Anda di halaman 1dari 8

Keluarga Berencana (KB)

I. Pengertian
Keluarga Berencana (KB) adalah salah satu program yang digunakan untuk menurunkan
tingkat pertambahan penduduk. Di dalam KB digunakan kontrasepsi yang bertujuan untuk
menghindari/ mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur
(ovum) dengan sel sperma.
II. Jenis-Jenis KB
A. KB Sederhana
Ada 2 cara:
1. Pantang berkala: dilakukan dengan menghitung waktu subur (saat keluarnya sel
telur) masa subur umumnya 12-14 hari sejak hari pertama haid. Senggama dilakukan
di luar waktu subur
Kelebihan:
- 75 99% efektif jika digunakan dengan sempurna
- Bisa digunakan untuk merencanakan atau menghindari kehamilan
- Membantu wanita untuk lebih mempelajari tentang fungsi tubuhnya
- Tidak ada biaya maupun efek samping
Kekurangan:
- Membutuhkan waktu dan komitmen
- Tidak ada perlindungan infeksi menular seksual contohnya HIV
- Membutuhkan kondom dalam siklus ovulasi ketika saat memiliki peluang besar
untuk hamil
- Sakit dan stress dapat mempengaruhi siklus ovulasi, sehingga metode ini menjadi
kurang dapat diandalkan
2. Senggama terputus: disebut juga azl atau coitus interruptus dilakukan dengan cara
menghentikan senggama ketika air mani hendak terpancar ke luar
Kelebihan:
- 78 96% efektif
- Lebih baik daripada tidak menggunakan pengontrolan kehamilan sama sekali
- Tidak ada biaya maupun efek samping
- Bisa dipakai kapan saja
Kekurangan:
- Pria tidak selalu dapat mengontrol dengan akurat kapan mereka akan ejakulasi
- Kadang tidak efektif karena alkohol dan obat-obatan yang dapat mempengaruhi
kontrol diri
- Adanya kemungkinan keluar sperma pre-ejakulasi
- Tidak ada perlindungan infeksi menular seksual
(sumber: peelregion.ca, diakses 21 Desember 2015)
B. KB Hormonal
1. Pil KB
Pil KB harus diminum setiap hari 1 tablet secara teratur supaya bisa mencegah
kehamilan.kalau ibu minum pil KB setiap hari,maka tidak akan terjadi ovulasi atau
pelepasan sel telur oleh indung telur.tanpa ovulasi tentu saja tidak akan terjadi kehamilan
Keuntungan:

Pil KB mudah didapat,efektif kalau digunakan secara tepat dan benar


Keluhan efek samping pemakaian Pil-KB termasuk lebih ringan,yaitu berupa
gangguan haid (merasa mules atau perdarahan) pemakaian Pil KB dapat
mengurangi resiko mengalami kanker rahim
Kekurangan:
- Harus diminum setiap hari,tidak boleh lupa.
- ada efek sampingnya yang mungkin dialami oleh beberapa pemakai pil KB(tidak
semua), yaitu sedikit rasa mual, pusing, pendarahan,kenaikan berat badan,dan
sakit pada buah dada yang terjadi dlm tiga bulan pertama pemakai pil KB,
kadang-kadang dapat menyebabkan darah tinggi
Pil KB disarankan untuk ibu dengan ciri sebagai berikut:
- Masih ingin punya anak
- Mengalami pendarahan haid yang banyak dan nyeri
- Anemia
- Tidak mudah lupa
Pil KB tidak disarankan untuk ibu dengan ciri sebagai berikut :
- Tidak suka minum pil
- Pelupa
- Bertempat tinggal jauh dari klinik/tempat persediaan pil PK,yang dapat
menyulitkannya untuk memperolehnya pil secara teratur sehingga dpt
menyebabkan kegagalan pemakaiannya.
Pil KB tidak boleh diipakai untuk waniita dengan ciri sebagai berikut :
- Berumur lebih dari 35 tahun dan merokok
- Bertubuh sangat gemuk
- Menderita tekanan darah tinggi
- Menderita kencing manis(diabetes)
- Menyusui kurang dari 6 minggu
- menderita penyakit jantung,pembekuan darah atau kanker
- Menderita migrain
- Menderita kelainan fungsi hati,seperti gangguan pada mata atau kulit kelihatan
kuning
Cara penggunaan pil KB:
- Diminum secara teratur,setiap hari pada waktu yang sama
- Pada saat pertama minum pil KB dimulai pada hari kelima haid,selanjutnya
berturut-turut setiap hari satu pil. Untuk kemasan berisi 28 tablet diminum terus
menerus. Untuk kemasan berisi 21 tablet,setelah pil habis istirahat dulu selama 7
hari dan kemudian dilanjuntukan dengan kemasan baru
- Kalau klien lupa minum pil,segera setelah ingat ia harus minum pil tersebut,lalu
ia juga minum pil lagi sesuai kebiasaannya,tapi kalau ia lupa minum pil selama
dua hari atau lebih,ia harus minum 2 tablet sehari sampai tercapai jumlah yang
seharusnya.selain itu ia harus menggunakan cara KB lain kalau ingin
berhubungan seksual, atau ia tidak berhubungan seks dulu sampai kemasannya
habis
2. Suntikan KB
Harus digunakan secara teratur supaya bisa mendapatkan hasil seperti yang
diharapkan waktu untuk mendapatkan suntikan ulang harus diingat klien dengan baik.

