Anda di halaman 1dari 1

Syaikh Abdul Ghaffar As-Syarif dari Fakultas Syariah dan Dirasat Islamiyah Universitas Kuwait

menyampaikan makalah tentang Fenomena Takfir (pengkafiran) di dunia kaum muslimin saat inin:
Perlu diketahui, bahwa kufur ada dua jenis. Kufur besar dan kufur kecil. Kufur besar ialah jenis
kekafiran yang menyebabkan pelakunya kekal di neraka, yakni perilaku kufur yang berlawanan
dengan iman. Misalnya; mendustakan Rasulullah, mengingkari perintah Allah sebab kesombongan,
meragukan risalah, atau sebab munafik yakni menyatakan keimanan namun hati mendustakan.
Sedangkan kufur kecil biasa disebut kufur amali, derajatnya rendah. Pelaku kufur ini mendapatkan
ancaman siksa namun tidak menyebabkannya kekal di neraka.
Dari dua jenis kekufuran tersebut, kita harus berhati-hati dengan istilah kafir (orang yang
berperilaku kufur). Seyogyanya kita tidak mengkafirkan seorang muslim karena ucapannya, jika
memang masih bisa ditafsirkan dengan penafsiran lain yang lebih baik, atau kekafirannya itu masih
bisa diperdebatkan karena ada riwayat lain yang menjadi sandaran meskipun itu lemah. Seorang
muslim tidak akan dikeluarkan dari keislaman dan keimanannya kecuali dia telah mengingkari halhal yang memasukkannya ke dalam Islam.
Sementara itu, kita diperintahkan untuk husnudzan kepada sesama muslim dan menafsirkan
ucapannya pada penafsiran yang baik. Hukum kekafiran seseorang akan jatuh ketika orang tersebut
adalah orang mukallaf yang dalam keadaan sukarela ketika mengeluarkan ucapan atau melakukan
perbuatan penyebab kekufuran.
Kita harus memahami hadits tentang golongan yang selamat agar kita berusaha cocok dengan sifatsifat golongan tersebut, bukan untuk menghakimi kelompok lain. Kita juga harus memahami
bagaimana tuntunan agama tentang al-Wala wa al-Bara, loyalitas dan berlepas diri. Yang sangat
perlu untuk diperhatikan adalah mengembangkan pemahaman kita terhadap masalah pengkafiran
ini, agar sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan sunnah. Selain itu juga untuk menebar cinta di
antara sesama kaum muslimin.