri dengan jujur,
untuk itu setelah memahami tema demi tema secara keseluruhan, kerjakan latihanlatihan dengan tes formatif yang terdapat disetiap kegiatan belajar. Untuk melihat
hasilnya, silahkan meminta kunci jawaban tes formatif dari guru. Kalian akan
mengetahui sendiri tingkat penguasaan terhadap materi modul yang telah dipelajari.
4. Lebih lanjut dari itu, kerjakanlah ayo pecahkan masalah. Dengan mengerjakan
perintah yang ada disitu diharapkan kelian dapat memahami konsep, urutan langkah
dalam melakukan perancangan jaringan nirkabel secara terstruktur.
Dengan petunjuk diatas, kalian diharapkan mampu memperoleh pemahaman tentang
konsep, sistem pengkabelan, jenis konektor, dan pengarahan antena dalam pemasangan
perangkat jaringan nirkabel dengan mudah dan cepat, sehingga penguasaan terhadap
modul ini akan tercapai.

No
1
2

Indikator
Dapatkah anda melakukan konfigurasi pada
klien?
Dapatkah anda melakukan konfigurasi pada
acccess point?

Ya

Tidak

Bila jawaban Tidak


Pelajari Materi
sub bab A
sub bab B.1

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

113

Pada saat mengoperasikan pc kita dan ingin terkoneksi pada suatu jaringan wifi ada langkahlangkah yang harus kita ketahui pada saat mengatur setting dari properties jaringan tersebut.
Untuk mengatur access point kita juga perlu memperhatikan dengan cermat langkah-langkah
dalam mengatur setting access point. Jika kita salah mengatur setting access point, atau ada
poin yang terlewat maka konfigurasi juga akan gagal, sehingga access point tidak dapat
terkoneksi dengan klien. Pada bab ini kita akan mempelajari tiap langkah dalam
mengkonfigurasi jaringan nirkabel pada klien dan accest point.

Langkah konfigurasi Klien pada jaringan nirkabel adalah:


1. Pastikan perangkat wireless adapter telah dikenali oleh sistem Windows.
2. Klik pada ikon Network Wireless Connection pada taskbar, akan ditampilkan nama
jaringan yang tersedia. Pilih WIFI klik tombol connect.

Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 6.1 Jaringan yang tersedia

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

114

3. Menampilkan proses menghubungkan dengan jaringan Wifi, tunggu proses beberapa


saat sampai selesai.

Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 6.2 Proses menghubungkan koneksi


4. Apabila proses telah selesai akan ditampilkan PC klien telah terhubung dengan
jaringan Wifi.

Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 6.3 Terhubung dengan Wifi

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

115

5. Agar dapat terhubung dengan jaringan Wi-Fi, atur alamat IP pada pada pc klien. Klik
kanan pada jaringan pilih status.

Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 6.4 Menampilkan status pada jaringan

6. Menampilkan kotak dialog Wireless Network Connection Status, klik tombol


Properties.

Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 6.5 Kotak dialog Wireless Network Connection Status

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

116

7. Menampilkan kotak dialog Wireless Network Connection Properties > pilih IP v4.

Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 6.6 Kotak Dialog Wireless Connection


8. Apabila pada access point mengaktifkan DHCP server maka pilih obtain an IP address
automatically. Pilihan ini akan menggunakan alamat IP yang disediakan dari DHCP
server dari access point. Klik OK untuk menyetujui pengaturan alamat IP.

Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 6.7 Kotak Dialog IP4 Properties


9. Sedangkan apabila pada access point tidak mengaktifkan DHCP server, maka harus
memberikan alamat IP statik dengan memilih use the following IP address. Masukkan
alamat IP yang satu kelas dengan alamat IP AP. Klik Ok untuk menyetujui
pengalamatan IP.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

117

Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 6.8 Mengisi alamat dan Subnet Mask


10. Apabila pada access point mengaktifkan DHCP server maka akan dapat melihat IP yang
diberikan oleh access point pada klien dengan cara klik kanan pada jaringan coba pilih
status, pada kotak dialog Wireless Network Connection Status, klik tombol details.
11. Pada kotak dialog Network Connection Details akan ditampilakan alamat IP yang
diberikan oleh DHCP server dari access point.

Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 6.9 Detail connections

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

118

12. Untuk memastikan bahwa antara PC klien telah terhubung dengan jaringan Wifi,
lakukan cek koneksi antara PC klien dengan access point. Untuk melakukan cek
koneksi pada PC klien, buke jendela Command Prompt. Ketik ping alamat IP access
point, jika pesan yang ditampilkan Reply from 192.168.43.230 maka telah terhubung.
Tetapi jika pesan yang ditampilkan Reply from 192.168.43.230 Destination Host
Unreachable maka belum terhubung.

Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 6.10 Cek koneksi dengan ping


13. Apabila antara access point dengan PC klien belum terhubung, maka harus
mengaktifkan terlebih dahulu Network Discovery dan File Sharing yang ada pada PC
klien. Untuk mengaktifkan Network Discovery dan File Sharing adalah klik kanan pada
ikon jaringan dan pilih Open Network and Sharing Center.

Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 6.11 Open Network dan Sharing Center

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

119

14. Selanjutnya akan ditampilkan jendela Network and Sharing Center. Klik pada bagian
Change advance sharing settings.

Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 6.12 Jendela Network dan Sharing Center


15. Pada bagian Network discovery, pilih Turn on network discovery dan pada bagian File
Sharing, pilih Turn on File and printer sharing dan kemudian klik Save Changes untuk
menyimpan perubahan yang sudah dilakukan.

Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 6.13 Jendela Advanced Sharing Setting

16. Apabila PC klien telah terhubung dengan jaringan Wifi, maka PC dapat berkomunikasi
dan bertukar data dengan semua PC yang juga terhubung dengan jaringan Wifi.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

120

Untuk melakukan konfigurasi jaringan nirkabel mode infrastruktur, semua PC yang akan
dihubungkan dengan jaringan nirkabel harus memiliki wireless adapter atau untuk laptop
sudah dilengkapi dengan wireless adapter dan diperlukan juga perangkat access point. Access
point berfungsi seperti hub atau switch pada jaringan kabel, sehingga access point akan
menjadi pusat dari jaringan nirkabel. Alat dan bahan yang diperlukan dalam konfigurasi access
point antara lain:

Access Point TP-LINK TL-WA701ND


1 unit laptop atau PC
Kabel UTP dengan konfigurasi straight

Untuk memulai konfigurasi access point ini, lakukan langkah-langkah berikut secara
sistematis:
1. Pasang antena pada access point, pastikan pemasangan benar dan terpasang dengan
sempurna.
2. Hubungkan perangkat access point dengan LAN card yang terpasang pada PC dengan
menggunakan kabel UTP dengan konektor RJ45.
3. Hubungkan perangkat access point dengan adaptor sebagai sumber tegangan.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 6.14 Access Point TPLINK TL-WA701ND

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

121

4. Tombol reset untuk mengembalikan pengaturan access point menjadi default.


5. Tombol power.
6. Sama seperti mengkonfigurasikan access point lainnya, langkah awal yang perlu
dilakukan adalah menyamakan address antara access point dengan sebuah laptop
sehingga alamatnya berada pada satu network. Pada access point yang digunakan
tertera IP 192.168.0.254 dan netmask 255.255.255.0.
Setelah itu nyalakan access point. Perhatikan adaptor yang digunakan, apakah
voltage-nya sesuai dengan ketentuan yang tercantum pada label access point atau
tidak. Jika tidak, maka sebaiknya jangan menyalakan access point tersebut dengan
adaptor yang tidak sesuai. Setelah itu koneksikan access point dengan laptop dengan
menggunakan kabel straight. Buka sebuah web browser pada laptop, kemudian
ketikkan alamat IP default dari access point tersebut yaitu 192.1680.254 lalu tekan
enter pada keyboard. Setelah itu akan muncul sebuah kotak dialog Authentication
Required. Isikan username dengan admin dan isikan password dengan admin.
Kemudian Klik OK.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 6.15 Dialog Authentication


7. Kemudian akan muncul sebuah halaman web pertama sebagai berikut

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 6.16 Halaman awal pengaturan

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

122

8. Setelah muncul seperti tampilan diatas, klik next. Lalu akan muncul pilihan apa yang
akan di atur, pada langkah ini pilih access point. Klik Next.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 6.17 Pilihan konfigurasi


9. Setelah itu menuju ke tab wireless setting, dimana nama dari jaringan menggunakan
nama default dari access point yaitu TP-LINK_57335F. Klik Next.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 6.18 Setting awal

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

123

10. Setelah tab wireless setting selesai, lalu ke network setting. Disini mengatur jaringan
seperti menentukan IP, pada pengaturan ini menggunakan IP default dari access point
yaitu 192.168.0.254 dan subnet mask 255.255.255.0.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 6.19 Pengaturan Network


