Anda di halaman 1dari 4

Manifestasi klinis infeksi virus dengue sangat luas dapat bersifat

asimtomatik/tak bergejala, demam yang tidak khas/sulit dibedakan dengan infeksi


virus lain (sindrom virus/viral syndrome, undifferentiated fever), demam dengue
(DD), demam berdarah dengue (DBD) dan expanded dengue syndrome/organopati
(manifestasi klinis yang tidak lazim). Demam dengue terbagi menjadi dua yaitu
dengan perdarahan dan tanpa perdarahan. 2
Demam disertai mialgia, sakit punggung (karena gejala ini, demam dengue
pada masa lalu disebut sebagai breakbone fever), artralgia, muntah, fotofobia (mata
seperti silau walau terkena cahaya dengan intensitas rendah) dan nyeri retroorbital
pada saat mata digerakkan atau ditekan. Gejala lain dapat ditemukan berupa gangguan
pencernaan (diare atau konstipasi), nyeri perut, sakit tenggorok, dan depresi.2
Virus dengue termasuk group B arthropod borne virus (arboviruses) dan
sekarang dikenal sebagai genus flavivirus, famili Flaviviridae, yang mempunyai 4
jenis serotipe akan menimbulkan antibodi seumur hidup terhadap serotipe yang
bersangkutan tetapi tidak ada perlindungan terhadap serotipe yang lain.4
Pada hari ke-3 atau 4 ditemukan ruam makulopapular atau rubeliformis, ruam
ini segera berkurang sehingga sering luput dari perhatian orang tua. Pada masa
penyembuhan timbul ruam di kaki dan tangan berupa ruam makulopapular dan
petekie diselingi bercak-bercak putih (white islands in the sea of red), dapat disertai
rasa gatal yang disebut sebagai ruam konvalensens. Manifestasi perdarahan pada
umumnya sangat ringan berupa uji tourniquet yang positif ( 10 petekie dalam area
2,8 2,8 cm) atau beberapa petekie spontan.2
Pemeriksaan laboratorium menunjukkan jumlah leukosit yang normal, namun
pada beberapa kasus ditemukan leukositosis pada awal demam, namun kemudian
terjadi leukopenia dengan jumlah PMN yang turun, dan ini berlangsung selama fase
demam. Jumlah trombosit dapat normal atau menurun (100.000-150.000/mm 3), jarang
ditemukan jumlah trombosit kurang dari 50.000/mm3. Peningkatan nilai hematokrit
sampai 10% mungkin ditemukan akibat dehidrasi karena demam tinggi, muntah, atau
karena asupan cairan yang kurang.2
Identitas Pasien
Nama

: An. C

Usia

: 3 tahun 2 bulan

Jenis kelamin

: Perempuan

Alamat

: Jln. Tanggul utara

Nama Ibu

: Ny . A

Pekerjaan/ pangkat

: Ibu rumah tangga

Alamat

: Jln. Tanggul utara

A. Anamnesis
Keluhan Utama

: Demam

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien datang ke RS.Undata dibawa oleh orang tuanya dengan keluhan
demam sejak 2 hari yang lalu. Demam timbul mendadak pada pagi hari dan
meningkat perlahan-lahan. Pasien tidak kejang. Keluhan demam tidak disertai
dengan nyeri menelan dan batuk. Pasien tidak mengigil dan tidak berkeringat.
Pasien juga mengeluh mimisan sebanyak 2 kali, gusi berdarah dan bengkak
pada kedua kelopak mata. Tidak ada mual dan muntah. Namun nafsu makan
menurun sejak sakit serta keadaan gelisah dimana pasien sering rewel dan
menangis. BAB lancar warna kekuningan. Keluhan nyeri pinggang dan rasa
sakit saat buang air kecil juga tidak ada. BAK lancar.
Riwayat Penyakit Dahulu: Tidak ada
Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada

Riwayat Kehamilan dan Persalinan:


o

Riwayat Kehamilan

: G3 P3 A0

Perawatan antenatal

: Teratur

Tempat lahir

: Rumah Sakit

Ditolong oleh

: Dokter

Cara persalinan

: Normal

Berat badan lahir

: 3000 gram

Panjang badan lahir

: 50 cm

o Usia gestasi

: Cukup bulan

o Keadaan bayi saat lahir

: langsung menangis

Riwayat Kemampuan dan Kepandaian:


Berjalan dan berbicara : 1 tahun
Anamnesis Makanan:
ASI : 0 9 bulan

Susu formula : 9 bulan sekarang


Nasi : 1 tahun - sekarang
Riwayat Alergi: Tidak ada.
Riwayat Imunisasi: Imunisasi dasar lengkap
B.

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum : Sakit Sedang

Kesadaran

: Compos Mentis

Berat badan

: 11 kg

Tinggi badan

: 87 cm

Status Gizi

: Baik

Tanda Vital

Tekanan darah

: 90/60 mmHg

Frekuensi nadi

: 136/menit, reguler, kuat angkat.

Frekuensi nafas : 30 /menit

Suhu Axillaris

Kulit

: 38 0C

: Ruam (+), Rumple Lead Test (+)

Kepala

Bentuk

: Normocephale

Ubun-ubun

: Menutup

Mata

: Anemis -/- , Ikterik -/- , Edema palpebra +/+

Hidung

: Rhinorrhea (-)

Mulut

: Sianosis (-), tampak kemerahan (Chery red),


perdarahan gusi (+)
Tonsil T1/T1 hiperemis (-)

Telinga

: Otorrhea (+)

Leher
Kelenjar getah bening : Pembesaran (-)
Kelenjar tiroid : Pembesaran (-)
Dada

Paru-paru

Inspeksi

Pergerakan

dada

simetris

dalam

keadaan statis dan dinamis


pada kedua lapang paru, retraksi (-)

Palpasi

: Vokal fremitus kanan = kiri

Perkusi

: Sonor pada kedua lapang paru, kanan = kiri

Auskultasi

: Suara nafas bronkovesikuler +/+, Rh -/-, Wh -/-

Jantung
-

Inpeksi

: Ictus cordis tidak terlihat

Palpasi

: Ictus cordis teraba pada SIC V line midclavicula sinistra

Perkusi

: Pekak, Batas jantung dalam batas normal

Auskultasi

: BJ I-II murni reguler, murmur (-)

Abdomen
-

Inspeksi

: Datar, lemas

Auskultasi

: Peristaltik (+), kesan normal

Perkusi

: Timpani

Palpasi

: Nyeri tekan (-), Organomegali (-)

Punggung : Dalam batas normal


Genitalia : Dalam batas normal
Anggota Gerak : Ekstremitas Atas : Akral hangat, edema dan sianosis (-)
Ekstremitas Bawah : Akral hangat, edema dan sianosis (-)
C.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
-

Eritrosit : 4,51 106/mm3 (3,8-5,2 106/mm3)

Hemoglobin : 12,5 g/dl (11,7-15,5 g/dl)

Hematokrit : 33,6% (35-47 %)

Trombosit : 84 103/mm3 (150-440 103/mm3)

Leukosit : 2,62 103/mm3 (3,6-11,0 103/mm3)

Kesan : Leukopenia (+), Trombositopenia (+), Hemokonsentrasi (-)