suntikan KB yang diberikan secara teratur akan menyebabkan tidak terjadinya


ovulasi,sehingga kehamilanpun tidak bisa terjadi. kalau digunakan dengan
baik,efektifitasnya bisa menyamai vasektomi dan tubektomi
Jenis suntikan KB:
- Depo Provera dan Depo Geston disuntikan setiap 3 bulan sejak suntikan
pertama
- Noristerat diberikan setiap 2 bulan untuk suntikan pertama
- Cyclofem diberikan setiap bulan sekali
Keuntungan suntikan KB:
- Mudah diterima karena suntikan sudah dikenal masyarakat sejak lama sebagai
cara pengobatan
- Tidak mengganggu ASI
- Mengurangi resiko terjadinya infeksi rongga panggul
Kekurangan:
- Efek samping yang mungkin dialami pada pemakaian suntikan KB adalah
pusing,payudara membesar dan terasa nyeri kalau tersentuh,biasanya akan segera
hilang.
- beberapa pemakai suntikan KB juga mengeluh haidnya terganggu,ada juga yang
mengeluh tidak mendapat haid,haidnya berkurang atau hanya berupa bercak
pendarahan saja
Suntikan KB disarankan untuk:
- Ibu yang tinggal di daerah terpencil,sehingga tidak perlu berulang kali
mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan
- Ibu yang lebih suka disuntik daripada makan pil
- Ibu yang tidak ingin punya anak lagi
- Ibu yang tidak cemas kalau tidak mendapat haid
Suntikan KB tidak disarankan untuk:
- Ibu yang menderita diabetes atau kencing manis
- Ibu yang menderita kelainan jantung atau pembekuan darah
- Ibu yang menyusui kurang dari 6 minggu
- Ibu yang menderita kelainan fungsi hati
- Ibu yang belum ingin punya anak
- Ibu yang selalu khawatir kalau tidak mendapat haid
Suntikan KB tidak boleh diipakai oleh:
- Ibu yang menderita kanker payudara dan alat kelamin
- Ibu yang menderita perdarahan pervaginam yang abnormal
- Ibu yang diduga hamil
Cara pemberian suntikan KB:
- Suntikan KB yang pertama kali sebaiknya diberikan pada hari kelima haid untuk
memastikan bahwa ibu sedang tidak hamil
- Pemberian suntikan KB berikutnya tergantung pada macam obat yang digunakan
- Klien juga diberitahu mengenai kemungkinan tidak mendapat haid,yang
merupakan salah satu efek samping pemakaian suntikan KB
3. Implan / Susuk KB
Alat kontrasepsi Implan terdiri dari 2 tabung silastik berisi hormon levonorgestrel
yang bisa mencegah kehamilan efektifitasnya sangat besar hampir sama dengan