11. Konfigurasi diatas merupakan pengaturan cepat pada access point. Untuk
menentukan IP yang bisa digunakan pada jaringan adalah caranya sebagai berikut.
Dengan memilih setting DHCP.
Start IP Address: Merupakan alamat IP awal DHCP server.
End IP Address: Merupakan alamat IP akhir DHCP server.
Address Lease Time: Merupakan jumlah waktu perangkat terhubung dengan
jaringan menggunakan IP DHCP server. Jumlah waktu dalam hitungan menit.
Default Gateway: Merupakan alamat IP gateway.
Default Domain: Merupakan nama domain dalam jaringan.
Primary DNS: Merupakan alamat IP DNS primer, alamat IP DNS disediakan
oleh ISP.
Secondary DNS: merupakan alamat IP dari server DNS lain apabila ISP
menyediakan dua server DNS.
DHCP Server: Apabila di pilih Disable maka DHCP server akan dinonaktifkan. Semua
PC klien yang terhubung dengan jaringan melalui access point harus menggunakan
alamat IP Static. Sedangkan apabila di pilih Enable maka DHCP server akan diaktifkan.
Semua PC klien yang terhubung dengan jaringan melalui access point dapat
menggunakan alamat IP otomatis yang telah disediakan oleh DHCP server.
Untuk login tidak perlu diubah.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

124

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 6.20 DHCP Settings


12. Setelah selesai akan muncul halaman dari pengaturan yang sudah dilakukan. Apabila
tidak ada perubahan lagi pada pengaturan, klik System Tools > Reboot.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 6.21 Konfigurasi yang sudah dipilih


13. Sistem access point akan restart dalam beberapa saat yang diindikasikan oleh
persentasi seperti gambar berikut.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 6.22 Proses restart

IP yang bisa digunakan adalah mulai dari 192.168.0.100 hingga 192.168.0.199 lalu klik
save. Untuk menguji apakah jaringan nirkabel bisa digunakan, maka perlu laptop lain
untuk terhubung dengan jaringan tersebut. Pilih jaringan TP-LINK_3F56B7. Setelah itu
tunggu hingga tersambung.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

125

Sumber: Dokumen Pribadi

Gambar 6.23 Menghubungkan ke jaringan yang sudah dibuat


Karena pada jaringan tersebut menggunakan mode keamanan WPA2-PSK
maka akan muncul kotak dialog untuk memasukkan password, lalu ketikkan di
password aditya07. Tunggu prosesnya.

Sumber: Dokumen Pribadi

Gambar 6.24 Memasukkan password


Untuk melihat apakah tersambung dengan jaringan maka lihat properties pada
jaringan tersebut.

Sumber: Dokumen Pribadi

Gambar 6.25 Detail jaringan

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

126

Pada pengaturan klien untuk jaringan nirkabel perlu diperhatikan apakah AP


mengaktifkan DHCP. Jika access point tersebut mengaktifkan DHCP maka klien perlu
memasukkan alamat IP yang bisa digunakan
Terdapat beberapa metode keamanan untuk AP yaitu MAC filtering, WEP, WPA, dan
EAP.

Pilihan Ganda
1.

Gambar command prompt diatas adalah digunakan pada saat ...


a.
b.
c.
d.
e.

Cek koneksi pada pc klien


Cek koneksi pada access point
Melihat jaringan yang tersedia
Menghubungkan jaringan
Memutuskan jaringan

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

127

2. Pada gambar nomor 2 adalah berisi


peralatan ...
a. Kabel Coaxial
b. Pigtail
c. Adaptor
d. Konektor BNC
e. Kabel UTP

3. Yang bukan merupakan jenis mode keamanan jaringan pada access point adalah ...
a. WEP
b. WPA/WPA2
c. WPA-PSK/WPA2-PSK
d. MAC Filtering
e. Firewall
4. Mode keamanan yang digunakan dengan cara memilih panjang kunci untuk
dienkripsi adalah
a. MAC Filtering
b. WPA/WPA2
c. WPA-PSK/WPA2-PSK
d. WEP
e. Firewall
5. Salah satu menu yang ada pada DHCP setting adalah
a. Encryption
b. Type
c. Description
d. Group key Updater Period
e. Default domain

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

128

Soal Uraian
1. Jelaskan fungsi yang ada pada menu AP berikut !
a. Start IP address, End IP address
b. DHCP server
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
2. Jelaskan langkah-langkah troubleshooting apabila antara IP dengan PC klien belum
terhubung !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
3. Jelaskan langkah-langkah untuk memastikan koneksi jaringan antara PC dengan klien
sudah terhubung !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
4. Sebutkan menu yang ada pada DHCP setting !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Lakukanlah konfigurasi pada acces point dan kemudian buatlah


tutorial cara konfigurasinya!

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

129

Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat mengetahui apa saja jenis-jenis
serangan pada jaringan nirkabel, metode keamanan yang diterapkan pada jaringan
nirkabel, dan pada akhirnya kita tahu cara menigkatkan keamanan pada jaringan nirkabel
kita. Maka dari itu patut diperhatikan saran-saran berikut :
1. Dalam memahami modul ini, pahami urutan langkah dalam serangan apa saja yang
dapat menyerang jaringan nirkabel.
2. Setelah itu, pahamilah jenis-jenis metode pengamanan jaringan nirkabel.
3. Dan terakhir, pahamilah cara-cara untuk meningkatkan keamanan jaringan
nirkabel.
4. Sebagai siswa, kalian dituntut untuk dapat menilai kemampuan sendiri dengan
jujur, untuk itu setelah memahami tema demi tema secara keseluruhan, kerjakan
latihan-latihan dengan tes formatif yang terdapat disetiap kegiatan belajar. Untuk
melihat hasilnya, silahkan meminta kunci jawaban tes formatif dari guru. Kalian
akan mengetahui sendiri tingkat penguasaan terhadap materi modul yang telah
dipelajari.
5. Lebih lanjut dari itu, kerjakanlah ayo pecahkan masalah. Dengan mengerjakan
perintah yang ada disitu diharapkan kelian dapat menganalisis dalam
mengamankan jaringan nirkabel menggunakan metode apakah yang paling efektif
dan efisien.
Dengan petunjuk diatas, kalian diharapkan mampu memperoleh pemahaman tentang jenis
serangan, metode keamanan, dan meningkatkan keamanan jaringan nirkabel dengan
mudah dan cepat, sehingga penguasaan terhadap modul ini akan tercapai.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

130

Indikator
Dapatkah anda menjelaskan sistem keamanan
nirkabel ?
Dapatkah anda menyebutkan macam-macam
serangan nirkabel ?
Dapatkah anda menjelaskan MAC?

Dapatkah anda menjelaskan EAP ?

Pelajari sub Bab B

Dapatkah anda menjelaskan WEP dan WPA

Pelajari sub Bab C

1
2

Ya

Bila jawaban Tidak


Tidak
Pelajari Materi
Materi
Materi
Pelajari sub Bab A

Pada bab ini kita akan membahas keamanan pada jaringan nirkabel. Mengapa suatu jaringan
perlu kita amankan? Seberapa pentingkah keamanan pada jaringan nirkabel? Bisa dibilang
keamanan adalah sesuatu yang sangat penting, karena sinyal komunikasi pada jaringan
nirkabel secara langsung merambat lewat udara dan sangat memungkinkan bagi pihakpihak lain untuk menyadap atau membobol paket informasi yang sedang kita kirim. Jaringan
nirkabel/wireless menjadi target paling menarik bagi hacker. Untuk itulah kita sangat
memerlukan keamanan pada komunikasi nirkabel.

Keindahan internet tidak seindah namanya yang dijanjikan yang dapat memberikan berbagai
informasi yang ada di belahan dunia manapun. Karena berbagai kejahatan yang ada di
kehidupan nyata ternyata lebih banyak ditemukan di dunia internet. Kejahatan di internet
ini populer dengan nama cyber crime. Adanya cyber crime akan menjadi dampak buruk bagi
kemajuan dan perkembangan negara kita serta di dunia pada umumnya. Saat ini, internet
telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari sebagai salah satu media komunikasi
dalam bisnis maupun untuk privat. Tetapi di balik itu masih banyak lubang kelemahan sistem

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

131

di internet yang bisa dimanfaatkan


oleh para hacker untuk tujuan tidak
baik, seperti bom mail, pengacakacakan home page, pencurian data,
pasword ataupun nomor kartu kredit,
dll. Untuk menanggulangi hal tersebut,
diperlukan sistem keamanan yang
dapat menanggulangi dan mencegah
kegiatan-kegiatan
yang
mungkin
menyerang sistem jaringan kita.

Sumber: www.acsata.com

Seorang hacker dapat melakukan beberapa tindakan yang tujuannya adalah untuk
memperoleh hak akses secara paksa dari suatu WLAN. Beberapa metode yang digunakan
hacker antara lain:
1. Serangan Pasif
Serangan pasif menggunakan akses yang bukan haknya dan tidak melakukan
perubahan content atau isi paket data. Serangan pasif berupa penyadapan atau
penganalisaan lalu lintas jaringan (traffic) yang sering disebut traffic low analysis.
Terdapat dua jenis serangan pasif, yaitu:

Sumber: teknologi.news.viva.co.id

Gambar 7.1 Ilustrasi penyadapan

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

132

Penyadapan atau eavesdropping, dimana penyerang melakukan pemonitoran


transmisi serta isi dari pesan. Sebagai contoh, seseorang mencoba mendengarkan
transmisi antara dua workstation wireless dan base station.

Analisa Traffic, penyerang menggunakan cara yang tidak dirasakan pihak


yang diserang dengan menggunakan metode pemonitoran yang lebih canggih
untuk membuat pola komunikasi pihak yang diserang. Sejumlah informasi dapat
dirangkai dan didapatkan melauli aliran pesan di antara bagian-bagian yang saling
berkomunikasi.

2. Serangan Aktif
Penyerang yang sebenarnya tidak berhak atas akses jaringan akan melakukan
modifikasi data, aliran data, atau file. Serangan ini mudah sekali dideteksi, akan tetapi
tipe ini sangat sulit untuk dihindari. Serangan aktif dapat berupa kombinasi dari
keempat serangan aktif, yaitu masquerading, replay, modifikasi pesan, dan DoS.

Sumber: Sritusta Sukaridhoto

Gambar 7.2 Ilustrasi serangan aktif

Masquerading, penyerang akan menyamar sebagai user yang mempunyai hak


untuk menggunakan jaringan sehingga dapat memanfaatkan resource jaringan
pihak yang diserang.
Replay, penyerang akan memonitor transmisi (serangan pasif) terlebih
dahulu, kemudian akan melakukan transmisi ulang pesan tersebut selayaknya
user yang berhak memanfaatkan jaringan.
Modifikasi pesan, penyerang akan mengubah pesan asli dengan cara
menghapus, menambah, dan melakukan penyusunan ulang pesan.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

133

Denial of Service, Serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam


jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki
oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan
fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna
lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.

Sumber : Sritusta Sukaridhoto

Gambar 7.3 Denial of Service


3. Jamming Attack
Merupakan metode yang dapat mematikan supply tegangan pada suatu jaringan.
Contohnya:

Sumber: wnss.sv.cmu.edu

Gambar 7.4 Ilustrasi Jamming Attack

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

134

4. Man in the middle attack


Peningkatan keamanan dengan teknik enkripsi dan authentikasi masih dapat ditembus
dengan cara mencari kelemahan operasi protokol jaringan tersebut. Salah satunya
dengan mengeksploitasi Address Resolution Protocol (ARP) pada TCP/IP
sehingga hacker yang cerdik dapat mengambil alih jaringan wireless tersebut.

Gambar 7.5 Ilustrasi Man in the middle attack

5. Meningkatkan Keamanan Nirkabel


Pencurian data, penyadapan, akses internet
gratis tanpa izin, dan hal negatif lain
merupakan beberapa contoh dampak
negatif
yang
ditimbulkan
karena
membiarkan masalah keamanan jaringan
Wifi anda. Berikut adalah cara-cara untuk
mengamankan jaringan nirkabel:

a. Ganti Pasword Administrator Default


Pusat dari jaringan Wifi anda adalah access point atau wireless router. Untuk masuk
ke menu setting access point/wireless router, pengguna harus login dengan username
dan password. Secara umum vendor sudah men-set username dan password yang
mudah ditebak oleh pengguna. Maka dari itu anda perlu menggantinya, supaya orang
lain tidak dengan mudah masuk dan mengutak-atik setting-an access point/wireless
router anda.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

135

b. Ganti dan Matikan Broadcast SSID


SSID (Service Set Identifier) berfungsi untuk memberikan nama suatu jaringan Wifi
secara default SSID ini di-set broadcast. Artinya perangkat komputer lain bisa melihat
nama dan keberadaan jaringan Wifi anda. Jika broadcast SSID ini dinonaktifkan,
komputer lain tidak akan mengetahui nama SSID jaringan Wifi anda. Proteksi tingkat
pertama ini akan membuat hacker repot untuk mencari tahu terlebih dahulu SSID
jaringan Wifi anda.
c. Aktifkan MAC Address Filtering
Pada access point/wireless router biasanya terdapat fitur untuk menyaring akses dari
piranti yang terhubung kepadanya. Identifikasi ini berdasarkan alamat fisik yaitu MAC
Address. Dengan fitur ini kita bisa mengatur komputer/piranti mana yang boleh
terhubung ke jaringan Wifi anda.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 7.6 Pengamanan pada MAC Filtering


d. Menggunakan kunci WAP-PSK dan WAP2-PSK
WPA merupakan teknologi keamanan sementara yang diciptakan untuk
menggantikan kunci WEP. Ada dua jenis yakni WPA personal (WPA-PSK), dan WPARADIUS. Saat ini yang sudah dapat di crack adalah WPA-PSK, yakni dengan metode
brute force attack secara offline. Brute force dengan menggunakan mencoba-coba
banyak kata dari suatu kamus. Serangan ini akan berhasil jika passphrase yang yang
digunakan wireless tersebut memang terapat pada kamus kata yang digunakan si
hacker. Untuk mencegah adanya serangan terhadap keamanan wireless
menggunakan WPA-PSK, gunakanlah passphrase yang cukup panjang.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

136

e. Gunakan Alamat IP Statis


Menggunakan fitur DHCP memang memberikan anda kemudahan karena dengan
DHCP anda tidak perlu men-setting ip pada komputer/perlalatan mobile untuk
terhubung ke jaringan Wifi. Tetapi dengan adanya fitur DHCP ini memudahkan hacker
untuk mendapatkan alamat ip yang valid pada jaringan Wifi anda, sehingga semakin
mudahlah mereka untuk mendapat akses ke jaringan Wifi anda.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 7.7 DHCP Settings


f. Letakan Access Point atau Wireless pada lokasi yang aman
Sinyal Wifi secara normal bisa menjangkau ke daerah yang tidak anda perlukan,
kerumah tetangga misalnya. Sinyal yang mencapai ketempat lain beresiko tinggi untuk
diakses oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab. Maka dari itu jangan diletakkan
di tempat yang tidak tepat, seperti di dekat jendela misalnya.

Dari macam-macam jenis serangan aktif pada jaringan


nirkabel, bisakah kamu sebutkan kasus nyatanya dalam
kehidupan sehari-hari?

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

137

Hampir setiap wireless access point maupun router difasilitasi dengan keamanan MAC
Filtering. Hal ini sebenarnya tidak banyak membantu dalam mengamankan komunikasi
wireless, karena MAC address sangat mudah di-spoofing atau bahkan dirubah.
Tools ifconfig pada OS Linux/Unix atau beragam tools seperti network utilities, regedit, smac,
machange pada OS windows dengan mudah digunakan untuk spoofing atau mengganti MAC
address.
Teknik ini digunakan untuk menyeleksi semua user yang akan melakukan koneksi ke access
point sehingga user yang tidak memenuhi syarat yang ada dalampengaturan access point
tersebut tidak dapat melakukan koneksi. Teknik ini juga membantu menyaring client mana
saja yang bisa masuk ke jaringan setelah proses Open System Authentication dan Shared Key
Authentication.
Dibawah ini merupakan urutan pengamanan menggunakan MAC pada konfigurasi access
point TP-LINK TL-WA701ND.
Allow: Mengijinkan perangkat yang tidak ada dalam daftar untuk mengakses access
point.
Deny: Menolak perangkat yang tidak ada dalam daftar untuk mengakses access point.
Klik add new untuk memasukkan daftar perangkat yang diijinkan/ditolak mengakses
access point.
1. Koneksikan access point dengan PC/Laptop menggunakan kabel straight.
2. Setelah itu masukkan alamat IP access point pada browser di PC/Laptop.
3. Masuk ke mode pengaturan wireless dan pilih MAC Filtering.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

138

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 7.7 MAC Filtering pada access point


4. Setelah itu ganti status menjadi enable pada MAC filtering, lalu add new. Berikut
merupakan tampilan pengisian/format add new Mac Filtering.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 7.8 Tampilan pengisian format Add New

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

139

5. Kemudian isi dengan MAC address sebuah PC/Laptop agar tidak dapat terhubung
dengan access point.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 7.9 Pengisian format Add New

6. Setelah itu, klik SAVE, dan hasilnya sebagai berikut:

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 7.10 Hasil pengaturan Mac Filtering

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

140

1. WEP (Wired Equivalent Privacy).


Teknik pengaman jaringan wireless ini adalah standar keamanan pada 802.11. Teknik
ini akan membuat jaringan nirkabel mempunyai keamanan yang hampir sama dengan
apa yang ada dalam jaringan kabel. WEP menggunakan sistem enkripsi untuk
memproteksi pengguna wireless LAN dalam level yang paling dasar. WEP
memungkinkan administrator jaringan wireless membuat encription key yang akan
digunakan untuk mengenkripsi data sebelum data dikirim. Encryption key ini biasanya
dibuat dari 64 bit key awal dan dipadukan dengan algoritma enkripsi RC4.
Pada prinsipnya terdapat dua level enkripsi WEP, 64 bit dan 128 bit. Semakin tinggi bit
enkripsi, semakin aman jaringannya, namun kecepatan menjadi menurun. Untuk
menggunakan WEP, kita harus memilih bit enkripsi yang diinginkan, dan masukkan
passphrase atau key WEP dalam bentuk heksadesimal. WEP menggunakan urutan nilai
heksadesimal yang berasal dari enkripsi sebuah passphrase.