Vasektomi dan tubektomi. Dokter atau bidan memerlukan latihan khusus untuk bisa
memasang dan mencabut implan
Keuntungan:
- Sekali pasang untuk tiga tahun kalau memakai norplant
- Tidak menggangu ASI
- Tidak mempengaruhi tekanan darah
Kekurangan:
- Gangguan haid
- pendarahan sedikit yang terjadi diluar wkt haid
- Rasa pegal pada tempat pemasangan
Implan disarankan untuk:
- Ibu yang ingin memakai cara KB yang praktis
- Ibu tidak ingin anak lagi
- Ibu yang tinggal di daerah terpencil
- Ibu yang tidak cepat kawatir kalau tidak mendapat haid
Implan tidak disarankan untuk:
- Ibu yang menderita diabetes(kencing manis)
- Ibu yang menderita kelainan jantung
- Ibu yang menderita kelainan fungsi hati
- Ibu yang menderita tekanan darah tinggi
- ibu menyusui kurang dari 6 minggu
Implan tidak boleh digunakan untuk:
- Ibu yang mengalami pendarahan per vaginam yang tidak diketahui penyebabnya
- Ibu yang diduga hamil
- Ibu yang menderita tumor/keganasan
Cara Pemasangan:
- Ibu mendapat suntikan anastesi lokal
- Kedua tabung silastik dimasukkan ke bawah kulit lengan bagian atas sebelah
dalam kira-kira 8 cm dari epicondylus medialis
- Implan dipasang di lengan yang tidak terlalu aktif digunakan
C. KB Nonhormonal
1. Kondom
Dipakai oleh suami pada saat bersenggama untuk mencegah pertemuan sperma
dengan ovum. Terbuat dari bahan karet yang sangat tipis.tiap bungkus hanya digunakan
untuk sekali pakai
Keuntungan:
- Mudah memakainya dan cukup aman
- Mudah diperoleh
- Kalau dipakai secara benar bisa efektif
- Bisa dipakai untuk mencegah penyakit kelamin
- Hampir tidak ada efek samping
Kekurangan:
- Beberapa pasangan merasa bahwa kondom sedikit mengganggu
- Keluhan lainnya harus mempunyai persediaan
Kondom baik digunakan untuk:
- Pasangan yang ingin menjarangkan anak
- Kuatir terhadap efek samping pemakaian cara KB lain

- Pasangan yang merasa cemas atau takut tertular penyakit kelamin dan HIV/Aids
Cara Penggunaan Kondom:
- Dipakai sendiri oleh suami pada saat alat kelaminnya sudah mengeras
- Bagian kondom yang berputing dibagian ujung
- Setelah ejakulasi,sebelum ereksi hilang,kondom harus dipegang pinggirnya pada
waktu akan dikeluarkan sehingga kondom tidak terlepas dan sperma tidak
tumpah ke dlm liang vagina
- Setiap bersenggama harus memakai kondom baru
2. AKDR
AKDR adalah singkatan dari alat kontrasepsi dalam rahim atau dikenal juga dengan
nama IUD(Intra Uterine Devices) dan spiral. AKDR terbuat dari plastik atau plastik dan
embaga,diletakkan di dalam rahim. AKDR mencegah pertemuan sperma dengan ovum
Ada Macam-Macam Jenis AKDR
- Lippes Loop
- Multi Load (ML Cu)
- Copper-T
- Copper-7
Lama Pemakaian AKDR:
- Lippes Loop,bisa dipakai selamanya kalau tidak ada keluhan sudah tidak
diproduksi
- MLCu,Copper-Tdan Copper-7 dipakai selama 2 - 3 tahun.ada juga dipakai
selama 8 -10 tahun
Keuntungan Pemakaian AKDR:
- Sangat efektif,praktis
- Bisa dipakai dlm jangka waktu lama
- Tidak terganggu faktor lupa
- Tidak mengganggu ASI
Keluhan efek samping yang mungkin dialami:
- Mules
- Haid tidak teratur
- Haid berlangsung lama
- Pendarahan ringan
- Kadang-kadang bisa menyebabkan infeksi rongga panggul
AKDR disarankan untuk:
- Ibu yang ingin memakai cara KB praktis
- Tidak ingin punya anak(menjarangkan)
- Menyusui
AKDR tidak disarankan untuk:
- Ibu yang mengalami pendarahan haid yang lama dan nyeri
- Belum ingin punya anak
- Pernah hamil di luar kandungan
- Menderita Anemia berat
AKDR tidak boleh dipakai oleh:
- menderita infeksi leher rahim atau rongga panggul,termasuk penderita penyakit
kelamin
- pernah menderita peradangan rongga panggul
- diduga hamil