Gambar 7.11 Ilustrasi alur proses WEP

Ketika fasilitas WEP diaktifkan, maka semua perangkat wireless yang ada di jaringan
harus dikonfigurasi dengan menggunakan key yang sama. Hak akses dari seseorang
atau sebuah perangkat akan ditolak jika key yang dimasukkan tidak sama.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

141

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 7.12 Autentifikasi WEP pada AP

2. WPA (Wi-Fi Protected Access)


WPA merupakan teknik mengamankan jaringan wireless LAN yang menggunakan
teknik enkripsi yang lebih baik dan tambahan pengaman berupa autentifikasi dari
penggunanya. Ada dua model enkripsi pada jenis ini, yaitu TKIP dan AES. TKIP
(Temporal Key Integrity Protocol) menggunakan metode enkripsi yang lebih aman dan
juga menggunakan MIC (Message Integrity Code) untuk melindungi jaringan dari
serangan. Sedangkan AES (Advanced Encryption System) menggunakan enkripsi 128
bit blok data secara simetris.
Berikut adalah penggunaan mode keamanan WPA pada access point TPLINKWA701ND
a. WPA/WPA2 Personal
WPA2 personal menggunakan Pre-Shared Key sebagai password-nya, namun bisa di
sadap dengan metode dictionary attack/brute force attack. Karena itu WPA2
personal ini tidak cocok digunakan untuk sistem pengamanan perusahaan besar.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 7.13 WPA2 Personal

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

142

Version: Pada pilihan version, menentukan piihan jenis WPA/WPA2. Terdiri dari
tiga pilihan, yaitu : Automatic, WPA, dan WPA2.

Encryption: Merupakan jenis autentikasi, pilihannya adalah Automatic, TKIP atau


AES sebagai enkripsi.

Password: Pengguna dapat memasukkan password antara 8 sampai 63 karakter.

Group Key Update Period: Menentukan group key update. Nilai dapat berupa 0
atau sekurang-kurangnya 30. Masukkan 0 untuk menonaktifkan update. Nilai yang
digunakan menggunakan satuan detik.

b. WPA/WPA2 Enterprise
Sebelum masuk ke WPA2 enterprise, berikut ini sedikit penjelasan mengenai WPA2.
WPA2 merupakan sertifikasi produk yang tersedia melalui wi-fi alliance. Update dari
WPA2 ini diantaranya adalah WPA2 Enterprise dan WPA2 Personal. Untuk WPA2
enterprise ini memiliki 3 bagian utama yang terlibat, diantaranya adalah suppicant
(client), authenticator dan authentication server. WPA2 enterprise menggunakan
802.1 x sebagai passwordnya dengan protocol EAP (contohnya EAP-TLS dan EAP-TTLS).

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 7.14 WPA Enterprise

Version: Pada pilihan version, tentukan pilihan jenis WPA/WPA2. Terdiri dari tiga
pilihan, yaitu : Automatic, WPA, dan WPA2.

Encryption: merupakan jenis autentikasi, pengguna dapat memilih salah satu:


Automatic, TKIP, atau AES sebagai enkripsi.

Radius Server IP: isi dengan alamat IP dari radius server.

Radius Port: isi dengan port yang digunakan.

Radius Password: isi dengan password yang digunakan.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

143

1. EAP
802.1x adalah standar yang terkait dengan port level security yang diratifikasi IEEE.
Ratifikasi ini pada awalnya dimaksudkan untuk menstandarisasi keamanan pada port
jaringan kabel, tetapi juga dapat diaplikasikan pada jaringan nirkabel. Extensible
Authentication Protocol (EAP) adalah protokol keamanan (MAC address layer). Layer kedua
yang berada di tahap otentikasi pada proses keamanan menyediakan layer ketiga dan
terakhir dari keamanan untuk jaringan nirkabel. Dengan menggunakan 802.1x saat piranti
membutuhkan akses ke access point, maka langkah-langkah berikut tampak pada EAP:

Access point membutuhkan informasi autentikasi dari klien.

Pengguna selanjutnya menyuplai informasi autentikasi yang dibutuhkan.

Access point kemudian meneruskan informasi autentikasi yang disuplai oleh


klien ke RADIUS server standar untuk autentikasi dan otorisasi.

Pada otorisasi dari RADIUS server, klien diizinkan untuk mengoneksikan dan
mentransmit data.

Gambar 7.14 EAP Autentikasi

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

144

Metode EAP yang sekarang sering digunakan adalah:


a. EAP-MD5
EAP-MD5 menitikberatkan pada MD5 hash dengan username dan kata kunci untuk
melewatkan informasi autentikasi pada RADIUS server. EAP-MD5 tidak menawarkan
pembangkitan key management atau dynamic WEP key, dengan demikian static WEP
key perlu digunakan.
b. EAP-Cisco Wireless (dikenal sebagai LEAP)
EAP-Cisco Wireless atau lebih dikenal sebagai LEAP adalah standar yang
dikembangkan oleh Cisco dengan menyesuaikan pada standar 802.1x dan berbasis
pada sebagian besar versi EAP yang telah diratifikasi.
c. EAP-TLS
Microsoft mengembangkan EAP-TLS yang diuraikan dalam RFC 2716. Sebagai ganti
kombinasi username/password. EAP-TLS menggunakan sertifikat X.509 untuk
menangani autentikasi. EAP-TLS mengandalkan transport layer security untuk
melewatkan informasi PKI ke EAP. Seperti LEAP, EAP-TLS menawarkan hal sebagai
berikut:
Pembangkitan dynamic one-time WEP key
Autentikasi mutual
d. EAP-TTLS
Wireless access point mengidentifikasi dirinya pada klien dengan serifikat klien, tetapi
kini pengguna mengirim kredensial mereka dengan username/password. EAP-TTLS
selanjutnya melewatkan sejumlah kredensial dengan mekanisme challenge-response
yang ditetapkan oleh administrator (PAP, CHAP, MS-CHAPv1. MSCHAPv2, PAP/Token
card, atau EAP).

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

145

Internet telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari sebagai salah satu media
komunikasi dalam bisnis maupun untuk privat. Tetapi di balik itu masih banyak lubang
kelemahan sistem di internet yang bisa dimanfaatkan oleh para hacker untuk tujuan
tidak baik. Beberapa metode yang digunakan hacker antara lain: Serangan pasif,
serangan aktif, jamming attack dan Man in the midde attack.
A. MAC Filtering
Teknik ini digunakan untuk menyaring semua station yang akan melakukan
koneksi ke access point sehingga station yang MAC address tidak terdapat
dalam pengaturan access point tersebut tidak dapat melakukan koneksi.
B. Autentifikasi Jaringan Nirkabel Dengan EAP
Protokol keamanan (MAC address layer) Layer kedua yang berada di tahap
otentikasi pada proses keamanan, menyediakan layer ketiga dan terakhir dari
keamanan untuk jaringan nirkabel.
C. Autentifikasi Jaringan Nirkabel Dengan WEP dan WPA
WEP
Teknik ini akan membuat jaringan nirkabel, akan mempunyai keamanan
yang hampir sama dengan apa yang ada dalam jaringan kabel. WEP
menggunakan sistem enkripsi untuk memproteksi pengguna wireless LAN
dalam level yang paling dasar.
WPA
WPA merupakan teknik mengamankan jaringan wireless LAN yang
menggunakan teknik enkripsi yang lebih baik dan tambahan pengaman
berupa autentifikasi dari penggunanya.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