- pendarahan pervaginam abnormal


- kanker alat kelamin
Cara Pemasangan:
- AKDR dimasukkan ke dalam rongga rahim dengan menggunakan inserter atau
alat untuk memasukkan
- Pemakai AKDR sebaiknya diberi tahu macam AKDR yang dipasang
untuknya,kemudian beritahu wkt kontrol
- Pemakai AKDR bisa diajarkan untuk meraba benang AKDR pada vagina setiap
habis haid dengan cara memasukkan jari kedalam vagina.kepada klien, harus
dipesankan agar ia segera kembali ke klinik bila benang tidak teraba,terasa lebih
panjang atau pendek ,atau teraba bagian plastik dari AKDR
- Segera menghubungi dokter juga perlu dipesankan kepada klien kalau ia
mengalami kelambatan haid,perdarahan pervaginam yang abnormal,nyeri perut
dan nyeri pada saat bersenggama ,atau terdapat tanda-tanda infeksi mis :
keputihan.keluhan juga harus segera dikonsultasikan ke dokter kalau klien
merasa tidak sehat,seperti panas,menggigil. kadang-kadang pasien mengeluh
nyeri dan mengalami pendarahan.pemberian aspirin dan alkohol dan panadol dpt
menghilangkan rasa nyeri tersebut
3. Kontrasepsi Mantap Wanita (Tubektomi)
Cara KB ini saluran telur yang biasanya menjadi tempat pertemuan sel telur dengan
sel mani dipotong dan diikat,sehingga sel telur tidak bisa bertemu sel mani dan
kehamilan pun tidak terjadi.akan tetapi tindakan ini tidak mempengaruhi haid.setelah
tubektomi, ibu masih mendapat haid tapi tidak dapat mempunyai anak lagi. Tubektomi
adalah cara KB yang paling baik. Setelah tindakan tubektomi, pasutri dianjurkan agar
tidak melakukan senggama selama 7 hari dengan maksud menjaga supaya saluran telur
benar-benar sudah bersih dari sel telur. Persyaratan yang harus dipenuhi pasutri adalah
mereka sdh menpunyai 2 anak dan umur ibu sudah lebih dari 25 tahun. Tubektomi
dianggap sangat efektif, tindakannya tergolong ringan dan karenanya tidak memerlukan
perawatan,juga praktis,karena sekali tindakan untuk selamanya.efek samping sangat
jarang dijumpai, mungkin hanya sedikit nyeri pada bekas tindakan. Klien yang berminat
untuk tubektomi harus diberitahu rincian mengenai pelayanannya. konseling sangat
berperan pada tindakan ini dan mungkin dilakukan lebih dari satu kali kunjungan
Tubektomi disarankan untuk:
- Pasangan yang sudah yakin bahwa mereka tidak ingin punya anak lagi
- Ibu yang kalau hamil dapat membahayakan jiwanya
- Pasangan yang ingin memakai cara KB yang termasuk permanen
Tubektomi tidak disarankan untuk:
- Pasangan yang belum mempunyai anak
- Pasangan yang belum yakin terhadap keinginan mereka untuk tidak mempunyai
anak lagi
- Pasangan dengan kehidupan perkawinan bermasalah
- Ibu yang mempunyai masalah kejiwaan
Tubektomi tidak boleh untuk:
- Ibu yang menderita diabetes