146

Pilihan Ganda
1. Dibawah ini yang merupakan ciri ciri dari serangan aktif adalah
a. Menggunakan metode pemonitoran yang lebih canggih untuk membuat pola
komunikasi pihak yang diserang
b. Menggunakan akses yang bukan haknya
c. Tidak melakukan perubahan content atau isi data
d. Penyerang melakukan pemonitoran transmisi serta isi dari pesan
e. Penyerang yang tidak berhak atas akses jaringan akan melakukan modifikasi
data
2. Terhubungnya LAN atau komputer ke jaringan internet akan membuka potensi
penyusupan, hal ini sering diistilahkan dengan ...
a. Security atact
e. Security hacking
b. Security hole
c. Security phising
d. Security warning
3. Serangan keamanan dengan menyamarkan IP disebut ...
a. Scanning
b. Sniffing
c. Exploit
d. Spoofing
e. Dubbing
4. MAC Filtering adalah fitur keamanan nirkabel yang berfungsi sebagai
a. Menentukan pengguna yang diijinkan untuk mengakses access point
b. Menentukan kebijakan atau policy
c. Menentukan topologi jaringan yang akan digunakan
d. Menentukan aplikasi aplikasi atau servis-servis apa saja yang akan berjalan
e. Menentukan pengguna-pengguna mana saja yang akan dikenakan oleh satu atau
lebih aturan firewal

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

147

5. Penerapan WEP key dalam format ASCII yang benar adalah ...
a. karakter untuk 40 bit dan 13 karakter untuk 64 bit
b. karakter untuk 64 bit dan 26 karakter untuk 128 bit
c. 5 karakter untuk 64 bit dan 13 karakter untuk 128 bit
d. 10 karakter untuk 40 bit dan 26 karakter untuk 128 bit
e. 10 karakter untuk 64 bit dan 13 karakter untuk 128 bit
6. Mengapa WEP tidak dapat memperbaiki rahasia kunci yang dibagikan ?
a. Distribusi kunci dilakukan secara manual
b. Kunci kriptografi terlalu pendek
c. Kunci kriptografi tidak dapat di update otomatis
d. Kunci kriptografi dibagikan
e. RC4 sangat lemah dalam penjadwalan kunci
7. Merupakan protokol yang membantu meningkatkan kerja dari WEP, yaitu
a. Temporal Key Integrity Protocol
b. Wireless VPN
c. WEP Key Management
d. MAC filters
e. Key Hopping Technologies
8. EAP adalah protokol keamanan yang bekerja pada layer ...
a. Physical layer
d. Access layer
b. MAC Address layer
e. WPA
c. Application layer
9. Metode EAP yang sering digunakan, kecuali ...
a. LEAP
b. EAP TTL
c. EAP MD5

d. EAP TTLS
e. MAC

10. EAP-MD5 memfokuskan autentikasi untuk melewatkan informasi autentikasi pada


RADIUS server pada MD5 hash dengan ...
a. username dan kata kunci
d. enkripsi
b. password
e. username
c. captcha

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

148

Soal Uraian
1. Apa yang anda ketahui tentang Wired Equivalent Privacy ?
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
2. Jelaskan mengenai konsep MAC Filtering pada sistem keamanan jaringan wireless
yang mendukung WEP ?
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
3. Sebutkan dan jelaskan secara singkat serangan pada jaringan nirkabel ?
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
4. Jelaskan hal yang menjadi pertimbangan dalam menggunakan WPA !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
5. Bagaimana tindakan pencegahan (preventif) terhadap gangguan pada jaringan
komputer ?
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Lakukan eksplorasi pada software pendukung keamanan jaringan


nirkabel, dan bandingkan efektifitas pengamanan dengan metode
keamanan yang telah dipelajari pada bab ini!

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

149

Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat mengetahui konsep wireless
distribution system, dan metode apa yang umumnya digunakan pada implementasinya. Di
akhir pembelajaran kita akan dapat menjelaskan apa itu wireless distribution system dan
penerapannya dalam kehidupan nyata. Maka dari itu patut diperhatikan saran-saran berikut :
1. Dalam memahami modul ini, pahami lagi betuk jaringan nirkabel yang telah di pelajari
pada bab 3.
2. Setelah itu, pahamilah konsep wireless distribution system
3. Dan terakhir, pahamilah mode bridge dan repeater
4. Sebagai siswa, kalian dituntut untuk dapat menilai kemampuan sendiri dengan jujur,
untuk itu setelah memahami tema demi tema secara keseluruhan, kerjakan latihanlatihan dengan tes formatif yang terdapat disetiap kegiatan belajar. Untuk melihat
hasilnya, silahkan meminta kunci jawaban tes formatif dari guru. Kalian akan mengetahui
sendiri tingkat penguasaan terhadap materi modul yang telah dipelajari.
5. Lebih lanjut dari itu, kerjakanlah ayo pecahkan masalah. Dengan mengerjakan perintah
yang ada disitu diharapkan kelian dapat menganalisis dalam implementasi wireless
distribution system dan menggunakan metode apakah yang paling efektif dan efisien.
Dengan petunjuk diatas, kalian diharapkan mampu memperoleh pemahaman tentang
wireless distribution system dengan mudah dan cepat, sehingga penguasaan terhadap
modul ini akan tercapai.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

150

Ya

Tidak

Bila jawaban Tidak


Pelajari Materi
Pelajari sub Bab A

No
1

Indikator
Dapatkah anda menjelaskan WDS?

Dapatkah anda menjelaskan Repeater ?

Pelajari sub Bab B

Dapatkah anda menjelaskan Bridge ?

Pelajari sub Bab C

Wireless Distribution System, atau WDS, adalah sebuah sistem murah dan mudah untuk
memperluas jangkauan jaringan wireless anda. Disebut murah, karena anda tidak perlu
menggunakan kabel untuk menghubungkan setiap access point. Anda hanya perlu
menggunakan WDS, dan setiap AP akan berkomunikasi melewati jalur wireless.
Intinya adalah, radio wireless bisa kita jadikan sebagai station (menerima) dan sekaligus bisa
kita jadikan sebagai acess point (mengirim). Memang dalam teori seperti ini, kita anggap
sepele, namun pada prakteknya dilapangan, hal ini sangatlah bermanfaat besar.

Gambar 8.1 Ilustrasi WDS

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

151

1. Pengertian WDS
Wireless Distribution System (WDS) adalah suatu sistem perluasan jaringan nirkabel,
dimana dengan WDS memungkinkan kita bisa membangun infrastruktur wireless
tanpa harus membangun backbone kabel jaringan sebagai interkoneksi antar bridge.
WDS bisa mendistribusikan data dengan Wi-Fi lain. Mudahnya saja, WDS bekerja
seperti repeater, tetapi cara koneksinya menggunakan MAC address dan masingmasing router bisa mempunyai SSID yang berbeda. Pada WDS, MAC address dipakai
sebagai pengenal untuk berbicara dalam dua arah dengan sesama router. Masingmasing router anggota WDS juga tetap memancarkan SSID dan dapat dikoneksi oleh
Wi-Fi lain (client).

Sumber: www.sylbek.eu

Gambar 8.2 Alur proses WDS

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

152

2. Syarat-syarat dalam membangun Wireless Distribution System (WDS) :


a. Perangkat jaringan nirkabel terutama pada nirkabel router maupun access point
utama maupun access point repeater harus memiliki atau mendukukung fitur WDS.
Pastikan untuk router fungsi WDS sudah di aktifkan.
b. IP Address masing-masing perangkat jaringan nirkabel tidak boleh sama.
c. Metode enkripsi/authentication (tanpa enkripsi, WEP atau WAP). Sebagian besar
authentication access point yang didukung dalam WDS adalah WEP 64/128 bit. Dan
semua access point yang terlibat dalam 1 koneksi harus menggunakan metode
enkripsi/ authentication yang sama persis.
d. Service Set Identifiers (SSID) yang berbeda sebagai identitas masing-masing
perangkat wireless.
e. Channel Radio yang digunakan harus sama. Misal: Channel 11.
3. Keuntungan dan Kelemahan WDS
Keuntungan
a. Hemat biaya. Tidak diperlukan biaya tambahan dalam kaitan dengan
menambahkan link wireless kepada sebuah AP yang telah dipasang.
Menambahkan suatu link WDS tidak memerlukan konfigurasi ulang dari AP, tanpa
menambah biaya untuk penambahan kartu PC
b. Fleksibel. Pengembangan suatu jaringan infrastruktur yang ada dilengkapi dengan
menambahkan cakupan area yang lebih luas untuk ruangan kantor yang tidak
berdampingan dengan kantor yang ada sehingga dapat dengan mudah dicapai,
menyediakan fleksibilitas yang besar.

Kelemahan WDS
a. Enkripsi. Tidaklah mungkin untuk menggunakan enkripsi dengan penugasan yang
dinamis dan kunci-kunci yang berputar, di dalam link WDS. Hanya WEP yang
ditugaskan telah ditetapkan, dapat digunakan untuk menyediakan enkripsi.
b. Kinerja. Seperti aliran lalu lintas menunjukkan frame mengalami pergi terus
menerus ke udara tiga kali, karena menggunakan teknologi CSMA/CA dan

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

153

kenyataan bahwa suatu kartu PC (dan suatu saluran) digunakan, keluaran end to
end akan mencapai maksimum sekitar sepertiga nilai yang dapat dicapai.
4. Konfigurasi WDS
a. Masuk ke halaman manajemen TP-LINK wireless router. Jika anda tidak yakin
tentang bagaimana melakukan ini, silakan klik di sini.
b. Masuk ke Wireless -> Wireless Setting. Periksa Aktifkan WDS (Aktifkan WDS
bridging). Maka halaman akan menampilkan seperti dibawah ini.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 8.3 Mengaktifkan WDS Bridging


c. SSID di atas halaman adalah nama jaringan nirkabel lokal router ini. Anda dapat
nama apapun yang anda suka.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 8.3 Memasukkan SSID

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

154

d. Klik Search/Survey. Pada jendela pop-up, menemukan SSID dan saluran AP root
anda, dan tekan Connect.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 8.4 List saluran AP


e. SSID akar AP dan BSSID (MAC Address) akan diisi secara otomatis. Kemudian
silahkan masukan pengaturan keamanan nirkabel dan saluran nirkabel untuk
mencocokkan orang-orang di AP root. Klik Save.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 8.5 Pengaturan Keamanan

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

155

f. Pergi ke halaman Wireless Security untuk mengamankan jaringan nirkabel lokal


dari router itu sendiri. Pengaturan enkripsi sini bisa berbeda dengan router root.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 8.6 Menu pengaturan keamanan

g. Klik DHCP-> Halaman DHCP Settings. Pilih Nonaktifkan DHCP Server, dan klik
tombol Save.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 8.7 DHCP Settings

h. Pergi ke Network-> LAN-> Memodifikasi LAN IP Address dari router - Save.


Catatan: Disarankan untuk mengubah router IP Address berada di jaringan yang
sama dari root network. Contoh, jika akar anda router IP Address adalah
192.168.1.254, IP Range 192.168.1.1 ~ 192.168.1.100, sedangkan kami router
standar LAN IP Address adalah 192.168.0.1, kita perlu mengubah router kita IP
Address menjadi 192.168.1.X.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

156

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 8.8 Mengubah LAN IP Address


i.

Silakan pergi ke Sistem Tools -> Halaman Reboot untuk reboot unit.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 8.9 Reboot PC


j.

Periksa apakah anda bisa mendapatkan internet ketika terhubung ke router kita
jaringan. Jika tidak, disarankan untuk daya siklus AP akar utama dan router kami
dan mencoba internet. Dua perangkat bisa kompatibel dalam mode bridge WDS
jika internet masih tidak bekerja setelah power bersepeda mereka.

Suatu perangkat yang dipasang di titik-titik tertentu dalam jaringan untuk memperbarui
sinyal-sinyal yang di transmisikan agar mencapai kembali kekuatan dan bentuknya yang
semula, guna memperpanjang jarak yang dapat di tempuh. Ini di perlukan karena sinyal-sinyal
mengalami pelemahan dan perubahan bentuk selama transmisi.
Repeater merupakan alat yang dapat menerima sinyal digital dan memperkuatnya untuk
diteruskan kembali. Repeater juga dapat memperjauh jarak transmisi data. disamping itu,
repeater dapat memperkecil noise pada sinyal transmisi yang datang.
Repeater dimana access point berkomunikasi satu sama lain dan juga dengan wireless clients
atau Station (STA). Wireless repeater, sebuah device yang mengirim dan menerima sinyal

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

157

untuk memperluas area jangkauan. Kekurangan repeater adalah bisa mengurangi


performansi LAN nirkabel. Repeater harus menerima dan mengirim setiap frame pada kanal
radio yang sama, mengakibatkan terjadinya penggandaan jumlah traffic pada jaringan. Hal ini
terjadi jika digunakan banyak repeater.

Sumber: www.pintarkomputer.com

Gambar 8.10 Mode Repeater

Bridge, komunikasi dua arah antara access point Wireless Distribution System satu dengan
access point lainnya (antar access point) akan tetapi tidak membolehkan wireless clients atau
Station (STA) untuk mengaksesnya. Pada bridge terdapat 2 mode yaitu:
1. Bridge Point to point
Dalam mode ini, anda dapat menggunakan router broadband ini sebagai bridge
jaringan nirkabel dan mengijinkan semua komputer yang terhubung ke port LAN
kedua Access Point router nirkabel tersebut untuk berkomunikasi dengan satu sama
lain. Mode ini hanya mendukung satu titik access point nirkabel, artinya komunikasi
tersebut hanya terjadi antara dua unit router nirkabel sebagai bridge (jembatan).

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

158

Sumber: kb.netgear.com

Gambar 8.11 Birdge Point to Point


2. Bridge Point to Multi Point
Pada wireless mode Bridge Point to Multi Point Access Point 1, Access Point 2, dan
Access Point 3 dapat terhubung satu sama lain. Pada mode Bridge Point to Multi Point
yang kita lakukan ini access point 1 akan bertindak sebagai setral dari ketiga access
point. Untuk ilustrasi gambaran dari bridge point to multi point adalah seperti berikut:

Sumber: kb.netgear.com

Gambar 8.12 Bridge Point to Multipoint

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

159

Wireless Distribution System (WDS) adalah suatu sistem perluasan jaringan nirkabel, dimana
dengan Wireless Distribution System memungkinkan kita bisa membangun infrastruktur
wireless tanpa harus membangun backbone kabel jaringan sebagai interkoneksi antar bridge.
Dalam WDS terdapat 2 mode yang dapat digunakan yaitu:
1. Repeater
Suatu perangkat yang dipasang di titik-titik tertentu dalam jaringan untuk
memperbarui sinyal-sinyal yang di transmisikan agar mencapai kembali kekuatan dan
bentuknya yang semula, guna memperpanjang jarak yang dapat di tempuh.
2. Bridge
Bridge, komunikasi dua arah antara access point Wireless Distribution System satu
dengan access point lainnya (antar access point) akan tetapi tidak membolehkan
wireless clients atau Station (STA) untuk mengaksesnya. Pada bridge terdapat 2 mode
yaitu:
a. Bridge Point to Point
Dalam mode ini, anda dapat menggunakan router broadband ini sebagai bridge
jaringan nirkabel dan mengijinkan semua komputer yang terhubung ke port LAN
kedua Access Point router nirkabel tersebut untuk berkomunikasi dengan satu
sama lain.
b. Bridge Point to Multipoint

Pada wireless mode Bridge Point to Multi Point Access Point 1, Access Point
2, dan Access Point 3 dapat terhubung satu sama lain. Pada mode Bridge
Point to Multi Point yang kita lakukan ini Access Point 1 akan bertindak
sebagai setral dari ketiga Access Point.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

160

Soal Uraian
1. Jelaskan secara singkat konsep WDS !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
2. Gambarkan contoh dari ilustrasi WDS bridge point to point!
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
3. Gambarkan contoh dari ilustrasi WDS bridge point to multipoint!
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
4. Gambarkan contoh dari ilustrasi WDS repeater!
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
5. Jelaskan 2 kerugian dari penggunaan WDS !
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________
_____________________________________________________________________

Buatlah rancangan WDS yang menggambarkan bentuk jaringan nirkabel


di SMKN 6 Malang!

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

161

Setelah mempelajari modul ini, diharapkan kalian dapat mengetahui kesalahan yang
sering terjadi pada jaringan nirkabel kita dan pada akhirnya kita akan mengetahui
bagaimana merawat dan memperbaiki jaringan nirkabel kita. Maka dari itu patut
diperhatikan saran-saran berikut :
1. Dalam memahami modul ini, pahami jenis-jenis kesalahan yang sering terjadi pada
jaringan nirkabel.
2. Setelah itu, pahamilah tentang Backup dan Restore.
3. Dan terakhir, pahamilah Update Firmware.
4. Sebagai siswa, kalian dituntut untuk dapat menilai kemampuan sendiri dengan jujur,
untuk itu setelah memahami tema demi tema secara keseluruhan, kerjakan latihanlatihan dengan tes formatif yang terdapat disetiap kegiatan belajar. Untuk melihat
hasilnya, silahkan meminta kunci jawaban tes formatif dari guru. Kalian akan
mengetahui sendiri tingkat penguasaan terhadap materi modul yang telah
dipelajari.
5. Lebih lanjut dari itu, kerjakanlah ayo pecahkan masalah. Dengan mengerjakan
perintah yang ada disitu diharapkan kelian dapat menganalisis dalam mengamankan
jaringan nirkabel menggunakan metode apakah yang paling efektif dan efisien.
Dengan petunjuk diatas, kalian diharapkan mampu memperoleh pemahaman tentang jenis
serangan, metode keamanan, dan meningkatkan keamanan jaringan nirkabel dengan
mudah dan cepat, sehingga penguasaan terhadap modul ini akan tercapai.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

162

Indikator
Dapatkah anda menyebutkan kesalahan pada
jaringan jaringan nirkabel?
Dapatkah anda menjelaskan backup dan restore?