- Ibu yang menderita kelainan jantung


- Ibu yang menderita kekurangan gizi
- Ibu yang sangat gemuk (relatif)
Cara Melakukan Tubektomi:
- Diawali dengan melakukan anestesi lokal atau anestesi umum.kalau melakukan
anestesi lokal,obat anestesi disuntikan pada perut bagian bawah bila melakukan
anestesi lokal,ibu bisa pulang setelah 2-3 jam.tapi kalau menggunakan anestesi
umum ibu perlu waktu untuk beristirahat sekurangkurangnya selama 4 jam
sesudah tindakan
- Secara umum waktu yang diperlukan untuk melakukan tindakan tubektomi
adalah 20 menit
Ada 2 macam tindakan tubektomi:
- Minilaparatomi adalah tindakan tubektomi dengan cara membuat sayatan kecil di
pubis.melalui sayatan tersebut,saluran tuba diangkat keluar,dipotong dan
diikat,lalu dimasukkan kembali dan bekas sayatannya dijahit
- Laparoskopi adalah tindakan tubektomi yang membuat 1 atau 2 sayatan kecil
pada perut bagian bawah.melalui saluran kecil tersebut dokter mencari
tuba,memotong dan mengikatnya.setelah itu luka sayatan dijahit kembali.
Hal yang perlu diperhatikan setelah tubektomi:
- Klien harus beristirahat sekurang-kurangnya sampai 2 hari sesudah
tindakan.
- Tidak bersenggama dan bekerja keras selama seminggu (mengangkat beban
berat, menimba air, dll).
- Kalau merasa sakit pd perut bagian bawah disarankan untuk minum aspirin
- Konsultasikan ke dokter
4. Kontrasepsi Mantap Pria (Vasektomi)
Pada tindakan ini kedua saluran sel mani diikat atau dipotong dan diikat.sehingga sel
mani tidak dikeluarkan dan tidak bisa bertemu sel telur. Tindakan vasektomi adalah
mengikat saluran yang menghubungkan testis dengan penis.jadi sesudah
tindakan vasektomi,airmani tetap dikeluarkan tetapi sudah tidak mengandung sel mani
lagi.jadi tidak menyebabkan kehamilan. Sesudah tindakan vasektomi klien dianjurkan
menggunakan kondom dalam 10 sampai 15 kali hubungan seks dengan tujuan untuk
menjaga supaya saluran sel mani benar-benar sudah bersih. Sesudah itu tindakan
vasektomi baru bisa dianggap aman untuk mencegah kehamilan.
Vasektomi disarankan untuk:
- Pasutri yang sdh yakin bahwa mereka tidak ingin punya anak lagi
- Pasangan yang kehamilan isteri akan membahayakan jiwanya
Vasektomi tidak disarankan untuk:
- Pasangan yang masih ingin punya anak
- Pasangan yang kehidupan perkawinannya bermasalah
- Pasangan yang mengalami gangguan kejiwaan
- Mereka yang tidak yakin terhadap keinginan pasangannya
Vasektomi tidak boleh untuk suami yang:
- Menderita diabetes
- Menderita kelainan jantung dan pembekuan darah

Menderita hernia
Testisnya membesar dan nyeri

Cara Melakukan Vasektomi:


- Obat anastesi lokal disuntikkan kedalam scrotum(kantung berisi testis)
- Dibuat 1 atau 2 sayatan kecil di scrotum,dua saluran yang ada di dlm kantong tsbt
dipotong dan diikat,bergantian,lalu sayatan pada scrotum dijahit kembali
- Tindakan vasektomi umumnya membutuhkan wktu selama 10-15
menit,tidak perlu rawat inap.dlm 1 atau 2 jam sesudah tindakan,klien boleh
pulang
Perlu diperhatikan:
- Pergunakan alat kontrasepsi lain dan biasanya sel mani sudah bersih setelah
ejakulasi minimal 10 kali atau selama 2 atau 3 bulan sesudah tindakan
- Klien perlu beristirahat selama 2 hari dan tidak bekerja keras selama seminggu
- Ada kemungkinan scrotum membengkak dan sakit, kalau terjadi, klien bisa
melakukan kompres pada scrotum dengan es. Pemberian aspirin dapat
menghilangkan sakit tersebut
- Klien diminta segera menghubungi dokter kalau terjadi pendarahan pada luka
sayatan, scrotum terasa sangat nyeri dan bengkak, dan mengalami panas dalam
bulan pertama sesudah tindakan vasektomi
(Sumber: bkkbn.go.id, diakses 16 Desember 2015)

Anda mungkin juga menyukai