Dapatkah anda menjelaskan update firmware?

Dalam mengoperasikan suatu jaringan


ada kalanya terjadi kesalahankesalahan yang tidak kita duga
sebelumnya. Apakah yang akan kita
lakukan jika sebuah kesalahan terjadi?
Tentunya kita akan melakukan
perbaikan. Tapi apakah kita hanya
akan melakukan perbaikan apabila
suatu kesalahan sudah terjadi? Pada
saat mengoperasikan suatu jaringan
kita juga perlu melakukan perawatan
agar kinerja jaringan tetap berjalan
seperti normal.

Ya

Bila jawaban Tidak


Pelajari Materi
Pelajari sub Bab A

Tidak

Pelajari sub Bab B


Pelajari sub Bab C

Sumber: www.sercom.web.id

1. Multipath
Diartikan sebagai karangan dari sinyal utama yang ditambahkan dengan duplikat atau
echo gelombang bidang yang disebabkan pantulan dari gelombang jauh objek antara
pemancar dan penerima. Delay antara sinyal utama sesaat datang dan sinyal direfleksi
terakhir datang disebut sebagai delay spread.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

163

Sumber: Sritusta Sukaridhoto

Gambar 9.1 Multipath


Multipath dapat menyebabkan beberapa kondisi-kondisi yang berbeda, semua dari
yang dapat mempengaruhi transmisi dari sinyal RF dengan cara yang berbeda. Kondisi
tersebut meliputi:
a. Downfade
Pada saat gelombang RF tiba di penerima, banyak gelombang pantul yang tiba
dalam waktu yang sama dari arah yang berbeda. Kombinasi dari amplitudo
gelombang ini adalah aditif RF terhadap gelombang yang utama. Gelombang yang
dicerminkan jika tidak pada satu fase dengan gelombang utama, dapat
menyebabkan amplitudo sinyal akan berkurang saat diterima, seperti
digambarkan di Gambar 9.2. Kejadian ini biasanya dikenal sebagai downfade dan
harus dipertimbangkan dengan seksama ketika pelaksanaan suatu survei
penglihatan dan antena pemilihan yang sesuai.

Sumber: Sritusta Sukaridhoto

Gambar 9.2 Downfade

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

164

b. Korupsi
Sinyal hilang yang ada kaitannya dengan multipath dapat terjadi sebagai hasil yang
sama dari gejala yang menyebabkan amplitudo berkurang, tetapi untuk tingkat
yang lebih besar. Gelombang pantul tiba atau tidak pada satu fase penerima
dengan gelombang yang utama, seperti digambarkan di Gambar 9.3, dapat
menyebabkan gelombang tersebut berkurang di amplitudonya.

Sumber: Sritusta Sukaridhoto

Gambar 9.3 Ilustrasi gangguan Korupsi


Dalam beberapa kasus, sinyal untuk menyiarkan perbandingan (SNR) secara
umum sangatlah rendah, di mana sinyal itu sendiri sangat dekat. Penerima tidak
mampu dengan jelas menerjemahkan sinyal informasi, menyebabkan data yang
diterima tersebut hanya ada yang hilang. Korupsi dari data ini akan menugaskan
pemancar untuk mengirimkan kembali data, meningkatkan dan mengurangi
throughput pada LAN nirkabel.
c. Nulling Sinyal
Kondisi yang dikenal sebagai kondisi nulling batal terjadi ketika satu atau lebih
gelombang pantul tiba di penerima out-of-phase dengan gelombang yang utama
dengan amplitudonya. Seperti digambarkan di Gambar 9.4, kapan gelombang
pantul menuju out of-phase dengan gelombang yang utama di penerima, kondisi
dapat dibatalkan atau "null" keseluruhan dalam sinyal RF, mencakup gelombang
yang utama.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

165

Sumber: Sritusta Sukaridhoto

Gambar 9.4 Nulling Sinyal


Ketika nulling terjadi, melakukan transimisi ulang tidak akan menyelesaikan
masalah. Transmitter, Receiver, dan obyek harus dipindahkan. Satu atau lebih
diantaranya harus di relokasi untuk menghindari efek dari nulling.
d. Upfade
Upfade adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan ketika multipath
menyebabkan sinyal RF menjadi semakin kuat. Upfade, seperti digambarkan di
Gambar 9.5 terjadi pada sinyal yang dipantulkan yang datang di penerima dengan
sinyal utama. Sama halnya dengan sinyal yang berkurang/turun, semua
gelombang ini aditif pada sinyal utama. Selain itu multipath tidak menyebabkan
sinyal yang menjangkau penerima lebih kuat daripada yang dipancarkan sinyal
ketika sinyal meninggalkan alat pemancar. Jika multipath terjadi demikian maka
dapat membuat aditif pada sinyal utama, total sinyal yang menjangkau penerima
akan menjadi lebih kuat dari sinyal yang terjadi tanpa adanya multipath.
Penting dipahami bahwa sinyal RF yang diterima tidak lebih besar daripada sinyal
yang ditransmisikan pada free space (istilah ini sering disebut sebagai path loss).
Path loss merupakan akibat dari hilangnya amplitudo pada sinyal pada saat
ditransmisikan pada ruang terbuka.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

166

Sumber: Sritusta Sukaridhoto

Gambar 9.5 Upfade


2. Kesalahan pada Access Point
Router, atau yang dalam hal ini adalah access point nirkabel, menjadi hal yang vital
dalam jaringan nirkabel bermode infrastruktur. Router menjadi semacam orang
ketiga yang menghubungkan sebuah jaringan LAN ke berbagai macam komputer klien.
Oleh karena itu, jika router mengalami masalah, jaringan nirkabel juga tidak akan
dapat bekerja secara optimal. Berikut adalah berbagai masalah yang sering terjadi
pada router dan solusinya.
a. Access point nirkabel bekerja dengan lambat dan tidak seperti biasanya.
Kebanyakan access point nirkabel bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dan beberapa
peralatan rumah tangga seperti oven mikrowave, telepon nirkabel dan monitor
mengeluarkan sinyal dengan frekuensi yang sama sehingga dapat mengganggu
jaringan. Solusinya adalah perlu mematikan atau menjauhkan peralatan-peralatan
elektronik tersebut.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

167

Pada frekuensi 2,4 GHz juga terdapat beberapa channel Wi-Fi yang bisa digunakan.
Namun, pada praktiknya umumnya hanya tiga channel saja yang bisa digunakan
yaitu 1, 6, dan 11. Penggunaan channel yang sama seperti yang digunakan oleh
jaringan lain mungkin saja
terjadi sehingga tumpang
tindih dan menyebabkan
access point bekerja dengan
sangat lambat. Solusinya
adalah bisa menggunakan
channel yang lain sehingga
jalur koneksinya akan berjalan
lebih lancar. Penyebab lain
lambatnya kinerja access point
nirkabel adalah penggunaan
set default dari vendor pada
masing-masing
jaringan
(channel yang digunakan pasti
sama)
Sumber: www.lifehacker.com

b. Tidak Dapat Mengakses Menu/Fitur yang Ada pada Access Point Nirkabel.
Solusinya adalah dapat mengatur kembali peralatan access point sehingga kembali
ke default awal dan dapat mengakses segala fitur yang ada pada access point.
Pada berbagai peralatan access point biasanya terdapat tombol reset di bagian
belakang, di dekat port LAN dan colokan daya, yang bisa digunakan untuk
mengatur kembali peralatan.

Gambar 9.6 Tombol Reset pada Sebuah Access Point Nirkabel

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

168

c. Timbul Titik Mati (Dead Spot) pada Jangkauan Sinyal Access Point Nirkabel.
Pengguna yang berada di lokasi dead spot tidak dapat melakukan koneksi. Hal ini
terjadi pada access point yang menggunakan mode 802.11g. Untuk mengatasinya,
biasanya digunakan wireless router tambahan atau wireless extender untuk
memperkuat serta memperbesar jangkauan sinyal.
d. Rusak atau Tidak Berfungsi Sama Sekali.
Penyebabnya, penggunaan access point secara terus menerus selama 24 jam.
Sebaiknya mematikan access point ketika tidak sedang digunakan agar peralatan
access point tetap awet dan dapat digunakan lebih lama.
e. Pesan Error Koneksi Internet Tidak Dapat Dilakukan.
Masalah ini bisa terjadi karena topologi jaringan yang digunakan tidak tepat.
Pengguna bisa mengatur ulang topologi jaringan yang digunakan agar
mendapatkan lokasi serta posisi yang tepat untuk access point.
f. Sinyal kurang bagus.
Salah satu faktor yang menyebabkan sinyal access point nirkabel kurang bagus
adalah jangkauan antena yang tidak maksimal. Solusinya adalah bisa mengganti
antena pada access point nirkabel dengan jenis antena yang memberikan
jangkauan sinyal lebih jauh, atau menggunakan repeater yang berfungsi sebagai
perelai dan penyebar sinyal dari AP nirkabel ke komputer klien.

Gambar 9.8 Penyebaran sinyal mode repeater

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

169

3. Kesalahan pada Wifi


Teknologi nirkabel memang bagus untuk menghubungkan antara daerah yang jauh.
Namun, teknolgi ini mempunyai kelemahan. Umumnya, gangguan yang sering
dijumpai dalam teknologi WiFi antara lain :

Gambar 9.9 Jaringan Wifi


a. Jaringan Wi-Fi Tetangga
Sumber gangguan terbesar saat ini adalah jaringan Wi-Fi tetangga. Permasalahan
terletak pada, peralatan Wi-Fi paling banyak beredar beroperasi di pita 2.4GHz.
Jika user memakai router 2.4GHz juga, jaringan Wi-Fi tetangga dipastikan
mengganggu user.
b. Manusia
Tubuh manusia sebagian besar terbuat dari air dengan persentase 45-75%,
tergantung usia dan tingkat kebugaran. Air bisa menghambat kecepatan Wi-Fi.
Selain itu, kelembaban bisa mempengaruhi kecepatan Wi-Fi juga.
c. Pengaturan Keamanan
Pada beberapa router low-end, pengaturan keamanan bisa mempengaruhi
kinerja. Beberapa tahun terakhir, WPA (Wireless Protected Access) dan protokol
WPA2 menggantikan WEP (Wireless Encryption Protocol) tua dan kurang aman.
Namun, pada perangkat yang lebih kuat umumnya memiliki hardware yang
dirancang khusus untuk WPA dan enkripsi WPA2. Alhasil, protokol keamanan kuat
tak memperlambat kecepatan Wi-Fi router high-end.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

170

Gambar 9.10 Pengaturan keamanan dengan WEP dan WPA


d. Firmware Lama
Memperbarui firmware router bisa meningkatkan kinerja dan memberi satu atau
dua fitur baru. Kapanpun ketika router bermasalah, periksa apakah firmware tak
bermasalah. Terkadang, ada sedikit bug dan produsen router telah telah memiliki
perbaikannya.
e. Noise/Sinyal Pengganggu
Noise yang merupakan pengganggu yang terberat dalam dunia Wi-Fi. Noise atau
interferensi adalah sesama sinyal gelombang radio juga yang beroperasi pada
frekuensi, interval dan area yang sama, akibatnya device client akan mengalami
error saat menerjemahkan kode informasi yang sama. Ibaratnya saat kita
berbicara dengan teman kita di tempat sepi dibandingkan berbicara di tempat
yang ramai.
f. Jarak dari sumber Wi-Fi
Jarak juga termasuk dalam penyebab gangguan Wi-Fi. Sebab apabila kita berada
kita berada pada jarak yang dekat dengan sumber Wi-Fi maka, kecepatan transfer
data-nya akan semakin meningkat. Dan sebaliknya jika kita berada jauh dengan
sumber Wi-Fi, kecepatan transfer data-nya berkurang.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

171

Fungsi backup adalah untuk menyimpan semua konfigurasi dari access point ke dalam
komputer dalam bentuk file. Fungsi restore adalah untuk mengembalikan konfigurasi access
point yang sudah diubah.
1. Gambar dibawah ini adalah contoh dari setting backup dan restore pada access point
TP LINK TL-W701ND.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 9.11 Menu Backup & Restore


2. Setelah klik backup, lalu akan muncul kotak dialog untuk menyimpan hasil konfigurasi
access point dalam bentuk file. Format dari file backup berekstensi (.bin).
3. Untuk melakukan restore, klik tombol pilih file. Lalu pilih file backup setelah itu klik
restore.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

172

Memperbarui perangkat lunak serta firmware access point harus secara teratur. Access
point merupakan perangkat lunak yang biasanya menyertai perangkat nirkabel dan akan
selalu diperbarui secara reguler oleh vendor peralatan tersebut. Beberapa vendor telah
menyediakan pembaruan firmware terbaru pada situs web resmi sehingga dapat
mengunduh dan melakukan pembaruan dengan lebih mudah. Setelah melakukan
pembaruan, biasanya perlu mereset peralatan access point untuk mengembalikannya ke
nilai default.
Upgrade firmware memberikan hasil yang sangat memuaskan, yaitu DHCP server dapat
berfungsi dengan baik dan tersedianya fasilitas tambahan/baru yaitu perangkat wireless
sekarang fungsinya menjadi tiga jenis:
1. Access Point (fungsi default)
2. Client Bridge Mode
3. Repeater Mode
Pada Gambar 9.17 merupakan update firmware access point TPLINK TL-W701ND, caranya
adalah dengan klik menu tab system tools lalu pilih firmware upgrade, setelah berhasil
masuk pada halaman tersebut lalu klik tombol Choose File dan pilih file update yang
sebelumnya sudah diunduh melalui web TPLINK. Setelah selesai klik Upgrade, lalu tunggu
proses update hingga selesai.

Sumber: TPLINK TL-WA701ND User Guide

Gambar 9.12 Menu Update Firmaware

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

173

A. Jenis-jenis kesalahan pada nirkabel


1. Multipath
Didefinisikan sebagai karangan dari sinyal utama ditambahkan dengan
duplikat atau echo gelombang bidang yang disebabkan oleh refleksi dari
gelombang jauh objek antara pemancar dan penerima. Multipath dapat
menyebabkan beberapa kondisi-kondisi yang berbeda, antara lain:
a. Downfade
b. Korupsi
c. Nulling Sinyal
d. Upfade

B. Backup and Restore


Fungsi backup adalah untuk menyimpan semua konfigurasi dari access point ke
dalam komputer dalam bentuk file. Fungsi restore adalah untuk memperbarui
konfigurasi access point yang sudah diubah.

C. Update Firmware
Access point merupakan perangkat lunak yang biasanya menyertai perangkat
nirkabel dan akan selalu diperbarui secara reguler oleh vendor peralatan tersebut.
Beberapa vendor telah menyediakan pembaruan firmware terbaru pada situs web
resmi sehingga dapat mengunduh dan melakukan pembaruan dengan lebih
mudah.

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

174

Pilihan Ganda
1. Dibawah ini yang bukan termasuk efek dari Multipath adalah
a. Downfade
d. Nulling Sinyal
b. Propagasi
e. Upfade
c. Korupsi
2. Secara umum, channel pada frekuensi 2,4 GHz yang dapat digunakan adalah ...
a. 1, 5, 11
d. 1, 6, 11
b. 2, 6, 10
e. 1, 6, 10
c. 3, 6, 10
3. Path loss disebabkan oleh
a. Sinyal hilang
b. Banyak gelombang pemantul yang tiba dalam waktu yang sama
c. Amplitudo sinyal bertambah
d. Node yang tak terlihat
e. Jarak antara pemancar dan penerima
4. Ketika suatu gelombang RF tiba di penerima, banyak gelombang pantul yang tiba dalam waktu
yang sama dari arah yang berbeda. Pernyataan diatas merupakan pengertian dari
a. Downfade
d. Corrupt
b. Upfade
e. Hidden Node
c. Nulling
5. Apa yang harus dilakukan pengguna ketika berada pada deadspot tidak dapat melakukan
koneksi ?
a. Update firmware access point
b. Melakukan pembaharuan ke 802.11 n
c. Mengatur access point ke default atau pengaturan awal
d. Menjauhkan peralatan yang mengeluarkan sinyal dengan frekuensi yang sama seperti
oven microwave
e. Mengatur topologi jaringan yang digunakan

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

175

Soal Uraian
1. Jelaskan secara singkat kejadian downfade !
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
2. Bagaimana solusi dari sinyal access point nirkabel yang kurang bagus ?
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________

3. Sebutkan masalah-masalah yang sering terjadi pada access point !


___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
4. Apa fungsi backup dan restore pada access point?
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
5. Sebutkan manfaat yang di dapat oleh pengguna jika sudah melakukan update firmware!
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________

Masalah yang paling banyak pada jaringan wifi adalah tidak berhasilnya melakukan
koneksi ke jaringan wireless, dari proses scanning sampai mendapatkan IP address.
Carilah penyebabnya dan beri solusi untuk masalah tersebut!

Modul Jaringan Nirkabel |XII SMK TKJ

176